Penulis: Administrator

  • Kuliah Tamu Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UPY “Kebudayaan Pacitanian: Menggali Jejak Prasejarah di Kabupaten Pacitan”

    Kuliah Tamu Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UPY “Kebudayaan Pacitanian: Menggali Jejak Prasejarah di Kabupaten Pacitan”

    Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mengadakan kuliah tamu yang mengangkat tema menarik tentang kebudayaan prasejarah Indonesia. Kali ini, tema yang diangkat adalah “Kebudayaan Pacitanian: Menggali Jejak Prasejarah di Kabupaten Pacitan,” yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom. Kuliah tamu ini dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, dosen, dan peserta lain dari berbagai latar belakang yang tertarik untuk mendalami lebih dalam mengenai sejarah prasejarah Indonesia.

    Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan 1 FKIP UPY, Bapak Darsono, M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pemahaman mengenai kebudayaan prasejarah, terutama dalam konteks budaya Pacitanian. Bapak Darsono menekankan bahwa memahami kebudayaan lokal, seperti Pacitanian, adalah kunci untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap sejarah Indonesia yang kaya akan nilai-nilai sejarah. “Pemahaman mendalam tentang budaya lokal seperti Pacitanian akan memberikan perspektif baru dalam mempelajari sejarah Indonesia,” ungkapnya.

    Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber Ibu Sri Dwi Ratna, S.Sos., M.Hum., dosen Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Pacitan, yang memaparkan tentang kebudayaan Pacitanian, salah satu jejak tertua prasejarah Indonesia. Dalam paparannya, Ibu Ratna menjelaskan bahwa Kabupaten Pacitan merupakan salah satu pusat peradaban prasejarah penting di Indonesia, dengan situs-situs arkeologi seperti Gua Song Terus dan Gua Tabuhan yang menyimpan alat-alat batu sebagai peninggalan manusia purba. “Pacitan telah menjadi saksi bisu dari jejak peradaban manusia purba di Indonesia, khususnya melalui alat-alat batu yang ditemukan di gua-gua Pacitan,” tambah Ibu Ratna.

    Di sesi diskusi, Ibu Ratna juga menekankan pentingnya peran serta generasi muda, terutama mahasiswa sejarah, dalam melestarikan dan mempromosikan kebudayaan prasejarah ini. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat membangkitkan semangat mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelestarian sejarah dan kebudayaan Indonesia. “Pelestarian budaya bukan hanya tugas para ahli, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa yang mencintai sejarah dan kebudayaan,” tutup Ibu Ratna.

    Kuliah tamu ini disambut dengan antusias oleh para peserta, terutama mahasiswa, yang aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kebudayaan Pacitanian. Beberapa peserta tertarik untuk mengetahui bagaimana kebudayaan Pacitanian mempengaruhi perkembangan peradaban Nusantara selanjutnya. Menanggapi hal ini, Ibu Ratna menjelaskan bahwa meskipun kebudayaan Pacitanian berakhir ribuan tahun lalu, peninggalannya tetap memberikan kontribusi signifikan bagi pemahaman sejarah Indonesia.

    Dengan diadakannya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa semakin terinspirasi untuk memperdalam wawasan tentang kebudayaan prasejarah Indonesia, khususnya kebudayaan Pacitanian yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat komitmen Program Studi Pendidikan Sejarah UPY dalam menyelenggarakan program akademis yang berwawasan lokal namun tetap relevan dalam konteks global.

  • KELAS PERSIAPAN BAHASA KOREA UNTUK MAHASISWA UPY

    KELAS PERSIAPAN BAHASA KOREA UNTUK MAHASISWA UPY

    Yogyakarta, 22 November 2024 – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengadakan Kelas Persiapan Bahasa Korea sebagai salah satu langkah mendukung program internasionalisasi kampus. Kegiatan ini berlangsung selama dua sesi pada tanggal 15 November 2024 di Auditorium UPY dan 22 November 2024 di Ruang Multimedia UPY. Peserta kegiatan adalah mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program internasional UPY mendatang.

    Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa dalam mengikuti kelas ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Korea, sebagai modal untuk bersaing dan berkontribusi di dunia internasional.

    Kelas ini menghadirkan narasumber tamu spesial, Kim Suengwon (Jason), mahasiswa Universitas Gadjah Mada asal Korea Selatan. Jason memberikan materi pengenalan bahasa Korea yang meliputi alfabet Hangul, ungkapan dasar, dan budaya komunikasi di Korea. Dengan pendekatan interaktif, Jason juga berbagi pengalaman tentang kehidupan dan sistem pendidikan di Korea, yang sangat inspiratif bagi peserta.

    Para mahasiswa sangat antusias selama kelas berlangsung. Mereka aktif berpartisipasi dalam sesi praktik dan diskusi, menunjukkan semangat tinggi untuk mempersiapkan diri mengikuti program internasional UPY. Peserta mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dan memberikan gambaran yang jelas tentang komunikasi lintas budaya.


    Kelas Persiapan Bahasa Korea ini merupakan langkah awal UPY dalam memperluas akses dan peluang internasional bagi mahasiswa. Dengan dukungan penuh dari pihak universitas, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus belajar dan mengejar kesempatan internasional.

  • Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) Berpartisipasi dalam ASEAN-China Education Professional and Higher Education Institutions (ACEPHAI) di Bangkok

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) Berpartisipasi dalam ASEAN-China Education Professional and Higher Education Institutions (ACEPHAI) di Bangkok

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan bangga mengumumkan partisipasinya dalam kegiatan internasional ASEAN-China Education Professional and Higher Education Institutions (ACEPHAI), yang diadakan di bawah naungan SEAMEO RIHED (Southeast Asian Ministers of Education Organization). Acara ini berlangsung di Universitas Sripatum, Bangkok, Thailand, pada November 2024.

    Tim dari berbagai program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPY, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Pendidikan Dasar, PG-PAUD, PGSD, Matematika, serta Pendidikan Luar Biasa (PLB), berhasil mendiseminasikan hasil riset kolaboratif yang melibatkan sejumlah institusi pendidikan internasional dari China, Malaysia, dan Kamboja. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Unit Kerja Sama Internasional UPY, yang telah berperan aktif dalam memfasilitasi dan mewujudkan program global class.

    Lebih dari 100 mahasiswa UPY turut berpartisipasi dalam kegiatan internasional ini, yang juga menjadi bagian dari persiapan untuk ASEAN-China 2025. Keikutsertaan dalam acara ini memberikan peluang bagi UPY untuk semakin memperkuat posisi sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga unggul dalam kancah global.

    Ke depan, kami berharap kolaborasi internasional yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, seiring dengan visi UPY untuk menjadi universitas yang APIK & Unggul. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh civitas akademika UPY atas dukungan luar biasa yang telah memungkinkan pencapaian ini terwujud.

  • Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Yogyakarta Kembali Berprestasi di Level Nasional

    Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Yogyakarta Kembali Berprestasi di Level Nasional

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta dengan bangga mengumumkan prestasi luar biasa yang diraih oleh mahasiswi-mahasiswinya dalam Kompetisi Bahasa Inggris Nasional terbaru. Dua mahasiswi dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris telah berhasil meraih penghargaan prestisius di tingkat nasional yang digelar oleh Universitas Respati Yogyakarta.

    Amel, mahasiswi semester lima, berhasil meraih juara pertama dalam kategori Penulisan Puisi. Puisinya yang berjudul “Soul” berhasil memukau para juri dengan tema-tema yang mendalam dan kualitas lirisnya yang menonjol. Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga membuktikan dedikasi, kreativitas, dan standar tinggi dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas PGRI Yogyakarta.

    Selain itu, Julia, mahasiswi semester tiga, berhasil meraih juara tiga dalam kategori Pembawa Berita. Penampilannya yang luar biasa menunjukkan keterampilan komunikasi yang kuat, kepercayaan diri, dan ketenangan di bawah tekanan. Prestasi ini juga menyoroti pelatihan komprehensif dan dukungan yang diberikan oleh universitas untuk membantu mahasiswa berprestasi di berbagai bidang.

    Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr. Esti Setiawati, menyatakan, “Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh para mahasiswi kami. Kemenangan ini menunjukkan komitmen mereka dalam belajar dan berkarya. Kami akan terus mendukung dan memberikan fasilitas terbaik untuk pengembangan bakat dan keterampilan mahasiswa kami.”

    Kedua prestasi ini mencerminkan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta untuk membina individu-individu berbakat dan menciptakan lingkungan yang mendorong keunggulan akademik dan ekstrakurikuler. Penghargaan ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi universitas, tetapi juga menginspirasi mahasiswa lain untuk berusaha mencapai yang terbaik di bidang mereka masing-masing.

  • Teknologi IoT untuk Selamatkan Bayi di Kaki Gunung Merapi

    Teknologi IoT untuk Selamatkan Bayi di Kaki Gunung Merapi

    Sleman, Yogyakarta — Dusun Selorejo, sebuah kawasan di kaki Gunung Merapi, memiliki pesona alam yang menakjubkan. Namun, di balik keindahan itu, tersimpan ancaman serius bagi kesehatan bayi baru lahir: risiko hipotermia. Minimnya akses ke fasilitas kesehatan dan peralatan medis yang memadai membuat bayi-bayi yang baru lahir di daerah ini rentan terhadap gangguan suhu tubuh yang berbahaya.

    Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Teknologi Rekayasa Elektromedis Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) meluncurkan sebuah inovasi yang menggabungkan teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Mereka mengembangkan alat infant warmer berbasis Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk membantu mengatasi masalah hipotermia pada bayi baru lahir di Dusun Selorejo.

    Alat infant warmer berbasis IoT yang dikembangkan ini tidak hanya memberikan kehangatan stabil untuk bayi, tetapi juga dilengkapi dengan sistem pemantauan suhu tubuh secara real-time. Fitur canggih ini memungkinkan bidan dan kader kesehatan di desa tersebut untuk memantau kondisi bayi melalui aplikasi smartphone, sehingga bisa lebih efektif dalam memberikan perawatan.

    “Alat ini tidak hanya menjaga suhu tubuh bayi, tetapi juga memberi rasa aman bagi orang tua, karena mereka tahu bahwa bayi mereka dalam pengawasan yang baik dan terus-menerus,” ujar Ekha Rifki Fauzi, Ketua Tim Pengabdian dari UPY.

    Inovasi ini tak hanya berfokus pada distribusi alat, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat setempat. Tim pengabdian telah mengadakan berbagai pelatihan bagi bidan desa, kader kesehatan, dan masyarakat umum mengenai cara penggunaan alat, penyusunan SOP (standar operasional prosedur), dan simulasi penanganan kasus hipotermia.

    “Pendekatan kami adalah melibatkan masyarakat sejak awal, mulai dari identifikasi masalah hingga pelaksanaan dan evaluasi, sehingga mereka merasa memiliki tanggung jawab yang sama terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di desa ini,” tambah Ekha.

    Meskipun memberikan dampak positif, program ini tidak lepas dari tantangan. Infrastruktur listrik dan konektivitas internet yang terbatas menjadi hambatan dalam memaksimalkan penggunaan alat berbasis IoT ini. Namun, semangat masyarakat Selorejo, terutama para kader kesehatan dan Bidan Arum, menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

    “Kami berharap program ini dapat terus berjalan dan memberi manfaat jangka panjang. Kami juga berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi penggunaan alat ini agar memberikan dampak yang lebih luas,” kata Ekha.

    Selain itu, alat infant warmer berbasis IoT ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa, terutama kawasan pegunungan dengan risiko tinggi terhadap hipotermia pada bayi baru lahir.

    Dengan hadirnya teknologi ini, Klinik Bidan Arum kini memiliki harapan baru untuk menurunkan angka kematian bayi akibat hipotermia. Lebih dari itu, program ini juga membuktikan bagaimana teknologi bisa bersinergi dengan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan di daerah terpencil.

    “Ini bukan hanya tentang alat, tetapi tentang menyelamatkan nyawa,” pungkas Ekha dengan penuh harapan.

    Program inovatif ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan kolaborasi dengan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan di daerah yang selama ini terpinggirkan.

  • PENGUMUMAN PENERIMAAN PEGAWAI UPY 2024 TAHAP VI

    PENGUMUMAN PENERIMAAN PEGAWAI UPY 2024 TAHAP VI

    Universitas PGRI Yogyakarta membuka kesempatan kepada Anda yang bertalenta pendidik untuk berkarya sebagai Dosen di Universitas PGRI Yogyakarta, adapun persyaratan dan pendaftaran bisa di lihat melalui link

    DOWNLOAD

  • SEMINAR INTERNASIONAL PRODI PPKN

    SEMINAR INTERNASIONAL PRODI PPKN

    ✨ SEMINAR INTERNASIONAL PRODI PPKN ✨

    📚 Mahasiswa Program Studi PPKN Universitas PGRI Yogyakarta Mempersembahkan:

    🎙️ SEMINAR INTERNASIONAL 🎙️
    Dengan tema:
    “INOVASI PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL”

    🪄 Timeline 🪄
    📌 Pendaftaran : 7 – 23 November 2024
    📌 Pelaksanaan : 26 November 2024
    ⏰ Pukul : 08.00 WIB
    📍 Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta

    🖋️ Link Pendaftaran 🖋️
    https://bit.ly/pendaftaranSeminarInternasional2024

    💵 HTM 💵
    Rp 45.000 (Diskon 35% = Rp 30.000)

    🔓 Terbuka untuk Umum 🔓

    📌 Benefit
    ✨ E-sertifikat
    ✨ Ilmu yang bermanfaat
    ✨ Relasi
    ✨ Snack

    💳 Pembayaran

    • Dana: 0895406582255 (Jundi Al Baehaqi)
    • Rekening BRI: 6805 0103 4024 531 (Jundi Al Baehaqi)
      📞 Narahubung
      +62 894 0658 225 (Jundi Al Baehaqi)

    Segera daftarkan diri kalian dan jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk mengembangkan diri dan menambah wawasan! Yuk, tunggu apa lagi?

  • PARTISIPASI UPY DALAM SIXTH ASEAN-CHINA FORUM OF PRIVATE HIGHER EDUCATION DEVELOPMENT AND COOPERATION

    PARTISIPASI UPY DALAM SIXTH ASEAN-CHINA FORUM OF PRIVATE HIGHER EDUCATION DEVELOPMENT AND COOPERATION

    Bangkok, 14-15 November 2024 – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali berkontribusi aktif dalam kegiatan internasional dengan menghadiri 2024-Sixth ASEAN-China Forum of Private Higher Education Development and Cooperation and Fourth Annual Meeting of the ASEAN-China Alliance for Private Higher Education Institutions (ACAPHEI) yang diselenggarakan di Sripatum University, Bangkok, Thailand. Forum ini dihadiri oleh seluruh anggota ACAPHEI yang terdiri dari perguruan tinggi swasta di negara-negara ASEAN dan China.

    Hari pertama kegiatan dimulai dengan sambutan dari tuan rumah, Dr. Wirat Lertpaitoonpan, Vice President Sripatum University (SPU). Dalam sambutannya, Dr. Wirat menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif anggota ACAPHEI dalam forum tahunan ini. Acara dilanjutkan dengan campus tour, memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengenal fasilitas dan keunggulan akademik dari Sripatum University. Pada kesempatan ini, UPY mendatangkan 2 utudan yaitu Bapak Guruh Ghifar Zalzalah, S.E, M.Sc yang merupakan sekertaris dari Kantor Urusan Kerjasama dan Urusan Internasional UPY dan juga dosen dari prodi manajemen serta Bapak Dr. Victor Novianto selaku ketua tim penelitian internasional dan juga kaprodi S2 PIPS UPY.

    Pada sesi malam harinya, peserta mengikuti seremonial budaya Thailand, Loy Kra Tong, yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Acara ini tidak hanya mempererat hubungan antaranggota tetapi juga memperkenalkan warisan budaya Thailand kepada peserta internasional.

    Hari kedua forum diisi dengan presentasi hasil penelitian dan program kerja ACAPHEI untuk tahun 2024. Delegasi UPY berkesempatan memaparkan program unggulan yang telah dilaksanakan dan memberikan masukan strategis untuk pengembangan program di masa depan.

    Forum ini juga menjadi ajang penjajakan kegiatan untuk tahun 2025, dengan diskusi mendalam mengenai kolaborasi akademik dan pengembangan program inovatif di antara anggota. Rencana yang dibahas meliputi penguatan jejaring penelitian, pertukaran mahasiswa, dan pelatihan dosen di tingkat internasional.

    Partisipasi UPY dalam forum ini menunjukkan komitmen universitas untuk terus menjalin hubungan internasional dan memperluas dampak akademik di kancah global. Forum ini tidak hanya memberikan wawasan baru tetapi juga menjadi landasan kuat untuk kolaborasi yang lebih erat di tahun mendatang.

  • Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif UPY Gelar Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 1

    Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif UPY Gelar Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 1

    Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) resmi melaksanakan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 1, yang diikuti oleh mahasiswa semester 3. Kegiatan ini diselenggarakan di tiga sekolah mitra, yaitu SMK Negeri 3 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah Bambanglipuro, dan SMK Negeri 2 Yogyakarta.

    PLP 1 bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami dinamika dunia pendidikan di lapangan, terutama di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam kegiatan ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengamati proses pembelajaran, mengenal struktur dan manajemen sekolah, serta mempelajari berbagai aspek pendidikan vokasional yang relevan dengan kompetensi yang mereka pelajari di kampus.

    Ketua Program Studi PVTO UPY, Bayu Gilang Purnomo, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai peran guru vokasional. Ia juga berharap kegiatan ini dapat mengasah keterampilan mahasiswa dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah kejuruan.

    “Melalui PLP 1, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh wawasan yang lebih luas tentang implementasi pendidikan vokasional di SMK, serta membangun pengalaman yang akan bermanfaat saat mereka memasuki dunia kerja sebagai pendidik di bidang otomotif,” ujar Bayu.

    Kegiatan PLP 1 ini merupakan bagian dari rangkaian program akademik yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam dunia pendidikan vokasional. Diharapkan, pengalaman ini akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kompetensi mahasiswa di masa depan, khususnya dalam bidang pendidikan vokasional otomotif.

  • Orientasi Mahasiswa PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2024 Universitas PGRI Yogyakarta Diharapkan Tingkatkan Profesionalisme Guru

    Orientasi Mahasiswa PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2024 Universitas PGRI Yogyakarta Diharapkan Tingkatkan Profesionalisme Guru

    Universitas PGRI Yogyakarta kembali menggelar Orientasi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2024. Kegiatan orientasi ini merupakan bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme calon guru untuk mencetak tenaga pendidik yang berkualitas, inovatif, dan berintegritas.

    Orientasi yang diadakan pada 30 September 2024 ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa PPG pada berbagai aspek penting dalam program pendidikan profesi guru. Selain itu, orientasi ini juga dimaksudkan untuk mempersiapkan mahasiswa agar dapat mengikuti seluruh rangkaian pendidikan PPG dengan baik dan memadai.

    Pada tahap ketiga PPG tahun 2024 ini, Universitas PGRI Yogyakarta menerima sekitar 600 mahasiswa yang akan mengikuti program ini. Para mahasiswa akan mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai tujuan program, kurikulum, serta metode pembelajaran yang diterapkan selama proses PPG berlangsung. Dengan dukungan penuh dari universitas, mahasiswa diharapkan dapat memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

    “Orientasi ini sangat penting karena tidak hanya mengenalkan struktur dan kurikulum program, tetapi juga membangun mentalitas dan komitmen mahasiswa untuk menjadi tenaga pendidik yang profesional. Kami berkomitmen memberikan pendampingan maksimal kepada mahasiswa agar mereka dapat menyelesaikan program PPG ini dengan hasil yang memuaskan,” ujar Dr. Dhiniaty Gularso (Kaprodi PPG UPY) dalam sambutannya.

    Adapun tujuan utama dari orientasi ini adalah:

    1. Memberikan Pemahaman Program: Mahasiswa diharapkan dapat memahami struktur, kurikulum, serta target kompetensi yang harus dicapai selama PPG.
    2. Membangun Mentalitas dan Komitmen: Membangun mentalitas dan komitmen sebagai tenaga pendidik profesional yang siap mendidik generasi bangsa dengan sepenuh hati.
    3. Pengembangan Keterampilan Mengajar: Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai metode dan teknik pengajaran yang sesuai dengan perkembangan pendidikan terkini.

    Melalui orientasi ini, Universitas PGRI Yogyakarta berharap seluruh mahasiswa PPG Guru Tertentu dapat menjalani pendidikan dengan penuh tanggung jawab dan menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Di akhir program, para mahasiswa diharapkan siap menjadi guru profesional yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

    Dengan adanya orientasi ini, diharapkan para mahasiswa akan siap menghadapi tantangan dalam dunia pendidikan serta berkontribusi positif dalam kemajuan pendidikan di Indonesia.