Universitas PGRI Yogyakarta kembali menunjukkan keunggulan di kancah internasional! Berikut deretan juara yang berhasil mengharumkan nama UPY:
π 1st Place Poster Competition: Riry Dwi Frearita π 1st Place Speech Competition: Yasmin Qurrota Aini π₯ 2nd Place Essay Competition: Cia Renhoran, Acintya P., dan Nasywa F. π Best Advocacy for Literacy Essay: Maaβidatus Salwa, Ria Pangesti Rahayu, dan Rifky Fahrezi A.
Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan semangat luar biasa dari para mahasiswa UPY. Kalian adalah wujud nyata dari generasi muda yang kreatif dan inspiratif! πͺβ¨
Kepada seluruh civitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta, khususnya yang merayakan, kami mengucapkan: “Selamat Hari Raya Natal, semoga damai dan sukacita Natal membawa berkat bagi kita semua. Mari kita rayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus dengan penuh kebahagiaan, cinta kasih, dan semangat untuk terus berbagi kebaikan kepada sesama. Semoga Natal kali ini membawa kedamaian, harapan baru, dan kesuksesan di tahun yang akan datang. Tuhan memberkati kita semua.”
Salam hangat, Keluarga Besar Universitas PGRI Yogyakarta
Senin, 23 Desember 2024, dosen bergelar doktor Universitas PGRI Yogyakarta mengikuti pelatihan penyusunan proposal penelitian bersama Prof. Wasino. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas penelitian dan kontribusi akademik UPY di kancah nasional maupun internasional.
Semoga pelatihan ini menginspirasi lahirnya karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan! ππ
Pengumuman terkait pelaksanaan Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana Tahun Akademik 2024/2025 yang akan dilaksanakan pada 22 Februari 2025, berikut informasi selengkapnya silahkan di unduh…
Pada Kamis, 19 Desember 2024, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyaksikan sebuah momen yang penuh makna, saat Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., resmi menerima Surat Keputusan (SK) Profesor dari Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. π
Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Prof. Paiman, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika UPY. Ini adalah pencapaian yang menginspirasi kita semua untuk terus bersemangat dalam mengembangkan dunia pendidikan yang lebih baik. π
Dengan amanah baru yang diemban, kami percaya Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. akan membawa UPY semakin maju dan memberikan dampak positif yang nyata bagi pendidikan dan masyarakat.
Selamat dan sukses, Prof. Paiman! Semoga terus menginspirasi dan membawa UPY ke puncak kesuksesan yang lebih tinggi.
Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta Angkatan 2024 bahwa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sudah dapat diambil sesuai dengan jadwal pengambilan sebagai berikut :
Siapa yang gak pernah merasa cemas saat skripsi tak kunjung kelar? Mungkin kamu udah duduk manis di depan laptop, tangan siap mengetik, tapi kok malah matamu lelah menatap layar kosong? Atau bahkan mulai merasa skripsimu seperti monster yang sulit dijinakkan?
Tenang! Ini adalah fase yang hampir semua mahasiswa lewati. Jangan panik! Karena, masalah yang kamu hadapi sebenarnya cukup umum dan ada solusinya kok. Yuk, kita bahas dengan gaya santai dan sedikit humor biar gak bosen! hehe..
Masalah 1: Dosen Pembimbingnya Sulit Dihubungi
Apakah kamu merasa seperti sedang berkencan dengan dosen pembimbing yang sulit dijangkau? Kamu kirim email, pesan di WhatsApp, bahkan DM di Instagram, tapi dosenmu seolah-olah hilang ditelan bumi? Gak usah panik dulu, mungkin dosenmu juga sibuk mengerjakan skripsi dari mahasiswa lain yang lebih cepat jawabannya, atau sedang tenggelam dalam tumpukan jurnal.
Solusi: Cobalah pendekatan yang lebih strategis. Mulai dari memastikan kamu sudah mematuhi aturan komunikasi yang dosenmu suka (misalnya jam berapa sih dosen suka balas email?) dan pastikan kamu sudah siap dengan pertanyaan spesifik supaya dosenmu gak perlu mikir panjang. Kalau perlu, ajak dosen untuk rapat tatap muka. Siapa tahu, skripsimu akan kelar lebih cepat setelah ngopi bareng!
Masalah 2: Prokrastinasi Seperti Teman Setia
Siapa yang gak kenal sama teman satu ini, prokrastinasi? Dia datang tanpa permisi, dan tiba-tiba saja kamu menemukan diri kamu lebih sibuk menonton YouTube atau bersih-bersih kamar ketimbang menulis bab skripsi.
Solusi: Cobalah teknik Pomodoro! Bekerja selama 25 menit, lalu beri hadiah diri sendiri dengan 5 menit istirahat. Coba sesuaikan waktu kerjamu dengan hal yang menyenangkan, seperti “Ayo, aku nulis 500 kata dulu, baru bisa makan cokelat!” Dengan begitu, rasa malasmu bisa sedikit teratasi.
Masalah 3: Bab 1-3 Gampang, Bab 4-5… Bikin Pusing!
Kamu udah sukses ngerjain Bab 1 sampai Bab 3, tapi begitu masuk ke Bab 4 (analisis data) dan Bab 5 (kesimpulan), rasanya dunia serasa runtuh. Kenapa? Karena di sini kamu harus benar-benar paham data yang kamu kumpulkan dan menganalisisnya dengan cara yang bener. Gak mau kan, cuma asal tulis dan dosen nyuruh revisi parah?
Solusi: Jangan takut untuk bertanya! Kalau kamu merasa bingung dengan analisis data, coba ajak teman atau dosen untuk berdiskusi. Kadang, obrolan santai malah bisa membuka wawasan dan bikin kamu paham lebih mudah. Kalau perlu, coba juga cek referensi yang lebih banyak agar analisismu semakin tajam. Jangan lupa, “Google” bukan satu-satunya teman untuk mencari solusi!
Masalah 4: Mental Down, Skripsi Jadi Numpuk
Kadang, kamu merasa skripsi itu adalah monster besar yang nggak akan kelar-kelar. Ini bisa bikin mental kamu down, dan akhirnya makin malas untuk melanjutkan. Wah, jangan sampai!
Solusi: Yakin deh, kamu bisa banget menyelesaikan ini. Coba mulai dengan langkah kecil! Setiap kali kamu menyelesaikan satu bagian, berikan apresiasi pada diri sendiri. Coba tulis satu paragraf dulu, atau satu kalimat. Setelah itu, kamu akan merasa ada kemajuan! Jangan lupa juga buat istirahat sejenak, misalnya nonton video lucu atau makan camilan. Hidup gak hanya tentang skripsi, tapi juga kebahagiaan kamu!
Masalah 5: Skripsi Gak Sesuai Harapan (Skripti…salah jalan!)
Ternyata, setelah menulis berlembar-lembar, kamu merasa skripsimu nggak sesuai dengan yang diharapkan? Misalnya, tema yang kamu pilih ternyata gak sepopuler yang kamu kira, atau ada data yang gak mendukung argumen kamu? Waduh, bingung banget!
Solusi: Terkadang, hal ini adalah bagian dari proses. Kamu bisa mencoba untuk memodifikasi sedikit skripsimu agar lebih sesuai dengan data dan temuan yang ada. Diskusikan masalah ini dengan dosen pembimbing, pasti akan ada jalan keluarnya. Ingat, gak ada skripsi yang sempurna, yang penting kamu bisa mempertahankan argumen dengan data yang kuat.
skripsi emang perjalanan panjang yang penuh dengan liku-liku. Tapi ingat, semua masalah yang kamu hadapi bukanlah hal yang tidak bisa diatasi. Dengan sedikit humor, strategi yang tepat, dan sedikit tekad, kamu pasti bisa melewatinya! Jadi, tetap semangat, jangan biarkan skripsimu jadi sumber stres yang berlebihan.
Dosen Prodi PGSD UPY baru-baru ini mengadakan kunjungan akademik ke UNESA. Kunjungan ini disambut hangat oleh Dekan FIPP UNESA, Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si, dan Ketua Program Studi PGSD UNESA, Ibu Putri Rachmadyanti, M.Pd.
Selama kunjungan, para dosen PGSD UPY sangat terkesan dengan kampus UNESA yang tidak hanya memiliki fasilitas yang besar, modern, dan mewah, tetapi juga keramahan serta kenyamanan yang luar biasa. “Kami dibuat kagum oleh kampus yang megah ini, namun yang lebih mengesankan adalah pelayanan yang sangat istimewa dari seluruh civitas akademika FIPP UNESA. Kami merasa diterima dengan hangat dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa,” ujar Kaprodi PGSD UPY, Dr. Danuri.
Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si, dalam sambutannya berbagi cerita mengenai keberhasilan kampus UNESA yang terus berkembang. Menurut beliau, kemajuan kampus ini tidak lepas dari kerjasama tim yang solid antar dosen di UNESA. “Kesuksesan kami tidak terlepas dari kerja sama yang erat di antara para dosen dan tenaga kependidikan. Kami selalu berupaya untuk berinovasi dan memberikan yang terbaik dalam menciptakan lingkungan akademik yang mendukung perkembangan mahasiswa,” tuturnya.
Selain itu, para dosen PGSD UPY juga mendapatkan banyak ilmu baru yang sangat bermanfaat, terutama mengenai manajemen pendidikan dan proses akreditasi. “Kami belajar banyak tentang bagaimana UNESA berhasil mencapai status unggul dan berstandar internasional. Program Studi PGSD UNESA yang sudah terakreditasi internasional menjadi inspirasi besar bagi kami untuk memajukan PGSD UPY dan mengejar standar yang sama,” ungkap Dr. Danuri.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat kerjasama antar kedua universitas dan menjadi langkah awal untuk mengembangkan lebih jauh kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam bidang PGSD. Dosen PGSD UPY semakin termotivasi untuk mengimplementasikan ilmu yang didapatkan dan melangkah menuju akreditasi internasional demi kemajuan pendidikan yang lebih baik.
Dikenal sebagai sosok yang aktif di dunia pendidikan, Dr. Dekeng Setyo Budiarto, SE, MSi, Ak, CA, merupakan salah satu dosen terkemuka di Program Studi Akuntansi Fakultas Hukum dan Bisnis, Universitas PGRI Yogyakarta. Di tengah kesibukannya mengajar, membimbing mahasiswa, dan menjalankan berbagai kegiatan akademik lainnya, ternyata ada sisi lain dari dirinya yang tak banyak diketahui: hobi berburu kuliner.
Setiap akhir pekan atau saat libur, Dr. Dekeng meluangkan waktu bersama keluarganya untuk menjelajahi ragam kuliner khas Yogyakarta. Baginya, kuliner bukan sekadar urusan rasa, tetapi juga pengalaman budaya. Ia gemar mencari berbagai jenis makanan, mulai dari hidangan jadul yang membawa nostalgia hingga masakan kekinian yang mencerminkan inovasi anak muda masa kini.
Menurut Dr. Dekeng, salah satu keistimewaan Yogyakarta terletak pada kelengkapan kulinernya. Kota ini tidak hanya terkenal karena keindahan alam dan situs sejarahnya, tetapi juga karena keberagaman cita rasa makanannya. βDi Jogja, hampir semua jenis makanan ada. Mulai dari yang klasik seperti gudeg dan sate klathak, hingga makanan modern seperti kopi kekinian atau dessert ala Korea. Semua mudah ditemukan,β ungkapnya.
Hobi ini tidak hanya menjadi pelepas penat, tetapi juga cara Dr. Dekeng menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarganya. Mereka kerap menjadikan perjalanan kuliner sebagai momen untuk saling bercerita dan berbagi pengalaman. Tak jarang, tempat makan yang mereka kunjungi juga menjadi lokasi yang memantik ide-ide baru bagi Dr. Dekeng, baik dalam mengajar maupun dalam pengembangan diri.
βMelalui makanan, kita bisa belajar banyak hal. Setiap resep memiliki cerita, setiap rasa membawa kenangan. Sama seperti dalam pendidikan, selalu ada hal baru yang bisa kita pelajari,β tambahnya.
Bagi Dr. Dekeng, berburu kuliner adalah perpaduan sempurna antara eksplorasi rasa dan pencarian makna. Lewat hobinya, ia mengingatkan bahwa di tengah kesibukan, selalu ada ruang untuk menikmati hidup dan menciptakan momen berharga bersama orang tercinta.
Yogyakarta, dengan segala pesonanya, telah menjadi saksi perjalanan Dr. Dekeng. Melalui kisahnya, kita diingatkan bahwa setiap orang, tak peduli seberapa sibuknya, memiliki sisi lain yang membuat hidup mereka lebih berwarna.