
Universitas PGRI Yoryakarta membuka kesempatan kepada Anda yang bertalenta pendidik dan
cendikiawan untuk berkarya sebagai Calon Dosen Pendidikan Dokter.
Untuk Persyaratan silahkan klikk
DOWNLOAD

Universitas PGRI Yoryakarta membuka kesempatan kepada Anda yang bertalenta pendidik dan
cendikiawan untuk berkarya sebagai Calon Dosen Pendidikan Dokter.
Untuk Persyaratan silahkan klikk
DOWNLOAD

Selasa (13/9) Universitas PGRI Yogyakarta melalui Wakil Rektor lll bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd yang didampingi oleh Tim ISS UPY yaitu, Dr. Victor Novianto, M.Hum, Suharman, M.Sc, dan Palupi Sri Wijayanti, M.Pd, menerjunkan pertukaran mahasiswa Program Hibah ISS ke Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sebagai salah satu penerima hibah Institutional Support System (ISS) tahun 2022 melakukan kegiatan pertukaran mahasiswa (student exchange) ke program studi Farmasi dan Teknik Informatika Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta. Hal ini juga sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas institusi melalui terobosan dalam pencapaian indikator kinerja utama (IKU) Perguruan Tinggi.
Pencapaian IKU tersebut termasuk dalam kategori mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus. Beberapa kegiatannya meliputi magang, kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha, dan juga kegiatan mengajar. Mahasiswa UPY yang termasuk dalam peserta pertukaran pelajar adalah Mirna Septianingrum Solikhah, Wirinda Nur Aziza, dan Dzakwan Adib dari Program Studi Informatika UPY semester lima yang belajar selama kurang lebih satu semester di Program Studi Teknik Informatika UDB. Tiga mahasiswa tersebut dalam bimbingan kaprodi Informatika UPY yaitu Puji Handayani Putri M.Kom.
Selain itu, terdapat empat mahasiswa Program Studi Farmasi UPY yang akan belajar di Program Studi Farmasi UDB selama kurang lebih satu semester. Keempat mahasiswa tersebut adalah Apridianti Sukma Tri Rahayu, Ester Youla Karatem, Intan Efin Malioy, dan Puja Alfin Fadillah yang tercatat sebagai mahasiswa semester 5 dengan dosen pembimbing lapangan yaitu apt. Rahmat A.Hi Wahid, M.Farm.

Sementara Tim ISS serta Mahasiswa UPY yang di terjunkan dalam program tersebut di UDB, di terima secara langsung oleh Kaprodi Farmasi UDB yaitu apt. Tatiana Siska Wardani, S.Farm., M.Farm., Kaprodi Teknik Informatika Joni Maulindar, S.Kom., M.Eng., dan Bagian Kerja sama yaitu Marni, S.Kep., Ns., M.Kes. di kampus UDB yang berada Jl. Bhayangkara.
Dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan kesempatan untuk menggali pengalaman yang banyak untuk belajar di luar kampus sehingga dapat merasakan kegiatan dan suasana pembelajaran yang variatif. Demikian pula bagi UPY yang dapat menambah aktivitas dalam mendukung pencapaian kinerja perguruan tinggi.
“Selain mahasiwa mendapatkan pengalaman belajar dikampus lain, mahasiswa juga mendapatkan sertifikat MBKM yang nantinya akan diunggah ke SKIP sebagai bekal untuk melamar kerja ketika nanti sudah lulus dari UPY.”Jelas Dr. Septian Aji. (peb)
baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/lpdp-tim-riset-keilmuan-upy-kembangkan-media-pembelajaran-virtual-tour
baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

Program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Riset Keilmuan Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan fokus pengembangan konten virtual Tour di Museum Benteng Vredeburg. Dr Dhiniaty Gularso SSi MPd, Ketua Riset – UPY mengatakan, program tersebut sudah dimulai sejak Desember 2021. Dilaksanakan untuk mendorong pemanfaatan Museum Benteng Vredeburg sebagai wahana edukasi masyarakat. “Program riset ini ditujukan untuk mengembangan konten virtual tour Museum Benteng Vredeburg ke dalam materi pembelajaran IPS khususnya pembelajaran sejarah pada peserta didik SD, SMP dan SMA,” ujarnya, Rabu (07/09/2022).
Kegiatan Riset ini diketuai dirinya Dr Dhiniaty Gularso SSi MPd dengan anggota Dr Muhammad Iqbal Birsyada MPd dan M Fairuzadi MKom yang dibantu oleh 7 mahasiswa. Riset ini didanai sepenuhnya oleh Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan melalui Program Hibah Riset Keilmuan dengan program kegiatan diantaranya,
(1) Pengembangan Model kegiatan pembelajaran MBKM berupa Project Independent meliputi Rencana Pembelajaran Semester/RPS, penyetaraan 20 sks, dan rekonstruksi mata kuliah,
(2) Publikasi pada jurnal Sinta 2
(3) Publikasi pada Seminar Internasional
(4) Buku “Model Pembelajaran Sejarah SMP Berbasis Virtual Tour”
(5) Video sumber belajar muatan IPS untuk Siswa Sekolah Dasar (HKI)
(6) Video Pengembangan konten Virtual Tour Benteng Verdeberg (HKI).
Ditegaskan, melalui program kegiatan ini diharapkan Museum Benteng Vredeburg memiliki nilai tambah sebagai wahana edukasi khususnya dalam pembelajaran IPS dan pembelajaran sejarah di sekolah.
Dr Muhammad Iqbal Birsyada MPd, anggota Tim Riset menjelaskan, pengembangan konten virtual tour akan difokuskan pada beberapa lokasi yang menjadi tempar bersejarah seperti Gedung Wilis, Kepatihan, Markas Besar Umum TKR Yogyakarta, (Sekarang Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama) Jalan Jenderal Soedirman Yogyakarta, Alun-alun Utara Yogyakarta dan Balai Mataram Yogyakarta (sekarang Senisono), Lapangan Bumijo (depan SMU 17 I Yogyakarta, sekarang), Pangkalan Udara Maguwo (Adisutjipto, sekarang) Yogyakarta, Demakijo, Yogyakarta, Jatikarang, Tamanan, Gondowulung, Gedung Kepresidenan Yogyakarta (Gedung Agung). “Tempat-tempat tersebut merupakan lokasi-lokasi yang terdapat dalam minirama Museum Benteng Vredeburg,” ucap Muhammad Iqbal Birsyada.
Disebutkan, hasil dari pengembangan konten virtual tour ini selain akan memberikan inovasi baru bagi Museum Benteng Vredeburg juga dapat menjadi sebuah alternatif bagi guru-guru IPS dan sejarah dalam mengajarkan materi IPS dan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, kajian ini diharapkan dapat memberikan masukan sekaligus pengembangan konten-konten virtual yang telah ada di Museum Benteng Vredeburg. Pengembangan konten video virtual tour yang telah dibuat diantaranya video pembelajaran “Serangan Umum 1 Maret 1949”, video pembelajaran bertema “Pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR)”, video pembelajaran bertema “Pembentukan Budi Utomo” , video pembelajaran “Kongres Perempuan Indonesia”. “Pengembangan video pembelajaran Museum Benteng Vredeburg ini juga dapat menjadi media pembelajaran di sekolah materi IPS dan sejarah di SD, SMP dan SMA.” tandasnya.
baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/fakultas-saintek-upy-resmi-memiliki-dosen-bergelar-doktor
baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

Along with the remembering general attack day March 1, 1949, the Culture Office (Kundha Culture) of the Special Region of Yogyakarta held a historical and Manca Krida Jamboree activities commemorating 73 years of General Attack March 1, 1949 of 2022 . This activity lasted for two days from 5 & Ndash; March 6, 2022. This activity was attended by historical communities from various regions in Indonesia such as from Kalimantan, Bandung, Jakarta, Surabaya, etc. This series of events is divided into 2 activities. Where the first day took place at the Royal Darmo Malioboro Hotel and the second day took place in Cibuk Village, Margoluwih Seyegan Sleman.
The first day activity of the historical jamboree was filled with material by speakers & ndash; The great resource person, Prof. Suhartanto, Mr. Julianto Ibrahim, Mr. Agus Priyono and also Mr. RZ Hakim Titree who discussed the events that occurred in the general attack on March 1, 1949 in depth. Then the activity was continued with session 2, namely a compound discussion about the general attack event filled by speakers from Fort Vredebug namely Mr. V.Agus Sulistya and Mr. Eko where participants were given questions by the resource persons who were then discussed in groups/companies. The participants also got a book from the results of their discussion.
all committees demonstrate the historical event of the general attack March 1, 1949
The second day of activities namely Manca Krida Gerilla which is a new breakthrough from the DIY Culture Office by inviting all participants and also the committee to wear guerrilla clothing and demonstrate the historical event of the general attack on March 1, 1949 which was used as learning media as well as entertainment. This scene re -enact has a goal so that we can always live and get a detailed taste and aspects of the historical events that have occurred
We also need to know that the general attack of March 1 has been set as the day of enforcement of Indonesian sovereignty in accordance with Presidential Decree Number 2 of 2022 which was approved on February 24, 2022. (Nurul Ismi & Ndash; UPY History Education Study Program Students)
Also read: https://www.upy.ac.id/berita/upincase-re-4-dan-upinss-re-1-year-2022

Fakultas Saintek Universitas PGRI Yogyakarta terus memperkuat kualitas sumberdaya manusia tenaga pendidik dengan bertambahnya satu dosen bergelar Doktor. Ialah Dr. Marti Widya Sari, S.T, M.Eng. Dosen program studi S1 Infromatika, yang berhasil meraih gelar Doktor (S3) di Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
Dihadapan para penguji, promotor dan co-promotor, Marti sukses mempertahankan disertasi yang ia bawakan berjudul Pengembangan Sistem Produksi Terintegrasi untuk Personalisasi Produk Melalui Social Manufacturing Industri 4.0
Bertambahnya dosen bergelar doktor ini disambut gembira berbagai pihak civitas akademika UPY, khususnya di Fakultas Saintek dan Prodi Informatika Universitas PGRI Yogyakarta. Dr. Marti Widya Sari merupakan dosen pertama yang berhasil meraih gelar Doktor (S3) yang ada di lingkungan Fakultas Saintek.
Bertambahya satu dosen bergelar doktor akan sangat penting bagi UPY dan fakultas khususnya prodi Informatika, dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pembelajaran bagi mahasiswa.
“Ketambahan doktor baru dijajaran tenaga pendidik diharapkan dapat menjadi energi baru untuk maju dan berkembang memperkuat kualitas serta berkontribusi dalam perkembangan fakultas dan prodi,”ujar Dr. Paiman, Rektor UPY.
Menurutnya “Dengan perolehan gelar yang dicapai oleh Dr. Marti, selain menambah deretan dosen bergelar Doktor tentunya juga memotivasi teman-teman sejawatnya sesama dosen yang belum bergelar doktor di UPY. Selain untuk memperdalam ilmu pengetahuan di bidang yang digelutinya, gelar doktor memiliki prestise tersendiri bagi yang menyandangnya. Dosen bergelar doktor juga menjadi motor dalam pergerakan perkembangan suatu Institusi Pendidikan atau Universitas.”Tandasnya. (peb)
baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/kejurnas-upy-cup-iii-antar-pelajar-mahasiswa-digelar-24-27-agustus-2022
baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

UKM Pencak Silat Universitas PGRI Yogyakarta menggelar kejuaraan pencak silat tingkat nasional yang di ikuti oleh siswa siswi tingkat SMA/Sederajat dan mahasiswa. Kejuaraan Nasional Pencak Silat UPY Cup III ini di selenggarakan selama 4 hari yang di di buka pada Rabu, 24 Agustus 2022 di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta dan di ikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan puncak acara tersebut pada hari Sabtu, 27 Agustus 2022. Pembukaan acara tersebut juga di meriahkan dengan penampilan dari Yayasan Indonesia Down Syndrome Insani.
Bukan hanya itu, dalam acara tahunan yang diadakan oleh UKM Pencak silat tersebut juga dihadiri oleh Dr. Septian Aji Permana, S. Pd., M.Pd selaku wakil rektor III Universitas PGRI Yogyakarta, Danang Hanjaru S.Pd selaku pembina UKM Pencak Silat Universitas PGRI Yogyakarta.
“Saya merasa bangga kepada mahasiswa khususnya UKM Pencak Silat UPY yang mampu menggelar Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional antar pelajar-mahasiswa yang diikuti dari berbagai daerah di Indonesia, semoga dengan adanya kegiatan ini akan ada atlet-atlet muda potensial yang siap terjun di kejuaraan International.”Jelas Dr. Septian Aji.
Perwakilan salah satu panitia dari acara Kejurnas UPY Cup III, Paryadi, merasa bangga dapat melaksanakan event tersebut setelah sebelumnya di tiadakan karena adanya pandemi, ia juga merasa senaang karena sasaran Kejurnas Pencak Silat UPY Cup III tidak hanya dari DIY dan Jateng saja namun dapat terselenggara secara nasional, selain itu dalam wawancaranya Paryadi juga berpesan untuk seluruh peserta kejuaraan tersebut agar tetap sportif dan tetap semangat. (Peb, Risma, Latifah / UPY Jurnalistik Persada)
baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah menghadirkan salah atau program unggulan kampus merdeka yakni Pertukaran Mahasiswa Merdeka atau biasa disebut juga PMM.
Progran unggulan ini merupakan angkatan ke -2, peserta yang berpartisipasi dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini adalah Mahasiswa Kampus Merdeka.
Pada tahun ini merupakan tahun pertama Universitas PGRI Yogyakarta mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Universitas PGRI Yogyakarta telah mengirimkan mahasiswa yang telah lolos pendaftaran sebanyak 27 mahasiswa.
27 Mahasiswa ini akan menempuh perkuliahan yang tersebar di 17 Universitas seluruh Indonesia selama satu semester. Dalam program ini mahasiswa dibebaskan untuk memilih mata kuliah yang ada di Universitas yang akan dituju, selain itu mahasiswa juga akan mendapatkan Modul Nusantara. Modul ini bertujuan untuk mengetahui keberagaman agama kebudayaan, sejarah tempat yang ada disekitar universitas, melakukan refleksi. Selain itu mahasiswa juga diajak untuk melakukan kegiatan sosial.

Ahmad Riyadi, M. Kom selaku Wakil Rektor 1 Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan “Syukur Alhamdulillah pada tahun ini merupakan tahun pertama Universitas PGRI Yogyakarta mengikuti PMM 2. harapan saya, mahasiswa dapat bersungguh sungguh menjalankan program ini dengan baik dan semoga ilmu wawasan yang didapatkan selama satu semester dapat bermanfaat dan dapat dibagikan kepada teman teman Universitas PGRI Yogyakarta.”
Wakil Rektor 3 Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd. berpesan kepada mahasiswa untuk tetap semangat dalam menjalankan rintangan rintangan yang terdapat di program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dan selalu menjaga nama baik Universitas PGRI Yogyakarta. selain itu beliau juga berharap semoga ditahun berikutnya mahasiswa yang berminat mengikuti program unggulan kampus merdeka lebih meningkat. (peb)
baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya
BERIKUT ADALAH SURAT KETERANGAN DAFTAR PENERIMA BANTUAN PENDIDIKAN KIP MERDEKA 2022 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
Silahkan Klik Unduh Untuk Melihat Daftarnya

Memperingati satu dasawarsa Keistimewaan Yogyakarta, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Jogja Museum Expo 2022 pada tanggal 15 – 19 Agustus 2022 bertempat di Sleman City Hall. Pameran yang bertajuk “Ujwalita” dengan sub-judul “Merayakan Keragaman dan Meneguhkan Keistimewaan” menampilkan koleksi-koleksi museum yang telah dipilih untuk merespon momen satu dasawarsa Keistimewaan Yogyakarta. Lebih dari 36 Museum ikut andil dalam perhelatan ini.
Museum Laboratorium Sejarah UPY (Museorium Sejarah UPY) turut ikut serta dalam kegiatan tersebut. Museorium Sejarah UPY membawa beberapa koleksi untuk ditampilkan pada pameran ini, adapun koleksi yang dipamerkan adalah Miniatur Tugu Pal Putih, Miniatur Tugu Golong Gilig, Buah Maja, Kertas Papyrus, Lukisan Tutankhamun serta koleksi lainnya dalam bentuk digital.
Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Ir. Paiman, MP, mengapreasi positif atas semangat dan partisipasi Museum Lab. Sejarah dalam kegiatan ini. Ia berharap kedepan Museum Lab. Sejarah UPY semakin maju dan berkibar.
Kepala Museum Lab. Sejarah UPY, Drs. John Sabari, M. Si menyampaikan bahwa Museum Lab. Sejarah telah melakukan proses revitalisasi yang cukup mendasar, diantaranya adalah peremajaan, renovasi tataruang serta digitalisasi koleksi Museum. Ia menyatakan kedepan Museum Lab. Sejarah akan terus didorong menjadi lebih maksimal lagi berkiprah pada level nasional. Ia jg menjelaskan jika Museum Lab. Sejarah sudah dapat diakses secara digital, ke depan akan terus dikembangkan.
Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd menyampaikan harapan bahwasannya untuk mengedukasi masyarakat serta memahami nilai-nilai sejarah, Museum tidak hanya sekedar sebagai tempat pameran koleksi-koleksi yang ada namun lebih lanjut Museum juga dapat berperan aktif menjadi media pembelajaran sejarah bagi peserta didik dan masyarakat yang kreatif dan menyenangkan. Iqbal menegaskan pula bahwa pada saat ini Prodi Pendidikan Sejarah sedang merancang pengembangan alternatif alternatif media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh guru sejarah dan peserta didik.
“Melalui pameran ini harapannya Museum Lab. Sejarah dan Prodi Pendidikan Sejarah UPY dapat memberikan sumbangsih wujud nyata untuk masyarakat luas.”Jelas Iqbal.
Ia berharap Museum Lab. Sejarah UPY dapat menjadi icon bagi peminat sejarah, peserta didik maupun masyarakat luas di Indonesia. (peb)
baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/museum-lab-upy-ikuti-jogja-museum-expo-di-sleman-city-hall
baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/seminar-nasional-call-for-papers-prodi-bk-2022

Dalam rangka memperingati satu dasawarsa Keistimewaan Yogyakarta, diselenggarakan Jogja Museum Expo 2022 pada tanggal 15 – 19 Agustus 2022 bertempat di Sleman City Hall. Pameran yang bertajuk “Ujwalita” dengan sub-judul “Merayakan Keragaman dan Meneguhkan Keistimewaan” menampilkan koleksi-koleksi museum yang telah dipilih untuk merespon momen satu dasawarsa Keistimewaan Yogyakarta.
Keistimewaan dalam hal ini dimulai dari munculnya Kerajaan Mataram pada abad ke-16 yang diikuti dengan berbagai peristiwa budaya dan politik, termasuk munculnya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman.
Museum Laboratorium Sejarah UPY (Museorium Sejarah UPY) turut ikut serta dalam kegiatan tersebut. Museorium Sejarah UPY membawa beberapa koleksi untuk ditampilkan pada pameran ini, adapun koleksi yang dipamerkan adalah Miniatur Tugu Pal Putih, Miniatur Tugu Golong Gilig, Buah Maja, Kertas Papyrus dan Lukisan Tutankhamun.
Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd menyampaikan harapan bahwasannya untuk mengedukasi masyarakat untuk memahami nilai-nilai sejarah. Museum tidak hanya sebagai pameran koleksi-koleksi yang ada namun lebih lanjut juga sebagai media pembelajaran sejarah bagi peserta didik dan masyarakat yang aktif dan menyenangkan.
“Melalui pameran ini harapannya Museum Lab. Sejarah dan Prodi Pendidikan Sejarah UPY dapat memberikan sumbangsih karya-karya kami untuk masyarakat luas.”Jelas Iqbal.
Ia berharap untuk Museum Lab. Sejarah UPY dapat menjadi salah satu icon Museum Lab. Sejarah yang menjadi rujukan baik bagi peminat sejarah, peserta didik maupun masyarakat di Indonesia. (peb)
baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya