Digital Business Expo (DBX) 2.0 2026: Mahasiswa Bisnis Digital UPY Tampilkan Inovasi Siap Bersaing di Era Borderless

Written by

in

Kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Fakultas Bisnis dan Hukum Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Digital Business Expo (DBX) 2.0 2026, yang digelar pada Kamis, 2 Juli 2026, di Auditorium Gedung Pusat UPY. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang pameran sekaligus unjuk kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan produk dan model bisnis berbasis digital sebagai implementasi pembelajaran di kelas.

DBX merupakan agenda tahunan terbesar Program Studi Bisnis Digital UPY yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil karya sekaligus mengasah kemampuan berwirausaha, komunikasi bisnis, dan presentasi di hadapan para praktisi serta akademisi. Tahun ini, peserta merupakan mahasiswa angkatan 2024 (Semester IV) yang menempuh mata kuliah Ekonomi Kreatif dan Teknologi e-Commerce.

Berbagai karya inovatif berhasil dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari produk fisik seperti batik, makanan, dan minuman, hingga berbagai produk digital yang menawarkan solusi terhadap kebutuhan masyarakat. Beberapa di antaranya berupa layanan pencarian florist (florist finding services), platform penentu gaya berpakaian dan diet plan berdasarkan preferensi pengguna, hingga aplikasi yang menghubungkan mahasiswa dengan UMKM, kantin, dan warung makan untuk memperoleh makanan berkualitas dengan harga terjangkau sekaligus membantu pelaku usaha menjangkau lebih banyak pelanggan.

Ketua Program Studi Bisnis Digital UPY, Adi Prasetyo, M.Kom, menyampaikan bahwa Digital Business Expo (DBX) 2.0 merupakan bagian dari implementasi kurikulum berbasis outcome yang menempatkan mahasiswa sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori bisnis digital, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang benar-benar memiliki nilai jual dan memberikan solusi bagi masyarakat. Melalui DBX, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata untuk mempresentasikan, mempromosikan, sekaligus mempertanggungjawabkan ide bisnis mereka di hadapan para juri dan publik,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar berbentuk talk show yang menghadirkan Setiawan, S.I.P., M.M., Business Development Expert dari AYFN Academy, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia mengajak mahasiswa untuk melihat besarnya peluang bisnis di era borderless, ketika batas geografis, waktu, dan bahasa tidak lagi menjadi penghalang dalam menjalankan usaha.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka kesempatan bagi siapa saja untuk menjual maupun membeli produk dari berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun pola pikir global, memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, dan berani menciptakan inovasi yang memiliki daya saing.

“Saat ini semua orang memiliki peluang yang sama untuk membangun bisnis. Yang membedakan adalah siapa yang mampu melihat peluang, menciptakan inovasi, dan beradaptasi dengan perubahan. Mahasiswa harus mulai berani mengambil kesempatan tersebut,” ungkap Setiawan dalam sesi talk show.

Usai seminar, acara dilanjutkan dengan sesi business pitching yang menjadi puncak kegiatan. Sebanyak 10 tim mahasiswa mempresentasikan sekaligus mendemonstrasikan produk bisnis yang telah mereka kembangkan selama proses perkuliahan.

Setiap tim diberikan waktu lima menit untuk melakukan presentasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama dewan juri. Penilaian dilakukan oleh Setiawan, S.I.P., M.M. bersama dua dosen Program Studi Bisnis Digital UPY dengan tiga aspek utama, yaitu ide bisnis, kualitas konten, dan kemampuan presentasi.

Suasana kompetisi berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan kemampuan komunikasi, penguasaan produk, serta keberanian dalam menjawab berbagai pertanyaan kritis dari dewan juri. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, sesi ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerima masukan profesional untuk menyempurnakan model bisnis yang mereka bangun.

Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., mengapresiasi penyelenggaraan Digital Business Expo sebagai bentuk nyata implementasi pembelajaran yang berorientasi pada praktik dan inovasi.

“Universitas terus mendorong mahasiswa untuk menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja. Melalui kegiatan seperti DBX, mahasiswa belajar mengembangkan ide, membangun produk, memasarkan, hingga mempresentasikan hasil karyanya secara profesional. Ini merupakan bekal penting untuk menghadapi dunia usaha dan industri yang semakin kompetitif,” tutur Prof. Paiman.

Melalui penyelenggaraan Digital Business Expo (DBX) 2.0 2026, Program Studi Bisnis Digital UPY berharap semakin banyak lahir inovator dan wirausahawan muda yang mampu menciptakan solusi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Lebih dari sekadar pameran, DBX menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan kreativitas, teknologi, dan semangat kewirausahaan dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era ekonomi digital global.