
Jumat (19/7), Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menerima Surat Keputusan (SK) untuk ijin pembukaan 2 program studi baru yakni Prodi Ilmu Gizi dan Prodi Teknologi Rekayasa Elektromedis dari Kemenristek Dikti di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta. SK tersebut diserahkan oleh Kepala LLDIKTI wilayah V Yogyakarta yaitu Prof. Didi Achjari SE Mcom Ak CA kepada Armansyah SH MH (Ketua Yayasan Pembina UPY), kemudian diserahkan ke Rektor UPY, Dr.Ir. Paiman M.P.
Sebelumnya UPY juga sudah menerima SK Prodi Baru dari Kemenristekdikti, yakni Teknik Biomedis, Pendidikan Vokasional Teknik Otomotif, Teknologi Hasil Pertanian, Arsitektur, Farmasi, Teknik Industri. “UPY telah memiliki 8 Prodi baru dan sudah menerima mahasiswa baru,“ ujar Paiman. Ditegaskan Paiman, adanya 8 prodi baru membawa konsekuensi UPY harus bekerja keras untuk merealisasikan prodi baru tersebut menemukan eksistensinya secara kualitas dan kuantitas. “Prodi baru dibuka UPY untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan zaman, tentu saja lulusan prodi baru akan terserap di dunia kerja,”ujarnya.
Sedangkan Armansyah Prasakti mengungkapkan, “dibukanya prodi baru untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa UPY tidak hanya meluluskan tenaga kependidikan saja, tetapi juga menghasilkan atau meluluskan ilmu murni, sains teknologi. PGRI pada umumnya, khususnya PGRI Yogyakarta selama ini dikenal menghasilkan tenaga guru. Sudah saatnya UPY mengembangkan keilmuan selain keguruan,”ujarnya.
Sementara itu, Prof Didi Achjari saat penyerahan SK tersebut mengingatkan, “UPY harus bisa menjaga kualitas. Prodi Gizi juga Teknologi Rekayasa Elektromedis lulusannya masih sangat dibutuhkan. Ini peluang yang langsung ditangkap UPY,”ujarnya. Khusus untuk Prodi Gizi juga masih sangat dibutuhkan, terbukti dengan masih adanya kasus gizi buruk. “itu berarti ahli gizi masih sangat diperlukan, apalagi Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Tentu saja harapannya mendapatkan SDm yang berkualitas, bukan kekurangan gizi,“lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Prof Didi Achjari mengingatkan, Pekerjaan Rumah (PR) bagi Perguruan Tingggi Swasta (PTS) di Yogyakarta yang membuka prodi baru harus bisa menjaga eksistensi dan reputasi Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan. “Sekali lagi, kualitas lulusan harus dijaga betul,”tandasnya.
baca juga: http://upy.ac.id/berita/pelantikan-bersama-ormawa-upy-periode-2019-2020