Kategori: Berita Utama

  • Expo KKN UPY 2024: Gelar Karya KKN Angkatan 38 dan Tebus Sembako Murah

    Expo KKN UPY 2024: Gelar Karya KKN Angkatan 38 dan Tebus Sembako Murah

    Universitas  PGRI Yogyakarta (UPY) menyelenggarakan acara “Expo KKN UPY 2024”, yang merupakan Gelar Karya KKN Angkatan 38 Tahun 2024, bertempat di halaman kampus setempat, Kamis (7/3/2024). Kegiatan itu dihadiri oleh Rektor UPY Dr. Ir.Paiman, M.P, yang sekaligus secara seremonial melakukan penarikan mahasiswa peserta KKN UPY.

    Juga tampak hadir dalam acara itu, Pembina  Yayasan PGRI Armansyah, Carik Kalurahan Ngestiharjo  Dedy Ridwanmas mewakili Lurah, para dukuh se- Kalurahan Ngestiharjo, civitas akademika dari UPY serta para mahasiswa KKN Angkatan 38 dan dosen UPY. Ketua KKN Angkatan 38  dan Panitia Expo KKN UPY 2024 Bintang Wicaksono mengemukakan, bahwa KKN Angkatan 38 tahun 2024 dilaksanakan dalam 3 skema  yaitu skema regular yang ditempatkan di 5 kecamatan, yang terbagi dalam 7 kalurahan di Kabupaten Bantul. Kemudian skema alternative yang ditempatkan di 1 kalurahan Ngestiharjo, Bantul.

    “Juga ada 7 kalurahan lain yang ada di KKN  Skema Mandiri yaitu di Wonosobo, Klaten, Magelang dan Kabupaten Cilacap. Peserta  KKN Angkatan 38 totalnya ada 883 mahasiswa, yang tersebar dalam 3 skema tersebut,” terang Bintang.

    Dikatakan, kegiatan Expo KKN UPY 2024 berupa Gelar Karya KKN Angkatan 38 ini merupakan salah satu bukti bahwa inovasi dan kolaborasi  mahasiswa  bersama masyarakat di lingkungan lokasi KKN sesuai temanya yaitu “Inovasi dan kolaborasi bersama guna mewujudkan masyarakat  berdaya dan mandiri”.

    Menurut Bintang, tercatat ada 987 progam yang dibuat oleh mahasiswa  dimana 76persennya progamnya bersifat inovasi dan kolaborasi. Adapun sisanya adalah kegiatan rutin seperti Bimbel, TPA dan kegiatan – kegiatan yang wajib mahasiswa untuk membantu anak – anak dalam pendidikan. Sementara dari progam inovasi yang terbentuk antara lain progam yang bekerjasama dengan UMKM, memanfaatkan sumber daya  yang ada di lingkungan mahasiswa tempat KKN. Juga berupa produk  dalam bentuk kemasan sampai  ke inovasi penjualan. “Harapan dari kegiatan tersebut setelah mahasiswa selesai  KKN, apa yang telah ditinggalkan di masyarakat sampai dengan pemasarannya akan terus bisa  berlanjut dan tidak berhenti,” ungkap Bintang.

    Lanjut dia menjelaskan, tujuan dari ekspo ini adalah untuk menunjukan hasil dari mahasiswa yang ber KKN, yang kurang lebih ada 56 produk yang ditampilkan. Inovasinya tidak hanya berupa produk tapi ada inovasi  membangun  atau membentuk bank sampah di beberapa padukuhan, yang belum ada bank sampahnya lantaran mengikuti visi misi Kabupaten Bantul yang bersih sampah 2025 dan Bantul Bersama.

    Dalam kegiatan gelar karya KKN angkatan 38 tahun 2024 selain memamerkan hasil karya mahasiswa yang KKN juga dimeriahkan dengan hiburan band perfomce dan tebus sembako murah untuk masyarakat sekitar kampus sebanyak 200 pack serta  pelepasan burung merpati sebagai symbol sudah berakhirnya kegiatan KKN Angkatan 38 tahun 2024.

    Rektor UPY Paiman dalam sambutannya sebelum melakukan seremoni pelepasan jaket KKN mengatakan, setelah KKN usai silahkan para mahasiswa untuk segera menyusun proposal pengajuan skripsi supaya cepat bisa lulus, kalau  bisa sebelum 4 tahun sudah lulus dan jadi sarjana. “Saya doakan semoga saudara 4 tahun tepat  atau bisa kurang dari 4 tahun di UPY. Saudara lulus dari UPY karena sudah mengikuti berbagi kegiatan  yang salah satunya adalah KKN yang diwajibkan bagi mahasiswa di UPY ini,”ucap dia. “Dari hasil kerja yang dilakukan dalam membantu masyarakat selama KKN dan dalam membantu memasarkan produk – produk  yang dihasilkan oleh Masyarakat, bisa mensuport  memasarkan produk – produknya sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakatnya dan hubungannya tidak boleh berhenti sampai di sini saja. Tetapi kalau  masih dihubungi  oleh masyarakat setempat tolong dibantu  pasalnya masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab kita di dalam meningkatkan kesejahteraan,” tegas Paiman.

  • UPY bersama DJKI Gelar Acara “DJKI Mendengar” untuk Penguatan Layanan Publik Kekayaan Intelektual

    UPY bersama DJKI Gelar Acara “DJKI Mendengar” untuk Penguatan Layanan Publik Kekayaan Intelektual

    Dalam rangka peningkatan dan penguatan layanan publik kekayaan intelektual  di Yogyakarta, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bersama Direktoral Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI) dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonsesia menyelenggarakan acara ‘DJKI Mendengar’ bertempat, di kampus setempat, Selasa (5/3/2024).

    Acara diikuti oleh lebih kurang 200 peserta  yang berasal dari civitas akademika UPY dan beberapa perwakilan kampus yang lain. Juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham DIY Agung Rektono Seto, S.E, M.Si, yang sekaligus membuka acara ‘DJKI Mendengar’, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan UPY, Ahmad Riyadi,S.Si, M.Kom yang mewakili Rektor UPY yang berhalangan hadir, serta 4 orang nara sumber dari DJKI Kementrian Hukum dan HAM RI dan beberapa undangan lainnya. Kepala Kantor Wilayah Kementrian  Hukum dan HAM DIY dalam sambutannya mengemukakan, bahwa acara ini merupakan langkah awal yang baik karena untuk mengenalkan kekayaan intelektual kepada civitas akademika. Menurut Agung Rektono, karena selama ini masyarakat tahunya hanya hak cipta padahal yang dilayani dari Dirjen Intelektual ada hak cipta, paten, merk , diseain industri  dan lainnya.

    “Kepada bapak ibu yang memiliki karya cipta, silahkan didaftarkan hak ciptanya, juga patennya lantaran ini bisa menaikkan dan menambah nilai bagi bapak ibu dosen, bisa untuk menambah nilai akreditasi  baik untuk pribadi atau institusi kampus,” terang dia.

    “Untuk mahasiswa yang sedang KKN bisa untuk pendampingan UMKM. Pasalnya belum semua UMKM memahami tentang pendaftaran merk atau ciptaannya, yang nantinya bisa dibantu untuk melakukan pendaftaran,” imbuh Agung.

    Hak intelektual tidak hanya didaftarkan saja tetapi juga perlindungannya, yang semuanya itu akan menaikkan promise-nya sebab kalau tidak dilindungi bisa diambil oleh pihak lain. Selain pendaftaran Hak Cipta, DJKI juga melayani  pendaftaran PT dan layanan  keimigrasian .

    Agung pun berharap Kehadiran DJKI yang datang langsung dari pusat akan dapat membuka wawasan guna menambah literasi terkait dengan kekayaan intelektual, yang juga nantinya dapat memacu untuk meningkatkan perekonomian di Yogyakarta.

    Sementara, Wakil Rektor 1 UPY  Ahmad  Riyadi dalam sambutannya menyampaikan, bahwa UPY baru kali pertama menyelenggarakan acara ini serta baru pertama kali kedatangan tamu dari DJKI. Ahmad berharap semoga pertemuan ini membawa manfaat bagi kita semua.

    Ahmad Riyadi menjelaskan bahwa Kampus UPY ini rata –rata mayoritas baru hak cipta yang diajukan karena kebetulan yang paten dari industri yang dihasilkan  mengurusnya baru sampai hak cipta. “Ini kebetulan sekali  dari DJKI memberikan wawasan  pada kita semua sehingga nanti bisa mendukung, menfasilitasi  dan mengurus hak paten dari yang diakui dan diklaim oleh kita,”ungkap Rahmad.

    Sebagai nara sumber acara ‘DJKI Mendengar’ ini ada 4 dari DJKI Kementrian hukum dan HAM RI, diantaranya adalah Stefanus Ronaldo menyampaikan tentang Hak Cipta, Agus Dwiyanto tentang Merek. Adapun yang menyampaikan Desain Industri  adalah Wiliayu serta masalah Paten disampaikan oleh Raden Gitta  Ferindra.

    Dari empat narasumber tersebut memaparkan bagaimana dan cara mengurus, mulai sejak  pengurusannya dari  awal termasuk apa dan bagaimana kendalanya sampai proses bisa dipatenkan produk atau produksi atau hasil karya kita. Sementara sebagai moderator  acara ini adalah Arip Febrianto, Dosen Program Pendidikan Guru SD UPY.

  • UPY Menambah 2 Profesor Baru

    UPY Menambah 2 Profesor Baru

    Selamat & Sukses Bapak Prof. Dr. Sukadari, S.E., S.H., M.M. atas terbitnya SK Profesor/Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan serta Ibu Prof. Dr. Sunarti, M.Pd atas terbitnya SK Profesor/Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia.

  • Racana Arjuna-Srikandi Gugus Depan Pangkalan Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Dasar Racana (Diksara) IX

    Racana Arjuna-Srikandi Gugus Depan Pangkalan Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Dasar Racana (Diksara) IX

    Diksara IX Racana Arjuna-Srikandi dilaksanakan selama 3 hari, dimulai pada hari Jumat (23/2/24) hingga Minggu (25/2/24) yang dilaksanakan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kegiatan Diksara ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Racana Arjuna-Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta. Diksara IX memuat kegiatan pendidikan kepramukaan yang berfokus pada aspek keterampilan spiritual, intelektual, fisik, emosional, dan sosial masyarakat. Peserta Diksara IX dilatih untuk menerapkan keterampilan tersebut di lapangan.

    Kak Rika selaku pembina Racana Arjuna-Srikandi membuka kegiatan Diksara IX di Gubug Pramuka Kwartir Cabang Bantul pada Jumat (23/2/24)  pukul 11.00 WIB.

    “Saya berharap seluruh peserta Diksara kali ini dapat dilantik dan dikukuhkan bersama-sama nantinya. Oleh karena itu, butuh solidaritas dan kekeluargaan yang baik dalam menjalani kegiatan ini”, ujar Kak Rika.

    Kepala Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni (LKA) Universitas PGRI Yogyakarta, Kak Anindita juga turut hadir dalam kegiatan pembukaan dan pelepasan peserta Diksara IX. Kak Anindita melepas 22 peserta Diksara IX seusai upacara pembukaan kegiatan dilaksanakan.

    Pada hari pertama, Jumat (23/2/24) peserta Diksara IX melakukan perjalanan dari Gubug Pramuka Kwartir Cabang Bantul menuju Lapangan Dwi Sapta Ringinharjo seusai upacara pembukaan dan pelepasan. Perjalanan kemudian dilanjutkan pada hari kedua, Sabtu (24/3/24) peserta melanjutkan perjalanan menuju Goa Selarong. Dalam setiap perjalanan, peserta diberikan penugasan berdasarkan bekal yang diperoleh dari pemberian materi saat Pra-Diksara IX, seperti Ilmu Medan, Peta, dan Kompas (IMPK), Pertolongan Pertama (PP), dan Ilmu Komunikasi Lapangan (Ilkom Lap).

    Kegiatan Diksara IX ditutup dengan upacara pelantikan dan pengukuhan anggota racana yang telah melalui serangkaian kegiatan Diksara IX. Penutupan kegiatan dilaksanakan pada Minggu (25/2/24) yang bertempat di Goa Selarong, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kak Rika, selaku pembina Racana Arjuna-Srikandi melantik dan mengukuhkan 22 peserta Diksara IX menjadi Anggota Racana Arjuna-Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta. Upacara pelantikan dan pengukuhan peserta Diksara IX dilaksanakan di tengah guyuran hujan. Meskipun begitu, hujan bukanlah penghalang dan tidak menyurutkan semangat peserta dan panitia dalam melaksanakan serangkaian prosesi upacara pengukuhan. Hal ini justru menambah kesakralan selama upacara pengukuhan berlangsung.

  • PENERIMAAN CALON PEGAWAI UPY TAHUN 2024 TAHAP I

    PENERIMAAN CALON PEGAWAI UPY TAHUN 2024 TAHAP I

    Universitas PGRI Yogyakarta membuka kesempatan kepada Anda yang bertalenta pendidik untuk
    berkarya sebagai Dosen pada:

    1. Program Pasca Sarjana Bimbingan dan Konseling/Psikologi
    2. Program Pasca Sarjana Manajemen
    3. Program Sarjana Sistem Informasi
    4. Program Sarjana Agroteknologi
      Adapun untuk persyaratan dan waktu pendaftaran bisa di unduh melalui tautan dibawah :

      DOWNLOAD
  • Internship Program Studi PG-PAUD UPY di Thailand

    Internship Program Studi PG-PAUD UPY di Thailand

    Yogyakarta, 02 Februari 2024 – Lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Semester 5 Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), yaitu Anandita Nadia Rakasiwi, Wilda, Rodia Hasibuan, Duwiyanti, dan Risma Gibrihi, telah resmi dilepas untuk menjalani kegiatan internship di Thailand. Acara pelepasan berlangsung di ruang sidang rektorat UPY dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Bapak Dra. Johanes Sabari, M.Si, Ketua Pengurus Yayasan Pembina UPY.

    Pelepasan mahasiswa ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dunia nyata dan mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam dunia PAUD. Selama kegiatan internship di Thailand, kelima mahasiswa ini akan dibimbing oleh tiga dosen PG-PAUD yang berpengalaman, yaitu Syariah Anggita Sakti, M.Pd., Novianti Retno Urtami, M.Pd., dan Khikmah Novitasdari, M.Pd.

    Dalam sambutannya, Bapak Dra. Johanes Sabari, M.Si, mengungkapkan harapannya bahwa mahasiswa yang menjalani internship ini dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan di bidang PAUD. “Ini adalah peluang emas untuk belajar dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan anak usia dini, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional,” ujarnya.

    Wakil Rektor 3 UPY, Dr. Septian Aji Permana M.Pd, juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia berharap agar mahasiswa dapat menjalani internship dengan semangat dan dedikasi tinggi, serta membawa pulang pengalaman berharga untuk kemajuan Program Studi PAUD di UPY.

    Kegiatan pelepasan mahasiswa ini turut dihadiri oleh Dr. Victor Novianto M.Hum (Kepala Kantor Kerjasama dan Urusan Internasional UPY), Eko Perianto, M.Si (Wakil Dekan 3 FKIP), Syahria Anggita Sakti, M.Pd (Ketua Program Studi PG-PAUD), serta para dosen PG-PAUD UPY. Mereka memberikan semangat dan doa terbaik agar mahasiswa dapat mengoptimalkan waktu internship mereka di Thailand. Semoga kegiatan internship ini menjadi pengalaman yang berharga dan membuka peluang baru bagi kemajuan pendidikan anak usia dini di Indonesia. Selamat berjuang, Anandita Nadia Rakasiwi, Wilda, Rodia Hasibuan, Duwiyanti, dan Risma Gibrihi!

  • Kunjungan ke Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama

    Kunjungan ke Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama

    Senin, 15 Januari 2024 Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Kunjung Museum dan Diskusi Rutin Kesejarahan di Di Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Jl. Jend Sudirman No.75, Terban , Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut mengambil tema “ Perjuangan Militer 1945 : Di Balik Indahnya Kota Baru ”.

    Peserta pada kegiatan ini adalah dari mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta dan umum. Rombongan diterima oleh  Kapten CAJ (K) Yanti Murdiani selaku Kepala Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama. Selanjutnya, peserta kegiatan kunjung museum diajak keliling museum oleh  edukator yaitu Bapak Sukarjo dan Bapak Sutarjo untuk melihat berbagai koleksi museum. Para peserta sangat antusias dalam melihat beragam koleksi Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama.

    Acara dilanjutkan dengan kegiatan Diskusi Kesejarahan dengan tema “ Perjuangan Militer 1945 : Di Balik Indahnya Kota Baru ” yang di pandu oleh saudara Ega Milenio Fitianto ( Mahasiswa Prodi Pendidikan sejarang UPY Angkatann 2022 ). Dalam paparannya, Kota baru menyimpan cerita sejarah perjuangan bangsa dan pertumpahan darah. Pada tanggal 7 Oktober 1945, terjadi sebuah pertempuran untuk merebut senjata pasukan Jepang yang masih ada di Yogyakarta. Peristiwa ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan rakyat Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan.

  • Mata Kuliah Pilihan yang Kekinian di BisDig UPY

    Mata Kuliah Pilihan yang Kekinian di BisDig UPY

    Kamu bisa mendapatkan mata kuliah yang up-to-date dan kekinian dengan zaman now!

    Kuliah bisnis digital adalah program pendidikan tinggi yang menawarkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang bisnis digital. Pada kuliah ini, mahasiswa akan belajar tentang berbagai aspek dan strategi terkait pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis dan mencapai tujuan bisnis yang efektif. Beberapa topik utama yang biasanya diajarkan dalam kuliah bisnis digital meliputi:

    1. E-Commerce (Perdagangan Elektronik): Studi tentang cara mengoperasikan bisnis secara online, termasuk platform e-commerce, proses transaksi, manajemen inventaris, dan strategi pemasaran untuk toko online.
    2. Pemasaran Digital: Fokus pada strategi dan taktik pemasaran menggunakan platform digital, seperti iklan online, optimasi mesin pencari (SEO), pemasaran media sosial, dan email marketing.
    3. Analitik Web: Belajar tentang penggunaan alat analitik untuk menganalisis data lalu lintas situs web dan perilaku pengguna, sehingga dapat diambil keputusan berdasarkan data untuk meningkatkan kinerja bisnis.
    4. Media Sosial: Menyelidiki berbagai platform media sosial dan bagaimana menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan pelanggan, membangun merek, dan meningkatkan kesadaran merek.
    5. Mobile Marketing: Memahami cara menggunakan perangkat mobile untuk memasarkan produk atau layanan, seperti aplikasi mobile, iklan di perangkat seluler, dan strategi pemasaran berbasis lokasi.
    6. Strategi Bisnis Digital: Mempelajari bagaimana bisnis dapat beradaptasi dan mengintegrasikan teknologi digital dalam strategi bisnis mereka untuk menghadapi tantangan di era digital.
    7. Big Data dan Analitik: Memahami penggunaan data besar (big data) untuk mengidentifikasi tren, memahami perilaku pelanggan, dan membuat keputusan bisnis yang lebih baik.
    8. Keamanan dan Privasi Data: Memahami pentingnya keamanan informasi dan privasi data dalam lingkungan bisnis digital, serta bagaimana melindungi data pelanggan dan bisnis dari ancaman keamanan.
    9. Pengembangan Bisnis dan Rencana Strategis: Mempelajari tentang pengembangan bisnis secara keseluruhan, mengidentifikasi peluang pasar, menyusun rencana bisnis, dan merencanakan strategi jangka panjang untuk mencapai kesuksesan dalam lingkungan digital.

    Dengan kombinasi smart learning dan active learning, PalComTech siap menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan di pasar kerja yang kompetitif.

  • Asiknya Kuliah Lapangan Sejarah di Candi Borobudur

    Asiknya Kuliah Lapangan Sejarah di Candi Borobudur

    Guna mendukung upaya pembelajaran Mata Kuliah Sejarah Indonesia Era Pra Aksara dan Hindu Budha, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta  melakukan kuliah lapangan ke Candi Borobudur, Candi Pawon, dan Candi Mendut di Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini di ikuti oleh mahasiswa Angkatan 2023 sejumlah 30 orang.

    Sebagai bagian penting dalam rangkaian Mata Kuliah Sejarah Indonesia Era Pra Aksara dan Hindu Budha, kuliah lapangan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mempelajari dan memahami sejarah Melalui kegiatan kuliah lapangan ini diharapkan membuka wawasan mahasiswa tekait dengan perkembanngan Sejarah Hindu Budha di Indonesia dan nilai-nilai sejarah yang ada.

    Pembangunan candi dan bangunan suci lain didasarkan atas keselarasan antara faktor makrokosmos yang bersumber dari alam semesta dan faktor mikrokosmos yang bersifat insaniah. Borobudur dibangun dengan gaya Mandala yang mencerminkan alam semesta dalam kepercayaan Buddha. Struktur bangunan ini berbentuk kotak dengan empat pintu masuk dan titik pusat berbentuk lingkaran.

    Candi Mendut merupakan Candi bercorak keagamaan Buddha Mahayana. Candi ini didirikan pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Hiasan relief-relief pada Candi Mendut merupakan cerita berupa ajaran moral dengan menggunakan tokoh-tokoh binatang sebagai pemerannya. Terdapat 31 buah panel yang memuat relief cerita pada bagian dasar tubuh candi, di antaranya relief cerita “Brahmana dan Kepiting”, “Angsa dan Kura-Kura”, “Dua Burung Betet yang berbeda” dan “Dharmabuddhi dan Dustabuddhi”.

    Candi Pawon diketemukan pada akhir abad ke-19 dalam keadaan rusak tertimbun semak-semak belukar dan mulai diperbaikipada tahun 1903. Menurut Casparis, Candi Pawon merupakan tempat penyimpanan abu jenazah Raja Indra (782 – 812 M), ayah Raja Samarrattungga dari Dinasti Syailendra. Jika ditarik garis dari Candi Borobudur ke Candi Pawon dan Candi Mendut, ketiga candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, itu berada dalam satu garis lurus. Ketiganya berada dalam garis miring ke arah timur laut.

    Dalam kuliah lapangan ini, mahasiswa didampingi oleh pengampu matakuliah Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd, serta petugas yang berpengalaman. Mahasiswa diajak untuk menjelajahi Candi Borobudur, Museum Candi Borobudur, Candi Pawon dan Candi Mendut. Selain itu, para mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mendalam tentang sejarah Candi dan konteks budaya yang berkembang zamannya.

  • Racana UPY Menyelenggarakan Kegiatan Latihan Rutin Pra-Diksara Ke-IX

    Racana UPY Menyelenggarakan Kegiatan Latihan Rutin Pra-Diksara Ke-IX

    BANTUL — Racana Arjuna-Srikandi Gugus Depan 03.069-03.070 Pangkalan Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Latihan Rutin Pra-Diksara Ke-IX. Latihan Rutin Pra-Diksara Ke-IX dilaksanakan selama 4 kali pertemuan, yakni Senin (22/1/24), Selasa (23/1/24), Sabtu (27/1/24), dan Minggu (28/1/24).  Kegiatan ini diselenggarakan di area gedung ormawa Universitas PGRI Yogyakarta dan Jembatan Babarsari yang terletak di Jl. Selokan Mataram, Kledokan, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Latihan Rutin Pra-Diksara merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun oleh Racana Arjuna-Srikandi dengan sasaran Tamu Racana Arjuna-Srikandi agar dapat mempersiapkan diri dalam Kegiatan Diksara (Pendidikan Dasar Racana). Sebanyak 20 Tamu Racana Arjuna-Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta mengikuti serangkaian kegiatan Pra-Diksara Ke-IX ini.

    Kegiatan Pra-Diksara Ke-IX mulai dilaksanakan pada Senin (22/1/24) dengan materi Ilmu Medan Peta dan Kompas (IMPK). Kegiatan Pra-Diksara hari pertama diawali dengan latihan fisik selama 45 menit, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan materi IMPK oleh narasumber. Narasumber dalam materi IMPK ini adalah Kak Mustofa selaku demisioner dari Racana Arjuna-Srikandi Universitas PGRI Yogyakarta.  Adapun materi yang diberikan dalam IMPK ini adalah cara menggunakan kompas, cara membaca peta topografi, dan cara menentukan titik koordinat pada peta topografi. Pra-Diksara Ke-IX hari kedua, yaitu Selasa (23/1/24) dilaksanakan dengan materi Pertolongan Pertama (PP). Kegiatan Pra-Diksara diawali dengan latihan fisik bersama, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan materi Pertolongan Pertama (PP). Dua narasumber dari PMI Kota Yogyakarta dihadirkan dalam kegiatan kali ini, yaitu Kak Fauzi dan Kak Ahlan. Pada materi Pertolongan Pertama (PP), peserta Pra-Diksara terlebih dahulu diberikan materi dasar, kemudian diajak untuk melakukan praktik pertolongan pertama, seperti terkilir, patah tulang, luka tusuk, hipotermia, pendarahan besar dan kecil, serta cara mengangkat korban menggunakan tandu darurat.

    Latihan Rutin Pra-Diksara Ke-IX hari ketiga, Sabtu (27/1/24) dengan materi Mountenering dilaksanakan di Jembatan Babarsari yang terletak di Jl. Selokan Mataram, Kledokan, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peserta Pra-Diksara diajak untuk melakukan kegiatan repling dengan instruktur repling Kak Fitriana dan Kak Mustofa. Tujuan dari kegiatan repling ini adalah untuk membentuk karakter peserta Pra-Diksara agar menjadi pribadi yang berani dan percaya diri.

    Latihan Rutin Pra-Diksara Ke-IX hari terakhir, yakni Minggu (28/1/24) dengan materi Ilmu Komunikasi Lapangan (Ilkom Lap) dilaksanakan di area gedung ormawa Universitas PGRI Yogyakarta. Materi Ilkom Lap ini dibawakan oleh Kak Arindo selaku narasumber. Peserta Pra-Diksara diberikan penjelasan mengenai berbagai macam komunikasi di lapangan, seperti sandi morse, semaphore, dan Handy Talkie (HT). Materi Ilkom Lap kali ini, lebih ditekankan pada cara penggunaan HT dan aturan berkomunikasi melalui HT. Pada hari keempat ini, peserta Pra-Diksara diajak untuk melakukan simulasi kegiatan Diksara dengan pengimplementasian materi Ilmu Medan Peta dan Kompas (IMPK) dan Ilmu Komunikasi Lapangan (Ilkom Lap). Kegiatan Latihan Rutin Pra-Diksara Ke-IX ini diharapkan dapat memberikan manfaat terutama bagi tamu racana. Serangkaian kegiatan Pra-Diksara Ke-IX ini bertujuan untuk membuka relasi antar tamu racana dan dewan racana,  pertukaran pengalaman, pengetahuan dan kecakapan diantara sesama pramuka.