
Universitas PGRI Yogyakarta bergabung dalam program Global Class untuk membuka kesempatan bagi mahasiswa dalam meningkatkan wawasan dan pengalaman civitas akadek melalui kuliah internasional. Pada kesempatan ini UPY bekerjasama dengan ASEAN-China Private Higher Education Development and Cooperation (ACAPHEI) membentuk program Global Class dengan materi perkuliahan “Language Development”. ACAPHEI merupakan organisasi bentukan SEAMEO RIHED yang bertujuan mempromosikan pengembangan pendidikan di perguruan tinggi pada anggota-anggotanya. Program ini merupakan program kolaboratif yang melibatkan 4 (empat) universitas dari 3 (tiga) negara yang berbeda, yakni Universitas PGRI Yogyakarta dari Indonesia, Duy Tan University dari Vietnam, serta Zhejiang Yuexiu University dan University of Sanya dari China. Kerangka pelaksanaan program ini, setiap universitas diberikan 4 (empat) kali kesempatan untuk mengajar dan berinteraksi dengan mahasiswa dari universitas mitra. Setiap universitas mengirimkan antara 5 hingga 10 mahasiswa untuk mengikuti dalam program ini, sehingga terdapat 29 peserta yang bergabung dalam kelas internasional ini.

Universitas PGRI Yogyakarta mengirimkan 5 (lima) mahasiswa untuk mengikuti program ini. Mahasiswa UPY yang berpartisipasi dalam Global Class “Language Development” yaitu Desylva Rima Kumalasari (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris), Umi Safangati Hidayatun dan Pandu Firmansyah (Prodi Manajemen), Nugraeni Putrie Windarti (Prodi Akuntansi), serta Ari Fitri Utami (Magister Pendidikan Dasar). Kegiatan ini dilakukan full selama satu semester dengan model perkuliahan Online platform Microsoft Teams. Dosen-dosen yang memberikan kuliah pada program ini adalah Guruh Ghifar Zalzalah, S.E., M.Sc, dari program studi manajemen UPY, Ms. Phan Thi Nhu Uyen dari Universitas Duy Tan Vietnam serta 2 dosen dari Zhejiang Yuexiu University dan University of Sanya. Meskipun kelas dilaksanakan secara daring, mahasiswa tetap aktif berpartisipasi dalam pembelajaran online ini. Seluruh materi pembelajaran dalam kelas “Language Development” disampaikan dalam bahasa Inggris agar semua mahasiswa dapat memahami dengan baik.
Program ini akan berlangsung dari bulan Oktober 2023 hingga Februari 2024. Program Mobilitas Mahasiswa ACAPHEI 2023 diharapkan dapat secara signifikan berkontribusi dalam meningkatkan perspektif global mahasiswa dengan perguruan tinggi di luar negeri dalam bentuk pertukaran mahasiswa dan kelas internasional. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi mahasiswa peserta khususnya di UPY, membantu menjadi individu yang lebih terbuka, berpikir global, cakap dalam berkomunikasi secara internasional, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.














Kemajuan teknologi telah mendorong terciptanya pengalaman belajar yang jauh lebih interaktif dan menarik. Melalui penggunaan perangkat teknologi seperti komputer, smartphone, dan tablet, siswa sekarang dapat mengakses sumber belajar yang beragam dan inovatif. Buku teks digital, media pembelajaran interaktif, dan simulator virtual adalah beberapa contoh penggunaan teknologi yang telah mengubah cara siswa memahami materi pelajaran dengan lebih baik.Dengan bantuan teknologi, guru pun dapat menggunakan metode pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Audio visual, presentasi multimedia, dan video pembelajaran dapat meningkatkan daya serap siswa serta memungkinkan mereka untuk mempelajari konsep secara lebih visual dan praktis. Selain itu, teknologi juga telah menghadirkan ruang diskusi online dan platform kolaboratif, memfasilitasi interaksi antara siswa dan guru di luar lingkungan kelas fisik.
Dalam era digital ini, aksesibilitas pendidikan telah meningkat secara signifikan. Teknologi telah membuka pintu bagi siswa yang sebelumnya terbatas oleh geografis, jarak, atau keterbatasan fisik. Dengan adanya internet, siswa sekarang dapat mengakses sumber daya pendidikan dari seluruh penjuru dunia. Mereka dapat mengambil kursus online, mengikuti webinar, atau berpartisipasi dalam diskusi online tanpa harus meninggalkan rumah.Bagi siswa yang tinggal di daerah terpencil, teknologi menjadi “jembatan” yang menghubungkan mereka dengan guru dan materi belajar yang berkualitas. Ini menjadikan pendidikan lebih inklusif dan merata, memungkinkan para siswa untuk memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Teknologi telah memberikan kemudahan dalam proses evaluasi dan pemantauan kemajuan siswa. Dengan adanya perangkat lunak pembelajaran dan evaluasi, guru dapat dengan mudah melacak perkembangan siswa dalam hal pemahaman materi, kemampuan tes, dan keterlibatan dalam kelas. Data ini dapat digunakan untuk melakukan intervensi kelas yang diperlukan dan merancang program pembelajaran yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan siswa.Penggunaan teknologi juga memungkinkan adanya pengukuran yang lebih objektif dan terperinci. Tes online dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan langsung terintegrasi dalam sistem evaluasi. Hal ini membantu guru dalam mengidentifikasi area yang perlu lebih diperhatikan dan memonitor perkembangan individu siswa secara efisien.
Dalam dunia pendidikan, kolaborasi antara guru dan siswa sangat penting. Teknologi telah memperkaya cara kita berkolaborasi, memungkinkan guru dan siswa untuk saling berbagi ide, berkomunikasi lewat email atau pesan instan, serta bekerja sama dalam proyek-proyek kreatif secara virtual. Ini tidak hanya memperdalam pemahaman siswa tetapi juga membantu dalam pengembangan kemampuan kerjasama dan keterampilan interpersonal mereka.















Ketika berhadapan dengan tantangan finansial, utang mungkin terlihat sebagai solusi, namun bisa menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik.