Kategori: Berita Utama

  • LPDP Tim Riset Keilmuan UPY, Kembangkan Media Pembelajaran Virtual Tour

    LPDP Tim Riset Keilmuan UPY, Kembangkan Media Pembelajaran Virtual Tour

    Program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Riset Keilmuan Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan fokus pengembangan konten virtual Tour di Museum Benteng Vredeburg. Dr Dhiniaty Gularso SSi MPd, Ketua Riset – UPY mengatakan, program tersebut sudah dimulai sejak Desember 2021. Dilaksanakan untuk mendorong pemanfaatan Museum Benteng Vredeburg sebagai wahana edukasi masyarakat. “Program riset ini ditujukan untuk mengembangan konten virtual tour Museum Benteng Vredeburg ke dalam materi pembelajaran IPS khususnya pembelajaran sejarah pada peserta didik SD, SMP dan SMA,” ujarnya, Rabu (07/09/2022).

    Kegiatan Riset ini diketuai dirinya Dr Dhiniaty Gularso SSi MPd dengan anggota Dr Muhammad Iqbal Birsyada MPd dan M Fairuzadi MKom yang dibantu oleh 7 mahasiswa. Riset ini didanai sepenuhnya oleh Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan melalui Program Hibah Riset Keilmuan dengan program kegiatan diantaranya,

    (1) Pengembangan Model kegiatan pembelajaran MBKM berupa Project Independent meliputi Rencana Pembelajaran Semester/RPS, penyetaraan 20 sks, dan rekonstruksi mata kuliah,

    (2) Publikasi pada jurnal Sinta 2

    (3) Publikasi pada Seminar Internasional

    (4) Buku “Model Pembelajaran Sejarah SMP Berbasis Virtual Tour”

    (5) Video sumber belajar muatan IPS untuk Siswa Sekolah Dasar (HKI)

    (6) Video Pengembangan konten Virtual Tour Benteng Verdeberg (HKI).

    Ditegaskan, melalui program kegiatan ini diharapkan Museum Benteng Vredeburg memiliki nilai tambah sebagai wahana edukasi khususnya dalam pembelajaran IPS dan pembelajaran sejarah di sekolah.

    Dr Muhammad Iqbal Birsyada MPd, anggota Tim Riset menjelaskan, pengembangan konten virtual tour akan difokuskan pada beberapa lokasi yang menjadi tempar bersejarah seperti Gedung Wilis, Kepatihan, Markas Besar Umum TKR Yogyakarta, (Sekarang Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama) Jalan Jenderal Soedirman Yogyakarta, Alun-alun Utara Yogyakarta dan Balai Mataram Yogyakarta (sekarang Senisono), Lapangan Bumijo (depan SMU 17 I Yogyakarta, sekarang), Pangkalan Udara Maguwo (Adisutjipto, sekarang) Yogyakarta, Demakijo, Yogyakarta, Jatikarang, Tamanan, Gondowulung, Gedung Kepresidenan Yogyakarta (Gedung Agung). “Tempat-tempat tersebut merupakan lokasi-lokasi yang terdapat dalam minirama Museum Benteng Vredeburg,” ucap Muhammad Iqbal Birsyada.

    Disebutkan, hasil dari pengembangan konten virtual tour ini selain akan memberikan inovasi baru bagi Museum Benteng Vredeburg juga dapat menjadi sebuah alternatif bagi guru-guru IPS dan sejarah dalam mengajarkan materi IPS dan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Selain itu, kajian ini diharapkan dapat memberikan masukan sekaligus pengembangan konten-konten virtual yang telah ada di Museum Benteng Vredeburg. Pengembangan konten video virtual tour yang telah dibuat diantaranya video pembelajaran “Serangan Umum 1 Maret 1949”, video pembelajaran bertema “Pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR)”, video pembelajaran bertema “Pembentukan Budi Utomo” , video pembelajaran “Kongres Perempuan Indonesia”. “Pengembangan video pembelajaran Museum Benteng Vredeburg ini juga dapat menjadi media pembelajaran di sekolah materi IPS dan sejarah di SD, SMP dan SMA.” tandasnya.

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/fakultas-saintek-upy-resmi-memiliki-dosen-bergelar-doktor

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

  • Fakultas Saintek UPY Resmi Memiliki Dosen Bergelar Doktor

    Fakultas Saintek UPY Resmi Memiliki Dosen Bergelar Doktor

    Fakultas Saintek Universitas PGRI Yogyakarta terus memperkuat kualitas sumberdaya manusia tenaga pendidik dengan bertambahnya satu dosen bergelar Doktor. Ialah Dr. Marti Widya Sari, S.T, M.Eng. Dosen program studi S1 Infromatika, yang berhasil meraih gelar Doktor (S3) di Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

    Dihadapan para penguji, promotor dan co-promotor, Marti sukses mempertahankan disertasi yang ia bawakan berjudul Pengembangan Sistem Produksi Terintegrasi untuk Personalisasi Produk Melalui Social Manufacturing Industri 4.0

    Bertambahnya dosen bergelar doktor ini disambut gembira berbagai pihak civitas akademika UPY, khususnya di Fakultas Saintek dan Prodi Informatika Universitas PGRI Yogyakarta. Dr. Marti Widya Sari merupakan dosen pertama yang berhasil meraih gelar Doktor (S3) yang ada di lingkungan Fakultas Saintek.

    Bertambahya satu dosen bergelar doktor akan sangat penting bagi UPY dan fakultas khususnya prodi Informatika, dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pembelajaran bagi mahasiswa.

    “Ketambahan doktor baru dijajaran tenaga pendidik diharapkan dapat menjadi energi baru untuk maju dan berkembang memperkuat kualitas serta berkontribusi dalam perkembangan fakultas dan prodi,”ujar Dr. Paiman, Rektor UPY.

    Menurutnya “Dengan perolehan gelar yang dicapai oleh Dr. Marti, selain menambah deretan dosen bergelar Doktor tentunya juga memotivasi teman-teman sejawatnya sesama dosen yang belum bergelar doktor di UPY. Selain untuk memperdalam ilmu pengetahuan di bidang yang digelutinya, gelar doktor memiliki prestise tersendiri bagi yang menyandangnya. Dosen bergelar doktor juga menjadi motor dalam pergerakan perkembangan suatu Institusi Pendidikan atau Universitas.”Tandasnya. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/kejurnas-upy-cup-iii-antar-pelajar-mahasiswa-digelar-24-27-agustus-2022

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

  • Kejurnas UPY CUP III antar Pelajar – Mahasiswa Digelar 24-27 Agustus 2022

    Kejurnas UPY CUP III antar Pelajar – Mahasiswa Digelar 24-27 Agustus 2022

    UKM Pencak Silat Universitas PGRI Yogyakarta menggelar kejuaraan pencak silat tingkat nasional yang di ikuti oleh siswa siswi tingkat SMA/Sederajat dan mahasiswa. Kejuaraan Nasional Pencak Silat UPY Cup III ini di selenggarakan selama 4 hari yang di di buka pada Rabu, 24 Agustus 2022 di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta dan di ikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan puncak acara tersebut pada hari Sabtu, 27 Agustus 2022. Pembukaan acara tersebut juga di meriahkan dengan penampilan dari Yayasan Indonesia Down Syndrome Insani.

    Bukan hanya itu, dalam acara tahunan yang diadakan oleh UKM Pencak silat tersebut juga dihadiri oleh Dr. Septian Aji Permana, S. Pd., M.Pd  selaku wakil rektor III Universitas PGRI Yogyakarta, Danang Hanjaru S.Pd selaku pembina UKM Pencak Silat Universitas PGRI Yogyakarta.

    “Saya merasa bangga kepada mahasiswa khususnya UKM Pencak Silat UPY yang mampu menggelar Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional antar pelajar-mahasiswa yang diikuti dari berbagai daerah di Indonesia, semoga dengan adanya kegiatan ini akan ada atlet-atlet muda potensial yang siap terjun di kejuaraan International.”Jelas Dr. Septian Aji.

    Perwakilan salah satu panitia dari acara Kejurnas UPY Cup III, Paryadi, merasa bangga dapat melaksanakan event tersebut setelah sebelumnya di tiadakan karena adanya pandemi, ia juga merasa senaang karena sasaran Kejurnas Pencak Silat UPY Cup III tidak hanya dari DIY dan Jateng saja namun dapat terselenggara secara nasional, selain itu dalam wawancaranya Paryadi juga berpesan untuk seluruh peserta kejuaraan tersebut agar tetap sportif dan tetap semangat. (Peb, Risma, Latifah / UPY Jurnalistik Persada)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/upy-mengirim-27-mahasiswa-dalam-program-pertukaran-mahasiswa-seluruh-indonesia

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

  • UPY Mengirim 27 Mahasiswa Dalam Program Pertukaran Mahasiswa Seluruh Indonesia

    UPY Mengirim 27 Mahasiswa Dalam Program Pertukaran Mahasiswa Seluruh Indonesia

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah menghadirkan salah atau program unggulan kampus merdeka yakni Pertukaran Mahasiswa Merdeka atau biasa disebut juga PMM.

    Progran unggulan ini merupakan angkatan ke -2, peserta yang berpartisipasi dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini adalah Mahasiswa Kampus Merdeka.

    Pada tahun ini merupakan tahun pertama Universitas PGRI Yogyakarta mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Universitas PGRI Yogyakarta telah mengirimkan mahasiswa yang telah lolos pendaftaran sebanyak 27 mahasiswa.

    27 Mahasiswa ini akan menempuh perkuliahan yang tersebar di 17 Universitas seluruh Indonesia selama satu semester. Dalam program ini mahasiswa dibebaskan untuk memilih mata kuliah yang ada di Universitas yang akan dituju, selain itu mahasiswa juga akan mendapatkan Modul Nusantara. Modul ini bertujuan untuk mengetahui keberagaman agama kebudayaan, sejarah tempat yang ada disekitar universitas, melakukan refleksi. Selain itu mahasiswa juga diajak untuk melakukan kegiatan sosial.

    Ahmad Riyadi, M. Kom selaku Wakil Rektor 1 Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan “Syukur Alhamdulillah pada tahun ini merupakan tahun pertama Universitas PGRI Yogyakarta mengikuti PMM 2. harapan saya, mahasiswa dapat bersungguh sungguh menjalankan program ini dengan baik dan semoga ilmu wawasan yang didapatkan selama satu semester dapat bermanfaat dan dapat dibagikan kepada teman teman Universitas PGRI Yogyakarta.”

    Wakil Rektor 3 Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd. berpesan kepada mahasiswa untuk tetap semangat dalam menjalankan rintangan rintangan yang terdapat di program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dan selalu menjaga nama baik Universitas PGRI Yogyakarta. selain itu beliau juga berharap semoga ditahun berikutnya mahasiswa yang berminat mengikuti program unggulan kampus merdeka lebih meningkat. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/surat-keterangan-penerima-bantuan-pendidikan-kip-merdeka-2022-universitas-pgri-yogyakarta

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

  • SURAT KETERANGAN PENERIMA BANTUAN PENDIDIKAN KIP MERDEKA 2022 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

    SURAT KETERANGAN PENERIMA BANTUAN PENDIDIKAN KIP MERDEKA 2022 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

    BERIKUT ADALAH SURAT KETERANGAN DAFTAR PENERIMA BANTUAN PENDIDIKAN KIP MERDEKA 2022 UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

    Silahkan Klik Unduh Untuk Melihat Daftarnya

  • Rektor Apresiasi Museorium Sejarah UPY Yang Berpartisipasi Dalam Jogja Museum Expo 2022

    Rektor Apresiasi Museorium Sejarah UPY Yang Berpartisipasi Dalam Jogja Museum Expo 2022

    Memperingati satu dasawarsa Keistimewaan Yogyakarta, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Jogja Museum Expo 2022 pada tanggal 15 – 19 Agustus 2022 bertempat di Sleman City Hall. Pameran yang bertajuk “Ujwalita” dengan sub-judul “Merayakan Keragaman dan Meneguhkan Keistimewaan” menampilkan koleksi-koleksi museum yang telah dipilih untuk merespon momen satu dasawarsa Keistimewaan Yogyakarta. Lebih dari 36 Museum ikut andil dalam perhelatan ini.

    Museum Laboratorium Sejarah UPY (Museorium Sejarah UPY) turut ikut serta dalam kegiatan tersebut. Museorium Sejarah UPY membawa beberapa koleksi untuk ditampilkan pada pameran ini, adapun koleksi yang dipamerkan adalah Miniatur Tugu Pal Putih, Miniatur Tugu Golong Gilig, Buah Maja, Kertas Papyrus, Lukisan Tutankhamun serta koleksi lainnya dalam bentuk digital.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Ir. Paiman, MP,  mengapreasi positif atas semangat dan partisipasi Museum Lab. Sejarah dalam kegiatan ini. Ia  berharap kedepan Museum Lab. Sejarah UPY semakin maju dan berkibar.

    Kepala Museum Lab. Sejarah UPY, Drs. John Sabari, M. Si menyampaikan bahwa Museum Lab. Sejarah telah melakukan proses revitalisasi yang cukup mendasar, diantaranya adalah peremajaan, renovasi tataruang serta digitalisasi koleksi Museum. Ia menyatakan kedepan Museum Lab. Sejarah akan terus didorong menjadi lebih maksimal lagi berkiprah pada level nasional. Ia jg menjelaskan jika Museum Lab. Sejarah sudah dapat diakses secara digital, ke depan akan terus dikembangkan.

    Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd menyampaikan harapan bahwasannya untuk mengedukasi masyarakat serta memahami nilai-nilai sejarah, Museum tidak hanya sekedar sebagai tempat pameran koleksi-koleksi yang ada namun lebih lanjut Museum juga dapat berperan aktif  menjadi media pembelajaran sejarah bagi peserta didik dan masyarakat yang kreatif dan menyenangkan. Iqbal menegaskan pula bahwa pada saat ini Prodi Pendidikan Sejarah sedang merancang pengembangan alternatif alternatif media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh guru sejarah dan peserta didik.

    “Melalui pameran ini harapannya Museum Lab. Sejarah dan Prodi Pendidikan Sejarah UPY dapat memberikan sumbangsih wujud nyata untuk masyarakat luas.”Jelas Iqbal.

    Ia berharap Museum Lab. Sejarah UPY dapat menjadi icon bagi peminat sejarah, peserta didik maupun masyarakat luas di Indonesia. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/museum-lab-upy-ikuti-jogja-museum-expo-di-sleman-city-hall

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/seminar-nasional-call-for-papers-prodi-bk-2022

  • Museum Lab UPY ikuti Jogja Museum Expo di Sleman City Hall

    Museum Lab UPY ikuti Jogja Museum Expo di Sleman City Hall

    Dalam rangka memperingati satu dasawarsa Keistimewaan Yogyakarta, diselenggarakan Jogja Museum Expo 2022  pada tanggal 15 – 19 Agustus 2022 bertempat di Sleman City Hall. Pameran yang bertajuk “Ujwalita” dengan sub-judul “Merayakan Keragaman dan Meneguhkan Keistimewaan” menampilkan koleksi-koleksi museum yang telah dipilih untuk merespon momen satu dasawarsa Keistimewaan Yogyakarta.

    Keistimewaan dalam hal ini dimulai dari munculnya Kerajaan Mataram pada abad ke-16 yang diikuti dengan berbagai peristiwa budaya dan politik, termasuk munculnya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman.

    Museum Laboratorium Sejarah UPY (Museorium Sejarah UPY) turut ikut serta dalam kegiatan tersebut. Museorium Sejarah UPY membawa beberapa koleksi untuk ditampilkan pada pameran ini, adapun koleksi yang dipamerkan adalah Miniatur Tugu Pal Putih, Miniatur Tugu Golong Gilig, Buah Maja, Kertas Papyrus dan Lukisan Tutankhamun.

    Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd menyampaikan harapan bahwasannya untuk mengedukasi masyarakat untuk memahami nilai-nilai sejarah. Museum tidak hanya sebagai pameran koleksi-koleksi yang ada namun lebih lanjut juga sebagai media pembelajaran sejarah bagi peserta didik dan masyarakat yang aktif dan menyenangkan.

    “Melalui pameran ini harapannya Museum Lab. Sejarah dan Prodi Pendidikan Sejarah UPY dapat memberikan sumbangsih karya-karya kami untuk masyarakat luas.”Jelas Iqbal.

    Ia berharap untuk Museum Lab. Sejarah UPY dapat menjadi salah satu icon Museum Lab. Sejarah yang menjadi rujukan baik bagi peminat sejarah, peserta didik maupun masyarakat di Indonesia. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/terus-berinovasi-dan-berkreasi-melestarikan-kebudayaan-melalui-kegiatan-sentama-pgsd-upy

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

  • Terus Berinovasi dan Berkreasi Melestarikan Kebudayaan Melalui Kegiatan SENTAMA PGSD UPY

    Terus Berinovasi dan Berkreasi Melestarikan Kebudayaan Melalui Kegiatan SENTAMA PGSD UPY

    PGSD Universitas PGRI Yogyakarta mengadakan kegiatan pagelaran seni tari dan drama yang bertujuan untuk memenuhi tugas akhir Mata Kuliah Seni tari dan drama. Acara tersebut merupakan pagelaran pertama kali yang diselenggarakan oleh PGSD Universitas PGRI Yogyakarta. Acara yang bersifat untuk umum tersebut di adakan di concert hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari yang setiap kelompok terdiri dari 3 kelas masing-masing sekitar ±100 orang tiap kelompoknya.

    Hari pertama kegiatan diadakan pada hari sabtu (23/7) sekaligus pembukaan pagelaran dengan penampilan dari kelompok B (PGSD angkatan 2020 kelas A1, A3, A9) yang membawakan tema “Estungkara”.

    Hari kedua kegiatan diadakan pada hari Minggu (24/7) dengan penampilan dari Kelompok A (PGSD angkatan 2020 kelas A2, A4, A8) dengan tema “Kebudayaan”.

    Sementara itu di hari ketiga sekaligus penutupan rangkaian kegiatan SENTAMA PGSD UPY dilaksanakan pada hari senin (25/7) dengan penampilan dari kelompok C (PGSD angkatan 2020 kelas A5, A6, A7) yangg membawakan tema “Purba Pahlawan Batik”.

    Dalam Pagelaran tersebut dihadiri juga oleh Dr. Esti Setiawati, M.Pd selaku dekan PGSD, Beny Dwi Lukito Aji, M.Pd selaku kaprodi PGSD, Putri Rachmawati, S.Pd, M.Sn selaku dosen Seni Tari dan Drama, serta beberapa mahasiswa dan masyarakat umum.

    Putri Rachmawati, S.Pd, M.Sn selaku pembimbing pagelaran seni tari dan drama tersebut dari awal merasa gugup, akan tetapi Putri merasa sangat bangga terhadap anak didiknya karena berhasil menampilkan karya yang sangat luar biasa. Selain itu beliau juga menyampaikan tujuan diadakannya pegelaran tersebut adalah menuntut mahasiswa untuk bisa berkreatifitas, berinovasi, mengeluarkan potensi yang ada di dalam diri mereka, dan melestarikan kebudayaan di era globalisasi dengan menekankan pendidikan karakter.

    “kami berharap semoga pagelaran seni tari dan drama untuk kedepannya bisa lebih baik lagi, mahasiswa PGSD UPY bisa menampilkan hasil karyanya yang lebih baik, lebih kompak, bisa bertanggung jawab, terus berinovasi, terus berproses dan bertumbuh.”jelas Putri. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/fkip-upy-kembali-sambut-doktor-baru

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

  • FKIP UPY Kembali Sambut Doktor Baru

    FKIP UPY Kembali Sambut Doktor Baru

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menambah jumlah dosennya yang bergelar Doktor. Gelar tersebut baru saja diraih oleh Dr. Wahyu Kurniawati, M.Pd, dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta, yang baru saja menyelesaikan studi S3-nya dari Program Studi Ilmu Pendidikan Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta.

    Dengan lulusnya Wahyu Kurniawati, maka tentunya semakin menambah deretan jumlah dosen UPY yang bergelar Doktor. Dalam rangka menyelesaikan studinya, Wahyu Kurniawati diketahui telah berhasil mempertanggungjawabkan hasil disertasinya, melalui ujian akhir Disertasi Program Doktor (S3) pada 27 Juli 2022 yang dilakukan secara daring / online.

    Adapun judul disertasinya adalah “Model Pembelajaran Sains Berbasis (MPSB) Duo CCM Untuk Mereduksi Miskonsepsi Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar”. Melalui penelitian disertasinya tersebut, Wahyu Kurniawati berharap hasil risetnya dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi pihak-pihak yang terkait.

    “Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran sains berbasis Duo CCM yang efektif dalam mereduksi miskonsepsi.”jelas Wahyu.

    Wahyu Kurniawati dalam pesannya, mengungkapkan rasa bahagia dan syukur atas apa yang telah diraihnya sampai saat ini. Lebih lanjut, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan motivasi berbagai pihak sehingga telah dapat menyelesaikan pendidikan S3-nya. Besar harapan, agar pengetahuan dan pengalamannya saat studi kemarin dapat memberikan kontribusi dan manfaat kedepannya bagi UPY, terutama bagi setiap mahasiswanya. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/30-mahasiswa-dan-6-dosen-upy-goes-to-km-4

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya

  • 30 Mahasiswa dan 6 Dosen UPY Goes to KM 4

    30 Mahasiswa dan 6 Dosen UPY Goes to KM 4

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau biasa disebut juga MBKM. Salah satu program MBKM ialah Kampus Mengajar.

    Dengan adanya program tersebut tentu ada beberapa manfaat salah satunya adalah dapat memberikan kesempatan Mahasiswa untuk membantu mengajar atau mendidik para siswa di Sekolah yang berada di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) atau minimal sekolah yang masih berakreditasi C.

    Pada tahun ini Universitas PGRI Yogyakarta tercatat sebagai peserta salah satu Program MBKM yakni Kampus Mengajar angkatan 4.

    Juang Kurniawan Syahruzah, M.Pd, BI selaku Ketua Divisi Kemahasiswaan menyampaikan “Dari seluruh tahapan pendaftaran Kampus Mengajar angkatan 4 Universitas PGRI Yogyakarta, peserta yang lolos terdiri dari mahasiswa berbagai Program Studi sebanyak 30 mahasiswa, dan Dosen Pembimbing Lapangan sebanyak 6 dosen dari berbagai Program Studi”.

    Dosen dan Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta yang lolos dari tahapan pendaftaran akan ditempatkan di daerah sekolah yang berada di daerah 3T diseluruh Indonesia.

    “bagi teman-teman mahasiswa dan Bapak / Ibu Dosen yang lolos mengikuti Kampus Mengajar angkatan 4, untuk tetap semangat menjalankan tugas dan tetap menjaga almamater Universitas PGRI Yogyakarta.”tutur Juang.

    Ia juga berharap untuk kedepannya, semoga peserta yang mengikuti Kampus Mengajar angkatan selanjutnya dari Universitas PGRI Yogyakarta semakin meningkat. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/akhirnya-kehadiran-fakultas-kedokteran-di-upy-terbuka-lebar

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/makarya