Mahasiswa Gizi UPY Lolos Program Nasional SAPA Kampus Berdampak BPOM RI

Universitas PGRI Yogyakarta kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan kompetensi mahasiswa melalui partisipasi aktif pada program nasional di bidang keamanan pangan. Tiga mahasiswa Program Studi Gizi UPY berhasil lolos dan terpilih mengikuti Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).

Mahasiswa yang terpilih dalam program tersebut yaitu Hunalika Yasfa, Septiajati Yudhowanti, dan Fadhilah Nur Azizah. Keikutsertaan mereka menjadi bentuk nyata keterlibatan mahasiswa UPY dalam mendukung peningkatan keamanan pangan dan pemberdayaan usaha mikro kecil (UMK) pangan olahan di Indonesia.

Program SAPA Kampus Berdampak merupakan program pembentukan mahasiswa sebagai Fasilitator Keamanan Pangan yang memiliki kompetensi dalam mendampingi UMK pangan olahan agar memenuhi standar keamanan pangan dan penerapan CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik).

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik langsung dalam pendampingan UMK pangan olahan. Pelaksanaan Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 berlangsung mulai Februari hingga Juni 2026.

Selama mengikuti program, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang membantu proses pendampingan UMK pangan olahan, mulai dari memberikan edukasi terkait keamanan pangan, membantu penyusunan dokumen CPPOB, melakukan monitoring penerapan keamanan pangan, hingga mendukung percepatan UMK dalam memperoleh izin penerapan CPPOB dari BPOM RI.

Keterlibatan mahasiswa Gizi UPY dalam program nasional ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya pada bidang keamanan pangan, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi.

Selain meningkatkan pengalaman lapangan mahasiswa, program ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan UMK pangan olahan agar semakin mampu menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan memenuhi standar regulasi pangan nasional.

Partisipasi mahasiswa dalam SAPA Kampus Berdampak Batch 8 sekaligus menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya di bidang gizi, keamanan pangan, dan kesehatan masyarakat.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen edukasi pangan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya budaya keamanan pangan yang lebih baik di Indonesia.