Penulis: Administrator

  • Inovasi Pembelajaran Matematika Untuk Anak Tunagrahita

    Inovasi Pembelajaran Matematika Untuk Anak Tunagrahita

    Banyak kendala yang dihadapi anak berkebutuhan khusus (ABK) saat belajar matematika, khususnya anak tunagrahita. Karena itu, mereka membutuhkan media pembelajaran yang manarik dan mampu memudahkan mereka dalam belajar matematika. salah satunya dengan Mathematics Picture Story (MAPICSTO) karya mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY).

    Metode pembelajaran matematika berupa buku cerita bergambar yang didesain dengan konsep buku timbul dan dengan berbagai gambar yang menarik merupakan sebuah inovasi dari Fatmawati, Erdin Vernanda Sutrisna, Siti Zulaikhah dan M Firman Setiawan dengan bimbingan dari Kintoko, M.Pd (Dosen Prosa Pendidikan Matematika UPY). Mereka adalah mahasiswa Program Sarjana pendidikan matematika dan Program Sarjana Informatika Universitas PGRI Yogyakarta. Desain buku ini dibuat timbul dengan tujuan agar daya membaca materi matematika dasar pada anak tunagrahita meningkat. “Isinya dibuat seperti cerita pada kehidupan sehari-hari misalnya di sekolah dan dirumah” kata ketua tim Inovasi Mapicsto Fatmawati.

    Di dalam cerita tersebut terdapat unsur pelajaran matematika yaitu operasi bilangan, bisa dalam bentuk penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan juga perkalian. Penggabungan cerita dengan pelajaran matematika itu dikemas dalam cerita kehidupan sehari-hari. Contohnya cerita memetik buah mangga, membeli alat tulis dan berbagai keperluan lainnya. Anak-anak pun langsung bisa mengaplikasikan pelajaran matematika tersebut dalam buku ceritanya. “Cara ini lebih memudahkan mereka dalam belajar matematika” ujarnya.

    Fatma menyatakan bahwa media inovasi MAPICSTO ini memang didesain khusus untuk anak tunagrahita. Karena anak tunagrahita memiliki kemampuan terbatas dalam pemahaman bacaan tanpa adanya gambar atau bentuk nyata dari suatu benda. Jadi media ini memudahkan anak tunagrahita dalam belajar matematika dasar yang diaplikasikan dengan gambar nyata suatu benda di kehidupan sehari-hari.

    Fatma menjelaskan, ide tersebut muncul berawal dari pengalaman ketika ada siswa tunagrahita di dekat rumahnya yang memintanya untuk membantu belajar matematika. dari pengalaman itu, ternyata media pembelajaran bagi anak ABK masih menggunakan buku biasa. Hal tersebut membuat anak-anak kurang tertarik dalam belajar matematika. “Jadi kami berfikir untuk membuat suatu inovasi media pembelajaran untuk mereka” tegasnya.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/putus-rantai-penyebaran-covid-19-kecamatan-kasihan-adakan-sosialisasi-dan-operasi-di-sekitar-upy

  • Pengumuman KRS Mahasiswa Baru Periode Oktober 2020

    Diumumkan kepada mahasiswa baru yang melakukan pendaftaran di bulan Oktober 2020 perihal KRS.

  • Putus Rantai Penyebaran Covid-19, Kecamatan Kasihan adakan Sosialisasi dan Operasi Di Sekitar UPY

    Putus Rantai Penyebaran Covid-19, Kecamatan Kasihan adakan Sosialisasi dan Operasi Di Sekitar UPY

    Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker (Germasker) pada hari rabu, 23 September 2020 berkunjung dan silaturahmi ke Universitas PGRI Yogyakarta dalam rangka membahas perkembangan Covid-19. Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari unsur Kecamatan Kasihan, Polsek, Koramil, Puskesmas, Korwil Pendidikan, Desa, FPRB dan Satgas Covid-19.

    Pada kesempatan pertemuan tersebut sekaligus dilanjutkan dengan melakukan kegiatan Operasi Yustisi penggunaan masker di sekitar kampus UPY. Sebanyak kurang lebih 60 anggota melaksanakan operasi dibagi kedalam 4 tim yang terdiri dari unsur Kecamatan, Polsek, Koramil, Puskesmas, Korwil Pendidikan, Desa, FPRB dan Satgas Covid-19. Masing-masing tim menuju lokasi yang sudah ditentukan yaitu kearah barat, timur, selatan dan utara dari kampus UPY.

    Tim Operasi gabungan tersebut melakukan sosialisasi dan operasi penggunaan masker di warung-warung dan toko sekitar kampus UPY guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Dalam operasi yang dilakukan rabu (23/09), Tim Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker menegaskan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak).

    “Universitas PGRI Yogyakarta sangat mendukung gerakan ini sepenuhnya guna memutus rantai penyebaran Covid-19 dan semoga pandemi ini segera berakhir,” tegas Sigit Handoko, S.H M.H (Kepala Lembaga Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas PGRI Yogyakarta).

    “Oleh karena itulah kita harus selalu memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai air dan sabun, kemudian tetap menjaga jarak,”lanjut Sigit Handoko.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/3-mahasiswa-upy-terima-beasiswa-dari-bank-bpd-diy

  • PENGUMUMAN PENDAFTARAN EPT ONLINE 2020

    Diumumkan kepada mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta bahwa dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang bahasa Inggris, maka Universitas PGRI Yogyakarta melalui Unit Pelaksana Teknis Bahasa (UPT) akan menyelenggarakan English Proficiency Test (EPT) Bulan Oktober 2020 secara online. Sertifikat EPT tersebut sebagai syarat Ujian Skripsi/Pendadaran dan dapat dicantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI). Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan sertifikasi EPT online Oktober 2020 tersaji dalam tabel berikut :

    Tabel Pendaftaran Tes EPT Online Oktober 2020

    Kuota Peserta

    :

    400 peserta.

    Tanggal dan

    Cara Pendaftaran

    :

    17 September 2020 – 2 Oktober 2020.

    Pendaftaran online melalui web : sertifikasi.upy.ac.id

    Download petunjuk pendaftaran disini.

    Batas Akhir Penyerahan bukti slip pembayaran

    :

    2 Oktober 2020.

    Pada waktu pelayanan UPT Bahasa yaitu setiap hari Senin – Jumat jam 09.00 – 13.00 WIB atau dikirim melalui whatsapp ke kontak staf UPT Bahasa.

    Pengumuman Pembagian Kelompok

    :

    5 Oktober 2020 . Akan di umumkan di website: upy.ac.id .

    Tanggal Tes

    :

    7 – 10 Oktober 2020 . Akan di umumkan di website: upy.ac.id dan grup whatsapp EPT Online .

    Contact Person

    :

    082284338906 (Tias)

    083129995878 (Juang)

    Biaya

    :

    Rp 150.000,00 sudah termasuk biaya ujian ulang dan pembayaran dilakukan melalui bank BNI.

    INFORMASI TAMBAHAN (Wajib dibaca):

    1. Alur pendaftaran terlampir di halaman kedua surat pengantar yang dicetak. Mohon dibaca dengan cermat dan teliti, apabila memiliki kendala silahkan menghubungi staf UPT Bahasa.
    2. Bagi mahasiswa yang sudah mendaftar secara manual di UPT Bahasa wajib tetap mengisi data pendaftaran online dan segera menyerahkan bukti slip pembayaran dari BNI bagi yang belum mengumpulkan.
    3. Diharapkan mahasiswa dapat menyerahkan bukti slip pembayaran tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan karena bagi peserta yang terlambat menyerahkan slip otomatis tidak akan masuk ke dalam pembagian kelompok sesuai jadwal karena terhitung belum diverifikasi.
    4. Apabila peserta tes EPT Periode Oktober 2020 adalah mahasiswa yang harus melaksanakan ujian skripsi sebelum ujian EPT dilaksanakan, maka mahasiswa tersebut akan diberi keringanan dengan mendapat surat keterangan sudah mendaftar EPT setelah melakukan verifikasi (menyerahkan bukti slip pembayaran kepada staf UPT Bahasa sesuai tanggal yang ditentukan diatas) sehingga mahasiswa tetap dapat melaksanakan ujian skripsi sesuai jadwal.
    5. Apabila mahasiswa memiliki kendala dalam mengumpulkan bukti pembayaran secara langsung, mahasiswa dapat melakukan verifikasi dengan memfotokan slip pembayaran dan dikirimkan via whatsapp pada nomor kontak UPT Bahasa yang tercantum diatas.
    6. Surat keterangan dapat diminta di UPT Bahasa pada hari dan jam pelayanan sesuai yang dicantumkan diatas.
    7. Mahasiswa dimohon untuk aktif melihat website ac.id agar tidak mengalami keterlambatan informasi.
    8. Apabila mahasiswa mempunyai pertanyaan atau kendala, dapat menghubungi kontak yang tertera di kolom atas.
    9. Link grup whatsaap EPT Online akan dibagikan bersamaan dengan pengumuman pembagian kelompok sesuai jadwal diatas.

    Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadikan perhatian sebagaimana mestinya.

    DOWNLOAD PENGUMUMAN

  • Berikut Daftar Pencalonan Beasiswa KIP 2020 UPY

    Berikut Daftar Pencalonan Beasiswa KIP 2020 UPY

    Bagi Camaba yang belum melakukan registrasi dan pemberkasan diunit PMB agar melakukan pemberkasan untuk mendapatkan NIM supaya bisa di ajukan sebagai penerima KIP kuliah, dan mengirimkan berkas KIP bagi yang belum via email file PDF ke lkk@upy.ac.id maksimal tanggal 16 September 2020, peserta dinyatakan gugur bila tidak melakukan registrasi dan pemberkasan melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

    Berikut Daftar Pencalonan Beasiswa KIP 2020 UPY

  • 3 Mahasiswa UPY Terima Beasiswa Dari Bank BPD DIY

    3 Mahasiswa UPY Terima Beasiswa Dari Bank BPD DIY

    Sebanyak 3 mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menerima beasiswa dari Bank Pembangunan Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY). Beasiswa diterima Rektor UPY, Dr. Paiman, M.P dan selanjutnya diserahkan kepada mahasiswa di kampus UPY pada Rabu, 2 September 2020 di ruang sidang rektorat. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Afrin Septiana Widanti (Prosa Pendidikan Bahasa Inggris), Dwi Unggul Mispondari ( Prosa Pendidikan Sejarah), Endah Aristyas Ikhaputri (Prosa Akuntansi).

    Penyerahan Beasiswa untuk Mahasiswa dari Bank BPD di ruang sidang rektorat

    Rektor UPY, Dr. Paiman, M.P mengucapkan terimakasih kepada Bank BPD DIY atas perhatian dan dukungan kepada UPY dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa sebanyak 3 orang. Harapannya Kerjasama dengan Bank BPD DIY akan terus berjalan dan saling berkolaborasi mencari potensi-potensi apa yang dapat dikembangkan bersama.

    Pemberian beasiswa kepada mahasiswa bukan tanpa harapan. Beasiswa harus memberikan makna dan bisa menstimulus mahasiswa penerima agar belajar lebih baik. Agus Ridwanta selaku Pimpinan Cabang Bank BPD DIY mengatakan, beasiswa tersebut merupakan bentuk kepedulian CSR Bank BPD DIY untuk seluruh kampus yang ada di DIY termasuk Universitas PGRI Yogyakarta.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/mengembangkan-pendidikan-karakter-berbasis-budaya-menuju-society-50

  • Mengembangkan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Menuju Society 5.0

    Mengembangkan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Menuju Society 5.0

    Himpunan Mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Yogyakarta menggelar Seminar Online dan Call For Papers Virtual 2020 dengan mengangkat tema “Mengembangkan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Menuju Society 5.0”. Seminar Online tersebut dilaksanakan di Studio lantai 5 Gedung Fakultas Saintek dengan Live Streaming youtube upyTV dan via zoom dengan pembicara yaitu Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd (Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan UNESA), Prof. Dr. Endang Nurhayati, M.Hum (Dosen Budaya Jawa UNY), dan Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si, M.Pd (Pakar Pendidikan Ki Ageng Suryomentaram dan Dosen UPY).

    Seminar Online tersebut di buka oleh Ari Wibowo, M.Pd (Kaprodi PGSD), beliau berharap walaupun seminar dilakukan secara virtual ataupun online semoga tidak mengurangi esensi dari pelaksanaan seminar untuk membuka pikiran kita mengenai tantangan-tantangan terutama di bidang Pendidikan di masa yang akan datang dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat di era digital ini. Begitu juga yang disampaikan oleh Darsono, M.Pd (Dekan FKIP UPY), beliau menyampaikan bahwa di perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat mau tidak mau kita dituntut untuk mengikuti perkembangan tersebut. Pengetahuan dan Teknologi adalah upaya untuk meningkatkan harkat, martabat manusia. Namun disisi lain kadang-kadang muncul faktor negatif dari perkembangan pengetahuan dan teknologi tersebut. Karena itulah perlu kita sikapi bagaimana mempersiapkan manusianya. Jika dicermati revolusi industri 4.0 berorientasi pada pengetahuan dan teknologi, sementara konsep society 5.0 berorientasi pada manusia. Artinya bagaimana kita mempersiapkan masyarakat sekarang ini untuk menghadapi revolusi industri 5.0.

    Menurut Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd “Menjadi Guru SD itu seperti sebuah pondasi rumah jadi perannya penting karena menyangga rumah, memberi pondasi pada Pendidikan di SMP, SMA bahkan sampai Perguruan Tinggi. Peran guru SD itu tidak tampak karena memang seperti pondasi, yang nampak ya dinding atau atapnya ( SMP, SMA, Perguruan Tinggi). Pendidikan itu tidak hanya mengajarkan kemampuan saja akan tetapi watak atau karakter harus ditanamkan kepada generasi penerus. Karakter sangat dibutuhkan untuk segala aspek kehidupan, dimana kita ketahui bahwa era digital telah masuk ke kehidupan yang menjadikan orang kaya atau sukses yang dibutuhkan adalah kerja keras. Buatlah lingkungan budaya disekitar kita sebaik mungkin untuk menanamkan karakter kepada kita semua karena dengan menciptakan lingkungan dengan budaya yang baik maka karakter juga baik. Tanamkan nilai-nilai karakter yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia dengan keberagaman yang ada sesuai wilayah masing-masing agar nilai-nilai budaya yang ada dapat di tanamkan kepada generasi penerus. Karakter tidak dapat diajarkan tapi ditularkan dengan keteladanan, oleh siapa? Oleh kita sebagai generasi penerus Bangsa.

    Sementara pada materi kedua tentang Pendidikan Karakter Berbasis Budaya, Prof. Endang Nurhayati, M.Hum menyampaikan “Jangan sampai Pendidikan itu tanpa karakter dan Pendidikan harus mengacu pada nilai nilai budaya terutama di Indonesia yang terkenal akan keragaman budaya, berarti kita harus menyesuaikan dengan nilai-nilai kebudayaan yang ada pada daerah kita masing-masing”. Karena dengan budaya tersebut dapat menciptakan tata nilai kehidupan masyarakat yang adiluhung. Prof. Endang juga menjelaskan terkait dengan budaya jawa yaitu nilai-nilai karakter yang terdapat pada kebudayaan jawa dapat ditanamkan melalui tembang macapat seperti dandang gula, pangkur, kemudian melalui sastra, wangsalan, teknologi penanggalan jawa, rerepan dan mantra. Nilai-nilai budaya lokal bisa dijadikan bahan pemasok penciptaan karya sastra dalam lintas masa, dan lintas budaya sepanjang ada yang menggali dan mensosialisasikan Kembali, dengan cara menyeleksi nilai-nilai yang masih relefan dan didukung artefak serta ilmu pengetahuan yang memadai.

    Sedangkan pemateri ketiga, Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si, M.Pd menerangkan Kawruh Pamomong Ki Ageng Suryomentaram Di Era Society 5.0 tentang Relevansi dan Implementasi Pada Pembelajaran Di Sekolah Dasar. Kawruh Pamomong adalah cara mendidik dengan raos atau rasa jiwa agar anak bertindak benar, memiliki cinta kasih dan indah. Menurutnya “Kawruh Pamomong KAS dapat menjadi solusi untuk menumbuhkan raos/rasa jiwa kreatif dan inovatif siswa sekolah dasar melalui pembelajaran pada setiap muatan pelajaran. Hal ini dikarenakan kawruh pamomong KAS merupakan cara untuk menumbuhkan kompetensi sikap pada setiap muatan pelajaran dan tidak mengubah substansi materi setiap muatan pelajaran yang terdapat pada Kompetensi. Kemudian melalui ajakan guru kepada siswa untuk berpikir benar, “sih” dan indah terhadap suatu permasalahan sosial, siswa akan bertindak benar, “sih” dan indah dalam menentukan solusi terbaik pada setiap permasalahan.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/pentingnya-peran-orang-tua-guru-dan-lingkungan-sekitar-bagi-anak-autism

  • Pentingnya Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan Sekitar Bagi Anak Autism

    Pentingnya Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan Sekitar Bagi Anak Autism

    Program Sarjana PLB dan PG Paud Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Online pada 12 agustus 2020 yakni dengan tema “Manajemen Penanganan Autism Spectrum Disorde Pada Anak Usia Dini” melalui aplikasi zoom dan disiarkan secara live streaming di youtube upyTV. Pada Seminar Online tersebut panitia mengundang narasumber yaitu Dr. Joko Yuwono, M.Pd (Dosen PLB Universitas Sebelas Maret) dan Rissa Widianti, M.Pd (Terapis ABK, Owner Sanggar Potensi Anak Madani).

    Webinar 2nd EFA & Call For Paper di buka oleh Drs Eko Sumardi, M.Pd (Kepala BP PAUD & DIKMAS DIY), beliau mengucapkan terimakasih kepada panitia, moderator, dan semua peserta webinar yang sudah bergabung. “alhamdulillah puji syukur atas rahmat dari Tuhan YME kita semua bisa berkumpul disini walaupun melalui video call/zoom tanpa mengurangi makna dari silaturahmi yang sudah kita jalin selama ini.”kata Eko Sumardi (Kepala BP PAUD & DIKMAS DIY) dalam sambutannya melalui zoom. Webinar atau seminar ini terselenggara karena Kerjasama antara BP PAUD & DIKMAS DIY dengan Universitas PGRI Yogyakarta secara bersama-sama menginisiasi pelaksanaan webinar ini. Drs Eko Sumardi, M.Pd selaku Kepala BP PAUD & DIKMAS DIY berharap untuk semua peserta bisa mengikuti webinar ini sampai selesai agar ilmu yang diberikan oleh narasumber bisa di aplikasikan, sehingga kita bisa saling memberi ilmu yang kita pelajari bersama.

    Drs. Eko Sumardi, M.Pd (Kepala BP PAUD dan Dikmas DIY) saat memberikan sambutan dan membuka acara seminar online via zoom

    Webinar atau Seminar tersebut berbeda dari yang lain yang selama ini sudah dilakukan di masa pandemi yang notabane mengacu pada anak-anak paud yang tidak berkebutuhan khusus, tetapi pada kesempatan ini BP PAUD & DIKMAS DIY yang berkolaborasi dengan Universitas PGRI Yogyakarta mengadakan seminar dimana mengacu bagaimana menangani anak-anak berkebutuhan khusus, karena bagaimanapun anak-anak yang berkebutuhan khusus juga harus diberi treatment karena mereka memiliki hak untuk belajar sama seperti dengan yang lainnya.

    Sementara dalam penjelasannya, Dr. Joko Yuwono, M.Pd (Dosen PLB Universitas Sebelas Maret) menerangkan perihal pentingnya seorang Guru, Terapis, Orang Tua, Keluarga atau siapa saja yang hidup bersama anak autis sebaiknya mengenali anak autis secara detail. Untuk itulah orang-orang itu menjadi bagian penting untuk mengenali, memahami sampai detail terkait dengan problem-problem dan kemampuan anak autis tersebut.

    Dr. Joko Yuwono, M.Pd (Dosen PLB Universitas Sebelas Maret) saat menyampaikan materi seminar online

    Sedangkan Rissa Widianti, M.Pd (Kak Rissa) menjelaskan tentang tata laksana perilaku anak dengan autism spectrum disorder. Kak Rissa menerangkan bahwa autism bisa mulai dideteksi saat anak itu masih berumur 2-3 tahun apakah anak tersebut mengarah pada gejala autism atau tidak. Untuk setiap anak autism itu berbeda-beda, baik dari intelegensi diatas rata-rata, ada juga bahasa nomal namun memiliki hambatan di fungsi sosialnya dan juga intelegensia kurang dan non-verbal.

    Rissa Widianti, M.Pd (Terapis ABK, Owner Sanggar Potensi Anak Madani)

    Memang tidak mudah berkomunikasi dengan anak yang menderita autism. Namun, dukungan orang tua dan orang-orang di lingkungan sekitar tentu sangat berarti bagi anak tersebut. Dengan mampu memahami kebiasaan-kebiasaan anak, menyadari apa yang bisa dan belum bisa dilakukan dan membentuk ikatan batin yang kuat agar anak tersebut dapat berkembang dengan baik.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/upy-melaksanakan-wisuda-dengan-model-drive-thru

  • PENGUMUMAN PENJELASAN UMUM AKADEMIK UNTUK MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2020/2021

    Diumumkan kepada seluruh Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021 sebagai berikut :

  • UPY Melaksanakan Wisuda Dengan Model Drive Thru

    UPY Melaksanakan Wisuda Dengan Model Drive Thru

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksanakan prosesi wisuda sarjana dan pascasarjana di Kampus Pusat Unit 1, Sonosewu, Yogyakarta, Sabtu (29/8/2020). Dalam prosesnya, upacara wisuda dilaksanakan dengan menggunakan metode “Drive Thru” mengingat masih berlangsungnya masa pandemi Covid-19. Pelaksanaan wisuda tersebut diikuti oleh sebanyak 191 wisudawan wisudawati dan juga disiarkan secara live streaming di youtube upyTV.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY Dr. Paiman, MP berpesan kepada seluruh wisudawan wisudawati, bahwa wisuda bukanlah tujuan akhir suatu pembelajaran, justru sebaliknya wisuda adalah awal proses pembelajaran di masyarakat.

    “Hal yang utama dari seseorang ketika berkarir untuk meraih kesuksesan bukanlah faktor kecerdasan IQ, tetapi sifat kejujuran (honesty). Diharapkan semua alumni UPY yang berkarya dapat mengedepankan sifat kejujuran untuk meraih kesuksesan dan kebahagian di masa kini dan masa depan,” ungkap Dr. Paiman, MP.

    UPY terus berusaha melakukan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dengan jargon “UPY siap tumbuh eksponensial”, menurut Dr. Paiman, MP, hal ini terwujud dengan meningkatnya peringkat UPY baik di skala regional maupun nasional. “UPY juga berusaha terus meningkatkan peringkat akreditasi seluruh program studi yang ada,” tegasnya.

    Saat ini sudah ada empat program studi yang terakreditasi peringkat A dan sebagiannya terakreditasi peringkat B. UPY juga mempunyai beberapa prodi baru, seperti Teknik Industri, Farmasi, Teknik Rekayasa Medis, Teknik Arsitektur, Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO), Teknologi Hasil Pertanian, Gizi, dan Teknik Elektro Medis. “Semoga UPY terus tumbuh eksponensial, maju dan jaya. Amin,” tutup Dr. Paiman, MP.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/mengenal-kreasi-pangan-istimewa-di-era-pandemi-bersama-prosa-teknologi-hasil-pertanian-upy