Penulis: Humas UPY

  • Rektor UPY Hadiri Sarasehan Nasional Pimpinan PT PGRI, Dorong Kolaborasi Pendidikan di Indonesia

    Rektor UPY Hadiri Sarasehan Nasional Pimpinan PT PGRI, Dorong Kolaborasi Pendidikan di Indonesia

    Dewan Pimpinan Perguruan Tinggi PGRI dari seluruh Indonesia berkumpul dalam Sarasehan Nasional Pimpinan Perguruan Tinggi PGRI dan Pengumuman Juara ISCC 2025 yang diselenggarakan di Gedung Graha STKIP PGRI Bangkalan, Jl. Soekarno Hatta No. 52 Bangkalan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, bersama pimpinan perguruan tinggi PGRI lainnya dari berbagai wilayah Indonesia.

    Sarasehan nasional ini digelar dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antarinstitusi PGRI sebagai upaya kolektif memajukan mutu pendidikan tinggi. Kehadiran para pemimpin perguruan tinggi dari berbagai daerah menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi strategis dan merumuskan langkah pengembangan ke depan.

    Selama dua hari penyelenggaraan, acara berjalan dengan tertib dan lancar. Setiap sesi berlangsung sesuai jadwal, mulai dari pembukaan, sambutan-sambutan, hingga rangkaian kegiatan inti yang diwarnai dengan diskusi produktif. Para peserta tampak antusias dan aktif memberikan gagasan, menciptakan suasana sarasehan yang hangat, hidup, dan kondusif.

    Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P menyampaikan selain menjadi wadah silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diterapkan sebagai tindak lanjut bagi seluruh perguruan tinggi PGRI.

    “Sarasehan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya program-program lanjutan yang lebih inovatif dan kolaboratif, serta memperkuat kualitas tata kelola dan daya saing pendidikan tinggi PGRI di tingkat nasional.”jelas Prof. Paiman.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Perguruan Tinggi PGRI mempertegas perannya sebagai jaringan pendidikan yang solid dan visioner, berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

  • Dosen UPY Raih Penghargaan “Terbaik Harapan 1 Anugerah Dosen PT PGRI Berdedikasi se-Indonesia”

    Dosen UPY Raih Penghargaan “Terbaik Harapan 1 Anugerah Dosen PT PGRI Berdedikasi se-Indonesia”

    Universitas PGRI Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dr. Marti Widyasari, S.T., M.Eng. berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai “Terbaik Harapan 1 Anugerah Dosen PT PGRI Berdedikasi se-Indonesia”, sebuah apresiasi yang menegaskan komitmen dan dedikasi beliau dalam dunia pendidikan tinggi.

    Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi signifikan Dr. Marti dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat. Rekam jejak akademik serta kiprahnya dalam pengembangan inovasi pembelajaran menjadi salah satu indikator penting yang mengantarkan beliau meraih posisi prestisius pada ajang tersebut.

    Pencapaian ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi beliau pribadi, tetapi juga bagi Universitas PGRI Yogyakarta yang terus mendorong sivitas akademika untuk berprestasi dan berkarya. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi dosen, mahasiswa, dan seluruh elemen perguruan tinggi untuk terus berkontribusi membangun kualitas pendidikan Indonesia yang unggul dan berdaya saing.

    Dengan diraihnya penghargaan ini, UPY semakin mengokohkan eksistensinya sebagai kampus yang berkomitmen pada mutu pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.

    Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan selamat atas pencapaian Dr. Marti Widyasari, S.T., M.Eng., serta berharap penghargaan ini menjadi pemantik semangat untuk berkarya lebih luas dan memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa.

  • PENGUMUMAN PELAKSANAAN UJIAN ACTION PROGRAM PERIODE IV BULAN DESEMBER Th 2025

    PENGUMUMAN PELAKSANAAN UJIAN ACTION PROGRAM PERIODE IV BULAN DESEMBER Th 2025

    Ujian Action Program (AP) Periode IV, Desember Th 2025 secara daring/online akan dilaksanakan pada :

    Pemberian Materi : 09 Desember 2025 (Via Grup Telegram)

    Ujian : 10 Desember 2025 *jika ada perubahan akan diumumkan via grup telegram*

    Tempat : Daring

    Berikut daftar peserta & kelompok ujian Action Program Periode IV 2025 :

    Download Daftar Peserta AP

    Bagi peserta yang namanya sudah terdaftar dimohon untuk join grub TELEGRAM untuk mengikuti informasi berikutnya, untuk join silahkan klik link atau scan barcode berikut :

    JOIN GRUP =>> KLIK DISINI

    ATAU SCAN BARCODE UNTUK JOIN GRUP

  • Mendidik Generasi Indonesia di Era Digital: Apa yang Harus Dilakukan Guru?

    Mendidik Generasi Indonesia di Era Digital: Apa yang Harus Dilakukan Guru?

    Perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat telah mengubah cara belajar, cara berkomunikasi, bahkan cara berpikir generasi muda Indonesia. Anak-anak dan remaja hari ini hidup di dunia yang serba cepat, penuh informasi, dan mudah dipengaruhi arus digital. Di sisi lain, guru menghadapi tantangan baru: bagaimana mendidik generasi yang lebih dekat dengan layar daripada buku, lebih akrab dengan algoritma daripada tatap muka, dan lebih percaya konten viral daripada sumber resmi.

    Namun di balik tantangan itu, teknologi juga membawa peluang besar untuk memperkaya proses belajar. Kuncinya adalah bagaimana guru mampu menjadi figur yang relevan, adaptif, dan inspiratif bagi para peserta didik.

    Berikut beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan guru untuk mendidik generasi Indonesia saat ini.

    1. Membangun Literasi Digital sejak Dini

    Literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat, tetapi kemampuan memahami informasi secara kritis. Saat ini, siswa sangat rentan terhadap:

    • hoaks yang tersebar cepat
    • konten tidak mendidik atau tidak sesuai usia
    • budaya instan dan scrolling tanpa tujuan
    • cyberbullying dan tekanan sosial di media

    Guru dapat mengajarkan cara memverifikasi sumber, membedakan opini dan fakta, memahami algoritma media sosial, dan dampak jejak digital. Dengan literasi digital yang baik, siswa tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga bijak memanfaatkannya.

    2. Menjadi Teladan dalam Etika Bermedia

    Guru masih menjadi salah satu tokoh panutan moral bagi siswa, baik secara langsung maupun digital. Di era media sosial, guru perlu memperlihatkan contoh:

    • komunikasi yang santun
    • penggunaan media sosial yang bertanggung jawab
    • kehati-hatian dalam membagikan informasi
    • penghargaan terhadap privasi

    Keteladanan seringkali jauh lebih kuat daripada teori.

    3. Mengintegrasikan Teknologi dalam Pembelajaran

    Daripada dianggap ancaman, teknologi dapat menjadi sarana pembelajaran yang menarik. Penggunaan platform edukasi, video interaktif, simulasi digital, hingga learning management system membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih variatif.

    Di beberapa sekolah, guru yang memanfaatkan aplikasi kuis interaktif atau project-based learning berbasis digital terbukti mampu meningkatkan minat belajar dan keterlibatan siswa.

    4. Mengasah Kecerdasan Emosional Siswa

    Di tengah derasnya arus informasi, siswa sering mengalami kelelahan mental, kebingungan identitas, dan tekanan sosial daring. Guru perlu menyeimbangkan pembelajaran akademik dengan pendidikan karakter, seperti:

    • empati
    • pengendalian diri
    • kemampuan bekerja sama
    • manajemen stres

    Hal ini penting karena teknologi tidak bisa menggantikan sentuhan emosional dan nilai kemanusiaan yang dibutuhkan setiap individu.

    5. Mengajak Orang Tua Terlibat dalam Pengawasan Digital

    Peran keluarga sangat menentukan. Guru dapat mendorong komunikasi yang lebih baik dengan orang tua mengenai:

    • batasan penggunaan gawai
    • waktu layar (screen time)
    • konten yang boleh diakses
    • rutinitas belajar di rumah

    Kolaborasi guru dan orang tua akan memperkuat lingkungan belajar yang aman, sehat, dan positif.

    6. Menanamkan Keterampilan Abad 21

    Generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan akademik. Mereka membutuhkan keterampilan:

    • berpikir kritis
    • kreativitas
    • komunikasi
    • kolaborasi
    • pemecahan masalah

    Guru dapat mendesain pembelajaran berbasis proyek, diskusi, dan eksplorasi sehingga siswa terbiasa berpikir secara mendalam, bukan hanya mencari jawaban cepat di internet.

    7. Menguatkan Nilai Kebangsaan dan Kepribadian Indonesia

    Di tengah globalisasi digital, anak-anak Indonesia berisiko kehilangan jati diri. Guru memiliki peran strategis untuk menjaga:

    • nilai moral dan budaya
    • karakter Pancasila
    • kebiasaan menghargai sesama
    • cinta tanah air

    Nilai-nilai tersebut penting agar generasi muda tetap menjadi generasi yang berakhlak, berbudaya, dan mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas.

    Teknologi Tidak Akan Menggantikan Guru, Tetapi Guru yang Tidak Beradaptasi Bisa Digantikan

    Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Sentuhan kemanusiaan, kebijaksanaan, dan bimbingan moral—semua itu tidak bisa digantikan mesin. Generasi Indonesia membutuhkan guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi, mendampingi, dan mengarahkan mereka agar mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab.

    Dengan adaptasi, kolaborasi, dan komitmen, guru hari ini tetap menjadi ujung tombak pendidikan bangsa, bahkan di tengah derasnya gempuran teknologi digital.

  • FKIP UPY Fokus Tingkatkan Kualitas Lulusan PPG lewat Penyusunan CPL dan Laporan Akhir

    FKIP UPY Fokus Tingkatkan Kualitas Lulusan PPG lewat Penyusunan CPL dan Laporan Akhir

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menyelenggarakan Rapat Luar Kantor dalam rangka penyusunan laporan akhir pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025 serta penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi PPG. Kegiatan ini berlangsung pada 31 Oktober–3 November 2025 di Heha Ocean View, Gunungkidul, DI Yogyakarta.

    Rapat luar kantor tersebut menjadi momentum strategis FKIP UPY dalam meningkatkan mutu dan tata kelola penyelenggaraan PPG. Seluruh dosen, tim pengelola, serta perwakilan guru pamong hadir dan terlibat aktif dalam forum diskusi, evaluasi, serta pemaparan berbagai usulan perbaikan terkait proses pembelajaran dan capaian lulusan.

    Selain penyusunan laporan akhir pelaksanaan program, harmonisasi CPL turut menjadi fokus utama. Upaya penyesuaian CPL dilakukan agar selaras dengan kebutuhan pendidikan nasional, perkembangan kompetensi guru, dan standar profesionalisme yang ditetapkan pemerintah.

    Ketua Program Studi PPG UPY, Dr. Dhiniaty Gularso, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen FKIP UPY dalam mendukung peningkatan kualitas guru di Indonesia.

    “Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas PGRI Yogyakarta berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan profesi guru melalui penyusunan laporan berkualitas dan penyesuaian CPL yang relevan,” ujarnya.

    Acara yang berlangsung interaktif dan kolaboratif itu diharapkan mampu menghasilkan rumusan strategis yang memperkuat kinerja penyelenggaraan PPG di lingkungan FKIP UPY. Hasil rapat juga diproyeksikan menjadi landasan penting dalam pengembangan program serta peningkatan reputasi PPG UPY di masa mendatang.

  • Guru Indonesia Harus Bermutu untuk Mencetak Generasi Berkualitas: Refleksi Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80

    Guru Indonesia Harus Bermutu untuk Mencetak Generasi Berkualitas: Refleksi Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80

    Peringatan Hari Guru Nasional 25 November yang bertepatan dengan HUT PGRI ke-80 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kualitas pendidikan Indonesia. Tema besar yang terus digaungkan, yaitu pentingnya guru bermutu untuk mendukung kemajuan bangsa, semakin relevan di era kompetisi global dan transformasi digital yang cepat.

    Guru merupakan pilar utama dalam pembentukan sumber daya manusia unggul. Tidak ada negara yang maju tanpa didukung tenaga pendidik yang profesional, berkarakter, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

    Perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, dan kompetisi global menuntut sistem pendidikan untuk terus berinovasi. Dalam konteks ini, guru memegang peran strategis sebagai pengarah, pendamping, sekaligus penggerak perubahan.

    Saat ini, guru dituntut untuk:

    • Menguasai teknologi pembelajaran digital.
    • Hadir sebagai fasilitator yang mendorong kreativitas dan berpikir kritis.
    • Memiliki kompetensi pedagogik dan profesional yang terus diperbarui.
    • Menanamkan karakter, nilai moral, dan kecakapan hidup kepada peserta didik.

    Tanpa guru yang berkualitas, pembaharuan kurikulum dan program pendidikan tidak akan berjalan optimal. Guru adalah penghubung antara kebijakan pendidikan dan proses pembelajaran di ruang kelas.

    Memasuki usia 80 tahun, PGRI terus berperan sebagai organisasi profesi yang memperjuangkan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Dalam dua dekade terakhir, PGRI ikut terlibat dalam berbagai program penguatan kapasitas guru, pelatihan, advokasi kebijakan, serta perlindungan profesi.

    Kehadiran PGRI sebagai wadah perjuangan guru membantu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih kondusif, sehingga guru dapat fokus menjalankan tugasnya dengan profesional dan berintegritas.

    Guru bermutu adalah fondasi utama dalam mencetak peserta didik yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Guru yang berkualitas akan mampu:

    • Menghadirkan pembelajaran yang relevan dan bermakna.
    • Mendorong literasi, numerasi, serta literasi digital siswa.
    • Membentuk karakter disiplin, kerja sama, dan integritas.
    • Mengembangkan keterampilan abad 21 termasuk kreativitas, komunikasi, dan pemecahan masalah.

    Ketika guru berkembang, maka kualitas siswa, sekolah, dan seluruh ekosistem pendidikan juga ikut meningkat. Pada akhirnya, kualitas sumber daya manusia yang tinggi akan menjadi modal utama bagi Indonesia untuk melompat lebih cepat menuju negara maju.

    Mutu guru tidak hanya menjadi tanggung jawab guru semata. Pemerintah, organisasi profesi seperti PGRI, sekolah, orang tua, hingga masyarakat luas perlu berkolaborasi dalam:

    • Menyediakan pelatihan profesional yang berkelanjutan.
    • Meningkatkan kesejahteraan dan kondisi kerja guru.
    • Mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
    • Menjaga lingkungan yang mendukung inovasi dan kreativitas.

    Ketika seluruh pihak bergerak dalam satu visi memperkuat mutu guru maka pendidikan Indonesia akan berkembang lebih cepat dan lebih terarah.

    Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 tahun ini menjadi pengingat bahwa investasi terbesar bangsa bukanlah pada infrastruktur fisik semata, melainkan pada kualitas pendidiknya.

    Guru yang bermutu akan melahirkan generasi yang unggul. Generasi unggul akan membawa Indonesia melangkah lebih jauh menuju negara maju. Oleh karena itu, peningkatan mutu guru bukan hanya kebutuhan, tetapi keharusan strategis bagi masa depan bangsa.

  • Memaknai Hari Guru Nasional 25 November 2025 dan HUT PGRI ke-80: Guru Bermutu, Indonesia Maju

    Memaknai Hari Guru Nasional 25 November 2025 dan HUT PGRI ke-80: Guru Bermutu, Indonesia Maju

    Setiap tanggal 25 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional (HGN), sebuah momentum penting untuk memberikan apresiasi kepada para pendidik yang selama ini menjadi pilar utama kemajuan pendidikan. Tahun 2025 memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80, sebuah tonggak sejarah yang menegaskan komitmen panjang organisasi ini dalam memperjuangkan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru di tanah air.

    Dengan mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju”, peringatan tahun ini menjadi refleksi sekaligus dorongan untuk meningkatkan kualitas guru sebagai kunci percepatan pembangunan nasional.

    Pendidikan yang maju tidak dapat dilepaskan dari peran guru yang profesional, kompeten, dan berdedikasi. Perubahan zaman yang ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika global menuntut guru untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi.

    Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga arsitek karakter, fasilitator pembelajaran, pembimbing moral, serta penggerak inovasi di sekolah. Mutu pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru; oleh sebab itu, peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian menjadi keniscayaan dalam mencetak generasi Indonesia yang unggul.

    Peringatan ke-80 tahun PGRI menandai perjalanan panjang organisasi ini dalam memperjuangkan kepentingan profesi guru. Sejak berdiri pada 1945, PGRI telah hadir sebagai wadah pemersatu dan penguat solidaritas guru di seluruh Indonesia.

    Dalam usia delapan dekade, PGRI terus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang berkualitas melalui advokasi kebijakan, peningkatan kompetensi, perlindungan profesi, serta penguatan organisasi di tingkat pusat maupun daerah. Usia ke-80 bukan hanya simbol kedewasaan organisasi, tetapi juga komitmen berkelanjutan untuk memperjuangkan masa depan pendidikan yang lebih baik.

    Tema peringatan tahun ini memberikan pesan jelas bahwa kemajuan Indonesia dimulai dari guru yang berkualitas. Guru yang bermutu bukanlah mereka yang sekadar mengajar, melainkan yang mampu menginspirasi, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi untuk memperkaya proses pembelajaran.

    Melalui guru yang berkualitas, lahirlah generasi pemimpin masa depan yang berkarakter, kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan global. Harapan besar bangsa ini bertumpu pada upaya peningkatan kualitas guru secara berkelanjutan melalui pelatihan, pengembangan profesi, serta pemenuhan hak dan kesejahteraan mereka.

    Dalam konteks transformasi pendidikan nasional, guru menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program strategis seperti kurikulum yang adaptif, pembelajaran berbasis kompetensi, serta penguatan karakter. Pemerintah, PGRI, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan guru terus berkembang.

    Investasi terbesar bangsa ini adalah pada pendidikannya. Ketika guru diberdayakan, dihargai, dan didukung, maka kualitas pendidikan akan meningkat, dan pada akhirnya kemajuan Indonesia akan semakin nyata.

    Hari Guru Nasional 2025 dan HUT PGRI ke-80 bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan. Dengan mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju”, kita diingatkan bahwa masa depan bangsa berada di tangan para pendidik.

    Mari menjadikan momentum ini sebagai pengingat untuk terus menghormati, mendukung, dan memberdayakan guru sebagai garda terdepan lahirnya generasi Indonesia yang cerdas dan berkarakter.

  • UPY Dorong Riset Lanjut CaMMV Melalui Program Visiting Scientist ke Perancis

    UPY Dorong Riset Lanjut CaMMV Melalui Program Visiting Scientist ke Perancis

    Fakultas Pertanian Universitas PGRI Yogyakarta (FP UPY) mengirimkan salah satu penelitinya, Dr. Argawi Kandito, M.Sc., sebagai Visiting Scientist di Centre de coopération internationale en recherche agronomique pour le développement (CIRAD), Montpellier, Perancis. Kegiatan ini berlangsung pada 23 September 2025 hingga 25 Oktober 2025 di UMR AGAP, CIRAD, Campus Lavalette.

    Program Visiting Scientist ini merupakan bagian dari kolaborasi riset antara Dr. Argawi Kandito dan Emmanuelle Muller, Ph.D., HDR, peneliti senior CIRAD, yang berfokus pada studi genetik virus kakao di Indonesia. Penelitian tersebut menjadi penting mengingat merebaknya virus baru Cacao mild mosaic virus (CaMMV) yang dilaporkan menyerang tanaman kakao di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

    Selama lebih dari sebulan kegiatan berlangsung, penelitian dilakukan melalui serangkaian eksperimen laboratorium menggunakan teknologi biologi molekuler mutakhir. Proses penelitian berjalan lancar dan menghasilkan sejumlah temuan penting, termasuk pemetaan struktur genetik CaMMV serta indikasi integrasi fragmen virus ke dalam genom kakao, yang berpotensi memengaruhi ketahanan tanaman terhadap serangan virus.

    “Kerja sama riset ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memahami penyebaran dan dinamika genetik CaMMV secara lebih mendalam,” ujar Dr. Argawi.

    Studi ini juga diharapkan dapat mempercepat pengembangan strategi mitigasi, mulai dari pemuliaan tanaman kakao yang lebih tahan hingga pemantauan penyebaran virus di lapangan.

    Ke depan, kolaborasi riset ini akan diperluas melalui survei sebaran CaMMV di wilayah ASEAN serta analisis lebih lanjut terkait ketahanan berbagai genotipe kakao terhadap infeksi virus. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan produksi kakao nasional, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam jejaring riset kakao internasional.

  • HMP Manajemen UPY Gelar Achievement Motivation Training 2025: Tanamkan Growth Mindset dan Resiliensi pada Mahasiswa Baru

    HMP Manajemen UPY Gelar Achievement Motivation Training 2025: Tanamkan Growth Mindset dan Resiliensi pada Mahasiswa Baru

    Bantul, 25–26 Oktober 2025 — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Manajemen Universitas PGRI Yogyakarta sukses melaksanakan kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) 2025 dengan mengusung tema “Growth and Resilience for Excellent.” Kegiatan dua hari yang berlangsung di Bina Karya, Srimulyo, Piyungan, Bantul, ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Program Studi Manajemen UPY dengan antusiasme tinggi.

    Acara dibuka dengan sambutan Ketua Panitia, Ghufron Kusumo, yang menegaskan pentingnya membangun motivasi dan daya juang mahasiswa baru dalam menghadapi perjalanan akademik. Ia berharap AMT dapat menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri sekaligus menumbuhkan mentalitas positif.

    Wakil Dekan III Fakultas Bisnis, Adhi Prakosa, S.E., M.Sc., turut memberikan sambutan dan motivasi. Dalam pesannya, ia mendorong para peserta untuk aktif mengembangkan kapasitas akademik maupun organisasi sebagai bekal menghadapi persaingan global.

    Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen, Latifah Putranti, S.E., M.Sc., menekankan pentingnya membangun growth mindset dan karakter tangguh sejak tahun pertama perkuliahan.

    “Ketangguhan mental adalah kunci untuk bertahan dan unggul dalam setiap tantangan. Mahasiswa harus siap berkembang, beradaptasi, dan berinovasi,” tegasnya.

    Pada hari pertama, peserta menerima dua materi inspiratif. Materi pertama disampaikan oleh Agista Cahya Nirmala, alumni Manajemen UPY sekaligus penerima beasiswa LPDP, dengan topik “Growth Mindset: Fueling Continuous Improvement.” Agista mengajak peserta melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar dan terus mengembangkan diri tanpa henti.

    Materi kedua dibawakan oleh Yanuar Luthfi Ardian, Owner Yasuci Wedding and Event Organizer dan alumni UPY, dengan tema “Mastering the Craft: Technical Skill for Professional Excellence.” Ia menekankan pentingnya penguasaan keterampilan teknis dan profesionalisme sebagai modal sukses di dunia kerja maupun wirausaha.

    Malam harinya, kegiatan diwarnai dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas mahasiswa baru dan menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.

    Hari kedua diisi dengan kegiatan outbond yang dirancang untuk melatih kerja sama tim, komunikasi, dan ketangguhan mental peserta. Melalui berbagai permainan dan simulasi, mahasiswa diajak memahami pentingnya kolaborasi dan sikap pantang menyerah dalam menyelesaikan tantangan.

    Kegiatan AMT ditutup secara resmi oleh Dosen Pendamping HMP Manajemen, Guruh Ghifar Zalzalah, S.E., M.Sc., yang memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta atas kesungguhan dan semangat yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung.

    Dengan terselenggaranya AMT 2025, Program Studi Manajemen UPY berharap mahasiswa baru semakin siap memasuki dunia perkuliahan dengan kemampuan adaptasi yang baik, karakter tangguh (resilience), serta tekad kuat untuk meraih keunggulan di masa depan.

    Kegiatan ini juga menjadi komitmen HMP Manajemen UPY untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inspiratif, humanis, dan mendorong pengembangan diri secara berkelanjutan.

  • PBI UPY dan PBI UMBY Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Tingkatkan Mutu Akademik dan Internasionalisasi

    PBI UPY dan PBI UMBY Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Tingkatkan Mutu Akademik dan Internasionalisasi

    Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bersama PBI Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) resmi menyepakati kerja sama strategis dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penguatan kurikulum, serta pengembangan program internasional. Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi PBI UPY dalam upaya mencapai akreditasi unggul sekaligus memperluas jejaring akademik di tingkat global.

    Kesepakatan kerja sama tersebut diperkuat melalui rapat koordinasi yang menghasilkan sejumlah poin strategis. Perbedaan capaian akreditasi antara kedua program studi menjadi salah satu dasar utama lahirnya kolaborasi ini. Saat PBI UMBY telah meraih akreditasi unggul, PBI UPY tengah memantapkan langkah untuk menyempurnakan standar akademik, tata kelola, dan mutu pembelajaran.

    Dalam diskusi tersebut, beberapa agenda penguatan diprioritaskan, antara lain peningkatan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah, penguatan program pengabdian masyarakat, serta pengembangan kurikulum yang lebih adaptif. Salah satu inovasi yang akan diadopsi adalah penerapan Sistem Informasi Feedback (SIF) untuk mempermudah evaluasi, pemantauan, dan peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.

    Selain itu, kedua pihak juga membahas rencana penguatan kompetensi dosen melalui pelatihan, pendampingan penelitian, dan peningkatan aktivitas publikasi. Model rekrutmen dosen yang diterapkan UMBY—yakni kewajiban mengajar selama dua semester sebelum memperoleh status tetap—juga menjadi salah satu referensi penting yang dipertimbangkan UPY dalam memperbaiki mekanisme seleksi dan pembinaan tenaga pendidik.

    Di bidang mahasiswa, PBI UPY berencana mengadopsi model SEA Teacher Program yang telah sukses dijalankan UMBY. Program ini memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar di lingkungan internasional, sekaligus memperluas wawasan serta meningkatkan kesiapan mereka menghadapi kompetisi global.

    Notulensi rapat juga menegaskan pentingnya evaluasi terstruktur pada seluruh program akademik maupun kegiatan pengabdian masyarakat, termasuk optimalisasi komunikasi dengan sekolah mitra, sosialisasi kebijakan internal, dan penguatan sistem monitoring.

    Sebagai tindak lanjut, kedua institusi akan membentuk Tim Kerja Sama PBI UPY–UMBY yang bertugas menyusun rencana kegiatan kolaborasi, mempersiapkan studi banding ke PBI UMBY, serta merancang proposal kerja sama akademik dan pertukaran mahasiswa. Program pengembangan dosen dan penyusunan kurikulum adaptif juga menjadi bagian dari agenda lanjutan.

    Kerja sama antara PBI UPY dan PBI UMBY diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antarprogram studi sejenis di Yogyakarta dalam meningkatkan mutu pendidikan bahasa Inggris. Upaya ini diyakini tidak hanya memperkuat peluang PBI UPY meraih akreditasi unggul, tetapi juga memperkaya pengalaman akademik mahasiswa melalui pembelajaran yang relevan, inovatif, dan berorientasi internasional.

    Melalui sinergi berkelanjutan ini, kedua institusi menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan pendidikan bahasa Inggris di Yogyakarta serta memperkuat reputasi kampus sebagai pusat pengembangan pendidikan berkualitas dan berdaya saing global.