Penulis: Administrator

  • Universitas PGRI Yogyakarta dan Universiti Poly-Tech Malaysia Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Penjajakan Kerja Sama dan Visiting Professor

    Universitas PGRI Yogyakarta dan Universiti Poly-Tech Malaysia Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Penjajakan Kerja Sama dan Visiting Professor

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kegiatan Penjajakan Kerja Sama dan Visiting Professor bersama Universiti Poly-Tech Malaysia (UPTM). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Rektorat, Kampus Unit 1 UPY, Selasa (4/11), dan menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik lintas negara.

    Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Yayasan dan Universitas, antara lain Ketua Pembina YP UPY Armansyah Prasakti, S.H., S.Pn., M.H.; Ketua Pengurus YP UPY Drs. John Sabari, M.Si.; Rektor Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P.; Wakil Rektor III Dr. Septian Aji Permana, M.Pd.; para Dekan dari empat fakultas (FKIP, FBH, FP, dan FST); serta jajaran Kepala dan Staf Kantor Urusan Kerja Sama (KUK).

    Dari pihak tamu, hadir Dr. Mohd Erfino Johari, Senior Lecturer & Director of Industrial Linkages & Academic Internationalisation dari Universiti Poly-Tech Malaysia, yang juga bertindak sebagai Visiting Professor. Dalam kunjungannya, Dr. Erfino berbagi wawasan tentang pentingnya sinergi antar universitas dalam membangun jejaring akademik global, terutama dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

    “Kolaborasi internasional bukan hanya tentang pertukaran pengetahuan, tetapi juga tentang membangun jembatan pemahaman lintas budaya dan inovasi yang berkelanjutan,” ungkap Dr. Erfino Johari dalam sesi diskusinya.

    Rangkaian acara berlangsung dengan hangat dan produktif. Dimulai dari sambutan perwakilan UPTM dan Managing Director ITEA, dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua institusi. Setelah prosesi tersebut, dilakukan penyerahan kenang-kenangan, sesi foto bersama, serta Focus Group Discussion (FGD) yang membahas langkah-langkah konkret implementasi kerja sama.

    Acara juga diisi dengan kunjungan ke Museorium Sejarah UPY, di mana delegasi UPTM diajak menelusuri perjalanan panjang UPY dalam dunia pendidikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Visiting Professor Session di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang menjadi wadah berbagi pengalaman akademik dan inovasi pembelajaran antarnegara.

    Melalui kegiatan ini, UPY menegaskan komitmennya untuk terus mendorong internasionalisasi kampus melalui kerja sama yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, riset, dan relevansi global.

    “Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas cakrawala akademik sekaligus memperkuat reputasi UPY di kancah internasional,” ujar Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Rektor Universitas PGRI Yogyakarta.

    Kegiatan ditutup dengan foto bersama di depan Gedung B sebagai simbol kebersamaan dan harapan akan kolaborasi yang berkelanjutan antara UPY dan UPTM.

  • Hari Pahlawan Nasional 2025: “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”

    Hari Pahlawan Nasional 2025: “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”

    Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional sebagai momen refleksi atas perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kehormatan negeri ini. Tahun 2025, peringatan Hari Pahlawan mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”, sebuah seruan moral bagi seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda untuk tidak berhenti di titik kenangan, tetapi menjadikan semangat kepahlawanan sebagai panduan dalam berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.

    Pahlawan tidak hanya mereka yang mengangkat senjata di medan perang, tetapi juga mereka yang berjuang dengan hati dan pikiran untuk kemajuan bangsa. Dari para tokoh seperti Soekarno, Hatta, Kartini, Cut Nyak Dien, hingga Bung Tomo, kita belajar bahwa keberanian, ketulusan, dan semangat pantang menyerah adalah fondasi sejati dalam menghadapi tantangan zaman.

    Kini, nilai-nilai itu tetap relevan. Di tengah arus globalisasi dan transformasi digital, tantangan bangsa telah bergeser dari peperangan fisik menjadi perjuangan dalam bentuk lain: melawan kemiskinan, kebodohan, intoleransi, dan disinformasi. Di sinilah generasi muda ditantang untuk menjadi pahlawan masa kini, pahlawan yang tangguh, berintegritas, dan berdaya cipta.

    Anak muda Indonesia adalah pewaris semangat juang yang tak pernah padam. Dengan kreativitas, kecerdasan, dan semangat kolaborasi, mereka menjadi ujung tombak perubahan sosial dan teknologi. Dari inovasi digital, gerakan sosial, hingga upaya pelestarian lingkungan, semua adalah bentuk nyata dari perjuangan modern untuk kemajuan bangsa.

    Meneladani para pahlawan berarti tidak berhenti pada rasa bangga, tetapi bergerak untuk memberi makna. Setiap langkah kecil menuju kebaikan baik dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial adalah bagian dari perjuangan melanjutkan cita-cita mereka mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.

    Tema “Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” menjadi pengingat bahwa semangat kepahlawanan tidak boleh berhenti pada upacara dan simbol. Ia harus hidup dalam tindakan nyata, dalam kerja keras tanpa pamrih, dalam kepedulian terhadap sesama, dan dalam kejujuran menjalankan setiap peran kita.

    Peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk menjaga api perjuangan tetap menyala. Sebab, bangsa ini tidak hanya dibangun oleh mereka yang telah gugur, tetapi juga oleh mereka yang terus melangkah dengan semangat yang sama.

    Pada Hari Pahlawan Nasional 2025 ini, marilah kita renungkan kembali pesan luhur perjuangan para pahlawan: bahwa cinta tanah air bukan hanya tentang kata-kata, tetapi tentang tindakan nyata yang memberi arti bagi sesama dan bangsa. Dengan semangat “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan,” mari kita jadikan setiap hari sebagai momentum untuk menebarkan inspirasi, bekerja dengan kejujuran, dan berjuang dengan hati demi Indonesia yang semakin maju, berdaulat, dan bermartabat.

  • Bangun Kapasitas Guru PAUD, UPY dan UNY Selenggarakan Workshop Pembelajaran Mendalam

    Bangun Kapasitas Guru PAUD, UPY dan UNY Selenggarakan Workshop Pembelajaran Mendalam

    Yogyakarta, 24 Oktober 2025 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bekerja sama dengan Program Studi Doktor Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Guru bertema “Membangun Jembatan Konsep: Dari Pengetahuan Dasar ke Aplikasi Nyata Pembelajaran Mendalam”. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

    Diselenggarakan di Auditorium UPY, workshop diikuti oleh 85 peserta, terdiri dari 76 guru anggota Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Bantul serta peserta dari berbagai lembaga pendidikan lainnya. Kegiatan ini merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama antara kedua perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan kapasitas guru melalui program pelatihan dan pendampingan profesional.

    Dua narasumber utama hadir dalam kegiatan ini, yakni Dr. Ika Budi Maryatun, M.Pd., dengan materi “Deep Learning dan Pengembangan Perangkat Pembelajaran”, dan Dr. Martha Christianti, M.Pd., yang mengulas “Asesmen dalam Pembelajaran Deep Learning”. Kegiatan dipandu oleh Inayatul Latifah, M.Pd., dan ditutup dengan sesi praktik serta pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran dan asesmen berbasis Deep Learning oleh tim workshop.

    Menurut Dr. Ika Budi Maryatun, pendekatan deep learning membantu guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menerjemahkannya menjadi pengalaman belajar yang bermakna.

    “Guru perlu berani menjembatani antara teori dan praktik. Pembelajaran mendalam bukan hanya tentang metode, tetapi tentang membangun cara berpikir kritis dan reflektif pada anak sejak dini,” ujarnya.

    Sementara itu, Dr. Martha Christianti menekankan pentingnya asesmen sebagai bagian integral dari proses pembelajaran.

    “Asesmen yang baik mampu mengungkap sejauh mana anak memahami konsep, bukan sekadar menghafal. Di sinilah guru berperan sebagai fasilitator yang menuntun proses berpikir anak,” tuturnya.

    Kegiatan berlangsung secara interaktif dan aplikatif. Peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mengerjakan proyek pembelajaran melalui Google Classroom. Peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan berhak memperoleh e-sertifikat 32 JP serta materi workshop sebagai bekal pengembangan profesional.

    Dekan FKIP UPY, Dr. Esti Setiawati, M.Pd menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar perguruan tinggi dalam membangun mutu pendidikan di Indonesia.

    “Melalui kerja sama seperti ini, kami ingin menghadirkan dampak langsung bagi para guru, terutama di tingkat PAUD, agar mereka mampu merancang pembelajaran yang kontekstual dan berpihak pada anak,” jelasnya.

    Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem kolaboratif antara dunia akademik dan praktisi pendidikan. Melalui pembelajaran mendalam, para guru PAUD diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

  • LLDIKTI Wilayah V Sampaikan Pemutakhiran Nama Program Studi Sesuai Keputusan Dirjen Dikti Nomor 96/B/KPT/2025

    LLDIKTI Wilayah V Sampaikan Pemutakhiran Nama Program Studi Sesuai Keputusan Dirjen Dikti Nomor 96/B/KPT/2025

    alam upaya memperbarui dan menyesuaikan nomenklatur program studi dengan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta menyampaikan informasi penting kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah kerjanya.

    Melalui surat resmi, LLDIKTI Wilayah V memberitahukan bahwa telah diterbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 96/B/KPT/2025 tentang Nama Program Studi pada Jenis Pendidikan Akademik dan Pendidikan Profesi. Keputusan terbaru ini merupakan pemutakhiran dari Keputusan Dirjen Diktiristek Nomor 163/E/KPT/2022 yang sebelumnya menjadi acuan dalam penetapan nama-nama program studi.

    Dalam surat tersebut, LLDIKTI Wilayah V mengimbau agar setiap perguruan tinggi menyebarluaskan informasi ini kepada satuan kerja terkait serta menjadikan keputusan tersebut sebagai acuan resmi dalam pelaksanaan administrasi akademik dan pengelolaan program studi di lingkungan masing-masing.

    Salinan resmi Keputusan Dirjen Dikti Nomor 96/B/KPT/2025 dapat diunduh melalui tautan yang disediakan dalam surat pemberitahuan, atau melalui laman resmi LLDIKTI Wilayah V.

    Dengan adanya pembaruan ini, diharapkan pengelolaan program studi di seluruh perguruan tinggi semakin selaras dengan standar nasional serta mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

    Berikut informasi selengkapnya silahkan di Unduh

  • Segara Kidul dalam Sorotan Akademik: Menyelami Dilema Kultural antara Sejarah dan Ekonomi

    Segara Kidul dalam Sorotan Akademik: Menyelami Dilema Kultural antara Sejarah dan Ekonomi

    Yogyakarta — Program Studi Manajemen Universitas PGRI Yogyakarta menggelar seminar bertajuk “Dilema Kultural: Segara Kidul dalam Perspektif Sejarah dan Ekonomi” sebagai ruang akademik untuk mengkaji hubungan erat antara budaya, sejarah, dan potensi ekonomi berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini menjadi ajang refleksi sekaligus dialog terbuka mengenai bagaimana nilai-nilai tradisional dapat bersinergi dengan kebutuhan pembangunan masa kini.

    Seminar menghadirkan dua narasumber utama dari bidang yang berbeda namun saling melengkapi. Dari perspektif ekonomi dan kelautan, hadir Pramadiansyah, S.Kel., M.Sc., Kepala Bidang P2HP Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul. Ia memaparkan potensi besar Segara Kidul dalam sektor ekonomi perikanan, pengelolaan sumber daya laut, hingga peluang pengembangan pariwisata bahari yang berkelanjutan. Menurutnya, pendekatan ekonomi yang berakar pada kearifan lokal menjadi kunci menjaga keseimbangan antara eksploitasi dan pelestarian alam.

    Sementara itu, dari sisi sejarah dan budaya, Dr. Iqbal Birsyada, M.Pd., dosen Prodi Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta, mengupas jejak historis dan makna kultural Segara Kidul dalam tradisi masyarakat Jawa. Ia menyoroti dilema yang muncul ketika nilai-nilai spiritual dan kultural bertemu dengan arus modernisasi serta tuntutan ekonomi masyarakat pesisir. “Segara Kidul bukan sekadar mitos, melainkan refleksi identitas dan cara pandang manusia Jawa terhadap alam dan kehidupan,” ungkapnya.

    Melalui seminar ini, mahasiswa dan peserta diajak memahami bahwa budaya, sejarah, dan ekonomi merupakan tiga pilar yang saling terkait dan tak dapat dipisahkan. Segara Kidul dipandang bukan hanya sebagai narasi mitologis, tetapi juga sebagai ruang hidup yang menyimpan potensi pembangunan sekaligus nilai-nilai kearifan yang perlu dijaga kelestariannya.

    Kegiatan ini diharapkan mampu memperkaya wawasan akademik, menumbuhkan kepedulian terhadap budaya lokal, serta membuka ruang dialog lintas disiplin bagi pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan agar laut selatan tak hanya dikenang dalam mitos, tetapi juga dihargai sebagai sumber kehidupan dan pengetahuan.

  • HMP Pendidikan Sejarah UPY Gelar Musyawarah Anggota, Tetapkan Arah Organisasi Periode 2025/2026

    HMP Pendidikan Sejarah UPY Gelar Musyawarah Anggota, Tetapkan Arah Organisasi Periode 2025/2026

    Himpunan Mahasiswa Program (HMP) Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar Musyawarah Anggota (Musang) sebagai forum tertinggi organisasi untuk membahas dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Garis-Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) periode 2025/2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang AVA Program Studi Pendidikan Sejarah dan dihadiri oleh seluruh anggota HMP.

    Musyawarah ini menjadi momen penting bagi HMP Pendidikan Sejarah dalam menentukan arah gerak organisasi untuk satu periode ke depan. Dalam suasana penuh semangat kebersamaan, para anggota aktif berdiskusi dan memberikan pandangan terkait sejumlah poin penting, mulai dari struktur organisasi, hak dan kewajiban anggota, hingga mekanisme kerja organisasi yang tertuang dalam AD/ART.

    Selain pembahasan AD/ART, penyusunan GBHK menjadi fokus utama kegiatan. Para peserta secara partisipatif menyampaikan ide dan gagasan kreatif untuk menyusun program kerja yang relevan dengan visi dan misi HMP Pendidikan Sejarah UPY. Beberapa usulan program yang muncul meliputi pengembangan kompetensi anggota melalui seminar dan workshop, pelestarian sejarah lokal melalui kegiatan penelitian dan dokumentasi, serta penguatan jejaring organisasi dengan pihak internal maupun eksternal kampus.

    Ketua HMP Pendidikan Sejarah UPY periode 2025/2026, Dio Saputra, menegaskan pentingnya Musyawarah Anggota sebagai wadah penyatuan visi dan arah organisasi.

    “Musang ini menjadi dasar bagi kami untuk bekerja secara terstruktur, transparan, dan akuntabel. Semua usulan anggota kami tampung untuk disusun menjadi program kerja yang konkret dan bermanfaat bagi seluruh anggota,” ujarnya.

    Kegiatan Musyawarah Anggota ditutup dengan penetapan AD/ART dan GBHK yang telah disepakati bersama. Dokumen tersebut akan menjadi pedoman utama bagi HMP Pendidikan Sejarah UPY dalam menjalankan roda organisasi selama periode kepengurusan 2025/2026.

    Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, HMP Pendidikan Sejarah UPY berharap dapat terus menjadi wadah pengembangan diri bagi mahasiswa, sekaligus berkontribusi aktif dalam pelestarian dan pengembangan kajian sejarah, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

  • Universitas PGRI Yogyakarta Kukuhkan Prof. Dr. Dra. Salamah, M.Pd. sebagai Guru Besar Bidang Teknologi Pendidikan

    Universitas PGRI Yogyakarta Kukuhkan Prof. Dr. Dra. Salamah, M.Pd. sebagai Guru Besar Bidang Teknologi Pendidikan

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi akademik dengan mengukuhkan Prof. Dr. Dra. Salamah, M.Pd. sebagai Guru Besar dalam bidang Teknologi Pendidikan. Prosesi pengukuhan tersebut berlangsung khidmat di Auditorium UPY, Senin (3/11), dihadiri oleh civitas akademika UPY, beberapa pimpinan universitas se-DIY, serta keluarga besar Prof. Salamah.

    Acara pengukuhan turut dihadiri oleh Ketua Pembina YP UPY Armansyah Prasakti, S.H., S.Pn., M.H., Ketua Yayasan Drs. John Sabari, M.Si., serta Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., beserta jajaran pimpinan universitas. Turut hadir pula para dosen dan keluarga Prof. Salamah yang memberikan dukungan penuh dalam momen bersejarah ini.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih oleh Prof. Salamah. Menurutnya, pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kontribusi besar bagi kemajuan institusi.

    “Pengukuhan ini adalah bukti nyata dedikasi dan kerja keras Prof. Salamah dalam dunia pendidikan. Semoga keilmuannya terus memberi inspirasi dan manfaat luas bagi pengembangan teknologi pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.

    Prof. Dr. Dra. Salamah, M.Pd. dalam pidato ilmiahnya mengungkapkan rasa syukur dan haru atas kepercayaan serta dukungan yang diberikan oleh keluarga besar UPY. Ia menegaskan pentingnya peran teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.

    “Teknologi pendidikan bukan sekadar alat bantu, tetapi jembatan yang menghubungkan manusia dengan ilmu pengetahuan secara lebih bermakna,” ujarnya penuh semangat.

    Acara pengukuhan berlangsung dengan lancar dan penuh makna, ditutup dengan ucapan selamat dari keluarga, rekan sejawat, dan mahasiswa. Momen ini menjadi tonggak penting bagi UPY dalam memperkuat tradisi akademik dan komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang teknologi pendidikan.

  • Rektor UPY Hadiri Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta 2025: Dorong Perguruan Tinggi Jadi Motor Inovasi dan Pemerataan Ekonomi

    Rektor UPY Hadiri Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta 2025: Dorong Perguruan Tinggi Jadi Motor Inovasi dan Pemerataan Ekonomi

    Yogyakarta, 8 Oktober 2025 — Rektor Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menghadiri Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta (SSTY) 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma. Kegiatan ini mengusung tema “Peran Saintis di LLDIKTI Wilayah V untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi.”

    Acara dibuka secara resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., dan dihadiri oleh Dirjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Drs. Suhirman, M.Pd. yang hadir mewakili Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Hadir pula para pimpinan perguruan tinggi, guru besar, dosen bergelar doktor, serta pegawai di lingkungan LLDIKTI Wilayah V.

    Dalam laporan pembukaannya, Prof. Setyabudi Indartono menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyampaikan delapan bidang riset strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah, yaitu Ketahanan Pangan, Kesehatan, Digitalisasi, Manufaktur Canggih, Energi, Hilirisasi, Maritim, dan Pertahanan.

    “Melalui program Leapfrogging, LLDIKTI Wilayah V berupaya menjawab tantangan peningkatan mutu perguruan tinggi swasta di wilayah Yogyakarta,” ujarnya. Sepanjang tahun 2024–2025, lembaga ini telah memfasilitasi 63 akreditasi untuk BAN-PT dan LAM, menghasilkan 41 peningkatan status akreditasi bagi PTS. Selain itu, tercatat 1.900 dosen aktif dalam kegiatan riset dari total 8.100 dosen di wilayah tersebut.

    Prof. Setyabudi juga menegaskan bahwa transformasi PTS di Yogyakarta kini berorientasi pada kolaborasi, bukan lagi kompetisi. “Transformasi PTS di Yogyakarta adalah wajah baru yang tidak lagi berkompetisi, tetapi bertumbuh bersama,” ujarnya.

    Melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Drs. Suhirman, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menekankan bahwa pengetahuan dan teknologi kini menjadi modal utama pembangunan, menggantikan dominasi sumber daya alam.

    “Nilai sejati sains dan teknologi baru terasa bila hasil riset mampu diubah menjadi manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya. Gubernur juga mengajak para ilmuwan dan akademisi untuk memastikan hasil penelitian dapat diimplementasikan sebagai solusi konkret terhadap tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan, termasuk perubahan iklim dan krisis energi.

    Dalam keynote speech, Dirjen Riset dan Pengembangan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menyampaikan apresiasi atas komitmen LLDIKTI Wilayah V dan para akademisi PTS dalam memperkuat budaya riset dan inovasi. Ia menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi pemerintah, industri, dan universitas (Triple Helix) dalam mempercepat hilirisasi hasil riset.

    “Indonesia perlu membangun riset yang tidak berhenti di hulu, tetapi berkelanjutan hingga ke hilir,” tegasnya. Dr. Fauzan juga menjelaskan arah kebijakan riset yang kini disinergikan dengan Asta Cita Presiden dan RPJMN 2025–2029, yang menempatkan sembilan sektor prioritas seperti energi baru terbarukan, semikonduktor, ekonomi digital, hilirisasi industri, dan pendidikan vokasi.

    Pada kesempatan tersebut, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., membacakan Komitmen Riset dan Pengembangan Ilmu Guru Besar dan Doktor PTS LLDIKTI Wilayah V. Dalam naskah komitmen tersebut, para akademisi berjanji untuk memperkuat budaya riset yang berintegritas, membangun kolaborasi lintas kampus dan industri, serta mendorong hasil riset menjadi inovasi nyata bagi pembangunan nasional.

    Kegiatan SSTY juga menghadirkan empat sesi tematik yang membahas isu strategis, yakni:

    1. Ketahanan Pangan dan Kesehatan,
    2. Energi dan Hilirisasi,
    3. Maritim dan Pertahanan, serta
    4. Digitalisasi, AI, Semikonduktor, dan Manufaktur Maju.

    Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah V menegaskan komitmennya untuk menjadikan perguruan tinggi swasta di Yogyakarta sebagai pusat inovasi, kolaborasi, dan motor pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan.

    SSTY 2025 merupakan agenda tahunan yang mempertemukan para saintis, peneliti, dan akademisi di wilayah LLDIKTI V untuk berbagi gagasan dan kolaborasi riset. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung semangat “Kampus Berdampak”, sejalan dengan Asta Cita 2, 4, dan 5 Presiden Republik Indonesia, yaitu mempercepat pembangunan manusia unggul, memperkuat ekonomi berbasis inovasi dan teknologi, serta mewujudkan pemerataan pembangunan nasional yang berkeadilan.

    source: LLDIKTI V

  • UPY Kukuhkan 1.201 Guru Profesional – Teguhkan Komitmen Lahirkan Guru Profesional Berkarakter di Era Digital

    UPY Kukuhkan 1.201 Guru Profesional – Teguhkan Komitmen Lahirkan Guru Profesional Berkarakter di Era Digital

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menggelar Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Profesi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025, Sabtu (25/10), di Auditorium UPY. Acara ini menjadi momentum bersejarah bagi 1.201 lulusan PPG FKIP UPY yang resmi dikukuhkan sebagai Guru Profesional, setelah menempuh proses panjang pembelajaran, ujian kompetensi, dan uji kinerja berbasis profesionalisme guru.

    Hadir dalam acara tersebut Ketua Pembina Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI UPY Armansyah Prasakti, S.H., SPn., M.H., Ketua Yayasan Drs. John Sabari, M.Si., Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., jajaran pimpinan universitas, Dekan dan Wakil Dekan FKIP, dosen, guru pamong, serta tamu kehormatan Drs. Suherman, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) DIY, yang turut memberikan motivasi kepada para guru profesional baru.

    Dalam laporannya, Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si., M.Pd., Koordinator Program Studi PPG FKIP UPY, menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini mengacu pada Peraturan Dirjen GTK Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan PPG. Program PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025 diikuti oleh 1.201 peserta dari 23 provinsi di Indonesia, terdiri atas 349 laki-laki (29%) dan 856 perempuan (71%), dengan seluruh pembiayaan berasal dari Bantuan Pemerintah tanpa pungutan biaya.

    “Dari total peserta, sebanyak 1.201 mahasiswa berhasil menyelesaikan seluruh tahapan ujian, dan 1.201 di antaranya dinyatakan lulus (99,92%) berdasarkan Keputusan Dirjen GTK Nomor 0894/B/GT.00.02/2025. Hari ini mereka resmi dikukuhkan sebagai guru profesional,” ungkap Dr. Dhiniaty dalam sambutannya.

    Lebih lanjut, Dr. Dhiniaty menegaskan bahwa PPG FKIP UPY telah terakreditasi “Baik Sekali” (berlaku 2 Juli 2025 – 3 Juli 2029) sebagai bukti komitmen terhadap mutu dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan profesi guru di tingkat nasional. Ia juga berpesan agar para lulusan siap menghadapi tantangan pendidikan masa kini, termasuk integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran.

    “Kami berharap para guru profesional lulusan UPY mampu menjadi pendidik adaptif yang dapat mengintegrasikan teknologi dan kecerdasan buatan dalam proses belajar-mengajar, sekaligus menjadi teladan berkarakter di tengah perubahan zaman,” ujar Dr. Dhiniaty.

    Senada dengan itu, Drs. Suherman, M.Pd. dalam sesi motivasi menekankan pentingnya peran guru profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Menurutnya, guru masa depan tidak hanya dituntut menguasai pedagogi, tetapi juga mampu menerapkan pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk menjawab kebutuhan peserta didik abad ke-21.

    Di penghujung acara, Dr. Dhiniaty menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan program, mulai dari yayasan, pimpinan universitas, dosen, guru pamong, admin PPG, hingga keluarga mahasiswa.

    Dengan dikukuhkannya 1.201 guru profesional, UPY meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang konsisten melahirkan guru unggul, berkarakter Pancasila, dan siap menjawab tantangan pendidikan Indonesia di era digital.

  • Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu – Refleksi Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025

    Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu – Refleksi Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025

    Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati momentum bersejarah yang menjadi tonggak persatuan nasional Sumpah Pemuda. Delapan puluh tujuh tahun lalu, pada 1928, para pemuda dari berbagai daerah, suku, dan latar belakang berkumpul untuk menyatakan tekad yang sama: satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia. Ikrar itu bukan sekadar kata-kata, tetapi sebuah pernyataan kesadaran kolektif bahwa masa depan negeri ini hanya bisa dibangun di atas pondasi persatuan.

    Kini, di tahun 2025, semangat Sumpah Pemuda menemukan relevansinya kembali di tengah arus perubahan global yang begitu cepat. Kemajuan teknologi, disrupsi ekonomi, dan tantangan sosial menuntut generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku perubahan.

    Tema peringatan tahun ini, “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, mengandung pesan mendalam: bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada jumlah penduduknya, melainkan pada sinergi dan aksi nyata para pemuda-pemudi yang bergerak bersama untuk kebaikan bangsa.

    Bergerak berarti tidak diam menghadapi tantangan berani berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi. Bersatu berarti tidak terpecah oleh perbedaan, melainkan menjadikannya sumber kekuatan dan kreativitas. Dalam dunia yang semakin terhubung, pemuda Indonesia ditantang untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan tanpa kehilangan jati diri.

    Sejarah membuktikan bahwa setiap perubahan besar selalu dimulai dari gerakan kaum muda. Dari lahirnya Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, hingga era reformasi peran generasi muda tidak pernah absen. Kini, bentuk perjuangan mungkin telah bergeser: dari medan perang ke ruang digital, dari senjata ke ide dan inovasi.

    Pemuda masa kini bergerak melalui teknologi, pendidikan, kewirausahaan sosial, dan kepedulian lingkungan. Mereka menciptakan solusi untuk permasalahan bangsa, dari desa hingga kota, dari Sabang sampai Merauke. Semangat kolaboratif dan kepedulian sosial menjadi wujud nyata dari makna “Indonesia Bersatu”.

    Momentum Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan ajakan untuk introspeksi dan aksi nyata. Dalam dunia yang sering kali dilanda disinformasi dan perpecahan, pemuda harus menjadi penjernih dan penyejuk. Mereka perlu mengedepankan dialog, empati, dan kolaborasi lintas generasi serta lintas budaya.

    Persatuan Indonesia bukan tujuan akhir, melainkan proses yang terus diperjuangkan setiap hari melalui kejujuran dalam bekerja, semangat gotong royong, serta komitmen untuk menebarkan kebaikan.

    Sumpah Pemuda 2025 mengingatkan kita bahwa Indonesia berdiri karena keberanian pemudanya untuk bersatu dan bergerak. Kini, tugas kita melanjutkan semangat itu: membangun bangsa dengan hati, dengan karya, dan dengan rasa saling percaya. Mari jadikan hari ini bukan hanya peringatan, tetapi gerakan bersama menuju Indonesia yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya.