Keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026.
Pergantian tahun ini menjadi momentum untuk merefleksikan capaian, memperkuat komitmen, serta meneguhkan langkah dalam mewujudkan Universitas PGRI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Dengan semangat kebersamaan, inovasi, dan integritas, semoga tahun 2026 membawa harapan baru, kemajuan yang berkelanjutan, serta kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.
Mari kita songsong tahun 2026 dengan optimisme, kerja keras, dan dedikasi untuk masa depan yang lebih baik.
Malam tahun baru selalu punya cerita. Chat grup mulai ramai, teman ngajak kumpul, ada yang bakar-bakar, nonton kembang api, bahkan pesan dari gebetan tiba-tiba muncul. Tapi di saat yang sama, mahasiswa terutama mahasiswa baru juga dihadapkan pada satu kenyataan: ujian semester sudah semakin dekat.
Lalu muncul pertanyaan klasik: ikut seru-seruan atau fokus belajar?
Mahasiswa Baru dan Tantangan Akhir Semester
Buat mahasiswa baru, ujian semester pertama sering terasa menegangkan. Materi kuliah lebih padat, sistem belajar berbeda dengan SMA, dan tuntutan mandiri lebih besar. Ditambah suasana akhir tahun yang penuh distraksi, wajar kalau fokus mulai terpecah.
Faktanya, banyak mahasiswa merasa kewalahan bukan karena materinya sulit, tapi karena waktu belajar tidak diatur sejak awal.
Santai Boleh, Lupa Tanggung Jawab Jangan
Belajar terus tanpa jeda juga bukan solusi. Justru, penelitian pendidikan menunjukkan bahwa istirahat dan interaksi sosial yang sehat bisa membantu otak lebih rileks dan siap menerima materi.
Artinya, merayakan malam tahun baru tidak sepenuhnya salah, asalkan tetap tahu batas. Misalnya:
Menyelesaikan rangkuman materi sebelum malam tahun baru
Tetap membatasi waktu nongkrong atau kumpul
Tidak mengorbankan waktu tidur
Dengan begitu, mahasiswa bisa tetap menikmati momen tanpa rasa panik keesokan harinya.
Gebetan, Teman, dan Masa Depan
Ngobrol bareng teman atau gebetan memang menyenangkan. Tapi penting juga untuk ingat: ujian semester adalah tanggung jawab pribadi. Tidak semua keputusan harus mengikuti suasana atau tekanan lingkungan.
Belajar satu atau dua jam sebelum bersantai bisa jadi langkah kecil yang berdampak besar saat hari ujian tiba.
Tips Simpel Biar Tetap Aman
Supaya tetap seimbang, mahasiswa baru bisa mencoba:
Cicil belajar jauh hari, jangan tunggu mepet
Tentukan batas waktu main, tahu kapan harus berhenti
Manfaatkan waktu pagi untuk review ringan
Jaga kondisi tubuh, karena capek berlebihan bikin susah fokus
Langkah-langkah sederhana ini sering kali lebih efektif daripada belajar maraton semalaman.
Belajar Bertanggung Jawab Itu Keren
Menjadi mahasiswa bukan berarti harus selalu serius, tapi juga bukan berarti bebas tanpa arah. Malam tahun baru bisa jadi momen refleksi: sudah sejauh mana kita mengatur waktu dan tanggung jawab?
Universitas PGRI Yogyakarta mengajak mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, untuk belajar mengambil keputusan yang seimbang—menikmati masa muda, tapi tetap menyiapkan masa depan.
Seru-seruan boleh, nilai aman juga penting. Kuncinya ada di diri sendiri.
Ujian semester merupakan salah satu fase penting dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Selain menjadi tolok ukur capaian akademik, ujian juga melatih mahasiswa dalam mengelola waktu, tekanan, serta tanggung jawab belajar secara mandiri. Berdasarkan berbagai studi pendidikan tinggi dan praktik pembelajaran terkini, keberhasilan menghadapi ujian tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh strategi belajar, kesiapan mental, dan kondisi fisik yang seimbang.
Berikut sejumlah tips dan trik efektif yang dapat diterapkan mahasiswa dalam menghadapi ujian semester.
1. Susun Perencanaan Belajar Sejak Dini
Manajemen waktu menjadi faktor kunci keberhasilan akademik mahasiswa. Penelitian dalam bidang pendidikan menunjukkan bahwa mahasiswa yang menyusun jadwal belajar terstruktur cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah dan hasil ujian yang lebih baik. Mulailah dengan memetakan jadwal ujian, menentukan prioritas mata kuliah, serta membagi waktu belajar secara realistis setiap hari.
Hindari kebiasaan belajar sistem kebut semalam (SKS), karena terbukti kurang efektif dalam meningkatkan pemahaman jangka panjang.
2. Terapkan Teknik Belajar Aktif
Belajar aktif lebih efektif dibandingkan sekadar membaca ulang materi. Beberapa teknik yang direkomendasikan dalam pembelajaran modern antara lain:
Active recall, yaitu menguji diri sendiri dengan latihan soal atau pertanyaan.
Spaced repetition, mengulang materi secara berkala dalam interval waktu tertentu.
Diskusi kelompok kecil, untuk memperkuat pemahaman konsep dan sudut pandang.
Metode ini terbukti meningkatkan daya ingat dan pemahaman konseptual mahasiswa.
3. Manfaatkan Sumber Belajar Digital Secara Bijak
Saat ini mahasiswa memiliki akses luas terhadap sumber belajar digital, seperti e-learning kampus, jurnal ilmiah, video pembelajaran, dan platform diskusi akademik. Gunakan sumber resmi dan kredibel untuk memperdalam materi, namun tetap selektif agar tidak terdistraksi oleh informasi yang tidak relevan.
Optimalisasi Learning Management System (LMS) kampus juga penting, terutama untuk mengakses materi dosen, forum diskusi, dan pengumuman akademik.
4. Jaga Kesehatan Fisik dan Pola Tidur
Data kesehatan mahasiswa menunjukkan bahwa kurang tidur dan kelelahan berdampak langsung pada penurunan konsentrasi dan kemampuan berpikir kritis. Pastikan tidur cukup (6–8 jam per malam), konsumsi makanan bergizi, dan tetap menjaga hidrasi.
Olahraga ringan dan peregangan juga dapat membantu mengurangi ketegangan tubuh akibat aktivitas belajar yang padat.
5. Kelola Stres dan Jaga Kesehatan Mental
Tekanan menjelang ujian merupakan hal yang wajar, namun perlu dikelola dengan baik. Teknik relaksasi sederhana seperti pernapasan dalam, jeda istirahat teratur, serta menjaga komunikasi dengan teman dan keluarga dapat membantu menjaga kestabilan emosi.
Jika merasa kewalahan, mahasiswa dianjurkan untuk memanfaatkan layanan konseling atau pendampingan akademik yang disediakan kampus.
6. Persiapkan Teknis Ujian dengan Matang
Selain penguasaan materi, kesiapan teknis juga tidak kalah penting. Pastikan mengetahui jadwal, format ujian (luring atau daring), ketentuan akademik, serta kelengkapan administrasi. Untuk ujian daring, periksa perangkat, koneksi internet, dan akun akademik lebih awal guna menghindari kendala teknis.
7. Bangun Sikap Percaya Diri dan Integritas Akademik
Percaya pada proses belajar yang telah dijalani akan membantu mahasiswa tampil lebih tenang saat ujian. Junjung tinggi integritas akademik dengan menghindari segala bentuk kecurangan. Selain melanggar etika, praktik tidak jujur terbukti merugikan perkembangan kompetensi mahasiswa dalam jangka panjang.
Menghadapi ujian semester bukan sekadar tentang nilai, tetapi juga tentang membangun kebiasaan belajar yang sehat, disiplin, dan berkelanjutan. Dengan perencanaan yang matang, strategi belajar yang tepat, serta keseimbangan antara akademik dan kesehatan, mahasiswa dapat menghadapi ujian dengan lebih percaya diri dan optimal.
Universitas mendorong seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, menjaga semangat belajar, dan menjadikan setiap ujian sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kompetensi menuju lulusan yang unggul dan berdaya saing.
Selamat menghadapi Ujian Semester untuk teman-teman mahasiswa, semoga lancar dan sukses!
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan pada ajang Anugerah Leapfrogging 2025 yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah V. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Peningkatan Mutu Program Studi serta Pengelolaan Jabatan Fungsional Dosen Klaster Unggul.
Anugerah Leapfrogging 2025 merupakan bagian dari Evaluasi Pelaksanaan Program Leapfrogging Tahun 2025, sebuah agenda strategis yang bertujuan mengakselerasi peningkatan mutu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 2 Desember 2025, bertempat di The Malioboro Hotel & Conference Center, dan dihadiri oleh Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek, pimpinan PTS, organisasi asosiasi PTS, unit penjaminan mutu, unit kerja sama, Satgas PPKPT, serta jajaran LLDIKTI Wilayah V.
Dalam sambutannya, Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., menegaskan bahwa Program Leapfrogging merupakan model kolaborasi yang efektif dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
“Cooperation dan competition harus menjadi nature yang membawa kemajuan bersama. Program Leapfrogging yang diinisiasi LLDIKTI Wilayah V adalah best practice nasional, karena mendorong PTS untuk berlomba dalam kebaikan sekaligus saling menguatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antarpelaku pendidikan tinggi menjadi kunci dalam meningkatkan kompetensi bangsa dan memperkuat ketahanan ekosistem pendidikan tinggi Indonesia.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., dalam laporan capaian program menyampaikan perkembangan signifikan selama satu tahun pelaksanaan Leapfrogging. Hingga akhir 2025, sebanyak 99 PTS telah menandatangani komitmen bersama, menghasilkan 192 Memorandum of Agreement (MoA) dan 204 Implementation Agreement (IA). Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti sharing dosen, pemanfaatan laboratorium bersama, publikasi dan riset kolaboratif, serta penyelenggaraan seminar dan konferensi lintas kampus.
Selain itu, jumlah program studi berakreditasi Unggul di wilayah DIY meningkat menjadi 216 prodi, meskipun jumlah total program studi juga bertambah signifikan menjadi 960 prodi akibat pembukaan program studi baru oleh banyak PTS.
Prof. Setyabudi menekankan bahwa PTS di DIY kini bergerak dalam ekosistem yang lebih setara dan terbuka. “Dengan resource-sharing melalui Destarata, seluruh PTS memiliki akses setara terhadap pakar, laboratorium, dan fasilitas pembelajaran. Tidak ada lagi PTS yang berjalan sendiri. Kita maju sebagai ‘Dulur Lima’, maju bersama, bukan saling mengalahkan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan target nasional LLDIKTI Wilayah V untuk mencapai 51,15% program studi berakreditasi Unggul pada 2028, sesuai komitmen bersama pimpinan PTS.
Kontribusi PTS juga semakin nyata melalui percepatan akreditasi program studi, peningkatan kinerja dosen, serta kolaborasi riset berbasis kebutuhan daerah. Kemitraan penelitian dengan lima pemerintah daerah di DIY telah menghasilkan lebih dari 300 ide riset di Kulon Progo, 147 ide riset di Sleman, dan 32 ide riset di Kota Yogyakarta, yang kemudian diformulasikan menjadi lebih dari 100 proposal penelitian. Pendekatan ini memperkuat peran PTS sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam penyelesaian persoalan publik dan hilirisasi riset.
Menanggapi capaian tersebut, Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas penghargaan yang diraih UPY.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika UPY yang terus berkomitmen membangun budaya mutu berkelanjutan. Program Leapfrogging mendorong kami untuk tidak hanya berkompetisi, tetapi juga berkolaborasi secara strategis demi peningkatan kualitas program studi dan profesionalisme dosen,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa UPY akan terus memperkuat tata kelola akademik, pengembangan SDM dosen, serta jejaring kerja sama untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Anugerah Leapfrogging 2025 sendiri diberikan dalam 11 kategori, antara lain peningkatan mutu program studi, pengelolaan jabatan fungsional dosen, tata kelola PPKPT, serta kerja sama joint resources. Penghargaan ini diberikan kepada PTS yang menunjukkan progres signifikan sepanjang tahun berdasarkan indikator akreditasi, kinerja dosen, dan implementasi kolaborasi antarp perguruan tinggi.
Acara ini sekaligus menegaskan posisi LLDIKTI Wilayah V sebagai wilayah yang progresif dan adaptif dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi. Program Leapfrogging dinilai sebagai model nasional yang tidak hanya berfokus pada percepatan akreditasi, tetapi juga pada pembangunan budaya mutu berkelanjutan, peningkatan kapasitas dosen, perluasan akses kolaborasi lintas kampus, serta penguatan riset berbasis kebutuhan daerah.
Menutup rangkaian acara, Prof. Najib menyampaikan apresiasi atas komitmen PTS di DIY. “Acara ini menjadi momentum transformasional bagi seluruh PTS untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas secara kolektif. LLDIKTI Wilayah V telah menjadi role model bagi wilayah lain,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi, komitmen bersama, dan keberanian melakukan lompatan mutu, LLDIKTI Wilayah V bersama seluruh PTS di DIY, termasuk Universitas PGRI Yogyakarta, terus membuktikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tinggi merupakan gerakan bersama menuju masa depan pendidikan tinggi yang unggul, relevan, dan berdampak bagi masyarakat.
Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan Selamat Merayakan Hari Natal 2025 bagi seluruh sivitas akademika dan masyarakat yang merayakan.
Kiranya damai Natal membawa harapan baru, kasih yang menumbuhkan, serta semangat kebersamaan untuk terus melangkah maju. Semoga nilai-nilai ketulusan, kepedulian, dan persaudaraan semakin menguatkan komitmen kita dalam membangun pendidikan yang unggul, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat.
Dengan sukacita Natal, mari kita terus berkarya, berkolaborasi, dan menebarkan kebaikan bagi sesama.
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Dendi Aam Priyatna, S.M., alumni Program Studi Manajemen, berhasil meraih gelar 2nd Runner-up Putra Duta Lingkungan Indonesia 2025, sebuah ajang nasional yang berfokus pada kepemimpinan generasi muda dalam isu pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Ajang Putra Duta Lingkungan Indonesia 2025 diikuti oleh perwakilan terbaik dari berbagai daerah di Indonesia yang telah melalui rangkaian seleksi ketat, meliputi penilaian wawasan lingkungan, kepemimpinan, komunikasi publik, serta gagasan inovatif dalam menjawab tantangan lingkungan hidup. Keberhasilan Dendi Aam Priyatna menembus jajaran finalis hingga meraih posisi 2nd Runner-up menjadi bukti kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan UPY.
Dalam kompetisi tersebut, Dendi tampil konsisten dengan gagasan dan kampanye lingkungan yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan ekosistem, pengelolaan sampah berkelanjutan, serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.
Prestasi ini juga mencerminkan keberhasilan pendidikan tinggi dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Latar belakang pendidikan Manajemen yang ditempuh Dendi di UPY menjadi modal penting dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan, pengelolaan program, serta komunikasi strategis yang dibutuhkan dalam ajang berskala nasional tersebut.
Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh Dendi Aam Priyatna. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni UPY lainnya untuk terus berprestasi, berkontribusi positif bagi masyarakat, serta mengambil peran aktif dalam menjawab isu-isu strategis, khususnya di bidang lingkungan hidup.
Keberhasilan Dendi sekaligus menegaskan komitmen UPY dalam mendukung pengembangan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial mahasiswa dan alumni, sejalan dengan visi universitas untuk menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berdampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mencatatkan prestasi akademik membanggakan. Dr. M. Iskandar Dzulkurnain, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPY, berhasil meraih Program Bantuan Publikasi pada Jurnal Bereputasi Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Program bantuan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas publikasi ilmiah dosen pada jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Capaian tersebut menjadi pengakuan atas kualitas riset serta kontribusi akademik yang dihasilkan oleh dosen UPY.
Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih.
“Prestasi ini menunjukkan komitmen dosen UPY dalam mengembangkan riset yang berkualitas dan berdaya saing. Universitas akan terus mendorong dan mendukung dosen untuk aktif meneliti dan mempublikasikan karya ilmiahnya sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Prof. Paiman.
Lebih lanjut, capaian ini sejalan dengan visi UPY dalam memperkuat budaya akademik, riset, dan publikasi ilmiah sebagai pilar utama perguruan tinggi.
Universitas PGRI Yogyakarta berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan berprestasi, serta meningkatkan reputasi UPY di tingkat nasional dan internasional.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menerima kunjungan Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung dalam rangka kegiatan benchmarking dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang diselenggarakan pada Selasa, 9 Desember 2025, pukul 09.30–12.00 WIB, bertempat di Ruang Sidang Rektorat, Lantai 2, Kampus 1 UPY.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas PGRI Yogyakarta, antara lain Ketua Pembina YP UPY Armansyah Prasakti, S.H., Sp.N., M.H., Ketua Pengurus YP UPY Drs. John Sabari, M.Si., Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Wakil Rektor III Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., para dekan fakultas, serta pengelola kerja sama UPY.
Sementara itu, delegasi Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung dipimpin oleh Drs. H. Djoko Edi Yuwono, M.M., selaku Sekretaris YPLP PT PGRI Tulungagung, bersama Rektor Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung Dr. Imam Sujono, S.Pd., M.M., beserta jajaran pimpinan universitas.
Kegiatan benchmarking ini bertujuan untuk mempelajari praktik-praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan akademik, kemahasiswaan, dan tata kelola universitas, sekaligus membandingkan standar mutu di kedua institusi guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Diskusi juga diarahkan pada pengembangan program studi, kurikulum, inovasi pembelajaran, serta strategi peningkatan kinerja di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan manajemen institusi.
Dalam sambutannya, Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi PGRI.
“Benchmarking dan penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk saling belajar dan berbagi praktik terbaik antarperguruan tinggi. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi dapat diwujudkan dalam program nyata yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof. Paiman.
Sebagai tindak lanjut, kedua universitas sepakat memperkuat hubungan kelembagaan melalui penandatanganan MoU dan MoA yang mencakup kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini juga membuka peluang joint research, visiting lecturer, seminar, workshop, serta mobilitas mahasiswa seperti pertukaran pelajar dan program magang.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan kondusif, ditandai dengan diskusi yang konstruktif dan komitmen bersama untuk memajukan institusi masing-masing melalui berbagai peluang kolaborasi strategis.
Melalui kerja sama ini, Universitas PGRI Yogyakarta dan Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung berharap dapat meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, memperluas jejaring institusional, serta memperkuat daya saing perguruan tinggi PGRI di tingkat nasional.
PENGUMUMAN PENERIMAAN CALON PEGAWAI UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA (UPY) TAHUN 2026 TAHAP 1
Dengan ini, kami menginformasikan bahwa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) membuka Penerimaan Calon Pegawai untuk Tahun 2026 Tahap 1. Proses seleksi ini bertujuan untuk mengisi posisi-posisi yang tersedia di berbagai bidang untuk mendukung pengembangan dan kemajuan institusi.
Berikut informasi selengkapnya silahkan di unduh dibawah
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Salah satu dosennya, Dery Tria Agustin, M.Pd., Ph.D., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, berhasil meraih Insentif Artikel Berkualitas pada Jurnal Internasional Bereputasi Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Capaian tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap kontribusi akademisi dalam menghasilkan publikasi ilmiah bermutu yang diakui secara internasional. Insentif ini diberikan kepada dosen yang dinilai konsisten dalam mengembangkan riset dan mempublikasikannya pada jurnal internasional bereputasi.
Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih. Menurutnya, keberhasilan ini mencerminkan komitmen UPY dalam mendorong budaya riset, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, serta peran aktif dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.
“Prestasi ini tidak hanya membanggakan institusi, tetapi juga menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas riset dan publikasi,” ujar Prof. Paiman.
Universitas PGRI Yogyakarta berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, serta berprestasi, sejalan dengan visi UPY sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.