Penulis: Humas UPY

  • UPY Jalin Kerja Sama dengan Universitas PGRI Banyuwangi, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Implementasi Prodi

    UPY Jalin Kerja Sama dengan Universitas PGRI Banyuwangi, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Implementasi Prodi

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menerima kunjungan resmi dari Universitas PGRI Banyuwangi dalam rangka penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Selasa (6/1/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Kampus 1 UPY ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi.

    Rombongan UPY dipimpin langsung oleh Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., didampingi Ketua Pengurus Yayasan Pembina UPY Drs. Johanes Sabari, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Septian Aji Permana, S.Pd., M.Pd., jajaran dekan, pimpinan fakultas, serta pengelola kerja sama dan program studi terkait. Sementara itu, delegasi Universitas PGRI Banyuwangi dipimpin oleh Rektor Dr. H. Sadi, M.M., bersama para wakil rektor, dekan, ketua program studi, serta pengelola humas dan kemahasiswaan.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. menyampaikan bahwa kerja sama antarperguruan tinggi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

    “Kolaborasi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam implementasi nyata, baik di bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan mahasiswa,” tegasnya.

    Senada dengan itu, Rektor Universitas PGRI Banyuwangi Dr. H. Sadi, M.M. menyambut baik kerja sama tersebut sebagai upaya saling belajar dan berbagi praktik baik antar institusi PGRI. Ia berharap MoU ini dapat membuka ruang kolaborasi berkelanjutan yang berdampak langsung bagi sivitas akademika kedua universitas.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi intensif mengenai peluang pengembangan institusi, termasuk implementasi kerja sama antara Fakultas Sains dan Teknologi UPY dengan Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas PGRI Banyuwangi. Diskusi ini membahas potensi kolaborasi dalam bidang kurikulum, penelitian bersama, kegiatan kemahasiswaan, serta peningkatan mutu akademik.

    Melalui penandatanganan MoU ini, Universitas PGRI Yogyakarta dan Universitas PGRI Banyuwangi berkomitmen untuk memperkuat sinergi kelembagaan dan menghadirkan program-program kolaboratif yang relevan, adaptif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

  • UPY Gelar Sosialisasi Kebijakan PPKPT 2025, Perkuat Komitmen Kampus Aman dan Bebas Kekerasan

    UPY Gelar Sosialisasi Kebijakan PPKPT 2025, Perkuat Komitmen Kampus Aman dan Bebas Kekerasan

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta DPR RI Komisi X menyelenggarakan Sosialisasi Kebijakan Undang-Undang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) Tahun 2025, pada 18–19 Desember 2025.

    Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan Universitas PGRI Yogyakarta sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan pemahaman serta kesadaran sivitas akademika terhadap regulasi PPKPT. Sosialisasi ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

    Acara berlangsung secara tertib dan partisipatif. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari DPR RI Komisi X, MY Esti Wijayati serta Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta.

    Dalam sambutannya, Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menegaskan bahwa implementasi kebijakan PPKPT merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika.

    “Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang aman dan bermartabat bagi seluruh warganya. Pencegahan dan penanganan kekerasan tidak bisa hanya mengandalkan regulasi, tetapi membutuhkan kesadaran, kepedulian, dan keberanian seluruh sivitas akademika untuk bertindak,” tegas Prof. Paiman.

    Sementara itu pemaparan materi oleh narasumber dari DPR RI Komisi X, MY Esti Wijayati, yang menjelaskan landasan hukum PPKPT, berbagai bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, serta mekanisme pencegahan dan penanganan yang harus dilakukan oleh institusi pendidikan tinggi.

    Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya peran aktif seluruh unsur perguruan tinggi baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan kebijakan PPKPT secara konsisten dan berkelanjutan. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif, menunjukkan antusiasme peserta dalam memahami kebijakan serta penerapannya di lingkungan kampus.

    Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui pemahaman regulasi yang komprehensif, diharapkan seluruh sivitas akademika mampu mengenali, mencegah, serta melaporkan setiap bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi.

    Secara umum, kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Sosialisasi PPKPT 2025 ini diharapkan menjadi penguatan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mewujudkan kampus yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, serta perlindungan terhadap seluruh warganya.

  • Mahasiswa BK UPY Gelar Praktikum Konseling Traumatik Berbasis Kasus Nyata Sekolah

    Mahasiswa BK UPY Gelar Praktikum Konseling Traumatik Berbasis Kasus Nyata Sekolah

    Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksanakan kegiatan praktikum konseling traumatik dengan menggunakan permasalahan riil yang diperoleh dari sekolah mitra. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Konseling Traumatik yang diampu oleh Dr. Eko Perianto, S.Pd., M.Si.

    Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mempraktikkan konseling traumatik dengan mengangkat kasus-kasus nyata yang dialami peserta didik di sekolah. Permasalahan tersebut diperoleh melalui kerja sama antara program studi dengan sekolah mitra, sehingga mahasiswa dapat memahami secara langsung dinamika psikologis dan sosial di lingkungan pendidikan.

    Praktikum ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan profesional dalam menangani kasus trauma. Mahasiswa dilatih melalui tahapan asesmen, perencanaan layanan, hingga penerapan teknik konseling yang sesuai dengan kondisi klien. Seluruh proses dilakukan di Laboratorium Bimbingan dan Konseling UPY di bawah supervisi langsung dosen pengampu.

    Dr. Eko Perianto menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pendekatan konseling traumatik secara tepat. “Mahasiswa perlu dibiasakan melihat kasus nyata agar memiliki sensitivitas, empati, dan keterampilan praktis saat terjun ke dunia kerja nantinya,” ujarnya.

    Melalui praktikum ini, mahasiswa memperoleh pengalaman yang mendekati kondisi lapangan sehingga diharapkan semakin siap menjadi konselor profesional. Program Studi BK UPY terus berkomitmen memperkuat kompetensi calon lulusan, khususnya dalam penanganan permasalahan psikologis peserta didik yang berkaitan dengan trauma di lingkungan sekolah.

  • Pengumuman Hasil Tes Microteaching/Kompetensi dan Jadwal Wawancara Capeg 2026

    Pengumuman Hasil Tes Microteaching/Kompetensi dan Jadwal Wawancara Capeg 2026

    Berdasarkan surat Pengumuan Nomor C. 048/UPY/ I/2026, berikut kami sampaikan hasil seleksi Microteaching/Ujian Kompetensi dan jadwal wanwancara calon pegawai Universitas PGRI Yogyakarta. Daftar peserta yang lolos ke tahap wawancara dapat dilihat pada lampiran di bawah ini.

    [Lampiran Pengumuman Hasil Micro Teaching dan Jadwal Wawancara]

    Selamat kepada peserta yang lolos, dan terima kasih kepada semua peserta atas partisipasinya.

  • Prodi Akuntansi UPY Gelar Talkshow dan Expo Kewirausahaan, Dorong Lahirmya Wirausahawan Muda

    Prodi Akuntansi UPY Gelar Talkshow dan Expo Kewirausahaan, Dorong Lahirmya Wirausahawan Muda

    Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyelenggarakan kegiatan Talkshow dan Expo Kewirausahaan sebagai upaya mendorong penguatan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kreativitas, inovasi, serta kemampuan mengelola usaha yang berorientasi pada keberlanjutan.

    Talkshow kewirausahaan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi yang berbagi pengalaman sekaligus wawasan mengenai tantangan dan peluang berwirausaha, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan akuntansi bisnis. Melalui forum ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keuangan, pencatatan akuntansi, pengelolaan arus kas, serta pengambilan keputusan yang tepat dalam menjalankan usaha.

    Pada kesempatan tersebut, talkshow juga menghadirkan Owner Takoyaki Peko-Peko Indonesia sebagai narasumber yang memaparkan perjalanan bisnis, strategi pemasaran, dan kiat bertahan di tengah persaingan usaha kuliner. Kehadiran pelaku usaha langsung memberi inspirasi bagi mahasiswa untuk berani memulai bisnis sejak dini.

    Sementara itu, Expo Kewirausahaan menjadi ajang bagi mahasiswa Akuntansi UPY untuk menampilkan produk dan ide bisnis yang telah mereka kembangkan. Berbagai produk kreatif dan inovatif dipamerkan sebagai bentuk penerapan nyata pembelajaran kewirausahaan dan akuntansi. Dalam rangkaian kegiatan ini, mahasiswa semester 5 diwajibkan membuat produk maupun jasa inovatif yang siap dipresentasikan kepada pengunjung expo.

    Melalui penyelenggaraan Talkshow dan Expo Kewirausahaan, Program Studi Akuntansi UPY berharap dapat menumbuhkan karakter mahasiswa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Lulusan diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki keberanian menjadi wirausahawan muda yang profesional dan beretika.

  • LPPM UPY Gelar Coaching Clinic Penyusunan Proposal Penelitian DPPM 2026

    LPPM UPY Gelar Coaching Clinic Penyusunan Proposal Penelitian DPPM 2026

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Yogyakarta menggelar Coaching Clinic Proposal Penelitian DPPM 2026 pada 1 Desember 2025 bertempat di Ruang Multimedia UPY. Kegiatan ini diikuti dosen dari berbagai program studi dan difokuskan pada penguatan kemampuan menyusun proposal penelitian yang siap bersaing dan berpeluang tinggi memperoleh pendanaan.

    Dalam kegiatan ini, para narasumber memberikan pendampingan langsung mulai dari penyusunan ide penelitian, perumusan masalah, metodologi, hingga strategi meningkatkan kualitas proposal. Peserta juga mendapatkan kesempatan melakukan consulting dan review proposal secara mendalam sehingga pulang membawa banyak masukan untuk penyempurnaan penelitian yang sedang dirancang.

    Ketua LPPM UPY, Prof. Dr. Setyo Eko Atmojo, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang aktif mengikuti kegiatan ini.

    “Kami ingin mendorong semakin banyak proposal penelitian dari UPY yang berkualitas, tembus pendanaan, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Coaching clinic ini menjadi bentuk komitmen UPY dalam memperkuat budaya riset di kalangan dosen,” ujar Prof. Setyo.

    Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para dosen terlihat antusias berdiskusi, bertanya, serta bertukar pengalaman mengenai strategi penyusunan proposal yang efektif. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga memperkuat jejaring riset lintas program studi di lingkungan UPY.

    Melalui Coaching Clinic Proposal Penelitian DPPM 2026 ini, LPPM UPY berharap lahir lebih banyak karya penelitian yang inovatif, berdampak, dan siap bersaing pada hibah penelitian tingkat nasional maupun internasional. UPY terus berkomitmen mendukung para dosen untuk aktif berkarya, meneliti, dan berbagi manfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.

  • HMP Pendidikan Sejarah UPY Gelar Nobar dan Diskusi Sejarah di Museum Sandi

    HMP Pendidikan Sejarah UPY Gelar Nobar dan Diskusi Sejarah di Museum Sandi

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (HMP Pendidikan Sejarah UPY) menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi sejarah bekerja sama dengan Museum Sandi, Jumat (05/12). Kegiatan yang berlangsung di kompleks Museum Sandi, Yogyakarta, ini diikuti oleh mahasiswa serta komunitas pemerhati sejarah dan menghadirkan rangkaian acara edukatif berbasis literasi kesejarahan.

    Kegiatan diawali dengan tur keliling museum yang dipandu langsung oleh edukator Museum Sandi. Peserta dikenalkan pada berbagai koleksi, arsip, peralatan persandian, serta perkembangan sejarah persandian di Indonesia sejak masa perjuangan kemerdekaan. Melalui penjelasan pemandu, peserta memperoleh pemahaman mengenai peran kriptografi dalam strategi militer, diplomasi, hingga penguatan keamanan negara pada era modern.

    Usai tur museum, peserta mengikuti sesi nonton bareng film bertema sejarah yang berkaitan dengan dunia persandian dan perjuangan bangsa. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama narasumber dari Museum Sandi. Dalam sesi tersebut, peserta dan narasumber membahas relevansi nilai-nilai perjuangan, perkembangan teknologi sandi, serta pentingnya literasi sejarah bagi generasi muda di tengah tantangan era digital.

    Ketua HMP Pendidikan Sejarah UPY, Dio Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran alternatif di luar kelas. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar dari modul dan perkuliahan, tetapi juga dari sumber sejarah langsung. Museum adalah ruang hidup sejarah,” ujarnya.

    Pihak Museum Sandi mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dan menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis dalam mendekatkan museum kepada kalangan muda, khususnya mahasiswa. Mereka berharap program serupa dapat terus berkelanjutan sehingga semakin banyak generasi muda memahami peran persandian dalam perjalanan sejarah bangsa.

    Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan peneguhan komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan kerja sama edukatif antara UPY dan Museum Sandi pada agenda-agenda berikutnya.

  • Mahasiswa Asing Filipina Ikuti Perkuliahan di Prodi BK UPY, Bangun Kolaborasi Akademik Internasional

    Mahasiswa Asing Filipina Ikuti Perkuliahan di Prodi BK UPY, Bangun Kolaborasi Akademik Internasional

    Dua mahasiswa asing peserta SEA Teacher Program gelombang ketiga dari Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina, mengikuti sesi perkuliahan di Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Jumat (21/11/2025). Kedua mahasiswa tersebut, Axl Monique G. dan Crislyn Grace A., mengikuti kelas mata kuliah Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling yang diampu oleh Rizki Erdiantoro, M.Pd.

    Kehadiran mereka disambut hangat oleh mahasiswa BK angkatan 2022. Sesi perkuliahan diawali dengan perkenalan, berbagi minat serta pengalaman belajar di Filipina. Keduanya juga menjelaskan praktik pembelajaran di universitas asal, yang kemudian didiskusikan bersama mahasiswa UPY dalam suasana kelas yang interaktif.

    Untuk mencairkan suasana, Axl dan Crislyn memimpin sesi ice breaking. Kegiatan tersebut disambut antusias mahasiswa dan membuat dinamika kelas semakin hidup. Interaksi yang terbangun menjadi sarana pembelajaran kolaboratif lintas negara.

    Dosen pengampu mata kuliah, Rizki Erdiantoro, M.Pd., memberikan materi mengenai pengembangan media bimbingan dan konseling berbasis data empiris dan teori psikologi. Ia menekankan pentingnya penerapan design thinking agar media mudah digunakan serta relevan dengan kebutuhan pengguna.

    Dalam sesi presentasi, mahasiswa MMSU dan mahasiswa BK UPY saling memaparkan proyek media yang dikembangkan. Pertukaran gagasan ini memperlihatkan perbedaan konteks pendidikan antara Indonesia dan Filipina, sekaligus memperkaya wawasan peserta.

    Program ini diharapkan dapat memperluas pengalaman internasional mahasiswa UPY. Melalui interaksi lintas budaya, mahasiswa didorong memiliki kepekaan global serta mampu mengembangkan media pendidikan yang adaptif di berbagai konteks.

  • Tingkatkan Kualitas PPG, UPY dan UNIGAL Teken Dokumen Implementasi Kerja Sama

    Tingkatkan Kualitas PPG, UPY dan UNIGAL Teken Dokumen Implementasi Kerja Sama

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melalui Program Studi PPG UPY dan Universitas Galuh melalui Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) secara resmi menandatangani Dokumen Implementasi Kerja Sama (DIK) pada Rabu, 24 Desember 2025. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru di kedua perguruan tinggi.

    Acara berlangsung di Universitas PGRI Yogyakarta dan dihadiri oleh Ketua Program Studi PPG dari masing-masing universitas, yaitu Taufik Hidayat, M.Pd. (Universitas Galuh) sebagai Pihak Pertama dan Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si., M.Pd. (UPY) sebagai Pihak Kedua. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepakatan Bersama (MoU) antara kedua universitas dengan nomor 239/4123/AK/KS/R/XII/2025 yang juga ditandatangani pada tanggal yang sama.

    Kerja sama ini difokuskan pada penguatan kompetensi pengelolaan akademik, teknologi informasi (IT), dan keuangan dalam penyelenggaraan Program PPG. Melalui implementasi tersebut, kedua institusi berkomitmen untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik terbaik dalam pengelolaan program profesional kependidikan.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P menegaskan bahwa sinergi ini tidak hanya memperkuat kapasitas kelembagaan, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas guru profesional yang dihasilkan.

    “Kerja sama ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi harus saling bersinergi untuk menghadirkan pendidikan guru yang berkualitas. UPY berkomitmen untuk terus mendukung penguatan program PPG agar para guru profesional yang dilahirkan mampu menjawab tantangan pendidikan masa kini sekaligus memberi kontribusi nyata bagi bangsa.” Ujar Prof. Paiman.

    Melalui penandatanganan DIK ini, kedua perguruan tinggi akan mengembangkan berbagai program kolaboratif seperti pelatihan, workshop, pengembangan sistem informasi, serta pertukaran sumber daya. Keseluruhan kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat penyelenggaraan PPG dan meningkatkan kualitas lulusan guru profesional di Indonesia.

  • Pengumuman Hasil Ujian Tertulis dan Jadwal Ujian Microteaching Capeg 2026

    Pengumuman Hasil Ujian Tertulis dan Jadwal Ujian Microteaching Capeg 2026

    Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas PGRI Yogyakarta Nomor C.031/UPY/I/2026, bersama ini kami sampaikan daftar peserta yang dinyatakan lolos seleksi ujian tertulis untuk mengikuti ujian Microteaching/Kompetensi.

    Pengumuman lengkap mengenai hasil ujian tertulis, serta jadwal dan materi ujian Microteaching/Kompetensi, dapat dilihat pada lampiran sebagaimana tercantum di bawah ini.

    [Lampiran]

    Kami mengucapkan selamat kepada peserta yang lolos dan berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. Bagi peserta yang belum lolos, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan perhatiannya.