Penulis: Administrator

  • HMP Pendidikan Sejarah UPY Gelar Nobar dan Diskusi Sejarah di Museum Sandi

    HMP Pendidikan Sejarah UPY Gelar Nobar dan Diskusi Sejarah di Museum Sandi

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (HMP Pendidikan Sejarah UPY) menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi sejarah bekerja sama dengan Museum Sandi, Jumat (05/12). Kegiatan yang berlangsung di kompleks Museum Sandi, Yogyakarta, ini diikuti oleh mahasiswa serta komunitas pemerhati sejarah dan menghadirkan rangkaian acara edukatif berbasis literasi kesejarahan.

    Kegiatan diawali dengan tur keliling museum yang dipandu langsung oleh edukator Museum Sandi. Peserta dikenalkan pada berbagai koleksi, arsip, peralatan persandian, serta perkembangan sejarah persandian di Indonesia sejak masa perjuangan kemerdekaan. Melalui penjelasan pemandu, peserta memperoleh pemahaman mengenai peran kriptografi dalam strategi militer, diplomasi, hingga penguatan keamanan negara pada era modern.

    Usai tur museum, peserta mengikuti sesi nonton bareng film bertema sejarah yang berkaitan dengan dunia persandian dan perjuangan bangsa. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama narasumber dari Museum Sandi. Dalam sesi tersebut, peserta dan narasumber membahas relevansi nilai-nilai perjuangan, perkembangan teknologi sandi, serta pentingnya literasi sejarah bagi generasi muda di tengah tantangan era digital.

    Ketua HMP Pendidikan Sejarah UPY, Dio Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran alternatif di luar kelas. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar dari modul dan perkuliahan, tetapi juga dari sumber sejarah langsung. Museum adalah ruang hidup sejarah,” ujarnya.

    Pihak Museum Sandi mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dan menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis dalam mendekatkan museum kepada kalangan muda, khususnya mahasiswa. Mereka berharap program serupa dapat terus berkelanjutan sehingga semakin banyak generasi muda memahami peran persandian dalam perjalanan sejarah bangsa.

    Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan peneguhan komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan kerja sama edukatif antara UPY dan Museum Sandi pada agenda-agenda berikutnya.

  • Mahasiswa Asing Filipina Ikuti Perkuliahan di Prodi BK UPY, Bangun Kolaborasi Akademik Internasional

    Mahasiswa Asing Filipina Ikuti Perkuliahan di Prodi BK UPY, Bangun Kolaborasi Akademik Internasional

    Dua mahasiswa asing peserta SEA Teacher Program gelombang ketiga dari Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina, mengikuti sesi perkuliahan di Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Jumat (21/11/2025). Kedua mahasiswa tersebut, Axl Monique G. dan Crislyn Grace A., mengikuti kelas mata kuliah Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling yang diampu oleh Rizki Erdiantoro, M.Pd.

    Kehadiran mereka disambut hangat oleh mahasiswa BK angkatan 2022. Sesi perkuliahan diawali dengan perkenalan, berbagi minat serta pengalaman belajar di Filipina. Keduanya juga menjelaskan praktik pembelajaran di universitas asal, yang kemudian didiskusikan bersama mahasiswa UPY dalam suasana kelas yang interaktif.

    Untuk mencairkan suasana, Axl dan Crislyn memimpin sesi ice breaking. Kegiatan tersebut disambut antusias mahasiswa dan membuat dinamika kelas semakin hidup. Interaksi yang terbangun menjadi sarana pembelajaran kolaboratif lintas negara.

    Dosen pengampu mata kuliah, Rizki Erdiantoro, M.Pd., memberikan materi mengenai pengembangan media bimbingan dan konseling berbasis data empiris dan teori psikologi. Ia menekankan pentingnya penerapan design thinking agar media mudah digunakan serta relevan dengan kebutuhan pengguna.

    Dalam sesi presentasi, mahasiswa MMSU dan mahasiswa BK UPY saling memaparkan proyek media yang dikembangkan. Pertukaran gagasan ini memperlihatkan perbedaan konteks pendidikan antara Indonesia dan Filipina, sekaligus memperkaya wawasan peserta.

    Program ini diharapkan dapat memperluas pengalaman internasional mahasiswa UPY. Melalui interaksi lintas budaya, mahasiswa didorong memiliki kepekaan global serta mampu mengembangkan media pendidikan yang adaptif di berbagai konteks.

  • Tingkatkan Kualitas PPG, UPY dan UNIGAL Teken Dokumen Implementasi Kerja Sama

    Tingkatkan Kualitas PPG, UPY dan UNIGAL Teken Dokumen Implementasi Kerja Sama

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melalui Program Studi PPG UPY dan Universitas Galuh melalui Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) secara resmi menandatangani Dokumen Implementasi Kerja Sama (DIK) pada Rabu, 24 Desember 2025. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru di kedua perguruan tinggi.

    Acara berlangsung di Universitas PGRI Yogyakarta dan dihadiri oleh Ketua Program Studi PPG dari masing-masing universitas, yaitu Taufik Hidayat, M.Pd. (Universitas Galuh) sebagai Pihak Pertama dan Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si., M.Pd. (UPY) sebagai Pihak Kedua. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepakatan Bersama (MoU) antara kedua universitas dengan nomor 239/4123/AK/KS/R/XII/2025 yang juga ditandatangani pada tanggal yang sama.

    Kerja sama ini difokuskan pada penguatan kompetensi pengelolaan akademik, teknologi informasi (IT), dan keuangan dalam penyelenggaraan Program PPG. Melalui implementasi tersebut, kedua institusi berkomitmen untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik terbaik dalam pengelolaan program profesional kependidikan.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P menegaskan bahwa sinergi ini tidak hanya memperkuat kapasitas kelembagaan, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas guru profesional yang dihasilkan.

    “Kerja sama ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi harus saling bersinergi untuk menghadirkan pendidikan guru yang berkualitas. UPY berkomitmen untuk terus mendukung penguatan program PPG agar para guru profesional yang dilahirkan mampu menjawab tantangan pendidikan masa kini sekaligus memberi kontribusi nyata bagi bangsa.” Ujar Prof. Paiman.

    Melalui penandatanganan DIK ini, kedua perguruan tinggi akan mengembangkan berbagai program kolaboratif seperti pelatihan, workshop, pengembangan sistem informasi, serta pertukaran sumber daya. Keseluruhan kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat penyelenggaraan PPG dan meningkatkan kualitas lulusan guru profesional di Indonesia.

  • Pengumuman Hasil Ujian Tertulis dan Jadwal Ujian Microteaching Capeg 2026

    Pengumuman Hasil Ujian Tertulis dan Jadwal Ujian Microteaching Capeg 2026

    Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas PGRI Yogyakarta Nomor C.031/UPY/I/2026, bersama ini kami sampaikan daftar peserta yang dinyatakan lolos seleksi ujian tertulis untuk mengikuti ujian Microteaching/Kompetensi.

    Pengumuman lengkap mengenai hasil ujian tertulis, serta jadwal dan materi ujian Microteaching/Kompetensi, dapat dilihat pada lampiran sebagaimana tercantum di bawah ini.

    [Lampiran]

    Kami mengucapkan selamat kepada peserta yang lolos dan berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. Bagi peserta yang belum lolos, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan perhatiannya.

  • Mahasiswa BK UPY Gelar Expo Media Konseling Inovatif, Tampilkan “Silent Room” hingga “Seblak Curhat”

    Mahasiswa BK UPY Gelar Expo Media Konseling Inovatif, Tampilkan “Silent Room” hingga “Seblak Curhat”

    Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar Expo Media BK 2025 di Auditorium UPY, Kamis (27/11/2025). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Guru Nasional yang diselenggarakan Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.

    Dalam expo ini, mahasiswa Bimbingan dan Konseling UPY menampilkan berbagai inovasi media bimbingan dan konseling. Produk yang dipamerkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dirancang berdasarkan teori psikologi serta hasil analisis kebutuhan pengguna di lapangan.

    Expo ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Media BK di bawah bimbingan dosen Rizki Erdiantoro, M.Pd. Ia menyampaikan bahwa karya mahasiswa dirancang melalui proses yang panjang, mulai dari perencanaan, perancangan media, uji coba terbatas, hingga unjuk karya pada expo.

    “Pembelajaran tidak cukup berhenti di ruang kelas. Melalui expo ini mahasiswa belajar menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan langsung oleh guru, konselor, dan siswa,” ujar Rizki Erdiantoro.

    Karya yang dipamerkan meliputi media konkret, media digital interaktif, hingga media hybrid yang menggabungkan unsur fisik dan teknologi. Seluruh media disusun melalui proses riset kebutuhan pengguna serta asesmen psikologis.

    Salah satu media yang banyak menarik perhatian pengunjung adalah Silent Room, yaitu ruang kontemplasi hening yang menghadirkan audio reflektif. Pengunjung diajak melakukan perenungan diri, dan sebagian tampak keluar dengan ekspresi emosional.

    Selain itu, ditampilkan pula Jembatan Kepercayaan Diri, yaitu permainan reflektif yang mengajak peserta menyusun stik es krim sambil mengungkapkan emosi dan keyakinan diri. Media Pop Up Book RIASEC juga dihadirkan sebagai sarana pengenalan bakat dan minat karier bagi siswa.

    Media digital Seblak Curhat memberi ruang bagi siswa untuk menyalurkan keluh kesah tanpa rasa takut dihakimi. Sementara itu, ATM Belajar menawarkan strategi belajar dan manajemen fokus secara praktis bagi pelajar.

    Pengunjung juga dapat mencoba ruang audio terapi yang menghadirkan rangkaian suara relaksasi. Sejumlah guru yang mencoba layanan tersebut menyampaikan bahwa media itu mampu membantu menenangkan diri.

    Expo Media BK 2025 diharapkan mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya aplikatif yang dapat digunakan di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berlatih membuat media pembelajaran, tetapi juga mengembangkan kepekaan sosial dan psikologis terhadap kebutuhan peserta didik.

    Rizki Erdiantoro menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya dengan memperluas kolaborasi bersama praktisi pendidikan.

    “Kami berharap karya mahasiswa dapat diimplementasikan di sekolah dan memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan layanan bimbingan dan konseling,” ujarnya.

    Kegiatan ini turut dihadiri mahasiswa, guru, konselor, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Expo Media BK 2025 menjadi salah satu agenda akademik yang menunjukkan komitmen UPY dalam pengembangan inovasi pendidikan dan peningkatan kompetensi mahasiswa.

  • Tiga Mahasiswa UPY Tembus Finalis International Research Paper Competition 2025 di National University of Singapore

    Tiga Mahasiswa UPY Tembus Finalis International Research Paper Competition 2025 di National University of Singapore

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi pada tingkat internasional. Tiga mahasiswa UPY berhasil lolos sebagai finalis International Research Paper Competition 2025 yang diselenggarakan oleh National University of Singapore (NUS).

    Ketiga mahasiswa tersebut adalah:

    • Indah Sri Wahyuni (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris)
    • Nabyl Abid Hidayatullah (Program Studi Informatika)
    • Rizal Zardery Prabowo Putra (Program Studi Informatika)

    Keikutsertaan mereka pada ajang bergengsi internasional ini melalui proses seleksi ketat dan penilaian akademik berbasis kualitas penelitian. Capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kemampuan riset mahasiswa UPY sekaligus pengakuan terhadap mutu pendidikan dan pembinaan akademik di lingkungan kampus.

    Kompetisi ini menghimpun mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dunia untuk mempresentasikan gagasan penelitian inovatif yang dinilai memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan persoalan global.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas prestasi tersebut.

    “Keberhasilan mahasiswa UPY menembus final kompetisi penelitian internasional di NUS menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki potensi dan kualitas yang sejajar secara global. Universitas akan terus memperkuat ekosistem riset, pendampingan, dan internasionalisasi agar semakin banyak mahasiswa yang berani tampil dan berprestasi di tingkat dunia,” ungkapnya.

    Beliau juga menambahkan, “Prestasi ini bukan hanya milik mahasiswa yang berlaga, tetapi juga hasil kolaborasi dosen pembimbing, program studi, serta dukungan seluruh sivitas akademika UPY.”

    Atas pencapaian ini, UPY menyampaikan apresiasi kepada para dosen pembimbing serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses penelitian dan kompetisi.

    Universitas PGRI Yogyakarta akan terus mendorong lahirnya generasi peneliti muda yang inovatif, berkarakter, dan berdaya saing global, sejalan dengan komitmen kampus untuk memperkuat budaya akademik dan riset menuju perguruan tinggi berkelas internasional.

  • Mahasiswa BK UPY Perkuat Tradisi Riset Melalui Penelitian Bertema Trauma dan Kesehatan Mental

    Mahasiswa BK UPY Perkuat Tradisi Riset Melalui Penelitian Bertema Trauma dan Kesehatan Mental

    Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan kiprah akademiknya melalui kegiatan penelitian yang berada di bawah riset payung dosen prodi BK. Salah satu dosen yang aktif mendampingi mahasiswa dalam riset tersebut adalah Dr. Eko Perianto, S.Pd., M.Si., yang pada tahun ini memayungi empat penelitian skripsi mahasiswa dengan fokus pada tema konseling pada masalah trauma dan kesehatan mental di lingkungan pendidikan.

    Dalam pelaksanaan riset payung ini, Dr. Eko Perianto membimbing empat judul penelitian yang dilakukan di berbagai sekolah negeri dan swasta di Yogyakarta. Keempat penelitian tersebut meliputi:

    1. Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Restrukturisasi Kognitif dalam Menurunkan Gejala Trauma Siswa Kelas XI di SMK N 1 Kasihan
      Penelitian ini menitikberatkan pada penerapan teknik restrukturisasi kognitif dalam konseling kelompok untuk membantu siswa mengelola dan menurunkan gejala trauma.
    2. Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Self-Talk untuk Mereduksi Gejala Trauma pada Murid Kelas X di SMK Negeri 7 Yogyakarta
      Studi ini meneliti pemanfaatan teknik self-talk dalam setting konseling kelompok sebagai pendekatan untuk menurunkan gejala trauma pada siswa sekolah menengah.
    3. Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Kesadaran Kesehatan Mental Siswa Kelas VII di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta
      Penelitian ini mengkaji kontribusi guru BK dalam membangun kesadaran serta literasi kesehatan mental di kalangan siswa.
    4. Studi Fenomenologi Perilaku Perundungan dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Yogyakarta
      Penelitian ini menggali pengalaman siswa terkait perilaku perundungan serta dampaknya terhadap kesehatan mental melalui pendekatan fenomenologi.

    Melalui pendampingan intensif dari dosen pembimbing, mahasiswa tidak hanya memperoleh arahan akademik, tetapi juga penguatan kapasitas penelitian sesuai kaidah ilmiah. Riset payung memungkinkan mahasiswa bekerja dalam satu kerangka tema besar yang relevan dengan isu-isu mutakhir kesehatan mental dan layanan bimbingan konseling di sekolah.

    Dr. Eko Perianto, S.Pd., M.Si. menyampaikan bahwa riset payung bertujuan memfasilitasi mahasiswa agar lebih mudah menemukan arah penelitian, meningkatkan kualitas skripsi, sekaligus menumbuhkan budaya riset di lingkungan prodi. Ia menegaskan bahwa penelitian tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata Prodi BK UPY terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan layanan konseling yang efektif dan berbasis kebutuhan siswa.

    Seluruh penelitian mahasiswa yang dipayungi dalam kegiatan ini merupakan bagian dari penyelesaian tugas akhir kuliah berupa skripsi. Diharapkan, hasil riset tersebut dapat memberikan manfaat bagi sekolah mitra sekaligus memperkaya khazanah penelitian di bidang Bimbingan dan Konseling.

    Kaprodi BK UPY, Drajat Edy Kurniawan, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa dan dosen pembimbing.

    “Ini merupakan salah satu strategi prodi untuk memotivasi mahasiswa agar cepat menyelesaikan studi, didampingi secara intens oleh dosen, dan menjadi alumni yang berkompeten dan SEMPURNA,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, Program Studi BK UPY semakin menegaskan komitmennya dalam membangun tradisi akademik yang kuat serta menyiapkan mahasiswa menjadi calon konselor profesional berbasis penelitian, adaptif, dan peka terhadap isu-isu kesehatan mental peserta didik.

  • UPY Kukuhkan 761 Guru Profesional PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2025

    UPY Kukuhkan 761 Guru Profesional PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2025

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) secara resmi menyelenggarakan Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Profesi Guru Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2025, bertempat di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta, Selasa (23/12/2025).

    Sebanyak 761 mahasiswa PPG Guru Tertentu dinyatakan resmi menyandang gelar guru profesional. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, dengan 110 peserta mengikuti prosesi secara luring di Auditorium UPY bersama pendamping, dan 651 peserta lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

    Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi penguatan profesionalisme guru serta wujud komitmen UPY dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.

    Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, gladi bersih, dan pembukaan oleh MC. Suasana semakin khidmat saat Tari Pembukaan Sekar Pudyastuti dibawakan oleh Addin dan Elsa, dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya dan Hymne UPY oleh seluruh hadirin.

    Koordinator PPG UPY Dr. Dhiniaty Gularso, M.Pd. menyampaikan laporan pelaksanaan PPG yang memaparkan proses pendidikan, praktik profesional, dan capaian akademik peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2025.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. dalam sambutannya menyampaikan bahwa guru profesional merupakan pilar utama kemajuan bangsa.

    “Guru bukan hanya pengajar, tetapi pembentuk masa depan. Melalui PPG, UPY berkomitmen menyiapkan pendidik yang berkompeten, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

    Acara inti dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Profesi Guru, yang dipimpin oleh Ahmad Ali Mansur, S.Sos.I., Gr. mewakili peserta PPG. Prosesi ini menegaskan komitmen moral dan profesional guru dalam mendidik, mengajar, membimbing, serta menjadi teladan di masyarakat.

    Sebagai bentuk simbolis, sertifikat profesi guru diserahkan kepada perwakilan peserta oleh Rektor UPY dan Wakil Rektor I, kemudian dilanjutkan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta oleh Dekan FKIP dan Koordinator PPG.

    Perwakilan peserta, Martina Fitrianingsih, S.Pd., Gr., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya PPG serta berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di satuan pendidikan masing-masing.

    Ketua Pengurus Yayasan Pembina UPY Drs. John Sabari, M.Si., turut memberikan sambutan dan menegaskan pentingnya kehadiran guru profesional dalam mencetak generasi unggul, adaptif, dan berkarakter.

    Acara diakhiri dengan sesi motivasi, doa penutup yang dipimpin oleh Juang Kurniawan S., M.Pd.BI, dan penutup oleh MC.

    Berdasarkan data resmi PPG UPY, peserta pengukuhan berasal dari berbagai bidang studi, antara lain:

    • Bimbingan dan Konseling
    • Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
    • Matematika
    • Pendidikan Pancasila

    Peserta juga berasal dari berbagai kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia, mulai dari DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, hingga DKI Jakarta, yang menunjukkan jangkauan nasional penyelenggaraan PPG UPY.

    Melalui PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2025 ini, Universitas PGRI Yogyakarta menegaskan perannya sebagai LPTK penyelenggara PPG yang konsisten mencetak guru profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21.

    Pengukuhan ini diharapkan menjadi awal pengabdian para guru profesional dalam memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.

  • Prodi BK UPY Selenggarakan Research Clinic, Bekali Mahasiswa Menyusun Skripsi secara Ilmiah dan Sistematis

    Prodi BK UPY Selenggarakan Research Clinic, Bekali Mahasiswa Menyusun Skripsi secara Ilmiah dan Sistematis

    Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyelenggarakan kegiatan Research Clinic pada Kamis, 23 Oktober 2025 bertempat di Ruang Multimedia Kampus 1 UPY. Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan mendalam kepada mahasiswa dalam menyusun dan menulis skripsi secara ilmiah, sistematis, serta sesuai dengan kaidah akademik yang berlaku.

    Research Clinic menjadi salah satu bentuk komitmen Prodi BK UPY dalam meningkatkan mutu akademik sekaligus menyiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi proses penyusunan tugas akhir. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan bimbingan langsung dari para dosen yang memiliki keahlian di bidang penelitian pendidikan dan bimbingan konseling.

    Kegiatan menghadirkan tiga narasumber kompeten, yaitu Dr. Iis Lathifah Nuryanto, M.Pd., Dr. Eko Perianto, M.Si., dan Cand. Dr. Taufik Agung Pranowo, M.Pd. Ketiga narasumber berbagi pengalaman serta pengetahuan terkait penyusunan proposal penelitian, pemilihan metode penelitian yang relevan di bidang BK, hingga strategi penulisan hasil dan pembahasan sesuai standar ilmiah.

    Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung, mengajukan pertanyaan, serta berkonsultasi mengenai rencana penelitian yang akan mereka lakukan. Banyak peserta memanfaatkan forum ini untuk mengklarifikasi permasalahan penelitian dan memperoleh arahan teknis dari para narasumber.

    Research Clinic diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 7 angkatan 2022, serta mahasiswa dari angkatan lain yang berminat memperdalam kemampuan penelitian. Antusiasme terlihat dari keaktifan peserta selama sesi berlangsung dan kesungguhan mereka dalam mengikuti rangkaian materi.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses penelitian, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penulisan laporan akhir. Mahasiswa juga diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu bimbingan dan konseling.

    Prodi BK UPY berkomitmen untuk terus mendampingi mahasiswa dalam setiap tahap proses akademik, terutama dalam penguatan kapasitas riset yang menjadi landasan penting bagi calon sarjana Bimbingan dan Konseling yang profesional, berintegritas, dan siap berkontribusi di dunia pendidikan.

  • Mahasiswa Asing Ikuti Perkuliahan di Prodi Manajemen UPY melalui Program SEA Teacher 2025

    Mahasiswa Asing Ikuti Perkuliahan di Prodi Manajemen UPY melalui Program SEA Teacher 2025

    SEA Teacher merupakan program pertukaran mahasiswa calon guru dari negara-negara anggota SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) yang bertujuan memberikan pengalaman mengajar lintas negara, memperluas wawasan pendidikan, serta memperkaya pemahaman lintas budaya di kawasan Asia Tenggara. Program ini menjadi wadah strategis dalam membangun jejaring akademik regional sekaligus meningkatkan kompetensi global mahasiswa dan calon pendidik.

    Pada pelaksanaannya di Program Studi Manajemen Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), kegiatan SEA Teacher diimplementasikan melalui perkuliahan International Business yang melibatkan mahasiswa asing dan mahasiswa Program Studi Manajemen dalam satu kelas internasional. Kehadiran mahasiswa asing menghadirkan nuansa pembelajaran multikultural dan mendorong terjadinya interaksi akademik lintas negara secara langsung.

    Pada kegiatan ini, terdapat dua mahasiswa asing peserta SEA Teacher yang berasal dari Mariano Marcos State University, Filipina, yaitu:

    • Axl Monique G. Papel
    • Crislyn Grace A. Siano

    Keduanya berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran bersama mahasiswa Program Studi Manajemen, khususnya dalam diskusi dan aktivitas kelas yang berkaitan dengan konteks bisnis internasional dan dinamika global. Interaksi yang terbangun membuat suasana kelas lebih hidup, kolaboratif, dan kaya sudut pandang.

    Melalui program SEA Teacher, mahasiswa Program Studi Manajemen UPY memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam hal komunikasi lintas budaya, kerja sama internasional, serta pemahaman perspektif global dalam dunia pendidikan dan bisnis.

    Partisipasi Program Studi Manajemen dalam program ini mencerminkan komitmen UPY dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, berwawasan internasional, serta sejalan dengan visi pengembangan lulusan yang adaptif, profesional, dan berdaya saing global.