
Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar Expo Media BK 2025 di Auditorium UPY, Kamis (27/11/2025). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Guru Nasional yang diselenggarakan Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.
Dalam expo ini, mahasiswa Bimbingan dan Konseling UPY menampilkan berbagai inovasi media bimbingan dan konseling. Produk yang dipamerkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dirancang berdasarkan teori psikologi serta hasil analisis kebutuhan pengguna di lapangan.
Expo ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Media BK di bawah bimbingan dosen Rizki Erdiantoro, M.Pd. Ia menyampaikan bahwa karya mahasiswa dirancang melalui proses yang panjang, mulai dari perencanaan, perancangan media, uji coba terbatas, hingga unjuk karya pada expo.
“Pembelajaran tidak cukup berhenti di ruang kelas. Melalui expo ini mahasiswa belajar menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan langsung oleh guru, konselor, dan siswa,” ujar Rizki Erdiantoro.
Karya yang dipamerkan meliputi media konkret, media digital interaktif, hingga media hybrid yang menggabungkan unsur fisik dan teknologi. Seluruh media disusun melalui proses riset kebutuhan pengguna serta asesmen psikologis.
Salah satu media yang banyak menarik perhatian pengunjung adalah Silent Room, yaitu ruang kontemplasi hening yang menghadirkan audio reflektif. Pengunjung diajak melakukan perenungan diri, dan sebagian tampak keluar dengan ekspresi emosional.
Selain itu, ditampilkan pula Jembatan Kepercayaan Diri, yaitu permainan reflektif yang mengajak peserta menyusun stik es krim sambil mengungkapkan emosi dan keyakinan diri. Media Pop Up Book RIASEC juga dihadirkan sebagai sarana pengenalan bakat dan minat karier bagi siswa.
Media digital Seblak Curhat memberi ruang bagi siswa untuk menyalurkan keluh kesah tanpa rasa takut dihakimi. Sementara itu, ATM Belajar menawarkan strategi belajar dan manajemen fokus secara praktis bagi pelajar.
Pengunjung juga dapat mencoba ruang audio terapi yang menghadirkan rangkaian suara relaksasi. Sejumlah guru yang mencoba layanan tersebut menyampaikan bahwa media itu mampu membantu menenangkan diri.






Expo Media BK 2025 diharapkan mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya aplikatif yang dapat digunakan di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berlatih membuat media pembelajaran, tetapi juga mengembangkan kepekaan sosial dan psikologis terhadap kebutuhan peserta didik.
Rizki Erdiantoro menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya dengan memperluas kolaborasi bersama praktisi pendidikan.
“Kami berharap karya mahasiswa dapat diimplementasikan di sekolah dan memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan layanan bimbingan dan konseling,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri mahasiswa, guru, konselor, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Expo Media BK 2025 menjadi salah satu agenda akademik yang menunjukkan komitmen UPY dalam pengembangan inovasi pendidikan dan peningkatan kompetensi mahasiswa.