Penulis: Humas UPY

  • PVTO UPY Ditunjuk sebagai Ketua Pertama KONVATORI: Tonggak Baru Kolaborasi Pendidikan Vokasional Otomotif PGRI

    PVTO UPY Ditunjuk sebagai Ketua Pertama KONVATORI: Tonggak Baru Kolaborasi Pendidikan Vokasional Otomotif PGRI

    Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) resmi menorehkan capaian bersejarah setelah ditunjuk sebagai Ketua Konsorsium Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif PGRI (KONVATORI) untuk periode pertama. Keputusan tersebut lahir dalam pertemuan inisiasi dan pembentukan konsorsium yang diselenggarakan secara daring pada Jumat, 25 Juli 2025.

    KONVATORI hadir sebagai wadah kolaboratif strategis bagi seluruh Program Studi S1 PVTO di lingkungan Perguruan Tinggi PGRI se-Indonesia. Konsorsium ini dibentuk untuk memperkuat mutu pendidikan vokasional, meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri, mendorong riset dan inovasi, serta memperluas jejaring kerja sama antarlembaga dan dengan sektor industri otomotif.

    Mengemban amanah sebagai ketua perdana, Muhammad Amiruddin, M.Pd., selaku Kepala Program Studi PVTO UPY, akan memimpin konsorsium selama satu tahun ke depan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan dan menegaskan kesiapan PVTO UPY untuk memainkan peran strategis tersebut.

    “Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami di PVTO UPY,” ujar Muhammad Amiruddin, M.Pd. “Kami siap menjadi koordinator dan fasilitator bagi seluruh Program Studi anggota KONVATORI untuk bersama-sama mewujudkan visi konsorsium ini. Sinergi adalah kunci, dan kami percaya dengan kolaborasi yang kuat, kita akan mampu mencetak lulusan otomotif yang semakin unggul dan berdaya saing global.”

    Selama masa kepemimpinannya, PVTO UPY akan memprioritaskan:

    • Penyusunan dan finalisasi Perjanjian Implementasi (IA)
    • Pembentukan gugus tugas (task force) lintas perguruan tinggi
    • Perumusan program kerja strategis tahap awal
    • Inisiasi kompetisi mahasiswa dan dosen untuk mendorong kreativitas dan prestasi
    • Penguatan jejaring dengan mitra industri otomotif nasional

    Penunjukan PVTO UPY sebagai ketua pertama diharapkan menjadi katalisator bagi seluruh Program Studi PVTO di Perguruan Tinggi PGRI untuk terlibat aktif dalam konsorsium ini. Kehadiran KONVATORI diyakini dapat memperkuat ekosistem pendidikan vokasional otomotif yang solid, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di Indonesia.

  • Dosen UPY jadi “Guest Lecture” Dalam Acara “An Introduction to Syntax”

    Dosen UPY jadi “Guest Lecture” Dalam Acara “An Introduction to Syntax”

    Dr. Rudha Widagsa, M.A, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Yogyakarta menjadi narasumber dalam kegiatan Guest Lecture Series yang digelar pada Senin, 13 Oktober 2025 di UST. Kegiatan bertema “An Introduction to Syntax”.

    Sesi kuliah tamu yang berlangsung pukul 07.30–09.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa PBI UST. Dalam paparannya, Dr. Rudha mengulas konsep-konsep dasar sintaksis, struktur pembentuk kalimat, serta hubungan antarunsur bahasa yang menjadi fondasi dalam analisis linguistik. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan sintaksis bagi mahasiswa pendidikan bahasa Inggris, terutama dalam mendukung kompetensi akademik maupun pedagogik.

    Menurut Dr. Rudha, Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran lintas perspektif dengan melibatkan pakar dari institusi lain. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mendapatkan penguatan teoretis, tetapi juga memperoleh wawasan baru tentang perkembangan kajian linguistik. Kehadiran narasumber dari universitas mitra turut memperkaya proses belajar dan membuka peluang kolaborasi akademik di masa mendatang.

    Dengan terselenggaranya Guest Lecture Series ini, merupakan komitmen PBI UPY dan PBI UST yang bermitra dalam menyediakan pengalaman belajar yang relevan, kritis, dan memperluas cakrawala pengetahuan mahasiswa dalam bidang bahasa Inggris.

  • PVTO UPY Selenggarakan Review Kurikulum Berbasis OBE untuk Perkuat Relevansi Pendidikan Vokasional Otomotif

    PVTO UPY Selenggarakan Review Kurikulum Berbasis OBE untuk Perkuat Relevansi Pendidikan Vokasional Otomotif

    Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang berlangsung pada 1–18 Juli 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Sidang FKIP UPY ini menghadirkan seluruh dosen program studi serta para pemangku kepentingan pendidikan vokasional.

    Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum., pakar pendidikan dan pengembang kurikulum nasional, yang memberikan pemaparan mendalam terkait urgensi transformasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK). Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa penyusunan kurikulum harus responsif terhadap kebutuhan industri otomotif dan perkembangan teknologi mutakhir.

    Selain Prof. Rohmadi, kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan mitra industri otomotif serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY yang turut memberikan pandangan strategis mengenai kompetensi yang dibutuhkan pada dunia kerja saat ini.

    • Peninjauan struktur kurikulum berdasarkan pendekatan OBE
    • Penyelarasan CPL dan CPMK dengan standar nasional serta kebutuhan dunia industri
    • Penguatan pembelajaran berbasis proyek dan praktik industri
    • Perumusan strategi peningkatan kompetensi lulusan agar adaptif terhadap teknologi otomotif terkini

    Ketua Program Studi PVTO UPY, Muhammad Amiruddin, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memastikan kurikulum yang diterapkan bersifat relevan, terukur, dan berorientasi pada hasil. Selama proses review, para dosen terlibat aktif dalam diskusi dan memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan dokumen kurikulum yang tengah dikembangkan.

    “Kurikulum vokasional harus terus bergerak mengikuti dinamika industri. Melalui review berbasis OBE, kami ingin memastikan lulusan tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang kuat, tetapi juga siap beradaptasi dengan perubahan teknologi otomotif,” ujarnya.

    Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif UPY menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kurikulum yang mampu mencetak lulusan kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja. Pelaksanaan review kurikulum berbasis OBE ini menjadi bukti keseriusan prodi dalam menjawab tantangan pendidikan vokasional di era teknologi dan industri berkelanjutan.

  • UPY Lepas Mahasiswa SEA-Teacher Outbound Gelombang 3 ke Mariano Marcos State University, Filipina

    UPY Lepas Mahasiswa SEA-Teacher Outbound Gelombang 3 ke Mariano Marcos State University, Filipina

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mengukir langkah penting dalam internasionalisasi pendidikan dengan melepas dua mahasiswa yang akan mengikuti Program SEA-Teacher Outbound Gelombang 3 Tahun 2025 ke Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina. Kegiatan pelepasan berlangsung hangat dan penuh makna di Ruang Sidang Rektorat Lantai 2, Kampus 1 UPY, pada Jumat (31/10).

    Program SEA-Teacher (Southeast Asian Teacher Project) merupakan inisiatif di bawah koordinasi SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) yang bertujuan memberikan pengalaman mengajar lintas negara bagi calon pendidik di kawasan Asia Tenggara. Melalui program ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk beradaptasi dengan sistem pendidikan, budaya, dan kehidupan sosial negara lain sebagai bekal menuju guru berwawasan global.

    Acara pelepasan dihadiri oleh jajaran pimpinan Yayasan dan Universitas, di antaranya Armansyah Prasakti, S.H., Sp.N., M.H. (Ketua Pembina YP UPY), Drs. Johanes Sabari, M.Si. (Ketua Pengurus YP UPY), Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. (Rektor UPY), dan Dr. Septian Aji Permana, S.Pd., M.Pd. (Wakil Rektor III). Turut hadir pula Dr. Esti Setiawati, M.Pd. (Dekan FKIP UPY), Dr. Niken Wahyu Utami, S.Pd., M.Pd. (Wakil Dekan II FKIP UPY), Dr. Wahyudi, M.Ed. (Kepala KUK), Taufik Muhtarom, M.Pd. Ph.D. (Kadiv. KLN KUK), Guruh Ghifar Zalzalah, S.E., M.Sc. (Kadiv. KDN KUK), Heni Nurrohmah, S.Pd. (Kadiv. HMP KSR), serta Dr. Mohammad Iskandar Dzulqurnain, M.Pd.

    Dua mahasiswa terpilih, Rifky Fahrezi Armansyah dan Laili Nur Fitriyana, akan menjalani program praktik mengajar selama satu bulan di MMSU Filipina pada November–Desember 2025, didampingi oleh dosen pendamping Juang Kurniawan S., S.Pd., M.Pd.B.I.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. menyampaikan pesan penuh motivasi bagi para peserta agar membawa nama baik universitas dan bangsa Indonesia selama mengikuti program.

    “Menjadi bagian dari program internasional ini bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang belajar memahami budaya, menghormati perbedaan, dan membangun persahabatan lintas negara. Itulah hakikat pendidik sejati,” ujar Prof. Paiman.

    Acara dilanjutkan dengan penyampaian arahan dari Kantor Urusan Kerja Sama (KUK), dilanjutkan prosesi pelepasan mahasiswa dan dosen pendamping oleh Rektor UPY, serta diakhiri dengan tur kampus dan sesi foto bersama. Suasana pelepasan diwarnai rasa haru dan bangga, menandai langkah baru UPY dalam memperkuat kontribusinya di kancah pendidikan ASEAN.

    Dr. Wahyudi, M.Ed., Kepala KUK UPY, menyampaikan harapannya agar program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan profesional dan memperluas wawasan internasional.

    “Kami ingin mahasiswa UPY menjadi duta pendidikan yang membawa semangat toleransi, kolaborasi, dan profesionalisme ke tingkat global,” tuturnya.

    Melalui pelepasan ini, UPY menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membangun generasi pendidik berkelas dunia. Partisipasi mahasiswa dalam SEA-Teacher menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak memiliki batas, dan semangat belajar dapat menjembatani bangsa-bangsa melalui pengetahuan dan persahabatan.

  • Universitas PGRI Yogyakarta Sambut Mahasiswa SEA-Teacher dari Filipina dalam Program Internasional 2025

    Universitas PGRI Yogyakarta Sambut Mahasiswa SEA-Teacher dari Filipina dalam Program Internasional 2025

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperkuat jejaring internasional melalui program SEA-Teacher Inbound Gelombang 3 Tahun 2025, yang kali ini menghadirkan dua mahasiswa dari Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina. Kegiatan penyambutan resmi atau Welcoming Ceremony berlangsung hangat di Ruang Sidang Rektorat, Lantai 2, Kampus 1 UPY, Rabu (5/11).

    Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan yayasan, antara lain Ketua Pengurus YP UPY Drs. John Sabari, M.Si., Rektor Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., dan Wakil Rektor III Dr. Septian Aji Permana, M.Pd. Turut hadir pula Kepala Kantor Urusan Kerja Sama (KUK) Dr. Wahyudi, M.Ed., beserta tim KUK: Taufik Muhtarom, M.Pd., Ph.D. (Kadiv. Kerja Sama Luar Negeri), Guruh Ghifar Zalzalah, S.E., M.Sc. (Kadiv. Kerja Sama Dalam Negeri), dan Heni Nurrohmah, S.Pd. (Kadiv. HMP KSR).

    Dalam kegiatan ini, UPY secara resmi menyambut Papel, Axl Monique G. dan Siano, Crislyn Grace A., mahasiswa SEA-Teacher dari Filipina, yang akan menjalani program praktik mengajar selama satu bulan di sekolah mitra UPY mulai November hingga Desember 2025. Mahasiswi UPY Nikmah Tul Hasanah turut ditunjuk sebagai pendamping selama program berlangsung.

    Suasana penyambutan berlangsung akrab dan penuh semangat kekeluargaan. Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang terus diberikan oleh SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) dan universitas mitra di Asia Tenggara kepada UPY sebagai tuan rumah program internasional ini.

    “Program SEA-Teacher bukan sekadar pertukaran akademik, melainkan bentuk nyata dari persahabatan antarbangsa melalui dunia pendidikan. Kami ingin mahasiswa dari Filipina merasakan kehangatan budaya Yogyakarta dan semangat belajar bersama di kampus kami,” ujar Prof. Paiman.

    Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala KUK, penyematan jas almamater UPY kepada mahasiswa asing sebagai simbol penerimaan dan persaudaraan, serta penampilan spesial dari mahasiswa SEA-Teacher MMSU yang menampilkan budaya Filipina. Acara diakhiri dengan foto bersama dan tur kampus (Campus Tour) untuk memperkenalkan lingkungan akademik dan fasilitas UPY.

    Melalui kegiatan ini, UPY menegaskan komitmennya dalam mendukung program internasionalisasi pendidikan yang tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga membangun jembatan budaya antarnegara.

    “Kami berharap kehadiran mahasiswa SEA-Teacher akan memperkaya pengalaman lintas budaya, memperkuat nilai toleransi, dan memperluas wawasan global mahasiswa UPY,” tutur Dr. Wahyudi, M.Ed., Kepala KUK UPY.

    Program SEA-Teacher Gelombang 3 ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi kedua mahasiswa dari MMSU, sekaligus memperkuat posisi UPY sebagai universitas yang aktif berkontribusi dalam jejaring pendidikan di kawasan Asia Tenggara.

  • PENGUMUMAN PENDAFTARAN UJIAN ACTION PROGRAM PERIODE IV Th 2025

    PENGUMUMAN PENDAFTARAN UJIAN ACTION PROGRAM PERIODE IV Th 2025

    Download pengumuman pendaftaran ujian AP periode IV Th 2025 pada link dibawah ini :

    DOWNLOAD PENGUMUMAN

    Halo, Mahasiswa semester 6+ 👋

    Yuk, daftarkan segera Ujian Action Program Periode IV Th 2025 yang akan dibuka pada:

    Tanggal :
    🗓️ 17 – 28 November 2025

    Daftar Online :
    🌐 https://sertifikasi.upy.ac.id/

    📌 Info selengkapnya :
    WhatsApp : 0813-2571-9890
    Instagram : https://www.instagram.com/pptik_upy/

    Ujian sertifikasi Ms. Office ini wajib diikuti seluruh mahasiswa khususnya yang minimal semester 6, karena sebagai syarat kelulusan. Yang mana sertifikat ini akan jadi modal bagi mahasiswa dalam pengisian kompetensi tambahan pendamping ijazah.

    Jangan sampai ketinggalan, ya

  • Universitas PGRI Yogyakarta dan Universiti Poly-Tech Malaysia Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Penjajakan Kerja Sama dan Visiting Professor

    Universitas PGRI Yogyakarta dan Universiti Poly-Tech Malaysia Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Penjajakan Kerja Sama dan Visiting Professor

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kegiatan Penjajakan Kerja Sama dan Visiting Professor bersama Universiti Poly-Tech Malaysia (UPTM). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Rektorat, Kampus Unit 1 UPY, Selasa (4/11), dan menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik lintas negara.

    Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Yayasan dan Universitas, antara lain Ketua Pembina YP UPY Armansyah Prasakti, S.H., S.Pn., M.H.; Ketua Pengurus YP UPY Drs. John Sabari, M.Si.; Rektor Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P.; Wakil Rektor III Dr. Septian Aji Permana, M.Pd.; para Dekan dari empat fakultas (FKIP, FBH, FP, dan FST); serta jajaran Kepala dan Staf Kantor Urusan Kerja Sama (KUK).

    Dari pihak tamu, hadir Dr. Mohd Erfino Johari, Senior Lecturer & Director of Industrial Linkages & Academic Internationalisation dari Universiti Poly-Tech Malaysia, yang juga bertindak sebagai Visiting Professor. Dalam kunjungannya, Dr. Erfino berbagi wawasan tentang pentingnya sinergi antar universitas dalam membangun jejaring akademik global, terutama dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

    “Kolaborasi internasional bukan hanya tentang pertukaran pengetahuan, tetapi juga tentang membangun jembatan pemahaman lintas budaya dan inovasi yang berkelanjutan,” ungkap Dr. Erfino Johari dalam sesi diskusinya.

    Rangkaian acara berlangsung dengan hangat dan produktif. Dimulai dari sambutan perwakilan UPTM dan Managing Director ITEA, dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua institusi. Setelah prosesi tersebut, dilakukan penyerahan kenang-kenangan, sesi foto bersama, serta Focus Group Discussion (FGD) yang membahas langkah-langkah konkret implementasi kerja sama.

    Acara juga diisi dengan kunjungan ke Museorium Sejarah UPY, di mana delegasi UPTM diajak menelusuri perjalanan panjang UPY dalam dunia pendidikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Visiting Professor Session di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang menjadi wadah berbagi pengalaman akademik dan inovasi pembelajaran antarnegara.

    Melalui kegiatan ini, UPY menegaskan komitmennya untuk terus mendorong internasionalisasi kampus melalui kerja sama yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, riset, dan relevansi global.

    “Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas cakrawala akademik sekaligus memperkuat reputasi UPY di kancah internasional,” ujar Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Rektor Universitas PGRI Yogyakarta.

    Kegiatan ditutup dengan foto bersama di depan Gedung B sebagai simbol kebersamaan dan harapan akan kolaborasi yang berkelanjutan antara UPY dan UPTM.

  • Hari Pahlawan Nasional 2025: “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”

    Hari Pahlawan Nasional 2025: “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”

    Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional sebagai momen refleksi atas perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kehormatan negeri ini. Tahun 2025, peringatan Hari Pahlawan mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”, sebuah seruan moral bagi seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda untuk tidak berhenti di titik kenangan, tetapi menjadikan semangat kepahlawanan sebagai panduan dalam berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.

    Pahlawan tidak hanya mereka yang mengangkat senjata di medan perang, tetapi juga mereka yang berjuang dengan hati dan pikiran untuk kemajuan bangsa. Dari para tokoh seperti Soekarno, Hatta, Kartini, Cut Nyak Dien, hingga Bung Tomo, kita belajar bahwa keberanian, ketulusan, dan semangat pantang menyerah adalah fondasi sejati dalam menghadapi tantangan zaman.

    Kini, nilai-nilai itu tetap relevan. Di tengah arus globalisasi dan transformasi digital, tantangan bangsa telah bergeser dari peperangan fisik menjadi perjuangan dalam bentuk lain: melawan kemiskinan, kebodohan, intoleransi, dan disinformasi. Di sinilah generasi muda ditantang untuk menjadi pahlawan masa kini, pahlawan yang tangguh, berintegritas, dan berdaya cipta.

    Anak muda Indonesia adalah pewaris semangat juang yang tak pernah padam. Dengan kreativitas, kecerdasan, dan semangat kolaborasi, mereka menjadi ujung tombak perubahan sosial dan teknologi. Dari inovasi digital, gerakan sosial, hingga upaya pelestarian lingkungan, semua adalah bentuk nyata dari perjuangan modern untuk kemajuan bangsa.

    Meneladani para pahlawan berarti tidak berhenti pada rasa bangga, tetapi bergerak untuk memberi makna. Setiap langkah kecil menuju kebaikan baik dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial adalah bagian dari perjuangan melanjutkan cita-cita mereka mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.

    Tema “Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” menjadi pengingat bahwa semangat kepahlawanan tidak boleh berhenti pada upacara dan simbol. Ia harus hidup dalam tindakan nyata, dalam kerja keras tanpa pamrih, dalam kepedulian terhadap sesama, dan dalam kejujuran menjalankan setiap peran kita.

    Peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk menjaga api perjuangan tetap menyala. Sebab, bangsa ini tidak hanya dibangun oleh mereka yang telah gugur, tetapi juga oleh mereka yang terus melangkah dengan semangat yang sama.

    Pada Hari Pahlawan Nasional 2025 ini, marilah kita renungkan kembali pesan luhur perjuangan para pahlawan: bahwa cinta tanah air bukan hanya tentang kata-kata, tetapi tentang tindakan nyata yang memberi arti bagi sesama dan bangsa. Dengan semangat “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan,” mari kita jadikan setiap hari sebagai momentum untuk menebarkan inspirasi, bekerja dengan kejujuran, dan berjuang dengan hati demi Indonesia yang semakin maju, berdaulat, dan bermartabat.

  • Bangun Kapasitas Guru PAUD, UPY dan UNY Selenggarakan Workshop Pembelajaran Mendalam

    Bangun Kapasitas Guru PAUD, UPY dan UNY Selenggarakan Workshop Pembelajaran Mendalam

    Yogyakarta, 24 Oktober 2025 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bekerja sama dengan Program Studi Doktor Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Guru bertema “Membangun Jembatan Konsep: Dari Pengetahuan Dasar ke Aplikasi Nyata Pembelajaran Mendalam”. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

    Diselenggarakan di Auditorium UPY, workshop diikuti oleh 85 peserta, terdiri dari 76 guru anggota Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Bantul serta peserta dari berbagai lembaga pendidikan lainnya. Kegiatan ini merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama antara kedua perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan kapasitas guru melalui program pelatihan dan pendampingan profesional.

    Dua narasumber utama hadir dalam kegiatan ini, yakni Dr. Ika Budi Maryatun, M.Pd., dengan materi “Deep Learning dan Pengembangan Perangkat Pembelajaran”, dan Dr. Martha Christianti, M.Pd., yang mengulas “Asesmen dalam Pembelajaran Deep Learning”. Kegiatan dipandu oleh Inayatul Latifah, M.Pd., dan ditutup dengan sesi praktik serta pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran dan asesmen berbasis Deep Learning oleh tim workshop.

    Menurut Dr. Ika Budi Maryatun, pendekatan deep learning membantu guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menerjemahkannya menjadi pengalaman belajar yang bermakna.

    “Guru perlu berani menjembatani antara teori dan praktik. Pembelajaran mendalam bukan hanya tentang metode, tetapi tentang membangun cara berpikir kritis dan reflektif pada anak sejak dini,” ujarnya.

    Sementara itu, Dr. Martha Christianti menekankan pentingnya asesmen sebagai bagian integral dari proses pembelajaran.

    “Asesmen yang baik mampu mengungkap sejauh mana anak memahami konsep, bukan sekadar menghafal. Di sinilah guru berperan sebagai fasilitator yang menuntun proses berpikir anak,” tuturnya.

    Kegiatan berlangsung secara interaktif dan aplikatif. Peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mengerjakan proyek pembelajaran melalui Google Classroom. Peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan berhak memperoleh e-sertifikat 32 JP serta materi workshop sebagai bekal pengembangan profesional.

    Dekan FKIP UPY, Dr. Esti Setiawati, M.Pd menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar perguruan tinggi dalam membangun mutu pendidikan di Indonesia.

    “Melalui kerja sama seperti ini, kami ingin menghadirkan dampak langsung bagi para guru, terutama di tingkat PAUD, agar mereka mampu merancang pembelajaran yang kontekstual dan berpihak pada anak,” jelasnya.

    Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem kolaboratif antara dunia akademik dan praktisi pendidikan. Melalui pembelajaran mendalam, para guru PAUD diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

  • LLDIKTI Wilayah V Sampaikan Pemutakhiran Nama Program Studi Sesuai Keputusan Dirjen Dikti Nomor 96/B/KPT/2025

    LLDIKTI Wilayah V Sampaikan Pemutakhiran Nama Program Studi Sesuai Keputusan Dirjen Dikti Nomor 96/B/KPT/2025

    alam upaya memperbarui dan menyesuaikan nomenklatur program studi dengan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta menyampaikan informasi penting kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah kerjanya.

    Melalui surat resmi, LLDIKTI Wilayah V memberitahukan bahwa telah diterbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 96/B/KPT/2025 tentang Nama Program Studi pada Jenis Pendidikan Akademik dan Pendidikan Profesi. Keputusan terbaru ini merupakan pemutakhiran dari Keputusan Dirjen Diktiristek Nomor 163/E/KPT/2022 yang sebelumnya menjadi acuan dalam penetapan nama-nama program studi.

    Dalam surat tersebut, LLDIKTI Wilayah V mengimbau agar setiap perguruan tinggi menyebarluaskan informasi ini kepada satuan kerja terkait serta menjadikan keputusan tersebut sebagai acuan resmi dalam pelaksanaan administrasi akademik dan pengelolaan program studi di lingkungan masing-masing.

    Salinan resmi Keputusan Dirjen Dikti Nomor 96/B/KPT/2025 dapat diunduh melalui tautan yang disediakan dalam surat pemberitahuan, atau melalui laman resmi LLDIKTI Wilayah V.

    Dengan adanya pembaruan ini, diharapkan pengelolaan program studi di seluruh perguruan tinggi semakin selaras dengan standar nasional serta mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

    Berikut informasi selengkapnya silahkan di Unduh