Universitas PGRI Yogyakarta mengumumkan Daftar Calon Wisudawan/Wisudawati Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026 yang akan dilaksanakan secara luring (offline) pada:
📅 Hari/Tanggal: Sabtu, 27 September 2025 📍 Tempat: Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta 🕗 Waktu: Pukul 08.00 WIB – selesai
Berikut Daftar Peserta Wisuda Sesi 1 dan 2 Silahkan diunduh dibawah ini:
Tim Petanque Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa (Porsenasma) V 2025 yang diselenggarakan di Kota Madiun pada tanggal 4–9 Agustus 2025. Dalam cabang olahraga Petanque, tim UPY menunjukkan performa impresif dengan meraih medali di empat kategori pertandingan.
Adapun raihan medali tersebut meliputi:
Medali Perunggu pada kategori Men Double, diraih oleh Fitro Hyuga dan Nuril Huda
Medali Perak pada kategori Mix Double, diraih oleh Nuril Huda dan Nasya Amara Dewi
Medali Perunggu pada kategori Women Double, diraih oleh Mirna Larasati dan Maya Anjar Setiani
Medali Perunggu pada kategori Women Single, diraih oleh Nasya Amara Dewi
Prestasi ini menjadi pencapaian yang membanggakan tidak hanya bagi para atlet, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta. Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi, semangat juang, serta komitmen mahasiswa UPY dalam mengharumkan nama institusi di kancah nasional.
Porsenasma sendiri merupakan ajang kompetisi olahraga dan seni yang diselenggarakan secara nasional antar mahasiswa Perguruan Tinggi PGRI se-Indonesia. Tahun ini, kegiatan tersebut diikuti oleh ribuan mahasiswa dari berbagai daerah, dengan persaingan yang semakin ketat dan sportivitas yang tinggi.
Wakil Rektor III UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, turut menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.
“Kami sangat bangga atas capaian yang diraih oleh Tim Petanque UPY. Prestasi ini tidak hanya mencerminkan bakat dan kemampuan, tetapi juga semangat pantang menyerah yang sejalan dengan nilai-nilai kampus. Semoga ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi di berbagai bidang,” ujarnya.
Keikutsertaan dan kemenangan UPY dalam ajang ini merupakan bentuk nyata dari dukungan kampus terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa di luar bidang akademik, sejalan dengan visi UPY sebagai kampus yang mendukung pembentukan karakter unggul dan berdaya saing.
Mohon disimak dengan baik untuk kelancaran kita bersama. Berikut adalah Tata tertib Pelaksanaan Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025-2026. Untuk Informasi selengkapnya silahkan di unduh Disini
Jadwal Pengambilan Toga, Samir, dan Undangan Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menginformasikan jadwal pengambilan toga, samir, dan undangan wisuda untuk Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026 yang akan dilaksanakan pada:
📅 22–24 September 2025 📍 Depan Perpustakaan UPY & Teras Auditorium UPY
🕘 Jam Layanan: 09.00–15.00 WIB (istirahat 11.30–13.00 WIB) 📌 Jadwal pengambilan disesuaikan dengan program studi masing-masing.
Ketentuan:
Membawa Bukti Pembayaran Toga (kertas berwarna pink).
Pengambilan dapat diwakilkan dengan membawa bukti pembayaran.
Info lebih lanjut: WhatsApp 0895-1244-8330 (chat only).
Dalam upaya menanggulangi limbah plastik sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat kampus, para calon guru dari Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) meluncurkan inovasi kreatif bertajuk “Eco Laundry Bin dari Galon Bekas”. Proyek ini digelar di lingkungan Masjid Universitas PGRI Yogyakarta pada bulan Mei yang lalu, dengan bimbingan langsung dari dosen pembimbing, Dr. Victor Novianto.
Berangkat dari keprihatinan atas maraknya penggunaan plastik sekali pakai—terutama galon air minum yang kerap berakhir sebagai sampah—para mahasiswa menggagas solusi berkelanjutan yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga fungsional dan edukatif. Galon-galon bekas disulap menjadi tempat penyimpanan pakaian kotor (laundry bin) yang menarik dan berguna, terutama di area publik seperti masjid kampus.
Proyek ini melibatkan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, dengan mengikutsertakan mahasiswa dan remaja masjid dalam seluruh rangkaian proses, mulai dari:
Observasi kebutuhan dan potensi lingkungan sekitar,
Perancangan desain kreatif berbahan daur ulang,
Pelatihan teknis pengolahan limbah berbasis praktik,
Hingga evaluasi dampak dan kebermanfaatan produk di ruang publik kampus.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama: ✅ Tujuan 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab ✅ Tujuan 13 – Penanganan Perubahan Iklim
Dengan pendekatan upcycling, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk bermanfaat dari limbah plastik, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis dan membangun kesadaran ekologis yang lebih dalam.
“Melalui proyek ini, kami belajar bahwa menjadi pendidik berarti juga menjadi agen perubahan yang peduli pada keberlanjutan lingkungan,” ungkap salah satu peserta kegiatan dengan penuh semangat.
Antusiasme tinggi terlihat dari seluruh peserta, terutama dalam sesi praktik dan diskusi terbuka seputar pengelolaan limbah di lingkungan kampus. Kini, hasil karya Eco Laundry Bin telah digunakan secara aktif di area masjid UPY, sebagai simbol nyata perubahan kecil yang berdampak besar.
Dr. Victor Novianto, dosen pembimbing kegiatan ini, menegaskan bahwa kepemimpinan calon guru tidak hanya dibentuk di ruang kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam aksi-aksi sosial dan lingkungan.
“Proyek seperti ini membentuk karakter pendidik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga peduli, solutif, dan mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat,” ujarnya.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, mahasiswa PPG UPY kembali membuktikan bahwa pendidikan sejatinya adalah kekuatan untuk menciptakan perubahan positif—bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan yang lebih lestari.
Yogyakarta, April 2025 – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Program Studi PGSD Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menunjukkan komitmen nyata dalam melestarikan budaya sekaligus memberdayakan masyarakat melalui sebuah Projek Kepemimpinan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Jamu Tradisional”. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Nurodholam, Dusun Brajan, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya kalangan ibu-ibu pengajian setempat.
Mengusung tema “Jamu Sehat, Ekonomi Kuat”, projek ini bertujuan menghidupkan kembali warisan budaya Nusantara melalui edukasi mengenai manfaat tanaman herbal bagi kesehatan. Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini juga menjadi ruang tumbuhnya keterampilan baru dan semangat kewirausahaan lokal, dengan harapan jamu bisa diolah menjadi produk herbal rumahan yang bernilai ekonomis.
Selama kegiatan, para peserta dikenalkan pada berbagai jenis tanaman herbal beserta khasiatnya. Mereka juga mengikuti demonstrasi pembuatan jamu tradisional seperti si Popon dan Kunir Asem, belajar membuat pelabelan produk untuk promosi, serta mempraktikkan langsung cara meracik jamu secara higienis dan ekonomis.
“Kami berharap, para peserta tidak hanya bisa membuat jamu sendiri, tapi juga memahami nilai kesehatan, kemandirian, dan potensi ekonominya. Ini adalah warisan budaya yang bisa kita angkat kembali di tengah gaya hidup modern saat ini,” ujar Rinadi Trio Priambudi, Koordinator Projek.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Projek Kepemimpinan mahasiswa PPG sebagai bentuk pengabdian nyata di masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa dituntut untuk menunjukkan kompetensi kepemimpinan yang tidak hanya akademis, tetapi juga kolaboratif dan kontekstual.
“Projek ini adalah wujud nyata dari peran calon guru dalam memberdayakan masyarakat melalui pendidikan. Mahasiswa PPG UPY telah membuktikan bahwa mereka mampu merespon kebutuhan riil masyarakat secara langsung dan kreatif,” terang Muncar Tyas Palupi, M.Hum., dosen pembimbing projek.
Antusiasme peserta yang tinggi menjadi bukti bahwa warisan budaya seperti jamu tradisional masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat, pelestarian budaya bisa menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi dan kesehatan keluarga.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa, khususnya di bidang olahraga. Hal ini ditandai dengan digelarnya acara peletakan batu pertama pembangunan Sportorium “UPY Arena” pada Selasa, 2 September 2025, yang berlokasi di selatan Kampus Unit 3 UPY.
Kegiatan simbolis ini menandai dimulainya proses pembangunan gedung olahraga baru yang dirancang sebagai pusat kegiatan keolahragaan mahasiswa dan sivitas akademika UPY. Sportorium tersebut diharapkan menjadi sarana yang representatif untuk mendukung aktivitas fisik, kompetisi olahraga antar mahasiswa, hingga event-event besar lainnya.
Hadir dalam acara ini Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., bersama jajaran pimpinan universitas, Ketua Yayasan YP UPY, Drs. John Sabari, M.Si, serta Ketua Pembina YP UPY, Armansyah Prasakti, S.H., S.Pn., M.H. Ketiganya turut melakukan peletakan batu pertama sekaligus menandatangani prasasti pembangunan UPY Arena, yang menjadi simbol harapan dan langkah awal untuk menghadirkan fasilitas olahraga yang modern dan inklusif.
Dalam sambutannya, Prof. Paiman menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari visi besar UPY dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aktif, dan mendukung pengembangan karakter mahasiswa secara menyeluruh.
“UPY Arena tidak hanya menjadi tempat bertanding atau berolahraga, tetapi akan menjadi ruang tumbuhnya semangat sportivitas, kerja sama, dan jiwa kepemimpinan mahasiswa. Ini adalah investasi jangka panjang untuk generasi masa depan,” ujar Rektor.
Yang istimewa dari acara ini adalah partisipasi langsung dari mahasiswa KKN UPY angkatan ke-40, yang turut memberikan bantuan dana pembangunan Sportorium sebagai bentuk kontribusi nyata mereka terhadap kampus tercinta.
Pihak universitas menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kepedulian serta semangat gotong royong mahasiswa dalam mendukung pembangunan infrastruktur kampus.
“Kontribusi mahasiswa KKN UPY angkatan ke-40 ini sangat membanggakan. Ini membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya penerima fasilitas, tetapi juga bagian dari pembangunan dan perubahan,” tambah Prof. Paiman.
Pembangunan Sportorium ini direncanakan dimulai dalam waktu dekat dan akan menjadi fasilitas penting bagi seluruh civitas akademika UPY. Selain digunakan untuk kegiatan olahraga rutin, gedung ini juga akan terbuka untuk berbagai aktivitas seperti senam massal, pelatihan, turnamen, dan event kreatif lainnya yang mendukung keseimbangan akademik dan non-akademik.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan CV Berkah Air Raharja terkait penyediaan dan distribusi air minum dalam kemasan (AMDK) merek “DAXU” yang diproduksi oleh PDAM Sleman. Penandatanganan ini berlangsung di Yogyakarta pada Jumat (29/8), menandai langkah nyata UPY dalam mendukung kebutuhan konsumsi air minum yang higienis dan berkualitas bagi seluruh sivitas akademika.
Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., dan Direktur CV Berkah Air Raharja, Farah Zainina Keshiki. Kedua belah pihak sepakat menjalin kerja sama dalam penyediaan air minum dalam kemasan yang memenuhi standar SNI, BPOM, serta telah tersertifikasi halal.
Kerja sama ini bukan sekadar bentuk pengadaan barang, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung gaya hidup sehat dan keberlanjutan lingkungan kampus. Selain distribusi air minum, nota kesepahaman ini juga membuka peluang untuk relabel produk “DAXU” dengan desain yang disesuaikan untuk kebutuhan internal UPY, seperti kegiatan kampus dan promosi institusi.
“Kami menyambut baik kerja sama ini karena selaras dengan semangat UPY dalam menyediakan lingkungan kampus yang sehat dan ramah terhadap kebutuhan mahasiswa dan seluruh elemen kampus,” ujar Prof. Paiman usai penandatanganan.
Sementara itu dari pihak CV Berkah Air Raharja juga menyampaikan antusiasmenya terhadap kemitraan ini.
“Kami berkomitmen menyediakan produk air minum yang tidak hanya aman dan berkualitas, tetapi juga mendukung identitas kampus melalui kemungkinan relabeling dengan branding UPY,” ujar Farah Zainina Keshiki.
Ruang lingkup kerja sama ini akan diatur lebih lanjut dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK), yang mencakup aspek teknis seperti harga, pemesanan, mekanisme distribusi, dan pembayaran.
Nota kesepahaman ini berlaku selama satu tahun sejak tanggal penandatanganan, dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua pihak.
Dengan adanya kerja sama ini, Universitas PGRI Yogyakarta tidak hanya memastikan pemenuhan kebutuhan dasar kampus secara profesional, tetapi juga membangun kolaborasi yang lebih luas dengan pelaku usaha lokal, khususnya dalam mendukung produk daerah yang berkualitas.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) selama tiga hari, mulai tanggal 2 – 4 September 2025, di Kampus 1 UPY. Kegiatan ini merupakan agenda wajib tahunan yang bertujuan memperkenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru sekaligus membekali mereka dengan berbagai keterampilan penting untuk menempuh jenjang pendidikan tinggi.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat dan hangat di halaman Auditorium Kampus 1. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan harapan agar PKKMB menjadi awal perjalanan intelektual yang penuh makna bagi seluruh mahasiswa baru.
“Mahasiswa baru bukan sekadar peserta didik, tetapi calon pemimpin masa depan. Melalui PKKMB, kami ingin mereka mengenal nilai-nilai kampus, mengembangkan potensi diri, dan tumbuh menjadi pribadi yang dewasa, tangguh, dan bertanggung jawab,” ujar Prof. Paiman.
Selama tiga hari, peserta PKKMB tidak hanya dikenalkan pada lingkungan kampus, tetapi juga mengikuti rangkaian program edukatif dan inspiratif. Salah satunya adalah kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) yang memberikan pelatihan dasar tentang kepemimpinan, pengelolaan organisasi, dan keterampilan manajerial.
Tak hanya aspek akademik dan organisasi, UPY juga memberikan perhatian besar pada pengembangan Soft skills mahasiswa. Melalui berbagai sesi interaktif, mahasiswa baru diajak memahami pentingnya keterampilan komunikasi, kerja tim, manajemen waktu, serta kemampuan adaptasi dan pemecahan masalah—kemampuan esensial dalam dunia perkuliahan dan dunia kerja nantinya.
Salah satu peserta PKKMB, mahasiswa baru dari program studi PGSD, mengungkapkan kesannya,
“Awalnya saya gugup, tapi PKKMB membuat saya merasa lebih siap dan percaya diri. Banyak hal baru yang saya pelajari, terutama tentang bagaimana menjadi mahasiswa yang aktif dan mandiri.”
Dengan berakhirnya PKKMB 2025, Universitas PGRI Yogyakarta berharap seluruh mahasiswa baru mampu menapaki dunia perkuliahan dengan semangat belajar tinggi, kepedulian sosial, serta kesadaran akan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.