
Dalam upaya menanggulangi limbah plastik sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat kampus, para calon guru dari Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) meluncurkan inovasi kreatif bertajuk “Eco Laundry Bin dari Galon Bekas”. Proyek ini digelar di lingkungan Masjid Universitas PGRI Yogyakarta pada bulan Mei yang lalu, dengan bimbingan langsung dari dosen pembimbing, Dr. Victor Novianto.
Berangkat dari keprihatinan atas maraknya penggunaan plastik sekali pakai—terutama galon air minum yang kerap berakhir sebagai sampah—para mahasiswa menggagas solusi berkelanjutan yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga fungsional dan edukatif. Galon-galon bekas disulap menjadi tempat penyimpanan pakaian kotor (laundry bin) yang menarik dan berguna, terutama di area publik seperti masjid kampus.
Proyek ini melibatkan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, dengan mengikutsertakan mahasiswa dan remaja masjid dalam seluruh rangkaian proses, mulai dari:
- Observasi kebutuhan dan potensi lingkungan sekitar,
- Perancangan desain kreatif berbahan daur ulang,
- Pelatihan teknis pengolahan limbah berbasis praktik,
- Hingga evaluasi dampak dan kebermanfaatan produk di ruang publik kampus.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama:
✅ Tujuan 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
✅ Tujuan 13 – Penanganan Perubahan Iklim
Dengan pendekatan upcycling, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk bermanfaat dari limbah plastik, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis dan membangun kesadaran ekologis yang lebih dalam.

“Melalui proyek ini, kami belajar bahwa menjadi pendidik berarti juga menjadi agen perubahan yang peduli pada keberlanjutan lingkungan,” ungkap salah satu peserta kegiatan dengan penuh semangat.
Antusiasme tinggi terlihat dari seluruh peserta, terutama dalam sesi praktik dan diskusi terbuka seputar pengelolaan limbah di lingkungan kampus. Kini, hasil karya Eco Laundry Bin telah digunakan secara aktif di area masjid UPY, sebagai simbol nyata perubahan kecil yang berdampak besar.
Dr. Victor Novianto, dosen pembimbing kegiatan ini, menegaskan bahwa kepemimpinan calon guru tidak hanya dibentuk di ruang kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam aksi-aksi sosial dan lingkungan.
“Proyek seperti ini membentuk karakter pendidik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga peduli, solutif, dan mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat,” ujarnya.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, mahasiswa PPG UPY kembali membuktikan bahwa pendidikan sejatinya adalah kekuatan untuk menciptakan perubahan positif—bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan yang lebih lestari.
