
Yogyakarta, April 2025 – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Program Studi PGSD Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menunjukkan komitmen nyata dalam melestarikan budaya sekaligus memberdayakan masyarakat melalui sebuah Projek Kepemimpinan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Jamu Tradisional”. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Nurodholam, Dusun Brajan, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya kalangan ibu-ibu pengajian setempat.
Mengusung tema “Jamu Sehat, Ekonomi Kuat”, projek ini bertujuan menghidupkan kembali warisan budaya Nusantara melalui edukasi mengenai manfaat tanaman herbal bagi kesehatan. Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini juga menjadi ruang tumbuhnya keterampilan baru dan semangat kewirausahaan lokal, dengan harapan jamu bisa diolah menjadi produk herbal rumahan yang bernilai ekonomis.
Selama kegiatan, para peserta dikenalkan pada berbagai jenis tanaman herbal beserta khasiatnya. Mereka juga mengikuti demonstrasi pembuatan jamu tradisional seperti si Popon dan Kunir Asem, belajar membuat pelabelan produk untuk promosi, serta mempraktikkan langsung cara meracik jamu secara higienis dan ekonomis.
“Kami berharap, para peserta tidak hanya bisa membuat jamu sendiri, tapi juga memahami nilai kesehatan, kemandirian, dan potensi ekonominya. Ini adalah warisan budaya yang bisa kita angkat kembali di tengah gaya hidup modern saat ini,” ujar Rinadi Trio Priambudi, Koordinator Projek.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Projek Kepemimpinan mahasiswa PPG sebagai bentuk pengabdian nyata di masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa dituntut untuk menunjukkan kompetensi kepemimpinan yang tidak hanya akademis, tetapi juga kolaboratif dan kontekstual.
“Projek ini adalah wujud nyata dari peran calon guru dalam memberdayakan masyarakat melalui pendidikan. Mahasiswa PPG UPY telah membuktikan bahwa mereka mampu merespon kebutuhan riil masyarakat secara langsung dan kreatif,” terang Muncar Tyas Palupi, M.Hum., dosen pembimbing projek.
Antusiasme peserta yang tinggi menjadi bukti bahwa warisan budaya seperti jamu tradisional masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat, pelestarian budaya bisa menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi dan kesehatan keluarga.
