Kategori: Berita Utama

  • Posyandu Melek Digital, Mahasiswa KKN UPY Padukuhan Cungkuk Gelar Pelatihan Administrasi Digital

    Posyandu Melek Digital, Mahasiswa KKN UPY Padukuhan Cungkuk Gelar Pelatihan Administrasi Digital

    Yogyakarta — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) Angkatan 41 Tahun 2026 Kelompok 8 Peduli Kampus dan Masyarakat Sekitar Kampus (PKMSK) dengan melaksanakan program “Posyandu Melek Digital” melalui pelatihan administrasi digital bagi Kader Posyandu Kenanga, Padukuhan Cungkuk, Kalurahan Ngestiharjo.

    Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung PAUD Padukuhan Cungkuk ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam pengelolaan administrasi dan pelaporan berbasis digital. Maa’idatus Salwa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) UPY, bertindak sebagai koordinator materi pelatihan.

    Pelatihan tahap pertama dilaksanakan pada Sabtu (31/1/2026) dengan fokus pada pengenalan spreadsheet dan penerapannya dalam sistem pelaporan posyandu. Materi dirancang secara aplikatif sehingga kader dapat langsung mempraktikkan penginputan data, pengelompokan, serta rekapitulasi laporan agar proses administrasi menjadi lebih cepat, akurat, dan tertata.

    Program ini dilaksanakan berdasarkan skema KKN PKMSK UPY yang berbasis problem-based learning, dengan mitra sebagai titik awal identifikasi dan pemecahan masalah. Dari hasil observasi, Kelompok 8 menemukan bahwa administrasi Posyandu Kenanga masih bersifat konvensional, dengan pengelolaan data yang belum terintegrasi secara sistematis. Kondisi tersebut mendorong perlunya penataan administrasi sekaligus digitalisasi untuk memudahkan proses rekapitulasi dan pelaporan program.

    Kepala Padukuhan Cungkuk, Eko Purnomo, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.
    “Dengan adanya pelatihan ini diharapkan data administrasi posyandu dapat tertata dan terarsip secara digital sehingga pelaporan menjadi lebih tertib,” ujarnya.

    Pelatihan tahap kedua dilaksanakan pada Rabu (4/2/2026) dengan materi pembuatan Google Form untuk menghimpun data kebutuhan posyandu, sekaligus pembahasan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) administrasi bersama para kader. Materi ini bertujuan memperkuat mekanisme pengumpulan data lapangan serta menciptakan prosedur administrasi yang baku dan berkelanjutan.

    Melalui inisiatif “Posyandu Melek Digital”, Kelompok 8 KKN UPY berharap kader Posyandu Kenanga mampu mengelola administrasi secara lebih tertib, efektif, dan berbasis teknologi. Program ini sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa UPY dalam meningkatkan literasi digital masyarakat serta menghadirkan solusi yang relevan dan aplikatif bagi mitra di lingkungan sekitar kampus.

  • Peserta Wisuda Periode II (14 Februari 2026) Tahun Akademik 2025/2026

    Peserta Wisuda Periode II (14 Februari 2026) Tahun Akademik 2025/2026

    Berikut Daftar Peserta untuk Wisuda Periode II (14 Februari 2026) Tahun Akademik 2025/2026. Silahkan Download Link Disini

  • Indonesian–Philippine Folklore Storytelling Competition Tutup Rangkaian Bridging Cultures Week PBI UPY

    Indonesian–Philippine Folklore Storytelling Competition Tutup Rangkaian Bridging Cultures Week PBI UPY

    Program Bridging Cultures Week yang diselenggarakan pada 14/11 yang lalu, dalam rangka pelaksanaan SEA-Teacher antara Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dan Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina, ditutup dengan kegiatan Indonesian–Philippine Folklore Storytelling Competition.

    Kompetisi ini melibatkan mahasiswa dari UPY dan MMSU untuk menampilkan cerita rakyat dari masing-masing negara. Mahasiswa UPY membawakan legenda Indonesia seperti Nyi Roro Kidul dan Roro Jonggrang, sementara mahasiswa MMSU menampilkan kisah terkenal dari Filipina, termasuk cerita mengenai Aswang.

    Walaupun pelaksanaan kegiatan hanya singkat, kompetisi berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan kreativitas, keberanian, serta kemampuan berbahasa dalam menyampaikan folklore dari budaya asal mereka. Melalui kegiatan ini, peserta dan audiens mendapatkan kesempatan memperluas wawasan tentang kekayaan budaya Indonesia dan Filipina.

    Kompetisi ini menjadi penutup yang berkesan bagi rangkaian Bridging Cultures Week, sekaligus mempertegas komitmen UPY dalam mendukung pertukaran budaya dan kerja sama akademik melalui program SEA-Teacher.

  • “Pengumuman Registrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026”

    “Pengumuman Registrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026”

    Berikut adalah Informasi dan Pengumuman Registrasi Semester Ganap Tahun Akademik 2025/2026. Selengkapnya silahkan download link Disini

    Berikut Panduan Pengisian KRS Genap. Download link Disini

  • HMP Pendidikan Sejarah UPY dan IKIP PGRI Wates Gelar Napak Tilas Makam Giriloyo

    HMP Pendidikan Sejarah UPY dan IKIP PGRI Wates Gelar Napak Tilas Makam Giriloyo

    Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) berkolaborasi dengan HMP Pendidikan Sejarah IKIP PGRI Wates menyelenggarakan kegiatan Napak Tilas Makam Giriloyo pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB bertempat di Kompleks Makam Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta.

    Napak tilas ini bertujuan untuk menelusuri jejak sejarah serta memahami nilai-nilai budaya dan makna historis yang terkandung di kawasan Makam Giriloyo, yang dikenal sebagai salah satu situs penting peninggalan Kesultanan Mataram Islam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk belajar langsung di lapangan sebagai bagian dari penguatan pembelajaran sejarah berbasis situs.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pengantar sejarah Makam Giriloyo, dilanjutkan dengan penelusuran area makam, pemaparan mengenai tokoh-tokoh yang dimakamkan, serta diskusi reflektif terkait peran Makam Giriloyo dalam konteks sejarah politik, budaya, dan spiritual Mataram Islam. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, dengan partisipasi aktif dari para mahasiswa kedua institusi.

    Kolaborasi antara HMP Pendidikan Sejarah UPY dan HMP Pendidikan Sejarah IKIP PGRI Wates ini menjadi wujud sinergi antarmahasiswa dalam mengembangkan wawasan kesejarahan, sekaligus mempererat jejaring akademik. Diharapkan kegiatan napak tilas ini tidak hanya memperkaya pengetahuan sejarah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian situs-situs cagar budaya sebagai warisan sejarah bangsa.

  • HMP PPKn adakan Lomba Media Nasional

    HMP PPKn adakan Lomba Media Nasional

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMP PPKn) bersama Program Studi PPKn telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Lomba Media Nasional yang ditujukan bagi siswa dan siswi SMA/SMK sederajat se-Indonesia. Kegiatan ini mengusung tema besar seputar kepedulian lingkungan, pelestarian budaya, serta penguatan kesadaran demokrasi sebagai wujud nyata penanaman nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda melalui media digital.

    Setelah melalui tahapan pendaftaran, pengumpulan karya, serta proses penilaian dan wawancara oleh dewan juri, panitia secara resmi mengumumkan para pemenang Lomba Media Nasional Gelombang 2.

    Karya para pemenang dinilai mampu menyampaikan pesan secara kreatif, informatif, serta selaras dengan tema yang diangkat. Sebagai bentuk apresiasi, para juara berhak mendapatkan sertifikat penghargaan, uang pembinaan, serta trofi ataupun piala.

    Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pemenang untuk terus mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepedulian sosial, serta berperan aktif dalam menyuarakan nilai-nilai kebangsaan melalui media yang positif dan edukatif.

    Melalui Lomba Media Nasional ini, HMP PPKn dan Prodi PPKn berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang pembelajaran dan aktualisasi diri bagi pelajar. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta peduli terhadap lingkungan, budaya, dan kehidupan demokrasi. Salam Pancasila, Salam PPKn, Salam Toleransi.

  • “Bridging Cultures” Podcast, Antusiasme para Mahasiswa dalam mengikuti program SEA-Teacher

    “Bridging Cultures” Podcast, Antusiasme para Mahasiswa dalam mengikuti program SEA-Teacher

    Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengadakan sesi podcast pada 14/11 yang lalu dengan tajuk “Bridging Cultures: Stories from Yogyakarta, Indonesia, and the Philippines.” Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bridging Cultures Week dalam program SEA-Teacher, yang melibatkan mahasiswa pertukaran dari Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina.

    Podcast ini dipandu oleh Laser Romios, dosen Program Studi PBI UPY, dan menghadirkan dua mahasiswa MMSU sebagai narasumber. Melalui percakapan yang hangat dan informatif, para mahasiswa berbagi cerita mengenai pengalaman mereka selama mengikuti program SEA-Teacher di Yogyakarta.

    Beberapa topik yang dibahas meliputi proses kedatangan mereka ke Indonesia, kesan pertama terhadap lingkungan kampus dan budaya lokal, perbedaan kehidupan perkuliahan di Filipina dan Indonesia, serta tantangan sebagai mahasiswa internasional. Selain itu, narasumber juga menceritakan pengalaman culture shock, kebiasaan masyarakat yang mereka temui, hingga makanan Indonesia yang paling mereka sukai.

    Sesi podcast ini menjadi wadah dialog antarbudaya dan memberikan wawasan berharga bagi mahasiswa UPY dalam melihat perspektif internasional. Melalui kegiatan ini, UPY dan MMSU semakin memperkuat kolaborasi akademik dalam program SEA-Teacher.

  • Magang Museum 2025 : Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UPY Tingkatkan Kompetensi dan Pengalaman Praktik di Museum

    Magang Museum 2025 : Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UPY Tingkatkan Kompetensi dan Pengalaman Praktik di Museum

    Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan profesional melalui pelaksanaan Magang Museum selama tiga bulan, mulai 16 September hingga 16 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti mahasiswa semester 7 sebagai bagian dari pembentukan kompetensi yang selaras dengan profil lulusan, khususnya Edukator Museum.

    Magang dilaksanakan di empat museum, yaitu Museum Sandi, Museum Benteng Vredeburg, Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali), dan Museum TNI AD Dharma Wiratama. Selama kegiatan, mahasiswa terlibat dalam praktik kuratorial, konservasi, edukasi museum, serta manajemen pengelolaan museum untuk memahami proses kerja permuseuman secara langsung.

    Kaprodi Pendidikan Sejarah FKIP UPY, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd., menegaskan bahwa magang museum merupakan bagian penting dalam pembentukan kompetensi profesional mahasiswa. Menurutnya, museum adalah pusat pendidikan publik yang berperan besar dalam penguatan literasi sejarah, sehingga dibutuhkan tenaga edukator yang komunikatif, kreatif, dan mampu mengembangkan program-program edukatif yang relevan.

    Magang ini juga menjadi bagian dari skema konversi mata kuliah, sehingga seluruh kegiatan mahasiswa diakui sebagai pemenuhan capaian pembelajaran pada mata kuliah permuseuman, kependidikan sejarah, dan praktik profesi. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan sekaligus penyetaraan akademik secara terstruktur.

    Melalui program ini, Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UPY berharap mahasiswa mampu mengembangkan kompetensi sebagai pendidik sejarah yang adaptif terhadap ruang belajar nonformal seperti museum. Selain memperkuat kemampuan komunikasi dan pelayanan publik, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai peran museum dalam literasi sejarah masyarakat. Kegiatan magang ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga budaya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

  • Prodi PPKn FKIP UPY Selenggarakan Kegiatan Bela Negara Mahasiswa Angkatan 2023 di Kodim 0729 Bantul

    Prodi PPKn FKIP UPY Selenggarakan Kegiatan Bela Negara Mahasiswa Angkatan 2023 di Kodim 0729 Bantul

    Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksanakan kegiatan Bela Negara Mahasiswa Angkatan 2023 pada Selasa, 14 Januari 2026, bertempat di Kodim 0729 Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter kebangsaan, kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai nasionalisme kepada mahasiswa.

    Kegiatan Bela Negara tersebut secara resmi disambut oleh Komandan Kodim (Dandim) 0729 Bantul, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kecakapan akademik, tetapi juga karakter tangguh, disiplin, dan berjiwa patriotik.

    Secara simbolis, kegiatan ini diterjunkan oleh Wakil Rektor III UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, didampingi oleh Kaprodi PPKn UPY, Supri Hartanto, M.Pd. Dalam arahannya, Wakil Rektor III menegaskan bahwa kegiatan Bela Negara merupakan implementasi nyata dari pendidikan karakter dan nilai-nilai Pancasila yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi sikap cinta tanah air, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan.

    Sementara itu, Kaprodi PPKn UPY menyampaikan bahwa kegiatan Bela Negara menjadi agenda rutin Prodi PPKn sebagai bentuk penguatan kompetensi kepribadian dan kewarganegaraan mahasiswa. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual agar mahasiswa mampu mengaitkan teori kewarganegaraan dengan praktik nyata di lapangan.

    Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengikuti berbagai materi dan pelatihan yang difasilitasi oleh jajaran Kodim 0729 Bantul, meliputi wawasan kebangsaan, kedisiplinan, kepemimpinan, serta pembinaan mental dan fisik. Kegiatan Bela Negara ini diharapkan mampu mencetak calon pendidik PPKn yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan berjiwa nasionalis.

  • Prodi Hukum Bisnis UPY bersama HAIMUKTI Law Firm Gelar Kuliah Umum Paralegal

    Prodi Hukum Bisnis UPY bersama HAIMUKTI Law Firm Gelar Kuliah Umum Paralegal

    Sejumlah mahasiswa Program Studi Hukum Bisnis, Fakultas Bisnis dan Hukum, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengikuti Kuliah Umum Paralegal yang diselenggarakan bersama HAIMUKTI Law Firm, di kampus setempat, pada Jumat, 9 Januari 2026 .

    Kegiatan ini merupakan salah satu hasil dari program kerja sama antara Prodi Hukum Bisnis UPY dengan HAIMUKTI LAW FIRM, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa dalam bidang hukum.

    Ketua Program Studi Hukum Bisnis UPY, Adv. Dr. Sigit Handoko, S.H., M.H., C. Me mengemukakan, bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa hukum sebelum menjadi sarjana hukum maka seorang mahasiswa tidak cukup jika hanya mengandalkan teori saja di kampus.

    “Seorang mahasiswa sangat perlu dan strategis untuk mengikuti pendidikan paralegal, terutama untuk meningkatkan kompetensi praktis, sensitivitas keadilan sosial maupun kesiapan kerja nantinya,” kata Dr. Sigit Handoko, dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/1/2026).

    Menurutnya, kegiatan kuliah paralegal ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa hukum antara lain, untuk menambah wawasan dan pengetahuan hukum secara aplikatif, membuka cakrawala mahasiswa hukum untuk berpikir selain di dalam kelas.

    “Juga dapat berpraktek ilmu hukum di lapangan hukum, dan meningkatkan ketrampilan analisis hukum, serta memperluas jaringan professional di bidang hukum yang menjadi bekal para mahasiswa hukum,” jelas Dr. Sigit Handoko.

    “Kuliah Umum Paralegal ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa hukum untuk belajar dan sharing session dari praktisi hukum berpengalaman tim dari HAIMUKTI LAW FIRM,” imbuh dia.

    Selanjutnya Dr (CAND) Muhlis Muhiddin, S.Sn, S.H., M.H dari HAIMUKTI LAW FIRM  di hadapan para peserta Kuliah Umum mengatakan, bahwa Paralegal itu adalah individu yang memperoleh pendidikan dan/atau pelatihan hukum tertentu, memiliki kompetensi dasar hukum dan etika, serta menjalankan fungsi pendampingan hukum non-litigasi di bawah koordinasi advokat atau Lembaga Hukum.

    “Dasar Hukum dari Paralegal itu terdapat dalam UU No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum terutama yang termuat di dalam Pasal 1 angka 3nya dan diperkuat lagi dengan Permenkumham N0. 1 Tahun 2018 dan Permenkumham N0. 34 Tahun 2025,” ungkap Muhlis Muhiddin, S.Sn., S.H., M.H.

    Dengan kegiatan ini mahasiswa Prodi Hukum Bisnis UPY diharapkan dapat menjadi lulusan yang kompeten dan siap mengahadapi tantangan di dunia kerja, sekaligus dapat menjadi contoh bagi program-program selanjutnya.

    “Kegiatan yang dapat meningkatlkan kualitas pendidikan dan profesionalisme mahasiswa Hukum Bisnis Universitas PGRI Yogyakarta, serta untuk mempererat hubungan antara akademisi dan praktisi hukum,” pungkas Dr. Sigit Handoko.