Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan rasa simpati dan keprihatinan yang mendalam atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari telah menyebabkan meluapnya sungai, kerusakan infrastruktur, serta memaksa banyak keluarga mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.
Kami mengajak seluruh civitas akademika UPY untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas kepada saudara-saudara kita yang terdampak. Semoga masyarakat yang mengalami musibah ini diberikan kekuatan, ketabahan, dan keselamatan. Kami juga berdoa agar penanganan darurat, evakuasi, serta proses pemulihan dapat berjalan lancar dan cepat.
Melalui doa, dukungan moral, maupun bantuan nyata, mari bersama-sama menjadi bagian dari upaya meringankan beban para korban.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi dengan berhasil meraih 4 penghargaan pada ajang Anugerah PT PGRI Berprestasi Tahun 2025. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam rangkaian Puncak Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 yang digelar di Jakarta, Sabtu (29/11).
UPY meraih penghargaan pada empat kategori, yakni:
Terbaik 1 Kategori Kerja Sama Kelompok Universitas
Terbaik Harapan 1 Kategori SDM dan Kelembagaan
Terbaik Harapan 2 Kategori Kemahasiswaan
Terbaik Harapan 1 Kategori Anugerah Dosen PT PGRI Berdedikasi se-Indonesia, diraih oleh Dr. Marti Widyasari, S.T., M.Eng., dosen Program Studi Informatika UPY.
Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Paiman menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti konsistensi UPY dalam memperkuat tata kelola, memperluas jaringan kerja sama, serta mendorong prestasi dosen dan mahasiswa di tingkat nasional.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika UPY. Kami bangga sekaligus termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, penghargaan yang diterima Dr. Marti Widyasari dalam kategori dosen berdedikasi se-Indonesia menjadi sorotan tersendiri. Kiprayahnya dalam pengembangan penelitian, inovasi, dan kontribusi akademik dinilai memberikan dampak signifikan baik bagi program studi maupun komunitas akademik PGRI.
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk UPY dan seluruh mahasiswa yang telah menjadi inspirasi dalam setiap langkah pengabdian saya,” ungkap Dr. Marti.
Ajang Anugerah PT PGRI Berprestasi diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk apresiasi terhadap perguruan tinggi PGRI yang menunjukkan kinerja unggul dalam berbagai aspek pengembangan institusi. Melalui penghargaan ini, UPY berharap dapat terus memperkuat kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi.
Rektor Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, turut menghadiri Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 pada 29 November 2025 yang berlangsung meriah di Britama Arena, Mahaka Square, Jakarta.
Acara besar yang menghimpun tenaga pendidik dari seluruh Indonesia ini juga dihadiri oleh para Pimpinan Perguruan Tinggi PGRI serta perwakilan guru dari berbagai provinsi. Hadir pula Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd, yang memberikan sambutan dan refleksi mengenai perjuangan, tantangan, serta masa depan profesi guru di Indonesia.
Peringatan nasional ini digelar sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pendidik sekaligus momentum penguatan komitmen PGRI dalam menjaga martabat guru sebagai profesi terhormat. Seluruh rangkaian acara, mulai dari pembukaan, sambutan tokoh nasional, refleksi pendidikan, hingga penampilan apresiasi untuk guru, berlangsung tertib, lancar, dan penuh kehangatan. Suasana semakin hidup berkat antusiasme para peserta yang hadir dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PB PGRI, Prof. Unifah menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru Indonesia yang terus mengabdi tanpa kenal lelah.
“Semoga para pendidik senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan semangat yang tak pernah padam dalam menginspirasi generasi bangsa. Terima kasih atas dedikasi, kesabaran, dan ilmu yang selalu Anda bagikan,” ujarnya.
Melalui peringatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memajukan pendidikan nasional semakin kuat. Momen ini juga menjadi pengingat bahwa peran guru tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa.
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2025 serta HUT PGRI Ke-80, digelar Bulan Podcast yang menghadirkan para tokoh pendidikan sebagai narasumber utama. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 25 November 2025, bertempat di Ruang Podcast Balai Teknologi Telekomunikasi Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Acara ini menghadirkan tiga figur penting dalam dunia pendidikan, yaitu Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Drs. Suhirman, M.Pd, serta Ketua PGRI DIY, Dr. Didik Wardaya, S.E., M.Pd. Kehadiran para tokoh ini menjadi wujud kolaborasi lintas lembaga dalam memperkuat peran guru di era modern.
Kegiatan Bulan Podcast ini diselenggarakan sebagai upaya untuk menjaga martabat guru sebagai profesi terhormat di masyarakat, sekaligus merayakan kontribusi mereka dalam membangun kualitas pendidikan Indonesia. Melalui format dialog interaktif, para narasumber membahas tantangan, dedikasi, serta masa depan profesi guru.
Acara berlangsung dengan tertib dan lancar, mengikuti susunan kegiatan yang telah disiapkan mulai dari pembukaan, sesi diskusi, hingga penutup. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi berlangsung, menghadirkan suasana yang hidup, inspiratif, dan penuh apresiasi terhadap peran para pendidik.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UPY Prof. Paiman menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para guru. Ia berharap para pendidik senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta semangat yang tak pernah padam dalam menginspirasi generasi bangsa.
“Terima kasih atas dedikasi, kesabaran, dan ilmu yang selalu Anda bagikan. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menguatkan masa depan pendidikan Indonesia,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk terus mendukung peningkatan kualitas guru dan memperkokoh penghargaan terhadap profesi yang menjadi pilar utama kemajuan bangsa.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya riset dan inovasi. Pada Senin, 17 November 2025, UPY melaksanakan kegiatan Pendampingan Penyusunan Paten yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM melalui Kanwil DIY.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat UPY ini dihadiri oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., serta para dosen dari berbagai program studi. Suasana pendampingan berjalan tertib, hangat, dan penuh antusiasme. Para peserta aktif menyimak, berdiskusi, dan menggali pemahaman tentang strategi penyusunan paten yang baik, mulai dari tahapan administrasi hingga aspek teknis pelindungan kekayaan intelektual.
Kerja sama antara DJKI dan UPY ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan kampus, sekaligus mendorong para dosen untuk menghasilkan luaran riset yang tidak hanya publikatif, tetapi juga memiliki nilai perlindungan hukum serta potensi kebermanfaatan bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Prof. Paiman menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap terselenggaranya kegiatan ini terutama manfaat dan untuk memperkuat kerja sama antar pihak kedepannya.
“Kami berharap pendampingan ini memberi manfaat nyata bagi seluruh peserta, memperkuat kerja sama antar pihak, serta menghasilkan tindak lanjut yang dapat diterapkan usai kegiatan. Semoga ini menjadi langkah awal bagi program-program lanjutan yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UPY semakin optimistis dapat meningkatkan jumlah paten dan kekayaan intelektual yang lahir dari karya para dosen dan peneliti, sebagai kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dewan Pimpinan Perguruan Tinggi PGRI dari seluruh Indonesia berkumpul dalam Sarasehan Nasional Pimpinan Perguruan Tinggi PGRI dan Pengumuman Juara ISCC 2025 yang diselenggarakan di Gedung Graha STKIP PGRI Bangkalan, Jl. Soekarno Hatta No. 52 Bangkalan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, bersama pimpinan perguruan tinggi PGRI lainnya dari berbagai wilayah Indonesia.
Sarasehan nasional ini digelar dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antarinstitusi PGRI sebagai upaya kolektif memajukan mutu pendidikan tinggi. Kehadiran para pemimpin perguruan tinggi dari berbagai daerah menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi strategis dan merumuskan langkah pengembangan ke depan.
Selama dua hari penyelenggaraan, acara berjalan dengan tertib dan lancar. Setiap sesi berlangsung sesuai jadwal, mulai dari pembukaan, sambutan-sambutan, hingga rangkaian kegiatan inti yang diwarnai dengan diskusi produktif. Para peserta tampak antusias dan aktif memberikan gagasan, menciptakan suasana sarasehan yang hangat, hidup, dan kondusif.
Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P menyampaikan selain menjadi wadah silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diterapkan sebagai tindak lanjut bagi seluruh perguruan tinggi PGRI.
“Sarasehan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya program-program lanjutan yang lebih inovatif dan kolaboratif, serta memperkuat kualitas tata kelola dan daya saing pendidikan tinggi PGRI di tingkat nasional.”jelas Prof. Paiman.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Perguruan Tinggi PGRI mempertegas perannya sebagai jaringan pendidikan yang solid dan visioner, berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Universitas PGRI Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dr. Marti Widyasari, S.T., M.Eng. berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai “Terbaik Harapan 1 Anugerah Dosen PT PGRI Berdedikasi se-Indonesia”, sebuah apresiasi yang menegaskan komitmen dan dedikasi beliau dalam dunia pendidikan tinggi.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi signifikan Dr. Marti dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat. Rekam jejak akademik serta kiprahnya dalam pengembangan inovasi pembelajaran menjadi salah satu indikator penting yang mengantarkan beliau meraih posisi prestisius pada ajang tersebut.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi beliau pribadi, tetapi juga bagi Universitas PGRI Yogyakarta yang terus mendorong sivitas akademika untuk berprestasi dan berkarya. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi dosen, mahasiswa, dan seluruh elemen perguruan tinggi untuk terus berkontribusi membangun kualitas pendidikan Indonesia yang unggul dan berdaya saing.
Dengan diraihnya penghargaan ini, UPY semakin mengokohkan eksistensinya sebagai kampus yang berkomitmen pada mutu pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.
Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan selamat atas pencapaian Dr. Marti Widyasari, S.T., M.Eng., serta berharap penghargaan ini menjadi pemantik semangat untuk berkarya lebih luas dan memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa.
Perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat telah mengubah cara belajar, cara berkomunikasi, bahkan cara berpikir generasi muda Indonesia. Anak-anak dan remaja hari ini hidup di dunia yang serba cepat, penuh informasi, dan mudah dipengaruhi arus digital. Di sisi lain, guru menghadapi tantangan baru: bagaimana mendidik generasi yang lebih dekat dengan layar daripada buku, lebih akrab dengan algoritma daripada tatap muka, dan lebih percaya konten viral daripada sumber resmi.
Namun di balik tantangan itu, teknologi juga membawa peluang besar untuk memperkaya proses belajar. Kuncinya adalah bagaimana guru mampu menjadi figur yang relevan, adaptif, dan inspiratif bagi para peserta didik.
Berikut beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan guru untuk mendidik generasi Indonesia saat ini.
1. Membangun Literasi Digital sejak Dini
Literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat, tetapi kemampuan memahami informasi secara kritis. Saat ini, siswa sangat rentan terhadap:
hoaks yang tersebar cepat
konten tidak mendidik atau tidak sesuai usia
budaya instan dan scrolling tanpa tujuan
cyberbullying dan tekanan sosial di media
Guru dapat mengajarkan cara memverifikasi sumber, membedakan opini dan fakta, memahami algoritma media sosial, dan dampak jejak digital. Dengan literasi digital yang baik, siswa tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga bijak memanfaatkannya.
2. Menjadi Teladan dalam Etika Bermedia
Guru masih menjadi salah satu tokoh panutan moral bagi siswa, baik secara langsung maupun digital. Di era media sosial, guru perlu memperlihatkan contoh:
komunikasi yang santun
penggunaan media sosial yang bertanggung jawab
kehati-hatian dalam membagikan informasi
penghargaan terhadap privasi
Keteladanan seringkali jauh lebih kuat daripada teori.
3. Mengintegrasikan Teknologi dalam Pembelajaran
Daripada dianggap ancaman, teknologi dapat menjadi sarana pembelajaran yang menarik. Penggunaan platform edukasi, video interaktif, simulasi digital, hingga learning management system membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih variatif.
Di beberapa sekolah, guru yang memanfaatkan aplikasi kuis interaktif atau project-based learning berbasis digital terbukti mampu meningkatkan minat belajar dan keterlibatan siswa.
4. Mengasah Kecerdasan Emosional Siswa
Di tengah derasnya arus informasi, siswa sering mengalami kelelahan mental, kebingungan identitas, dan tekanan sosial daring. Guru perlu menyeimbangkan pembelajaran akademik dengan pendidikan karakter, seperti:
empati
pengendalian diri
kemampuan bekerja sama
manajemen stres
Hal ini penting karena teknologi tidak bisa menggantikan sentuhan emosional dan nilai kemanusiaan yang dibutuhkan setiap individu.
5. Mengajak Orang Tua Terlibat dalam Pengawasan Digital
Peran keluarga sangat menentukan. Guru dapat mendorong komunikasi yang lebih baik dengan orang tua mengenai:
batasan penggunaan gawai
waktu layar (screen time)
konten yang boleh diakses
rutinitas belajar di rumah
Kolaborasi guru dan orang tua akan memperkuat lingkungan belajar yang aman, sehat, dan positif.
6. Menanamkan Keterampilan Abad 21
Generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan akademik. Mereka membutuhkan keterampilan:
berpikir kritis
kreativitas
komunikasi
kolaborasi
pemecahan masalah
Guru dapat mendesain pembelajaran berbasis proyek, diskusi, dan eksplorasi sehingga siswa terbiasa berpikir secara mendalam, bukan hanya mencari jawaban cepat di internet.
7. Menguatkan Nilai Kebangsaan dan Kepribadian Indonesia
Di tengah globalisasi digital, anak-anak Indonesia berisiko kehilangan jati diri. Guru memiliki peran strategis untuk menjaga:
nilai moral dan budaya
karakter Pancasila
kebiasaan menghargai sesama
cinta tanah air
Nilai-nilai tersebut penting agar generasi muda tetap menjadi generasi yang berakhlak, berbudaya, dan mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas.
Teknologi Tidak Akan Menggantikan Guru, Tetapi Guru yang Tidak Beradaptasi Bisa Digantikan
Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Sentuhan kemanusiaan, kebijaksanaan, dan bimbingan moral—semua itu tidak bisa digantikan mesin. Generasi Indonesia membutuhkan guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi, mendampingi, dan mengarahkan mereka agar mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab.
Dengan adaptasi, kolaborasi, dan komitmen, guru hari ini tetap menjadi ujung tombak pendidikan bangsa, bahkan di tengah derasnya gempuran teknologi digital.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menyelenggarakan Rapat Luar Kantor dalam rangka penyusunan laporan akhir pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025 serta penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi PPG. Kegiatan ini berlangsung pada 31 Oktober–3 November 2025 di Heha Ocean View, Gunungkidul, DI Yogyakarta.
Rapat luar kantor tersebut menjadi momentum strategis FKIP UPY dalam meningkatkan mutu dan tata kelola penyelenggaraan PPG. Seluruh dosen, tim pengelola, serta perwakilan guru pamong hadir dan terlibat aktif dalam forum diskusi, evaluasi, serta pemaparan berbagai usulan perbaikan terkait proses pembelajaran dan capaian lulusan.
Selain penyusunan laporan akhir pelaksanaan program, harmonisasi CPL turut menjadi fokus utama. Upaya penyesuaian CPL dilakukan agar selaras dengan kebutuhan pendidikan nasional, perkembangan kompetensi guru, dan standar profesionalisme yang ditetapkan pemerintah.
Ketua Program Studi PPG UPY, Dr. Dhiniaty Gularso, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen FKIP UPY dalam mendukung peningkatan kualitas guru di Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas PGRI Yogyakarta berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan profesi guru melalui penyusunan laporan berkualitas dan penyesuaian CPL yang relevan,” ujarnya.
Acara yang berlangsung interaktif dan kolaboratif itu diharapkan mampu menghasilkan rumusan strategis yang memperkuat kinerja penyelenggaraan PPG di lingkungan FKIP UPY. Hasil rapat juga diproyeksikan menjadi landasan penting dalam pengembangan program serta peningkatan reputasi PPG UPY di masa mendatang.
Peringatan Hari Guru Nasional 25 November yang bertepatan dengan HUT PGRI ke-80 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kualitas pendidikan Indonesia. Tema besar yang terus digaungkan, yaitu pentingnya guru bermutu untuk mendukung kemajuan bangsa, semakin relevan di era kompetisi global dan transformasi digital yang cepat.
Guru merupakan pilar utama dalam pembentukan sumber daya manusia unggul. Tidak ada negara yang maju tanpa didukung tenaga pendidik yang profesional, berkarakter, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, dan kompetisi global menuntut sistem pendidikan untuk terus berinovasi. Dalam konteks ini, guru memegang peran strategis sebagai pengarah, pendamping, sekaligus penggerak perubahan.
Saat ini, guru dituntut untuk:
Menguasai teknologi pembelajaran digital.
Hadir sebagai fasilitator yang mendorong kreativitas dan berpikir kritis.
Memiliki kompetensi pedagogik dan profesional yang terus diperbarui.
Menanamkan karakter, nilai moral, dan kecakapan hidup kepada peserta didik.
Tanpa guru yang berkualitas, pembaharuan kurikulum dan program pendidikan tidak akan berjalan optimal. Guru adalah penghubung antara kebijakan pendidikan dan proses pembelajaran di ruang kelas.
Memasuki usia 80 tahun, PGRI terus berperan sebagai organisasi profesi yang memperjuangkan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Dalam dua dekade terakhir, PGRI ikut terlibat dalam berbagai program penguatan kapasitas guru, pelatihan, advokasi kebijakan, serta perlindungan profesi.
Kehadiran PGRI sebagai wadah perjuangan guru membantu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih kondusif, sehingga guru dapat fokus menjalankan tugasnya dengan profesional dan berintegritas.
Guru bermutu adalah fondasi utama dalam mencetak peserta didik yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Guru yang berkualitas akan mampu:
Menghadirkan pembelajaran yang relevan dan bermakna.
Mendorong literasi, numerasi, serta literasi digital siswa.
Membentuk karakter disiplin, kerja sama, dan integritas.
Mengembangkan keterampilan abad 21 termasuk kreativitas, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Ketika guru berkembang, maka kualitas siswa, sekolah, dan seluruh ekosistem pendidikan juga ikut meningkat. Pada akhirnya, kualitas sumber daya manusia yang tinggi akan menjadi modal utama bagi Indonesia untuk melompat lebih cepat menuju negara maju.
Mutu guru tidak hanya menjadi tanggung jawab guru semata. Pemerintah, organisasi profesi seperti PGRI, sekolah, orang tua, hingga masyarakat luas perlu berkolaborasi dalam:
Menyediakan pelatihan profesional yang berkelanjutan.
Meningkatkan kesejahteraan dan kondisi kerja guru.
Mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Menjaga lingkungan yang mendukung inovasi dan kreativitas.
Ketika seluruh pihak bergerak dalam satu visi memperkuat mutu guru maka pendidikan Indonesia akan berkembang lebih cepat dan lebih terarah.
Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 tahun ini menjadi pengingat bahwa investasi terbesar bangsa bukanlah pada infrastruktur fisik semata, melainkan pada kualitas pendidiknya.
Guru yang bermutu akan melahirkan generasi yang unggul. Generasi unggul akan membawa Indonesia melangkah lebih jauh menuju negara maju. Oleh karena itu, peningkatan mutu guru bukan hanya kebutuhan, tetapi keharusan strategis bagi masa depan bangsa.