Kategori: Berita Utama

  • Memaknai Hari Guru Nasional 25 November 2025 dan HUT PGRI ke-80: Guru Bermutu, Indonesia Maju

    Memaknai Hari Guru Nasional 25 November 2025 dan HUT PGRI ke-80: Guru Bermutu, Indonesia Maju

    Setiap tanggal 25 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional (HGN), sebuah momentum penting untuk memberikan apresiasi kepada para pendidik yang selama ini menjadi pilar utama kemajuan pendidikan. Tahun 2025 memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80, sebuah tonggak sejarah yang menegaskan komitmen panjang organisasi ini dalam memperjuangkan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru di tanah air.

    Dengan mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju”, peringatan tahun ini menjadi refleksi sekaligus dorongan untuk meningkatkan kualitas guru sebagai kunci percepatan pembangunan nasional.

    Pendidikan yang maju tidak dapat dilepaskan dari peran guru yang profesional, kompeten, dan berdedikasi. Perubahan zaman yang ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika global menuntut guru untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi.

    Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga arsitek karakter, fasilitator pembelajaran, pembimbing moral, serta penggerak inovasi di sekolah. Mutu pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru; oleh sebab itu, peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian menjadi keniscayaan dalam mencetak generasi Indonesia yang unggul.

    Peringatan ke-80 tahun PGRI menandai perjalanan panjang organisasi ini dalam memperjuangkan kepentingan profesi guru. Sejak berdiri pada 1945, PGRI telah hadir sebagai wadah pemersatu dan penguat solidaritas guru di seluruh Indonesia.

    Dalam usia delapan dekade, PGRI terus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang berkualitas melalui advokasi kebijakan, peningkatan kompetensi, perlindungan profesi, serta penguatan organisasi di tingkat pusat maupun daerah. Usia ke-80 bukan hanya simbol kedewasaan organisasi, tetapi juga komitmen berkelanjutan untuk memperjuangkan masa depan pendidikan yang lebih baik.

    Tema peringatan tahun ini memberikan pesan jelas bahwa kemajuan Indonesia dimulai dari guru yang berkualitas. Guru yang bermutu bukanlah mereka yang sekadar mengajar, melainkan yang mampu menginspirasi, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi untuk memperkaya proses pembelajaran.

    Melalui guru yang berkualitas, lahirlah generasi pemimpin masa depan yang berkarakter, kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan global. Harapan besar bangsa ini bertumpu pada upaya peningkatan kualitas guru secara berkelanjutan melalui pelatihan, pengembangan profesi, serta pemenuhan hak dan kesejahteraan mereka.

    Dalam konteks transformasi pendidikan nasional, guru menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program strategis seperti kurikulum yang adaptif, pembelajaran berbasis kompetensi, serta penguatan karakter. Pemerintah, PGRI, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan guru terus berkembang.

    Investasi terbesar bangsa ini adalah pada pendidikannya. Ketika guru diberdayakan, dihargai, dan didukung, maka kualitas pendidikan akan meningkat, dan pada akhirnya kemajuan Indonesia akan semakin nyata.

    Hari Guru Nasional 2025 dan HUT PGRI ke-80 bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan. Dengan mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju”, kita diingatkan bahwa masa depan bangsa berada di tangan para pendidik.

    Mari menjadikan momentum ini sebagai pengingat untuk terus menghormati, mendukung, dan memberdayakan guru sebagai garda terdepan lahirnya generasi Indonesia yang cerdas dan berkarakter.

  • UPY Dorong Riset Lanjut CaMMV Melalui Program Visiting Scientist ke Perancis

    UPY Dorong Riset Lanjut CaMMV Melalui Program Visiting Scientist ke Perancis

    Fakultas Pertanian Universitas PGRI Yogyakarta (FP UPY) mengirimkan salah satu penelitinya, Dr. Argawi Kandito, M.Sc., sebagai Visiting Scientist di Centre de coopération internationale en recherche agronomique pour le développement (CIRAD), Montpellier, Perancis. Kegiatan ini berlangsung pada 23 September 2025 hingga 25 Oktober 2025 di UMR AGAP, CIRAD, Campus Lavalette.

    Program Visiting Scientist ini merupakan bagian dari kolaborasi riset antara Dr. Argawi Kandito dan Emmanuelle Muller, Ph.D., HDR, peneliti senior CIRAD, yang berfokus pada studi genetik virus kakao di Indonesia. Penelitian tersebut menjadi penting mengingat merebaknya virus baru Cacao mild mosaic virus (CaMMV) yang dilaporkan menyerang tanaman kakao di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

    Selama lebih dari sebulan kegiatan berlangsung, penelitian dilakukan melalui serangkaian eksperimen laboratorium menggunakan teknologi biologi molekuler mutakhir. Proses penelitian berjalan lancar dan menghasilkan sejumlah temuan penting, termasuk pemetaan struktur genetik CaMMV serta indikasi integrasi fragmen virus ke dalam genom kakao, yang berpotensi memengaruhi ketahanan tanaman terhadap serangan virus.

    “Kerja sama riset ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memahami penyebaran dan dinamika genetik CaMMV secara lebih mendalam,” ujar Dr. Argawi.

    Studi ini juga diharapkan dapat mempercepat pengembangan strategi mitigasi, mulai dari pemuliaan tanaman kakao yang lebih tahan hingga pemantauan penyebaran virus di lapangan.

    Ke depan, kolaborasi riset ini akan diperluas melalui survei sebaran CaMMV di wilayah ASEAN serta analisis lebih lanjut terkait ketahanan berbagai genotipe kakao terhadap infeksi virus. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan produksi kakao nasional, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam jejaring riset kakao internasional.

  • HMP Manajemen UPY Gelar Achievement Motivation Training 2025: Tanamkan Growth Mindset dan Resiliensi pada Mahasiswa Baru

    HMP Manajemen UPY Gelar Achievement Motivation Training 2025: Tanamkan Growth Mindset dan Resiliensi pada Mahasiswa Baru

    Bantul, 25–26 Oktober 2025 — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Manajemen Universitas PGRI Yogyakarta sukses melaksanakan kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) 2025 dengan mengusung tema “Growth and Resilience for Excellent.” Kegiatan dua hari yang berlangsung di Bina Karya, Srimulyo, Piyungan, Bantul, ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Program Studi Manajemen UPY dengan antusiasme tinggi.

    Acara dibuka dengan sambutan Ketua Panitia, Ghufron Kusumo, yang menegaskan pentingnya membangun motivasi dan daya juang mahasiswa baru dalam menghadapi perjalanan akademik. Ia berharap AMT dapat menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri sekaligus menumbuhkan mentalitas positif.

    Wakil Dekan III Fakultas Bisnis, Adhi Prakosa, S.E., M.Sc., turut memberikan sambutan dan motivasi. Dalam pesannya, ia mendorong para peserta untuk aktif mengembangkan kapasitas akademik maupun organisasi sebagai bekal menghadapi persaingan global.

    Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen, Latifah Putranti, S.E., M.Sc., menekankan pentingnya membangun growth mindset dan karakter tangguh sejak tahun pertama perkuliahan.

    “Ketangguhan mental adalah kunci untuk bertahan dan unggul dalam setiap tantangan. Mahasiswa harus siap berkembang, beradaptasi, dan berinovasi,” tegasnya.

    Pada hari pertama, peserta menerima dua materi inspiratif. Materi pertama disampaikan oleh Agista Cahya Nirmala, alumni Manajemen UPY sekaligus penerima beasiswa LPDP, dengan topik “Growth Mindset: Fueling Continuous Improvement.” Agista mengajak peserta melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar dan terus mengembangkan diri tanpa henti.

    Materi kedua dibawakan oleh Yanuar Luthfi Ardian, Owner Yasuci Wedding and Event Organizer dan alumni UPY, dengan tema “Mastering the Craft: Technical Skill for Professional Excellence.” Ia menekankan pentingnya penguasaan keterampilan teknis dan profesionalisme sebagai modal sukses di dunia kerja maupun wirausaha.

    Malam harinya, kegiatan diwarnai dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas mahasiswa baru dan menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.

    Hari kedua diisi dengan kegiatan outbond yang dirancang untuk melatih kerja sama tim, komunikasi, dan ketangguhan mental peserta. Melalui berbagai permainan dan simulasi, mahasiswa diajak memahami pentingnya kolaborasi dan sikap pantang menyerah dalam menyelesaikan tantangan.

    Kegiatan AMT ditutup secara resmi oleh Dosen Pendamping HMP Manajemen, Guruh Ghifar Zalzalah, S.E., M.Sc., yang memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta atas kesungguhan dan semangat yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung.

    Dengan terselenggaranya AMT 2025, Program Studi Manajemen UPY berharap mahasiswa baru semakin siap memasuki dunia perkuliahan dengan kemampuan adaptasi yang baik, karakter tangguh (resilience), serta tekad kuat untuk meraih keunggulan di masa depan.

    Kegiatan ini juga menjadi komitmen HMP Manajemen UPY untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inspiratif, humanis, dan mendorong pengembangan diri secara berkelanjutan.

  • PBI UPY dan PBI UMBY Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Tingkatkan Mutu Akademik dan Internasionalisasi

    PBI UPY dan PBI UMBY Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Tingkatkan Mutu Akademik dan Internasionalisasi

    Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bersama PBI Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) resmi menyepakati kerja sama strategis dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penguatan kurikulum, serta pengembangan program internasional. Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi PBI UPY dalam upaya mencapai akreditasi unggul sekaligus memperluas jejaring akademik di tingkat global.

    Kesepakatan kerja sama tersebut diperkuat melalui rapat koordinasi yang menghasilkan sejumlah poin strategis. Perbedaan capaian akreditasi antara kedua program studi menjadi salah satu dasar utama lahirnya kolaborasi ini. Saat PBI UMBY telah meraih akreditasi unggul, PBI UPY tengah memantapkan langkah untuk menyempurnakan standar akademik, tata kelola, dan mutu pembelajaran.

    Dalam diskusi tersebut, beberapa agenda penguatan diprioritaskan, antara lain peningkatan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah, penguatan program pengabdian masyarakat, serta pengembangan kurikulum yang lebih adaptif. Salah satu inovasi yang akan diadopsi adalah penerapan Sistem Informasi Feedback (SIF) untuk mempermudah evaluasi, pemantauan, dan peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.

    Selain itu, kedua pihak juga membahas rencana penguatan kompetensi dosen melalui pelatihan, pendampingan penelitian, dan peningkatan aktivitas publikasi. Model rekrutmen dosen yang diterapkan UMBY—yakni kewajiban mengajar selama dua semester sebelum memperoleh status tetap—juga menjadi salah satu referensi penting yang dipertimbangkan UPY dalam memperbaiki mekanisme seleksi dan pembinaan tenaga pendidik.

    Di bidang mahasiswa, PBI UPY berencana mengadopsi model SEA Teacher Program yang telah sukses dijalankan UMBY. Program ini memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar di lingkungan internasional, sekaligus memperluas wawasan serta meningkatkan kesiapan mereka menghadapi kompetisi global.

    Notulensi rapat juga menegaskan pentingnya evaluasi terstruktur pada seluruh program akademik maupun kegiatan pengabdian masyarakat, termasuk optimalisasi komunikasi dengan sekolah mitra, sosialisasi kebijakan internal, dan penguatan sistem monitoring.

    Sebagai tindak lanjut, kedua institusi akan membentuk Tim Kerja Sama PBI UPY–UMBY yang bertugas menyusun rencana kegiatan kolaborasi, mempersiapkan studi banding ke PBI UMBY, serta merancang proposal kerja sama akademik dan pertukaran mahasiswa. Program pengembangan dosen dan penyusunan kurikulum adaptif juga menjadi bagian dari agenda lanjutan.

    Kerja sama antara PBI UPY dan PBI UMBY diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antarprogram studi sejenis di Yogyakarta dalam meningkatkan mutu pendidikan bahasa Inggris. Upaya ini diyakini tidak hanya memperkuat peluang PBI UPY meraih akreditasi unggul, tetapi juga memperkaya pengalaman akademik mahasiswa melalui pembelajaran yang relevan, inovatif, dan berorientasi internasional.

    Melalui sinergi berkelanjutan ini, kedua institusi menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan pendidikan bahasa Inggris di Yogyakarta serta memperkuat reputasi kampus sebagai pusat pengembangan pendidikan berkualitas dan berdaya saing global.

  • PVTO UPY Ditunjuk sebagai Ketua Pertama KONVATORI: Tonggak Baru Kolaborasi Pendidikan Vokasional Otomotif PGRI

    PVTO UPY Ditunjuk sebagai Ketua Pertama KONVATORI: Tonggak Baru Kolaborasi Pendidikan Vokasional Otomotif PGRI

    Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) resmi menorehkan capaian bersejarah setelah ditunjuk sebagai Ketua Konsorsium Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif PGRI (KONVATORI) untuk periode pertama. Keputusan tersebut lahir dalam pertemuan inisiasi dan pembentukan konsorsium yang diselenggarakan secara daring pada Jumat, 25 Juli 2025.

    KONVATORI hadir sebagai wadah kolaboratif strategis bagi seluruh Program Studi S1 PVTO di lingkungan Perguruan Tinggi PGRI se-Indonesia. Konsorsium ini dibentuk untuk memperkuat mutu pendidikan vokasional, meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri, mendorong riset dan inovasi, serta memperluas jejaring kerja sama antarlembaga dan dengan sektor industri otomotif.

    Mengemban amanah sebagai ketua perdana, Muhammad Amiruddin, M.Pd., selaku Kepala Program Studi PVTO UPY, akan memimpin konsorsium selama satu tahun ke depan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan dan menegaskan kesiapan PVTO UPY untuk memainkan peran strategis tersebut.

    “Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami di PVTO UPY,” ujar Muhammad Amiruddin, M.Pd. “Kami siap menjadi koordinator dan fasilitator bagi seluruh Program Studi anggota KONVATORI untuk bersama-sama mewujudkan visi konsorsium ini. Sinergi adalah kunci, dan kami percaya dengan kolaborasi yang kuat, kita akan mampu mencetak lulusan otomotif yang semakin unggul dan berdaya saing global.”

    Selama masa kepemimpinannya, PVTO UPY akan memprioritaskan:

    • Penyusunan dan finalisasi Perjanjian Implementasi (IA)
    • Pembentukan gugus tugas (task force) lintas perguruan tinggi
    • Perumusan program kerja strategis tahap awal
    • Inisiasi kompetisi mahasiswa dan dosen untuk mendorong kreativitas dan prestasi
    • Penguatan jejaring dengan mitra industri otomotif nasional

    Penunjukan PVTO UPY sebagai ketua pertama diharapkan menjadi katalisator bagi seluruh Program Studi PVTO di Perguruan Tinggi PGRI untuk terlibat aktif dalam konsorsium ini. Kehadiran KONVATORI diyakini dapat memperkuat ekosistem pendidikan vokasional otomotif yang solid, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di Indonesia.

  • Dosen UPY jadi “Guest Lecture” Dalam Acara “An Introduction to Syntax”

    Dosen UPY jadi “Guest Lecture” Dalam Acara “An Introduction to Syntax”

    Dr. Rudha Widagsa, M.A, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Yogyakarta menjadi narasumber dalam kegiatan Guest Lecture Series yang digelar pada Senin, 13 Oktober 2025 di UST. Kegiatan bertema “An Introduction to Syntax”.

    Sesi kuliah tamu yang berlangsung pukul 07.30–09.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa PBI UST. Dalam paparannya, Dr. Rudha mengulas konsep-konsep dasar sintaksis, struktur pembentuk kalimat, serta hubungan antarunsur bahasa yang menjadi fondasi dalam analisis linguistik. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan sintaksis bagi mahasiswa pendidikan bahasa Inggris, terutama dalam mendukung kompetensi akademik maupun pedagogik.

    Menurut Dr. Rudha, Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran lintas perspektif dengan melibatkan pakar dari institusi lain. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mendapatkan penguatan teoretis, tetapi juga memperoleh wawasan baru tentang perkembangan kajian linguistik. Kehadiran narasumber dari universitas mitra turut memperkaya proses belajar dan membuka peluang kolaborasi akademik di masa mendatang.

    Dengan terselenggaranya Guest Lecture Series ini, merupakan komitmen PBI UPY dan PBI UST yang bermitra dalam menyediakan pengalaman belajar yang relevan, kritis, dan memperluas cakrawala pengetahuan mahasiswa dalam bidang bahasa Inggris.

  • PVTO UPY Selenggarakan Review Kurikulum Berbasis OBE untuk Perkuat Relevansi Pendidikan Vokasional Otomotif

    PVTO UPY Selenggarakan Review Kurikulum Berbasis OBE untuk Perkuat Relevansi Pendidikan Vokasional Otomotif

    Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang berlangsung pada 1–18 Juli 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Sidang FKIP UPY ini menghadirkan seluruh dosen program studi serta para pemangku kepentingan pendidikan vokasional.

    Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum., pakar pendidikan dan pengembang kurikulum nasional, yang memberikan pemaparan mendalam terkait urgensi transformasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK). Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa penyusunan kurikulum harus responsif terhadap kebutuhan industri otomotif dan perkembangan teknologi mutakhir.

    Selain Prof. Rohmadi, kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan mitra industri otomotif serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY yang turut memberikan pandangan strategis mengenai kompetensi yang dibutuhkan pada dunia kerja saat ini.

    • Peninjauan struktur kurikulum berdasarkan pendekatan OBE
    • Penyelarasan CPL dan CPMK dengan standar nasional serta kebutuhan dunia industri
    • Penguatan pembelajaran berbasis proyek dan praktik industri
    • Perumusan strategi peningkatan kompetensi lulusan agar adaptif terhadap teknologi otomotif terkini

    Ketua Program Studi PVTO UPY, Muhammad Amiruddin, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memastikan kurikulum yang diterapkan bersifat relevan, terukur, dan berorientasi pada hasil. Selama proses review, para dosen terlibat aktif dalam diskusi dan memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan dokumen kurikulum yang tengah dikembangkan.

    “Kurikulum vokasional harus terus bergerak mengikuti dinamika industri. Melalui review berbasis OBE, kami ingin memastikan lulusan tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang kuat, tetapi juga siap beradaptasi dengan perubahan teknologi otomotif,” ujarnya.

    Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif UPY menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kurikulum yang mampu mencetak lulusan kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja. Pelaksanaan review kurikulum berbasis OBE ini menjadi bukti keseriusan prodi dalam menjawab tantangan pendidikan vokasional di era teknologi dan industri berkelanjutan.

  • UPY Lepas Mahasiswa SEA-Teacher Outbound Gelombang 3 ke Mariano Marcos State University, Filipina

    UPY Lepas Mahasiswa SEA-Teacher Outbound Gelombang 3 ke Mariano Marcos State University, Filipina

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mengukir langkah penting dalam internasionalisasi pendidikan dengan melepas dua mahasiswa yang akan mengikuti Program SEA-Teacher Outbound Gelombang 3 Tahun 2025 ke Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina. Kegiatan pelepasan berlangsung hangat dan penuh makna di Ruang Sidang Rektorat Lantai 2, Kampus 1 UPY, pada Jumat (31/10).

    Program SEA-Teacher (Southeast Asian Teacher Project) merupakan inisiatif di bawah koordinasi SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) yang bertujuan memberikan pengalaman mengajar lintas negara bagi calon pendidik di kawasan Asia Tenggara. Melalui program ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk beradaptasi dengan sistem pendidikan, budaya, dan kehidupan sosial negara lain sebagai bekal menuju guru berwawasan global.

    Acara pelepasan dihadiri oleh jajaran pimpinan Yayasan dan Universitas, di antaranya Armansyah Prasakti, S.H., Sp.N., M.H. (Ketua Pembina YP UPY), Drs. Johanes Sabari, M.Si. (Ketua Pengurus YP UPY), Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. (Rektor UPY), dan Dr. Septian Aji Permana, S.Pd., M.Pd. (Wakil Rektor III). Turut hadir pula Dr. Esti Setiawati, M.Pd. (Dekan FKIP UPY), Dr. Niken Wahyu Utami, S.Pd., M.Pd. (Wakil Dekan II FKIP UPY), Dr. Wahyudi, M.Ed. (Kepala KUK), Taufik Muhtarom, M.Pd. Ph.D. (Kadiv. KLN KUK), Guruh Ghifar Zalzalah, S.E., M.Sc. (Kadiv. KDN KUK), Heni Nurrohmah, S.Pd. (Kadiv. HMP KSR), serta Dr. Mohammad Iskandar Dzulqurnain, M.Pd.

    Dua mahasiswa terpilih, Rifky Fahrezi Armansyah dan Laili Nur Fitriyana, akan menjalani program praktik mengajar selama satu bulan di MMSU Filipina pada November–Desember 2025, didampingi oleh dosen pendamping Juang Kurniawan S., S.Pd., M.Pd.B.I.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. menyampaikan pesan penuh motivasi bagi para peserta agar membawa nama baik universitas dan bangsa Indonesia selama mengikuti program.

    “Menjadi bagian dari program internasional ini bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang belajar memahami budaya, menghormati perbedaan, dan membangun persahabatan lintas negara. Itulah hakikat pendidik sejati,” ujar Prof. Paiman.

    Acara dilanjutkan dengan penyampaian arahan dari Kantor Urusan Kerja Sama (KUK), dilanjutkan prosesi pelepasan mahasiswa dan dosen pendamping oleh Rektor UPY, serta diakhiri dengan tur kampus dan sesi foto bersama. Suasana pelepasan diwarnai rasa haru dan bangga, menandai langkah baru UPY dalam memperkuat kontribusinya di kancah pendidikan ASEAN.

    Dr. Wahyudi, M.Ed., Kepala KUK UPY, menyampaikan harapannya agar program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan profesional dan memperluas wawasan internasional.

    “Kami ingin mahasiswa UPY menjadi duta pendidikan yang membawa semangat toleransi, kolaborasi, dan profesionalisme ke tingkat global,” tuturnya.

    Melalui pelepasan ini, UPY menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membangun generasi pendidik berkelas dunia. Partisipasi mahasiswa dalam SEA-Teacher menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak memiliki batas, dan semangat belajar dapat menjembatani bangsa-bangsa melalui pengetahuan dan persahabatan.

  • Universitas PGRI Yogyakarta Sambut Mahasiswa SEA-Teacher dari Filipina dalam Program Internasional 2025

    Universitas PGRI Yogyakarta Sambut Mahasiswa SEA-Teacher dari Filipina dalam Program Internasional 2025

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperkuat jejaring internasional melalui program SEA-Teacher Inbound Gelombang 3 Tahun 2025, yang kali ini menghadirkan dua mahasiswa dari Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina. Kegiatan penyambutan resmi atau Welcoming Ceremony berlangsung hangat di Ruang Sidang Rektorat, Lantai 2, Kampus 1 UPY, Rabu (5/11).

    Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan yayasan, antara lain Ketua Pengurus YP UPY Drs. John Sabari, M.Si., Rektor Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., dan Wakil Rektor III Dr. Septian Aji Permana, M.Pd. Turut hadir pula Kepala Kantor Urusan Kerja Sama (KUK) Dr. Wahyudi, M.Ed., beserta tim KUK: Taufik Muhtarom, M.Pd., Ph.D. (Kadiv. Kerja Sama Luar Negeri), Guruh Ghifar Zalzalah, S.E., M.Sc. (Kadiv. Kerja Sama Dalam Negeri), dan Heni Nurrohmah, S.Pd. (Kadiv. HMP KSR).

    Dalam kegiatan ini, UPY secara resmi menyambut Papel, Axl Monique G. dan Siano, Crislyn Grace A., mahasiswa SEA-Teacher dari Filipina, yang akan menjalani program praktik mengajar selama satu bulan di sekolah mitra UPY mulai November hingga Desember 2025. Mahasiswi UPY Nikmah Tul Hasanah turut ditunjuk sebagai pendamping selama program berlangsung.

    Suasana penyambutan berlangsung akrab dan penuh semangat kekeluargaan. Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang terus diberikan oleh SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) dan universitas mitra di Asia Tenggara kepada UPY sebagai tuan rumah program internasional ini.

    “Program SEA-Teacher bukan sekadar pertukaran akademik, melainkan bentuk nyata dari persahabatan antarbangsa melalui dunia pendidikan. Kami ingin mahasiswa dari Filipina merasakan kehangatan budaya Yogyakarta dan semangat belajar bersama di kampus kami,” ujar Prof. Paiman.

    Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala KUK, penyematan jas almamater UPY kepada mahasiswa asing sebagai simbol penerimaan dan persaudaraan, serta penampilan spesial dari mahasiswa SEA-Teacher MMSU yang menampilkan budaya Filipina. Acara diakhiri dengan foto bersama dan tur kampus (Campus Tour) untuk memperkenalkan lingkungan akademik dan fasilitas UPY.

    Melalui kegiatan ini, UPY menegaskan komitmennya dalam mendukung program internasionalisasi pendidikan yang tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga membangun jembatan budaya antarnegara.

    “Kami berharap kehadiran mahasiswa SEA-Teacher akan memperkaya pengalaman lintas budaya, memperkuat nilai toleransi, dan memperluas wawasan global mahasiswa UPY,” tutur Dr. Wahyudi, M.Ed., Kepala KUK UPY.

    Program SEA-Teacher Gelombang 3 ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi kedua mahasiswa dari MMSU, sekaligus memperkuat posisi UPY sebagai universitas yang aktif berkontribusi dalam jejaring pendidikan di kawasan Asia Tenggara.

  • Universitas PGRI Yogyakarta dan Universiti Poly-Tech Malaysia Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Penjajakan Kerja Sama dan Visiting Professor

    Universitas PGRI Yogyakarta dan Universiti Poly-Tech Malaysia Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Penjajakan Kerja Sama dan Visiting Professor

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kegiatan Penjajakan Kerja Sama dan Visiting Professor bersama Universiti Poly-Tech Malaysia (UPTM). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Rektorat, Kampus Unit 1 UPY, Selasa (4/11), dan menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik lintas negara.

    Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Yayasan dan Universitas, antara lain Ketua Pembina YP UPY Armansyah Prasakti, S.H., S.Pn., M.H.; Ketua Pengurus YP UPY Drs. John Sabari, M.Si.; Rektor Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P.; Wakil Rektor III Dr. Septian Aji Permana, M.Pd.; para Dekan dari empat fakultas (FKIP, FBH, FP, dan FST); serta jajaran Kepala dan Staf Kantor Urusan Kerja Sama (KUK).

    Dari pihak tamu, hadir Dr. Mohd Erfino Johari, Senior Lecturer & Director of Industrial Linkages & Academic Internationalisation dari Universiti Poly-Tech Malaysia, yang juga bertindak sebagai Visiting Professor. Dalam kunjungannya, Dr. Erfino berbagi wawasan tentang pentingnya sinergi antar universitas dalam membangun jejaring akademik global, terutama dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

    “Kolaborasi internasional bukan hanya tentang pertukaran pengetahuan, tetapi juga tentang membangun jembatan pemahaman lintas budaya dan inovasi yang berkelanjutan,” ungkap Dr. Erfino Johari dalam sesi diskusinya.

    Rangkaian acara berlangsung dengan hangat dan produktif. Dimulai dari sambutan perwakilan UPTM dan Managing Director ITEA, dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua institusi. Setelah prosesi tersebut, dilakukan penyerahan kenang-kenangan, sesi foto bersama, serta Focus Group Discussion (FGD) yang membahas langkah-langkah konkret implementasi kerja sama.

    Acara juga diisi dengan kunjungan ke Museorium Sejarah UPY, di mana delegasi UPTM diajak menelusuri perjalanan panjang UPY dalam dunia pendidikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Visiting Professor Session di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang menjadi wadah berbagi pengalaman akademik dan inovasi pembelajaran antarnegara.

    Melalui kegiatan ini, UPY menegaskan komitmennya untuk terus mendorong internasionalisasi kampus melalui kerja sama yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, riset, dan relevansi global.

    “Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas cakrawala akademik sekaligus memperkuat reputasi UPY di kancah internasional,” ujar Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Rektor Universitas PGRI Yogyakarta.

    Kegiatan ditutup dengan foto bersama di depan Gedung B sebagai simbol kebersamaan dan harapan akan kolaborasi yang berkelanjutan antara UPY dan UPTM.