Kategori: Berita Utama

  • UPY Jalin Kerja Sama Strategis dengan Smart Bridge India untuk Tingkatkan Peluang Kerja dan Sertifikasi Mahasiswa

    UPY Jalin Kerja Sama Strategis dengan Smart Bridge India untuk Tingkatkan Peluang Kerja dan Sertifikasi Mahasiswa

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing mahasiswa di kancah global. Hal ini ditandai dengan kegiatan Penandatanganan dan Penjajakan Memorandum of Understanding (MoU) antara UPY dan Smart Bridge India, yang berlangsung pada Selasa (21/10/2025) di Ruang Sidang Rektor UPY.

    Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UPY dan perwakilan Smart Bridge. Dari pihak internal UPY, hadir Ketua Pengurus Yayasan Pembina UPY, Drs. John Sabari, M.Si, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.Pd, Wakil Rektor III, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, serta Kepala Kantor Urusan Kerja Sama (KUK), Dr. Wahyudi, M.Ed.

    Sementara itu, dari pihak Smart Bridge (India), hadir Amarendar Katkam, Chief Executive Officer, Tutus Kusuma, Lead of Talent Initiatives – Indonesia, dan Lawrence Mohanraj, Chief Growth Officer – Southeast Asia.

    Penandatanganan MoU ini bertujuan untuk membuka peluang kerja bagi mahasiswa UPY serta memperluas akses terhadap program sertifikasi internasional yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa. Melalui kerja sama ini, Smart Bridge diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menyiapkan lulusan UPY yang lebih kompeten dan siap bersaing di dunia kerja global.

    Acara berlangsung dalam suasana hangat dan profesional. Kegiatan diawali dengan sambutan dari masing-masing pihak, dilanjutkan dengan pemaparan visi, misi, serta program kerja sama yang akan dijalankan. Puncak acara ditandai dengan penandatanganan dokumen MoU oleh perwakilan kedua institusi sebagai simbol komitmen bersama.

    Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi singkat mengenai implementasi pilot project yang akan menjadi langkah awal kerja sama konkret antara UPY dan Smart Bridge.

    Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi ini.

    “Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan mahasiswa UPY agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja global. Melalui program sertifikasi dan pelatihan yang difasilitasi Smart Bridge, kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

    Sementara itu, Amarendar Katkam, CEO Smart Bridge, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam membangun sumber daya manusia unggul.

    “Kami sangat antusias bekerja sama dengan UPY. Kami percaya sinergi ini akan membuka jalan bagi mahasiswa untuk mendapatkan akses ke berbagai peluang global, serta membangun kompetensi digital dan profesional yang dibutuhkan di era modern,” jelasnya.

    Kerja sama antara UPY dan Smart Bridge diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi fondasi untuk memperluas jaringan internasional universitas, memperkuat kurikulum berbasis industri, dan menciptakan lulusan yang berdaya saing tinggi.

  • Mahasiswa Harus Melek Politik: Mengapa Ini Penting untuk Masa Depan Bangsa?

    Mahasiswa Harus Melek Politik: Mengapa Ini Penting untuk Masa Depan Bangsa?

    Dalam era demokrasi modern, politik bukan lagi urusan eksklusif para elit atau pejabat pemerintahan saja. Politik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Kesadaran dan pemahaman politik di kalangan mahasiswa sangat penting, bukan hanya sebagai hak, tetapi juga sebagai kewajiban dalam membentuk masa depan bangsa.

    Politik: Pilar Penting dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

    Politik adalah seni dan ilmu mengatur kehidupan bersama dalam sebuah negara. Melalui politik, kebijakan-kebijakan yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan—mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan—ditentukan. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai generasi penerus harus memahami dinamika politik agar dapat ikut serta dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak luas.

    Mahasiswa sebagai Agen Perubahan dan Penggerak Demokrasi

    Sejarah mencatat peran vital mahasiswa dalam berbagai gerakan sosial dan politik di Indonesia. Mereka bukan sekadar pelajar, tapi juga penggerak perubahan sosial yang kritis dan progresif. Dengan melek politik, mahasiswa dapat mengawasi jalannya pemerintahan, memberikan kritik konstruktif, dan mendorong kebijakan yang pro-rakyat.

    Pemahaman politik juga membuka wawasan mahasiswa terhadap isu-isu nasional dan global, membentuk sikap kritis, dan membekali mereka untuk menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.

    Menangkal Politik Identitas dan Disinformasi

    Di era digital saat ini, informasi tersebar dengan sangat cepat, termasuk berita palsu dan propaganda yang dapat memecah belah masyarakat. Mahasiswa yang melek politik memiliki kemampuan untuk memilah informasi dengan cerdas, memahami konteks, serta menolak narasi-narasi yang merugikan persatuan bangsa.

    Kesiapan ini penting agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam politik identitas yang sempit dan dapat menjaga harmonisasi sosial.

    Membangun Kesadaran Partisipasi Politik yang Sehat

    Melek politik bukan hanya soal paham seluk-beluk politik praktis, tetapi juga menumbuhkan semangat partisipasi yang sehat. Mahasiswa yang sadar politik cenderung lebih aktif dalam pemilu, diskusi publik, hingga inisiatif sosial kemasyarakatan.

    Partisipasi aktif ini memperkuat demokrasi dan memastikan suara masyarakat muda didengar dalam menentukan arah kebijakan publik.

    Menyiapkan Pemimpin Masa Depan yang Berintegritas

    Pendidikan politik sejak dini di kalangan mahasiswa juga mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan berwawasan luas. Mereka belajar memahami kompleksitas tantangan bangsa dan bagaimana mencari solusi terbaik melalui jalur demokrasi.

    Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya menjadi objek dalam politik, tetapi subjek aktif yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.

    Melek politik adalah investasi penting bagi mahasiswa untuk menjalankan perannya sebagai agen perubahan dan penerus bangsa. Dengan pemahaman politik yang baik, mahasiswa dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan demokrasi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

    Oleh sebab itu, mahasiswa harus berani belajar, berdiskusi, dan terlibat aktif dalam berbagai dinamika politik sebagai bentuk tanggung jawab moral dan intelektual mereka kepada bangsa dan negara.

  • Hari Santri Nasional 2025: Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia

    Hari Santri Nasional 2025: Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia

    Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai penghormatan atas peran strategis para santri dan pesantren dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Tahun 2025 ini, peringatan Hari Santri mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para santri pendahulu.

    Mengenang Peran Santri dalam Sejarah Kemerdekaan

    Santri dan pesantren bukan hanya menjadi pusat pendidikan agama Islam, tetapi juga menjadi benteng perjuangan dalam melawan penjajahan. Sejarah mencatat, para santri ikut aktif dalam berbagai pergerakan kemerdekaan, baik melalui jihad fisik maupun perjuangan intelektual yang memupuk semangat nasionalisme. Peran mereka sangat penting dalam membangun kesadaran berbangsa dan menjaga keutuhan wilayah Indonesia.

    Penetapan Hari Santri Nasional oleh pemerintah bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan juga pengingat bahwa nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, keberanian, dan pengabdian yang ditanamkan pesantren harus terus dikawal agar bangsa ini tetap kokoh dalam menghadapi tantangan zaman.

    Tema Tahun Ini: Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia

    Tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” mengandung makna mendalam. Ini bukan hanya soal menjaga kemerdekaan yang telah diraih, tetapi juga mengemban amanah untuk membawa Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan maju di panggung global. Santri masa kini diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Melalui pendidikan pesantren yang inklusif dan adaptif, para santri didorong untuk menjadi pribadi yang tidak hanya religius tetapi juga cerdas, kreatif, dan berwawasan luas. Inilah modal penting untuk menjawab tantangan globalisasi dan mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur.

    Refleksi dan Inspirasi bagi Generasi Muda

    Hari Santri adalah momentum bagi generasi muda Indonesia untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan para santri terdahulu. Lebih dari itu, peringatan ini menginspirasi seluruh lapisan masyarakat untuk menghidupkan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan keikhlasan dalam membangun bangsa.

    Dalam konteks kekinian, santri diharapkan turut berperan aktif dalam memperkuat persatuan bangsa, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta memajukan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan intelektual. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi bangsa yang merdeka secara politik, tetapi juga merdeka dalam pemikiran dan budaya.

    Menatap Masa Depan dengan Semangat Santri

    Memperingati Hari Santri Nasional adalah cara kita menghargai sejarah sekaligus menatap masa depan dengan optimisme. Santri dan pesantren adalah sumber kekuatan moral dan spiritual yang mampu memandu bangsa menuju peradaban dunia yang berkeadilan dan berkelanjutan.

    Mari kita jadikan Hari Santri sebagai pengingat akan pentingnya kerja keras, keikhlasan, dan keteguhan dalam menjaga kemerdekaan sekaligus membangun Indonesia yang lebih baik. Semoga semangat santri terus menginspirasi langkah bangsa menuju kejayaan dan kedamaian dunia.

  • UPY Luncurkan Sentra Kekayaan Intelektual untuk Lindungi dan Dorong Inovasi Akademik

    UPY Luncurkan Sentra Kekayaan Intelektual untuk Lindungi dan Dorong Inovasi Akademik

    Yogyakarta, 21 Oktober 2025 — Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) secara resmi meluncurkan Sentra Kekayaan Intelektual (Sentra KI) yang sekaligus disertai dengan sosialisasi pentingnya perlindungan kekayaan intelektual bagi akademisi. Acara peluncuran berlangsung di ruang Rektorat Kampus UPY pada Selasa (21/10) dan dihadiri oleh perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) DIY, pengurus yayasan, serta jajaran pimpinan universitas.

    Peluncuran Sentra KI ini menjadi langkah strategis UPY dalam memberikan perlindungan hukum terhadap berbagai karya cipta di lingkungan kampus—baik yang dihasilkan oleh dosen, mahasiswa, maupun lembaga.

    “Sentra Kekayaan Intelektual di UPY bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum terhadap semua karya, baik karya mahasiswa, dosen, maupun kampus. Sentra ini juga akan memfasilitasi proses pengurusan pendaftaran kekayaan intelektual sampai ke Kanwil Kemenkumham. Kami berharap sentra yang telah dibentuk dapat memaksimalkan struktur yang sudah ada tanpa menambah struktur baru, serta dapat mendorong inovasi sekaligus menjalin kerja sama dengan mitra,”
    ujar Wakil Rektor I UPY, Ahmad Riyadi, M.Kom., dalam sambutannya.

    Pada kesempatan tersebut, Rektor UPY, Prof. Dr. Paiman, M.Pd., menyerahkan Surat Keputusan (SK) Sentra KI UPY kepada Dr. Nina Widyaningsih, M.Hum. selaku penanggung jawab.

    Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Pembina UPY, John Sabari, M.Si., menyambut baik pembentukan Sentra KI tersebut.

    “Kami berharap keberadaan sentra kekayaan intelektual ini dapat mendorong UPY semakin maju dan berkembang. Dukungan serta bimbingan dari semua pihak sangat dibutuhkan agar sentra ini dapat berjalan optimal,” ungkapnya.

    Dari pihak Kanwil Kemenkumham DIY, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Effy Setyawati Handayani, M.H., menegaskan bahwa kehadiran Sentra KI di perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai jembatan antara inventor, lembaga, dan Kanwil Kemenkumham.

    “Dengan adanya SK Sentra KI, kami berharap kesadaran terhadap pentingnya perlindungan kekayaan intelektual semakin meningkat. Selain itu, jumlah karya yang terdaftar juga diharapkan bertambah sehingga hasil riset dan inovasi dapat berkontribusi terhadap pendapatan kampus,” jelasnya.
    “Apabila ekosistem sudah terbangun, kolaborasi HKI dapat berperan penting dalam riset, pengembangan inovasi, dan pembangunan ekonomi,” tambahnya.

    Senada dengan itu, Kepala Bidang Pelayanan Hak Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkumham DIY, Yustina Elistya Dewi, M.Si., turut menjelaskan bahwa kekayaan intelektual merupakan hasil olah pikir manusia yang perlu dilindungi secara hukum.

    “Ruang lingkup sentra kekayaan intelektual mencakup merek, paten, hingga kekayaan intelektual komunal seperti upacara adat. Pencatatan perlu dilakukan karena perlindungan sudah ada sejak karya tersebut dipublikasikan. Manfaat sentra ini antara lain memberikan perlindungan hukum, mendorong inovasi dan kreativitas, serta meningkatkan pendapatan melalui royalti,” terangnya. Dengan berdirinya Sentra Kekayaan Intelektual UPY, diharapkan muncul ekosistem kampus yang lebih kreatif, produktif, dan inovatif. Langkah ini menegaskan komitmen UPY dalam mencetak generasi akademisi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga sadar akan pentingnya perlindungan terhadap hasil karya intelektual mereka.

  • Prof. Dr. Salamah, M.Pd. Terima SK Profesor, Tambah Deretan Guru Besar di Universitas PGRI Yogyakarta

    Prof. Dr. Salamah, M.Pd. Terima SK Profesor, Tambah Deretan Guru Besar di Universitas PGRI Yogyakarta

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mencatatkan capaian membanggakan dalam perjalanan akademiknya. Pada Kamis, 2 Oktober 2025, dosen Program Magister Pendidikan IPS (PIPS) UPY, Prof. Dr. Salamah, M.Pd., resmi menerima Surat Keputusan (SK) Profesor dari Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D.

    Penyerahan SK dilakukan secara berjenjang, di mana Prof. Setyabudi Indartono menyerahkan SK tersebut kepada Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.Pd., yang kemudian secara langsung menyerahkannya kepada Prof. Dr. Salamah, M.Pd. dalam sebuah prosesi yang penuh makna di lingkungan kampus UPY.

    Dalam sambutannya, Prof. Setyabudi menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas pencapaian ini, seraya menegaskan bahwa gelar profesor merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

    “Predikat profesor bukan hanya penghargaan akademik, tetapi juga tanggung jawab moral untuk terus berinovasi dan mengabdi bagi kemajuan bangsa,” ujar Prof. Setyabudi.

    Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.Pd., turut menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian yang diraih salah satu dosen terbaik UPY tersebut.

    “Pencapaian Prof. Salamah adalah kebanggaan bagi seluruh civitas akademika UPY. Semoga amanah ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian,” ungkapnya.

    Bagi Prof. Dr. Salamah, M.Pd., pengukuhan sebagai guru besar ini menjadi momentum penting dalam perjalanan karier akademiknya. Ia berharap, amanah baru yang diterima dapat menjadi dorongan untuk memberikan kontribusi lebih besar, tidak hanya bagi UPY, tetapi juga bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.

    “Ini bukan hanya penghargaan pribadi, tetapi juga tanggung jawab untuk terus berkontribusi dan menginspirasi,” ujar Prof. Salamah dengan penuh rasa syukur.

    Dengan bertambahnya satu lagi guru besar di lingkungan UPY, universitas ini kian memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen pada mutu, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia unggul.

    UPY berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik universitas menuju puncak kesuksesan yang lebih tinggi.

  • Semarak Malam Inagurasi UPY: Dari Pentas Mahasiswa hingga After Shine

    Semarak Malam Inagurasi UPY: Dari Pentas Mahasiswa hingga After Shine

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar Malam Inagurasi sebagai puncak rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026. Acara berlangsung meriah di Kampus Unit 1 UPY mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB dan dihadiri ribuan mahasiswa, dosen, serta civitas akademika.

    Rangkaian acara dimulai sejak sore hari dengan berbagai penampilan pentas seni dari mahasiswa baru, mulai dari tari, musik akustik, paduan suara, hingga teater. Antusiasme peserta terlihat jelas dari sorakan dan tepuk tangan yang mengiringi setiap penampilan.

    Di sela-sela pentas seni mahasiswa, suasana semakin hangat saat Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., dan Ketua Yayasan YP UPY, Drs. John Sabari, M.Si., turut naik ke panggung membawakan lagu “Jogja Istimewa”. Penampilan istimewa ini disambut meriah oleh seluruh peserta yang hadir, menciptakan momen kebersamaan antara pimpinan kampus dan mahasiswa.

    Puncak acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan penampilan Guest Star After Shine, band lokal asal Yogyakarta yang tengah populer di kalangan anak muda. Grup musik ini sukses membakar semangat ribuan penonton dengan lagu-lagu andalannya, menjadikan malam inagurasi semakin meriah.

    “Malam inagurasi ini bukan hanya hiburan, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan dan menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar UPY,” ujar Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. dalam sambutannya.

    Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan partisipasi aktif mahasiswa, UPY berkomitmen terus menciptakan lingkungan akademik yang hangat, kreatif, dan inspiratif bagi seluruh civitas akademika.

  • Bulan Oktober: “O”-nya Apa, Sih?

    Bulan Oktober: “O”-nya Apa, Sih?

    Halo, Sobat Mahasiswa!

    Sudah masuk bulan Oktober, nih. Cuacanya mulai galau—kadang panas, kadang hujan, kadang juga kita yang baper. Tapi, pernah nggak sih kalian mikir: “Oktober itu O-nya apa?” Serius. Coba renungkan sebentar… O-nya apa?

    Mungkin ada yang bilang:

    • “O-nya Optimis dong, biar tugas cepat kelar!”
    • Atau, “O-nya Overthinking, karena dosen kasih tugas tanpa aba-aba.”
    • Bisa juga: “O-nya Ongkir, soalnya akhir bulan dompet udah ngos-ngosan tapi checkout tetep jalan terus.”

    Tenang, kita bahas satu per satu—biar Oktober kamu nggak cuma lewat begitu aja kayak notifikasi tugas diabaikan.

    O yang Pertama: Optimis

    Buat kamu yang semester ini mulai ngerasa kayak dompet tanggal tua—kering, kosong, dan menyedihkan—Optimis adalah O yang wajib dipakai. Bulan Oktober itu titik tengah semester, bro & sis. Artinya? Ini saatnya kamu gas lagi semangat belajar (atau setidaknya pura-pura belajar di depan dosen).

    Optimis bukan berarti semua akan baik-baik saja tanpa usaha. Tapi setidaknya, kamu percaya kalau usahamu hari ini bakal bawa hasil, walau hasilnya baru kelihatan pas semester depan. Atau tahun depan. Atau… ya pokoknya percaya aja dulu.

    O yang Kedua: Overthinking

    Yup, mari kita akui. Mahasiswa itu spesialis overthinking.
    Dikasih tugas: overthinking.
    Belum dibalas doi: overthinking.
    Dosen nanya “Ada pertanyaan?”: overthinking keras, tapi ujungnya cuma senyum-senyum sambil geleng kepala.

    Tapi jangan salah, overthinking juga bisa jadi sinyal kalau kamu peduli. Artinya kamu mau yang terbaik, cuma kadang… kepikiran aja kebanyakan. Jadi, belajar juga buat ngerem pikiran sendiri. Nggak semua harus kamu pikirin sampai jam 2 pagi sambil liatin langit-langit kamar kos.

    O yang Ketiga: Otw Selesai

    Nah ini, mantra sakti mahasiswa di Oktober: “Otw selesai, Kak.”
    Padahal baru buka laptop.
    Padahal baru bikin cover.
    Padahal baru mikir mau ngopi atau nyemil dulu.

    Tapi nggak apa-apa. Semua berproses. Asal “otw selesai” bukan cuma slogan, tapi beneran jalan terus sampai titik terakhir. Ingat, dosen bukan cenayang. Dia nggak bisa baca niat baikmu kalau nggak ada file tugas yang dikumpul.

    O yang Keempat: Oke Aja Dulu

    Kadang hidup di kampus (atau online) nggak selalu ideal. Grup tugas kadang lebih aktif bahas drakor daripada materi. Tugas datang bertubi-tubi, sementara kamu baru selesai move on dari UTS. Nah, kalau lagi mentok, “Oke aja dulu” bisa jadi cara bertahan.

    Bukan berarti menyerah, tapi belajar nerima dan jalanin dulu. Siapa tahu dari “oke aja dulu”, muncul ide-ide baru buat maju.

    Jadi, O-nya Oktober itu apa?

    Jawabannya… O-nya Kamu.
    Kamu yang lagi berjuang. Kamu yang meski capek tapi tetap hadir. Kamu yang walau belum perfect, tapi terus usaha. Kamu yang mungkin sekarang belum ngerti semuanya, tapi masih mau belajar.

    Dan itu sudah luar biasa. 💪

    Salam hangat dari Oktober. Semangat ya, mahasiswa keren!
    Jangan lupa minum air putih, tidur cukup, dan scroll medsos secukupnya aja biar nggak jadi O-nya Overdosis.

  • UPY dan UNSIL Gelar PIJAR: Perkuat Profesionalisme Guru Sejarah di Era Digital

    UPY dan UNSIL Gelar PIJAR: Perkuat Profesionalisme Guru Sejarah di Era Digital

    Dalam upaya memperkuat profesionalisme dan kreativitas guru sejarah di era digital, Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Siliwangi (UNSIL) yang tergabung dalam Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia (P3SI), menyelenggarakan kegiatan PIJAR (Pengabdian Inovasi Pembelajaran Sejarah).

    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan guru sejarah dari SMA, SMK, dan MAN di Kota Yogyakarta. PIJAR menjadi wadah berbagi inovasi pembelajaran berbasis teknologi sekaligus pelestarian nilai-nilai kearifan lokal, sebagai upaya menghadirkan pembelajaran sejarah yang relevan, inspiratif, dan kontekstual bagi peserta didik masa kini.

    Acara yang berlangsung pada 15 Oktober 2025 ini merupakan bentuk nyata kerja sama di bidang pengabdian masyarakat antara Program Studi Pendidikan Sejarah UPY dan UNSIL. Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III FKIP UPY, Dr. Yanuar Bagas Arwansyah, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap sinergi kedua institusi.

    “Kolaborasi ini sangat penting untuk memperkuat pembelajaran sejarah yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami berharap kerja sama UPY dan UNSIL dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam pengabdian, tetapi juga dalam pendidikan dan penelitian,” ujarnya.

    Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen kerja sama antara Zulpi Miftahudin, M.Pd. (Kaprodi Pendidikan Sejarah UNSIL) dan Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd. (Kaprodi Pendidikan Sejarah UPY).

    Kegiatan PIJAR menghadirkan dua narasumber utama yaitu, Dr. Oka Agus Kurniawan Shavab, M.Pd. (dosen Pendidikan Sejarah UNSIL) memaparkan materi tentang Smart Apps Creator sebagai inovasi dalam pembelajaran sejarah berbasis digital.

    Kemudian Dr. Emi Tipuk Lestari, M.Pd. (dosen Pendidikan Sejarah UPY) membahas strategi desain pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal.

    Kedua pemateri berhasil menciptakan suasana belajar interaktif dan kolaboratif, mendorong para peserta aktif berdiskusi dan berpartisipasi dalam setiap sesi.

    Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. M. Faruq J.B., M.Pd. (guru sejarah SMAN 10 Yogyakarta) mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat menarik dan meningkatkan keterampilan dalam membuat media pembelajaran sejarah berbasis teknologi.

    Sementara itu, Ayu Triastuti, M.Pd. (guru sejarah SMAN 2 Yogyakarta) menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan guru masa kini untuk terus berinovasi di era teknologi dan digital yang semakin berkembang pesat.

    Kolaborasi antara UPY dan UNSIL dalam kegiatan PIJAR tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga momentum untuk mempererat jejaring akademik antara perguruan tinggi dan para pendidik sejarah.

    Melalui sinergi ini, diharapkan lahir praktik pembelajaran sejarah yang lebih kreatif, reflektif, dan kontekstual, sejalan dengan tuntutan zaman.

    Kedua institusi menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan program kolaboratif serupa pada masa mendatang. Upaya ini menjadi wujud nyata peran akademisi sebagai agen perubahan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

  • Program ASSA 2025 membuka kategori khusus Guru & Dosen Kreatif Award

    Program ASSA 2025 membuka kategori khusus Guru & Dosen Kreatif Award

    Berikut kami sampaikan informasi dari PT Acer Indonesia mengenai penyelenggaraan Acer Smart School Awards (ASSA) 2025, sebuah ajang penghargaan bagi institusi pendidikan yang telah berhasil menerapkan prinsip smart school dalam kegiatan pembelajaran dan manajemen institusi.

    Tahun ini, program ASSA 2025 juga membuka kategori khusus Guru & Dosen Kreatif Award, sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga pendidik yang mengintegrasikan teknologi secara kreatif dan inspiratif dalam proses pembelajaran.

    Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengundang Bapak/Ibu Dosen untuk dapat berpartisipasi dalam ajang ini sebagai wujud dukungan terhadap transformasi digital di dunia pendidikan.

    📅 Pendaftaran dibuka hingga 31 Oktober 2025 pukul 23:59 WIB
    🌐 Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat diakses melalui laman: https://acerid.com/smartschool

    Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan partisipasi Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

  • Universitas PGRI Yogyakarta Tambah Dosen Bergelar Doktor, Wujudkan Komitmen Tingkatkan Kualitas Akademik

    Universitas PGRI Yogyakarta Tambah Dosen Bergelar Doktor, Wujudkan Komitmen Tingkatkan Kualitas Akademik

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penguatan sumber daya manusia. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah penambahan jumlah dosen bergelar doktor di berbagai program studi, sebagai upaya strategis memperkuat kapasitas akademik institusi.

    Kabar menggembirakan datang dari Program Studi Pendidikan Matematika. Dr. Koryna Aviory, S.Si., M.Pd., resmi menyandang gelar doktor setelah menyelesaikan studi doktoralnya. Keberhasilan ini disambut antusias oleh sivitas akademika UPY, yang melihat capaian ini sebagai momentum penting dalam mendorong kualitas tridarma perguruan tinggi pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., dalam pernyataan resminya menyampaikan bahwa peningkatan jumlah dosen bergelar doktor merupakan bagian dari strategi jangka panjang universitas dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

    “Kami percaya bahwa kualitas dosen adalah kunci utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang unggul. Penambahan dosen bergelar doktor, termasuk Dr. Koryna, merupakan langkah nyata kami dalam mewujudkan visi UPY sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global,” ungkap Prof. Paiman.

    Dengan bertambahnya dosen berkualifikasi S-3, Program Studi Pendidikan Matematika UPY diharapkan semakin solid dalam mengembangkan kurikulum berbasis riset, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, dan memperluas kolaborasi akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

    Capaian ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi dosen-dosen lain di lingkungan UPY untuk terus melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, sebagai bagian dari upaya kolektif membangun masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.