Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi akademik dengan mengukuhkan Prof. Dr. Dra. Salamah, M.Pd. sebagai Guru Besar dalam bidang Teknologi Pendidikan. Prosesi pengukuhan tersebut berlangsung khidmat di Auditorium UPY, Senin (3/11), dihadiri oleh civitas akademika UPY, beberapa pimpinan universitas se-DIY, serta keluarga besar Prof. Salamah.
Acara pengukuhan turut dihadiri oleh Ketua Pembina YP UPY Armansyah Prasakti, S.H., S.Pn., M.H., Ketua Yayasan Drs. John Sabari, M.Si., serta Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., beserta jajaran pimpinan universitas. Turut hadir pula para dosen dan keluarga Prof. Salamah yang memberikan dukungan penuh dalam momen bersejarah ini.
Dalam sambutannya, Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih oleh Prof. Salamah. Menurutnya, pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kontribusi besar bagi kemajuan institusi.
“Pengukuhan ini adalah bukti nyata dedikasi dan kerja keras Prof. Salamah dalam dunia pendidikan. Semoga keilmuannya terus memberi inspirasi dan manfaat luas bagi pengembangan teknologi pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.
Prof. Dr. Dra. Salamah, M.Pd. dalam pidato ilmiahnya mengungkapkan rasa syukur dan haru atas kepercayaan serta dukungan yang diberikan oleh keluarga besar UPY. Ia menegaskan pentingnya peran teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.
“Teknologi pendidikan bukan sekadar alat bantu, tetapi jembatan yang menghubungkan manusia dengan ilmu pengetahuan secara lebih bermakna,” ujarnya penuh semangat.
Acara pengukuhan berlangsung dengan lancar dan penuh makna, ditutup dengan ucapan selamat dari keluarga, rekan sejawat, dan mahasiswa. Momen ini menjadi tonggak penting bagi UPY dalam memperkuat tradisi akademik dan komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang teknologi pendidikan.
Yogyakarta, 8 Oktober 2025 — Rektor Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menghadiri Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta (SSTY) 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma. Kegiatan ini mengusung tema “Peran Saintis di LLDIKTI Wilayah V untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi.”
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., dan dihadiri oleh Dirjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Drs. Suhirman, M.Pd. yang hadir mewakili Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Hadir pula para pimpinan perguruan tinggi, guru besar, dosen bergelar doktor, serta pegawai di lingkungan LLDIKTI Wilayah V.
Dalam laporan pembukaannya, Prof. Setyabudi Indartono menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyampaikan delapan bidang riset strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah, yaitu Ketahanan Pangan, Kesehatan, Digitalisasi, Manufaktur Canggih, Energi, Hilirisasi, Maritim, dan Pertahanan.
“Melalui program Leapfrogging, LLDIKTI Wilayah V berupaya menjawab tantangan peningkatan mutu perguruan tinggi swasta di wilayah Yogyakarta,” ujarnya. Sepanjang tahun 2024–2025, lembaga ini telah memfasilitasi 63 akreditasi untuk BAN-PT dan LAM, menghasilkan 41 peningkatan status akreditasi bagi PTS. Selain itu, tercatat 1.900 dosen aktif dalam kegiatan riset dari total 8.100 dosen di wilayah tersebut.
Prof. Setyabudi juga menegaskan bahwa transformasi PTS di Yogyakarta kini berorientasi pada kolaborasi, bukan lagi kompetisi. “Transformasi PTS di Yogyakarta adalah wajah baru yang tidak lagi berkompetisi, tetapi bertumbuh bersama,” ujarnya.
Melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Drs. Suhirman, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menekankan bahwa pengetahuan dan teknologi kini menjadi modal utama pembangunan, menggantikan dominasi sumber daya alam.
“Nilai sejati sains dan teknologi baru terasa bila hasil riset mampu diubah menjadi manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya. Gubernur juga mengajak para ilmuwan dan akademisi untuk memastikan hasil penelitian dapat diimplementasikan sebagai solusi konkret terhadap tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan, termasuk perubahan iklim dan krisis energi.
Dalam keynote speech, Dirjen Riset dan Pengembangan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menyampaikan apresiasi atas komitmen LLDIKTI Wilayah V dan para akademisi PTS dalam memperkuat budaya riset dan inovasi. Ia menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi pemerintah, industri, dan universitas (Triple Helix) dalam mempercepat hilirisasi hasil riset.
“Indonesia perlu membangun riset yang tidak berhenti di hulu, tetapi berkelanjutan hingga ke hilir,” tegasnya. Dr. Fauzan juga menjelaskan arah kebijakan riset yang kini disinergikan dengan Asta Cita Presiden dan RPJMN 2025–2029, yang menempatkan sembilan sektor prioritas seperti energi baru terbarukan, semikonduktor, ekonomi digital, hilirisasi industri, dan pendidikan vokasi.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., membacakan Komitmen Riset dan Pengembangan Ilmu Guru Besar dan Doktor PTS LLDIKTI Wilayah V. Dalam naskah komitmen tersebut, para akademisi berjanji untuk memperkuat budaya riset yang berintegritas, membangun kolaborasi lintas kampus dan industri, serta mendorong hasil riset menjadi inovasi nyata bagi pembangunan nasional.
Kegiatan SSTY juga menghadirkan empat sesi tematik yang membahas isu strategis, yakni:
Ketahanan Pangan dan Kesehatan,
Energi dan Hilirisasi,
Maritim dan Pertahanan, serta
Digitalisasi, AI, Semikonduktor, dan Manufaktur Maju.
Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah V menegaskan komitmennya untuk menjadikan perguruan tinggi swasta di Yogyakarta sebagai pusat inovasi, kolaborasi, dan motor pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan.
SSTY 2025 merupakan agenda tahunan yang mempertemukan para saintis, peneliti, dan akademisi di wilayah LLDIKTI V untuk berbagi gagasan dan kolaborasi riset. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung semangat “Kampus Berdampak”, sejalan dengan Asta Cita 2, 4, dan 5 Presiden Republik Indonesia, yaitu mempercepat pembangunan manusia unggul, memperkuat ekonomi berbasis inovasi dan teknologi, serta mewujudkan pemerataan pembangunan nasional yang berkeadilan.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menggelar Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Profesi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025, Sabtu (25/10), di Auditorium UPY. Acara ini menjadi momentum bersejarah bagi 1.201 lulusan PPG FKIP UPY yang resmi dikukuhkan sebagai Guru Profesional, setelah menempuh proses panjang pembelajaran, ujian kompetensi, dan uji kinerja berbasis profesionalisme guru.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Pembina Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI UPY Armansyah Prasakti, S.H., SPn., M.H., Ketua Yayasan Drs. John Sabari, M.Si., Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., jajaran pimpinan universitas, Dekan dan Wakil Dekan FKIP, dosen, guru pamong, serta tamu kehormatan Drs. Suherman, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) DIY, yang turut memberikan motivasi kepada para guru profesional baru.
Dalam laporannya, Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si., M.Pd., Koordinator Program Studi PPG FKIP UPY, menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini mengacu pada Peraturan Dirjen GTK Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan PPG. Program PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025 diikuti oleh 1.201 peserta dari 23 provinsi di Indonesia, terdiri atas 349 laki-laki (29%) dan 856 perempuan (71%), dengan seluruh pembiayaan berasal dari Bantuan Pemerintah tanpa pungutan biaya.
“Dari total peserta, sebanyak 1.201 mahasiswa berhasil menyelesaikan seluruh tahapan ujian, dan 1.201 di antaranya dinyatakan lulus (99,92%) berdasarkan Keputusan Dirjen GTK Nomor 0894/B/GT.00.02/2025. Hari ini mereka resmi dikukuhkan sebagai guru profesional,” ungkap Dr. Dhiniaty dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Dr. Dhiniaty menegaskan bahwa PPG FKIP UPY telah terakreditasi “Baik Sekali” (berlaku 2 Juli 2025 – 3 Juli 2029) sebagai bukti komitmen terhadap mutu dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan profesi guru di tingkat nasional. Ia juga berpesan agar para lulusan siap menghadapi tantangan pendidikan masa kini, termasuk integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran.
“Kami berharap para guru profesional lulusan UPY mampu menjadi pendidik adaptif yang dapat mengintegrasikan teknologi dan kecerdasan buatan dalam proses belajar-mengajar, sekaligus menjadi teladan berkarakter di tengah perubahan zaman,” ujar Dr. Dhiniaty.
Senada dengan itu, Drs. Suherman, M.Pd. dalam sesi motivasi menekankan pentingnya peran guru profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Menurutnya, guru masa depan tidak hanya dituntut menguasai pedagogi, tetapi juga mampu menerapkan pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk menjawab kebutuhan peserta didik abad ke-21.
Di penghujung acara, Dr. Dhiniaty menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan program, mulai dari yayasan, pimpinan universitas, dosen, guru pamong, admin PPG, hingga keluarga mahasiswa.
Dengan dikukuhkannya 1.201 guru profesional, UPY meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang konsisten melahirkan guru unggul, berkarakter Pancasila, dan siap menjawab tantangan pendidikan Indonesia di era digital.
Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati momentum bersejarah yang menjadi tonggak persatuan nasional Sumpah Pemuda. Delapan puluh tujuh tahun lalu, pada 1928, para pemuda dari berbagai daerah, suku, dan latar belakang berkumpul untuk menyatakan tekad yang sama: satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia. Ikrar itu bukan sekadar kata-kata, tetapi sebuah pernyataan kesadaran kolektif bahwa masa depan negeri ini hanya bisa dibangun di atas pondasi persatuan.
Kini, di tahun 2025, semangat Sumpah Pemuda menemukan relevansinya kembali di tengah arus perubahan global yang begitu cepat. Kemajuan teknologi, disrupsi ekonomi, dan tantangan sosial menuntut generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku perubahan.
Tema peringatan tahun ini, “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, mengandung pesan mendalam: bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada jumlah penduduknya, melainkan pada sinergi dan aksi nyata para pemuda-pemudi yang bergerak bersama untuk kebaikan bangsa.
Bergerak berarti tidak diam menghadapi tantangan berani berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi. Bersatu berarti tidak terpecah oleh perbedaan, melainkan menjadikannya sumber kekuatan dan kreativitas. Dalam dunia yang semakin terhubung, pemuda Indonesia ditantang untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan tanpa kehilangan jati diri.
Sejarah membuktikan bahwa setiap perubahan besar selalu dimulai dari gerakan kaum muda. Dari lahirnya Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, hingga era reformasi peran generasi muda tidak pernah absen. Kini, bentuk perjuangan mungkin telah bergeser: dari medan perang ke ruang digital, dari senjata ke ide dan inovasi.
Pemuda masa kini bergerak melalui teknologi, pendidikan, kewirausahaan sosial, dan kepedulian lingkungan. Mereka menciptakan solusi untuk permasalahan bangsa, dari desa hingga kota, dari Sabang sampai Merauke. Semangat kolaboratif dan kepedulian sosial menjadi wujud nyata dari makna “Indonesia Bersatu”.
Momentum Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan ajakan untuk introspeksi dan aksi nyata. Dalam dunia yang sering kali dilanda disinformasi dan perpecahan, pemuda harus menjadi penjernih dan penyejuk. Mereka perlu mengedepankan dialog, empati, dan kolaborasi lintas generasi serta lintas budaya.
Persatuan Indonesia bukan tujuan akhir, melainkan proses yang terus diperjuangkan setiap hari melalui kejujuran dalam bekerja, semangat gotong royong, serta komitmen untuk menebarkan kebaikan.
Sumpah Pemuda 2025 mengingatkan kita bahwa Indonesia berdiri karena keberanian pemudanya untuk bersatu dan bergerak. Kini, tugas kita melanjutkan semangat itu: membangun bangsa dengan hati, dengan karya, dan dengan rasa saling percaya. Mari jadikan hari ini bukan hanya peringatan, tetapi gerakan bersama menuju Indonesia yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melalui Koordinator Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) resmi membuka pendaftaran seleksi calon mahasiswa PPG Calon Guru Tahun Akademik 2025/2026. Pendaftaran dibuka mulai 14 Oktober hingga 6 November 2025 melalui laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di https://ppg.kemdikdasmen.go.id.
PPG UPY Dukung Peningkatan Kualitas Guru Profesional
Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mencetak tenaga pendidik profesional yang berkompeten dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan modern. Sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara resmi PPG, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) berkomitmen memberikan layanan akademik terbaik dengan dukungan dosen dan tenaga ahli yang berpengalaman di bidang pendidikan.
Jadwal Lengkap Seleksi PPG Tahun Akademik 2025/2026
Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis oleh Koordinator PPG, berikut tahapan pelaksanaan seleksi:
No
Kegiatan
Tanggal
1
Pendaftaran seleksi calon mahasiswa
14 Oktober – 6 November 2025
2
Pengumuman hasil seleksi administrasi
10 November 2025
3
Cetak kartu peserta
10–15 November 2025
4
Pelaksanaan tes substantif
12–15 November 2025
5
Pengumuman hasil tes substantif
29 November 2025
6
Pengumuman jadwal wawancara
2 Desember 2025
7
Pelaksanaan tes wawancara
3–20 Desember 2025
8
Pengumuman hasil tes wawancara
29 Desember 2025
9
Konfirmasi kesediaan mengikuti PPG
Januari 2026
10
Penetapan peserta PPG
Januari 2026
11
Lapor diri peserta di LPTK
Januari 2026
12
Matrikulasi (bagi lulusan S1 Non Kependidikan)
Januari 2026
13
Orientasi peserta PPG Calon Guru
Februari 2026
14
Awal perkuliahan PPG Calon Guru
Februari 2026
Informasi dan Kontak Resmi
Calon peserta diharapkan memperhatikan jadwal secara cermat dan menyiapkan berkas administrasi sesuai persyaratan.
Melalui seleksi PPG 2025/2026 ini, Universitas PGRI Yogyakarta berharap dapat mencetak calon guru profesional, adaptif, dan berintegritas tinggi, yang siap menjadi penggerak kemajuan pendidikan nasional.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing mahasiswa di kancah global. Hal ini ditandai dengan kegiatan Penandatanganan dan Penjajakan Memorandum of Understanding (MoU) antara UPY dan Smart Bridge India, yang berlangsung pada Selasa (21/10/2025) di Ruang Sidang Rektor UPY.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UPY dan perwakilan Smart Bridge. Dari pihak internal UPY, hadir Ketua Pengurus Yayasan Pembina UPY, Drs. John Sabari, M.Si, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.Pd, Wakil Rektor III, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, serta Kepala Kantor Urusan Kerja Sama (KUK), Dr. Wahyudi, M.Ed.
Sementara itu, dari pihak Smart Bridge (India), hadir Amarendar Katkam, Chief Executive Officer, Tutus Kusuma, Lead of Talent Initiatives – Indonesia, dan Lawrence Mohanraj, Chief Growth Officer – Southeast Asia.
Penandatanganan MoU ini bertujuan untuk membuka peluang kerja bagi mahasiswa UPY serta memperluas akses terhadap program sertifikasi internasional yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa. Melalui kerja sama ini, Smart Bridge diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menyiapkan lulusan UPY yang lebih kompeten dan siap bersaing di dunia kerja global.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan profesional. Kegiatan diawali dengan sambutan dari masing-masing pihak, dilanjutkan dengan pemaparan visi, misi, serta program kerja sama yang akan dijalankan. Puncak acara ditandai dengan penandatanganan dokumen MoU oleh perwakilan kedua institusi sebagai simbol komitmen bersama.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi singkat mengenai implementasi pilot project yang akan menjadi langkah awal kerja sama konkret antara UPY dan Smart Bridge.
Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi ini.
“Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan mahasiswa UPY agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja global. Melalui program sertifikasi dan pelatihan yang difasilitasi Smart Bridge, kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Sementara itu, Amarendar Katkam, CEO Smart Bridge, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam membangun sumber daya manusia unggul.
“Kami sangat antusias bekerja sama dengan UPY. Kami percaya sinergi ini akan membuka jalan bagi mahasiswa untuk mendapatkan akses ke berbagai peluang global, serta membangun kompetensi digital dan profesional yang dibutuhkan di era modern,” jelasnya.
Kerja sama antara UPY dan Smart Bridge diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi fondasi untuk memperluas jaringan internasional universitas, memperkuat kurikulum berbasis industri, dan menciptakan lulusan yang berdaya saing tinggi.
Dalam era demokrasi modern, politik bukan lagi urusan eksklusif para elit atau pejabat pemerintahan saja. Politik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Kesadaran dan pemahaman politik di kalangan mahasiswa sangat penting, bukan hanya sebagai hak, tetapi juga sebagai kewajiban dalam membentuk masa depan bangsa.
Politik: Pilar Penting dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Politik adalah seni dan ilmu mengatur kehidupan bersama dalam sebuah negara. Melalui politik, kebijakan-kebijakan yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan—mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan—ditentukan. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai generasi penerus harus memahami dinamika politik agar dapat ikut serta dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak luas.
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan dan Penggerak Demokrasi
Sejarah mencatat peran vital mahasiswa dalam berbagai gerakan sosial dan politik di Indonesia. Mereka bukan sekadar pelajar, tapi juga penggerak perubahan sosial yang kritis dan progresif. Dengan melek politik, mahasiswa dapat mengawasi jalannya pemerintahan, memberikan kritik konstruktif, dan mendorong kebijakan yang pro-rakyat.
Pemahaman politik juga membuka wawasan mahasiswa terhadap isu-isu nasional dan global, membentuk sikap kritis, dan membekali mereka untuk menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
Menangkal Politik Identitas dan Disinformasi
Di era digital saat ini, informasi tersebar dengan sangat cepat, termasuk berita palsu dan propaganda yang dapat memecah belah masyarakat. Mahasiswa yang melek politik memiliki kemampuan untuk memilah informasi dengan cerdas, memahami konteks, serta menolak narasi-narasi yang merugikan persatuan bangsa.
Kesiapan ini penting agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam politik identitas yang sempit dan dapat menjaga harmonisasi sosial.
Membangun Kesadaran Partisipasi Politik yang Sehat
Melek politik bukan hanya soal paham seluk-beluk politik praktis, tetapi juga menumbuhkan semangat partisipasi yang sehat. Mahasiswa yang sadar politik cenderung lebih aktif dalam pemilu, diskusi publik, hingga inisiatif sosial kemasyarakatan.
Partisipasi aktif ini memperkuat demokrasi dan memastikan suara masyarakat muda didengar dalam menentukan arah kebijakan publik.
Menyiapkan Pemimpin Masa Depan yang Berintegritas
Pendidikan politik sejak dini di kalangan mahasiswa juga mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan berwawasan luas. Mereka belajar memahami kompleksitas tantangan bangsa dan bagaimana mencari solusi terbaik melalui jalur demokrasi.
Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya menjadi objek dalam politik, tetapi subjek aktif yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Melek politik adalah investasi penting bagi mahasiswa untuk menjalankan perannya sebagai agen perubahan dan penerus bangsa. Dengan pemahaman politik yang baik, mahasiswa dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan demokrasi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Oleh sebab itu, mahasiswa harus berani belajar, berdiskusi, dan terlibat aktif dalam berbagai dinamika politik sebagai bentuk tanggung jawab moral dan intelektual mereka kepada bangsa dan negara.
Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai penghormatan atas peran strategis para santri dan pesantren dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Tahun 2025 ini, peringatan Hari Santri mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para santri pendahulu.
Mengenang Peran Santri dalam Sejarah Kemerdekaan
Santri dan pesantren bukan hanya menjadi pusat pendidikan agama Islam, tetapi juga menjadi benteng perjuangan dalam melawan penjajahan. Sejarah mencatat, para santri ikut aktif dalam berbagai pergerakan kemerdekaan, baik melalui jihad fisik maupun perjuangan intelektual yang memupuk semangat nasionalisme. Peran mereka sangat penting dalam membangun kesadaran berbangsa dan menjaga keutuhan wilayah Indonesia.
Penetapan Hari Santri Nasional oleh pemerintah bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan juga pengingat bahwa nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, keberanian, dan pengabdian yang ditanamkan pesantren harus terus dikawal agar bangsa ini tetap kokoh dalam menghadapi tantangan zaman.
Tema Tahun Ini: Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia
Tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” mengandung makna mendalam. Ini bukan hanya soal menjaga kemerdekaan yang telah diraih, tetapi juga mengemban amanah untuk membawa Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan maju di panggung global. Santri masa kini diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melalui pendidikan pesantren yang inklusif dan adaptif, para santri didorong untuk menjadi pribadi yang tidak hanya religius tetapi juga cerdas, kreatif, dan berwawasan luas. Inilah modal penting untuk menjawab tantangan globalisasi dan mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur.
Refleksi dan Inspirasi bagi Generasi Muda
Hari Santri adalah momentum bagi generasi muda Indonesia untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan para santri terdahulu. Lebih dari itu, peringatan ini menginspirasi seluruh lapisan masyarakat untuk menghidupkan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan keikhlasan dalam membangun bangsa.
Dalam konteks kekinian, santri diharapkan turut berperan aktif dalam memperkuat persatuan bangsa, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta memajukan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan intelektual. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi bangsa yang merdeka secara politik, tetapi juga merdeka dalam pemikiran dan budaya.
Menatap Masa Depan dengan Semangat Santri
Memperingati Hari Santri Nasional adalah cara kita menghargai sejarah sekaligus menatap masa depan dengan optimisme. Santri dan pesantren adalah sumber kekuatan moral dan spiritual yang mampu memandu bangsa menuju peradaban dunia yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Mari kita jadikan Hari Santri sebagai pengingat akan pentingnya kerja keras, keikhlasan, dan keteguhan dalam menjaga kemerdekaan sekaligus membangun Indonesia yang lebih baik. Semoga semangat santri terus menginspirasi langkah bangsa menuju kejayaan dan kedamaian dunia.
Yogyakarta, 21 Oktober 2025 — Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) secara resmi meluncurkan Sentra Kekayaan Intelektual (Sentra KI) yang sekaligus disertai dengan sosialisasi pentingnya perlindungan kekayaan intelektual bagi akademisi. Acara peluncuran berlangsung di ruang Rektorat Kampus UPY pada Selasa (21/10) dan dihadiri oleh perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) DIY, pengurus yayasan, serta jajaran pimpinan universitas.
Peluncuran Sentra KI ini menjadi langkah strategis UPY dalam memberikan perlindungan hukum terhadap berbagai karya cipta di lingkungan kampus—baik yang dihasilkan oleh dosen, mahasiswa, maupun lembaga.
“Sentra Kekayaan Intelektual di UPY bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum terhadap semua karya, baik karya mahasiswa, dosen, maupun kampus. Sentra ini juga akan memfasilitasi proses pengurusan pendaftaran kekayaan intelektual sampai ke Kanwil Kemenkumham. Kami berharap sentra yang telah dibentuk dapat memaksimalkan struktur yang sudah ada tanpa menambah struktur baru, serta dapat mendorong inovasi sekaligus menjalin kerja sama dengan mitra,” ujar Wakil Rektor I UPY, Ahmad Riyadi, M.Kom., dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UPY, Prof. Dr. Paiman, M.Pd., menyerahkan Surat Keputusan (SK) Sentra KI UPY kepada Dr. Nina Widyaningsih, M.Hum. selaku penanggung jawab.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Pembina UPY, John Sabari, M.Si., menyambut baik pembentukan Sentra KI tersebut.
“Kami berharap keberadaan sentra kekayaan intelektual ini dapat mendorong UPY semakin maju dan berkembang. Dukungan serta bimbingan dari semua pihak sangat dibutuhkan agar sentra ini dapat berjalan optimal,” ungkapnya.
Dari pihak Kanwil Kemenkumham DIY, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Effy Setyawati Handayani, M.H., menegaskan bahwa kehadiran Sentra KI di perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai jembatan antara inventor, lembaga, dan Kanwil Kemenkumham.
“Dengan adanya SK Sentra KI, kami berharap kesadaran terhadap pentingnya perlindungan kekayaan intelektual semakin meningkat. Selain itu, jumlah karya yang terdaftar juga diharapkan bertambah sehingga hasil riset dan inovasi dapat berkontribusi terhadap pendapatan kampus,” jelasnya. “Apabila ekosistem sudah terbangun, kolaborasi HKI dapat berperan penting dalam riset, pengembangan inovasi, dan pembangunan ekonomi,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pelayanan Hak Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkumham DIY, Yustina Elistya Dewi, M.Si., turut menjelaskan bahwa kekayaan intelektual merupakan hasil olah pikir manusia yang perlu dilindungi secara hukum.
“Ruang lingkup sentra kekayaan intelektual mencakup merek, paten, hingga kekayaan intelektual komunal seperti upacara adat. Pencatatan perlu dilakukan karena perlindungan sudah ada sejak karya tersebut dipublikasikan. Manfaat sentra ini antara lain memberikan perlindungan hukum, mendorong inovasi dan kreativitas, serta meningkatkan pendapatan melalui royalti,” terangnya. Dengan berdirinya Sentra Kekayaan Intelektual UPY, diharapkan muncul ekosistem kampus yang lebih kreatif, produktif, dan inovatif. Langkah ini menegaskan komitmen UPY dalam mencetak generasi akademisi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga sadar akan pentingnya perlindungan terhadap hasil karya intelektual mereka.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mencatatkan capaian membanggakan dalam perjalanan akademiknya. Pada Kamis, 2 Oktober 2025, dosen Program Magister Pendidikan IPS (PIPS) UPY, Prof. Dr. Salamah, M.Pd., resmi menerima Surat Keputusan (SK) Profesor dari Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D.
Penyerahan SK dilakukan secara berjenjang, di mana Prof. Setyabudi Indartono menyerahkan SK tersebut kepada Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.Pd., yang kemudian secara langsung menyerahkannya kepada Prof. Dr. Salamah, M.Pd. dalam sebuah prosesi yang penuh makna di lingkungan kampus UPY.
Dalam sambutannya, Prof. Setyabudi menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas pencapaian ini, seraya menegaskan bahwa gelar profesor merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
“Predikat profesor bukan hanya penghargaan akademik, tetapi juga tanggung jawab moral untuk terus berinovasi dan mengabdi bagi kemajuan bangsa,” ujar Prof. Setyabudi.
Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.Pd., turut menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian yang diraih salah satu dosen terbaik UPY tersebut.
“Pencapaian Prof. Salamah adalah kebanggaan bagi seluruh civitas akademika UPY. Semoga amanah ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian,” ungkapnya.
Bagi Prof. Dr. Salamah, M.Pd., pengukuhan sebagai guru besar ini menjadi momentum penting dalam perjalanan karier akademiknya. Ia berharap, amanah baru yang diterima dapat menjadi dorongan untuk memberikan kontribusi lebih besar, tidak hanya bagi UPY, tetapi juga bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.
“Ini bukan hanya penghargaan pribadi, tetapi juga tanggung jawab untuk terus berkontribusi dan menginspirasi,” ujar Prof. Salamah dengan penuh rasa syukur.
Dengan bertambahnya satu lagi guru besar di lingkungan UPY, universitas ini kian memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen pada mutu, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia unggul.
UPY berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik universitas menuju puncak kesuksesan yang lebih tinggi.