Yogyakarta, 22 September 2025 — Sebanyak 110 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun Akademik 2024/2025 Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) resmi dikukuhkan dan mengucapkan sumpah profesi dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Auditorium UPY.
Acara Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Profesi ini menjadi momen sakral yang menandai langkah awal para calon guru dalam mengemban tanggung jawab besar: mencerdaskan kehidupan bangsa.
Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi merupakan panggilan hati yang memerlukan dedikasi, komitmen moral, serta tanggung jawab yang tinggi terhadap masa depan generasi bangsa.
“Guru bukan hanya pengajar, tetapi pembentuk karakter. Jadilah pendidik yang tidak hanya mengajar dengan ilmu, tetapi juga menyentuh dengan keteladanan dan kasih sayang,” tutur Rektor UPY dengan penuh semangat.
Prosesi pengambilan sumpah berlangsung secara khidmat, disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, keluarga, dan tamu undangan. Momen ini sekaligus meneguhkan komitmen para calon guru untuk menjaga integritas, menjunjung tinggi etika profesi, dan terus mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari proses profesionalisasi guru, PPG tidak hanya menyiapkan calon pendidik dari sisi akademik dan pedagogik, tetapi juga membentuk jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi para guru muda untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Dengan bekal ilmu, nilai-nilai kejujuran, dan semangat pengabdian, para lulusan PPG UPY diharapkan mampu menjadi sosok guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inspiratif.
UPY terus berkomitmen untuk mencetak pendidik yang unggul dan berkarakter, sesuai dengan visi menciptakan insan akademik yang cendekia, humanis, dan visioner.
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas PGRI Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sebagai bagian dari program pembelajaran luar kampus yang bertujuan memperkaya wawasan dan pengalaman mahasiswa. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa semester 4 angkatan 2023 ini berlangsung selama lima hari, mulai 7 hingga 11 pada bulan Juli 2025 yang lalu, dengan lokasi utama di Pulau Bali.
Dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi PPKn, Supri Hartanto, M.Pd., serta didampingi oleh dosen pendamping, Oktana Wahyu Perdana, M.Pd., kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga edukatif secara sosial dan budaya. Kehadiran dosen pendamping memastikan jalannya kegiatan tetap kondusif dan terarah secara akademik.
“Melalui KKL ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami Pancasila dan kewarganegaraan secara teori, tetapi juga melihat langsung praktik nilai-nilai tersebut dalam kehidupan masyarakat, terutama di desa adat yang sarat kearifan lokal,” ujar Supri Hartanto.
Selama kegiatan, mahasiswa melakukan kunjungan lapangan ke beberapa lokasi strategis di Bali, antara lain Pemerintahan Desa Adat Sukawati, Desa Panglipuran, dan Bali Culture Center. Di setiap kunjungan, mahasiswa berdialog langsung dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa, menggali informasi tentang sistem pemerintahan berbasis adat, pengelolaan pariwisata budaya, serta upaya pelestarian nilai-nilai tradisional yang masih terjaga kuat.
Setiap harinya, mahasiswa juga mengikuti sesi diskusi kelompok dan refleksi materi untuk memperdalam pemahaman serta membangun pemikiran kritis terhadap isu-isu sosial budaya dan pemerintahan lokal.
“Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami. Banyak hal yang tidak kami dapatkan di kelas, bisa kami temukan langsung di lapangan, terutama bagaimana masyarakat Bali menjaga budayanya sekaligus membangun desanya secara mandiri,” ungkap salah satu peserta KKL.
Program KKL ini dirancang tidak hanya untuk menambah wawasan akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang tangguh, peka sosial, dan berjiwa nasionalis. Melalui pengalaman langsung, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat pelestarian budaya, serta mengembangkan kemampuan berpikir reflektif dan solutif dalam menghadapi tantangan kebhinekaan.
Dengan berakhirnya kegiatan KKL tahun ini, Program Studi PPKn Universitas PGRI Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur bangsa.
Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY XVII Tahun 2025 resmi berakhir dengan sukses dan penuh semangat kompetitif. Ajang olahraga dua tahunan ini menjadi panggung bagi para atlet muda dari seluruh kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tak ketinggalan, mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) turut ambil bagian dan mencatatkan prestasi membanggakan.
PORDA DIY XVII yang digelar pada 9–18 September 2025 di Kabupaten Gunungkidul ini mempertandingkan berbagai cabang olahraga dengan atmosfer yang meriah, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas. Acara ini juga menjadi ajang seleksi dan pembinaan atlet daerah yang diproyeksikan untuk berlaga di tingkat nasional dan internasional.
Sejumlah mahasiswa UPY berhasil menorehkan prestasi gemilang di berbagai cabang olahraga. Berikut adalah nama-nama mahasiswa peraih medali:
Sempani Dina Septiani (Prodi BK) – Juara III Beregu Putri Bridge
Khusnul Qotimah (Prodi Ilmu Keolahragaan) – Juara II Hockey Indoor Putri
Isma Tukha Nur Sholeha (Prodi Ilmu Keolahragaan) – Juara III Lead Beregu Putri Panjat Tebing
Ansya Syira Azwa Aurora Soeradi (Prodi Ilmu Keolahragaan) – Juara I Boulder Tim Putri dan Juara I Lead Tim Putri Panjat Tebing
Feldin Azelfi Erbita Putra (Prodi Ilmu Keolahragaan) – Juara III Gulat Gaya Bebas 57 KG
Deriz Miftahul Firdaus (Prodi Agroteknologi) – Juara III Ringspot Full Contact -61 KG
Ilham Iqmarul Ilmi (Prodi Teknologi Hasil Pertanian) – Juara I Pencak Silat Kelas Putra 80–85 KG
Rizki Febrian (Prodi Manajemen) – Juara III Seni Tunggal IPSI Pencak Silat
Prestasi ini membuktikan komitmen mahasiswa UPY tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga dan pengembangan karakter. Keikutsertaan mereka dalam ajang ini menjadi bukti bahwa semangat juang dan kerja keras dapat mengharumkan nama daerah dan almamater secara bersamaan.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian para mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa UPY mendukung penuh pengembangan bakat dan minat mahasiswa, termasuk di bidang olahraga,” ujar Wakil Rektor III UPY Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd.
Ajang PORDA kali ini juga memperkuat rasa solidaritas antar-atlet, mempererat hubungan antar-kabupaten/kota, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap potensi olahraga daerah.
Dengan hasil ini, diharapkan para atlet muda DIY, termasuk dari UPY, siap melangkah lebih jauh, menembus pentas nasional bahkan internasional. Lebih dari sekadar medali, semangat yang dibawa dari PORDA 2025 akan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus aktif, berprestasi, dan menjaga nilai-nilai sportivitas.
Selamat datang di dunia perkuliahan! Dunia di mana jadwal kuliah bisa fleksibel… tapi tugasnya tidak. Masa transisi dari SMA ke bangku kuliah sering kali bikin mahasiswa baru kalang kabut—apalagi saat mulai sadar bahwa “waktu luang” ternyata hanyalah ilusi kalau tidak dikelola dengan benar.
Lalu, bagaimana caranya membagi waktu antara kuliah, kegiatan organisasi, waktu istirahat, scrolling media sosial (yang sering kebablasan), sampai urusan makan dan cuci baju? Tenang, kamu tidak sendiri. Berikut adalah tips dan trik realistis (bukan mimpi indah versi seminar motivasi) agar hidupmu sebagai mahasiswa tetap seimbang dan pembelajaran tetap berjalan lancar.
1. Kenali Diri Sendiri: Produktif Pagi atau Malam?
Bukan semua orang bisa bangun pagi dan langsung semangat baca modul. Kalau kamu tipe “burung hantu”, jangan maksa ikut ritme “ayam jago”. Kenali jam-jam produktifmu dan manfaatkan sebaik mungkin.
📝 Tips:
Jika kamu lebih fokus di malam hari, alokasikan waktu tersebut untuk menyicil tugas.
Jangan lupa, dosen tidak suka dikirimi email jam 02.00 dini hari. Simpan sebagai draft dulu ya.
2. Buat To-Do List, Bukan To-Forget List
Menulis jadwal harian atau mingguan akan sangat membantu. Tapi kuncinya bukan di tulisannya—melainkan di konsistensi menjalankannya. Bikin yang realistis, bukan ambisius kayak mau jadi superhero dalam sehari.
3. Hindari “Perbudakan Diri Sendiri” dalam Organisasi
Organisasi penting, tapi bukan berarti harus ikut lima sekaligus di semester pertama. Ingat, kamu kuliah bukan buat jadi sekretaris seumur hidup. Prioritaskan yang benar-benar sesuai minat dan tidak mengganggu akademik.
🎓 Kata dosenmu nanti: “IPK itu penting, tapi kesehatan mental dan waktu tidurmu juga tidak kalah penting.”
4. Waktu Istirahat Bukan Waktu Malas, Tapi Waktu Waras
Kamu bukan robot. Bahkan robot pun butuh nge-charge. Jangan anggap istirahat itu halangan menuju kesuksesan. Justru, istirahat adalah investasi energi.
😴 Tips santai:
Power nap 15–30 menit bisa menyelamatkan mood dan konsentrasi.
Jangan rehat dengan buka TikTok 10 menit, yang ujungnya jadi 2 jam nonton orang review mie instan dari Nepal.
5. Jangan Tunda, Tapi Juga Jangan Terlalu Ambisius
Menunda tugas itu enak… sampai malam sebelum deadline datang dan kamu tiba-tiba jadi pujangga Excel, filsuf PowerPoint, dan ahli sastra Microsoft Word dalam satu malam.
📌 Trik realistis:
Bagi tugas besar ke dalam bagian kecil.
Gunakan teknik “Pomodoro”: kerja 25 menit, istirahat 5 menit.
Kasih self-reward. Misal: “Kalau selesai baca 3 bab, boleh makan es krim.”
6. Sadar Bahwa Kamu Pasti Akan Gagal Menjalankan Semua Ini Sekali Dua Kali… dan Itu Normal
Tidak semua hari akan berjalan ideal. Kadang kamu telat bangun, lupa ada kuis, atau malah nangis karena tugas mata kuliah statistik kayak kode Morse. Tapi dari situ kamu belajar.
💡 Pesan penting:
“Kunci dari membagi waktu bukan pada seberapa sempurna kamu menjalaninya, tapi seberapa cepat kamu bisa bangkit dan menyesuaikan saat waktumu mulai berantakan.”
Hidup Mahasiswa Itu Dinamis, Tapi Bisa Dikendalikan
Membagi waktu di dunia perkuliahan memang bukan perkara mudah, tapi juga bukan mustahil. Kuncinya ada pada pengenalan diri, manajemen ekspektasi, dan kemampuan untuk memaafkan diri sendiri saat gagal.
Ingat, kamu bukan sedang berlomba dengan siapa pun. Kamu sedang belajar menjadi versi terbaik dirimu, satu langkah kecil demi satu tugas yang diselesaikan tepat waktu.
Selamat berproses, mahasiswa baru. Jangan lupa makan, jangan lupa tidur, dan kalau lelah… istirahat dulu, bukan menyerah.
Komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, diwujudkan oleh Kalurahan Umbulharjo melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam kegiatan posyandu. Bertempat di Balai Kalurahan Umbulharjo, telah dilaksanakan penyerahan dan pelatihan penggunaan alat antropometri berbasis IoT bagi para kader posyandu setempat.
Alat antropometri digital tersebut merupakan hibah dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Yogyakarta, sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Inovasi ini memungkinkan pengukuran berat badan dan tinggi badan balita dilakukan secara akurat dan efisien, serta terkoneksi langsung secara real-time ke sistem data Puskesmas Cangkringan.
Dalam pelatihan yang diberikan, kader posyandu dibekali pengetahuan teknis terkait penggunaan alat, serta mekanisme pengelolaan data yang terintegrasi dengan layanan kesehatan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemantauan tumbuh kembang anak serta mempermudah tindak lanjut medis bagi balita di Kalurahan Umbulharjo.
Kalurahan Umbulharjo menyampaikan apresiasi kepada Universitas PGRI Yogyakarta atas kontribusi dan dukungan teknologi yang diberikan kepada wilayahnya.
Dengan adanya alat antropometri berbasis IoT ini, Kalurahan Umbulharjo menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi layanan kesehatan yang lebih modern, responsif, dan berbasis data.
Yogyakarta, 12 September 2025 – Dalam semangat memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan tinggi, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangaji Ambon melakukan penjajakan kerja sama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rektorat UPY pukul 09.00 WIB dengan suasana penuh kehangatan dan harapan.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., beserta jajaran pimpinan universitas dan para dekan dari berbagai fakultas. Turut hadir Ketua Yayasan Pembina UPY, Drs. John Sabari, M.Si., yang memberikan dukungan penuh atas inisiatif kolaboratif ini.
Dari pihak UIN Abdul Muthalib Sangaji Ambon, hadir Rektor Dr. Abidin Wakano, M.Ag., bersama tim yang terdiri dari Dr. Hj. St. Jumaeda, M.Pd.I dan Dr. Eko Wahyunanto Prihono. Sambutan hangat dibuka oleh Rektor UPY, disusul sambutan dari Rektor UIN, sebelum memasuki sesi diskusi dan penjajakan kerja sama yang berlangsung terbuka dan konstruktif.
“Kami percaya bahwa kolaborasi ini bukan hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga membuka ruang untuk berbagi nilai, pengalaman, dan visi keilmuan yang lebih inklusif,” ujar Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. dalam sambutannya.
Senada dengan itu, Dr. Abidin Wakano menyampaikan optimismenya atas rencana sinergi antara dua kampus yang berasal dari dua wilayah berbeda di Indonesia ini.
“Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi jembatan antarwilayah dalam pengembangan ilmu, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami datang dengan semangat berbagi, belajar, dan tumbuh bersama,” ungkapnya.
Diskusi berlangsung cair dan penuh semangat, membahas berbagai kemungkinan kerja sama yang bisa dikembangkan ke depan, mulai dari pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, hingga program pengabdian lintas daerah. Acara ditutup dengan pertukaran cinderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen awal menuju kemitraan yang lebih erat antar dua perguruan tinggi.
Tahun pertama menjadi mahasiswa adalah masa transisi yang penuh tantangan sekaligus peluang. Bagi banyak orang, ini adalah kali pertama hidup jauh dari keluarga, membangun jaringan pertemanan baru, hingga menyesuaikan diri dengan sistem belajar yang berbeda dari masa sekolah. Jika tidak disikapi dengan bijak, masa ini bisa terasa melelahkan dan membingungkan. Namun dengan persiapan dan sikap yang tepat, tahun pertama justru bisa menjadi pijakan kuat untuk kesuksesan selama di kampus.
Berikut adalah beberapa tips dan trik yang dapat membantu mahasiswa baru menavigasi tahun pertama mereka dengan lebih percaya diri dan produktif:
1. Kenali Sistem Akademik Kampus Sejak Dini
Setiap kampus memiliki sistem akademik yang unik mulai dari sistem kredit semester (SKS), cara pengisian KRS, hingga metode evaluasi dosen. Luangkan waktu di awal untuk mempelajari sistem ini, baik melalui buku panduan akademik, bertanya pada senior, atau menghadiri sesi orientasi. Memahami alur ini akan meminimalkan kesalahan administratif yang bisa berdampak pada kelulusanmu di masa depan.
2. Bangun Kebiasaan Belajar yang Mandiri
Di bangku kuliah, tidak ada lagi guru yang mengingatkan PR atau orang tua yang menyiapkan segalanya. Mahasiswa dituntut untuk menjadi pembelajar mandiri. Ciptakan rutinitas belajar yang konsisten, manfaatkan waktu di luar kelas untuk membaca materi, berdiskusi dengan teman, atau mengikuti kelompok studi. Kedisiplinan adalah kunci.
3. Jangan Ragu untuk Bertanya dan Minta Bantuan
Salah satu hambatan yang sering dihadapi mahasiswa baru adalah rasa sungkan untuk bertanya. Padahal, bertanya bukan tanda kelemahan, melainkan wujud keingintahuan dan niat belajar. Jika ada yang tidak dipahami, tanyakan pada dosen, senior, atau staf akademik. Lingkungan kampus umumnya terbuka untuk saling membantu.
4. Terlibat Aktif dalam Kegiatan Kampus
Kehidupan mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Ada banyak organisasi, komunitas, dan kegiatan ekstrakurikuler yang bisa diikuti. Bergabunglah sesuai minat entah itu BEM, UKM, klub olahraga, seni, atau kepanitiaan acara kampus. Ini adalah cara efektif untuk memperluas relasi, melatih soft skill, dan membangun rasa percaya diri.
5. Kelola Waktu dengan Bijak
Tahun pertama seringkali membuat mahasiswa terlena baik karena euforia kebebasan, maupun banyaknya kegiatan sosial. Tanpa manajemen waktu yang baik, akademik bisa terganggu. Gunakan kalender atau aplikasi manajemen tugas untuk menjadwalkan kegiatan harian. Sisihkan waktu untuk belajar, istirahat, bersosialisasi, dan juga refleksi diri.
6. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental
Tuntutan akademik dan sosial bisa membuat mahasiswa baru rentan stres. Maka, penting untuk menjaga pola makan, tidur yang cukup, serta rutin berolahraga. Jangan abaikan juga kesehatan mental jika merasa tertekan, bicarakan dengan teman dekat, kakak tingkat, atau layanan konseling kampus. Ingat, tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja, asalkan kita tahu ke mana harus mencari bantuan.
7. Terbuka pada Pengalaman Baru, tapi Tetap Pegang Nilai Diri
Tahun pertama adalah waktu yang tepat untuk mengeksplorasi hal baru, bertemu orang dari berbagai latar belakang, mempelajari cara berpikir berbeda, atau mencoba aktivitas yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Namun, tetaplah berpegang pada nilai dan prinsip yang kamu yakini. Dunia kampus akan mengujimu, tapi justru di sanalah karakter terbentuk.
Awal yang Baik, Langkah yang Kuat
Tahun pertama mungkin tidak selalu mulus, dan itu wajar. Proses adaptasi membutuhkan waktu, kesabaran, dan ketekunan. Yang penting, jangan menyerah terlalu cepat. Setiap tantangan adalah bagian dari proses bertumbuh. Bangun fondasi yang kuat sejak awal, dan sisanya akan mengikuti.
Selamat menjalani petualangan baru di dunia perkuliahan. Jadikan tahun pertamamu sebagai batu loncatan menuju versi terbaik dari dirimu sendiri.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Nasional Mahasiswa (Porsenasma) V 2025 yang diselenggarakan pada 4–9 Agustus 2025 di Madiun, Jawa Timur, dua mahasiswa UPY sukses meraih medali dari cabang olahraga Pencak Silat.
Adalah Dio Saputra yang meraih medali perunggu pada kategori solo kreatif putra, dan Nesyaila Zahra yang menyumbangkan medali perak dari kategori tanding kelas B putri. Kedua atlet muda ini menjadi bagian penting dari kontingen UPY yang tampil penuh semangat dalam kompetisi bergengsi antar Perguruan Tinggi PGRI se-Indonesia tersebut.
Bagi Dio, pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan dukungan yang tak henti dari banyak pihak.
“Ini bukan hanya kemenangan saya pribadi, tapi keberhasilan bersama. Saya sangat berterima kasih atas dukungan dari official, pelatih, dan tentu saja pimpinan kampus yang terus memberi semangat sejak awal,” ungkapnya dengan rasa syukur.
Sementara itu, Nesyaila mengaku bangga bisa mengharumkan nama UPY melalui pencapaian ini. Ia berharap, prestasi ini menjadi awal dari kontribusinya yang lebih besar lagi di masa depan.
“Saya bangga bisa mempersembahkan medali untuk UPY. Semoga ini menjadi langkah awal untuk terus berprestasi, tidak hanya untuk diri saya sendiri, tapi juga untuk almamater tercinta,” tuturnya.
Apresiasi tinggi datang dari Wakil Rektor III UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., yang menyatakan rasa bangganya atas pencapaian mahasiswa UPY dalam ajang nasional ini.
“Kami sangat bangga. Ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa UPY mampu bersaing di tingkat nasional. Prestasi ini semoga menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk terus maju, berani mencoba, dan jangan mudah menyerah,” ujarnya.
Ajang Porsenasma V merupakan wadah strategis bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat di bidang olahraga dan seni, sekaligus menanamkan nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan dalam bingkai kompetisi yang sehat. Ribuan mahasiswa dari seluruh Perguruan Tinggi PGRI di Indonesia turut ambil bagian dalam gelaran ini.
Raihan medali dari Dio dan Nesyaila menjadi catatan penting dalam kiprah UPY sebagai institusi yang tidak hanya menekankan keunggulan akademik, tetapi juga mendukung penuh pengembangan potensi mahasiswa di berbagai bidang, termasuk olahraga.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta berhasil menyelenggarakan Gelar Karya Projek Kepemimpinan sebagai bagian dari mata kuliah Projek Kepemimpinan PPG Calon Guru pada 26 Mei 2025 lalu. Kegiatan yang berlangsung di Lobi Gedung Unit 2 FKIP ini mengangkat tema “Merajut Karya, Menyulam Asa: Guru Adaptif sebagai Inovator dari Sekolah dan Mengakar di Masyarakat.”
Acara resmi dibuka oleh Dr. Esti Setiawati, M.Pd, Dekan FKIP Universitas PGRI Yogyakarta yang menegaskan peran strategis guru sebagai pemimpin perubahan di lingkungan pendidikan dan masyarakat luas. Dalam sambutannya, Dekan menyatakan, “Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga inovator dan pemimpin. Melalui projek kepemimpinan ini, para peserta PPG menunjukkan komitmen mereka menjadi guru profesional yang adaptif dan berdampak.” ujarnya.
Gelar Karya ini bukan sekadar pameran hasil karya, melainkan ruang presentasi dan diskusi langsung atas projek yang telah dirancang dan diimplementasikan oleh peserta di sekolah dan masyarakat. Para calon guru memaparkan proses pelaksanaan, berbagai tantangan yang dihadapi, serta dampak nyata dari projek mereka.
Ragam projek yang dipresentasikan menunjukkan kreativitas dan kepedulian tinggi, mulai dari pengembangan pemimpin berkarakter di sekolah, pelatihan kewirausahaan pembuatan jamu tradisional, inovasi pemanfaatan limbah menjadi produk ekonomis, edukasi pembelajaran sejak dini, hingga workshop penguatan karakter siswa.
Dosen pengampu, dosen penguji, serta mahasiswa dari berbagai program studi yang hadir memberikan apresiasi atas keberagaman ide dan kualitas materi yang disajikan. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi dan inspirasi bagi civitas akademika FKIP untuk terus mengasah kapasitas kepemimpinan dan inovasi di dunia pendidikan.
Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas PGRI Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam mendidik guru profesional yang tidak hanya unggul dalam pedagogi, tetapi juga memiliki jiwa adaptif, inovatif, dan mampu berkontribusi positif di masyarakat.
Dengan semangat “Merajut Karya, Menyulam Asa,” FKIP Universitas PGRI Yogyakarta siap melahirkan generasi guru yang profesional, inovatif, dan menginspirasi perubahan di setiap sudut dunia pendidikan Indonesia.
Universitas PGRI Yogyakarta mengumumkan Daftar Calon Wisudawan/Wisudawati Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026 yang akan dilaksanakan secara luring (offline) pada:
📅 Hari/Tanggal: Sabtu, 27 September 2025 📍 Tempat: Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta 🕗 Waktu: Pukul 08.00 WIB – selesai
Berikut Daftar Peserta Wisuda Sesi 1 dan 2 Silahkan diunduh dibawah ini: