Kategori: Berita Utama

  • Inovasi Dosen UPY: “Infant Warmer Terintegrasi Nebulizer Berbasis IoT” untuk Perawatan Bayi yang Lebih Cerdas dan Efektif

    Inovasi Dosen UPY: “Infant Warmer Terintegrasi Nebulizer Berbasis IoT” untuk Perawatan Bayi yang Lebih Cerdas dan Efektif

    Tim peneliti dari Program Studi Teknologi Rekayasa Elektromedis, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) berhasil menciptakan terobosan inovatif di bidang teknologi kesehatan melalui pengembangan “Infant Warmer Terintegrasi Nebulizer Berbasis Internet of Things (IoT)”.

    Penelitian yang dipimpin oleh Ekha Rifki Fauzi, S.K.M., M.P.H., bersama tim ini menghadirkan solusi baru untuk meningkatkan keselamatan dan efektivitas perawatan bayi, khususnya bayi prematur dan pasien neonatal yang membutuhkan terapi obat aerosol.

    Prototipe alat ini menggabungkan fungsi penghangat bayi (infant warmer) dengan nebulizer yang dikendalikan secara digital. Melalui teknologi IoT, tenaga medis dapat mengatur durasi dan kecepatan pengembunan obat aerosol dari jarak jauh menggunakan perangkat gawai. Sistem ini juga memungkinkan pemantauan real-time terhadap proses pemberian obat, memastikan dosis dan waktu terapi lebih akurat serta minim kesalahan.

    “Sampai saat ini, belum ada pengembangan yang mengintegrasikan nebulizer langsung dengan infant warmer. Sistem kami menawarkan solusi praktis, efisien, dan aman untuk perawatan bayi di ruang NICU,” ujar Ekha Rifki Fauzi, Ketua Peneliti.

    Infant Warmer merupakan perangkat medis penting untuk menjaga suhu tubuh bayi baru lahir atau bayi prematur agar tetap stabil di rentang 34°C – 37°C. Integrasi sistem penghangat dengan teknologi IoT dan nebulizer memberikan manfaat signifikan, terutama dalam pengobatan bayi yang membutuhkan pengembunan obat tanpa perlu pemindahan alat.

    Dengan fitur pemantauan suhu, kontrol aerosol, dan pengaturan otomatis berbasis cloud, teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) serta menurunkan angka kematian bayi di Indonesia.

    Inovasi ini dikembangkan dengan dukungan Program Bantuan Biaya Luaran Prototipe Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

    Saat ini, tim peneliti sedang fokus pada peningkatan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) dari level 4 ke level 5 dengan penambahan sistem IoT berbasis cloud untuk perekaman data medis dan kendali jarak jauh.

    Secara komersial, alat ini menawarkan produk dalam negeri yang ekonomis dan berpotensi menggantikan produk impor, dengan target pengguna meliputi rumah sakit umum, rumah sakit ibu dan anak, serta puskesmas.

    “Selain mendukung kemandirian alat kesehatan nasional, kami berharap inovasi ini menjadi langkah nyata UPY dalam hilirisasi riset dan peningkatan daya saing industri alat kesehatan dalam negeri,”tambah Ekha Rifki.

    Keberhasilan penelitian ini menegaskan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung riset terapan yang berdampak langsung pada masyarakat, serta mendorong kolaborasi lintas disiplin antara dunia akademik dan industri.

    Melalui pengembangan alat Infant Warmer Terintegrasi Nebulizer Berbasis IoT, UPY membuktikan perannya dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kesehatan modern menciptakan perawatan bayi yang lebih cerdas, efisien, dan manusiawi.

  • Aku Sudah Wisuda, Kamu Kapan? Curhat Mahasiswa: Antara Skripsi, Dosen Killer, dan Janji Wisuda

    Aku Sudah Wisuda, Kamu Kapan? Curhat Mahasiswa: Antara Skripsi, Dosen Killer, dan Janji Wisuda

    Kalau kamu pernah scroll media sosial dan tiba-tiba ketemu teman-teman seangkatan yang sudah pakai toga, lagi foto cantik-cantik di depan gedung kampus dengan senyum sumringah, pasti pernah muncul pertanyaan di kepala, “Aku sudah wisuda, kamu kapan?”

    Iya, pertanyaan klasik yang kadang bikin kita mikir keras, santai, atau malah geleng-geleng kepala. Tapi santai dulu, ini bukan artikel nyindir, melainkan curhat jujur tentang lika-liku jadi mahasiswa yang masih berjuang menuju momen sakral itu: WISUDAHHHH.

    1. Wisuda, Target Utama Tapi Misterius

    Banyak dari kita masuk kampus dengan semangat “empat tahun selesai, siap kerja.” Tapi kenyataan di lapangan? Skripsi bisa jadi rintangan paling ngenes dan paling dramatis dalam sejarah hidup mahasiswa. Dari nyari dosen pembimbing yang suka hilang entah ke mana, revisi skripsi yang kayak gak ada habisnya, sampai diskusi yang bikin kepala pusing tujuh keliling.

    Jadi, ketika teman sebelah udah bisa bilang “Aku sudah wisuda, kamu kapan?”, rasanya seperti denger lagu sedih yang bikin ingin nambah semangat… atau ngumpet di kamar kos.

    2. Dosen Killer: Teman atau Musuh?

    Kalau ditanya kenapa wisuda belum datang, biasanya jawabannya nggak jauh dari si dosen killer yang galak dan suka kasih tugas dadakan. “Ini revisi terakhir ya!” katanya, tapi kamu sudah mendengar kalimat itu selama tiga bulan terakhir tanpa ujung yang jelas.

    Lucunya, kita juga sering nggak sadar kalau dosen killer itu sebenarnya guru besar yang peduli dan ingin kita jadi lebih baik. Cuma cara kasih sayangnya itu yang bikin kita ketar-ketir. Jadi, jangan lupa sesekali bawa camilan dan senyum manis, siapa tahu revisimu langsung disetujui!

    3. Organisasi, Skripsi, dan Drama Kehidupan Kampus

    Selain skripsi, kehidupan kampus juga penuh drama organisasi, tugas kelompok yang nggak kompak, dan deadline yang nggak ada habisnya. Kadang kita merasa kayak aktor sinetron: berjuang sendiri, dikejar waktu, dan dihadapkan pada plot twist yang nggak terduga—mulai dari kehilangan file skripsi sampai presentasi yang tiba-tiba dibatalkan.

    Tapi jangan lupa, setiap drama itu juga bikin kita belajar banyak hal: manajemen waktu, komunikasi, dan tentu saja kesabaran ekstra.

    4. “Aku Sudah Wisuda, Kamu Kapan?” Jadi Motivasi

    Kalimat itu memang kadang bikin geregetan. Tapi coba pikir, itu juga bisa jadi penyemangat. Karena, kalau temanmu sudah sampai garis finish, itu artinya kamu juga bisa! Wisuda bukan hanya soal gelar, tapi tentang perjuangan, pengalaman, dan cerita seru yang bakal kamu kenang seumur hidup.

    Jadi, daripada stres mikirin “kapan wisuda?”, yuk fokus selesaikan satu per satu. Skripsi, tugas, organisasi, dan jangan lupa jaga kesehatan mental juga.

    5. Bonus Tips: Tips Santai Menyambut Wisuda

    • Jangan terlalu perfeksionis, yang penting selesai.
    • Cari teman buat belajar bareng biar gak stres sendirian.
    • Istirahat cukup dan jangan lupa makan, biar otak tetap fresh.
    • Ingat, wisuda adalah proses, bukan tujuan akhir satu-satunya.

    Kalau ada teman bilang, “Aku sudah wisuda, kamu kapan?”, jawab saja dengan senyum dan semangat: “Sedang berjuang, lihat aku jadi juara bertahan!” Karena setiap perjalanan berbeda, dan momen wisuda akan datang tepat waktu dengan cerita yang tak kalah seru.

  • Dirgahayu ke-269 Kota Yogyakarta

    Dirgahayu ke-269 Kota Yogyakarta

    Kota Yogyakarta memasuki usia ke-269 tahun pada tanggal 7 Oktober 2025. Sebuah momentum bersejarah yang tidak hanya mengingatkan kita pada jejak panjang perjalanan kota ini sejak didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1756, tetapi juga menjadi pengingat bahwa Yogyakarta terus berkembang dan bertransformasi untuk menghadapi tantangan zaman.

    Di tengah tantangan global dan perkembangan zaman yang kian cepat, Yogyakarta menunjukkan kemampuannya untuk tetap relevan dan dinamis. Digitalisasi pelayanan, penguatan ekonomi kreatif, serta komitmen pada pelestarian budaya lokal terus berjalan beriringan. Di sisi lain, karakter Jogja sebagai kota pendidikan dan budaya tetap menjadi fondasi yang kuat dalam setiap langkah pembangunan.

    Yogyakarta hari ini adalah kota yang mengakar pada nilai, namun terbuka pada perubahan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Jogja terus menata dirinya menjadi kota yang inklusif, tangguh, dan siap melesat ke masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

    Dirgahayu ke-269 Kota Yogyakarta.
    Mari terus melangkah bersama: Lebih Dekat, Lebih Cepat, Maju Melesat.
    Jogja bukan hanya tempat, ia adalah rasa.

  • Tim Futsal UPY Juara Supersoccer EURO FUTSAL Championship 2025 Regional: Bawa Pulang Trofi Juara, Gelar Best Player, Top Score, dan Team Fairplay

    Tim Futsal UPY Juara Supersoccer EURO FUTSAL Championship 2025 Regional: Bawa Pulang Trofi Juara, Gelar Best Player, Top Score, dan Team Fairplay

    Yogyakarta – Tim Futsal Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Supersoccer EURO FUTSAL Championship Futsal Campus Regional 2025, yang digelar di GOR Satria, Purwokerto, pada 22 September 2025.

    Tak hanya meraih gelar juara, sejumlah pemain Tim Futsal UPY juga menyabet penghargaan individual bergengsi. Yudha Yanuar Amerta dinobatkan sebagai Best Player, sedangkan Muhammad Taufik Amriyanto berhasil keluar sebagai Top Score turnamen. Selain itu, Universitas PGRI Yogyakarta juga dianugerahi penghargaan Team Fairplay, menandai performa unggul tidak hanya dari segi teknik, tetapi juga sportivitas.

    Keberhasilan ini mendapat apresiasi langsung dari Dr. Andri Arif Kustiawan, M.OR., AIFO, Dosen Ilmu Keolahragaan UPY sekaligus Pelatih Tim Futsal UPY. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian luar biasa yang diraih tim.

    “Prestasi ini tentu membanggakan, tetapi saya selalu mengingatkan kepada para pemain untuk tidak cepat puas. Justru capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik di kompetisi selanjutnya,” ujar Dr. Andri.

    Turnamen Supersoccer EURO FUTSAL Championship merupakan salah satu ajang bergengsi di tingkat mahasiswa, yang mempertemukan tim-tim futsal kampus terbaik dari berbagai daerah. Kemenangan ini menjadi bukti nyata konsistensi UPY dalam mencetak atlet muda berprestasi serta menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan olahraga di lingkungan kampus.

  • Universitas PGRI Yogyakarta Jalin Kemitraan Internasional dengan Yuntech Taiwan

    Universitas PGRI Yogyakarta Jalin Kemitraan Internasional dengan Yuntech Taiwan

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan National Yunlin University of Science and Technology (Yuntech), Taiwan, pada Selasa, 30 September 2025. Penandatanganan berlangsung di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), yang menjadi tuan rumah pertemuan strategis seluruh jaringan Perguruan Tinggi PGRI di Indonesia.

    MoU ditandatangani langsung oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., dalam rangkaian acara yang menandai penguatan jejaring akademik internasional. Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen kolektif 17 perguruan tinggi PGRI untuk membuka akses global dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi.

    Rektor Yuntech Taiwan hadir langsung memimpin delegasi, yang terdiri atas jajaran pimpinan universitas, alumni sukses, serta sejumlah pengusaha terkemuka dari Taiwan. Kunjungan ini mencerminkan keseriusan Yuntech dalam membangun kemitraan jangka panjang dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

    “Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah awal dari kolaborasi strategis yang luas, mencakup pertukaran pelajar dan dosen, riset bersama, serta pengembangan kewirausahaan lintas negara,” ujar Prof. Paiman usai penandatanganan.

    Momentum ini juga menjadi penegasan bahwa PGRI tidak hanya berperan sebagai organisasi pendidikan di dalam negeri, tetapi juga sebagai kekuatan akademik yang siap berjejaring secara global. Dengan kemitraan ini, mahasiswa dan sivitas akademika UPY akan memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pengalaman internasional dan sumber daya inovatif dari kampus mitra kelas dunia.

  • HMP PPKn UPY Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan 2025: Cetak Kader Pemimpin Muda Berkarakter

    HMP PPKn UPY Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan 2025: Cetak Kader Pemimpin Muda Berkarakter

    Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pada Sabtu–Minggu, 20–21 September 2025 di kawasan Plosokuning, Turi, Sleman.

    Kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota HMP PPKn UPY ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar kepemimpinan, menumbuhkan semangat berorganisasi, serta mempererat solidaritas antaranggota.

    Mengusung konsep pelatihan kepemimpinan kolaboratif dan kreatif, LDK 2025 menghadirkan tiga pemateri utama yang merupakan akademisi dan praktisi kepemimpinan dari lingkungan UPY:

    • Oktana Wahyu Perdana, M.Pd. membawakan materi bertema Branding Organisasi, menekankan pentingnya citra positif dan daya saing organisasi di tengah masyarakat.
    • Fajar Rahmad S., M.Pd. menyampaikan materi Motivasi Organisasi, memberikan dorongan kepada mahasiswa untuk mengelola potensi diri dalam menggerakkan roda organisasi.
    • Supri Hartanto, M.Pd. membahas Prompt Engineering Organisasi sebagai pendekatan baru untuk membangun kreativitas dan inovasi kepemimpinan di era digital.

    Selain sesi materi, kegiatan juga dilengkapi dengan outbond, permainan kelompok, serta simulasi kepemimpinan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan kerja sama tim, komunikasi efektif, dan pemecahan masalah.

    Ketua panitia pelaksana, Faris, dalam keterangannya menyampaikan bahwa LDK ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa HMP PPKn untuk membangun karakter kepemimpinan yang kuat, tangguh, dan profesional.

    “LDK ini bukan hanya tentang membentuk pemimpin organisasi, tetapi juga mempererat ikatan emosional antaranggota agar tercipta sinergi yang solid dalam menjalankan program kerja ke depan,” ujarnya.

    Pelaksanaan LDK turut didukung oleh para demisioner HMP PPKn UPY periode 2024/2025, yakni Firli Afriyeni (Ketua HMP 2024/2025), Nadia Sekar Ning Tiyas, Novia Martin, Fransiskus Frengki Nawa, dan Diyan Gunadi, yang berperan sebagai pendamping kegiatan dinamika kelompok.

    Kegiatan berlangsung intensif selama dua hari, dimulai sejak pagi hingga malam hari, dalam suasana penuh semangat dan antusiasme dari para peserta. Lingkungan alam Plosokuning yang tenang dan asri turut menunjang suasana pembelajaran luar ruang yang efektif.

    Dengan terselenggaranya LDK 2025 ini, HMP PPKn UPY menargetkan lahirnya kader-kader mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga siap menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, inovatif, dan mampu membawa nama baik Prodi PPKn UPY ke tingkat nasional maupun internasional.

  • Universitas PGRI Yogyakarta dan Universiti Malaysia Sabah Jalin Kerja Sama – Kolaborasi Strategis untuk Mendorong Pendidikan, Riset, dan Pelatihan

    Universitas PGRI Yogyakarta dan Universiti Malaysia Sabah Jalin Kerja Sama – Kolaborasi Strategis untuk Mendorong Pendidikan, Riset, dan Pelatihan

    Yogyakarta, 17 September 2025 — Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dan Universiti Malaysia Sabah (UMS) dalam perancangan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai wujud komitmen mempererat kerja sama akademik lintas negara. Penandatanganan yang berlangsung di ruang sidang rektorat UPY ini dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Rektor UPY, dan Prof. Madya Dr. Mohd Sohaimi Esa, wakil Naib Canselor UMS.

    MoU ini menjadi tonggak penting dalam membangun kolaborasi strategis selama lima tahun ke depan, mencakup berbagai kegiatan akademik, ilmiah, dan kemahasiswaan. Kedua institusi sepakat mengembangkan program pelatihan praktis bagi mahasiswa, kegiatan ilmiah dan akademik, penelitian bersama, seminar, pengabdian masyarakat, pertukaran mahasiswa, magang mengajar, pelatihan, hingga lokakarya. Selain itu, mereka juga akan membuka ruang untuk kerja sama akademik lainnya yang akan disepakati kemudian.

    Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi internasionalisasi UPY. “Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya memperluas jejaring akademik, meningkatkan kualitas riset, serta membuka lebih banyak peluang mobilitas mahasiswa dan dosen,” ujarnya penuh antusias.

    Sementara itu, Prof. Madya Dr. Mohd Sohaimi Esa, menyampaikan optimismenya bahwa sinergi antar universitas di kawasan ASEAN dapat memperkuat fondasi pendidikan tinggi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat regional. “Kerja sama ini bukan hanya tentang akademik, tapi juga soal bagaimana kita bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan,” tuturnya.

    Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerja sama jangka panjang yang tidak hanya memperkuat bidang pendidikan, tetapi juga menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan di tingkat global.

  • 472 Lulusan UPY Siap Melangkah ke Dunia Lebih Luas dengan Semangat Baru

    472 Lulusan UPY Siap Melangkah ke Dunia Lebih Luas dengan Semangat Baru

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) resmi menggelar Sidang Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026. Bertempat di Auditorium Kampus 1 UPY, sebanyak 472 wisudawan dan wisudawati merayakan pencapaian besar mereka dengan penuh kebanggaan dan haru.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan ucapan selamat yang tulus dan apresiasi tinggi kepada para lulusan atas ketekunan dan kerja keras mereka selama menempuh pendidikan.

    “Kelulusan ini bukan sekadar akhir dari sebuah proses belajar, tetapi juga awal dari perjalanan baru yang penuh tantangan dan kesempatan,” ujarnya.

    Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada orang tua dan keluarga yang menjadi pilar penting dalam mendukung perjuangan para mahasiswa.

    “Dukungan dan doa kalian menjadi kekuatan yang membuat mereka sampai di titik ini. Terima kasih atas kepercayaan kepada UPY sebagai rumah belajar dan bertumbuh,” tambah Prof. Paiman.

    Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, MM., Ph.D., turut hadir memberikan motivasi bagi para wisudawan agar senantiasa menjaga semangat belajar sepanjang hayat dan terus mengembangkan diri.

    “Di dunia kerja nanti, tantangan akan terus hadir. Jadilah pembelajar sejati dan jagalah nama baik almamater UPY,” pesan Prof. Setyabudi.

    Wisuda ini bukan hanya momen formalitas, melainkan sebuah refleksi perjalanan panjang yang melibatkan pertumbuhan pribadi, nilai-nilai kehidupan, dan ikatan emosional yang kuat antara mahasiswa, dosen, dan keluarga. Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh, para lulusan UPY siap melangkah ke jenjang kehidupan berikutnya dengan keyakinan dan semangat yang tinggi.

  • Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025: Memperkokoh Nilai-Nilai Pancasila di Era Modern

    Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025: Memperkokoh Nilai-Nilai Pancasila di Era Modern

    Setiap tanggal 1 Oktober, Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum penting untuk mengenang dan memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Pada tahun 2025, peringatan ini kembali diadakan dengan tema yang relevan dalam menghadapi tantangan global dan dinamika sosial yang semakin kompleks.

    Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan untuk mengenang peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI), di mana upaya penggulingan pemerintahan sah yang berlandaskan Pancasila berhasil digagalkan. Peristiwa ini menjadi titik balik penting bagi bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

    Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi, dan globalisasi, nilai-nilai Pancasila tetap menjadi perekat persatuan bangsa. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa mengajarkan pentingnya gotong royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap keberagaman.

    Pada 1 Oktober 2025, pemerintah dan masyarakat diajak untuk semakin mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, pendidikan, hingga dunia kerja. Penanaman nilai-nilai ini penting agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan seperti disinformasi, intoleransi, dan perpecahan sosial.

    Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi juga momen untuk memperbarui komitmen seluruh bangsa Indonesia dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Di tahun 2025 ini, semangat Pancasila harus menjadi sumber kekuatan untuk membangun Indonesia yang adil, makmur, dan bersatu di tengah tantangan global.

  • PPKn UPY Laksanakan Review Kurikulum Berbasis OBE: Wujudkan Lulusan Unggul dan Adaptif

    PPKn UPY Laksanakan Review Kurikulum Berbasis OBE: Wujudkan Lulusan Unggul dan Adaptif

    Dalam upaya menyempurnakan kualitas pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) pada Kamis, 17 Juli 2025 yang lalu. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPY dan menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. sebagai narasumber sekaligus reviewer kurikulum.

    Kegiatan ini menjadi langkah strategis Prodi PPKn UPY dalam memastikan kesesuaian dokumen kurikulum dengan standar capaian pembelajaran berbasis OBE, yang menitikberatkan pada hasil belajar, kompetensi lulusan, dan kesiapan menghadapi dunia nyata.

    “Review ini penting untuk menjamin bahwa kurikulum yang kami terapkan benar-benar mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan, memiliki karakter Pancasila, serta siap bersaing di tingkat global,” ujar Supri Hartanto, M.Pd., Ketua Program Studi PPKn UPY.

    Acara berlangsung secara interaktif dengan diawali presentasi dari tim pengembang kurikulum. Selanjutnya, Prof. Rohmadi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek penting kurikulum, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran, hingga struktur mata kuliah.

    Dalam sesi evaluasi, Prof. Rohmadi menekankan pentingnya penguatan relevansi kurikulum terhadap kebutuhan dunia pendidikan saat ini, termasuk penyesuaian materi dengan isu-isu aktual seperti kebangsaan, demokrasi, transformasi digital, dan pengembangan soft skills.

    “Lulusan PPKn ke depan harus mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Maka kurikulum harus memberikan ruang untuk menumbuhkan kepemimpinan, empati, dan kemampuan berpikir kritis,” terang Prof. Rohmadi.

    Tak hanya memberi catatan kritis, beliau juga mengapresiasi semangat Prodi PPKn UPY dalam melakukan evaluasi berkelanjutan sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi terbuka serta perumusan tindak lanjut revisi kurikulum yang akan segera diimplementasikan.

    Melalui kegiatan review ini, diharapkan kurikulum Prodi PPKn UPY semakin adaptif, berkualitas, dan relevan, serta mampu mencetak lulusan yang unggul, berwawasan kebangsaan, dan siap menjawab tantangan di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.