Kategori: Berita Utama

  • HMP PPKn UPY Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan 2025: Cetak Kader Pemimpin Muda Berkarakter

    HMP PPKn UPY Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan 2025: Cetak Kader Pemimpin Muda Berkarakter

    Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pada Sabtu–Minggu, 20–21 September 2025 di kawasan Plosokuning, Turi, Sleman.

    Kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota HMP PPKn UPY ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar kepemimpinan, menumbuhkan semangat berorganisasi, serta mempererat solidaritas antaranggota.

    Mengusung konsep pelatihan kepemimpinan kolaboratif dan kreatif, LDK 2025 menghadirkan tiga pemateri utama yang merupakan akademisi dan praktisi kepemimpinan dari lingkungan UPY:

    • Oktana Wahyu Perdana, M.Pd. membawakan materi bertema Branding Organisasi, menekankan pentingnya citra positif dan daya saing organisasi di tengah masyarakat.
    • Fajar Rahmad S., M.Pd. menyampaikan materi Motivasi Organisasi, memberikan dorongan kepada mahasiswa untuk mengelola potensi diri dalam menggerakkan roda organisasi.
    • Supri Hartanto, M.Pd. membahas Prompt Engineering Organisasi sebagai pendekatan baru untuk membangun kreativitas dan inovasi kepemimpinan di era digital.

    Selain sesi materi, kegiatan juga dilengkapi dengan outbond, permainan kelompok, serta simulasi kepemimpinan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan kerja sama tim, komunikasi efektif, dan pemecahan masalah.

    Ketua panitia pelaksana, Faris, dalam keterangannya menyampaikan bahwa LDK ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa HMP PPKn untuk membangun karakter kepemimpinan yang kuat, tangguh, dan profesional.

    “LDK ini bukan hanya tentang membentuk pemimpin organisasi, tetapi juga mempererat ikatan emosional antaranggota agar tercipta sinergi yang solid dalam menjalankan program kerja ke depan,” ujarnya.

    Pelaksanaan LDK turut didukung oleh para demisioner HMP PPKn UPY periode 2024/2025, yakni Firli Afriyeni (Ketua HMP 2024/2025), Nadia Sekar Ning Tiyas, Novia Martin, Fransiskus Frengki Nawa, dan Diyan Gunadi, yang berperan sebagai pendamping kegiatan dinamika kelompok.

    Kegiatan berlangsung intensif selama dua hari, dimulai sejak pagi hingga malam hari, dalam suasana penuh semangat dan antusiasme dari para peserta. Lingkungan alam Plosokuning yang tenang dan asri turut menunjang suasana pembelajaran luar ruang yang efektif.

    Dengan terselenggaranya LDK 2025 ini, HMP PPKn UPY menargetkan lahirnya kader-kader mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga siap menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, inovatif, dan mampu membawa nama baik Prodi PPKn UPY ke tingkat nasional maupun internasional.

  • Universitas PGRI Yogyakarta dan Universiti Malaysia Sabah Jalin Kerja Sama – Kolaborasi Strategis untuk Mendorong Pendidikan, Riset, dan Pelatihan

    Universitas PGRI Yogyakarta dan Universiti Malaysia Sabah Jalin Kerja Sama – Kolaborasi Strategis untuk Mendorong Pendidikan, Riset, dan Pelatihan

    Yogyakarta, 17 September 2025 — Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dan Universiti Malaysia Sabah (UMS) dalam perancangan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai wujud komitmen mempererat kerja sama akademik lintas negara. Penandatanganan yang berlangsung di ruang sidang rektorat UPY ini dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Rektor UPY, dan Prof. Madya Dr. Mohd Sohaimi Esa, wakil Naib Canselor UMS.

    MoU ini menjadi tonggak penting dalam membangun kolaborasi strategis selama lima tahun ke depan, mencakup berbagai kegiatan akademik, ilmiah, dan kemahasiswaan. Kedua institusi sepakat mengembangkan program pelatihan praktis bagi mahasiswa, kegiatan ilmiah dan akademik, penelitian bersama, seminar, pengabdian masyarakat, pertukaran mahasiswa, magang mengajar, pelatihan, hingga lokakarya. Selain itu, mereka juga akan membuka ruang untuk kerja sama akademik lainnya yang akan disepakati kemudian.

    Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi internasionalisasi UPY. “Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya memperluas jejaring akademik, meningkatkan kualitas riset, serta membuka lebih banyak peluang mobilitas mahasiswa dan dosen,” ujarnya penuh antusias.

    Sementara itu, Prof. Madya Dr. Mohd Sohaimi Esa, menyampaikan optimismenya bahwa sinergi antar universitas di kawasan ASEAN dapat memperkuat fondasi pendidikan tinggi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat regional. “Kerja sama ini bukan hanya tentang akademik, tapi juga soal bagaimana kita bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan,” tuturnya.

    Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerja sama jangka panjang yang tidak hanya memperkuat bidang pendidikan, tetapi juga menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan di tingkat global.

  • 472 Lulusan UPY Siap Melangkah ke Dunia Lebih Luas dengan Semangat Baru

    472 Lulusan UPY Siap Melangkah ke Dunia Lebih Luas dengan Semangat Baru

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) resmi menggelar Sidang Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026. Bertempat di Auditorium Kampus 1 UPY, sebanyak 472 wisudawan dan wisudawati merayakan pencapaian besar mereka dengan penuh kebanggaan dan haru.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan ucapan selamat yang tulus dan apresiasi tinggi kepada para lulusan atas ketekunan dan kerja keras mereka selama menempuh pendidikan.

    “Kelulusan ini bukan sekadar akhir dari sebuah proses belajar, tetapi juga awal dari perjalanan baru yang penuh tantangan dan kesempatan,” ujarnya.

    Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada orang tua dan keluarga yang menjadi pilar penting dalam mendukung perjuangan para mahasiswa.

    “Dukungan dan doa kalian menjadi kekuatan yang membuat mereka sampai di titik ini. Terima kasih atas kepercayaan kepada UPY sebagai rumah belajar dan bertumbuh,” tambah Prof. Paiman.

    Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, MM., Ph.D., turut hadir memberikan motivasi bagi para wisudawan agar senantiasa menjaga semangat belajar sepanjang hayat dan terus mengembangkan diri.

    “Di dunia kerja nanti, tantangan akan terus hadir. Jadilah pembelajar sejati dan jagalah nama baik almamater UPY,” pesan Prof. Setyabudi.

    Wisuda ini bukan hanya momen formalitas, melainkan sebuah refleksi perjalanan panjang yang melibatkan pertumbuhan pribadi, nilai-nilai kehidupan, dan ikatan emosional yang kuat antara mahasiswa, dosen, dan keluarga. Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh, para lulusan UPY siap melangkah ke jenjang kehidupan berikutnya dengan keyakinan dan semangat yang tinggi.

  • Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025: Memperkokoh Nilai-Nilai Pancasila di Era Modern

    Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025: Memperkokoh Nilai-Nilai Pancasila di Era Modern

    Setiap tanggal 1 Oktober, Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum penting untuk mengenang dan memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Pada tahun 2025, peringatan ini kembali diadakan dengan tema yang relevan dalam menghadapi tantangan global dan dinamika sosial yang semakin kompleks.

    Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan untuk mengenang peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI), di mana upaya penggulingan pemerintahan sah yang berlandaskan Pancasila berhasil digagalkan. Peristiwa ini menjadi titik balik penting bagi bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

    Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi, dan globalisasi, nilai-nilai Pancasila tetap menjadi perekat persatuan bangsa. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa mengajarkan pentingnya gotong royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap keberagaman.

    Pada 1 Oktober 2025, pemerintah dan masyarakat diajak untuk semakin mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, pendidikan, hingga dunia kerja. Penanaman nilai-nilai ini penting agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan seperti disinformasi, intoleransi, dan perpecahan sosial.

    Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi juga momen untuk memperbarui komitmen seluruh bangsa Indonesia dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Di tahun 2025 ini, semangat Pancasila harus menjadi sumber kekuatan untuk membangun Indonesia yang adil, makmur, dan bersatu di tengah tantangan global.

  • PPKn UPY Laksanakan Review Kurikulum Berbasis OBE: Wujudkan Lulusan Unggul dan Adaptif

    PPKn UPY Laksanakan Review Kurikulum Berbasis OBE: Wujudkan Lulusan Unggul dan Adaptif

    Dalam upaya menyempurnakan kualitas pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) pada Kamis, 17 Juli 2025 yang lalu. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPY dan menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. sebagai narasumber sekaligus reviewer kurikulum.

    Kegiatan ini menjadi langkah strategis Prodi PPKn UPY dalam memastikan kesesuaian dokumen kurikulum dengan standar capaian pembelajaran berbasis OBE, yang menitikberatkan pada hasil belajar, kompetensi lulusan, dan kesiapan menghadapi dunia nyata.

    “Review ini penting untuk menjamin bahwa kurikulum yang kami terapkan benar-benar mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan, memiliki karakter Pancasila, serta siap bersaing di tingkat global,” ujar Supri Hartanto, M.Pd., Ketua Program Studi PPKn UPY.

    Acara berlangsung secara interaktif dengan diawali presentasi dari tim pengembang kurikulum. Selanjutnya, Prof. Rohmadi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek penting kurikulum, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran, hingga struktur mata kuliah.

    Dalam sesi evaluasi, Prof. Rohmadi menekankan pentingnya penguatan relevansi kurikulum terhadap kebutuhan dunia pendidikan saat ini, termasuk penyesuaian materi dengan isu-isu aktual seperti kebangsaan, demokrasi, transformasi digital, dan pengembangan soft skills.

    “Lulusan PPKn ke depan harus mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Maka kurikulum harus memberikan ruang untuk menumbuhkan kepemimpinan, empati, dan kemampuan berpikir kritis,” terang Prof. Rohmadi.

    Tak hanya memberi catatan kritis, beliau juga mengapresiasi semangat Prodi PPKn UPY dalam melakukan evaluasi berkelanjutan sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi terbuka serta perumusan tindak lanjut revisi kurikulum yang akan segera diimplementasikan.

    Melalui kegiatan review ini, diharapkan kurikulum Prodi PPKn UPY semakin adaptif, berkualitas, dan relevan, serta mampu mencetak lulusan yang unggul, berwawasan kebangsaan, dan siap menjawab tantangan di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

  • 110 Mahasiswa PPG Resmi Dikukuhkan, Siap Menjadi Guru Profesional dan Bermartabat

    110 Mahasiswa PPG Resmi Dikukuhkan, Siap Menjadi Guru Profesional dan Bermartabat

    Yogyakarta, 22 September 2025 — Sebanyak 110 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun Akademik 2024/2025 Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) resmi dikukuhkan dan mengucapkan sumpah profesi dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Auditorium UPY.

    Acara Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Profesi ini menjadi momen sakral yang menandai langkah awal para calon guru dalam mengemban tanggung jawab besar: mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi merupakan panggilan hati yang memerlukan dedikasi, komitmen moral, serta tanggung jawab yang tinggi terhadap masa depan generasi bangsa.

    “Guru bukan hanya pengajar, tetapi pembentuk karakter. Jadilah pendidik yang tidak hanya mengajar dengan ilmu, tetapi juga menyentuh dengan keteladanan dan kasih sayang,” tutur Rektor UPY dengan penuh semangat.

    Prosesi pengambilan sumpah berlangsung secara khidmat, disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, keluarga, dan tamu undangan. Momen ini sekaligus meneguhkan komitmen para calon guru untuk menjaga integritas, menjunjung tinggi etika profesi, dan terus mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.

    Sebagai bagian dari proses profesionalisasi guru, PPG tidak hanya menyiapkan calon pendidik dari sisi akademik dan pedagogik, tetapi juga membentuk jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.

    Pengukuhan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi para guru muda untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Dengan bekal ilmu, nilai-nilai kejujuran, dan semangat pengabdian, para lulusan PPG UPY diharapkan mampu menjadi sosok guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inspiratif.

    UPY terus berkomitmen untuk mencetak pendidik yang unggul dan berkarakter, sesuai dengan visi menciptakan insan akademik yang cendekia, humanis, dan visioner.

  • Mahasiswa PPKn Universitas PGRI Yogyakarta Laksanakan KKL di Bali: Perkuat Pemahaman Nilai Budaya dan Pemerintahan Desa Adat

    Mahasiswa PPKn Universitas PGRI Yogyakarta Laksanakan KKL di Bali: Perkuat Pemahaman Nilai Budaya dan Pemerintahan Desa Adat

    Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas PGRI Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sebagai bagian dari program pembelajaran luar kampus yang bertujuan memperkaya wawasan dan pengalaman mahasiswa. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa semester 4 angkatan 2023 ini berlangsung selama lima hari, mulai 7 hingga 11 pada bulan Juli 2025 yang lalu, dengan lokasi utama di Pulau Bali.

    Dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi PPKn, Supri Hartanto, M.Pd., serta didampingi oleh dosen pendamping, Oktana Wahyu Perdana, M.Pd., kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga edukatif secara sosial dan budaya. Kehadiran dosen pendamping memastikan jalannya kegiatan tetap kondusif dan terarah secara akademik.

    “Melalui KKL ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami Pancasila dan kewarganegaraan secara teori, tetapi juga melihat langsung praktik nilai-nilai tersebut dalam kehidupan masyarakat, terutama di desa adat yang sarat kearifan lokal,” ujar Supri Hartanto.

    Selama kegiatan, mahasiswa melakukan kunjungan lapangan ke beberapa lokasi strategis di Bali, antara lain Pemerintahan Desa Adat Sukawati, Desa Panglipuran, dan Bali Culture Center. Di setiap kunjungan, mahasiswa berdialog langsung dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa, menggali informasi tentang sistem pemerintahan berbasis adat, pengelolaan pariwisata budaya, serta upaya pelestarian nilai-nilai tradisional yang masih terjaga kuat.

    Setiap harinya, mahasiswa juga mengikuti sesi diskusi kelompok dan refleksi materi untuk memperdalam pemahaman serta membangun pemikiran kritis terhadap isu-isu sosial budaya dan pemerintahan lokal.

    “Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami. Banyak hal yang tidak kami dapatkan di kelas, bisa kami temukan langsung di lapangan, terutama bagaimana masyarakat Bali menjaga budayanya sekaligus membangun desanya secara mandiri,” ungkap salah satu peserta KKL.

    Program KKL ini dirancang tidak hanya untuk menambah wawasan akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang tangguh, peka sosial, dan berjiwa nasionalis. Melalui pengalaman langsung, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat pelestarian budaya, serta mengembangkan kemampuan berpikir reflektif dan solutif dalam menghadapi tantangan kebhinekaan.

    Dengan berakhirnya kegiatan KKL tahun ini, Program Studi PPKn Universitas PGRI Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur bangsa.

  • Deretan Mahasiswa UPY Harumkan Nama Kampus di Ajang PORDA DIY

    Deretan Mahasiswa UPY Harumkan Nama Kampus di Ajang PORDA DIY

    Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY XVII Tahun 2025 resmi berakhir dengan sukses dan penuh semangat kompetitif. Ajang olahraga dua tahunan ini menjadi panggung bagi para atlet muda dari seluruh kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tak ketinggalan, mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) turut ambil bagian dan mencatatkan prestasi membanggakan.

    PORDA DIY XVII yang digelar pada 9–18 September 2025 di Kabupaten Gunungkidul ini mempertandingkan berbagai cabang olahraga dengan atmosfer yang meriah, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas. Acara ini juga menjadi ajang seleksi dan pembinaan atlet daerah yang diproyeksikan untuk berlaga di tingkat nasional dan internasional.

    Sejumlah mahasiswa UPY berhasil menorehkan prestasi gemilang di berbagai cabang olahraga. Berikut adalah nama-nama mahasiswa peraih medali:

    • Sempani Dina Septiani (Prodi BK) – Juara III Beregu Putri Bridge
    • Khusnul Qotimah (Prodi Ilmu Keolahragaan) – Juara II Hockey Indoor Putri
    • Isma Tukha Nur Sholeha (Prodi Ilmu Keolahragaan) – Juara III Lead Beregu Putri Panjat Tebing
    • Ansya Syira Azwa Aurora Soeradi (Prodi Ilmu Keolahragaan) – Juara I Boulder Tim Putri dan Juara I Lead Tim Putri Panjat Tebing
    • Feldin Azelfi Erbita Putra (Prodi Ilmu Keolahragaan) – Juara III Gulat Gaya Bebas 57 KG
    • Deriz Miftahul Firdaus (Prodi Agroteknologi) – Juara III Ringspot Full Contact -61 KG
    • Ilham Iqmarul Ilmi (Prodi Teknologi Hasil Pertanian) – Juara I Pencak Silat Kelas Putra 80–85 KG
    • Rizki Febrian (Prodi Manajemen) – Juara III Seni Tunggal IPSI Pencak Silat

    Prestasi ini membuktikan komitmen mahasiswa UPY tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga dan pengembangan karakter. Keikutsertaan mereka dalam ajang ini menjadi bukti bahwa semangat juang dan kerja keras dapat mengharumkan nama daerah dan almamater secara bersamaan.

    “Kami sangat bangga dengan pencapaian para mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa UPY mendukung penuh pengembangan bakat dan minat mahasiswa, termasuk di bidang olahraga,” ujar Wakil Rektor III UPY Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd.

    Ajang PORDA kali ini juga memperkuat rasa solidaritas antar-atlet, mempererat hubungan antar-kabupaten/kota, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap potensi olahraga daerah.

    Dengan hasil ini, diharapkan para atlet muda DIY, termasuk dari UPY, siap melangkah lebih jauh, menembus pentas nasional bahkan internasional. Lebih dari sekadar medali, semangat yang dibawa dari PORDA 2025 akan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus aktif, berprestasi, dan menjaga nilai-nilai sportivitas.

  • Menjadi Mahasiswa yang Seimbang: Seni Mengatur Waktu Tanpa Kehilangan Akal

    Menjadi Mahasiswa yang Seimbang: Seni Mengatur Waktu Tanpa Kehilangan Akal

    Selamat datang di dunia perkuliahan! Dunia di mana jadwal kuliah bisa fleksibel… tapi tugasnya tidak. Masa transisi dari SMA ke bangku kuliah sering kali bikin mahasiswa baru kalang kabut—apalagi saat mulai sadar bahwa “waktu luang” ternyata hanyalah ilusi kalau tidak dikelola dengan benar.

    Lalu, bagaimana caranya membagi waktu antara kuliah, kegiatan organisasi, waktu istirahat, scrolling media sosial (yang sering kebablasan), sampai urusan makan dan cuci baju? Tenang, kamu tidak sendiri. Berikut adalah tips dan trik realistis (bukan mimpi indah versi seminar motivasi) agar hidupmu sebagai mahasiswa tetap seimbang dan pembelajaran tetap berjalan lancar.

    1. Kenali Diri Sendiri: Produktif Pagi atau Malam?

    Bukan semua orang bisa bangun pagi dan langsung semangat baca modul. Kalau kamu tipe “burung hantu”, jangan maksa ikut ritme “ayam jago”. Kenali jam-jam produktifmu dan manfaatkan sebaik mungkin.

    📝 Tips:

    • Jika kamu lebih fokus di malam hari, alokasikan waktu tersebut untuk menyicil tugas.
    • Jangan lupa, dosen tidak suka dikirimi email jam 02.00 dini hari. Simpan sebagai draft dulu ya.

    2. Buat To-Do List, Bukan To-Forget List

    Menulis jadwal harian atau mingguan akan sangat membantu. Tapi kuncinya bukan di tulisannya—melainkan di konsistensi menjalankannya. Bikin yang realistis, bukan ambisius kayak mau jadi superhero dalam sehari.

    📆 Contoh realistis:

    • 08.00 – 10.00: Kuliah PPKn
    • 10.00 – 11.00: Sarapan (karena tadi skip) + istirahat
    • 13.00 – 14.30: Revisi makalah
    • 15.00 – 17.00: Rapat UKM (Usaha Keras Makan)

    3. Hindari “Perbudakan Diri Sendiri” dalam Organisasi

    Organisasi penting, tapi bukan berarti harus ikut lima sekaligus di semester pertama. Ingat, kamu kuliah bukan buat jadi sekretaris seumur hidup. Prioritaskan yang benar-benar sesuai minat dan tidak mengganggu akademik.

    🎓 Kata dosenmu nanti:
    “IPK itu penting, tapi kesehatan mental dan waktu tidurmu juga tidak kalah penting.”

    4. Waktu Istirahat Bukan Waktu Malas, Tapi Waktu Waras

    Kamu bukan robot. Bahkan robot pun butuh nge-charge. Jangan anggap istirahat itu halangan menuju kesuksesan. Justru, istirahat adalah investasi energi.

    😴 Tips santai:

    • Power nap 15–30 menit bisa menyelamatkan mood dan konsentrasi.
    • Jangan rehat dengan buka TikTok 10 menit, yang ujungnya jadi 2 jam nonton orang review mie instan dari Nepal.

    5. Jangan Tunda, Tapi Juga Jangan Terlalu Ambisius

    Menunda tugas itu enak… sampai malam sebelum deadline datang dan kamu tiba-tiba jadi pujangga Excel, filsuf PowerPoint, dan ahli sastra Microsoft Word dalam satu malam.

    📌 Trik realistis:

    • Bagi tugas besar ke dalam bagian kecil.
    • Gunakan teknik “Pomodoro”: kerja 25 menit, istirahat 5 menit.
    • Kasih self-reward. Misal: “Kalau selesai baca 3 bab, boleh makan es krim.”

    6. Sadar Bahwa Kamu Pasti Akan Gagal Menjalankan Semua Ini Sekali Dua Kali… dan Itu Normal

    Tidak semua hari akan berjalan ideal. Kadang kamu telat bangun, lupa ada kuis, atau malah nangis karena tugas mata kuliah statistik kayak kode Morse. Tapi dari situ kamu belajar.

    💡 Pesan penting:

    “Kunci dari membagi waktu bukan pada seberapa sempurna kamu menjalaninya, tapi seberapa cepat kamu bisa bangkit dan menyesuaikan saat waktumu mulai berantakan.”

    Hidup Mahasiswa Itu Dinamis, Tapi Bisa Dikendalikan

    Membagi waktu di dunia perkuliahan memang bukan perkara mudah, tapi juga bukan mustahil. Kuncinya ada pada pengenalan diri, manajemen ekspektasi, dan kemampuan untuk memaafkan diri sendiri saat gagal.

    Ingat, kamu bukan sedang berlomba dengan siapa pun. Kamu sedang belajar menjadi versi terbaik dirimu, satu langkah kecil demi satu tugas yang diselesaikan tepat waktu.

    Selamat berproses, mahasiswa baru. Jangan lupa makan, jangan lupa tidur, dan kalau lelah… istirahat dulu, bukan menyerah.

  • Universitas PGRI Yogyakarta Melalui Fakultas Sains dan Teknologi Hibahkan Alat Antropometri IoT untuk Posyandu Umbulharjo

    Universitas PGRI Yogyakarta Melalui Fakultas Sains dan Teknologi Hibahkan Alat Antropometri IoT untuk Posyandu Umbulharjo

    Komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, diwujudkan oleh Kalurahan Umbulharjo melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam kegiatan posyandu. Bertempat di Balai Kalurahan Umbulharjo, telah dilaksanakan penyerahan dan pelatihan penggunaan alat antropometri berbasis IoT bagi para kader posyandu setempat.

    Alat antropometri digital tersebut merupakan hibah dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Yogyakarta, sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Inovasi ini memungkinkan pengukuran berat badan dan tinggi badan balita dilakukan secara akurat dan efisien, serta terkoneksi langsung secara real-time ke sistem data Puskesmas Cangkringan.

    Dalam pelatihan yang diberikan, kader posyandu dibekali pengetahuan teknis terkait penggunaan alat, serta mekanisme pengelolaan data yang terintegrasi dengan layanan kesehatan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemantauan tumbuh kembang anak serta mempermudah tindak lanjut medis bagi balita di Kalurahan Umbulharjo.

    Kalurahan Umbulharjo menyampaikan apresiasi kepada Universitas PGRI Yogyakarta atas kontribusi dan dukungan teknologi yang diberikan kepada wilayahnya.

    Dengan adanya alat antropometri berbasis IoT ini, Kalurahan Umbulharjo menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi layanan kesehatan yang lebih modern, responsif, dan berbasis data.