Kategori: Berita Utama

  • Menghadapi Rasa Salah Memilih Program Studi: Solusi dan Langkah yang Dapat Dilakukan

    Menghadapi Rasa Salah Memilih Program Studi: Solusi dan Langkah yang Dapat Dilakukan

    Banyak mahasiswa merasa bimbang atau bahkan menyesal setelah beberapa waktu menjalani studi di program studi (prodi) yang mereka pilih. Mereka mulai merasa bahwa prodi tersebut bukanlah yang terbaik untuk mereka, atau tidak sesuai dengan harapan dan minat awal. Jika Anda mengalami hal ini, jangan khawatir—Anda tidak sendirian. Ini adalah perasaan yang umum di kalangan mahasiswa. Yang terpenting adalah bagaimana Anda menyikapinya agar tetap dapat menjalani kuliah dengan baik, atau bahkan menemukan solusi yang lebih tepat.

    Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan ketika merasa salah memilih prodi:

    1. Evaluasi Penyebabnya

    Langkah pertama adalah mengevaluasi alasan mengapa Anda merasa salah memilih prodi. Apakah karena materi kuliah yang dirasa terlalu sulit? Apakah Anda tidak memiliki minat dalam mata kuliah yang diajarkan? Atau mungkin karena pengaruh luar seperti tekanan dari keluarga atau lingkungan? Mengetahui akar permasalahan akan membantu Anda memutuskan apakah masalah ini sementara atau merupakan hal yang serius.

    2. Bicarakan dengan Konselor atau Dosen Pembimbing

    Setiap universitas biasanya memiliki konselor akademik atau dosen pembimbing yang dapat membantu mahasiswa dalam menghadapi masalah akademik atau perasaan ragu terkait prodi. Mereka dapat memberikan panduan objektif mengenai langkah yang bisa Anda ambil, apakah Anda perlu mencari pendekatan belajar yang berbeda, memperdalam minat dalam mata kuliah tertentu, atau bahkan mempertimbangkan pindah prodi.

    3. Jelajahi Minat dan Kemampuan Anda

    Jika merasa tidak cocok dengan prodi yang dipilih, ini saatnya untuk mengeksplorasi kembali minat dan kemampuan Anda. Ikuti berbagai kegiatan di luar kuliah, seperti organisasi mahasiswa, magang, atau proyek-proyek yang berkaitan dengan minat baru Anda. Dengan begitu, Anda bisa lebih memahami bidang apa yang sebenarnya Anda sukai dan apakah bidang tersebut dapat mendukung masa depan karier Anda.

    4. Pertimbangkan Perubahan Prodi

    Jika setelah evaluasi dan konsultasi Anda tetap merasa tidak cocok dengan prodi yang sekarang, pindah prodi mungkin menjadi solusi terbaik. Proses ini memang memerlukan waktu dan penyesuaian, tetapi jika Anda merasa bahwa prodi lain lebih sesuai dengan minat dan potensi Anda, maka mengambil keputusan ini bisa menjadi langkah yang tepat untuk jangka panjang. Sebelum memutuskan, pastikan Anda memeriksa prosedur pindah prodi di universitas Anda dan mempertimbangkan konsekuensi akademik serta finansialnya.

    5. Tetap Tenang dan Fokus pada Pengembangan Diri

    Rasa bimbang adalah bagian dari proses pendewasaan. Apapun keputusan Anda, yang terpenting adalah tetap tenang dan tidak terburu-buru. Ingat bahwa kuliah bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tapi juga tentang pengembangan diri. Jangan takut untuk menghadapi tantangan dan terus belajar, baik dari prodi yang Anda pilih sekarang atau dari pengalaman-pengalaman lain di luar kampus.

    6. Tetap Berkomitmen Jika Memutuskan Bertahan

    Jika setelah evaluasi Anda memutuskan untuk tetap melanjutkan studi di prodi yang sekarang, penting untuk mengubah pola pikir Anda. Carilah cara untuk menemukan aspek-aspek yang Anda sukai dari prodi tersebut dan berfokuslah pada pengembangan keterampilan yang bisa bermanfaat untuk masa depan. Komitmen dan ketekunan sering kali menjadi kunci keberhasilan, meskipun awalnya terasa berat.

    Merasa salah memilih prodi bukan akhir dari segalanya. Setiap mahasiswa berhak untuk merasakan keraguan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi rasa tersebut. Apakah dengan menyesuaikan diri, memperdalam minat baru, atau bahkan memilih jalan yang berbeda, langkah yang diambil harus didasarkan pada pemahaman diri yang lebih baik. Ingat, ini adalah perjalanan menuju masa depan yang Anda inginkan, jadi pilihlah jalan yang membuat Anda berkembang dan merasa puas dengan keputusan Anda.

    Dengan sikap yang terbuka dan evaluasi yang matang, Anda akan bisa menemukan solusi yang tepat untuk situasi ini.

  • Universitas PGRI Yogyakarta Tambah Dosen Bergelar Doktor untuk Perkuat Kualitas Akademik

    Universitas PGRI Yogyakarta Tambah Dosen Bergelar Doktor untuk Perkuat Kualitas Akademik

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan menambah jumlah dosen bergelar doktor di berbagai program studinya. Penambahan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas penelitian dan pengajaran, serta mendorong pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan kampus.

    Rektor UPY, Dr.Ir Paiman, M.P dalam sebuah pernyataan resmi, menyampaikan bahwa penambahan dosen bergelar doktor merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menyediakan pendidikan yang unggul dan berdaya saing. “Kami berupaya untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar, karena dosen dengan kualifikasi doktor memiliki peran penting dalam menciptakan atmosfer akademik yang lebih inovatif dan kreatif,” ujarnya.

    Langkah ini juga sejalan dengan visi UPY untuk menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dalam hal penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, diharapkan mahasiswa mendapatkan bimbingan yang lebih mendalam, serta kesempatan untuk terlibat dalam penelitian-penelitian berkualitas tinggi.

    Selain itu, para dosen yang baru bergelar doktor juga diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat kerjasama universitas dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam penelitian kolaboratif dan pertukaran akademik dengan universitas lain.

    Dengan penambahan dosen bergelar doktor ini, UPY optimis akan terus mencetak lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di dunia kerja, serta berkontribusi secara nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

  • Dosen UPY Lolos Hibah DRTPM Kemdikbud 2024 untuk Pengabdian Masyarakat Mitigasi Stunting

    Dosen UPY Lolos Hibah DRTPM Kemdikbud 2024 untuk Pengabdian Masyarakat Mitigasi Stunting

    Yogyakarta – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) berhasil meraih pendanaan hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristekdikti) tahun 2024. Proposal dengan judul “Peran Remaja sebagai Agen Perubahan untuk Pencegahan Stunting” ini bertujuan meningkatkan peran aktif remaja dalam mitigasi stunting di daerah Karanganyar, Gadingharjo, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul.

    Tim dosen pengabdi yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari:

    • Rosmauli Jerimia Fitriani, S.Gz., M.Gz dari Program Studi Gizi,
    • Dra. Rosalia Indriyati Saptatiningsih dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), serta
    • Dr. Danuri, M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

    Program pengabdian ini berkolaborasi dengan Posyandu Remaja Manunggal Lestari di Gadingharjo sebagai mitra, dengan fokus pada pemberdayaan remaja untuk menjadi agen perubahan dalam pencegahan stunting. Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang perlu ditangani secara komprehensif, terutama di kalangan masyarakat pedesaan. Dengan melibatkan para remaja, tim berharap dapat memberikan edukasi serta membangun kesadaran pentingnya gizi dan pola hidup sehat guna mencegah terjadinya stunting pada anak-anak.

    Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi UPY dalam memajukan kesehatan masyarakat serta mendukung program nasional dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.

  • Tips Memaksimalkan Kegiatan Kampus bagi Mahasiswa Baru

    Tips Memaksimalkan Kegiatan Kampus bagi Mahasiswa Baru

    Menjadi mahasiswa baru adalah awal dari perjalanan yang penuh tantangan dan peluang. Salah satu cara untuk memaksimalkan pengalaman ini adalah dengan terlibat aktif dalam kegiatan kampus. Berikut beberapa tips untuk memaksimalkannya:

    1. Eksplorasi Organisasi Mahasiswa
      Setiap kampus menawarkan berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan organisasi. Bergabung dengan organisasi yang sesuai dengan minat akan membantu meningkatkan soft skill seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim.
    2. Manfaatkan Fasilitas Kampus
      Kampus biasanya memiliki fasilitas seperti perpustakaan, pusat olahraga, dan laboratorium. Mahasiswa baru sebaiknya memanfaatkan fasilitas ini untuk mendukung kegiatan akademik dan pengembangan diri.
    3. Ikuti Seminar dan Workshop
      Acara-acara kampus seperti seminar dan workshop adalah kesempatan untuk memperluas wawasan, membangun jaringan, dan memperkaya pengalaman di luar kelas.
    4. Atur Waktu dengan Baik
      Keseimbangan antara akademik dan organisasi adalah kunci. Manajemen waktu yang baik akan membantu mahasiswa tetap produktif tanpa mengorbankan prestasi akademik.

    Dengan mengikuti berbagai kegiatan kampus, mahasiswa baru dapat memperluas jaringan, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan diri untuk dunia kerja.

  • Sambut Mahasiswa Baru UPY, Ghea Indrawari Tampil Memukau di Malam Inagurasi

    Sambut Mahasiswa Baru UPY, Ghea Indrawari Tampil Memukau di Malam Inagurasi

    Penyanyi sekaligus penulis lagu jebolan Indonesian Idol 2018, Ghea Indrawari tampil memukau dan menghibur 1.150 mahasiswa baru Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) pada Malam Inagurasi Mahasiswa Baru Universitas PGRI Yogyakarta Tahun 2024 yang digelar di Kampus 1 UPY, Sabtu (28/9/2024) malam.

    Penyanyi kelahiran, Singkawang, 10 Maret 1998 tersebut tampil membawakan sejumlah lagu andalannya, salah satunya Jiwa yang Bersedih.

    Ketua panitia Malam Inagurasi Mahasiswa Baru Universitas PGRI Yogyakarta, Rahmat Wahyu Kusuma mengatakan kegiatan yang digelar kali ini adalah rangkaian dari kegiatan ospek dan pengenalan kampus ke mahasiswa baru.

    Adapun jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Malam Inagurasi adalah sebanyak 1.150 mahasiswa dari 4 fakultas di Kampus UPY.  “Kenapa akhirnya kami memilih menghadirkan Ghea Indrawari? Ada beberapa pertimbangan. Selain karena mahasiswa di sini dari berbagai daerah, Ghea ini adalah representasi Gen-Z dan saat ini tengah naik daun,” katanya.

    Rektor UPY Dr. Ir. Paiman, M.P berharap agar kegiatan inagurasi kali ini benar-benar mengena di hati mahasiswa. Sebab, para mahasiwa baru tersebut nantinya diharapkan bisa menceritakan kepada keluarganya bahwa banyak kegiatan di kampus UPY yang melibatkan mahasiswa.

    “Mahasiswa juga bisa bercerita jika mereka merasa nyaman di sini. Apalagi sebelum acara inagurasi mereka sudah ada sejumlah kegiatan yang melibatkan dan antara mahasiswa satu dan lain. Sehingga mereka merasa kenal satu sama lain, dan membuat mereka betah di Jogja,” ucap Paiman.

    Terkait dengan keberadaan bintang tamu yang dihadirkan, Paiman menyatakan setiap tahun UPY menggelar malam inagurasi mahasiwa baru. Untuk bintang tamu yang dihadirkan dari tahun ke tahun berbeda.”Tahun lalu ada Happy Asmara. Kali ini ada Ghea. Kami serahkan sepenuhnya ke pihak mahasiswa, karena mereka lebih tahu bintang tamu yang cocok mengisi acara,” ucapnya.

  • Hari Batik Nasional: Merayakan Warisan Budaya Indonesia

    Hari Batik Nasional: Merayakan Warisan Budaya Indonesia

    Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober untuk merayakan pengakuan batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 2009. Batik, sebagai seni tradisional yang kaya akan nilai filosofi dan sejarah, merupakan simbol identitas bangsa Indonesia yang diakui dunia.

    Peringatan ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya, tetapi juga untuk mendorong masyarakat lebih mencintai dan mengenakan batik dalam kehidupan sehari-hari. Beragam kegiatan, seperti pameran, lomba, dan acara budaya digelar di seluruh negeri, mengajak semua kalangan untuk menjaga keberlanjutan tradisi batik. Hari Batik Nasional juga menjadi momentum bagi industri batik untuk terus berkembang dan berinovasi dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke panggung internasional.

  • Pentingnya Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

    Pentingnya Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

    Hari Kesaktian Pancasila, yang diperingati setiap 1 Oktober, memiliki makna penting dalam sejarah dan keberlangsungan bangsa Indonesia. Peringatan ini menjadi simbol tegaknya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, khususnya setelah tragedi G30S/PKI tahun 1965 yang mengancam keutuhan Pancasila.

    Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, serta mempertahankan nilai-nilai luhur Pancasila di tengah berbagai tantangan, baik dari ideologi asing maupun ancaman disintegrasi. Melalui peringatan ini, seluruh elemen bangsa diharapkan semakin sadar akan peran Pancasila sebagai pemersatu keberagaman dan panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

  • Universitas PGRI Yogyakarta Gelar Seminar Internasional ICITE 2024 dan UPINCESS 2024

    Universitas PGRI Yogyakarta Gelar Seminar Internasional ICITE 2024 dan UPINCESS 2024

    Universitas PGRI Yogyakarta dengan bangga mengumumkan akan menyelenggarakan dua seminar internasional besar, yaitu The UPY – ICCCM International Conference on Information Technology and Engineering (ICITE) 2024 dan The UPY – ICCCM International Conference on Education and Social Science (UPINCESS) 2024. Kedua konferensi tersebut akan dilaksanakan secara virtual pada tanggal 29-30 Oktober 2024.

    ICITE 2024 mengusung tema, “Utilizing Artificial Intelligence Technology to Improve Efficiency and Productivity in Modern Society”, yang berfokus pada penerapan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam masyarakat modern. Sedangkan, UPINCESS 2024 bertema “The Role of Education and Social Sciences in Facing the Global Crisis”, yang membahas peran penting pendidikan dan ilmu sosial dalam menghadapi krisis global saat ini.

    Dalam rangkaian ICITE 2024, konferensi ini akan menghadirkan pembicara dari tiga negara, yaitu:

    1. Prof. Dr. Rudolf Wirawan (The University of Adelaide, Australia)
    2. Dr. Mbemba Hydara (Dean School of ICT, University of The Gambia, Gambia)
    3. Dr. Meilany Nonsi Tentua (Universitas PGRI Yogyakarta, Indonesia)

    Sementara itu, UPINCESS 2024 akan menampilkan pembicara dari tiga negara yang berbeda:

    1. Gulzhaina K. Kassymova, Ph.D. (Abai University, Kazakhstan)
    2. Dr. Saprolla Rollie Cale Deporos (Ateneo de Davao University, Filipina)
    3. Taufik Muhtarom, M.Pd., Ph.D. (Universitas PGRI Yogyakarta, Indonesia)

    Kedua konferensi ini juga membuka kesempatan bagi akademisi dan peneliti untuk berpartisipasi dalam Call for Papers yang mencakup bidang Applied Science, Information Technology and Engineering untuk ICITE 2024, serta Education and Social Science untuk UPINCESS 2024. Peserta dapat mengakses informasi lebih lanjut dan pendaftaran melalui laman resmi: icite.upy.ac.id dan upincess.upy.ac.id. Kami mengundang seluruh akademisi, peneliti, dan praktisi dari seluruh dunia untuk bergabung dalam kedua seminar internasional ini dan berkontribusi dalam memperkaya diskusi akademik serta membangun solusi untuk tantangan global saat ini.

  • The 1st International Conference on Education and Learning Issues (ICELI)

    The 1st International Conference on Education and Learning Issues (ICELI)

    📅 Tanggal: 8-9 Oktober 2024

    📍 Lokasi: Hybrid Meeting (Zoom & Auditorium UPY)

    🏢 Diselenggarakan oleh: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta

    📚 Tema: “Pedagogic Generative AI in Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Multicultural Education”

    🔊 Welcome Speech:

    Dr. Esti Setiawati, M. Pd. (Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta)

    🗣️ Keynote Speech:

    Anindito Aditomo, S. Psi., M. Phil., Ph.D. (Kepala Pusat Standar dan Penilaian Kurikulum, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia)

    👥 Speakers:

    1. Prof. Dr. Ahmad Zamzuri bin Mohamad Ali (Sultan Idris Education University, Malaysia)

    2. Dr. Seah Siok Peh (Sultan Idris Education University, Malaysia)

    3. Taufik Muhtaron, Ph.D. (Universitas PGRI Yogyakarta, Indonesia)

    4. Lynette Pretorius, Ph.D. (Monash University, Australia)

    5. Donne Jone Panizales Sodusta, Ph.D. (University of the Philippines Visayas, Philippines)

    📋 Subtema:

    21st Century Learning

    STEAM

    Kurikulum

    Pendidikan Inklusif

    TVET

    TEFL

    BIPA

    Teknologi Assistif

    Literasi

    Isu lain terkait pendidikan dan pembelajaran

    📆 Timeline Penting:

    Batas Pengumpulan Abstrak: 21 September 2024

    Batas Pembayaran: 25 September 2024

    Batas Pengumpulan Fullpaper: 25 September 2024

    💲 Biaya Konferensi:

    Peserta Indonesia: IDR 250,000

    Peserta Internasional: USD 25

    Penyaji Indonesia: IDR 300,000

    Penyaji Internasional: USD 30

    Diskon 20% untuk Early Bird sebelum 30 Juli 2024

    🏦 Nomor Rekening:

    Bank Central Asia (BCA): 8020844001

    Bank Negara Indonesia (BNI): 83630377

    A.n. Windi Wulandari Iman Utama

    🔗 Informasi lebih lanjut dan pendaftaran:

    🌐 Website: iceli.is.upy.ac.id

    📧 Email: iceli@upy.ac.id

    📞 Kontak:

    Putri: +62816-155-900-85

    Tomi: +62856-556-511-90

    Ayo, jangan lewatkan kesempatan ini untuk berpartisipasi dalam konferensi bergengsi ini! Segera daftarkan diri Anda dan kirimkan abstrak sebelum batas waktu. ✨

  • Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama PPG 2024

    Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama PPG 2024

    Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2024 dalam rangka pelaksanaan pelaksanaan program PPG Tahun 2024, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melalui Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Kemendikbudristek telah dilaksanakan pada tanggal 24 September 2024 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.

    Dalam acara tersebut ada 2 agenda ini, yaitu Paparan Kebijakan Tata Kelola Guru di Indonesia dan Penandatanganan Dokumen PKS Peserta PPG bagi Calon Guru dan PPG bagi Guru tertentu dengan Perguruan Tinggi Penyelenggara PPG.