Program Studi Akuntansi baru-baru ini mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Perancangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Acara ini menghadirkan dua pembicara terkemuka, Ibu Dr. Dian Indri Purnamasri, S.E., M.Si., Ak., CA, dan Bapak Dr. Julianto Agung Saputro, S.E., S.Kom., M.Si., Ak., CA., CRP.
Materi yang disampaikan oleh kedua narasumber ini sangat jelas dan menginspirasi, mendorong dosen Prodi Akuntansi untuk segera melakukan pemutakhiran kurikulum yang ada. Dengan pembaruan ini, diharapkan mahasiswa akan semakin siap menghadapi tantangan pembelajaran yang ada, sehingga dapat mempersiapkan mereka lebih baik dalam dunia profesional.
Sumpah Pemuda, yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928, adalah salah satu momen paling penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ikrar yang dihasilkan dari Kongres Pemuda ini bukan hanya simbol persatuan, tetapi juga menjadi fondasi semangat nasionalisme yang terus menginspirasi generasi demi generasi.
Sumpah Pemuda terdiri dari tiga poin utama yang menggarisbawahi komitmen pemuda Indonesia terhadap tanah air, bangsa, dan bahasa. Makna dari setiap poin tersebut sangat mendalam:
Satu Tanah Air: Mengakui bahwa seluruh pemuda Indonesia, terlepas dari suku, agama, dan daerah asal, memiliki satu tempat yang disebut Indonesia. Ini menegaskan pentingnya rasa memiliki dan cinta tanah air, yang harus dijunjung tinggi oleh setiap warga negara.
Satu Bangsa: Menggarisbawahi pentingnya persatuan di antara berbagai kelompok etnis dan budaya. Sumpah ini menekankan bahwa meskipun ada perbedaan, kita semua adalah bagian dari satu bangsa yang besar, yaitu bangsa Indonesia. Ini adalah panggilan untuk mengatasi perbedaan demi kepentingan bersama.
Satu Bahasa: Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan merupakan alat komunikasi yang vital bagi rakyat Indonesia. Dengan menggunakan satu bahasa, diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan memudahkan interaksi antar daerah.
Makna Sumpah Pemuda tidak hanya relevan pada masa perjuangan melawan penjajahan, tetapi juga di era modern ini. Dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi, tantangan baru muncul, seperti perpecahan identitas dan disintegrasi sosial.
Sumpah Pemuda mengajak generasi muda untuk tetap mengedepankan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kerja sama. Ini menjadi penting, terutama dalam menjaga keragaman budaya Indonesia yang kaya, agar tidak tergerus oleh pengaruh global yang homogen.
Generasi muda saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk mengimplementasikan makna Sumpah Pemuda. Pemuda diharapkan aktif berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti:
Sosial: Mengembangkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Politik: Terlibat dalam proses demokrasi dan pengambilan keputusan.
Ekonomi: Berinovasi dan menciptakan peluang usaha yang berdampak positif bagi masyarakat.
Budaya: Melestarikan dan mempromosikan kebudayaan lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.
Sumpah Pemuda adalah pengingat akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Di tengah tantangan yang dihadapi bangsa, makna Sumpah Pemuda harus dijadikan pedoman bagi setiap generasi untuk terus memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan memupuk rasa cinta tanah air. Hanya dengan semangat Sumpah Pemuda, Indonesia dapat maju dan berkembang sebagai bangsa yang besar dan berdaulat.
Kelas Praktisi Mengajar Akuntansi Sektor Publik saat ini diisi oleh Bapak Oky Patria Sadewa, SE, MPA, CFrA, AK, A-CPA, CertDA, seorang auditor dari BPK DKI Jakarta. Dalam sesi kuliah ini, Bapak Oky membahas topik penting mengenai Pengukuran Kinerja Organisasi dan Indikator Kinerja, dengan penekanan pada konsep Value For Money. Ia juga menjelaskan karakteristik Value For Money Audit serta tahapan yang terlibat dalam audit sektor publik.
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas selama kuliah, di mana Bapak Oky berhasil menyampaikan materi dengan cara yang sangat jelas, disertai contoh praktik yang relevan dan pengalaman pribadi dari kariernya sebagai auditor. Mahasiswa mengungkapkan rasa terima kasih atas ilmu yang sangat bermanfaat ini, yang diharapkan dapat memotivasi mereka untuk belajar lebih giat dan bercita-cita menjadi auditor di BPK di masa depan.
Dengan pengajaran yang inspiratif dari Bapak Oky, diharapkan generasi baru auditor akan muncul, siap untuk menghadapi tantangan di dunia akuntansi sektor publik.
Dosen dan mahasiswa dari Program Studi Magister Pendidikan Dasar, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, serta PPG Universitas PGRI Yogyakarta berangkat ke Singapura dan Kuala Lumpur untuk melaksanakan kunjungan dan kegiatan tridharma di Sekolah Indonesia Singapura (SIS) dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
Kegiatan ini akan berlangsung pada 22-24 Oktober 2024 dengan tema “Multikultural.” Di SIS, kegiatan akan mencakup kunjungan dan benchmarking terkait pendidikan dan implementasi Kurikulum Merdeka. Sementara di SIKL, selain melakukan benchmarking, dosen dan mahasiswa juga akan melaksanakan kegiatan tridharma dengan tema “Literasi Budaya Membatik” (Batik Keraton Yogyakarta).
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya motif batik Keraton Yogyakarta, kepada siswa di SIKL. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin kerja sama internasional antara sekolah-sekolah tersebut dengan Universitas PGRI Yogyakarta.
Selamat kepada Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Gibran Rakabuming Raka atas pelantikan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029! Semoga membawa Indonesia menuju kemajuan, kesejahteraan, dan persatuan. Mari bersama-sama wujudkan visi dan misi demi masa depan yang lebih baik!
Program Studi Teknik Biomedis, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), telah berhasil melaksanakan program akselerasi pengembangan kurikulum. Program ini bertujuan untuk meningkatkan relevansi dan kualitas kurikulum, sehingga lulusan dapat bersaing di dunia kerja yang semakin dinamis.
Keberhasilan program akselerasi ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Selain itu, Program Studi Teknik Biomedis FST UPY berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan, agar tetap relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Dengan langkah ini, UPY menunjukkan dedikasinya dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi profesional yang mampu berkontribusi secara signifikan di bidang biomedis.
Kegiatan kampus adalah bagian integral dari pengalaman pendidikan di perguruan tinggi. Banyak mahasiswa yang fokus pada akademik, tetapi keterlibatan dalam berbagai kegiatan di luar kelas juga memiliki peranan penting. Berikut adalah beberapa alasan mengapa mengikuti kegiatan kampus sangat penting.
1. Pengembangan Keterampilan Sosial
Kegiatan kampus menyediakan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan teman seangkatan, senior, dan bahkan alumni. Dalam lingkungan ini, mahasiswa dapat mengasah keterampilan komunikasi, kerjasama, dan kepemimpinan. Keterampilan sosial ini sangat berharga, tidak hanya selama masa kuliah, tetapi juga di dunia kerja nantinya.
2. Membangun Jaringan
Dengan terlibat dalam organisasi atau komunitas di kampus, mahasiswa dapat membangun jaringan yang luas. Relasi ini bisa berguna di masa depan, baik untuk mencari pekerjaan, kolaborasi proyek, maupun dukungan profesional. Networking yang dibangun selama masa kuliah seringkali berlanjut hingga ke dunia kerja.
3. Menemukan Minat dan Bakat
Kegiatan kampus sering kali menawarkan berbagai pilihan, mulai dari olahraga, seni, hingga organisasi akademik. Melalui keterlibatan ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka di luar bidang studi utama. Hal ini dapat membantu mereka menemukan passion yang mungkin tidak mereka sadari sebelumnya.
4. Meningkatkan Kesehatan Mental
Kegiatan kampus juga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi stres. Berpartisipasi dalam aktivitas yang menyenangkan dan bersosialisasi dengan teman-teman dapat meningkatkan suasana hati dan membantu menjaga keseimbangan antara studi dan kehidupan pribadi. Kesehatan mental yang baik berkontribusi pada keberhasilan akademik.
5. Memperkuat Resume
Pengalaman dalam organisasi atau kegiatan ekstrakurikuler dapat meningkatkan daya tarik seorang mahasiswa di mata calon pemberi kerja. Banyak perusahaan mencari kandidat yang tidak hanya memiliki nilai akademis yang baik, tetapi juga pengalaman organisasi yang menunjukkan kemampuan manajemen waktu, kepemimpinan, dan inisiatif.
6. Membangun Karakter
Keterlibatan dalam kegiatan kampus membantu mahasiswa membangun karakter yang kuat. Mereka belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan bagaimana menghadapi tantangan. Semua pelajaran ini sangat berharga dalam kehidupan setelah kuliah.
Mengikuti kegiatan kampus adalah investasi yang tidak boleh diabaikan oleh mahasiswa. Selain meningkatkan pengalaman kuliah, keterlibatan dalam berbagai kegiatan juga mempersiapkan mereka untuk tantangan di masa depan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk terlibat dan menjelajahi berbagai kesempatan yang ada di kampus. Setiap pengalaman yang didapatkan akan memberikan nilai tambah, baik dalam kehidupan akademis maupun profesional.
Di era globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat, berwirausaha semakin menjadi pilihan menarik bagi mahasiswa. Banyak dari mereka yang memilih untuk tidak hanya fokus pada studi, tetapi juga mengembangkan usaha sendiri. Artikel ini akan membahas peluang dan tantangan yang dihadapi mahasiswa berwirausaha serta beberapa tips untuk sukses dalam menjalankan bisnis.
Peluang Berwirausaha bagi Mahasiswa
Inovasi dan Kreativitas: Mahasiswa dikenal memiliki ide-ide segar dan inovatif. Mereka dapat menciptakan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang belum terpenuhi.
Akses ke Teknologi: Dengan kemajuan teknologi, mahasiswa dapat memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk dan layanan mereka. Media sosial, e-commerce, dan aplikasi bisnis memungkinkan mereka untuk menjangkau pelanggan secara luas.
Jaringan dan Komunitas: Banyak universitas memiliki program kewirausahaan, inkubator bisnis, dan komunitas yang mendukung mahasiswa dalam mengembangkan usaha. Ini memberikan kesempatan untuk belajar dari mentor dan berkolaborasi dengan sesama wirausahawan.
Pendanaan: Terdapat berbagai sumber pendanaan untuk mahasiswa yang ingin memulai usaha, seperti beasiswa, kompetisi bisnis, dan investor yang mencari peluang di kalangan wirausahawan muda.
Tantangan yang Dihadapi
Manajemen Waktu: Mengelola waktu antara kuliah, tugas, dan usaha bisa menjadi tantangan besar. Mahasiswa perlu pintar-pintar membagi waktu agar keduanya dapat berjalan seimbang.
Keterbatasan Modal: Seringkali, mahasiswa memiliki keterbatasan finansial yang membuat mereka kesulitan untuk memulai atau mengembangkan usaha. Mencari modal awal yang tepat bisa menjadi tantangan tersendiri.
Pengalaman dan Pengetahuan: Mahasiswa yang baru memulai usaha mungkin belum memiliki cukup pengalaman dalam dunia bisnis. Hal ini bisa menghambat perkembangan usaha mereka.
Persaingan: Dengan banyaknya wirausahawan muda, persaingan di pasar bisa sangat ketat. Mahasiswa harus kreatif dalam menciptakan keunggulan kompetitif agar usahanya dapat bertahan.
Tips Sukses untuk Mahasiswa Berwirausaha
Pilih Bidang yang Dikenal: Mulailah usaha di bidang yang sudah dipahami. Ini akan mempermudah proses belajar dan pengambilan keputusan.
Manfaatkan Sumber Daya: Gunakan fasilitas yang ada di kampus, seperti dosen, laboratorium, atau program pelatihan. Juga, jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kewirausahaan.
Rencanakan dengan Matang: Buatlah rencana bisnis yang jelas. Ini akan membantu mahasiswa mengarahkan usaha dan mencapai tujuan jangka panjang.
Belajar dari Pengalaman: Tidak semua usaha akan berhasil di awal. Belajarlah dari kegagalan dan terus beradaptasi dengan perubahan pasar.
Bangun Jaringan: Manfaatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan pengusaha lain, investor, dan mentor. Jaringan yang baik dapat membuka banyak peluang.
Mahasiswa berwirausaha memiliki potensi yang besar untuk sukses di dunia bisnis. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, dengan perencanaan yang baik, inovasi, dan semangat yang tinggi, mereka dapat mencapai tujuan dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Mengambil langkah pertama mungkin terasa sulit, tetapi setiap usaha dimulai dengan impian yang berani.
Pada September bulan lalu Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMP PPKn) Universitas PGRI Yogyakarta sukses menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang di adakan di Dolan Ndeso, dengan tema “Mewujudkan Generasi Pemimpin yang Berintegritas dan Berjiwa Pancasila”. Selama dua hari, peserta diajak keluar dari zona nyaman untuk mengasah potensi kepemimpinan yang berkarakter Pancasila.
Berbagai kegiatan menarik dan menantang disajikan, salah satunya adalah outbound. Melalui permainan dan rintangan yang dirancang khusus, peserta dilatih untuk bekerja sama dalam tim, saling menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Hal ini sejalan dengan nilai gotong royong yang merupakan salah satu pilar penting dalam Pancasila.
Selain itu, diskusi kelompok yang intensif juga menjadi wadah bagi peserta untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis. Isu-isu terkini yang dibahas selalu dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan, kemanusiaan, dan demokrasi. Melalui diskusi ini, diharapkan peserta dapat memahami pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks kepemimpinan.
Puncak acara LDK adalah simulasi kepemimpinan yang menguji kemampuan peserta dalam mengambil keputusan yang bijak dan bertanggung jawab. Dalam simulasi ini, peserta dihadapkan pada berbagai dilema yang sering dihadapi oleh seorang pemimpin. Mereka dituntut untuk mengambil keputusan yang tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga memperhatikan kepentingan orang banyak. Hal ini sejalan dengan nilai keadilan sosial yang menjadi landasan utama Pancasila.
“LDK ini sangat berkesan bagi saya. Saya belajar bahwa menjadi pemimpin tidak hanya tentang kemampuan, tetapi juga tentang integritas dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Rahma Wulansari, salah satu peserta LDK.
Bapak Supri Hartanto, M.Pd., selaku Kaprodi PPKn, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya LDK ini. “Saya berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa PPKn dapat menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas dan jiwa Pancasila yang kuat. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi Indonesia,” ujarnya.
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) merayakan pencapaian luar biasa dengan kelulusan dosen mereka, Dr. Rudha Widagsa, M.A., yang baru saja meraih gelar doktor dari University of Malaya.
Dr. Rudha berhasil menyelesaikan disertasinya dan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran terhadap pengajaran bahasa Inggris di Indonesia khususnya di Universitas PGRI Yogyakarta.
Rektor UPY, Dr. Ir. Paiman, M.P, mengucapkan selamat kepada Dr. Rudha atas pencapaiannya. “Kami sangat bangga dengan keberhasilan Dr. Rudha. Gelar doktor ini tidak hanya menambah prestise Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, tetapi juga akan memperkuat kualitas pengajaran di kampus kami,” ujarnya.
Sebagai dosen, Dr. Rudha dikenal aktif dalam berbagai penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan kelulusan ini, dia berkomitmen untuk menerapkan hasil penelitiannya dalam kelas dan berbagi pengetahuan dengan rekan-rekan dosen lainnya.
UPY berharap pencapaian ini akan memotivasi dosen-dosen lain untuk terus melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kompetensi mereka. Dengan semakin banyaknya dosen berkualitas, UPY semakin percaya diri dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global.