Kamis, 22 Agustus 2024, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melakukan studi banding ke Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk menjalin kerjasama dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kunjungan ini disambut dengan hangat dan antusias oleh Direktur Pascasarjana UNNES, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum, yang memberikan sambutan selamat datang dan mengungkapkan harapan untuk memperkuat hubungan antara kedua institusi.
Acara diawali dengan sambutan oleh Direktur Pascasarjana UNNES, diikuti oleh sambutan dari Rektor UPY, Dr. Ir. Paiman, M.P. kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan cindera mata. Puncak dari kegiatan ini adalah sesi sharing yang melibatkan berbagai aspek pengelolaan PPG diantaranya Sharing Session Pengelola PPG, Sharing Session Pengelola Keuangan, Sharing Session Pengelolaan Sarana Prasarana PPG dan Sharing Session Pengelola Teknis/Admin IT. Sharing terkait pengalaman dan strategi pengelolaan menjadi pokok pembahasan untuk dapat meningkatkan kualitas pengelolaan PPG di UPY.
Rektor Universitas PGRI Yogyakarta menyatakan bahwa kunjungan ini adalah langkah positif sebagai upaya universitas dalam memberikan pelayanan yang lebih baik. Harapannya, kegiatan ini dapat memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi pengelola PPG, sehingga meningkat pula kualitas program studi PPG di UPY. Semoga ini menjadi langkah awal menuju kerjasama yang lebih erat antara UPY dan UNNES dan ke depan nanti akan ada peluang lebih lanjut dalam kolaborasi dalam bentuk kegiatan akademik dan program-program lain di masa mendatang.
Yogyakarta, 24 Agustus 2024 – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperluas kolaborasi internasionalnya dengan turut serta dalam China-ASEAN Education Cooperation Week (CAECW) 2024, sebuah acara bergengsi yang mempertemukan pemimpin pendidikan, pembuat kebijakan, dan ahli dari seluruh wilayah Asia Tenggara dan Tiongkok. Acara ini diselenggarakan oleh International Transnational Education Association (ITEA) dengan dukungan dari International Cultural Communication Center Malaysia (ICCCM), bertujuan untuk memfasilitasi kerja sama dan pertukaran pengetahuan dalam bidang pendidikan di kawasan ASEAN dan Tiongkok.
Kegiatan CAECW tahun ini diselenggarakan secara hybrid, dengan partisipasi yang dilakukan secara daring dan luring pada Sabtu, 24 Agustus 2024. Salah satu sesi penting dalam acara ini adalah “Chinese Language Plus Vocational Skills” Project Signing Ceremony.
Hal ini merupakan satu langkah penting dalam memperkuat hubungan kerja sama antara UPY dan institusi pendidikan di Tiongkok, yang akan membuka jalan bagi program-program kolaboratif di masa depan, khususnya dalam bidang pengajaran bahasa Mandarin serta pengembangan dalam bidang lainya.
Dalam waktu dekat, UPY dan universitas mitra dari Tiongkok akan mengembangkan program-program yang berfokus pada pengajaran bahasa Mandarin serta pengembangan keterampilan vokasional untuk mahasiswa. Penandatanganan Letter of Intent (LoI) ini diharapkan dapat menjadi landasan awal dari berbagai kerja sama yang lebih erat antara UPY dan institusi pendidikan di Tiongkok.
Dengan partisipasinya dalam China-ASEAN Education Cooperation Week (CAECW) 2024, Universitas PGRI Yogyakarta semakin menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi internasional dan meningkatkan mutu pendidikan melalui jejaring global.
Menjadi Program Studi Magister Manajemen terkemuka yang dapat menghasilkan lulusan yang profesional dan berkualitas dalam bidang manajemen.
Misi Program Studi
Misi:
Menyiapkan peserta didik yang unggul dan profesional dalam bidang manajemen sesuai dengan kapasitasnya sebagai peneliti dan pengambilan keputusan.
Melaksanakan pengembangan pendidikan dan penelitian di bidang manajemen yang unggul untuk menghasilkan SDM yang handal dalam persaingan global.
Menyiapkan peserta didik agar mampu menguasai konsep-konsep manajemen modern dalam bidang bisnis, ekonomi kreatif, kewirausahaan desa, perbankan, pendidikan, pemerintahan, dan bidang lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Meningkatkan kemampuan SDM profesional yang mampu berpikir kritis dalam menghadapi masalah dan pengambilan keputusan yang tepat.
Sasaran Program Studi
Lulusan mampu mengembangkan pendidikan dan penelitian manajemen yang unggul untuk menghasilkan SDM yang handal dalam persaingan global.
Lulusan mampu menguasai konsep manajemen modern dalam bidang bisnis, ekonomi kreatif, kewirausahaan desa, perbankan, pendidikan, dan pemerintahan.
Lulusan memiliki kemampuan profesional, berpikir kritis dalam menghadapi masalah dan mampu mengambil keputusan yang tepat.
Lulusan unggul dan profesional dalam bidang manajemen sesuai dengan kapasitasnya sebagai peneliti dan pengambilan keputusan terbaik dalam dunia bisnis dan dunia pendidikan.
Tujuan Program Studi Magister Manajemen Universitas PGRI Yogyakarta
Menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan pendidikan dan penelitian manajemen yang unggul untuk menghasilkan SDM yang handal dalam persaingan global.
Menghasilkan lulusan yang mampu menguasai konsep-konsep manajemen modern dalam bidang bisnis, ekonomi kreatif, kewirausahaan desa, perbankan, pendidikan, dan pemerintahan.
Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan profesional, berpikir kritis dalam menghadapi masalah dan mampu mengambil keputusan yang tepat.
Menghasilkan lulusan yang unggul dan profesional dalam bidang manajemen sesuai dengan kapasitasnya sebagai peneliti dan pengambilan keputusan terbaik dalam dunia bisnis dan dunia pendidikan.
Visi, misi, sasaran dan tujuan tersebut diorientasikan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang manajemen yang terjadi saat ini dan masa depan. Visi, misi, sasaran dan tujuan tersebut telah dan selalu disosialisasikan kepada seluruh civitas akademika program studi Magister Manajemen Universitas PGRI Yogyakarta, sehingga mereka dapat memahami, menghayati dan mengimplementasikannya dalam proses penyelenggaraan lembaga. Sosialisasi visi, misi, sasaran dan tujuan tersebut dilakukan melalui pemaparan pada saat awal perkuliahaan bagi setiap mahasiswa baru, melalui pertemuan-pertemuan civitas akademika, melalui leaflet, poster, dan media cetak, termasuk sosialisasi ke lembaga/instansi pemerintah dan swasta.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus memperluas jalinan kerjasamanya dengan institusi pendidikan internasional. Pada hari Rabu, 21 Agustus 2024, bertempat di Ruang Multimedia UPY, dilaksanakan acara penjajakan kerja sama antara UPY dan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) Malaysia. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua perguruan tinggi, termasuk Wakil Rektor UPY Bidang III, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., dan Dekan Fakultas Seni Terapan dan Seni Kreatif UNIMAS, Profesor Dr. Musdi bin Haji Shanat.
Acara diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPY, Dr. Esti Setiawati, M.Pd., yang menyampaikan antusiasme terhadap potensi kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pendidikan di FKIP UPY, tetapi juga memberikan dampak positif bagi UNIMAS, terutama dalam hal peningkatan akreditasi dan kualitas pendidikan. “Kami sangat bersemangat dengan adanya penjajakan kerja sama ini, karena kami yakin ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua institusi,” ujar Dr. Esti Setiawati.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Seni Terapan dan Seni Kreatif UNIMAS, Profesor Dr. Musdi bin Haji Shanat. Beliau mengungkapkan kegembiraannya atas inisiatif ini dan melihatnya sebagai peluang emas untuk memperluas relasi serta meningkatkan kualitas akademik UNIMAS di kancah internasional. “Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi UNIMAS di dunia pendidikan global. Kami juga membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa FKIP UPY, maupun fakultas lainnya, untuk terlibat dalam program-program yang kami tawarkan,” kata Profesor Dr. Musdi.
Wakil Rektor UPY Bidang III, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., dalam sambutannya menyatakan dukungannya terhadap kerja sama ini dan berharap agar segera direalisasikan. Ia menekankan pentingnya implementasi kerja sama internasional yang efektif dan efisien demi kemajuan kedua belah pihak. “Kami menyambut baik kerja sama ini dan berharap dapat segera diwujudkan dalam bentuk program nyata yang bermanfaat bagi seluruh civitas akademika,” ujarnya.
Acara ini diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) dan Implementation of Agreement (IA) antara perwakilan UNIMAS dan FKIP UPY. Setelah itu, dilanjutkan dengan diskusi mengenai berbagai kegiatan kolaboratif yang akan dilaksanakan oleh kedua perguruan tinggi. Diskusi ini dilakukan melalui tanya jawab dari para peserta yang terdiri dari para kaprodi di lingkungan FKIP kepada pihak dari Unimas.
Dalam diskusi tersebut dipaparkan berbagai kemungkinan kerjasama seperti misalnya join research, publikasi bersama, matching research grant, pertukaran artikel jurnal dan reviewer jurnal, pertukaran mahasiswa dan kegiatan bersama lainnya. Setelah acara penjajakan MoU kemudian dilakukan implementation of agreement (IA) yaitu kunjungan dan diskusi pengembangan museum lab prodi sejarah FKIP UPY dengan prodi seni gunaan dan kreatif dari Unimas.
Acara berlangsung dengan baik, ada banyak masukan dari Unimas untuk pengembangan lab prodi Sejarah UPY dari sudut pandang seni dan kreatifitas. Selain itu juga dipaparkan mengenai seluk beluk dan sejarah dari museum serta koleksi koleksi oleh bapak Tri Wahana, M.Pd selalu dosen prodi Pendidikan Sejarah.
Dengan adanya penjajakan dan implementasi kerja sama ini, Universitas PGRI Yogyakarta dan Universiti Malaysia Sarawak berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui kolaborasi internasional, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas lulusan di kedua institusi.
Teknik Pomodoro adalah metode manajemen waktu yang populer di kalangan mahasiswa. Cara kerjanya mudah: Anda bekerja dalam blok waktu 25 menit, diikuti dengan istirahat 5 menit. Setelah empat “Pomodoro”, ambil istirahat panjang selama 15-30 menit. Metode ini tidak hanya membantu menjaga konsentrasi tetapi juga mengurangi kelelahan mental.
4. Hindari Prokrastinasi
Tunda-menunda adalah musuh terbesar produktivitas. Untuk mengatasi ini, mulailah dengan tugas yang paling Anda nikmati atau yang paling mudah untuk membangun momentum. Gunakan aplikasi pemblokir situs web untuk menghindari distraksi saat belajar atau mengerjakan tugas.
5. Atur Lingkungan Belajar yang Konduktif
Lingkungan belajar yang baik dapat membuat perbedaan besar dalam produktivitas Anda. Pastikan area belajar Anda rapi, tenang, dan bebas dari gangguan. Juga, pastikan untuk memiliki semua materi belajar yang diperlukan di dekat Anda, sehingga Anda tidak perlu sering beranjak dari tempat duduk.
6. Seimbangkan Belajar dan Waktu Santai
Manajemen waktu bukan hanya tentang belajar; Anda juga perlu waktu untuk bersantai dan melakukan kegiatan yang Anda nikmati. Menjaga keseimbangan antara belajar dan kehidupan pribadi adalah kunci untuk menghindari burnout.
Kesimpulan
Menguasai manajemen waktu mungkin memerlukan beberapa penyesuaian dan latihan, tetapi hasilnya sangat layak. Dengan mengikuti tips di atas, Anda akan lebih siap untuk menghadapi tantangan sebagai mahasiswa sambil menjaga keseimbangan kehidupan yang sehat. Ingat, setiap menit yang Anda kelola dengan baik hari ini akan membantu Anda memaksimalkan hari esok di kampus.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, Anda tidak hanya akan berhasil secara akademik tetapi juga menikmati setiap momen di universitas dengan lebih penuh dan bermakna. Selamat mengatur waktu dengan bijak!
Menjadi mahasiswa bukanlah perkara mudah. Dengan segala tugas, proyek, dan aktivitas sosial yang menumpuk, mengelola waktu dengan efektif menjadi keterampilan yang sangat berharga. Artikel ini akan mengajarkan Anda cara mengatur waktu Anda dengan lebih baik, sehingga Anda bisa menikmati kehidupan kampus tanpa kehilangan momentum.
Mengapa Manajemen Waktu itu Penting?
Sebagai mahasiswa, Anda mungkin merasa ada terlalu banyak hal yang ingin dilakukan, tetapi waktu yang tersedia terasa sangat terbatas. Baik itu mengejar deadline, mempersiapkan ujian, atau berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, kemampuan untuk mengelola waktu Anda akan menentukan seberapa sukses dan seimbang kehidupan universitas Anda.
Memahami Manajemen Waktu
Manajemen waktu adalah proses perencanaan dan pengendalian seberapa banyak waktu yang harus dihabiskan untuk aktivitas spesifik. Penguasaan yang baik atas waktu memungkinkan individu bekerja lebih cerdas – bukan lebih keras – sehingga meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas.
1. Kenali Prioritas Anda
Sebelum Anda bisa efektif mengatur waktu, Anda harus mengetahui apa saja yang benar-benar perlu diprioritaskan. Buatlah daftar kegiatan dan tugas yang harus dilakukan, lalu tentukan mana yang paling penting dan mendesak.
Contoh:
Urgent dan Penting: Tugas yang mendekati deadline
Penting tapi Tidak Urgent: Persiapan untuk ujian yang masih beberapa minggu lagi
Urgent tapi Tidak Penting: Kegiatan sosial yang mendadak
Tidak Urgent dan Tidak Penting: Menonton TV, bermain game
2. Buat Jadwal Harian yang Realistis
Setelah Anda mengetahui apa saja prioritas Anda, langkah selanjutnya adalah membuat jadwal harian. Gunakan alat seperti planner atau aplikasi manajemen waktu untuk mencatat semua kegiatan. Ingat, realistis adalah kunci; jangan mengisi hari Anda dengan terlalu banyak tugas sehingga tidak ada waktu istirahat.
Setiap akan tiba hari kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus selalu diperingati dengan berbagai warna-warni kegiatan masyarakat dengan penuh gegap gempita. Seremonial upacara kemerdekaan tampak sangat meriah dan khidmat ditambah aneka perlombaan beserta ubo rampenya mengiringi. Setidaknya adalah dengan menyelenggarakan upacara bendera 17 Agustus di tempat masing-masing. Di tengah-tengah gegap gempitanya perayaan kemerdekaan tentunya kita tidak boleh lengah. Tahun 2045 yang kita gadang-gadang sebagai generasi emas putra-putri Indonesia apakah betul-betul akan tercapai yang artinya memiliki spirit karakter Ke-Indonesiaan yang tangguh sehingga dapat menjadi gelombang penentu masa depan yang lebih cerah atau justru hanya akan menjadi buih yang kemudian tergulung oleh arus. Pada kesempatan ini kita harus mulai resah menimbang diri masing-masing kemudian bergumam dan bertanya dalam batin “apa yang sudah kita kontribusikan selama ini dalam mengisi kemerdekaan?” Pertanyaan selanjutnya kemudian diikuti “apa yang sudah kita mulai siapkan untuk generasi mendatang. Bekal-bekal apa yang perlu disiapkan?
Paling tidak ada dua bekal yang perlu disampaikan kepada generasi milenial, generasi mendatang di tengah-tengah arus teknologi yang amat deras. Pertama, bekal pendirian, keyakinan yang teguh yang diiringi dengan sikap percaya diri yang kokoh. Hal ini dapat dimaknai bahwa generasi mendatang harus memiliki pegangan hidup yang kuat. Bekal ini dapat dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah dan Masyarakat melalui proses sosialisasi dan enkulturasi nilai, etika, budaya dan agama dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa bekal ini generasi masa depan akan amat rapuh dalam menghadapi berbagai problem dan tantangan hidup di masa yang akan datang. John Gardner seorang politisi sekaligus cendekiawan dari Amerika Serikat pernah berkata “No nation can achieve greatness unless it believes in something, an unless that something has moral dimensions to sustain a great civilization.” Dimanapun tidak ada bangsa yang dapat mencapai tahapan puncak kebesaran jika bangsa itu tidak percaya kepada sesuatu, dan jika tidak sesuatu yang dipercayainya itu memiliki di mensi-dimensi moral guna menopang peradaban besar (Latif, 2011). Pengajaran sekaligus praktek nilai, etika, moral dan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari adalah syarat utama yang perlu dipenuhi. Dengan bekal itu generasi mendatang benar-benar memiliki bekal, rambu-rambu yang diyakininya sehingga menjadi pendirian dan pegangan hidup di masa yang akan datang. Buah dari ini adalah generasi yang akan datang memiliki sikap dan mental percaya diri yang tangguh.
Kemudian bekal kedua adalah menanamkan sikap optimisme dan selalu berkontribusi nyata untuk masyarakat serta memiliki tanggungjawab moral sekecil apapun bagi bangsanya. Buah dari hal ini adalah generasi yang akan datang akan menjawab berbagai tantangan bangsa melalui karya dan kreativitas dalam bidang dan profesinya masing-masing. Mereka tidak akan menjadi buih, atau guruh melainkan akan menjadi gelombang yang ikut menentukan arus Sejarah bangsa yang lebih baik dan mencerahkan. Generasi seperti inilah yang sesuai dengan apa yang telah digambarkan dalam Qur’an (QS. 13:17) bahwa mereka seperti air hujan yang jatuh ke bumi kemudian menumbuhkan tanaman-tanaman hingga menjadi subur serta bertumbuh bunga-bunga yang indah. Tentunya hal ini adalah PR besar bersama seluruh elemen Masyarakat dan bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia (RI) pada Sabtu, 17 Agustus 2024 pukul 07.30 WIB. Bertempat di Halaman Depan Auditorium Unit 1 Kampus UPY, upacara peringatan HUT ke-79 RI tersebut dihadiri oleh para pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta guru dan siswa/siswi SMA PGRI dengan memakai pakaian adat daerah.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Rektor UPY, Dr. Ir. Paiman, M.P, menyampaikan sambutan dari Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makariem. Dalam sambutan tersebut dikatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah buah dari gerakan menuju satu cita-cita bersama. Begitu pun dengan cita-cita untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan, harus kita perjuangkan bersama-sama dengan semangat gotong royong. Dalam lima tahun terakhir ini, kita semua telah berjuang dalam gerakan Merdeka Belajar. Saya katakan ini sebuah perjuangan, karena memang jalan yang kita tempuh tidaklah mudah. Kita melakukan perubahan besar dalam banyak hal, mulai dari sistem, cara kerja, sampai pola pikir. Berbagai tantangan dan kesulitan kita hadapi bersama, dan buah manis dari perjuangan itu juga kita rasakan bersama sekarang.
Para pelajar kini mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi minat dan potensinya dengan Kurikulum Merdeka yang mulai tahun ini diimplementasikan sebagai kurikulum nasional. Jutaan lulusan perguruan tinggi telah mendapat peluang pekerjaan yang lebih baik karena pengalamannya mengikuti program Kampus Merdeka. Komitmen untuk terus berdiri di sisi para guru juga telah terwujud dengan diangkatnya ratusan ribu guru honorer menjadi ASN PPPK. Begitu juga dengan Pendidikan Guru Penggerak yang berfokus pada peningkatan kepemimpinan guru kini telah melahirkan ratusan ribu pendidik, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang berani menciptakan perubahan bermakna.
Gerakan Merdeka Belajar barulah titik awal, masih jauh dari kata sempurna, kita belum sampai di garis finis, dan perjalanan ke depan tentunya masih akan ada banyak tantangan Layaknya pesan Bung Karno agar kita terus mengisi Kemerdekaan Indonesia, mari kita terus melanjutkan perjuangan untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Untuk itu, mari terus kuatkan tekad dan langkah perjuangan kita untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan.
Di akhir rangkaian Upacara HUT ke-79 RI, semua peserta upacara berfoto bersama dengan pimpinan di depan Auditorium Unit 1 UPY.
Dirgahayu Indonesia! Nusantara Baru Indonesia Maju!