Kategori: Berita Utama

  • Prodi Pendidikan Sejarah UPY Laksanakan Pembekalan Magang Mahasiswa

    Prodi Pendidikan Sejarah UPY Laksanakan Pembekalan Magang Mahasiswa

    Bersamaan dengan diadakannya Magang Museum, maka Prodi Pendidikan sejarah melaksanakan kegiatan pembekalan terlebih dahulu sebelum penerjunan langsung mahasiswa semester 7 ke museum-museum yang telah di tetapkan. Persiapan dari Magang Museum ini juga mendukung program  dari Kampus Merdeka.  Kegiatan pembekalan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 Desember 2021 di Ruang Ava Universitas PGRI Yogyakarta.

    Acara ini berlangsung pada pukul 09.00 – selesai yang dihadiri oleh Ketua Prodi Sejarah yakni Dr. M. Iqbal Birsyada,M.Pd, Fahruddin, M.Pd selaku dosen Prodi Pendidikan Sejarah, Ki Bambang Widodo, S.Pd, M.Pd selaku ketua umum Baramus DIY, Vincentius Agus Sulistya dari Museum Benteng Vredeburg dan mahasiswa Pendidikan sejarah yang akan di terjunkan langsung untuk mengikuti magang museum.

    Dalam pembekalan tersebut di jelaskan mengenai museum dari mulai pengelolaan koleksi museum, administrasi dan mengenai penyajian museum yang baik seperti apa. Selanjutnya dijelaskan lagi mengenai organisasi museum DIY yaitu Baramus atau dikenal dengan Badan Musyawarah Museum DIY yang meliputi kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan oleh baramus dan juga rencana pengembangan museum di DIY. Dengan di adakan pembekalan ini diharapkan mahasiswa yang akan mengikuti magang museum ini bisa lebih memahami lagi mengenai museum dan juga bisa menambah wawasan, bertanggung jawab saat diberikan amanah dan kelancaraan dalam menjalankan tugas magang museumnya.

    baca juga:https://www.upy.ac.id/berita/kampus-merdeka-harus-bisa-menciptakan-generasi-yang-kritis-dan-peduli

  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN CALON PEGAWAI BARU UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA TAHUN 2021 TAHAP III

    HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN CALON PEGAWAI BARU UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA TAHUN 2021 TAHAP III

    Sehubungan dengan penerimaan Calon pegawai baru Universitas PGRI Yogyakarta tahun 2021 Tahap III, berikut ini diumumkan daftar nama pelamar yang dinyatakan Lolos Seleksi Administrasi yang bisa diunduh melalui link dibawah ini:

    DOWNLOAD PENGUMUMAN

  • Kampus Merdeka Harus Bisa Menciptakan Generasi Yang Kritis dan Peduli

    Kampus Merdeka Harus Bisa Menciptakan Generasi Yang Kritis dan Peduli

    Bersamaan dengan memperingati Hari Guru Nasional 2021, Duta Museum DIY untuk Museorium UPY mempersembahkan Jumpa Sahabat Museum dengan mengadakan Seminar yang mengusung tema “Memaknai Peran Guru  Dalam Pendidikan Di Era Digital Berbasis Kebijakan Kampus Merdeka”. Seminar ini dilaksanakan pada hari Kamis (25/11) mulai pukul 09.00 wib-selesai yang bertempat di Museum Lab Sejarah.

    Seminar ini di hadiri narasumber-narasumber hebat yakni Dr. Sri Margana, M.Hum, Palupi Sri Wijiyanti, M.Pd dan Dr. M. Iqbal Birsyada, M.Pd. selain itu juga seminar ini dihadiri para dosen dan mahasiswa Pendidikan sejarah dan mahasiswa prodi lainnya serta Duta Museum DIY, Salsabila.

    Materi pertama disampaikan oleh Palupi Sri Wijiyanti, M.Pd yang memaparkan materi mengenai museum dan mengajar merdeka. Ia memaparkan bagaimana peran museum dalam PTMT yang menggunakan digitilisasi. “Museum di era digital sangat diperlukan untuk mengikuti minat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan informasi, maka dari itu kita perlu membangun museum-museum yang lebih baik untuk kedepan.”tegas Palupi.

    Penerapan Kampus Merdeka khususnya Prodi Pendidikan Sejarah, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd, Kaprodi Pendidikan Sejarah sekaligus pemateri kedua di acara tersebut, ia memaparkan mengenai hak-hak yang bisa diambil mahasiswa untuk mengambil program studi diluar prodi. Selain itu juga Iqbal memaparkan mengenai tugas dari prodi sesuai dengan kurikulum kampus merdeka agar prodi sejarah lebih baik lagi serta dari kurikulum kampus merdeka mengenai Bentuk Pembelajaran Diluar Kampus seperti wirausaha membangun desa KKN.

    Sementara pada materi terakhir, Dr. Sri Margana M.Hum menjelaskan mengenai Peran Guru dalam Mengajar Kampus Merdeka, beliau memaparkan bahwa kebijakan dari Pendidikan harus mengganti kurikulum 5 tahun sekali. “Kampus merdeka ini harus bisa menciptakan generasi pemikir yang kritis dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Namun kampus merdeka ini memiliki keriwetan terhadap administrasinya.  Sehingga dengan adanya guru sekolah dan perguruan tinggi ini bisa mengurangi beban dari Lembaga Pendidikan.”tegasnya.

    Dari pemaparan materi pada seminar Hari Guru Nasional ini dapat dikatakan bahwasannya, dengan adanya kebijakan kampus merdeka ini diharapkan bisa menghasilkan generasi penerus yang berkualitas tidak hanya untuk kampus tapi untuk diri mereka sendiri. Melalui kampus merdeka ini pula Museum bisa berkembang menjadi lebih baik lagi dengan diberlakukannya digitalisasi museum mulai dari koleksi, publikasi, layanannya dan juga media interaktifnya. Semoga dengan adanya kebijakan kampus merdeka ini kita bisa menjadi generasi penerus dengan tidak hanya sekedar lulus tapi ilmu yang kita dapat bisa berguna juga untuk orang disekeliling kita. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/woro-widowati-meriahkan-penutupan-kegiatan-pkkmb-lkmm-td-dan-softskill-di-auditorium-upy

  • Woro Widowati Meriahkan Penutupan Kegiatan PKKMB, LKMM-TD, dan SOFTSKILL di Auditorium UPY

    Woro Widowati Meriahkan Penutupan Kegiatan PKKMB, LKMM-TD, dan SOFTSKILL di Auditorium UPY

    Selama 6 hari rangkaian kegiatan PKKMB, LKMM-TD, dan SOFTSKILL yang dimulai dari tanggal 15-20 November 2021 telah dilaksanakan dengan sukses dan lancar. Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan seluruhnya secara online yang di ikuti oleh mahasiswa baru Universitas PGRI Yogyakarta dari rumah masing-masing. Namun hanya panitia baik dari kemahasiswaan dan Lembaga yang hadir langsung di Auditorium UPY dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

    Walaupun dilakukan secara online tentunya tak mengurangi makna dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan dan tentunya memberikan kesan tersendiri baik dari panitia maupun peserta. Pada penutupan acara hari sabtu (20/11) turut pula UKM dari UPY yaitu UKM Paduan Suara, UKM Teater, UKM Pencak Silat, UKM Taekwondo, UKM Musik, UKM Tari dan UKM-UKM lain yang memeriahkan acara dengan menampilkan kreasi-kreasi dan kreatifitasnya masing-masing di panggung virtual.

    Sementara Guest Star dalam acara tersebut yaitu Woro Widowati penyanyi yang saat ini viral dikalangan milenial turut memeriahkan penutupan acara di Auditorium UPY dan disiarkan secara live melalui channel YouTube upyTV.

    Rektor UPY, Dr. Ir. Paiman M.P saat membawakan lagu duet bersama Woro Widowati

    Tak hanya itu, rektor UPY, Dr. Ir. Paiman, M.P turut memberikan hiburan dan kemeriahan tersendiri dengan membawakan lagu duet dengan Woro Widowati. Menurut Paiman, “acara tahun ini sangat meriah, saya berterimakasih dengan panitia dari mahasiswa maupun lembaga yang turut mensukseskan acara PKKMB, LKMM-TD, dan SOFTSKILL yang semuanya berjalan sangat baik.”kata Dr. Paiman saat ditemui langsung di Auditorium.

    Ini merupakan kerja keras dari panitia yang ingin memeriahkan acara tersebut dengan kolaborasi-kolaborasi yang luar biasa untuk bisa menghibur dan dinikmati semua peserta walaupun secara online. “Di penutupan acara ini sangat luar biasa, saya diberikan kesempatan untuk berduet dan bernyanyi dengan Woro, dimana kerja keras panitia baik dari mahasiswa maupun lembaga yang ingin memeriahkan rangkaian acara pada tahun ini.”tutur Paiman.

    “Agenda demi agenda sudah dilakukan dengan baik semoga dapat dipertahankan bahkan tahun depan bisa lebih sukses dan meriah lagi, mudah-mudahan tahun depan kita sudah dapat melaksanakan kegiatannya secara offline supaya bisa dinikmati semua secara langsung.”lanjut Paiman.

    Sedangkan Kepala Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni sekaligus penanggung jawab acara, Anindita Imam Basri, M.M menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh panitia dari mahasiswa dan lembaga yang sudah mensupport acara maupun kegiatan sehingga bisa berjalan baik dan lancar. Ia juga berharap semoga rangkaian acara tersebut dapat bermanfaat untuk semua peserta dan semoga tahun depan acara ini bisa dilakukan secara luring.”tegasnya. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/kegiatan-sarahsehan-peran-perempuan-tangguh-dari-bantul-pada-masa-kemerdekaan

  • KEGIATAN SARAHSEHAN “ PERAN PEREMPUAN TANGGUH DARI BANTUL PADA MASA KEMERDEKAAN”

    KEGIATAN SARAHSEHAN “ PERAN PEREMPUAN TANGGUH DARI BANTUL PADA MASA KEMERDEKAAN”

    HMP Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul mengadakan kegiatan Sarahsehan dengan mengusung tema “Peran Perempuan Tangguh dari Bantul Pada Masa Kemerdekaan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 24 November pukul 09.00 – selesai yang bertempat di Ruang Multimedia Gedung A Universitas PGRI Yogyakarta. Narasumber Sarahsehan kali ini adalah Fahruddin, M.Pd yang merupakan dosen Prodi Pendidikan Sejarah di UPY.

    Acara Sarahsehan ini dihadiri oleh dosen-dosen UPY, mahasiswa Pendidikan sejarah dan perwakilan mahasiswa dari prodi lain dan juga di hadiri oleh Ibu Nitakrit, S.Farm dari Dinas Sosial Kabupaten Bantul. Kegiatan ini diawali dengan sambutan-sambutan dan lanjut pada kegiatan inti yakni pemaparan manteri mengenai “Peran Wanita dari Bantul pada Masa Kemerdekaan” yang mejelaskan mengenai gambaran umum mengenai Dapur umu pada masa agresi Militer Belanda pada saat itu, yang jika tidak ada dapur umum ini maka tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan para prajurit. Di dalam dapur umum ini juga wanita memiliki peran yang sangat besar.

    Ibu Djoewariyah Soehardi, beliau lahir di Yogyakarata 25 Desember 1933, Ibu Djoewariyah ini bertempat tinggal di Krapyak sekaligus menjadi tempat beliau menimba ilmu. Beliau hanya lulusan SMP akan tetapi hal itu tidak menjadi penghalang untuk beliau tetap berjuang. Beliau juga mengikuti ilmu panduan khusus yakni ilmu medis dan menjadi srikandi PMI kompi 3. Ibu Djoewariyah ini memiliki semangat nasionalisme yang tinggi, suka menolong orang lain, rela berkorban, lebih mementingkan orang lain dari pada dirinya sendiri, pantang menyerah dan juga Berani, Ibu Djoewariyah wafat pada tanggal 1 oktober tahun 2021 ini dan di makankan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara.

    Dari pemaparan materi Saharahsehan ini kita bisa mengambil contoh dari keteladanan ibu Djoewariyah yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Beliau merupakan soerang wanita yang Tangguh dan pemberani. Kita bisa mencontoh nilai nilai keteladanan dari beliau seperti rela berkorban, pantang menyerah walau dalam keadaan apapun, saling membantu teman yang kesusahan dan juga kita selaku generasi penerus bangsa harus selalu menanamkan nilai nasionalisme dalam diri kita.

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/seminar-nasional-hmp-pendidikan-sejarah-dinas-kebudayaan-diy-yogyakarta-menuju-warisan-dunia

  • Seminar Nasional HMP Pendidikan Sejarah – Dinas Kebudayaan DIY “Yogyakarta Menuju Warisan Dunia”

    Seminar Nasional HMP Pendidikan Sejarah - Dinas Kebudayaan DIY “Yogyakarta Menuju Warisan Dunia”

    HMP Pendidikan Sejarah bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY mengadakan kegiatan Seminar Nasional yang dilaksanakan pada Senin, 22 November 2021 yang bertempat di Ruang Multimedia UPY gedung A, seminar dilaksanakan mulai pukul 09.00 – selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh narasumber yakni Ir. Yuwono Sri Suwito selaku Tim Penyiapan Yogyakarta Warisan Dunia, kemudian Jujun Kurniawan,M.A selaku tim ahli cagar budaya DIY dan Tri Wahana, M.Pd selaku Dosen Universitas PGRI Yogyakarta. Selain itu kegiatan ini dihadiri para dosen prodi Pendidikan sejarah dan juga mahasiswa Pendidikan sejarah.

    Dengan pemateri pertama yakni Ir. Yuwono Sri Suwito memaparkan mengenai Tata Nilai Sumbu Filosofi, beliau menjelaskan Kraton Yogyakarat ini dibangun oleh Pangeran Mangkubumi yang merupakan arsitektur tata ruang kraton. Tata ruang filosofi yang awalnya memiliki konsep Hinduitis kemudian dirubah menjadi filosofi ilsam-jawa. Dengan tata ruang filosofi, di sebelah barat: Kali Gajah Wong, Code Winongo, disebelah Timur: Gunung Merapi, disebelah utara : Tugu Yogyakarta dan disebelah Selatan : Panggung Krapyak. Selain itu juga sumbu visual Kraton Yogyakarta yaknu Gunung dan laut serta sumbu filosofinya adalah Tugu, Panggung Krapyak dan kraton Yogyakarta.

    Sementara Pemateri kedua, Jujun Kurniawan, memaparkan materi tentang Atribut warisan Dunia, beliau menjelaskan mengenai modal sosial yang dimiliki kota Yogyakarta bisa dilihat dari Budaya Potensialnya. Yogyakarta juga memiliki cagar budaya seperti Kraton, Pakualaman, Malioboro, Kota Baru, kota Gede, Kraton Yogyakarta. Kota Yogyakarta memiliki 5 element penting yakni laut kidul, panggung krapyak, gunung Merapi, kraton Yogyakarta dan tugu Yogyakarta. Dan dapat dikatakan bahwasannya atribut warisan budaya dimulai dari Panggung Krapyak, Benteng Kraton, Alun-alun utara dan selatan, Taman Sari dan terakhir sumbu tugu kraton.

    Sedangkan Tri Wahana selaku dosen Pendidikan Sejarah UPY sekaligus pemateri ketiga memaparkan materi tentang Warisan Budaya Yogyakarta dan Pengaruhnya Terhadap Pendidikan, beliau menjelaskan tentang Kota Yogyakarta mulai dari berdirinya sampai sekarang merupakan wadah perkembangan Yogyakarta yang khas. Sesatu yang khas itu menghasilkan Master dalam berbagai bidang yang membuat Yogyakarta sebagai pusat kreativitas. Masternya yakni Ki Hajar Dewantara, siapa yang tidak kenal dengan beliau. Ki Hajar Dewantara mengembangkan pola Pendidikan yang bersikap kejawen yang mengembangkan nilai nilai jawa. Yogyakarta kini terkenal sebagai kota pelajar.

    Sistem Pendidikan yang diterapkan yakni sistem Among dengan konsep pendidikannya yaitu keluarga, Pendidikan dalam alam perguruan(sekolah) dan juga Pendidikan dalam pemuda atau masyarakat. Beliau pun memasukkan kebudayaan dalam pendidikannya dari usia dini seperti konsep Nonton, niteni dan nirokke. Dan semboyan yang terkenal yakni Ing Ngarsa Sung Tolodho, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Pemikiran dari Ki Hajar Dewantara ini memandang keselarasan antara Guru dan juga Murid dan bisa di katakana keselarasan antara pemimpin dan rakyat.

    Dari pemaparan materi tersebut dapat disimpulkan bahwa warisan Budaya Yogyakrta yang menjadi sumbu Filosofi Kota Yogyakarta sampai sekarang ini masih tetap eksis dan juga menjadi cagar budaya yang banyak dikunjungi oleh masyarakat-masyarakat baik dari luar maupun dalam Yogyakarta. Serta dari adanya sesuatu yang khas dari Yogyakarta ini menghasilkan master yang ahli dibidangnya yakni Ki Hajar Dewantara yang melahirkan sistem Pendidikan dengan sistem Among dengan semboyan yang terkenal yakni Ing Ngarsa Sung Tolodho, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. yang sampai sekarang Pendidikan yang didirikan Ki Hajar Dewantara yang masih eksis yakni Taman Siswa.

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/aliansi-mahasiswa-pgsd-dan-ppkn-upy-gelar-aksi-galang-dana-peduli-malang

  • Aliansi Mahasiswa PGSD dan PPKN UPY Gelar Aksi Galang Dana Peduli Malang

    Aliansi Mahasiswa PGSD dan PPKN UPY Gelar Aksi Galang Dana Peduli Malang

    Pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri dan melakukan apapun dengan sendiri pula, disaat ada yang tertimpa musibah disaat itu pula kita sesama manusia sebagai makhluk sosial harus saling membantu.

    Aksi solidaritas Himpunan Mahasiswa Program Studi PGSD Berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn Universitas PGRI Yogyakarta melakukan aksi Galang dana peduli Banjir bandang Malang. Galang dana ini dilakukan di tiga tempat lokasi yaitu di Perempatan Demak Ijo, Perempatan Madukismo, dan Perempatan Jokteng, penggalangan dana dilakukan tanggal 11-13 November 2021 dimulai pukul 14.00-17.00 wib dengan memperoleh hasil Rp. 7.783.000,00. Selain donasi berupa Uang tunai, bentuk donasi juga berupa pakaian layak pakai.

    Kami berterimakasih bapak/Ibu Dosen UPY, HMP PGSD, HMP PPKn dan Temen – teman Mahasiswa Yang telah memberikan dukungan, dan patisipasinya dalam penggalangan dana ini. Serta berterima kasih kepada masyarakat Yogyakarat yang telah berkenaan memberikan sedikit rezekinya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana semoga dengan bantuan ini dapat mermbantu para korban bencana,“tutur Safitri Ketua HMP PPKn.

    Harapan kita semoga bantuan yang sudah terkumpul dapat membantu untuk meringankan beban dan bermanfaat bagi korban bencana banjir di Kota Batu Malang. Momen kepedulian sosial ini diharapkan dapat mempererat serta dapat membangun hubungan yang baik antara sesama ormawa dan dapat terus bekerja sama dalam hal kebaikan.”Ujar Shafira Intan Firdausy Ketua HMP PGSD UPY. Untuk perolehan hasil Penggalangan dana yang telah terkumpul akan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Bantul.

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/upy-gelar-pembukaan-pkkmb-2021-secara-daring-regenerasi-tangguh-yang-aktif-dan-kreatif-menuju-upy-apik

  • UPY Gelar Pembukaan PKKMB 2021 Secara Daring: Regenerasi Tangguh yang Aktif dan Kreatif Menuju UPY Apik

    UPY Gelar Pembukaan PKKMB 2021 Secara Daring: Regenerasi Tangguh yang Aktif dan Kreatif Menuju UPY Apik

    Senin (15/11) UPY menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus pada Mahasiswa Baru (PKKMB) di Auditorium UPY secara daring via zoom dan disiarkan live di YouTube upyTV. Lebih dari seribu mahasiswa mengikuti pelaksanaan PKKMB tersebut di rumah masing-masing. Sedangkan di Auditorium UPY, hanya dihadiri oleh panitia BEM, beberapa pegawai dan dosen serta perwakilan struktural dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

    Pembukaan PKKMB UPY 2021 tersebut merupakan serangkaian dari 3 acara yaitu PKKMB, LKMMTD dan Soft Skill yang dilaksanakan selama 6 hari mulai dari tanggal 15-20 November 2021. Dalam pembukaan PKKMB 2021 dihadiri langsung oleh Rektor UPY, Dr. Ir. Paiman, M.P serta Ketua YP-UPY, Armansyah Prasakti, S.H, SPn, M.H.

    Dengan pemukulan Gong Kegiatan dibuka secara langsung oleh Rektor UPY, Dr. Ir. Paiman, M.P. Sedangkan dalam sambutannya, Rektor UPY menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru UPY yang mengikuti kegiatan PKKMB 2021. Dr. Ir. Paiman, M.P berharap dan berpesan kepada peserta untuk selalu mengikuti kegiatan dan materi PKKMB dengan serius penuh semangat. “saya ucapkan selamat datang kepada peserta PKKMB UPY 2021, saya berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan semoga para peserta dapat mengikuti kegiatan-kegiatan dan materi yang akan disampaikan oleh para ahli dibidangnya dengan penuh semangat dan serius.”tutur Paiman.

    Ketua Yayasan Pembina Universitas PGRI Yogyakarta, Armansyah Prasakti, S.H SPn M.H dalam sambutannya berpesan kepada para peserta untuk melakukan segala kegiatan yang sudah dijadwalkan dan diprogramkan oleh panitia dengan sebaik-baiknya dan dapat memberikan kesan tersendiri walaupun secara online. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/hmp-pendidikan-sejarah-upy-gelar-tabur-bunga-mengenang-jasa-pahlawan

  • HMP Pendidikan Sejarah UPY Gelar Tabur Bunga Mengenang Jasa Pahlawan

    HMP Pendidikan Sejarah UPY Gelar Tabur Bunga Mengenang Jasa Pahlawan

    Bersamaan dengan memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2021, HMP Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta mengadakan kegiatan Tabur Bunga Pada Hari Kamis 11 Novermber 2021. Kegiatan Tabur Bunga dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kusumanegara yang terletak di Jalan Soga, Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan Tabur Bunga ini di hadiri oleh Perwakilan Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah. Kegiatan Tabur Bunga ini merupakan Agenda Wajib tiap tahunnya yang dilaksanakan oleh HMP sejarah untuk memperingati Hari Pahlawan untuk menghormati dan mengingat terus jasa-jasa pahlawan terdahulu.

    Diawali dengan upacara penghormatan yang kemudian dilanjut dengan kegiatan tabur bunga. Fahruddin, M.Pd (Dosen Pendidikan Sejarah UPY) menyampaikan harapan pada kegiatan ini untuk generasi penerus bangsa harus selalu mengingat dan menghargai jasa para pahlawan. “Kita tidak boleh lupa akan perjuangan mereka di masa dahulu untuk Indonesia dimasa sekarang. Kita juga harus meneladani jasa para pahlawan, bahkan tidak lupa untuk menerapkannya dikehidupan kita sehari – hari. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghormati jasa para pahlawan dan jangan sekali kali kita mengkhianati pengorbanan para pahlawan kita,”tuturnya. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/sebanyak-331-lulusan-mengikuti-prosesi-wisuda-upy-model-drive-thru

  • Sebanyak 331 Lulusan Mengikuti Prosesi Wisuda UPY Model Drive Thru

    Sebanyak 331 Lulusan Mengikuti Prosesi Wisuda UPY Model Drive Thru

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) Kembali melaksanakan prosesi wisuda sarjana dan pascasarjana di Kampus Pusat Unit 1, Sonosewu, Yogyakarta, Sabtu (31/10/2021). Dalam prosesnya, upacara wisuda Periode l tahun akademik 2021/2022 dilaksanakan dengan menggunakan metode “Drive Thru” sama seperti wisuda pada periode-periode sebelumnya mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk di Indonesia. Pelaksanaan wisuda tersebut diikuti oleh sebanyak 331 wisudawan wisudawati dan di siarkan secara live streaming di youtube upyTV.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY Dr. Paiman, MP berpesan kepada seluruh wisudawan wisudawati, bahwa wisuda bukanlah tujuan akhir suatu pembelajaran, justru sebaliknya wisuda adalah awal proses pembelajaran di masyarakat. Diharapkan semua alumni UPY yang berkarya dapat mengedepankan sifat kejujuran untuk meraih kesuksesan dan kebahagian di masa kini dan masa depan,” ungkap Dr. Paiman, MP.

    Wisuda model drive thru ini cukup efisien apalagi dimasa pandemi saat ini dimana panitia telah mengatur dengan protokoler kesehatan yang ketat dan tanpa kontak fisik, bahkan antrian mobil diparkiran sudah diatur oleh panitia sedemikian rupa untuk menghindari terjadinya kerumunan. Pada prosesi wisuda ini hanya butuh waktu kurang lebih 2 menit saat pelaksanaannya.

    Ketua YP UPY, Armansyah Prasakti, S.H S.Pn M.H, menyampaikan kepada seluruh wisudawan wisudawati untuk terus berkontribusi melalui karya-karya dalam berkiprah di dunia kerja. “Karena kalian sudah mampu melewati penggemblengan secara akademis dan berorganisasi untuk memotivasi moral dan mental intelektual kita di Universitas PGRI Yogyakarta, maka bermodalkan itu kalian harus mampu memberikan kontribusi-kontribusi besar melalui karya-karya kalian dalam berkiprah di dunia kerja, bahkan bila memungkinkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri atau berwirausaha.”ujarnya.

    Armansyah Prasakti, S.H S.Pn M.H juga memberikan pesan dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan wisudawati Universitas PGRI Yogyakarta atas keberhasilan meraih gelarnya. “Akhirnya kepada wisudawan wisudawati sekali lagi saya ucapkan selamat dan sukses atas keberhasilannya telah meraih gelar sarjana dan magister pendidikan, jagalah nama baik almamater sebagai lulusan Universitas PGRI Yogyakarta selalu berkarya dan membanggakan.”tegasnya. (peb)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/semangat-sumpah-pemuda-bangga-dengan-budaya-indonesia