Kategori: Berita Utama

  • Peringati Dies Natalies ke-58, UPY Ziarah ke Makam Para Pendiri

    Peringati Dies Natalies ke-58, UPY Ziarah ke Makam Para Pendiri

    Dalam rangka memperingati Dies Natalies ke-58 Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melakukan ziarah atau kunjungan ke makam para pendiri, mantan rektor dan mantan para pejabat pada senin (23-11-2020). Kegiatan tersebut di bagi menjadi dua tempat yakni di Wates, Kulon Progo yang di wakili oleh Rektor UPY (Dr Ir Paiman M.P), wakil ketua Yayasan YP UPY (Drs. John Sabari Msi), bendahara Yayasan (Hari Purnama SE MM) dan beberapa perwakilan dosen juga karyawan. Sedangkan untuk kunjungan ziarah di Kota Gede dan Tamsis diwakili oleh wakil rektor 1 (Ahmad Riyadi M.Kom), wakil rektor 2 (Saptaningsih Sumarmi M.M), wakil rektor 3 (M.Fairuzabadi M.Kom) dan juga beberapa dosen dan karyawan.

    Dalam kunjungan ziarah tersebut jajaran rektor, yayasan, dosen dan karyawan UPY melaksanakan doa bersama dan tabur bunga di beberapa makam para pendiri, mantan rektor dan pejabat UPY terdahulu. Beberapa makam yang dikunjungi antara lain: Drs. Sjamsuar Mochtar SH di makam kuncen, Drs KRT Selahadiningrat (Sentolo), Drs H. Kusnun (Wates), kemudian Prof. Buchory di makam Nologaten, Doddy Soejono M.A di makam Condong Catur, dan Moh. Jumali di makam Pahlawan Kusumabrata.

    Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tahun dengan tujuan untuk mendoakan arwah pendahulu agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta mengenang dan menghormati jasa para pendiri dan pendahulu agar semangatnya tetap membara dalam kehidupan civitas akademika UPY.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/sambut-mahasiswa-baru-upy-gelar-pkkmb-secara-daring

  • Sambut Mahasiswa Baru, UPY Gelar PKKMB Secara Daring

    Sambut Mahasiswa Baru, UPY Gelar PKKMB Secara Daring

    Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia khususnya Yogyakarta tentu mempengaruhi kegiatan akademik di seluruh kegiatan Perguruan Tinggi termasuk Universitas PGRI Yogyakart. Berbagai kegiatan yang sebelumnya sudah dialihkan menjadi daring (online) menggunakan zoom, kini juga diterapkan pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Pembukaan Akademik tahun 2020.

    Pelaksanaan PKKMB UPY tahun 2020 yang dilakukan secara virtual melalui zoom

    Universitas PGRI Yogyakarta menggelar rangkaian acara PKKMB tersebut selama 3 hari yang di ikuti sekitar 1.145 mahasiswa denga tema “Gempita Karya Mahasiswa Dalam Satu Warna Nusantara”. Di mulai hari senin tanggal 5 November 2020 untuk pembekalan kemudian selasa-rabu (6-7 November 2020) adalah acara inti pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB).

    Ketua Panitia PKKMB 2020 (Dr. Muhammad Iqbal Birsyada M.Pd) saat menyampaikan sambutan

    Kegiatan yang disiarkan langsung via zoom dan Youtube upyTV dilaksanakan di Studio/Lab Multimedia lantai 5 Gedung Fakultas Saintek Universitas PGRI Yogyakarta. Ketua Panitia PKKMB 2020 (Dr. M. Iqbal Birsyada M.Pd) mengajak seluruh mahasiswa baru UPY untuk menjadikan kegiatan PKKMB 2020 sebagai ajang silaturahmi satu sama lain. Sedangkan Dalam sambutannya sekaligus membuka acara pembekalan PKKMB 2020, Wakil Rektor lll (M. Fairuzabadi M.Kom) menyampaikan tujuan dilaksanakannya PKKMB yaitu merupakan salah satu upaya proses percepatan adaptasi dan pembentukan pribadi mahasiswa yang utuh, berkualitas, sukses dalam studi serta siap menghadapi tantangan masa depan.

    Wakil Rektor lll bidang kemahasiswaan, alumni dan kerjasama (M.Fairuzabadi M.kom) saat menyampaikan sambutan dan membuka acara pembekalan PKKMB, senin (5/11)

    Pada acara inti PKKMB 2020 yang dilaksankan selama 2 hari (6-7 November 2020) mahasiswa mendapatkan beberapa materi yang disampaikan oleh narasumber. Adapun materi tersebut antara lain: Empat pilar berbangsa dan bernegara yang disampaikan oleh Prof. Kaelan MS dari UGM, Sistem Pendidikan Tinggi dan Kebijakan Kampus Merdeka yang disampaikan oleh Ahmad Riyadi M.Kom (WR 1 Bidang Akademik UPY), kemudian materi ketiga adalah tentang Kewirausahaan yang disampaikan oleh Yolanda Agata yaitu owner Salad Nyoo, kemudian materi keempat tentang “Stop Hoax, Radikalisme, Intoleransi dan Terorisme” yang disampaikan oleh Kombes Drs Anjar Gunadi MM dari Polda DIY. Kemudian pada hari kedua PKKMB, rabu(7/11), yaitu materi kelima tentang Wawasan Kebangsaan atau Bela Negara yang disampaikan oleh Letnan satu Rizki Akbar dari Kopassus, dan materi yang terakhir tentang Etika Kampus dan Keistimewaan Jogja yang disampaikan langsung oleh Bapak Baskara Aji selaku Sekda DIY.

    Rektor UPY (Dr Ir Paiman M.P) menyapa mahasiswa baru peserta PKKMB UPY 2020 secara virtual sekaligus membuka acara inti, selasa (6/11)

    Diharapkan dengan adanya kegiatan PKKMB ini, walaupun masih ditengah pandemi Covid-19 baik mahasiswa maupun kampus dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru ini. Dan tetap harus berinovasi untuk mengantarkan calon generasi penerus khususnya mahasiswa, menjadi mahasiswa UPY yang unggul dan berdaya saing pada era global.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/berkarya-dan-berprestasi-mapres-upy-raih-piala-di-lomba-video-cosplay

     

  • Berkarya dan Berprestasi, Mapres UPY Raih Piala di Lomba Video Cosplay

    Berkarya dan Berprestasi, Mapres UPY Raih Piala di Lomba Video Cosplay

    Dalam rangka hari museum Internasional, Museum Jenderal Sudirman berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta menyelenggarakan Lomba Video Edukasi Cosplay Pahlawan 2020 pada senin, 12 Oktober 2020.

    Kegiatan lomba video cosplay Pahlawan itu pun berjalan lancar dengan target peserta di seluruh elemen masyarakat DIY, Pelajar, Mahasiswa, dan YouTuber Lokal. Para peserta lomba sangat antusias dalam menampilkan berbagai karya yang mereka buat. Salah satunya adalah Mahasiswa Berprestasi Universitas PGRI Yogyakarta yaitu Paryadi yang turut berpartisipasi mengikuti lomba video cosplay tersebut.

    Dalam karyanya Paryadi mengusung tema dengan Judul Video “GERILYA” Cosplay Pahlawan Jenderal Sudirman, Menceritakan Perjuangan Jenderal Sudirman dengan perang gerilya dan memberikan kesan moral bagaimana bentuk perjuangan bangsa terutama kaum muda dalam melanjutkan perjuangan di era Revolusi Industri 4.0.

    Sedangkan dari video yang di buat dengan mengambil tema Perjuangan Jenderal Sudirman tersebut, Paryadi dapat meraih Juara ketiga. Menurutnya, “Pemuda harus Berperan dalam melanjutkan Perjuangan para Pahlawan dengan berbagai karya apapun dalam menghadapi revolusi industri 4.0,”tegas Paryadi.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/bukan-sekedar-hafalan-sejarah-tidak-semembosankan-itu

  • Bukan Sekedar Hafalan. Sejarah Tidak Semembosankan Itu!

    Bukan Sekedar Hafalan. Sejarah Tidak Semembosankan Itu!

    Belum lama ini sempat ramai diperbincangkan mengenai mata pelarajan sejarah yang akan di hapus oleh Kementerian. Mengenai hal tersebut Bayu Ananta (Dosen Prosa Pendidikan Sejarah UPY) menyampaikan, memang sempat ada wacana tentang penyederhanaan kurikulum. Dari penyederhanaan kurikulum tersebut muncul prototype-prototype yang baru dimana mata pelajaran sejarah tidak ada dan digeser menjadi peminatan (tidak wajib). Artinya tidak semua siswa akan mendapatkan mata pelajaran sejarah. Dari situlah menimbulkan banyak reaksi baik berupa protes atau berupa tulisan, dsb.

    Menurut Bayu Ananta,“Pelajaran sejarah itu penting, pentingnya karena dari tujuan Pendidikan nasional, sejarah adalah instrumen penting untuk menanamkan karakter dan identitas bangsa.” Misal kita ingin mengetahui siapa kita, berarti kita harus tahu siapa pendahulu atau leluhur kita. Karena memang nilai-nilai karakter itu bisa kita lihat dari suri-suri tauladan para pahlawan. Nah, suri-suri pahlawan itu kita terapkan di kehidupan masa sekarang.”ungkap Bayu saat menjadi narasumber di acara TalkShow Santai Sedjenak (2/10). Sejarah itu melekat di kehidupan kita dan setiap peristiwa selalu memiliki nilai-nilai pelajaran yang bisa kita ambil.”lanjutnya.

    Banyak yang mengatakan bahwa pelajaran sejarah itu membosankan dan membuat mengantuk. Belajar sejarah di kelas sering kali membuat siswa mudah bosan dan mengantuk. Hal itu terjadi karena proses pembelajarannya memakai metode menghafal. “Ini sebenarnya salah satu tantangan untuk guru sejarah kenapa sekarang ini ada isu sejarah akan dihilangkan, karena jujur saja dan ini menjadi tantangan untuk semua guru sejarah, bahwa guru sejarah belum bisa menghilangkan stigma itu bahwa siswa-siswa masih menganggap sejarah itu menghafal dan membuat mengantuk.”tegas Bayu.

    Sebenarnya sejarah itu menyenangkan dan tidak membosankan jika kita bisa mengemasnya dengan cara yang menyenangkan, guru sejarah harus bisa melihat perkembangan zaman siswa. “Seperti di Program Sarjana Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta menggunakan media pembelajaran berbasis laboratorium, dimana kita tidak hanya mempelajari tetapi kita membuat media pembelajaran sejarah. Dengan begitu metode pembelajaran yang disampaikan juga lebih modern. Makanya stigma membaca maupun menghafal harus kita hilangkan. Kalau Menurut Presiden AGSI (Asosiasi Guru Sejarah Indonesia) guru sejarah harus banyak membaca, menulis, dan banyak jalan-jalan. Kenapa? Agar ketika mengajar itu tidak kering, kita bisa menemukan fakta-fakta baru dan memiliki inspirasi untuk di tularkan kepada siswanya,” imbuh Bayu.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/inovasi-pembelajaran-matematika-untuk-anak-tunagrahita

  • Inovasi Pembelajaran Matematika Untuk Anak Tunagrahita

    Inovasi Pembelajaran Matematika Untuk Anak Tunagrahita

    Banyak kendala yang dihadapi anak berkebutuhan khusus (ABK) saat belajar matematika, khususnya anak tunagrahita. Karena itu, mereka membutuhkan media pembelajaran yang manarik dan mampu memudahkan mereka dalam belajar matematika. salah satunya dengan Mathematics Picture Story (MAPICSTO) karya mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY).

    Metode pembelajaran matematika berupa buku cerita bergambar yang didesain dengan konsep buku timbul dan dengan berbagai gambar yang menarik merupakan sebuah inovasi dari Fatmawati, Erdin Vernanda Sutrisna, Siti Zulaikhah dan M Firman Setiawan dengan bimbingan dari Kintoko, M.Pd (Dosen Prosa Pendidikan Matematika UPY). Mereka adalah mahasiswa Program Sarjana pendidikan matematika dan Program Sarjana Informatika Universitas PGRI Yogyakarta. Desain buku ini dibuat timbul dengan tujuan agar daya membaca materi matematika dasar pada anak tunagrahita meningkat. “Isinya dibuat seperti cerita pada kehidupan sehari-hari misalnya di sekolah dan dirumah” kata ketua tim Inovasi Mapicsto Fatmawati.

    Di dalam cerita tersebut terdapat unsur pelajaran matematika yaitu operasi bilangan, bisa dalam bentuk penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan juga perkalian. Penggabungan cerita dengan pelajaran matematika itu dikemas dalam cerita kehidupan sehari-hari. Contohnya cerita memetik buah mangga, membeli alat tulis dan berbagai keperluan lainnya. Anak-anak pun langsung bisa mengaplikasikan pelajaran matematika tersebut dalam buku ceritanya. “Cara ini lebih memudahkan mereka dalam belajar matematika” ujarnya.

    Fatma menyatakan bahwa media inovasi MAPICSTO ini memang didesain khusus untuk anak tunagrahita. Karena anak tunagrahita memiliki kemampuan terbatas dalam pemahaman bacaan tanpa adanya gambar atau bentuk nyata dari suatu benda. Jadi media ini memudahkan anak tunagrahita dalam belajar matematika dasar yang diaplikasikan dengan gambar nyata suatu benda di kehidupan sehari-hari.

    Fatma menjelaskan, ide tersebut muncul berawal dari pengalaman ketika ada siswa tunagrahita di dekat rumahnya yang memintanya untuk membantu belajar matematika. dari pengalaman itu, ternyata media pembelajaran bagi anak ABK masih menggunakan buku biasa. Hal tersebut membuat anak-anak kurang tertarik dalam belajar matematika. “Jadi kami berfikir untuk membuat suatu inovasi media pembelajaran untuk mereka” tegasnya.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/putus-rantai-penyebaran-covid-19-kecamatan-kasihan-adakan-sosialisasi-dan-operasi-di-sekitar-upy

  • Putus Rantai Penyebaran Covid-19, Kecamatan Kasihan adakan Sosialisasi dan Operasi Di Sekitar UPY

    Putus Rantai Penyebaran Covid-19, Kecamatan Kasihan adakan Sosialisasi dan Operasi Di Sekitar UPY

    Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker (Germasker) pada hari rabu, 23 September 2020 berkunjung dan silaturahmi ke Universitas PGRI Yogyakarta dalam rangka membahas perkembangan Covid-19. Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari unsur Kecamatan Kasihan, Polsek, Koramil, Puskesmas, Korwil Pendidikan, Desa, FPRB dan Satgas Covid-19.

    Pada kesempatan pertemuan tersebut sekaligus dilanjutkan dengan melakukan kegiatan Operasi Yustisi penggunaan masker di sekitar kampus UPY. Sebanyak kurang lebih 60 anggota melaksanakan operasi dibagi kedalam 4 tim yang terdiri dari unsur Kecamatan, Polsek, Koramil, Puskesmas, Korwil Pendidikan, Desa, FPRB dan Satgas Covid-19. Masing-masing tim menuju lokasi yang sudah ditentukan yaitu kearah barat, timur, selatan dan utara dari kampus UPY.

    Tim Operasi gabungan tersebut melakukan sosialisasi dan operasi penggunaan masker di warung-warung dan toko sekitar kampus UPY guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Dalam operasi yang dilakukan rabu (23/09), Tim Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker menegaskan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak).

    “Universitas PGRI Yogyakarta sangat mendukung gerakan ini sepenuhnya guna memutus rantai penyebaran Covid-19 dan semoga pandemi ini segera berakhir,” tegas Sigit Handoko, S.H M.H (Kepala Lembaga Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas PGRI Yogyakarta).

    “Oleh karena itulah kita harus selalu memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai air dan sabun, kemudian tetap menjaga jarak,”lanjut Sigit Handoko.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/3-mahasiswa-upy-terima-beasiswa-dari-bank-bpd-diy

  • Berikut Daftar Pencalonan Beasiswa KIP 2020 UPY

    Berikut Daftar Pencalonan Beasiswa KIP 2020 UPY

    Bagi Camaba yang belum melakukan registrasi dan pemberkasan diunit PMB agar melakukan pemberkasan untuk mendapatkan NIM supaya bisa di ajukan sebagai penerima KIP kuliah, dan mengirimkan berkas KIP bagi yang belum via email file PDF ke lkk@upy.ac.id maksimal tanggal 16 September 2020, peserta dinyatakan gugur bila tidak melakukan registrasi dan pemberkasan melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

    Berikut Daftar Pencalonan Beasiswa KIP 2020 UPY

  • 3 Mahasiswa UPY Terima Beasiswa Dari Bank BPD DIY

    3 Mahasiswa UPY Terima Beasiswa Dari Bank BPD DIY

    Sebanyak 3 mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menerima beasiswa dari Bank Pembangunan Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY). Beasiswa diterima Rektor UPY, Dr. Paiman, M.P dan selanjutnya diserahkan kepada mahasiswa di kampus UPY pada Rabu, 2 September 2020 di ruang sidang rektorat. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Afrin Septiana Widanti (Prosa Pendidikan Bahasa Inggris), Dwi Unggul Mispondari ( Prosa Pendidikan Sejarah), Endah Aristyas Ikhaputri (Prosa Akuntansi).

    Penyerahan Beasiswa untuk Mahasiswa dari Bank BPD di ruang sidang rektorat

    Rektor UPY, Dr. Paiman, M.P mengucapkan terimakasih kepada Bank BPD DIY atas perhatian dan dukungan kepada UPY dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa sebanyak 3 orang. Harapannya Kerjasama dengan Bank BPD DIY akan terus berjalan dan saling berkolaborasi mencari potensi-potensi apa yang dapat dikembangkan bersama.

    Pemberian beasiswa kepada mahasiswa bukan tanpa harapan. Beasiswa harus memberikan makna dan bisa menstimulus mahasiswa penerima agar belajar lebih baik. Agus Ridwanta selaku Pimpinan Cabang Bank BPD DIY mengatakan, beasiswa tersebut merupakan bentuk kepedulian CSR Bank BPD DIY untuk seluruh kampus yang ada di DIY termasuk Universitas PGRI Yogyakarta.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/mengembangkan-pendidikan-karakter-berbasis-budaya-menuju-society-50

  • Mengembangkan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Menuju Society 5.0

    Mengembangkan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Menuju Society 5.0

    Himpunan Mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Yogyakarta menggelar Seminar Online dan Call For Papers Virtual 2020 dengan mengangkat tema “Mengembangkan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Menuju Society 5.0”. Seminar Online tersebut dilaksanakan di Studio lantai 5 Gedung Fakultas Saintek dengan Live Streaming youtube upyTV dan via zoom dengan pembicara yaitu Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd (Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan UNESA), Prof. Dr. Endang Nurhayati, M.Hum (Dosen Budaya Jawa UNY), dan Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si, M.Pd (Pakar Pendidikan Ki Ageng Suryomentaram dan Dosen UPY).

    Seminar Online tersebut di buka oleh Ari Wibowo, M.Pd (Kaprodi PGSD), beliau berharap walaupun seminar dilakukan secara virtual ataupun online semoga tidak mengurangi esensi dari pelaksanaan seminar untuk membuka pikiran kita mengenai tantangan-tantangan terutama di bidang Pendidikan di masa yang akan datang dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat di era digital ini. Begitu juga yang disampaikan oleh Darsono, M.Pd (Dekan FKIP UPY), beliau menyampaikan bahwa di perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat mau tidak mau kita dituntut untuk mengikuti perkembangan tersebut. Pengetahuan dan Teknologi adalah upaya untuk meningkatkan harkat, martabat manusia. Namun disisi lain kadang-kadang muncul faktor negatif dari perkembangan pengetahuan dan teknologi tersebut. Karena itulah perlu kita sikapi bagaimana mempersiapkan manusianya. Jika dicermati revolusi industri 4.0 berorientasi pada pengetahuan dan teknologi, sementara konsep society 5.0 berorientasi pada manusia. Artinya bagaimana kita mempersiapkan masyarakat sekarang ini untuk menghadapi revolusi industri 5.0.

    Menurut Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd “Menjadi Guru SD itu seperti sebuah pondasi rumah jadi perannya penting karena menyangga rumah, memberi pondasi pada Pendidikan di SMP, SMA bahkan sampai Perguruan Tinggi. Peran guru SD itu tidak tampak karena memang seperti pondasi, yang nampak ya dinding atau atapnya ( SMP, SMA, Perguruan Tinggi). Pendidikan itu tidak hanya mengajarkan kemampuan saja akan tetapi watak atau karakter harus ditanamkan kepada generasi penerus. Karakter sangat dibutuhkan untuk segala aspek kehidupan, dimana kita ketahui bahwa era digital telah masuk ke kehidupan yang menjadikan orang kaya atau sukses yang dibutuhkan adalah kerja keras. Buatlah lingkungan budaya disekitar kita sebaik mungkin untuk menanamkan karakter kepada kita semua karena dengan menciptakan lingkungan dengan budaya yang baik maka karakter juga baik. Tanamkan nilai-nilai karakter yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia dengan keberagaman yang ada sesuai wilayah masing-masing agar nilai-nilai budaya yang ada dapat di tanamkan kepada generasi penerus. Karakter tidak dapat diajarkan tapi ditularkan dengan keteladanan, oleh siapa? Oleh kita sebagai generasi penerus Bangsa.

    Sementara pada materi kedua tentang Pendidikan Karakter Berbasis Budaya, Prof. Endang Nurhayati, M.Hum menyampaikan “Jangan sampai Pendidikan itu tanpa karakter dan Pendidikan harus mengacu pada nilai nilai budaya terutama di Indonesia yang terkenal akan keragaman budaya, berarti kita harus menyesuaikan dengan nilai-nilai kebudayaan yang ada pada daerah kita masing-masing”. Karena dengan budaya tersebut dapat menciptakan tata nilai kehidupan masyarakat yang adiluhung. Prof. Endang juga menjelaskan terkait dengan budaya jawa yaitu nilai-nilai karakter yang terdapat pada kebudayaan jawa dapat ditanamkan melalui tembang macapat seperti dandang gula, pangkur, kemudian melalui sastra, wangsalan, teknologi penanggalan jawa, rerepan dan mantra. Nilai-nilai budaya lokal bisa dijadikan bahan pemasok penciptaan karya sastra dalam lintas masa, dan lintas budaya sepanjang ada yang menggali dan mensosialisasikan Kembali, dengan cara menyeleksi nilai-nilai yang masih relefan dan didukung artefak serta ilmu pengetahuan yang memadai.

    Sedangkan pemateri ketiga, Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si, M.Pd menerangkan Kawruh Pamomong Ki Ageng Suryomentaram Di Era Society 5.0 tentang Relevansi dan Implementasi Pada Pembelajaran Di Sekolah Dasar. Kawruh Pamomong adalah cara mendidik dengan raos atau rasa jiwa agar anak bertindak benar, memiliki cinta kasih dan indah. Menurutnya “Kawruh Pamomong KAS dapat menjadi solusi untuk menumbuhkan raos/rasa jiwa kreatif dan inovatif siswa sekolah dasar melalui pembelajaran pada setiap muatan pelajaran. Hal ini dikarenakan kawruh pamomong KAS merupakan cara untuk menumbuhkan kompetensi sikap pada setiap muatan pelajaran dan tidak mengubah substansi materi setiap muatan pelajaran yang terdapat pada Kompetensi. Kemudian melalui ajakan guru kepada siswa untuk berpikir benar, “sih” dan indah terhadap suatu permasalahan sosial, siswa akan bertindak benar, “sih” dan indah dalam menentukan solusi terbaik pada setiap permasalahan.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/pentingnya-peran-orang-tua-guru-dan-lingkungan-sekitar-bagi-anak-autism

  • Pentingnya Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan Sekitar Bagi Anak Autism

    Pentingnya Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan Sekitar Bagi Anak Autism

    Program Sarjana PLB dan PG Paud Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Online pada 12 agustus 2020 yakni dengan tema “Manajemen Penanganan Autism Spectrum Disorde Pada Anak Usia Dini” melalui aplikasi zoom dan disiarkan secara live streaming di youtube upyTV. Pada Seminar Online tersebut panitia mengundang narasumber yaitu Dr. Joko Yuwono, M.Pd (Dosen PLB Universitas Sebelas Maret) dan Rissa Widianti, M.Pd (Terapis ABK, Owner Sanggar Potensi Anak Madani).

    Webinar 2nd EFA & Call For Paper di buka oleh Drs Eko Sumardi, M.Pd (Kepala BP PAUD & DIKMAS DIY), beliau mengucapkan terimakasih kepada panitia, moderator, dan semua peserta webinar yang sudah bergabung. “alhamdulillah puji syukur atas rahmat dari Tuhan YME kita semua bisa berkumpul disini walaupun melalui video call/zoom tanpa mengurangi makna dari silaturahmi yang sudah kita jalin selama ini.”kata Eko Sumardi (Kepala BP PAUD & DIKMAS DIY) dalam sambutannya melalui zoom. Webinar atau seminar ini terselenggara karena Kerjasama antara BP PAUD & DIKMAS DIY dengan Universitas PGRI Yogyakarta secara bersama-sama menginisiasi pelaksanaan webinar ini. Drs Eko Sumardi, M.Pd selaku Kepala BP PAUD & DIKMAS DIY berharap untuk semua peserta bisa mengikuti webinar ini sampai selesai agar ilmu yang diberikan oleh narasumber bisa di aplikasikan, sehingga kita bisa saling memberi ilmu yang kita pelajari bersama.

    Drs. Eko Sumardi, M.Pd (Kepala BP PAUD dan Dikmas DIY) saat memberikan sambutan dan membuka acara seminar online via zoom

    Webinar atau Seminar tersebut berbeda dari yang lain yang selama ini sudah dilakukan di masa pandemi yang notabane mengacu pada anak-anak paud yang tidak berkebutuhan khusus, tetapi pada kesempatan ini BP PAUD & DIKMAS DIY yang berkolaborasi dengan Universitas PGRI Yogyakarta mengadakan seminar dimana mengacu bagaimana menangani anak-anak berkebutuhan khusus, karena bagaimanapun anak-anak yang berkebutuhan khusus juga harus diberi treatment karena mereka memiliki hak untuk belajar sama seperti dengan yang lainnya.

    Sementara dalam penjelasannya, Dr. Joko Yuwono, M.Pd (Dosen PLB Universitas Sebelas Maret) menerangkan perihal pentingnya seorang Guru, Terapis, Orang Tua, Keluarga atau siapa saja yang hidup bersama anak autis sebaiknya mengenali anak autis secara detail. Untuk itulah orang-orang itu menjadi bagian penting untuk mengenali, memahami sampai detail terkait dengan problem-problem dan kemampuan anak autis tersebut.

    Dr. Joko Yuwono, M.Pd (Dosen PLB Universitas Sebelas Maret) saat menyampaikan materi seminar online

    Sedangkan Rissa Widianti, M.Pd (Kak Rissa) menjelaskan tentang tata laksana perilaku anak dengan autism spectrum disorder. Kak Rissa menerangkan bahwa autism bisa mulai dideteksi saat anak itu masih berumur 2-3 tahun apakah anak tersebut mengarah pada gejala autism atau tidak. Untuk setiap anak autism itu berbeda-beda, baik dari intelegensi diatas rata-rata, ada juga bahasa nomal namun memiliki hambatan di fungsi sosialnya dan juga intelegensia kurang dan non-verbal.

    Rissa Widianti, M.Pd (Terapis ABK, Owner Sanggar Potensi Anak Madani)

    Memang tidak mudah berkomunikasi dengan anak yang menderita autism. Namun, dukungan orang tua dan orang-orang di lingkungan sekitar tentu sangat berarti bagi anak tersebut. Dengan mampu memahami kebiasaan-kebiasaan anak, menyadari apa yang bisa dan belum bisa dilakukan dan membentuk ikatan batin yang kuat agar anak tersebut dapat berkembang dengan baik.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/upy-melaksanakan-wisuda-dengan-model-drive-thru