Kategori: Berita Utama

  • UPY Melaksanakan Wisuda Dengan Model Drive Thru

    UPY Melaksanakan Wisuda Dengan Model Drive Thru

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksanakan prosesi wisuda sarjana dan pascasarjana di Kampus Pusat Unit 1, Sonosewu, Yogyakarta, Sabtu (29/8/2020). Dalam prosesnya, upacara wisuda dilaksanakan dengan menggunakan metode “Drive Thru” mengingat masih berlangsungnya masa pandemi Covid-19. Pelaksanaan wisuda tersebut diikuti oleh sebanyak 191 wisudawan wisudawati dan juga disiarkan secara live streaming di youtube upyTV.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY Dr. Paiman, MP berpesan kepada seluruh wisudawan wisudawati, bahwa wisuda bukanlah tujuan akhir suatu pembelajaran, justru sebaliknya wisuda adalah awal proses pembelajaran di masyarakat.

    “Hal yang utama dari seseorang ketika berkarir untuk meraih kesuksesan bukanlah faktor kecerdasan IQ, tetapi sifat kejujuran (honesty). Diharapkan semua alumni UPY yang berkarya dapat mengedepankan sifat kejujuran untuk meraih kesuksesan dan kebahagian di masa kini dan masa depan,” ungkap Dr. Paiman, MP.

    UPY terus berusaha melakukan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dengan jargon “UPY siap tumbuh eksponensial”, menurut Dr. Paiman, MP, hal ini terwujud dengan meningkatnya peringkat UPY baik di skala regional maupun nasional. “UPY juga berusaha terus meningkatkan peringkat akreditasi seluruh program studi yang ada,” tegasnya.

    Saat ini sudah ada empat program studi yang terakreditasi peringkat A dan sebagiannya terakreditasi peringkat B. UPY juga mempunyai beberapa prodi baru, seperti Teknik Industri, Farmasi, Teknik Rekayasa Medis, Teknik Arsitektur, Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO), Teknologi Hasil Pertanian, Gizi, dan Teknik Elektro Medis. “Semoga UPY terus tumbuh eksponensial, maju dan jaya. Amin,” tutup Dr. Paiman, MP.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/mengenal-kreasi-pangan-istimewa-di-era-pandemi-bersama-prosa-teknologi-hasil-pertanian-upy

  • Mengenal Kreasi Pangan Istimewa Di Era Pandemi bersama Prosa Teknologi Hasil Pertanian UPY

    Mengenal Kreasi Pangan Istimewa Di Era Pandemi bersama Prosa Teknologi Hasil Pertanian UPY

    Prosa Teknologi Hasil Pertanian itu cukup komplek namun kebanyakan salah menafsirkan, THP (Teknologi Hasil Pertanian) selama ini hanya soal menanam dan tata boga, padahal berbeda. Nah, inilah yang menarik karena di THP mempunyai 2 cabang obyek yaitu pangan nabati(umbi-umbian, sayur-sayuran, bauh-buahan dan pangan hewani (peternakan, perikanan air laut maupun tawar), kata Suharman, S.TP.,M.Sc (Dosen Teknologi Hasil Pertanian UPY)

    Terkait krisis pangan atau ketersediaan pangan apalagi di era pandemi ini memang sangat berpengaruh dan Indonesia adalah negara yang tidak pernah lepas dari impor. Kalau diklasifikasikan untuk kebutuhan pokok pun seperti beras di Indonesia pun masih kurang, nah ini kemudian yang dikawatirkan pemerintah kalau misal stok pangan nasional tidak mencukupi akan terjadi krisis, inilah kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk menerapkan diversifikasi pangan lokal. Apalagi pangan lokal di Indonesia begitu beragam. Nah di era pandemi ini sebenarnya momentum kita untuk bagaimana menghasilkan produk-produk unggulan yang basisnya dari hasil pertanian lokal kita selain beras, semisal umbi-umbian, jagung, singkong, dll.

    Dengan begitu ini juga bagus untuk merubah stigma atau pola pikir masyarakat indonesia tentang makan yang tidak harus pakai nasi, namun banyak pula kreasi-kreasi pangan lokal dari umbi-umbian, jagung, singkong, dll. Saat ini sudah banyak didaerah-daerah yang membuat kreasi-kreasi pangan lokal namun sepertinya belum ada pengolahan yang maksimal, kebanyakan saat ini masih sebatas di rebus dan di goreng. Padahal kita masih bisa berkreasi maupun berinovasi bagaimana dari singkong tersebut di olah menjadi tepung menghasilkan turunan berbagai jenis produk misalnya seperti brownies ubi jala ungu yang sangat diminati selain karena bentuknya menarik, warna yang menarik dan rasanya juga tidak kalah dengan beras atau tepung terigu. Belum lama kemarin dari THP UPY melakukan pengabdian di daerah Bantul dimana dilokasi tersebut potensi singkongnya cukup besar dan bersama dengan warga dusun Sanan memaksimalkan pengolahan singkong.

    Untuk produk makanan dari singkong, Prosa THP UPY membuat sebuah produk frozen singkong bernama Telasa yaitu perpaduan dari Tela, Singkong dan Sanan. Sanan adalah nama dusun di daerah Bantul. “Jadi sebenarnya kita ingin menampilkan ciri khas yang ada didaerah tesebut dan bisa menjadi identitas produk dari daerah Sanan juga bisa menjadi produk oleh-oleh yang berciri khas dan kita menambah rempah-rempah pilihan yang menjadikan keunikan produk ini untuk menjadikan produk ini beda dari frozen singkong yang lain.”jelas Suharman.

    Suharman Mengatakan selain makanan, Dosen-dosen Prosa THP UPY juga mengembangkan produk minuman bernama Redjo sebuah teh rempah celup yang saat ini juga sudah diproduksi dan dikembangkan bersama kelompok ibu-ibu PKK binaan THP UPY di Bawuran, Tegalrejo, Bantul. Bahan utama dari teh rempah tersebut adalah telang atau semacam kembang bunga dan di tambah serai kemudian jahe sehingga dari ketiga komposisi tersebut menghasilkan produk yang sangat pas dan tentunya berkasiat banyak pun menyehatkan bagi tubuh kita.

    Teknologi Hasil Pertanian UPY basicnya sebenarnya adalah lebih ke produksi, dan juga kemasan atau packaging bagaiman kita mendesain kemasan lebih menarik untuk di minati konsumen jadi bukan hanya dari segi rasa dan kualitas produk yang kita tampilkan, namun kita juga mempelajari bagaimana packagingnya sehingga menjadi menarik bagi konsumen. Maka dari itulah kita berusaha menghasilkan produk-produk unggulan dari pangan lokal,“jelas Suharman.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/upy-dan-stim-ykpn-kerja-sama-tingkatkan-kualitas-dosen

  • UPY dan STIM YKPN Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Dosen

    UPY dan STIM YKPN Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Dosen

    Universitas PGRI Yogyakarta – Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN (STIM YKPN), Selasa (11/08/2020), melakukan kunjungan kerja ke Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan mendorong kompetensi dosen. Kunjungan kerja yang dilakukan STIM YKPN ke Universitas PGRI Yogyakarta di laksanakan di Gedung Baru Fakultas Saintek UPY dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Rombongan dari STIM YKPN yang dipimpin ketua Dr. Suparmono, langsung ditemui jajaran pimpinan UPY. Mereka yang hadir di antaranya Rektor UPY, Dr.Ir.Paiman M.P, Wakil Rektor 1 Ahmad Riyadi, M.Kom, Wakil Rektor 2 Saptaningsih Sumarmi, S.E, M.M, Wakil Rektor 3 M.Fairuzabadi, M.Kom, dan Ketua Yayasan YP UPY, Armansyah Prasakti, S.H, S.Pn, M.H. Adapun perwakilan tim dari STIM YKPN yang turut serta dalam kunjungan tersebut adalah perwakilan dari bidang Akademik, bidang Kemahasiswaan, perwakilan bagian Satuan Pengendalian Mutu Internal (SPMI), bagian Percetakan dan Penerbitan STIM YKPN (UPP STIM YKPN), serta perwakilan bagian Humas & Kerja sama.

    Agenda utama kunjungan kerja tersebut adalah diskusi terkait mekanisme pengembangan dosen yang sudah diterapkan di Universitas PGRI Yogyakarta untuk kemudian dapat diadopsi untuk diterapkan di STIM YKPN. Materi diskusi disampaikan langsung oleh Rektor UPY, Dr. Paiman, M.P. Rektor UPY, Dr.Paiman, dalam kata sambutannya menyatakan terimakasih atas kunjungan tersebut dan berharap ke depan antara STIM YKPN dan UPY terjalin kerja sama untuk saling meningkatkan kualitas kampus baik dari segi pengajaran maupun yang lainnya. Saat ini UPY juga terus melakukan peningkatan Universitas baik dari segi fisik maupun non fisik.

    Selain agenda pengembangan dosen, STIM YKPN juga melakukan kerja sama dengan UPY dalam hal pengembangan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dituangkan dalam bentuk Nota Kesepahaman. Menurut Dr. Suparmono (Ketua STIM YKPN) Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen STIM YKPN untuk terus meningkatkan kualitas dosen dalam hal pengajaran, penelitian dan publikasi ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional serta pengabdian kepada masyarakat, maka dari itulah STIM YKPN memilih UPY untuk saling berkolaborasi dalam peningkatan kualitas kampus, yang dalam beberapa tahun ini UPY sudah mengalami perkembangan yang baik.

    Diharapkan dengan adanya program-program pengembangan dosen dan mekanisme pengembangan yang efektif akan berdampak pula pada kualitas lulusan baik dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) maupun dari STIM YKPN.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/studi-banding-uniwara-pasuruan-puji-kemajuan-upy

  • Studi Banding, Uniwara Pasuruan Puji Kemajuan UPY

    Studi Banding, Uniwara Pasuruan Puji Kemajuan UPY

    UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA — Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara) Pasuran, Jawa Timur, Senin (20/7/2020), melakukan kunjungan ke Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Mereka melakukan studi banding ke UPY terkait dengan tata kelola berbasis information technology (IT) yang kini sedang diterapkan di Uniwara.

    Rombongan dari Uniwara dipimpin langsung Rektor UNIWARA, Dr. Daryono, M.Pd, dan ditemui jajaran pimpinan UPY di Auditorium UPY. Mereka yang hadir di antaranya Rektor UPY, Dr.Ir.Paiman M.P, Wakil Rektor 1 Ahmad Riyadi, M.Kom, Wakil Rektor 2 Saptaningsih Sumarmi, S.E, M.M, Wakil Rektor 3 M.Fairuzabadi, M.Kom, Kepala BAAK Sunggito Aoyama, M.T, Kepala Divisi Sistem Informasi Aditya Wahana, M.Kom dan Ketua Yayasan YP UPY, Armansyah Prasakti, S.H, S.Pn, M.H

    Rektor UPY, Dr.Paiman, dalam kata sambutannya menyatakan terimaksih atas kunjungan tersebut dan berharap ke depan antara Uniwara dan UPY terjalin kerja sama dan saling mengisi lebih erat. “UPY saat ini juga sedang menjalin kerja sama baik di luar maupun dalam negeri, apalagi kita sama-sama PGRI jadi mari kita terbuka saja dan ayo kita kerjakan bareng-bareng, saling bekerjasama, saling mengisi dengan kelebihan kita masing-masing agar kita sama-sama menjadi besar,” jelas Paiman.

    Sementara Rektor UNIWARA, Dr. Daryono, M.Pd, mengucapkan terimakasih kepada UPY yang telah menerima dan menjamu mereka dengan luar biasa sekaligus memberi kesempatan belajar serta sharing bersama terkait tata kelola berbasis IT yang ada di UPY. “Kami berkeinginan kampus UNIWARA ini menjadi kampus cyber, kampus dengan layanan interconnected learning dan layanan-layanan lain yang bersifat digital,” kata Dr.Daryono

    Ia juga memuji perkembangan UPY yang sangat pesat karena itulah UNIWARA memilih salah satunya Universitas PGRI Yogyakarta dalam kunjungan studi tersebut. Sebelumnya mereka telah berkunjung ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Uniwara sebelumnya adalah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Pasurauan yang kini berubah status menjadi Universitas Wiranegara, Pasuruan.

    “Rangkaian kunjungan ini merupakan salah satu upaya mewujudkan visi misi kami ingin menjadi kampus cyber dengan cyber elearning dan digital kampus. Maka dari itulah kunjungan kami ke UPY ini fokus terhadap tata kelola berbasis IT, namun tidak menutup kemungkinan ilmu-ilmu lain yang kita peroleh dari UPY akan kami terapkan juga di UNIWARA,” lanjut Daryono.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/era-new-normal-forkompimcam-kasihan-tinjau-kesiapan-upy

  • Era New Normal, Forkompimcam Kasihan Tinjau Kesiapan UPY

    Era New Normal, Forkompimcam Kasihan Tinjau Kesiapan UPY

    UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Kasihan, Kabupaten Bantul, melakukan silaturahmi ke Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Jumat (3/7/2020). Kunjungan dilakukan dalam rangka koordinasi sekaligus meninjau kesiapan UPY terkait era new normal dalam pandemi covid-19 sehubungan dengan rencana akan kembali aktifnya perkuliahan mahasiswa.

    Kedatangan Forkompimcam yang tediri dari Camat Kasihan (Slamet Santosa, S.IP), Danramil Kasihan (Mayor Seni Agus Riyanta), dan Kapolsek Kasihan (Kompol Y. Tarwogo Nugroho, S.H) namun beliau berhalangan hadir yang kemudian diwakili Babinkamtibmas Ngestiharjo disambut Rektor UPY, Dr.Ir.Paiman, M.P, di ruang Rektor UPY.

    Pada kesempatan itu Camat Kasihan selaku Ketua Forkompimcam kepada Rektor UPY menyatakan bahwa kunjungannya kampus ini selain menjalin tali silaturahmi antara dunia kampus, pemerintah tingkat kecamatan dan masyarakat secara umum juga membahas dan berkoordinasi soal rencana kembali aktifnya mahasiswa ke UPY masuk kuliah. Dibahas juga tentang rencana pembentukan Tim Gugus Covid-19 Ngestiharjo.

    Forkompimcam Kasihan juga menyampaikan bahwa pihaknya berencana melakukan Pembentukan Gugus Covid-19 Ngestiharjo yang melibatkan perguruan tinggi di wilayah Ngestiharjo (UPY, Akademi Keperawatan YKY, STIE YKP), 12 Dukuh se Ngestiharjo, Puskesmas di Ngestiharjo, induk semang dari tempat kos yang berada di wilayah Ngestiharjo.

    Sementara Rektor UPY Dr. Ir. Paiman, M.P menyatakan pihaknya telah melakukan persiapan matang sehubungan dengan akan kembali aktifnya mahasiswa ke kampus. Menurut dia, pihaknya siap melaksanakan perkuliahan dengan berpedoman pada Protokol Kesehatan.

    Sejak memasuki New Normal, kata Dr Paiman, UPY sudah menerapkan pedoman protokol kesehatan dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah di antaranya mewajibkan memakai masker, menyiapkan tim dan tempat pengecekan suhu tubuh tiap civitas academika dengan thermogun, serta membuat tempat cuci tangan di sejumlah sudut kampus.

    Dalam kunjungannya ke UPY Forkompimcam berkesempatan mengunjungi Museorium Sejarah UPY didampingi  Dr.Ir.Paiman, M.P beserta jajaran. Camat Kasihan, Slamet Santosa, merasa kagum dengan Museorium Sejarah di UPY, menurutnya koleksi di museum tersebut lumayan bagus dan lengkap, salah satunya bangunan-bangunan sejarah masa kerajaan yang didisplay dengan apik.

    Setelah mengunjungi dan berkeliling area Museorium Sejarah UPY, rombongan Forkompimcam berserta Rektor meninjau Masjid Sela UPY dalam penerapan Protokol Kesehatan sekaligus melaksanakan ibadah salat Jumat bersama. (***)

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/rektor-upy-lantik-ketua-prosa-agroteknologi

  • Rektor UPY Lantik Ketua Prosa Agroteknologi

    Rektor UPY Lantik Ketua Prosa Agroteknologi

    Universitas PGRI Yogyakarta – Kamis (25/06), Rektor UPY Dr.Ir. Paiman M.P melantik Ketua Program Studi Sarjana Agroteknologi yang baru yaitu Puguh Bintang Pamungkas, M.P. Penyerahan SK tersebut dilaksanakan di ruang sidang rektorat Gedung A yang dihadiri oleh jajaran Dekan Fakultas Pertanian dan Rektor UPY. Puguh Bintang Pamungkas ditugaskan untuk melanjutkan dan melaksanakan pengelolaan Program Studi Sarjana Agroteknologi pada Fakultas Pertanian untuk masa bakti 2020-2021 yang sebelumnya menggantikan (alm) Drs. Kusberyunadi M.A.

    Dalam pelantikan tersebut, Rektor UPY, Dr.Ir Paiman M.P memberikan selamat untuk Ketua Program Studi Sarjana Agroteknologi dan berpesan untuk menjalankan tugas barunya dengan penuh tanggung jawab, rendah hati, dan amanah. Rektor juga berpesan dalam melaksanakan tugasnya, Ketua Program Sarjana bertanggung jawab kepada Rektor melalui Dekan akan tetapi tetap harus berkoordinasi dengan para Wakil Dekan dan ketua-ketua bagian sehingga peningkatan di Bidang Akademik bisa berjalan dengan baik.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/mahasiswa-wirausaha-kenapa-tidak

  • Mahasiswa Wirausaha, Kenapa Tidak?

    Mahasiswa Wirausaha, Kenapa Tidak?

    Entrepreneur adalah salah satu tagline dari Universitas PGRI Yogyakarta dimana diharapkan semua mahasiswa khususnya dari UPY mampu menjadi seorang wirausahawan-wirausahawan muda. Seperti yang diungkapkan oleh Anindita Imam Basri S.Ei M.M, Dosen Prosa Manajemen Universitas PGRI Yogyakarta dan juga seorang pengusaha muda di kota Jogja. Ia menjelaskan “kita membangun mental mereka (mahasiswa) di mata kuliah kewirausahaan, khususnya di manajemen kita ada mata kuliah ekonomi kreatif.”ungkap dosen yang fokus mengajar di bidang kewirausahaan dan ekonomi kreatif tersebut.

    Pada dasarnya kita semua mempunyai kekreatifitasan yang luar biasa, kita harus menilai diri kita bahwa kita bisa melihat peluang. Anindita menegaskan “Peluang itu sangat luar biasa terbuka lebar banyak sekali, kita jangan hanya sekedar lulus lalu mencari kerja, tapi kita juga harus mampu membuka lapangan pekerjaan.”tegasnya. Ia juga merasa bangga terhadap mahasiswa dan mahasiswi Universitas PGRI Yogyakarta yang saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa namun sudah mampu menjadi seorang wirausahawan muda dengan kreatifitas-kreatifitas yang dimiliki. Bahkan tidak sedikit dari mereka baik dari yang sudah maupun belum lulus telah berhasil menjadi seorang pengusaha sukses.

    Di mata kuliah yang di ampunya khususnya untuk mahasiswa manajemen ada keunikan tersendiri yaitu setiap selesai perkuliahan selama satu semester atau selesai mata kuliah akan diadakan EXPO, dimana semua mahasiswa menjual produk-produk kreatifitas mereka. “jadi mahasiswa yang mengikuti mata kuliah saya, setiap selesai kami adakan sebuah EXPO dimana mahasiswa dan mahasiswi saya menjual produk-produk jualan mereka saat acara inagurasi atau malam keakraban, karena kita juga harus mengasah mental mereka bahwasannya ujian pertama mahasiswa untuk berwirausaha adalah ego.”jelas Anindita. “Menghilangkan gengsi sebagai mahasiswa yang berwirausaha itu susah sekali, maka dari itu saya mencoba membangun itu sejak awal di mata kuliah saya dan membiasakan mental mereka untuk menjadi seorang Entrepreneur.”lanjutnya.

    Berwirausaha itu melihat hal-hal yang positif, wirausaha itu cari yang halal dan jangan menghiraukan omongan orang lain, jadikan itu adalah penyemangat kita bahwa kita mampu berwirausaha. “Dasar utama sebagai mahasiswa untuk berwirausaha adalah niat, kemudian yang kedua adalah hilangkan gengsi jangan malu yang penting halal, lalu kita juga harus mau belajar karena peluang sangat banyak sekali bahkan usaha yang tidak memerlukan modalpun ada.”ungkap Anindita.

    Sukses itu ada 2 yaitu success by design, maksudnya adalah sukses karena di support oleh orang-orang terdekat kita seperti orang tua, keluarga besar, teman-teman, lingkungan dan biasanya sudah di pupuk sejak kecil. Kemudian yang kedua adalah success by incident, yaitu sukses karena sebuah kejadian yang membuat kita down namun dari situ kita mampu bangkit dan mempunyai motivasi yang luar biasa untuk menjadi lebih baik lagi, tentunya kita juga tidak mengharapkan kejadian itu, tapi kita tidak ada yang tahu karena roda selalu berputar adakalanya kita saat di bawah adakalanya juga kita berada di atas, yang terpenting kita harus selalu mempunyai motivasi untuk selalu menjadi lebih baik.”ungkap dosen prosa manajemen UPY dan seorang pengusaha muda tersebut.

    Terkait dalam mencari peluang usaha saat ini, Anindita berpesan “dalam perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan zaman, sebagai contoh di zaman ini untuk berwirausaha kita tidak harus mempunyai outlet, kita bisa memanfaatkan media-media online dan media sosial untuk promosi produk-produk kita dan kita harus memaksimalkan perkembangan teknologi yang semakin memudahkan kita untuk tetap produktif.”

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/terbiasa-dan-sering-praktik-membuat-skil-bahasa-inggris-meningkat-practice-makes-perfect

  • The 2nd UPY International Conference on Applied Science and Education (UPINCASE) 2020

    The 2nd UPY International Conference on Applied Science and Education (UPINCASE) 2020

    The 2nd UPY International Conference on Applied Science and Education (UPINCASE) 2020

    “The Challanges of Science & Technology Innovation In Society 5.0”

    3-4 November 2020 by Virtual Conference

     

    CP: Septian Aji Permana (+628562922298)

          Aditya Wahana (+6281328200777)

          Padrul Jana ( +6285295579152)

  • Terbiasa dan Sering Praktik Membuat Skil Bahasa Inggris Meningkat “Practice Makes Perfect”

    Terbiasa dan Sering Praktik Membuat Skil Bahasa Inggris Meningkat “Practice Makes Perfect”

    Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa resmi Internasional yang paling banyak digunakan di seluruh penjuru dunia. Ada 53 negara yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa resmi. Maka dari itu sangat penting untuk belajar dan menguasai bahasa inggris. Hal tersebut  juga disampaikan oleh Juang kurniansyah M.Pd saat menjadi narasumber di UPY Talkshow (29/05),  Dosen Program Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Yogyakarta sekaligus sebagai sekretaris di UPT Bahasa. “Bahasa inggris sangat penting untuk kita kuasai dan itu akan menjadi nilai tambah bagi kita.”tegasnya. Selain itu beliau juga di percaya sebagai salah satu dosen pembimbing Program Pertukaran Pelajar (SeaTeacher).

    Disinggung soal program pertukaran pelajar Asia Tenggara atau SeaTeacher, ia menjelaskan “Sebelum melaksanakan program tersebut kita menseleksi mahasiswa, pertama dari administrasi, kemudian melakukan wawancara dengan tes kemampuan bahasa inggris mahasiswa calon partisipan program SeaTeacher tersebut, lalu kami akan cari tau kemampuannya. Yang terpenting dan syarat utama adalah kemampuan atau skill bahasa inggrisnya yang baik.”jelasnya. Untuk pelaksanaan program SeaTeacher biasanya kita mengirim mahasiswa tergantung kesepakatan dengan pimpinan dan Universitas yang sudah bekerjasama dengan kita, diantaranya dari Universitas di Thailand dan Filipina.”terangnya. “untuk kegiatan disana mahasiswa melaksanakan praktik mengajar disekolah-sekolah yang sudah ditentukan sebelumnya sama seperti PPL, begitu juga sebaliknya kita akan menerima mahasiswa program SeaTeacher yang dikirim  dari kampus diluar negeri dan mereka akan praktik disekolah-sekolah yang sudah ditentukan mulai dari SD sampai SMA.”lanjutnya.

    Maka dari itulah mengapa Bahasa inggris sangat penting di zaman ini, selain diperlukan untuk dibidang pendidikan juga tidak menutup kemungkinan diperlukan untuk berbisnis atau menjalin kerjasama diberbagai bidang apapun dengan instansi-instansi khususnya di luar negeri untuk memudahkan dalam komunikasi menggunakan bahasa asing utamanya penggunaan bahasa inggris. Untuk belajar dan mampu menguasai bahasa inggris kita harus tahu dasar-dasarnya. Ia menjelaskan “ada 4 dasar utama dalam pembelajaran bahasa inggris yaitu listening(mendengar), Speaking(berbicara), reading(membaca), writing(menulis). Memang yang harus dikuasai lebih dulu adalah bagaimana kita mendengarkan bahasa inggris itu sendiri, dengan begitu kita akan terbiasa berbicara, setelah mulai terbiasa berbicara kita akan mulai banyak membaca, kemudian setelah terbiasa dengan membaca kita akan mulai terbiasa menulis dengan bahasa inggris.”jelas Juang.

    Bahasa inggris selalu menjadi momok tersendiri untuk setiap orang khusunya dalam tata bahasa, namun kalau kita terbiasa mendengar dan menonton movie berbahasa inggris itu akan sangat membantu dan menambah kosakata tersendiri. “jadi bisa karena terbiasa itulah akan menjadi pondasi yang sangat penting untuk mampu menguasai bahasa inggris termasuk saat kita menonton movie berbahasa inggris itu juga akan membantu kebiasaan kita dan menambah kosakata tersendiri.”jelas juang. Saya juga sering berpesan kepada mahasiswa untuk membuat kelompok dan tidak perlu terlalu banyak cukup kelompok-kelompok kecil saja dimana di lingkup kelompok tersebut kita membiasakan berbicara dengan bahasa inggris, dari terbiasa itu kita akan lebih mudah memberanikan diri berbicara dengan bahasa inggris.”imbuhnya.

    Pada intinya yang terpenting harus sering-sering berbicara dan mendengarkan bahasa inggris, baik dari menonton movie, mendengarkan lagu, membuat kelompok kecil untuk praktik dimana kita berkomunikasi menggunakan bahasa inggris sehingga kita juga bisa saling mengoreksi satu sama lain, tentunya masih banyak juga dari media-media online saat ini untuk membantu kita belajar bahasa inggris. “intinya adalah kebiasaan seperti listening music, watch movie, itu sangat-sangat membantu sekali bagaimana berekspresi, bagaimana mengungkapkan suatu kata, kemudian membuat suatu wadah atau kelompok kecil dimana kita saling berinteraksi menggunakan bahasa inggris sehingga dapat saling mengoreksi satu sama lain dan itu akan membantu kita dalam meningkatkan skil bahasa inggris kita.”tutur Juang. (feb)

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/mengenal-sosok-erin-mahasiswi-berprestasi-yang-gagal-keluar-negeri-karena-pandemi

  • Mengenal Sosok Erin, Mahasiswi Berprestasi Yang Gagal Keluar Negeri Karena Pandemi

    Mengenal Sosok Erin, Mahasiswi Berprestasi Yang Gagal Keluar Negeri Karena Pandemi

    Yulia Erin Dewardo merupakan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta yang saat ini masih aktif sebagai mahasiswi tingkat akhir prodi PGSD UPY. Cewek keturunan Jawa yang lahir di Sumatera selain berparas cantik, pintar dan berprestasi, ia termasuk mahasiswi yang aktif di organisasi baik di lingkup kampus maupun luar kampus.  Sekarang pun dia menjabat sebagai Wakil Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta.

    Pernah mengikuti pertukaran pelajar di Filipina dalam program SeaTeacher merupakan pengalaman dan prestasi yang membanggakan bagi dirinya dan tentunya Kampus. ”SeaTeacher semacam pertukaran pelajar yang ranah sasarannya untuk mahasiswa kependidikan yang dilakukan diluar negeri. Jadi selama di luar negeri kita mengajar di sekolah-sekolah yang sudah ditentukan dan dilaksanakan selama 1 bulan.”jelas Erin. Selain pernah mengikuti pertukaran pelajar di Filipina, Desember tahun lalu Erin juga pernah ke Thailand dalam Program International Youth Leader Volunteering yang dilaksanakan selama 1 minggu. “jadi awalnya disana harusnya kita mengajar anak-anak TKI, tapi karena ada satu dan lain hal jadinya kita mengajar anak-anak asli Thailand.”imbuhnya.

    Rencananya, Erin mengikuti kegiatan Asean Global Youth yang merupakan program semacam konferensi atau seminar yang dilaksanakan di Singapura dan Malaysia pada bulan April lalu namun karena adanya Pandemi Covid-19 program tersebut terpaksa dibatalkan. Terlepas dari dibatalkannya Asean Global Youth, tentu dari program-program dan kegiatan yang sudah pernah diikutinya selama ini merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan dan berharga bisa jalan-jalan dan pergi ke luar negeri. “sempat merasa gugup karena memang saat di Filipina adalah pertama kali saya ke luar negeri dan ada kendala-kendala seperti bahasa saat di Thailand yang terpaksa kadang harus menggunakan google translate karena memang anak-anak di Thailand kurang memahami untuk Bahasa inggris, berbeda dengan di Filipina yang kesehariaannya masyarakat disana rata-rata sudah menggunakan Bahasa inggris jadi memudahkan kita saat berkomunikasi.”ungkap Erin.

    Yulia Erin Dewardo (kiri) saat menjadi bintang tamu di acara UPY Talkshow

    Bagaimana menjadi mahasiswa sehingga mampu berprestasi? selama dikampus apa aja sih yang dilakukan selain kuliah dan mengerjakan tugas? Adakah skill khusus yang harus disiapkan? Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut sering berada dalam benak kita ketika ada salah satu teman kuliah yang berhasil mendapatkan berbagai prestasi baik akademik maupun non akademik.

    Erin menjelaskan bagaimana supaya kita bisa mendapatkan prestasi di kampus seperti bisa terpilih mengikuti Program Student Exchange, “tentu yang pertama kita harus rajin-rajin mencari informasi, mempersiapkan apa yang harus disiapkan contoh seperti passport yang harus kita siapkan sebelum pergi ke luar negeri, kemudian menghubungi dosen-dosen yang bersangkutan yang menangani program student exchange tersebut. Lalu kita juga harus mempunyai skil dalam bidang public speaking tentunya dalam berbahasa inggris, selain itu kita juga harus percaya diri.”Jelas Erin. Sedangkan dalam keorganisasian Erin menerangkan manfaat apa saja yang diperoleh selama mengikuti organisasi baik di luar maupun didalam lingkup kampus. “Tentunya yang pertama kita bisa menjalin relasi yang luas, selain itu melatih bagaimana kepemimpinan kita karena bagaimanapun saat di organisasi kita mempunyai tanggung jawab yang harus kita kerjakan yang menuntut kita bisa tetap aktif.”lanjutnya.

    Diakhir acara Erin menjelaskan apa sukanya kuliah di UPY, menurutnya “Saya sangat bersyukur bisa kuliah di UPY selain karena memiliki fasilitas-fasilitas yang banyak untuk mahasiswa tentunya banyak juga beasiswa-beasiswa yang bisa kita peroleh saat kita kuliah di UPY dan ada banyak juga program-program yang bisa kita ikuti seperti SeaTeacher, PPA dan masih banyak lagi. Kemudian dosen-dosen di UPY sangat support sekali terhadap mahasiswa, selain itu dosen-dosenya juga sudah ahli di bidangnya masing-masing.” Erin juga berpesan “kuliah dimanapun sama saja karena semua tergantung kepada diri kita sendiri, yang jelas penentu masa depan kita ya diri kita sendiri. Terpenting jangan berkecil hati ketika ditolak oleh Perguruan Tinggi yang kalian inginkan karena masih ada kampus lain seperti di UPY yang kualitasnya pun tidak jauh beda dengan kampus-kampus lain.”Ungkapnya.

    Semua hal tersebut terungkap dalam UPY Talkshow Sansed (Santai Sedjenak) yang dilaksanakan pada jumat (15/05) lalu yang disiarkan secara live dari Gedung baru Fakultas Sains Teknologi dan juga disiarkan live di Instagram @upyofficial dan youtube UPY Official. Acara tersebut mengangkat tema yaitu “Ngampus Ngapain Aja?”.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/cegah-penularan-covid-19-pvto-fkip-upy-produksi-sabun-praktis-cuci-tangan