Kategori: Berita Utama

  • UPY Melaksanakan Penarikan KKN Angkatan 35 Secara Daring

    UPY Melaksanakan Penarikan KKN Angkatan 35 Secara Daring

    Upacara penarikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Yogyakarta tahun 2021 angkatan ke-35 diselenggarakan  oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UPY secara daring, senin (1/3/2021). Universitas PGRI Yogyakarta melaksanakan KKN UPY Angkatan 35 ini menggunakan model daring/online dikarenakan masih dalam masa pandemi covid-19.

    Peserta KKN UPY ke-35 total adalah 902 mahasiswa dengan 212 dilakukan secara kelompok dan 40 secara individu/mandiri. Nantinya mahasiswa akan melaporkan hasil laporan KKN berupa online meliputi pelaksanaan program kerja KKN, foto kegiatan, produk hasil kegiatan, video kegiatan dan bukti bimbingan dengan DPL.

    Dalam upacara tersebut dihadiri oleh Rektor UPY, Dr. Ir Paiman. M.P sekaligus melakukan penarikan secara resmi. Melalui zoom, Dr. Paiman menyampaikan ucapan terimakasih kepada bapak ibu dan seluruh masyarakat di desa-desa penempatan KKN UPY Angkatan 35. “Kami mengucapkan terimakasih kepada bapak/ibu dukuh dan seluruh masyarakat di desa-desa tempat penempatan KKN UPY dilaksanakan, kami mohon maaf belum bisa datang secara langsung ke lokasi-lokasi tempat KKN, yang terpenting dalam masa pandemi ini kita semua selalu dalam keadaan baik, sehat dan semoga silaturahmi ini tidak terputus sampai disini,”jelas Dr Paiman.

    Paiman juga mengingatkan kepada seluruh mahasiswa KKN untuk segera mengumpulkan laporan-laporan terkait KKN dan jangan sampai kuliahnya tertunda. “saya berharap untuk semua mahasiswa peserta KKN tahun ini untuk segera menyelesaikan laporan-laporannya karena setelah KKN kalian masih ada tugas lain yaitu menulis skripsi, banyak mahasiswa setelah KKN justru kuliahnya tertunda karena skripsinya tidak kunjung dikerjakan dan dibiarkan saja, maka dari itu segera kerjakan tugas-tugasnya supaya nanti kedepan dalam mengerjakan tugas-tugas yang lain mampu berjalan dengan lancar termasuk saat menulis skripsi sehingga kuliah kalian juga tidak tertunda,”tegas Paiman.

    Ketua panitia KKN UPY ke-35, Dra. Rosalia Indriayati Saptatiningsih M.Si, dalam laporannya juga menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh pihak baik dari panitia, mahasiswa dan desa sehingga KKN UPY 35 tahun 2021 dapat berjalan dengan baik walaupun masih dalam masa pandemi. “terimakasih untuk semua panitia, mahasiswa dan seluruh masyarakat di desa tempat pelaksanaan KKN atas semua kerja kerasnya sehingga KKN UPY tahun ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Semoga dengan adanya KKN ini UPY dapat bisa diterima dan berkembang di masyarakat,”tutup Rosalia.

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/seminar-nasional-optimalisasi-peran-pendidik-dan-orang-tua-dalam-pendampingan-anak-di-masa-pandemi-covid-19

  • Seminar Nasional – Optimalisasi Peran Pendidik dan Orang Tua Dalam Pendampingan Anak Di Masa Pandemi Covid-19

    Seminar Nasional - Optimalisasi Peran Pendidik dan Orang Tua Dalam Pendampingan Anak Di Masa Pandemi Covid-19

    Seminar Nasional Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta. Dengan tema “Optimalisasi Peran Pendidik dan Orang Tua Dalam Pendampingan Anak Di Masa Pandemi Covid-19”.

    Pendaftaran 3 maret – 6 april 2021

    Link Pendaftaran >>> https://s.id/semnasbk2021

    Pembayaran Transfer via Bank BNI >>> 0596989559 a.n Arum Setiowati

    Seminar akan dilaksanakan pada Sabtu, 10 April 2021 mulai pukul 09.00 – 12.00 wib

    Adapun narasumber pada acara tersebut adalah Kak Seto yaitu ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dan juga Rektor UPY Dr.Ir Paiman M.P sebagai Keynote Speaker.

    CP SEMINAR: +62 822 – 4545 – 6898 (Shinta P.)

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/upy-taekwondo-team-raih-6-medali-dalam-usd-cup-2021-tae-kwon-do-championship

  • UPY Taekwondo Team Raih 6 Medali dalam USD CUP 2021 TAE KWON DO CHAMPIONSHIP

    UPY Taekwondo Team Raih 6 Medali dalam USD CUP 2021 TAE KWON DO CHAMPIONSHIP

    Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia sejak tahun 2020 lalu, menjadi penghalang bagi aktivitas di bidang olahraga, terkhusus cabang olahraga beladiri taekwondo.

    Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet dari UKM Taekwondo UPY untuk terus berjuang dalam meraih prestasi di ajang kejuaraan.

    Pada 21 Februari 2021 lalu, beberapa atlet dari UKM Taekwondo berhasil meraih gelar juara dan kembali mengharumkan nama UPY dalam KEJUARAAN DAERAH TAEKWONDO “USD CUP 2021 TAE KWON DO CHAMPIONSHIP”.

    Kejuaraan tersebut merupakan kejuaraan pomsae tingkat daerah yang diselenggarakan oleh UKM Taekwondo Universitas Sanata Dharma, yang diadakan secara virtual menggunakan media online.

    Sekitar 118 atlet yang bertanding, 6 diantaranya dari UKM Taekwondo UPY pun ikut berpartisipasi.

    Dalam ajang kejuaraan tersebut, UKM Taekwondo UPY berhasil meraih 2 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu.

    Medali emas telah berhasil diraih oleh Safarin dan Intan Nur Cahyani dari Program Sarjana Manajemen. Medali perak berhasil diraih oleh Luvy Fitria dari Program Sarjana Bimbingan dan Konseling. Kemudian medali perunggu berhasil diraih oleh Dian Puji Rahayu dari Program Sarjana Akuntansi, Anggit Dyan Syah Putra dari Program Sarjana Teknik Informatika, dan Kurniawan Hadi dari Program Sarjana Bimbingan dan Konseling.

    UKM Taekwondo UPY mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara KEJUARAAN DAERAH TAEKWONDO “USD CUP 2021 TAE KWON DO CHAMPIONSHIP”. Semoga kedepannya akan ada kejuaraan yang bisa memunculkan bibit-bibit unggul khususnya para atlet dari cabang olahraga Taekwondo. Kemudian ucapan terima kasih kepada pihak Universitas PGRI Yogyakarta yang telah mendukung dan membantu para atlet dari UKM Taekwondo untuk bisa berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut. Tak lupa ucapan terima kasih kepada coach yang telah melatih secara optimal sehingga para atlet bisa meraih prestasi di setiap kejuaraan.

    Semoga UKM Taekwondo UPY terus maju, tetap semangat dalam berlatih, dan bisa kembali mengharumkan nama universitas baik di kancah nasional maupun internasional.

    baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/pemberdayaan-masyarakat-di-masa-pandemi-upy-laksanakan-kkn-secara-daring

  • Pemberdayaan Masyarakat Di Masa Pandemi – UPY Laksanakan KKN Secara Daring

    Pemberdayaan Masyarakat Di Masa Pandemi – UPY Laksanakan KKN Secara Daring

    Dalam rangka melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang ke-35. Universitas PGRI Yogyakarta melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) melakukan kegiatan penerjunan KKN UPY Angkatan ke-35. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada senin, 25 Januari 2021 via daring melalui zoom.

    KKN tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena semua kegiatan dan pelaksanaan dilakukan secara daring atau online dikarenakan masih dalam masa pandemi covid-19. Untuk lokasi KKN sendiri mahasiswa dibebaskan memilih, namun diutamakan sesuai dengan tempat domisili masing-masing mahasiswa.

    Universitas PGRI Yogyakarta melaksanakan KKN dengan menggunakan model daring/online. Jumlah peserta KKN ada 900 mahasiswa dengan rincian 895 mahasiswa dimana 39 mahasiswa kkn mandiri dan 856 mahasiswa kkn secara kelompok mandiri. Pelaksanaan KKN sendiri dilakukan selama 5 minggu (25 Januari-1 Maret 2021). Dalam acara penerjunan KKN tersebut di buka langsung oleh Wakil Rektor 1 bidang akademik yaitu Ahmad Riyadi M.kom. Di masa pandemi Covid-19 ini, Ahmad Riyadi juga meminta mahasiswa untuk tidak hanya melakukan sosialisasi yang berkaitan dengan pandemi, melainkan untuk lebih membantu masyarakat pulih setelah terdampak pandemi. Sesuai dengan tema KKN yaitu “Pemberdayaan Masyarakat Di Masa Pandemi”. Selain itu Ahmad Riyadi juga berpesan untuk tetap selalu mematuhi protokol kesehatan.

    Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pembina Universitas PGRI Yogyakarta, Armansyah Prasakti S.H SPn M.H berharap KKN tahun ini berjalan dengan aman, baik, tertib dan berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan apapun.

    Harapan juga disampaikan oleh Ketua panitia Dra. Rosalia indriayati saptatiningsih, M.Si kepada mahasiswa untuk siap menghadapi segala tantangan yang ada dimasa pandemi ini. Banyak persoalan yang dihadapi oleh masyarakat namun disisi lain kkn tetap harus berjalan dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat bagaimana cara mengatasi permasalahan-permasalahan maupun dampak dari pandemi covid-19.

    baca juga: https://web.upy.ac.id/berita/sebanyak-356-mahasiswa-upy-mengikuti-prosesi-wisuda-model-drive-thru

  • SEBANYAK 356 MAHASISWA UPY MENGIKUTI PROSESI WISUDA MODEL DRIVE THRU

    SEBANYAK 356 MAHASISWA UPY MENGIKUTI PROSESI WISUDA MODEL DRIVE THRU

    Untuk kedua kalinya pada tahun 2020 ini, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) Kembali melaksanakan prosesi wisuda sarjana di Kampus Pusat Unit 1, Sonosewu, Yogyakarta, Sabtu (19/12/2020). Dalam prosesnya, upacara wisuda Periode l tahun akademik 2020/2021 dilaksanakan dengan menggunakan metode “Drive Thru” sama seperti wisuda periode lll yang dilaksanakan pada bulan agustus lalu. Mengingat masih berlangsungnya masa pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk di Indonesia. Pelaksanaan wisuda tersebut diikuti oleh sebanyak 356 wisudawan wisudawati dan di siarkan secara live streaming di youtube upyTV.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY Dr. Paiman, MP berpesan kepada seluruh wisudawan wisudawati, bahwa wisuda bukanlah tujuan akhir suatu pembelajaran, justru sebaliknya wisuda adalah awal proses pembelajaran di masyarakat. Diharapkan semua alumni UPY yang berkarya dapat mengedepankan sifat kejujuran untuk meraih kesuksesan dan kebahagian di masa kini dan masa depan,” ungkap Dr. Paiman, MP.

    Wisuda model drive thru ini cukup efisien apalagi dimasa pandemi saat ini dimana panitia telah mengatur dengan protokoler kesehatan yang ketat dan tanpa kontak fisik, bahkan antrian mobil diparkiran sudah diatur oleh panitia sedemikian rupa untuk menghindari terjadinya kerumunan. Pada prosesi wisuda ini hanya butuh waktu kurang lebih 2 menit saat pelaksanaannya.

    Menurut ketua panitia Wisuda periode l, Sunggito Oyama M.T, “wisuda ini dilaksanakan karena banyak permintaan dari para wisuda untuk tidak melaksanakan wisuda dengan sistem daring, mereka ingin wisuda tetap sepeti biasa, maka dari itu kita akhirnya memilih menggunakan model Drive Thru karena dengan model ini kita bisa menghindari kontak fisik dan kerumunan, bahkan kita juga sudah mengatur waktu dan nomer antrian para wisudawan wisudawati jadi kita tetap terapkan protokol kesehatan dengan ketat.”tandasnya.

    baca juga: https://web.upy.ac.id/berita/peringati-dies-natalies-ke-58-upy-ziarah-ke-makam-para-pendiri

  • Peringati Dies Natalies ke-58, UPY Ziarah ke Makam Para Pendiri

    Peringati Dies Natalies ke-58, UPY Ziarah ke Makam Para Pendiri

    Dalam rangka memperingati Dies Natalies ke-58 Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melakukan ziarah atau kunjungan ke makam para pendiri, mantan rektor dan mantan para pejabat pada senin (23-11-2020). Kegiatan tersebut di bagi menjadi dua tempat yakni di Wates, Kulon Progo yang di wakili oleh Rektor UPY (Dr Ir Paiman M.P), wakil ketua Yayasan YP UPY (Drs. John Sabari Msi), bendahara Yayasan (Hari Purnama SE MM) dan beberapa perwakilan dosen juga karyawan. Sedangkan untuk kunjungan ziarah di Kota Gede dan Tamsis diwakili oleh wakil rektor 1 (Ahmad Riyadi M.Kom), wakil rektor 2 (Saptaningsih Sumarmi M.M), wakil rektor 3 (M.Fairuzabadi M.Kom) dan juga beberapa dosen dan karyawan.

    Dalam kunjungan ziarah tersebut jajaran rektor, yayasan, dosen dan karyawan UPY melaksanakan doa bersama dan tabur bunga di beberapa makam para pendiri, mantan rektor dan pejabat UPY terdahulu. Beberapa makam yang dikunjungi antara lain: Drs. Sjamsuar Mochtar SH di makam kuncen, Drs KRT Selahadiningrat (Sentolo), Drs H. Kusnun (Wates), kemudian Prof. Buchory di makam Nologaten, Doddy Soejono M.A di makam Condong Catur, dan Moh. Jumali di makam Pahlawan Kusumabrata.

    Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tahun dengan tujuan untuk mendoakan arwah pendahulu agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta mengenang dan menghormati jasa para pendiri dan pendahulu agar semangatnya tetap membara dalam kehidupan civitas akademika UPY.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/sambut-mahasiswa-baru-upy-gelar-pkkmb-secara-daring

  • Sambut Mahasiswa Baru, UPY Gelar PKKMB Secara Daring

    Sambut Mahasiswa Baru, UPY Gelar PKKMB Secara Daring

    Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia khususnya Yogyakarta tentu mempengaruhi kegiatan akademik di seluruh kegiatan Perguruan Tinggi termasuk Universitas PGRI Yogyakart. Berbagai kegiatan yang sebelumnya sudah dialihkan menjadi daring (online) menggunakan zoom, kini juga diterapkan pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Pembukaan Akademik tahun 2020.

    Pelaksanaan PKKMB UPY tahun 2020 yang dilakukan secara virtual melalui zoom

    Universitas PGRI Yogyakarta menggelar rangkaian acara PKKMB tersebut selama 3 hari yang di ikuti sekitar 1.145 mahasiswa denga tema “Gempita Karya Mahasiswa Dalam Satu Warna Nusantara”. Di mulai hari senin tanggal 5 November 2020 untuk pembekalan kemudian selasa-rabu (6-7 November 2020) adalah acara inti pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB).

    Ketua Panitia PKKMB 2020 (Dr. Muhammad Iqbal Birsyada M.Pd) saat menyampaikan sambutan

    Kegiatan yang disiarkan langsung via zoom dan Youtube upyTV dilaksanakan di Studio/Lab Multimedia lantai 5 Gedung Fakultas Saintek Universitas PGRI Yogyakarta. Ketua Panitia PKKMB 2020 (Dr. M. Iqbal Birsyada M.Pd) mengajak seluruh mahasiswa baru UPY untuk menjadikan kegiatan PKKMB 2020 sebagai ajang silaturahmi satu sama lain. Sedangkan Dalam sambutannya sekaligus membuka acara pembekalan PKKMB 2020, Wakil Rektor lll (M. Fairuzabadi M.Kom) menyampaikan tujuan dilaksanakannya PKKMB yaitu merupakan salah satu upaya proses percepatan adaptasi dan pembentukan pribadi mahasiswa yang utuh, berkualitas, sukses dalam studi serta siap menghadapi tantangan masa depan.

    Wakil Rektor lll bidang kemahasiswaan, alumni dan kerjasama (M.Fairuzabadi M.kom) saat menyampaikan sambutan dan membuka acara pembekalan PKKMB, senin (5/11)

    Pada acara inti PKKMB 2020 yang dilaksankan selama 2 hari (6-7 November 2020) mahasiswa mendapatkan beberapa materi yang disampaikan oleh narasumber. Adapun materi tersebut antara lain: Empat pilar berbangsa dan bernegara yang disampaikan oleh Prof. Kaelan MS dari UGM, Sistem Pendidikan Tinggi dan Kebijakan Kampus Merdeka yang disampaikan oleh Ahmad Riyadi M.Kom (WR 1 Bidang Akademik UPY), kemudian materi ketiga adalah tentang Kewirausahaan yang disampaikan oleh Yolanda Agata yaitu owner Salad Nyoo, kemudian materi keempat tentang “Stop Hoax, Radikalisme, Intoleransi dan Terorisme” yang disampaikan oleh Kombes Drs Anjar Gunadi MM dari Polda DIY. Kemudian pada hari kedua PKKMB, rabu(7/11), yaitu materi kelima tentang Wawasan Kebangsaan atau Bela Negara yang disampaikan oleh Letnan satu Rizki Akbar dari Kopassus, dan materi yang terakhir tentang Etika Kampus dan Keistimewaan Jogja yang disampaikan langsung oleh Bapak Baskara Aji selaku Sekda DIY.

    Rektor UPY (Dr Ir Paiman M.P) menyapa mahasiswa baru peserta PKKMB UPY 2020 secara virtual sekaligus membuka acara inti, selasa (6/11)

    Diharapkan dengan adanya kegiatan PKKMB ini, walaupun masih ditengah pandemi Covid-19 baik mahasiswa maupun kampus dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru ini. Dan tetap harus berinovasi untuk mengantarkan calon generasi penerus khususnya mahasiswa, menjadi mahasiswa UPY yang unggul dan berdaya saing pada era global.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/berkarya-dan-berprestasi-mapres-upy-raih-piala-di-lomba-video-cosplay

     

  • Berkarya dan Berprestasi, Mapres UPY Raih Piala di Lomba Video Cosplay

    Berkarya dan Berprestasi, Mapres UPY Raih Piala di Lomba Video Cosplay

    Dalam rangka hari museum Internasional, Museum Jenderal Sudirman berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta menyelenggarakan Lomba Video Edukasi Cosplay Pahlawan 2020 pada senin, 12 Oktober 2020.

    Kegiatan lomba video cosplay Pahlawan itu pun berjalan lancar dengan target peserta di seluruh elemen masyarakat DIY, Pelajar, Mahasiswa, dan YouTuber Lokal. Para peserta lomba sangat antusias dalam menampilkan berbagai karya yang mereka buat. Salah satunya adalah Mahasiswa Berprestasi Universitas PGRI Yogyakarta yaitu Paryadi yang turut berpartisipasi mengikuti lomba video cosplay tersebut.

    Dalam karyanya Paryadi mengusung tema dengan Judul Video “GERILYA” Cosplay Pahlawan Jenderal Sudirman, Menceritakan Perjuangan Jenderal Sudirman dengan perang gerilya dan memberikan kesan moral bagaimana bentuk perjuangan bangsa terutama kaum muda dalam melanjutkan perjuangan di era Revolusi Industri 4.0.

    Sedangkan dari video yang di buat dengan mengambil tema Perjuangan Jenderal Sudirman tersebut, Paryadi dapat meraih Juara ketiga. Menurutnya, “Pemuda harus Berperan dalam melanjutkan Perjuangan para Pahlawan dengan berbagai karya apapun dalam menghadapi revolusi industri 4.0,”tegas Paryadi.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/bukan-sekedar-hafalan-sejarah-tidak-semembosankan-itu

  • Bukan Sekedar Hafalan. Sejarah Tidak Semembosankan Itu!

    Bukan Sekedar Hafalan. Sejarah Tidak Semembosankan Itu!

    Belum lama ini sempat ramai diperbincangkan mengenai mata pelarajan sejarah yang akan di hapus oleh Kementerian. Mengenai hal tersebut Bayu Ananta (Dosen Prosa Pendidikan Sejarah UPY) menyampaikan, memang sempat ada wacana tentang penyederhanaan kurikulum. Dari penyederhanaan kurikulum tersebut muncul prototype-prototype yang baru dimana mata pelajaran sejarah tidak ada dan digeser menjadi peminatan (tidak wajib). Artinya tidak semua siswa akan mendapatkan mata pelajaran sejarah. Dari situlah menimbulkan banyak reaksi baik berupa protes atau berupa tulisan, dsb.

    Menurut Bayu Ananta,“Pelajaran sejarah itu penting, pentingnya karena dari tujuan Pendidikan nasional, sejarah adalah instrumen penting untuk menanamkan karakter dan identitas bangsa.” Misal kita ingin mengetahui siapa kita, berarti kita harus tahu siapa pendahulu atau leluhur kita. Karena memang nilai-nilai karakter itu bisa kita lihat dari suri-suri tauladan para pahlawan. Nah, suri-suri pahlawan itu kita terapkan di kehidupan masa sekarang.”ungkap Bayu saat menjadi narasumber di acara TalkShow Santai Sedjenak (2/10). Sejarah itu melekat di kehidupan kita dan setiap peristiwa selalu memiliki nilai-nilai pelajaran yang bisa kita ambil.”lanjutnya.

    Banyak yang mengatakan bahwa pelajaran sejarah itu membosankan dan membuat mengantuk. Belajar sejarah di kelas sering kali membuat siswa mudah bosan dan mengantuk. Hal itu terjadi karena proses pembelajarannya memakai metode menghafal. “Ini sebenarnya salah satu tantangan untuk guru sejarah kenapa sekarang ini ada isu sejarah akan dihilangkan, karena jujur saja dan ini menjadi tantangan untuk semua guru sejarah, bahwa guru sejarah belum bisa menghilangkan stigma itu bahwa siswa-siswa masih menganggap sejarah itu menghafal dan membuat mengantuk.”tegas Bayu.

    Sebenarnya sejarah itu menyenangkan dan tidak membosankan jika kita bisa mengemasnya dengan cara yang menyenangkan, guru sejarah harus bisa melihat perkembangan zaman siswa. “Seperti di Program Sarjana Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta menggunakan media pembelajaran berbasis laboratorium, dimana kita tidak hanya mempelajari tetapi kita membuat media pembelajaran sejarah. Dengan begitu metode pembelajaran yang disampaikan juga lebih modern. Makanya stigma membaca maupun menghafal harus kita hilangkan. Kalau Menurut Presiden AGSI (Asosiasi Guru Sejarah Indonesia) guru sejarah harus banyak membaca, menulis, dan banyak jalan-jalan. Kenapa? Agar ketika mengajar itu tidak kering, kita bisa menemukan fakta-fakta baru dan memiliki inspirasi untuk di tularkan kepada siswanya,” imbuh Bayu.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/inovasi-pembelajaran-matematika-untuk-anak-tunagrahita

  • Inovasi Pembelajaran Matematika Untuk Anak Tunagrahita

    Inovasi Pembelajaran Matematika Untuk Anak Tunagrahita

    Banyak kendala yang dihadapi anak berkebutuhan khusus (ABK) saat belajar matematika, khususnya anak tunagrahita. Karena itu, mereka membutuhkan media pembelajaran yang manarik dan mampu memudahkan mereka dalam belajar matematika. salah satunya dengan Mathematics Picture Story (MAPICSTO) karya mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY).

    Metode pembelajaran matematika berupa buku cerita bergambar yang didesain dengan konsep buku timbul dan dengan berbagai gambar yang menarik merupakan sebuah inovasi dari Fatmawati, Erdin Vernanda Sutrisna, Siti Zulaikhah dan M Firman Setiawan dengan bimbingan dari Kintoko, M.Pd (Dosen Prosa Pendidikan Matematika UPY). Mereka adalah mahasiswa Program Sarjana pendidikan matematika dan Program Sarjana Informatika Universitas PGRI Yogyakarta. Desain buku ini dibuat timbul dengan tujuan agar daya membaca materi matematika dasar pada anak tunagrahita meningkat. “Isinya dibuat seperti cerita pada kehidupan sehari-hari misalnya di sekolah dan dirumah” kata ketua tim Inovasi Mapicsto Fatmawati.

    Di dalam cerita tersebut terdapat unsur pelajaran matematika yaitu operasi bilangan, bisa dalam bentuk penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan juga perkalian. Penggabungan cerita dengan pelajaran matematika itu dikemas dalam cerita kehidupan sehari-hari. Contohnya cerita memetik buah mangga, membeli alat tulis dan berbagai keperluan lainnya. Anak-anak pun langsung bisa mengaplikasikan pelajaran matematika tersebut dalam buku ceritanya. “Cara ini lebih memudahkan mereka dalam belajar matematika” ujarnya.

    Fatma menyatakan bahwa media inovasi MAPICSTO ini memang didesain khusus untuk anak tunagrahita. Karena anak tunagrahita memiliki kemampuan terbatas dalam pemahaman bacaan tanpa adanya gambar atau bentuk nyata dari suatu benda. Jadi media ini memudahkan anak tunagrahita dalam belajar matematika dasar yang diaplikasikan dengan gambar nyata suatu benda di kehidupan sehari-hari.

    Fatma menjelaskan, ide tersebut muncul berawal dari pengalaman ketika ada siswa tunagrahita di dekat rumahnya yang memintanya untuk membantu belajar matematika. dari pengalaman itu, ternyata media pembelajaran bagi anak ABK masih menggunakan buku biasa. Hal tersebut membuat anak-anak kurang tertarik dalam belajar matematika. “Jadi kami berfikir untuk membuat suatu inovasi media pembelajaran untuk mereka” tegasnya.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/putus-rantai-penyebaran-covid-19-kecamatan-kasihan-adakan-sosialisasi-dan-operasi-di-sekitar-upy