Kategori: Berita Utama

  • Putus Rantai Penyebaran Covid-19, Kecamatan Kasihan adakan Sosialisasi dan Operasi Di Sekitar UPY

    Putus Rantai Penyebaran Covid-19, Kecamatan Kasihan adakan Sosialisasi dan Operasi Di Sekitar UPY

    Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker (Germasker) pada hari rabu, 23 September 2020 berkunjung dan silaturahmi ke Universitas PGRI Yogyakarta dalam rangka membahas perkembangan Covid-19. Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari unsur Kecamatan Kasihan, Polsek, Koramil, Puskesmas, Korwil Pendidikan, Desa, FPRB dan Satgas Covid-19.

    Pada kesempatan pertemuan tersebut sekaligus dilanjutkan dengan melakukan kegiatan Operasi Yustisi penggunaan masker di sekitar kampus UPY. Sebanyak kurang lebih 60 anggota melaksanakan operasi dibagi kedalam 4 tim yang terdiri dari unsur Kecamatan, Polsek, Koramil, Puskesmas, Korwil Pendidikan, Desa, FPRB dan Satgas Covid-19. Masing-masing tim menuju lokasi yang sudah ditentukan yaitu kearah barat, timur, selatan dan utara dari kampus UPY.

    Tim Operasi gabungan tersebut melakukan sosialisasi dan operasi penggunaan masker di warung-warung dan toko sekitar kampus UPY guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Dalam operasi yang dilakukan rabu (23/09), Tim Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker menegaskan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak).

    “Universitas PGRI Yogyakarta sangat mendukung gerakan ini sepenuhnya guna memutus rantai penyebaran Covid-19 dan semoga pandemi ini segera berakhir,” tegas Sigit Handoko, S.H M.H (Kepala Lembaga Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas PGRI Yogyakarta).

    “Oleh karena itulah kita harus selalu memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai air dan sabun, kemudian tetap menjaga jarak,”lanjut Sigit Handoko.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/3-mahasiswa-upy-terima-beasiswa-dari-bank-bpd-diy

  • Berikut Daftar Pencalonan Beasiswa KIP 2020 UPY

    Berikut Daftar Pencalonan Beasiswa KIP 2020 UPY

    Bagi Camaba yang belum melakukan registrasi dan pemberkasan diunit PMB agar melakukan pemberkasan untuk mendapatkan NIM supaya bisa di ajukan sebagai penerima KIP kuliah, dan mengirimkan berkas KIP bagi yang belum via email file PDF ke lkk@upy.ac.id maksimal tanggal 16 September 2020, peserta dinyatakan gugur bila tidak melakukan registrasi dan pemberkasan melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

    Berikut Daftar Pencalonan Beasiswa KIP 2020 UPY

  • 3 Mahasiswa UPY Terima Beasiswa Dari Bank BPD DIY

    3 Mahasiswa UPY Terima Beasiswa Dari Bank BPD DIY

    Sebanyak 3 mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menerima beasiswa dari Bank Pembangunan Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY). Beasiswa diterima Rektor UPY, Dr. Paiman, M.P dan selanjutnya diserahkan kepada mahasiswa di kampus UPY pada Rabu, 2 September 2020 di ruang sidang rektorat. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Afrin Septiana Widanti (Prosa Pendidikan Bahasa Inggris), Dwi Unggul Mispondari ( Prosa Pendidikan Sejarah), Endah Aristyas Ikhaputri (Prosa Akuntansi).

    Penyerahan Beasiswa untuk Mahasiswa dari Bank BPD di ruang sidang rektorat

    Rektor UPY, Dr. Paiman, M.P mengucapkan terimakasih kepada Bank BPD DIY atas perhatian dan dukungan kepada UPY dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa sebanyak 3 orang. Harapannya Kerjasama dengan Bank BPD DIY akan terus berjalan dan saling berkolaborasi mencari potensi-potensi apa yang dapat dikembangkan bersama.

    Pemberian beasiswa kepada mahasiswa bukan tanpa harapan. Beasiswa harus memberikan makna dan bisa menstimulus mahasiswa penerima agar belajar lebih baik. Agus Ridwanta selaku Pimpinan Cabang Bank BPD DIY mengatakan, beasiswa tersebut merupakan bentuk kepedulian CSR Bank BPD DIY untuk seluruh kampus yang ada di DIY termasuk Universitas PGRI Yogyakarta.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/mengembangkan-pendidikan-karakter-berbasis-budaya-menuju-society-50

  • Mengembangkan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Menuju Society 5.0

    Mengembangkan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Menuju Society 5.0

    Himpunan Mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Yogyakarta menggelar Seminar Online dan Call For Papers Virtual 2020 dengan mengangkat tema “Mengembangkan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Menuju Society 5.0”. Seminar Online tersebut dilaksanakan di Studio lantai 5 Gedung Fakultas Saintek dengan Live Streaming youtube upyTV dan via zoom dengan pembicara yaitu Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd (Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan UNESA), Prof. Dr. Endang Nurhayati, M.Hum (Dosen Budaya Jawa UNY), dan Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si, M.Pd (Pakar Pendidikan Ki Ageng Suryomentaram dan Dosen UPY).

    Seminar Online tersebut di buka oleh Ari Wibowo, M.Pd (Kaprodi PGSD), beliau berharap walaupun seminar dilakukan secara virtual ataupun online semoga tidak mengurangi esensi dari pelaksanaan seminar untuk membuka pikiran kita mengenai tantangan-tantangan terutama di bidang Pendidikan di masa yang akan datang dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat di era digital ini. Begitu juga yang disampaikan oleh Darsono, M.Pd (Dekan FKIP UPY), beliau menyampaikan bahwa di perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat mau tidak mau kita dituntut untuk mengikuti perkembangan tersebut. Pengetahuan dan Teknologi adalah upaya untuk meningkatkan harkat, martabat manusia. Namun disisi lain kadang-kadang muncul faktor negatif dari perkembangan pengetahuan dan teknologi tersebut. Karena itulah perlu kita sikapi bagaimana mempersiapkan manusianya. Jika dicermati revolusi industri 4.0 berorientasi pada pengetahuan dan teknologi, sementara konsep society 5.0 berorientasi pada manusia. Artinya bagaimana kita mempersiapkan masyarakat sekarang ini untuk menghadapi revolusi industri 5.0.

    Menurut Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd “Menjadi Guru SD itu seperti sebuah pondasi rumah jadi perannya penting karena menyangga rumah, memberi pondasi pada Pendidikan di SMP, SMA bahkan sampai Perguruan Tinggi. Peran guru SD itu tidak tampak karena memang seperti pondasi, yang nampak ya dinding atau atapnya ( SMP, SMA, Perguruan Tinggi). Pendidikan itu tidak hanya mengajarkan kemampuan saja akan tetapi watak atau karakter harus ditanamkan kepada generasi penerus. Karakter sangat dibutuhkan untuk segala aspek kehidupan, dimana kita ketahui bahwa era digital telah masuk ke kehidupan yang menjadikan orang kaya atau sukses yang dibutuhkan adalah kerja keras. Buatlah lingkungan budaya disekitar kita sebaik mungkin untuk menanamkan karakter kepada kita semua karena dengan menciptakan lingkungan dengan budaya yang baik maka karakter juga baik. Tanamkan nilai-nilai karakter yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia dengan keberagaman yang ada sesuai wilayah masing-masing agar nilai-nilai budaya yang ada dapat di tanamkan kepada generasi penerus. Karakter tidak dapat diajarkan tapi ditularkan dengan keteladanan, oleh siapa? Oleh kita sebagai generasi penerus Bangsa.

    Sementara pada materi kedua tentang Pendidikan Karakter Berbasis Budaya, Prof. Endang Nurhayati, M.Hum menyampaikan “Jangan sampai Pendidikan itu tanpa karakter dan Pendidikan harus mengacu pada nilai nilai budaya terutama di Indonesia yang terkenal akan keragaman budaya, berarti kita harus menyesuaikan dengan nilai-nilai kebudayaan yang ada pada daerah kita masing-masing”. Karena dengan budaya tersebut dapat menciptakan tata nilai kehidupan masyarakat yang adiluhung. Prof. Endang juga menjelaskan terkait dengan budaya jawa yaitu nilai-nilai karakter yang terdapat pada kebudayaan jawa dapat ditanamkan melalui tembang macapat seperti dandang gula, pangkur, kemudian melalui sastra, wangsalan, teknologi penanggalan jawa, rerepan dan mantra. Nilai-nilai budaya lokal bisa dijadikan bahan pemasok penciptaan karya sastra dalam lintas masa, dan lintas budaya sepanjang ada yang menggali dan mensosialisasikan Kembali, dengan cara menyeleksi nilai-nilai yang masih relefan dan didukung artefak serta ilmu pengetahuan yang memadai.

    Sedangkan pemateri ketiga, Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si, M.Pd menerangkan Kawruh Pamomong Ki Ageng Suryomentaram Di Era Society 5.0 tentang Relevansi dan Implementasi Pada Pembelajaran Di Sekolah Dasar. Kawruh Pamomong adalah cara mendidik dengan raos atau rasa jiwa agar anak bertindak benar, memiliki cinta kasih dan indah. Menurutnya “Kawruh Pamomong KAS dapat menjadi solusi untuk menumbuhkan raos/rasa jiwa kreatif dan inovatif siswa sekolah dasar melalui pembelajaran pada setiap muatan pelajaran. Hal ini dikarenakan kawruh pamomong KAS merupakan cara untuk menumbuhkan kompetensi sikap pada setiap muatan pelajaran dan tidak mengubah substansi materi setiap muatan pelajaran yang terdapat pada Kompetensi. Kemudian melalui ajakan guru kepada siswa untuk berpikir benar, “sih” dan indah terhadap suatu permasalahan sosial, siswa akan bertindak benar, “sih” dan indah dalam menentukan solusi terbaik pada setiap permasalahan.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/pentingnya-peran-orang-tua-guru-dan-lingkungan-sekitar-bagi-anak-autism

  • Pentingnya Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan Sekitar Bagi Anak Autism

    Pentingnya Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan Sekitar Bagi Anak Autism

    Program Sarjana PLB dan PG Paud Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Online pada 12 agustus 2020 yakni dengan tema “Manajemen Penanganan Autism Spectrum Disorde Pada Anak Usia Dini” melalui aplikasi zoom dan disiarkan secara live streaming di youtube upyTV. Pada Seminar Online tersebut panitia mengundang narasumber yaitu Dr. Joko Yuwono, M.Pd (Dosen PLB Universitas Sebelas Maret) dan Rissa Widianti, M.Pd (Terapis ABK, Owner Sanggar Potensi Anak Madani).

    Webinar 2nd EFA & Call For Paper di buka oleh Drs Eko Sumardi, M.Pd (Kepala BP PAUD & DIKMAS DIY), beliau mengucapkan terimakasih kepada panitia, moderator, dan semua peserta webinar yang sudah bergabung. “alhamdulillah puji syukur atas rahmat dari Tuhan YME kita semua bisa berkumpul disini walaupun melalui video call/zoom tanpa mengurangi makna dari silaturahmi yang sudah kita jalin selama ini.”kata Eko Sumardi (Kepala BP PAUD & DIKMAS DIY) dalam sambutannya melalui zoom. Webinar atau seminar ini terselenggara karena Kerjasama antara BP PAUD & DIKMAS DIY dengan Universitas PGRI Yogyakarta secara bersama-sama menginisiasi pelaksanaan webinar ini. Drs Eko Sumardi, M.Pd selaku Kepala BP PAUD & DIKMAS DIY berharap untuk semua peserta bisa mengikuti webinar ini sampai selesai agar ilmu yang diberikan oleh narasumber bisa di aplikasikan, sehingga kita bisa saling memberi ilmu yang kita pelajari bersama.

    Drs. Eko Sumardi, M.Pd (Kepala BP PAUD dan Dikmas DIY) saat memberikan sambutan dan membuka acara seminar online via zoom

    Webinar atau Seminar tersebut berbeda dari yang lain yang selama ini sudah dilakukan di masa pandemi yang notabane mengacu pada anak-anak paud yang tidak berkebutuhan khusus, tetapi pada kesempatan ini BP PAUD & DIKMAS DIY yang berkolaborasi dengan Universitas PGRI Yogyakarta mengadakan seminar dimana mengacu bagaimana menangani anak-anak berkebutuhan khusus, karena bagaimanapun anak-anak yang berkebutuhan khusus juga harus diberi treatment karena mereka memiliki hak untuk belajar sama seperti dengan yang lainnya.

    Sementara dalam penjelasannya, Dr. Joko Yuwono, M.Pd (Dosen PLB Universitas Sebelas Maret) menerangkan perihal pentingnya seorang Guru, Terapis, Orang Tua, Keluarga atau siapa saja yang hidup bersama anak autis sebaiknya mengenali anak autis secara detail. Untuk itulah orang-orang itu menjadi bagian penting untuk mengenali, memahami sampai detail terkait dengan problem-problem dan kemampuan anak autis tersebut.

    Dr. Joko Yuwono, M.Pd (Dosen PLB Universitas Sebelas Maret) saat menyampaikan materi seminar online

    Sedangkan Rissa Widianti, M.Pd (Kak Rissa) menjelaskan tentang tata laksana perilaku anak dengan autism spectrum disorder. Kak Rissa menerangkan bahwa autism bisa mulai dideteksi saat anak itu masih berumur 2-3 tahun apakah anak tersebut mengarah pada gejala autism atau tidak. Untuk setiap anak autism itu berbeda-beda, baik dari intelegensi diatas rata-rata, ada juga bahasa nomal namun memiliki hambatan di fungsi sosialnya dan juga intelegensia kurang dan non-verbal.

    Rissa Widianti, M.Pd (Terapis ABK, Owner Sanggar Potensi Anak Madani)

    Memang tidak mudah berkomunikasi dengan anak yang menderita autism. Namun, dukungan orang tua dan orang-orang di lingkungan sekitar tentu sangat berarti bagi anak tersebut. Dengan mampu memahami kebiasaan-kebiasaan anak, menyadari apa yang bisa dan belum bisa dilakukan dan membentuk ikatan batin yang kuat agar anak tersebut dapat berkembang dengan baik.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/upy-melaksanakan-wisuda-dengan-model-drive-thru

  • UPY Melaksanakan Wisuda Dengan Model Drive Thru

    UPY Melaksanakan Wisuda Dengan Model Drive Thru

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksanakan prosesi wisuda sarjana dan pascasarjana di Kampus Pusat Unit 1, Sonosewu, Yogyakarta, Sabtu (29/8/2020). Dalam prosesnya, upacara wisuda dilaksanakan dengan menggunakan metode “Drive Thru” mengingat masih berlangsungnya masa pandemi Covid-19. Pelaksanaan wisuda tersebut diikuti oleh sebanyak 191 wisudawan wisudawati dan juga disiarkan secara live streaming di youtube upyTV.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY Dr. Paiman, MP berpesan kepada seluruh wisudawan wisudawati, bahwa wisuda bukanlah tujuan akhir suatu pembelajaran, justru sebaliknya wisuda adalah awal proses pembelajaran di masyarakat.

    “Hal yang utama dari seseorang ketika berkarir untuk meraih kesuksesan bukanlah faktor kecerdasan IQ, tetapi sifat kejujuran (honesty). Diharapkan semua alumni UPY yang berkarya dapat mengedepankan sifat kejujuran untuk meraih kesuksesan dan kebahagian di masa kini dan masa depan,” ungkap Dr. Paiman, MP.

    UPY terus berusaha melakukan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dengan jargon “UPY siap tumbuh eksponensial”, menurut Dr. Paiman, MP, hal ini terwujud dengan meningkatnya peringkat UPY baik di skala regional maupun nasional. “UPY juga berusaha terus meningkatkan peringkat akreditasi seluruh program studi yang ada,” tegasnya.

    Saat ini sudah ada empat program studi yang terakreditasi peringkat A dan sebagiannya terakreditasi peringkat B. UPY juga mempunyai beberapa prodi baru, seperti Teknik Industri, Farmasi, Teknik Rekayasa Medis, Teknik Arsitektur, Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO), Teknologi Hasil Pertanian, Gizi, dan Teknik Elektro Medis. “Semoga UPY terus tumbuh eksponensial, maju dan jaya. Amin,” tutup Dr. Paiman, MP.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/mengenal-kreasi-pangan-istimewa-di-era-pandemi-bersama-prosa-teknologi-hasil-pertanian-upy

  • Mengenal Kreasi Pangan Istimewa Di Era Pandemi bersama Prosa Teknologi Hasil Pertanian UPY

    Mengenal Kreasi Pangan Istimewa Di Era Pandemi bersama Prosa Teknologi Hasil Pertanian UPY

    Prosa Teknologi Hasil Pertanian itu cukup komplek namun kebanyakan salah menafsirkan, THP (Teknologi Hasil Pertanian) selama ini hanya soal menanam dan tata boga, padahal berbeda. Nah, inilah yang menarik karena di THP mempunyai 2 cabang obyek yaitu pangan nabati(umbi-umbian, sayur-sayuran, bauh-buahan dan pangan hewani (peternakan, perikanan air laut maupun tawar), kata Suharman, S.TP.,M.Sc (Dosen Teknologi Hasil Pertanian UPY)

    Terkait krisis pangan atau ketersediaan pangan apalagi di era pandemi ini memang sangat berpengaruh dan Indonesia adalah negara yang tidak pernah lepas dari impor. Kalau diklasifikasikan untuk kebutuhan pokok pun seperti beras di Indonesia pun masih kurang, nah ini kemudian yang dikawatirkan pemerintah kalau misal stok pangan nasional tidak mencukupi akan terjadi krisis, inilah kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk menerapkan diversifikasi pangan lokal. Apalagi pangan lokal di Indonesia begitu beragam. Nah di era pandemi ini sebenarnya momentum kita untuk bagaimana menghasilkan produk-produk unggulan yang basisnya dari hasil pertanian lokal kita selain beras, semisal umbi-umbian, jagung, singkong, dll.

    Dengan begitu ini juga bagus untuk merubah stigma atau pola pikir masyarakat indonesia tentang makan yang tidak harus pakai nasi, namun banyak pula kreasi-kreasi pangan lokal dari umbi-umbian, jagung, singkong, dll. Saat ini sudah banyak didaerah-daerah yang membuat kreasi-kreasi pangan lokal namun sepertinya belum ada pengolahan yang maksimal, kebanyakan saat ini masih sebatas di rebus dan di goreng. Padahal kita masih bisa berkreasi maupun berinovasi bagaimana dari singkong tersebut di olah menjadi tepung menghasilkan turunan berbagai jenis produk misalnya seperti brownies ubi jala ungu yang sangat diminati selain karena bentuknya menarik, warna yang menarik dan rasanya juga tidak kalah dengan beras atau tepung terigu. Belum lama kemarin dari THP UPY melakukan pengabdian di daerah Bantul dimana dilokasi tersebut potensi singkongnya cukup besar dan bersama dengan warga dusun Sanan memaksimalkan pengolahan singkong.

    Untuk produk makanan dari singkong, Prosa THP UPY membuat sebuah produk frozen singkong bernama Telasa yaitu perpaduan dari Tela, Singkong dan Sanan. Sanan adalah nama dusun di daerah Bantul. “Jadi sebenarnya kita ingin menampilkan ciri khas yang ada didaerah tesebut dan bisa menjadi identitas produk dari daerah Sanan juga bisa menjadi produk oleh-oleh yang berciri khas dan kita menambah rempah-rempah pilihan yang menjadikan keunikan produk ini untuk menjadikan produk ini beda dari frozen singkong yang lain.”jelas Suharman.

    Suharman Mengatakan selain makanan, Dosen-dosen Prosa THP UPY juga mengembangkan produk minuman bernama Redjo sebuah teh rempah celup yang saat ini juga sudah diproduksi dan dikembangkan bersama kelompok ibu-ibu PKK binaan THP UPY di Bawuran, Tegalrejo, Bantul. Bahan utama dari teh rempah tersebut adalah telang atau semacam kembang bunga dan di tambah serai kemudian jahe sehingga dari ketiga komposisi tersebut menghasilkan produk yang sangat pas dan tentunya berkasiat banyak pun menyehatkan bagi tubuh kita.

    Teknologi Hasil Pertanian UPY basicnya sebenarnya adalah lebih ke produksi, dan juga kemasan atau packaging bagaiman kita mendesain kemasan lebih menarik untuk di minati konsumen jadi bukan hanya dari segi rasa dan kualitas produk yang kita tampilkan, namun kita juga mempelajari bagaimana packagingnya sehingga menjadi menarik bagi konsumen. Maka dari itulah kita berusaha menghasilkan produk-produk unggulan dari pangan lokal,“jelas Suharman.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/upy-dan-stim-ykpn-kerja-sama-tingkatkan-kualitas-dosen

  • UPY dan STIM YKPN Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Dosen

    UPY dan STIM YKPN Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Dosen

    Universitas PGRI Yogyakarta – Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN (STIM YKPN), Selasa (11/08/2020), melakukan kunjungan kerja ke Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan mendorong kompetensi dosen. Kunjungan kerja yang dilakukan STIM YKPN ke Universitas PGRI Yogyakarta di laksanakan di Gedung Baru Fakultas Saintek UPY dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Rombongan dari STIM YKPN yang dipimpin ketua Dr. Suparmono, langsung ditemui jajaran pimpinan UPY. Mereka yang hadir di antaranya Rektor UPY, Dr.Ir.Paiman M.P, Wakil Rektor 1 Ahmad Riyadi, M.Kom, Wakil Rektor 2 Saptaningsih Sumarmi, S.E, M.M, Wakil Rektor 3 M.Fairuzabadi, M.Kom, dan Ketua Yayasan YP UPY, Armansyah Prasakti, S.H, S.Pn, M.H. Adapun perwakilan tim dari STIM YKPN yang turut serta dalam kunjungan tersebut adalah perwakilan dari bidang Akademik, bidang Kemahasiswaan, perwakilan bagian Satuan Pengendalian Mutu Internal (SPMI), bagian Percetakan dan Penerbitan STIM YKPN (UPP STIM YKPN), serta perwakilan bagian Humas & Kerja sama.

    Agenda utama kunjungan kerja tersebut adalah diskusi terkait mekanisme pengembangan dosen yang sudah diterapkan di Universitas PGRI Yogyakarta untuk kemudian dapat diadopsi untuk diterapkan di STIM YKPN. Materi diskusi disampaikan langsung oleh Rektor UPY, Dr. Paiman, M.P. Rektor UPY, Dr.Paiman, dalam kata sambutannya menyatakan terimakasih atas kunjungan tersebut dan berharap ke depan antara STIM YKPN dan UPY terjalin kerja sama untuk saling meningkatkan kualitas kampus baik dari segi pengajaran maupun yang lainnya. Saat ini UPY juga terus melakukan peningkatan Universitas baik dari segi fisik maupun non fisik.

    Selain agenda pengembangan dosen, STIM YKPN juga melakukan kerja sama dengan UPY dalam hal pengembangan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dituangkan dalam bentuk Nota Kesepahaman. Menurut Dr. Suparmono (Ketua STIM YKPN) Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen STIM YKPN untuk terus meningkatkan kualitas dosen dalam hal pengajaran, penelitian dan publikasi ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional serta pengabdian kepada masyarakat, maka dari itulah STIM YKPN memilih UPY untuk saling berkolaborasi dalam peningkatan kualitas kampus, yang dalam beberapa tahun ini UPY sudah mengalami perkembangan yang baik.

    Diharapkan dengan adanya program-program pengembangan dosen dan mekanisme pengembangan yang efektif akan berdampak pula pada kualitas lulusan baik dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) maupun dari STIM YKPN.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/studi-banding-uniwara-pasuruan-puji-kemajuan-upy

  • Studi Banding, Uniwara Pasuruan Puji Kemajuan UPY

    Studi Banding, Uniwara Pasuruan Puji Kemajuan UPY

    UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA — Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara) Pasuran, Jawa Timur, Senin (20/7/2020), melakukan kunjungan ke Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Mereka melakukan studi banding ke UPY terkait dengan tata kelola berbasis information technology (IT) yang kini sedang diterapkan di Uniwara.

    Rombongan dari Uniwara dipimpin langsung Rektor UNIWARA, Dr. Daryono, M.Pd, dan ditemui jajaran pimpinan UPY di Auditorium UPY. Mereka yang hadir di antaranya Rektor UPY, Dr.Ir.Paiman M.P, Wakil Rektor 1 Ahmad Riyadi, M.Kom, Wakil Rektor 2 Saptaningsih Sumarmi, S.E, M.M, Wakil Rektor 3 M.Fairuzabadi, M.Kom, Kepala BAAK Sunggito Aoyama, M.T, Kepala Divisi Sistem Informasi Aditya Wahana, M.Kom dan Ketua Yayasan YP UPY, Armansyah Prasakti, S.H, S.Pn, M.H

    Rektor UPY, Dr.Paiman, dalam kata sambutannya menyatakan terimaksih atas kunjungan tersebut dan berharap ke depan antara Uniwara dan UPY terjalin kerja sama dan saling mengisi lebih erat. “UPY saat ini juga sedang menjalin kerja sama baik di luar maupun dalam negeri, apalagi kita sama-sama PGRI jadi mari kita terbuka saja dan ayo kita kerjakan bareng-bareng, saling bekerjasama, saling mengisi dengan kelebihan kita masing-masing agar kita sama-sama menjadi besar,” jelas Paiman.

    Sementara Rektor UNIWARA, Dr. Daryono, M.Pd, mengucapkan terimakasih kepada UPY yang telah menerima dan menjamu mereka dengan luar biasa sekaligus memberi kesempatan belajar serta sharing bersama terkait tata kelola berbasis IT yang ada di UPY. “Kami berkeinginan kampus UNIWARA ini menjadi kampus cyber, kampus dengan layanan interconnected learning dan layanan-layanan lain yang bersifat digital,” kata Dr.Daryono

    Ia juga memuji perkembangan UPY yang sangat pesat karena itulah UNIWARA memilih salah satunya Universitas PGRI Yogyakarta dalam kunjungan studi tersebut. Sebelumnya mereka telah berkunjung ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Uniwara sebelumnya adalah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Pasurauan yang kini berubah status menjadi Universitas Wiranegara, Pasuruan.

    “Rangkaian kunjungan ini merupakan salah satu upaya mewujudkan visi misi kami ingin menjadi kampus cyber dengan cyber elearning dan digital kampus. Maka dari itulah kunjungan kami ke UPY ini fokus terhadap tata kelola berbasis IT, namun tidak menutup kemungkinan ilmu-ilmu lain yang kita peroleh dari UPY akan kami terapkan juga di UNIWARA,” lanjut Daryono.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/era-new-normal-forkompimcam-kasihan-tinjau-kesiapan-upy

  • Era New Normal, Forkompimcam Kasihan Tinjau Kesiapan UPY

    Era New Normal, Forkompimcam Kasihan Tinjau Kesiapan UPY

    UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Kasihan, Kabupaten Bantul, melakukan silaturahmi ke Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Jumat (3/7/2020). Kunjungan dilakukan dalam rangka koordinasi sekaligus meninjau kesiapan UPY terkait era new normal dalam pandemi covid-19 sehubungan dengan rencana akan kembali aktifnya perkuliahan mahasiswa.

    Kedatangan Forkompimcam yang tediri dari Camat Kasihan (Slamet Santosa, S.IP), Danramil Kasihan (Mayor Seni Agus Riyanta), dan Kapolsek Kasihan (Kompol Y. Tarwogo Nugroho, S.H) namun beliau berhalangan hadir yang kemudian diwakili Babinkamtibmas Ngestiharjo disambut Rektor UPY, Dr.Ir.Paiman, M.P, di ruang Rektor UPY.

    Pada kesempatan itu Camat Kasihan selaku Ketua Forkompimcam kepada Rektor UPY menyatakan bahwa kunjungannya kampus ini selain menjalin tali silaturahmi antara dunia kampus, pemerintah tingkat kecamatan dan masyarakat secara umum juga membahas dan berkoordinasi soal rencana kembali aktifnya mahasiswa ke UPY masuk kuliah. Dibahas juga tentang rencana pembentukan Tim Gugus Covid-19 Ngestiharjo.

    Forkompimcam Kasihan juga menyampaikan bahwa pihaknya berencana melakukan Pembentukan Gugus Covid-19 Ngestiharjo yang melibatkan perguruan tinggi di wilayah Ngestiharjo (UPY, Akademi Keperawatan YKY, STIE YKP), 12 Dukuh se Ngestiharjo, Puskesmas di Ngestiharjo, induk semang dari tempat kos yang berada di wilayah Ngestiharjo.

    Sementara Rektor UPY Dr. Ir. Paiman, M.P menyatakan pihaknya telah melakukan persiapan matang sehubungan dengan akan kembali aktifnya mahasiswa ke kampus. Menurut dia, pihaknya siap melaksanakan perkuliahan dengan berpedoman pada Protokol Kesehatan.

    Sejak memasuki New Normal, kata Dr Paiman, UPY sudah menerapkan pedoman protokol kesehatan dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah di antaranya mewajibkan memakai masker, menyiapkan tim dan tempat pengecekan suhu tubuh tiap civitas academika dengan thermogun, serta membuat tempat cuci tangan di sejumlah sudut kampus.

    Dalam kunjungannya ke UPY Forkompimcam berkesempatan mengunjungi Museorium Sejarah UPY didampingi  Dr.Ir.Paiman, M.P beserta jajaran. Camat Kasihan, Slamet Santosa, merasa kagum dengan Museorium Sejarah di UPY, menurutnya koleksi di museum tersebut lumayan bagus dan lengkap, salah satunya bangunan-bangunan sejarah masa kerajaan yang didisplay dengan apik.

    Setelah mengunjungi dan berkeliling area Museorium Sejarah UPY, rombongan Forkompimcam berserta Rektor meninjau Masjid Sela UPY dalam penerapan Protokol Kesehatan sekaligus melaksanakan ibadah salat Jumat bersama. (***)

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/rektor-upy-lantik-ketua-prosa-agroteknologi