Kategori: Berita Utama

  • Lokakarya; Penulisan Kreatif Etnografi

    Lokakarya; Penulisan Kreatif Etnografi

    Kamis, 8 Agustus 2019 bertempat di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengadakan acara Lokakarya dengan tema “Penulisan Kreatif Etnografi” dengan pembicara Dr. Sigit Prawoto, M.Hum. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor 3, Muhammad Fariuzabadi, M.Kom. Kemudian penyambutan dari Kaprodi PBSI, Primasari Wahyuni, M.Pd. Dan hadir juga Dekan FKIP UPY, Darsono, M.Pd, serta dihadiri oleh seluruh dosen PBSI UPY. Dalam acara tersebut diikuti oleh mahasiswa PBSI UPY terutama diwajibkan bagi mahasiswa semester 6 yang diharapkan untuk menjadi bekal menulis skripsi ataupun penelitian mahasiswa.

    Sigit Prawoto, M.Hum memaparkan bagaimana teknik etnografi dengan cara melakukan pengamatan atas budaya masyarakat dengan melibatkan diri secara langsung di dalam masyarakat itu dalam waktu tertentu, dan memamparkan bagaimana menulis secara etnografis. Menulis secara etnografis dapat dilakukan dengan langkah-langkah yang meliputi; pertama, persiapan apa yang kita ketahui tentang kebudayaan yang dipelajari.  Kedua, pendahuluan membuat surat pernyataan kesediaan untuk terlibat dalam projek kita untuk menjadi narasumber. Ketiga, catatan lapangan/catatan wawancara, transkipsi dengan mencatat kunjungan yang kita lakukan di tempat itu, mencatat wawancara dengan partisipasi, dan mentraslitari hasil wawancara. Keempat, membuat jurnal/catatan harian yang berisi monolog internal atas apa yang kita pikirkan selama pelaksanaan projek itu, seperti memikirkan apa yang kita lihat, yang membuat kita bingung, dan apa yang harus kita pastikan untuk diwawancarai ataupun yang dapat memastikan bahwa kita berada di jalan lurus. Kelima draft dan revisi, tulisan yang perlu di sampaikan dan dikonfirmasi agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/seminar-nasional-dan-call-for-paper-plb-paud-penguatan-pendidikan-inklusif-dalam-layanan-paud-keluarga-dan-sekolah

  • SEMINAR NASIONAL DAN CALL FOR PAPER PLB PAUD ” PENGUATAN PENDIDIKAN INKLUSIF DALAM LAYANAN PAUD, KELUARGA DAN SEKOLAH”

    SEMINAR NASIONAL DAN CALL FOR PAPER PLB PAUD ” PENGUATAN PENDIDIKAN INKLUSIF DALAM LAYANAN PAUD, KELUARGA DAN SEKOLAH”

    Program studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UPY untuk pertama kali menyelenggarakan 1st EFA 2019 Seminar nasional dan Call for Papers (22/7) dengan tajuk “Penguatan Pendidikan Inklusif dalam Layanan PAUD, Keluarga dan Sekolah” di SLB N 1 Bantul. Kegiatan ini berlangsung dengan sukses tidak lepas dari dukungan sponsor yatu, PT. Bugaro Mitra Selaras, Movie Box, Naisu Bento dan Qumicom.

    Seminar dibuka langsung oleh Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Ir. Paiman, MP. Dalam sambutanya, Rektor UPY mengatakan bahwa program studi PLB dan PG-PAUD bersama UPY menyiapkan diri untuk tumbuh exponential (10 kali lipat) dengan terus mendorong prodi PLB dan PG-PAUD mengembangkan segala aspek seperti pengembangan keilmuan, sumber daya manusia dan menyediakan LAB terpadu yang representatif bagi perkembangan keilmuan dan luaran program demi terwujunya visi UPY Apik dan Unggul.

    Ketua Panitia 1st EFA 2019, Yulian Agus Suminar, M.Pd menjelaskan, kegiatan ini dihelat sebagai kolaborasi program studi PLB dan PG-PAUD untuk memberikan ruang akademik kepada seluruh stakeholder dan sebagai media promosi prodi PLB dan PG-PAUD yang sudah memasuki tahun ke 2. Seminar diawali dengan pemaparan dari tiga narasumber yang mewakili akademisi dan praktisi yaitu: Prof. Dr. Suparno, M.Pd (Guru besar UNY dibidang Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dini) , Dr. Sukadari S.E., S.H., M.M (Dosen UPY) dan Asmar, S.Psi., M.Si., M.Psi., Psikolog (Praktisi Psikologi Klinis dan pemerhati pendidikan inklusif usia dini), yang memaparkan dan mendiskusikan masalah-masalah, tantangan dan harapan guru, siswa dan orang tua berkaitan dengan penanganan anak berkebutuhan khusus dan anak usia dini dalam pandangan pendidikan inklusif.

    Seminar ini juga menjadi media deseminasi hasil pemikiran dan penelitian dari berbagai pemakalah yang mengunggah dan menjadi pemakalah dalam prosiding yang dilaksanakan setelah seminar usai. 1st EFA 2019 diikuti sebanyak 25 pemakalah dari berbagai latar belakang profesi dan berbagai universitasi di Indonesia.1st EFA 2019 diharapkan bisa menjadi kegiatan deseminasi ilmiah tahunan, yang mampu menjadi ajang temu ilmiah bagi seluruh stakeholder seperti akademisi perguruan tinggi, sekolah, guru, orang tua, dan mahasiswa untuk bisa berbagi ilmu dan pengalaman serta memberi ruang pada inovasi dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus dan anak usia dini.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/sea-teacher-8th-upy-open-ceremony-mahasiswa-luar-negeri

  • SEA-TEACHER 8th UPY – Open Ceremony Mahasiswa Luar Negeri

    SEA-TEACHER 8th UPY - Open Ceremony Mahasiswa Luar Negeri

    Senin (5/8) lalu, 5 mahasiswa dari luar negeri yang mengikuti Program Seateacher Batch 8th UPY (Preservice Student Teacher Exchange Program in Southeast Asia) telah tiba di Universitas PGRI Yogyakarta. Kelima mahasiswa tersebut yakni Mary Grace A.Aladano, Princess Camille C.Asma, Benjamin Jose V.Rey III dari Universitas De Naga University, Philippines. Kemudian dua lainnya berasal dari Thailand, yakni Sarinya Keawruang dan Walee Kaewjaima dari Chiang Mai Rajabhat University, Thailand.

    Acara tersebut disambut langsung oleh Rektor UPY beserta jajarannya sekaligus untuk melakukan Open Ceremony dan pengenalan kampus di Unit 1 dan Unit 2. Dalam kesempatan itu kelima mahasiswa juga berkunjung ke lab sejarah di Unit 1. “saya menikmati dan senang sekali berada di Indonesia dengan orang-orangnya yang ramah dan senyumnya. Saya bangga diberi kesempatan berada di UPY dengan lingkungannya yang nyaman dan keramah-tamahannya.”Ujar Benjamin, salah satu mahasiswa yang mengikuti Program Seateacher dari Ateneo De Naga University, Philippines. Rencanya kelima mahasiswa tersebut akan mengikuti Paracticum School dan Teaching Program masing-masing di SD dan SMP Mutiara Persada yang akan dilaksanakan selama satu bulan sampai pada tanggal 1 september 2019.

    Mahasiswa dari luar negeri saat berkunjung ke Lab. Sejarah UPY

    Sedangkan UPY mengirim 3 mahasiswa untuk mengikuti Program Seateacher Batch 8th ke luar negeri, terdiri dari 2 mahasiswa PGSD, yakni Ozza Tizara dan Kusna Yunita yang akan melaksanakan program Sea-Teacher ke Central Luzon State University, Philippines. Kemudian 1 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Matematika, yakni Ilma Akida ke Don Mariano Marcos Memorial State University, Philippines.

    Pelepasan 3 Mahasiswa FKIP UPY yang mengikuti Program Sea-Teacher Batch 8th ke Filipina

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/8-prodi-baru-memenuhi-kebutuhan-masyarakat

  • 8 Prodi Baru Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

    8 Prodi Baru Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) merespons dinamika masyarakat dan kebutuhan dunia kerja. “Ada banyak usulan dan masukan agar UPY membuka prodi baru. Masukan itu dicermati, dipertimbangkan, dipersiapkan segala sesuatunya yang kemudian diajukan ke Kemenristek Dikti, beberapa tahun lalu dan turunlah Surat Keputusan itu,”kata Dr. Ir. Paiman, M.P, Rektor UPY.

    Dijelaskan Paiman, dari sejumlah keinginan masyarakat dan stakeholder, UPY mengajukan ke Kemenristek Dikti, ada 8 prodi baru telah turun SK-nya. Adapun kedelapan prodi baru itu adalah Teknik Industri, Farmasi, Arsitektur, Teknologi Hasil Pertanian, Pendidikan Vokasional Teknik Otomotif, Teknik Biomedis, Gizi, Teknik Rekayasa Elektromedis. Disebutkan Paiman, untuk SK dua prodi baru yaitu Prodi Ilmu Gizi serta Teknik Elektromedis di serahkan oleh Prof Didi Achjari SE Mcom Ak CA selaku kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta pada jumat(19/7) lalu.

    Dr.Ir. Paiman M.P(tengah) bersama para dosen baru untuk kedelapan prodi baru UPY

    Dari 8 prodi baru sangat prospektif, lulusan akan terserap dunia kerja. Paiman memberi contoh, Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP). Prodi tersebut telah direncanakan dan menjalani proses pengajuan pendirian sejak januari 2019. Perencanaan ini didasari adanya impian untuk menjadikan THP berkolaborasi dan bersinergi dengan Fakultas Pertanian UPY dalam mengembangkan produk hasil pertanian, terutama hasil pertanian lokal.

    “Lulusan prodi THP juga bisa jadi Entrepreneur/Wirausahawan, praktisi supervisor bagian produksi, Quality Control/QC, Quality Assurance, peneliti, baik staf, supervisor, manajer bagian penelitian dan pengembangan produk pangan serta nonpangan,”tandas Paiman, yang juga mantan Dekan Fakultas Pertanian UPY. Lulusan THP juga bisa menjadi Auditor, tugasnya memastikan dan mengawasi bahan, proses produksi suatu produk pangan, hasil pertanian yang aman untuk dikonsumsi.

    Sedangkan berkaitan dengan 8 prodi baru, para dosen khususnya kedelapan prodi baru itu menyatakan kesanggupan untuk merealisasikan sesuai visi-misi prodi,”ujar Paiman.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/upy-menjalin-kerjasama-dengan-rudn-dan-tsu-rusia-di-bidang-pendidikan

  • UPY Menjalin Kerjasama Dengan RUDN dan TSU Rusia di Bidang Pendidikan

    UPY Menjalin Kerjasama Dengan RUDN dan TSU Rusia di Bidang Pendidikan

    Universitas PGRI Yogyakarta  menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan dua perguruan tinggi, yakni RUDN University dan Tomsk State University (TSU) Rusia. Penandatangan MoU dilakukan di Gedung KBRI Moskow, Jumat (2/8) lalu. Dalam momentum tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. HM Budi Djatmiko Msi (Ketua Aptisi), Dr. Kasiyarno M.Hum (Ketua Aptisi DIY), Prof. Dr. Didi Achjari Mcom (Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta).

    Penandatanganan MoU dilakukan Prof. Vladimir Filippov (RUDN University) dan Artyom Y Rykun (Tomsk State University) dan Dr. Ir. Paiman M.P (Rektor UPY). “UPY melakukan penandatanganan MoU bersama 17 PT di DIY, 27 PT di Indonesia,”ujar Dr.Ir. Paiman, M.P, Minggu (4/8). Dijelaskan Paiman, MoU dengan 2 PT dilaksanakan dalam upaya penjajagan kerja sama untuk melakukan kolaborasi bidang pendidikan, seminar, joint research, publikasi, serta studi lanjut dosen UPY. Dipilihnya 2 PT tersebut karena kampus yang maju dan bisa diajak kerja sama studi lanjut S2 dan S3 serta International Conference.

    Untuk pengembangan teknologi industri, komputer, sipil, geologi sudah sangat maju dan masih butuh waktu untuk tindak lanjut. Setelah MoU dengan 2 PT, rombongan atau delegasi Asosiasi Perguruan Tingi Swasta Indonesia (Aptisi) berkunjung untuk studi banding dan penjajagan kerja sama ke Moscow State University.  “Moscow State University juga mengajak untuk bisa studi lanjut di universitasnya,”ucapnya sambil menambahkan ada 500 mahasiswa Indonesia yang kuliah di Rusia. “Rusia bisa menjadi rujukan untuk perkembangan teknologi dan dunia pendidikan tinggi di Indonesia.”tandasnya.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/persiapkan-calon-guru-unggul-fkip-upy-implementasikan-program-pds

  • PERSIAPKAN CALON GURU UNGGUL FKIP UPY IMPLEMENTASIKAN PROGRAM PDS

    PERSIAPKAN CALON GURU UNGGUL FKIP UPY IMPLEMENTASIKAN PROGRAM PDS

    Dalam era revolusi industri 4.0 saat ini menuntut berbagai pihak untuk terus meningkatkan kapasitas diri masing masing tidak terkecuali perguruan tinggi. Di Indonesia terdapat berbagai jenis perguruan tinggi dengan masing masing spesifikasi keunggulannya. Seluruh lembaga pendidikan tinggi di Indonesia memiliki satu tujuan utama yaitu membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Sumber daya yang unggul hanya dapat dihasilkan dari proses pendidikan terabaik yang dilakukan oleh para guru yang unggul. Guru yang memiliki keunggulan hanya dapat dihasilkan melalui suatu proses pendidikan guru yang terbaik di Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan (LPTK) yang unggul. LPTK yang unggul adalah LPTK yang mampu membangun jaringan dan sinergi antara pembelajaran di sekolah dengan proses perkuliahan di kelas. Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) yang ada di Yogyakarta juga turut serta untuk mempersiapkan calon guru terbaik di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program Penugasan Dosen Di Sekolah (PDS). Pada tahun 2019 ini UPY menjadi salah satu bagian dari PTN dan PTS diseluruh Indonesia yang memperoleh Hibah Program Penugasan Dosen di Sekolah.

    Sebagai bagian awal implementasi program ini UPY melaksanakan kegiatan sosialisasi Program PDS yang dihadiri oleh dinas terkait, sekolah mitra dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK. Tujuan dari kegiatan sosialisasi PDS ini adalah meninformasikan dan menyamakan persepsi antara LPTK dengan Sekolah Mitra tentang pelaksanaan program PDS ini. Pada tahun 2019 ini UPY berada dalam skema B yaitu implementasi kegiatan PDS di sekolah dan di Kampus. Setelah kegiatan sosialisasi ini dilanjutkan dengan workshop Dosen Pelaksana PDS di Sekolah dengan sekolah Mitra. Adapun dosen yang memenuhi kriteria untuk melaksanakan kegiatan PDS di Sekolah ini yaitu Darsono, M.Pd, Tri Wahana, M.Pd, Rina Dyah Rahmawati, M.Pd, Deri Amggraini, M.Pd dan Sisca Candraningsih, M.Sc. Sekolah yag terlibat dalam PDS ini yaitu SMA N 7 Yogyakarta, SMK N 1 Kasihan, SMP N 10 Yogyakarta, SD N Tamansari 2 Yogyakarta dan SD Muhammadiyah Ambarbinangun. Selanjutnya dosen yang telah melaksankan PDS di Sekolah pada tahun 2018 pada tahun ini akan melaksanakan PDS dikampus untuk mengimplementasikan pengalaman yang diperoleh melalui PDS dalam proses perkuliahan dikampus. Adapun dosen yang melaksanakan kegiatan PDS di Kampus yaitu Dr. Sunarti, M.Pd, Dra. Nurwahyumiani, M.A, Dra. Suharni, M.Pd, Dra. M.M Endang Susetyowati, M.Pd, Dra. Kristina Warniasih, M.Pd dan  Dr. Setyo Eko Atmojo, M.Pd.

    Wakil Rektor III UPY dalam pembukaan sosialisai program PDS ini menyampaikan pentingnya seorang dosen mengetahui dan memiliki pengalaman yang nyata tentang masalah dalam kegiatan pembelajaran disekolah dan menemukan solusi untuk mengatasinya, sehingga melalui kegiatan PDS ini akan mampu menigkatkan pengetahuan dan wawasan dosen di FKIP UPY. Sejalan dengan pernyataan tersebut Ketua program PDS UPY berharap pelaksanaan program PDS ini dapat memberikan manfaat baik bagi Dosen Pelaksana PDS maupun sekolah Mitra sehingga terjalin kerjasama kemitraan yang semakin baik.

  • Pendidikan di Indonesia Harus ikuti Perkembangan Zaman

    Pendidikan di Indonesia Harus ikuti Perkembangan Zaman

    Senin (22/7) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta mengadakan acara Seminar Nasional dengan tema “Peran Media Pembelajaran Berbasis TI dan Bahan Ajar Elektronik dalam Peningkatan Budaya Literasi Digital di Era Revolusi Industri 4.0.” Acara tersebut diadakan di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta. Pembukaan Seminar ini dibuka oleh Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan FKIP yaitu Danuri, M.Pd. dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Primasari Wahyuni, M.Pd. selaku Kaprodi PBSI UPY serta dihadiri oleh seluruh dosen PBSI UPY. Dalam acara tersebut tidak hanya diikuti oleh mahasiswa UPY saja, tetapi juga dibuka untuk umum. Sementara untuk pembicara dalam seminar tersebut adalah Dr. Susetyo, M.Pd. Dosen dari Universitas Bengkulu, Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. dosen dari Universitas Sebelas Maret, Surakarta dan Yanuar Bagas Arwansyah, M.Pd. Dari Universitas PGRI Yogyakarta.

    Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan, Danuri, M.Pd saat Pembukaan Seminar Nasional PBSI Di Auditorium UPY

     

    Dr. Susetyo, memaparkan tentang Inovasi Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0. Susetyo menyampaikan “Era Revolusi Industri 4.0 ini ditandai dengan perkembangan internet dan teknologi digital serta kemudahan komputer super dan kecerdasaan buatan.  Perkembangan Revolusi Industri 4.0 yang terjadi di dunia saat ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan Pendidikan, termasuk Pendidikan di Indonesia. Untuk itu, pembelajaran baik di sekolah maupun perguruan tinggi dituntut untuk berubah termasuk perubahan Kurikulum, Kompetensi guru dan dosen, Model atau metode pembelajaran, Media dan bahan pembelajaran, serta Fasilitas pembelajaran,”tandasnya.

    Sementara Dr. Muhammad Rohmadi, memaparkan tentang Peran Media Pembelajaran Berbasis TI dan Bahan Ajar Elektronik di Era Digital. Sasaran literasi digital di Era Milenial ada 4, yaitu:

    1. Gerakan Literasi Digital di Keluarga
    2. Gerakan Literasi Digital di Sekolah
    3. Gerakan Literasi Digital di Kampus
    4. Gerakan Literasi Digital di Masyarakat

    “Kita harus memiliki 5 karakter yang diutamakan untuk menghasilkan generasi emas Indonesia yaitu nasionalisme, integritas, kemandirian, gotong royong, religious,”ujar Rohmadi.

    Sedangkan untuk Peningkatan Budaya Literasi di Era Digital, “Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya. Jenis-jenis literasi yaitu ada litirasi bahasa, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi financial, dan literasi budaya dan kewarganegaraan. Tujuan literasi untuk menciptakan individu yang mampu menerapkan keahlian yang dimilikinya dalam hidup,”ujar Yanuar.

    Revolusi Industri 4.0 sangat berpengaruh di lingkup Pendidikan, para pendidik diharapkan aktif, inovatif, kompeten, dan bisa memahami karakteristik generasi milineal. Jangan sampai dimanfaatkan oleh teknologi tetapi manfaatkan dan kuasai era teknologi pada zaman ini.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/universitas-pgri-yogyakarta-terima-lagi-2-sk-prodi-baru

  • Universitas PGRI Yogyakarta Terima Lagi 2 SK Prodi Baru

    Universitas PGRI Yogyakarta Terima Lagi 2 SK Prodi Baru

    Jumat (19/7), Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menerima Surat Keputusan (SK) untuk ijin pembukaan 2 program studi baru yakni Prodi Ilmu Gizi dan Prodi Teknologi Rekayasa Elektromedis dari Kemenristek Dikti di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta. SK tersebut diserahkan oleh Kepala LLDIKTI wilayah V Yogyakarta yaitu Prof. Didi Achjari SE Mcom Ak CA kepada Armansyah SH MH (Ketua Yayasan Pembina UPY), kemudian diserahkan ke Rektor UPY, Dr.Ir. Paiman M.P.

    Sebelumnya UPY juga sudah menerima SK Prodi Baru dari Kemenristekdikti, yakni Teknik Biomedis, Pendidikan Vokasional Teknik Otomotif, Teknologi Hasil Pertanian, Arsitektur, Farmasi, Teknik Industri. “UPY telah memiliki 8 Prodi baru dan sudah menerima mahasiswa baru,“ ujar Paiman. Ditegaskan Paiman, adanya 8 prodi baru membawa konsekuensi UPY harus bekerja keras untuk merealisasikan prodi baru tersebut menemukan eksistensinya secara kualitas dan kuantitas. “Prodi baru dibuka UPY untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan zaman, tentu saja lulusan prodi baru akan terserap di dunia kerja,”ujarnya.

    Sedangkan Armansyah Prasakti mengungkapkan, “dibukanya prodi baru untuk menunjukan kepada masyarakat  bahwa UPY tidak hanya meluluskan tenaga kependidikan saja, tetapi juga menghasilkan atau meluluskan ilmu murni, sains teknologi. PGRI pada umumnya, khususnya PGRI Yogyakarta selama ini dikenal menghasilkan tenaga guru. Sudah saatnya UPY mengembangkan keilmuan selain keguruan,”ujarnya.

    Sementara itu, Prof Didi Achjari saat penyerahan SK tersebut mengingatkan, “UPY harus bisa menjaga kualitas. Prodi Gizi juga Teknologi Rekayasa Elektromedis lulusannya masih sangat dibutuhkan. Ini peluang yang langsung ditangkap UPY,”ujarnya. Khusus untuk Prodi Gizi  juga masih sangat dibutuhkan, terbukti dengan masih adanya kasus gizi buruk. “itu berarti ahli gizi masih sangat diperlukan, apalagi Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Tentu saja harapannya mendapatkan SDm yang berkualitas, bukan kekurangan gizi,“lanjutnya.

    Dalam kesempatan itu, Prof Didi Achjari mengingatkan, Pekerjaan Rumah (PR) bagi Perguruan Tingggi Swasta (PTS) di Yogyakarta yang membuka prodi baru harus bisa menjaga eksistensi dan reputasi Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan. “Sekali lagi, kualitas lulusan harus dijaga betul,”tandasnya.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/pelantikan-bersama-ormawa-upy-periode-2019-2020

  • PELANTIKAN BERSAMA ORMAWA UPY PERIODE 2019/2020

    PELANTIKAN BERSAMA ORMAWA UPY PERIODE 2019/2020

    Selasa (23/07) Organisasi Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melakukan pelantikan bersama di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta. ORMAWA yang mengikuti pelantikan meliputi HMP, BEM Fakultas,   UKM, BEM KM, dan DPM KM. Acara ini dibuka oleh Rektor Universitas PGRI Yogyakarta Ir. Paiman., M.P sekitar pukul 08.00 WIB dan di tutup dengan amanah yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Alumni, Kemahasiswaan, dan Kerjasama yaitu Muhammad Fairuzabadi, M.Kom. Acara ini berlangsung sekitar 2 jam, dengan prosesi pengambilan sumpah yang dibagi menjadi 5 partisi yaitu pengambilan sumpah HMP, kemudian BEM Fakultas, UKM, BEM KM, dan untuk yang terakhir DPM KM.

    Rektor UPY, Dr. Ir. Paiman M.P saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Ormawa UPY 2019 di Auditorium

    Pengambilan sumpah HMP dan BEM Fakultas dipandu oleh Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd., dan untuk UKM dipimpin oleh Sigit Handoko, SH., MH., Kemudian untuk BEM KM dan DPM KM dipandu oleh Muhammad Fairuzabadi, M.Kom., prosesi pelantikan dilaksanakan setelah serah terima jabatan ketua umum seluruh ORMAWA periode 2018/2019 ke ketua umum periode 2019/2020, kemudian prosesi pelantikan di akhiri dengan penyerahan tongkat ketua umum UKM MENWA periode 2018/2019 kepada Pembina yang kemudian diberikan kepada ketua umum UKM MENWA periode 2019/2020. Acara ini dihadiri oleh seluruh pengurus ORMAWA UPY dan seluruh dosen pembina ORMAWA UPY ini berjalan dengan lancar.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/menelusuri-jejak-jejak-kehidupan-multikultural-di-majapahit

  • Menelusuri Jejak-Jejak Kehidupan Multikultural Di Majapahit

    Menelusuri Jejak-Jejak Kehidupan Multikultural Di Majapahit

    Jumat (19/7) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Lokal dengan mengusung tema “Menelusuri Jejak Jejak Kehidupan Multikultural di Majapahit”. Seminar lokal ini menjadi final project yang digarap oleh seluruh Mahasiswa Pendidikan Sejarah Angkatan 2016 sebagai salah satu tugas mata kuliah yang mereka tempuh.

    Seminar lokal ini berlangsung di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta yang dihadiri oleh Dr. Siswanta,M. Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah, Dr. Muh Iqbaal Birsyada,M.Pd selaku dosen pembimbing serta dosen-dosen dan staf prodi Pendidikan Sejarah Univeraitas PGRI Yogyakarta.

    Kaprodi Pendidikan Sejarah, Dr. Siswanta,M. Pd saat menyampaikan sambutan pada acara seminar Prodi Sejarah Jumat (19/7) di Auditorium

    Seminar yang di ketuai oleh Irwan Riyadi ini mengusung tema “Menelusuri Jejak-Jejak Kehidupan Multikultural di Majapahit “. Dimana tema ini merupakan hasil pengamatan pada kegiatan yang dilakukan seluruh mahasiswa angkatan 2016 dalam Kuliah Lapangan Sejarah (KLS) yang dilakukan di situs Trowulan pada bulan April. Hasil pengamatan tersebut kemudian di paparkan dalam Seminar Lokal yang dibagi menjadi 4 bagian yaitu mengenai sejarah singkat Kerajaan Majapahit oleh Fuad Muammad Hasan, kajian mengenai kehidupan masyarakat jaman dulu oleh Ardhin Dwi Setyawan, kajian mengenai situs-situs yang dapat dijumpai di Trowulan oleh Sinta dan kajian mengenai kehidupan masyarakat masa kini di sekitar kawasan Trowulan-Mojokerto oleh Mita Adelia Rahmawati.

    Seminar ini diharapkan bisa menjadi sumber wawasan bagi seluruh peserta mengenai keadaan Kerajaan Majapahit di masa lalu, dan korelasinya dengan masyarakat masa kini. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi media sharing pengetahuan mahasiswa setelah mempelajari materi Kerajaan Majapahit dari sumber intra kampus, baik buku perpustakaan dan koleksi Museorium Sejarah UPY, maupun hasil study lapangan yang sebelumnya telah dilaksanakan.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/hmp-pbsi-mengadakan-baksos-di-salah-satu-panti-asuhan-di-bantul