Kategori: Berita Utama

  • MAHASISWA UPY KEMBANGKAN MEDIA KOMIK MATEMATIKA BERBAHASA JAWA

    MAHASISWA UPY KEMBANGKAN MEDIA KOMIK MATEMATIKA BERBAHASA JAWA

    Tiga mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) berhasil mengembangkan pembelajaran matematika di Kampung Baca Temugiring dengan menggunakan media komik matematika berbahasa jawa. Media tersebut digunakan untuk meningatkan minat dan prestasi belajar matematika anak usia SD binaan kampung baca temugiring. Adapun ketiga mahasiswa itu, yakni Kharisma Safitri Indahsari, Sudrajat, dan Muhamad Devi Setya Ramadhan. Ketiganya tersebut adalah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika UPY.

    Kampung Baca Temugiring terletak di dusun Kedung Ranti RT 03/06, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY. Kampung Baca Temugiring merupakan sebuah tempat belajar dan membaca bagi anak-anak di Kampung Temugiring dusun Kedung Ranti desa Nglipar. Kampung baca tersebut berdiri pada tanggal 7 februari 2018. Kegiatan belajar dan membaca di kampung baca tersebut diadakan pada setiap hari sabtu. Namun kegiatan belajar di Kampung Baca Temugiring belum memiliki variasi ataupun metode pembelajaran semacam menggunakan komik. Padahal, komik dapat mempermudah proses belajar serta dapat menambah daya ingat. Apalagi untuk anak-anak akan lebih tertarik dan antusias dalam belajar dengan menggunakan komik yang bergambar.

    Awal mula pengembangan media pembelajaran matematika didasarkan karena salah satu mahasiswi UPY, yaitu Kharisma Safitri saat melihat pembelajaran di kampung baca temugiring kurang optimal terutama pada bidang studi matematika. Hal tersebut dikarenakan minat belajar khususnya matematika anak-anak kampung baca temugiring yang kurang dan belum adanya media pembelajaran yang dapat menarik minat ataupun antusias dalam belajar serta motivasi belajar matematika anak-anak kampung temugiring. Sehingga berdampak pula pada prestasi belajar matematika anak-anak kampung baca temugiring rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai-nilai matematika anak-anak kampung baca temugiring di sekolah.

    Menurut anak-anak dikampung baca temugiring, mereka menganggap buku-buku yang selama ini mereka gunakan sangat membosankan dan tidak membuat mereka termotivasi belajar karena banyak tulisan. Mereka lebih menyukai gambar dan cerita. Selain itu, yang membuat mereka merasa malas membaca buku-buku yang ada karena bahasa yang terdapat dalam buku-buku tersebut adalah berbahasa indonesia. Sedangkan mereka karena keseharian memakai bahasa daerah membuat mereka lebih nyaman dan fasih menggunakan bahasa daerah mereka yaitu Bahasa Jawa. Berawal dari pengalaman tersebut, ketiga mahasiswa UPY yakni Kharisma Safitri, Sudrajat dan Muhamad Devi mencoba untuk mengatasi masalah itu dengan membuat media komik matematika berbahasa jawa. Media ini untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar matematika anak-anak kampung baca temugiring.

    Untuk menjaga keberlanjutan program, ketiga mahasiswa UPY yakni Kharisma Safitri dkk pun melakukan pelatihan menggunakan corel draw, photoshop, dan membuat komik untuk pengurus-pengurus kampung baca temugiring. Sehingga, pengurus-pengurus kampung baca temugiring dapat membuat dan mengembangkan komik-komik lainnya sebagai media pembelajaran anak-anak kampung baca temugiring.

    Di bawah bimbingan dosen Pendidikan Matematika UPY, Kintoko, M.Pd, pembelajaran dengan media komat baja ini sudah dilakukan di kampung baca temugiring. Pembelajaran menggunakan Komat Baja dilaksanakan 2 kali dalam seminggu dengan materi sesuai cerita dalam komik. Setiap kali pertemuan satu pokok bahasan. Setelah itu jika selesai menggunakan komik, anak-anak akan langsung diberikan latihan soal yang langsung dikerjakan di papan tulis guna melatih percaya diri anak-anak kampung baca temugiring.

    Ciri khas dari media komik ini adalah Bahasa yang digunakan dalam komik guna membantu anak-anak yang lebih nyaman menggunakan Bahasa Jawa dalam pembelajaran. Diharapkan media tersebut dapat membantu pengurus-pengurus kampung baca temugiring dalam mengembangkan media belajar anak-anak kampung baca temugiring.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/keluarga-besar-upy-awali-hari-kerja-pertama-dengan-syawalan

  • Keluarga Besar UPY awali Hari Kerja Pertama Dengan Syawalan

    Keluarga Besar UPY awali Hari Kerja Pertama Dengan Syawalan

    Rektor UPY beserta jajaran pimpinan Universitas mengadakan acara syawalan dengan tenaga pendidik dan juga karyawan UPY, Rabu (12/6) yang bertempat di Auditorium UPY. Acara ini merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahun dalam rangka merayakan Idul Fitri, yang ditandai dengan saling bersalam-salaman dan ungkapan saling memaafkan.

    Syawalan kali ini diawali dengan sambutan dari Rektor UPY, Dr. Ir. Paiman, M.P. kemudian sambutan dari Ketua Yayasan Pembina Universitas PGRI Yogyakarta, Armansyah Prasakti, S.H., S.Pn., M.H. dan selanjutnya di isi dengan tausyah dan doa oleh bapak Ustadz Muhammad Burhanudin dari Jetis, Bantul. Lalu dilanjutkan dengan ikrar halal bi halal, Setelah itu pada akhir acara dilanjutkan dengan saling berjabat tangan.

    Rektor menuturkan, acara ini menjadi momen silaturahmi keluarga besar UPY. Dalam kesempatan ini, ia juga mengucapkan maaf atas segala ucapan atau tingkah laku yang kurang berkenan dengan relasi kerja di lingkungan UPY.

    “Kami atas nama pimpinan universitas di dalam kesempatan yang berbahagia ini mengucapkan maaf jika dalam pergaulan ataupun pekerjaan ada tutur kata yang menyinggung perasaan, tindakan yang kurang berkenan baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” ungkap Paiman.

    Ia juga memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika UPY atas kerja sama yang telah terjalin dengan kompak dan di dalam suasana kekeluargaan. Ia berharap, tradisi semacam ini menjadi kesempatan untuk saling memaafkan dan bersama-sama kembali ke fitrah.

    “Dengan pertemuan hari ini, kita bisa menapak ke depan untuk kemajuan UPY dengan mempererat tali persaudaraan untuk mewujudkan UPY Apik dan Unggul,” kata Rektor.

    Diharapan dengan memasuki hari kerja pertama seusai libur panjang, segenap sivitas akademika untuk kembali bekerja dengan semangat yang baru, dengan suasana yang positif dan rasa kekeluargaan untuk menghasilkan karya-karya yang lebih baik.

    baca juga:http://upy.ac.id/berita/bimbingan-teknis-pengelolaan-website-lldikiti-wilayah-v-bagi-admin-perguruan-tinggi

  • BIMBINGAN TEKNIS PENGELOLAAN WEBSITE LLDIKITI WILAYAH V BAGI ADMIN PERGURUAN TINGGI

    BIMBINGAN TEKNIS PENGELOLAAN WEBSITE LLDIKITI WILAYAH V BAGI ADMIN PERGURUAN TINGGI

    Yogyakarta – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Website LLDikti Wilayah V bagi Admin Website Perguruan Tinggi (22/5). Acara yang diselenggarakan di ruang sidang utama kantor LLDikti Wilayah V menghadirkan Dyan Galih Nugroho Wicaksi, seorang penggiat Teknologi Informasi yang fokus pada web dan mobile, serta keamanan cyber dan mobile.

    Acara diawali dengan laporan dari Aswan Komantara, SH selaku Ketua Panita dan dilanjutkan sambutan serta paparan Kepala LLDikti Wilayah V, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Akt yang menyampaikan fokus dari kegiatan ini supaya Perguruan Tinggi dapat menampilkan informasi sejelas mungkin pada laman yang dimiliki supaya masyarakat dapat mengakses secara langsung informasi-informasi yang dibutuhkan. Selama ini banyak pihak luar misalnya Ombudsman, mahasiswa hingga masyarakat umum yang masih mencari-cari informasi terkait Perguruan Tinggi seperti akreditasi, program studi, dan lain-lain melalui LLDikti Wilayah V.

    Dilanjutkan dengan paparan narasumber, Dyan Galih Nugroho Wicaksi, yang menyampaikan Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk menghidupkan Kampus. Beberapa point yang disampaikan narasumber terkait pengelolaan sebuah website bukan pada masalah tampilan website yang bagus atau tidak, namun bagaimana sebuah website mendeskripsikan identitas perguruan tinggi (ciri khas perguruan tinggi) tersebut dengan menampilkan informasi sejelas-jelasnya. Website yang bagus adalah yang kontennya selalu update, bukan pada tampilannya. Sebagus apapun website namun tidak update kontennya maka tidak akan dikunjungi (useless).

    Lebih lanjut narasumber menyampaikan bahwa media penyebaran informasi saat ini tidak hanya melalui website, sehingga perguruan tinggi diharapkan juga memiliki sosial media seperti Linkedin, Instagram, Facebook, dan Twitter sebagai media penyebaran informasi. Keuntungan memiliki media sosial bagi perguruan tinggi adalah dapat melihat feedback dari orang yang mengakses media sosial tersebut. Dengan memanfaatkan tools and feature pada media sosial juga merupakan efisiensi waktu karena satu informasi dapat langsung dishare ke beberapa media sosial sekaligus.

    Pengelola website juga harus mengakses google analityc untuk melihat feature bounce rate. Semakin tinggi bounce rate maka website kita dapat dikatakan tidak menarik. Pengunjung hanya membuka halaman awal website tanpa membuka atau membaca konten lainnya, dan sebaliknya. Website sebaiknya juga didesain mobile friendly karena tren saat ini orang lebih banyak mengakses informasi online via mobile phone. Membuat website tidak semata mata hanya untuk menampilkan informasi yang dimiliki, namun juga tetap harus memperhatikan siapa audience dari website. Berita dalam website sebaiknya dibuat kategori supaya audience dapat langsung menemukan konten yang ingin diakses.

    Beberapa hal lain yang dapat di petik bagi admin web perguruan tinggi adalah konten website tidak harus selalu dibuat oleh pengelola website, hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan adanya kontributor sehingga website selalu update. Contoh kontributor untuk website perguruan tinggi adalah mahasiswa, dosen dan alumni. Serta memanfaatkan google trend untuk membandingkan tren suatu topik karena dapat dijadikan filter untuk pengelola website berita apa yang dapat ditampilkan di web. Pemanfaatan google trend yang tepat juga memiliki keuntungan website kita akan berada pada top rank search engine.

    Acara diakhiri dengan pemberian akun bagi pengelola web perguruan tinggi sebagai kontributor dalam mengisi konten berita tentang perguruan tingginya untuk diunggah di laman web LLDikti Wilayah V.

    sumber:http://lldikti5.ristekdikti.go.id/home/detailpost/bimbingan-teknis-pengelolaan-website-lldikiti-wilayah-v-bagi-admin-perguruan-tinggi

    baca juga:http://upy.ac.id/berita/universitas-pgri-yogyakarta-menerima-program-hibah-pp-pts-siap-melesat-dan-bertumbuh-eksponensial

  • Universitas PGRI Yogyakarta Menerima Program Hibah PP-PTS, Siap Melesat Dan Bertumbuh Eksponensial.

    Universitas PGRI Yogyakarta Menerima Program Hibah PP-PTS, Siap Melesat Dan Bertumbuh Eksponensial.

    Tahun ini Universitas PGRI Yogyakarta kembali dipercaya oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menjadi salah satu perguruan tinggi swasta penerima hibah PP-PTS atau Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta. Program hibah ini diberikan kepada kurang lebih 53 perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia. Universitas PGRI Yogyakarta menjadi satu-satunya universitas penerima hibah ini yang berasal dari Yogyakarta.

    Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat akhirnya pada tanggal 18-19 Mei 2019 lalu Universitas PGRI Yogyakarta diundang oleh KemristekDIKTI untuk mempresentasikan proposal pengajuan hibahnya. Presentasi berlangsung di Hotel Ciputra Jakarta selama dua hari tersebut. Tim Presenter Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) yang di pimpin oleh Bapak ketua Yayasan Pembina Universitas PGRI Yogyakarta Armansyah Prasakti tampil mengesankan dan mampu meyakinkan tim reviewer dari KemristekDIKTI, Atas upayanya tersebut UPY dipercaya untuk mengelola hibah berupa peralatan laboratorium dengan total nilai sebesar Rp. 1,2 Miliar.

    Hibah peralatan tersebut rencananya akan dialokasikan kepada program studi yang telah mengajukan yaitu Prodi Agroteknologi berupa perlaatan laboratorium pertanian, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris berupa peralatan laboratorium bahasa digital dan prodi Teknik Informatika berupa perangkat komputer modern.

    Diharapkan dengan adanya program hibah ini Perguruan Tinggi Swasta dapat meningkatkan daya saing bangsa melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Sesuai dengan semangat UPY untuk bertumbuh secara eksponensial agar bisa menjadi universitas unggulan baik dalam skala nasional maupun internasional.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/macabre-media-belajar-menghitung-untuk-siswa-tunanetra-slb-negeri-1-bantul-hasil-kembangan-mahasiswa-upy

  • MACABRE, MEDIA BELAJAR MENGHITUNG UNTUK SISWA TUNANETRA SLB NEGERI 1 BANTUL HASIL KEMBANGAN MAHASISWA UPY

    MACABRE, MEDIA BELAJAR MENGHITUNG UNTUK SISWA TUNANETRA SLB NEGERI  1 BANTUL HASIL KEMBANGAN MAHASISWA UPY

    Media pembelajaran matematika siswa tunanetra yang dapat digunakan untuk latihan soal dengan metode permainan belum ada di SLB Negeri 1 Bantul. Padahal, latihan soal berhitung sangat bermanfaat untuk melatih kemampuan matematika siswa tunanetra. Berawal dari masalah tersebut, tiga mahasiswa dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) yaitu Afida Vona, Kharisma Safitri Nur Indahsari, dan Erdin Vernanda Sutrisna membuat media untuk latihan soal siswa tunanetra yang diberi nama Mathematics Card Braille (Macabre).

    Solusi membuat kartu matematika braille berawal dari mata kuliah strategi pembelajaran matematika yang diikuti oleh kharisma. Pada mata kuliah tersebut, kharisma membuat media kartu untuk siswa umum. Kemudian, setelah ditemukan permasalahan di SLB Negeri 1 Bantul kartu tersebut dikembangkan untuk siswa tunanetra.

    Berdasarkan informasi dari guru SLB Negeri 1 Bantul, saat ini peraga matematika bagi anak tunanetra untuk latihan soal masih minim. Pengembangan media belajar bagi anak tunanetra sangat bergantung pada kreatif guru dan kemandirian anak saja. Hal tersebut juga dirasakan oleh Bapak Puji selaku guru siswa tunanetra SLB Negeri 1 Bantul yang merupakan guru penyandang tunanetra. Menurutnya, kartu ini dapat membantu siswa tunanetra dalam melatih kemampuan matematika siswa tunanetra.

    Kartu macabre ini terdiri dari kartu pertanyaan dan kartu jawaban. Cara bermainnya, anak mengambil kartu pertanyaan kemudian anak yang lain menjawab pertanyaan yang ada dalam kartu pertanyaan. Sedangkan kartu jawaban, digunakan untuk menjadi pilihan jawaban soal yang sulit. Pada kartu ini terdapat kode-kode braille di box nya sehingga siswa tunanetra dapat menggunakan kartu ini tanpa pendamping.

    Menurut Lana (siswa tunanetra kelas 3 SD ), kartu macabre dapat membuat Lana merasa tertantang untuk menggunakan kartu tersebut terus menerus. Kartu tersebut membuatnya merasa bahagia dalam proses pembelajaran matematika.

    Program pembuatan kartu macabre ini akan terus berlanjut dikarenakan di SLB Negeri 1 Bantul terdapat ruang produksi untuk membraille-kan serta tersedia bahan-bahan membuat kartu braille. Sehingga, guru-guru SLB Negeri 1 Bantul dapat membuat serta mengembangkan kartu-kartu macabre dengan soal-soal atau materi-materi yang lainnya.

    Dibawah arahan dosen Pendidikan matematika UPY, Ibu Siska Candra Ningsih, M.Sc, Penerapan penggunaan macabre sudah dilaksanakan di SLB Negeri 1 Bantul sebanyak 10 kali sejak tanggal 30 April 2019. Menurut siswa-siswa yang sudah bermain menggunakan macabre, mereka sangat terbantu dalam melatih kemampuan matematika mereka. Sehingga, kami berharap media ini dapat terus membantu siswa-siswa tunanetra yang lain di sekolah yang lain.

    Selanjutnya, permainan pembelajaran menggunakan macabre dilakukan secara mandiri oleh guru tunanetra dan siswa tunanetra SLB Negeri 1 Bantul.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/ukm-jurnalistik-upy-gelar-pekan-jurnalistik2

  • UKM Jurnalistik UPY Gelar Pekan Jurnalistik#2

    UKM Jurnalistik UPY Gelar Pekan Jurnalistik#2

    Belum lama ini UKM Jurnalistik Persada Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) telah menyelesaikan kegiatan Pekan Jurnalistik#2. Acara tersebut dimulai sejak 2 bulan lalu dengan kegiatan perlombaan yang meliputi: perlombaan poster dan photo story kemudian lomba CERPEN serta cipta puisi. Rangkaian acara selama sepekan itu dimulai pada 15 mei 2019 dengan pameran lomba poster dan photo story yang diselenggarakan di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta. Kemudian, dihari berikutnya diadakan pelatihan broadcasting dengan pemateri Andella Kusuma Fitra. Lalu, pada hari berikutnya diadakan kelas menulis dengan pemateri Hardiana Noviantari. Kemudian untuk pengumuman pemenang pada masing-masing lomba, serta pembagian hadiah diadakan pada acara puncak Pekan Jurnalistik#2 yang dilangsungkan pada Minggu, 19 Mei 2019.

    Dalam acara puncak tersebut, dari beberapa perlombaan yang diadakan pada acara tersebut masing-masing telah diumumkan untuk peserta yang memperoleh juara. Diantara lain juara 1 lomba poster diraih oleh Hazim Alaudin (SMA N 1 Yogyakarta), disusul oleh Sari Yuliana (UPY), dan Idang Ramadhan (Universitas Nusantara PGRI Yogyakarta). Untuk photo story juara 1 diraih oleh Bagas Aullya Darmawan (UPY), kemudian juara 2 diraih oleh Desy Kentarti (Universitas Ahmad Dahlan), disusul oelh kukuh Eko Prabowo (Universitas Gadjah Mada). Sedangkan untuk lomba cerpen posisi 1 diraih oleh Diani Muslimah (UPY), posisi 2 diraih Rega Ade Pratama (Akademi Maritim Yogyakarta), dan posisi 3 yaitu Shabrina Nurulita Hariadi (Universitas Gadjah Mada). Pada lomba puisi, 3 teratas ada pemenag juara 1-3 diraih oleh Sinta Nurulislamiati (SMK N 1 Bantul), Reihanny Galuh Anindihita (SMP N 2 Bantul), dan Eva Nurul Khasanah (UPY).

    Penyerahan hadiah tersebut di berikan oleh dua pemateri Workshop kepenulisan yaitu Destiana Rahmawati (Penulis Buku Millenials and I-Generation Life). WN Naufal (Penulis Novel 100 Tahun setelah Aku Mati), dan moderator Agita Kristin Barasa. “kami berharap kedepannya antusiasme dan semangat kreativitas anak-anak muda indonesia dapat meeningkat dengan adanya banyak program kerja yang dapat mewadahi mereka dalam berkarya, seperti pekan jurnalistik”, ujar Defri Noor Wilfransyah selaku ketua panitia Pekan Jurnalistik#2 UPY dalam sambutannya.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/3-mahasiswa-upy-kembangkan-media-pembelajaran-matematika-dengan-komik-bahasa-jawa

  • 3 Mahasiswa UPY Kembangkan Media Pembelajaran Matematika dengan Komik Bahasa Jawa

    3 Mahasiswa UPY Kembangkan Media Pembelajaran Matematika dengan Komik Bahasa Jawa

    Anak-anak di Kampung Baca Temungiring saat mengikuti pembelajaran matematika berbahasa jawa.

    YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Tiga mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengembangkan pembelajaran matematika di Kampung Baca Temugiring dengan menggunakan media komik matematika berbahasa jawa. Media ini digunakan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar matematika anak usia SD binaan kampung baca temugiring. Ketiga mahasiswa itu, yakni Kharisma Safitri Nur Indahsari, Sudrajat, dan Muhamad Devi Setya Ramadhan. Mereka adalah mahasiswa program studi Pendidikan Matematika UPY.

    Pengembangan media pembelajaran matematika dilakukan melihat kurang optimalnya pembelajaran matematika di Kampung Baca Temugiring. Hal tersebut dikarenakan minat belajar matematika anak di Kampung Baca Temugiring yang kurang dan belum ada media pembelajaran yang dapat menarik minat serta motivasi belajar matematika anak-anak kampung baca temugiring.

    Menurut anak-anak kampung baca temugiring, buku-buku yang selama ini ada sangat membosankan dan tidak membuat mereka termotivasi belajar karena terlalu banyak tulisan yang mana mereka lebih suka gambar dan cerita. Selain itu, buku yang ditulis dalam Bahasa Indonesia justru dinilai tidak menyenangkan. Pasalnya mereka merasa lebih nyaman dan fasih menggunakan Bahasa jawa.

    “Untuk itu kami mencoba untuk mengatasi masalah tersebut dengan membuat media komik matematika berbahasa jawa. Media ini untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar matematika anak-anak kampung baca temugiring,” ujar Kharisma Safitri Nur Indahsari, dalam siaran pers yang diterima, Senin (20/5/2019).

    Kepada para pengurus Kampung Baca Temugiring, pihaknya juga melakukan pelatihan menggunakan corel draw, photoshop, dan membuat komik. Sehingga, karya pengurus-pengurus dapat membuat menjadi media pembelajaran anak-anak Kampung Baca Temugiring.

    Di bawah bimbingan dosen Pendidikan matematika UPY, Kintoko, M.Pd, pembelajaran dengan media “komat baja” ini sudah dilakukan di Kampung Baca Temugiring. Pembelajaran dengan komat baja dilaksanakan 2 kali dalam seminggu dengan materi sesuai cerita dalam komik. Setiap kali pertemuan satu pokok bahasan. Selesai menggunakan komik, kami memberikan latihan soal yang langsung dikerjakan di papan tulis untuk melatih percaya diri anak-anak kampung baca temugiring.

    Ciri khas dari media komik ini adalah Bahasa yang digunakan dalam komik untuk membantu anak-anak yang lebih nyaman menggunakan Bahasa Jawa dibandingkan Bahasa Indonesia. (adn/adn)

    source : https://www.bernas.id/68001-3-mahasiswa-upy-kembangkan-media-pembelajaran-matematika-dengan-komik-bahasa-jawa.html

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/racana-arjuna-srikandi-upy-juara-2-di-pimr-viii-tingkat-nasional-tahun-2019

  • Racana Arjuna Srikandi UPY juara 2 di PIMR VIII Tingkat Nasional Tahun 2019

    Racana Arjuna Srikandi UPY juara 2 di PIMR VIII Tingkat Nasional Tahun 2019

    Pada tanggal (23/4) yang lalu Pendidikan Instruktur Muda Racana (PIMR) VIII Tingkat Nasional Tahun 2019 telah dilaksanakan di Pondok Pemuda Ambar Binangun, Student Center UNY dan sekitarnya dengan tiga giat utama yakni giat materi keinstrukturan, giat lapangan, giat prestasi. Kegiatan tersebut dilaksankan dari tanggal 23-29 april 2019. Adapun penyelenggara dari kegiatan itu yakni dari Gugus Depan Kota Yogyakarta 03.075-03.076 Pangkalan Universitas Negeri Yogyakarta.

    Sedangkan untuk peserta dari kegiatan itu adalah anggota Pramuka Perguruan Tinggi utusan Racana se-Indonesia. Adapun untuk jumlah Universitas yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 19 Universitas. Tak ketinggalan Universitas PGRI Yogyakarta juga mengirimkan perwakilan Racana Arjuna Srikandi UPY dalam kegiatan PIMR VIII tingkat Nasional Tahun 2019 yang kurang lebih dilaksanakan selama 5 hari.

    Selain menerima materi, diskusi, dan praktik dalam kegiatan PIMR VIII Tingkat Nasional tahun 201, peserta pun juga melakukan Micro Teaching. Masing-masing peserta berkesempatan untuk membahas satu topik bahasan yang harus dijelaskan kepada seluruh peserta, sehingga masing-masing peserta berperan sebagai pemateri dan audience.

    Dalam berbagai kegiatan yang dilakukan dalam PIMR VIII, Racana Arjuna Srikandi UPY memperoleh juara 2 pasang ancor kegiatan Pelatihan Instruksur Muda Racana VIII (PIMR VIII) tingkat Nasional tahun 2019. Seperti slogan pada kegiatan tersebut yaitu “Bersama Menempa Diri, Bersama Mengukir Prestasi”. Dengan capaian tersebut diharapkan mampu memotivasi seluruh civitas akademika untuk dapat berprestasi dibidang apapun yang tentunya membawa nama UPY setelah sebelumnya beberapa minggu yang lalu UKM Pencak Silat UPY dan Taekwondo UPY telah berhasil membawa medali di kejuaraan Nasional yang masing-masing telah di ikutinya.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/upy-taekwondo-team-raih-3-medali-di-kejurnas-taekwondo-piala-bergilir-kapolres-semarang

  • UPY Taekwondo Team Raih 3 Medali di Kejurnas Taekwondo Piala Bergilir Kapolres Semarang

    UPY Taekwondo Team Raih 3 Medali di Kejurnas Taekwondo Piala Bergilir Kapolres Semarang

    UPY Taekwondo Team berhasil membawa pulang 1 medali emas, 1 medali perak, dan 1 medali perunggu dalam Kejuaraan Nasional (kejurnas) Taekwondo Piala Bergilir Kapolres Semarang, Jawa Tengah di GOR Pandanaran Wujil Semarang pada tanggal 27-28 April 2019 lalu.

    Medali emas tersebut diperoleh mahasiswa UPY yaitu Anggit Dyan Syah Putra dari prodi Teknik Informatika, kemudian medali perak diperoleh Esau Bakker dari prodi Teknik Informatika. Sedangkan untuk medali perunggu diperoleh Nesi Veronika Dewi dari prodi PGSD. Dalam kejuaraan tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari 10 Provinsi di Indonesia.

    Kejurnas dengan piala bergilir kejuaraan Taekwondo Nasional perlu digelar rutin setiap tahun melihat potensi dan antusias masyarakatnya pecinta olah raga bela diri Taekwondo yang cukup pesat dan berprestasi, Menjadikan event kejuaraan Nasional dengan piala bergilir sanggup memotifasi atlet untuk semakin giat berlatih, terbukti banyaknya peserta Taekwondo tingkat pelajar mulai dari tingkat sekolah kanak-kanak, SD, SMP, SMA sampai tingkat Perguruan Tinggi yang berprestasi baik di kanca Nasional sampai Internasional semakin banyak pesertanya.

    Dengan hasil yang diperoleh UPY Taekwondo team tersebut diharapkan mampu melecut semangat khususnya mahasiswa dan para atlet-atlet dari Universitas PGRI Yogyakarta untuk lebih giat, pantang menyerah dan untuk lebih berprestasi lagi kedepannya. Bahkan bukan hanya di bidang olahraga tetapi prestasi diberbagai bidang yang lainnya baik akademik maupun non-akademik.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/teater-topy-upy-mencari-drupadi-dalam-rahim-kartini

  • PENETAPAN PESERTA YANG DINYATAKAN DITERIMA PADA PENERIMAAN CALON PEGAWAI UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA TAHUN 2019

    PENETAPAN PESERTA YANG DINYATAKAN DITERIMA PADA PENERIMAAN CALON PEGAWAI UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA TAHUN 2019

    Peserta yang dinyatakan diterima pada penerimaan calon pegawai UPY tahun 2019 dapat diunduh melalui link DOWNLOAD