
Sehubungan dengan penerimaan Calon pegawai baru Universitas PGRI Yogyakarta tahun 2019, berikut ini diumumkan daftar nama pelamar yang dinyatakan Lolos Seleksi Administrasi,
hasil seleksi bisa diunduh melalui link DOWNLOAD

Sehubungan dengan penerimaan Calon pegawai baru Universitas PGRI Yogyakarta tahun 2019, berikut ini diumumkan daftar nama pelamar yang dinyatakan Lolos Seleksi Administrasi,
hasil seleksi bisa diunduh melalui link DOWNLOAD

Ahmad Agung Yuwono Putro, M.Pd. lulus ujian promosi doktor di Program Studi Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta(UNY). Dosen PGSD Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) itu dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Ujian terbuka digelar di Program Pasca Sarjana UNY pada Rabu(21/8).
Pada ujian tersebut Ahmad Yuwono menyajikan disertasi berjudul “Pendidikan Humanis Religius di Madrasah Ibtidaiyah Plus Baiquniyyah”. Dalam paparannya di hadapan penguji, Ahmad menjelaskan poin-poin disertasinya. Madrasah Ibtidaiyah Plus Baiquniyyah (MIPB), di Wonokromo, Pleret, Bantul, memiliki strategi dan cara yang unik dalam melaksanakan pendidikannya, yaitu mengintegrasikan Madrasah Ibtidaiyah atau pendidikan formal tingkat sekolah dasar dengan pendidikan pesantren. “Pengintegrasian dengan sekolah formal merupakan strategi menghadapi perkembangan zaman agar eksistensi pondok pesantren tidak redup dan kalah dengan sekolah modern,”ujarnya.
Menurut Ahmad, Kiai sebagai pengasuh dan pemimpin lembaga memiliki peran sentral dalam pelaksanaan strategi tersebut. Kharisma seorang Kyai dan pendekatan spiritual emosional yang dilakukan kepada santri atau muridnya merupakan aspek utama keberhasilan MIPB dalam menciptakan pendidikan yang humanis religious.
Ahmad menuturkan, isi pendidikan memberlakukan tiga kurikulum yaitu kurikulum formal dari diknas berupa kurikulum sekolah dasar pada umumnya, kurikulum Diniyah yaitu adanya tambahan pelajaran aqidah fiqih akhlak dan sejarah kepemimpinan Islam dari Kemenag dan kurikulum pesantren yang dirancang oleh pihak pesantren sendiri berupa hafalan Al-Quran, salat lima waktu berjamaah, salah Dhuha, pembelajaran Kitab, serta pengembangan bakat dan minat yang dikemas dalam kegiatan Sabtu Ceria “Pesantren sebagai lembaga Pendidikan tertua di Indonesia, agar bisa bertahan dan mampu bersaing dengan zaman, harus melakukan inovasi salah satunya dengan mengintegrasikan dengan Pendidikan Formal. Harapannya orang tua siswa tidak ragu-ragu lagi memilih pendidikan di sekolah berbasis pesantren.”ungkapnya.
sumber: https://radarjogja.co/2019/08/29/dosen-upy-raih-doktor-dengan-predikat-sangat-memuaskan/
Baca Juga: http://upy.ac.id/berita/diskusi-nasional-optimalisasi-riset-untuk-peningkatan-kapasitas-dosen

Dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Universitas PGRI Yogyakarta mengingat saat ini masih berada pada cluster binaan dan pengabdian dalam cluster memuaskan. Sehingga masih perlu kerja keras lagi untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta menghasilkan karya ilmiah melalui jurnal internasional yang bereputasi, hak paten dll, yang diharapkan mampu untuk meningkatkan cluster UPY. Berdasarkan hal tersebut, sesuai dengan program kerja LPPM Universitas PGRI Yogyakarta, pada hari jumat (23/8) lalu diselenggarakan kegiatan Diskusi Nasional dengan tema “Optimalisasi Riset Untuk Peningkatan Kapasitas Dosen”. Kegiatan tersebut diadakan di Auditorium UPY yang di ikuti oleh seluruh dosen di UPY. Kemudian dihadiri juga oleh Dr.Ir.Paiman, M.P (Rektor UPY) dan juga wakil rektor UPY.
Pada Diskusi Nasional tersebut LPPM UPY mengundang Prof. Ocky karna Radjasa, M.Sc, Ph.D (Direktur Riset Dan Pengabdian Masyarakat Dirjen Penguatan Riset Dan Pengembangan Masyarakat Kemenristekdikti) dan Dr.biol.hom.Nastiti Wijayanti,S.Si,M.Si.(Reviewer nasional dari UGM) sebagai narasumber. “Tujuan kegiatan Diskusi Nasional ini tentunya adalah untuk meningkatkan kapasitas kemampuan dosen juga memberikan motivasi kepada dosen di lingkungan UPY untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara baik dan benar.”Ujar Dra. Rosalia Indriyati Saptatiningsih,M.Si (Kepala LPPM UPY).

Prof. Ocky mengungkapkan “kalau UPY ingin maju pada intinya harus menerapkan standar nasional dibidang penelitian secara tepat,”tandasnya. Hasil riset harus mempunyai tiga fungsi, yang pertama: mengembangkan iptek, kedua: mensejahterakan masyarakat, kemudian yang ketiga adalah meningkatkan daya saing bangsa, “lanjutnya.
Dijelaskan Rosalia Indriyati (Kepala LPPM UPY) “bahwa pada tahun 2018 proposal ke Ristekdikti tahun pendanaan 2019 UPY mengirim 31 proposal lolos 100%, penelitian dasar 1 proposal tidak lolos, dan penelitian terapan 1 proposal lolos. Dan pada tahun 2019 tahun pendanaan 2020 proposal penelitian yang baru ditutup 20 agustus kemarin, UPY mengirim PKPT 2, PDP 15, penelitian dasar 1, dan penelitian terapan 3, dari sisi jumlah turun namun dari sisi jumlah dana yang diajukan mengalami kenaikan, semoga dapat lolos semua.”ujar Dra.Rosalia Indriyati Saptatiningsih,M.Si.
baca juga: http://upy.ac.id/berita/dhiniaty-gularso-dosen-upy-raih-doktor

Universitas PGRI Yogyakarta membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung bersama kami dengan formasi sebagai Tenaga Edukatif (Dosen) Prodi Gizi, Arsitektur, Teknologi Hasil Pertanian, Biomedis, dan Teknik Industri.
Adapun syarat dan tata cara melamar dapat di unduh melalui link DOWNLOAD

Berdasarkan penelitian diperoleh fakta, bahwa modernisasi dan perkembangan pemikiran dalam melaksanakan ajaran agama sedikit banyak merubah cara mendidik orang tua menggunakan Kawerung Pamomong.
Menurut Dr Dhiniaty Gularso SSi, MPd, upaya orang tua dalam mempertahankan Kawaruh Pamomong KAS ditengah perkembangan pemikiran agama, adalah memasukkan nilai-nilai ajaran KAS dalam forum pengajian, shalawatan dan tahlilan. Modernisasi adalah sebuah keniscayaan, sehingga orang tua di Dusun Balong, Bantul, mempertahankan nilai-nilai Kaweruh Pamomong KAS dengan mengikuti aliran modernisasi, seperti kepemilikan smartphone dan alat-alat TIK lainnya.
Dimana sebelumnya mendidik anak tentang hal yang benar, sih dan indah melalui wayang, ketoprak, dan gamelan. Artinya, lanjut Dhiniaty Gularso, dosen program studi PGSD FKIP Universitas PGRI Yogyakarta, orang tua juga memahami kebutuhan anak-anak pada zamannya. Dr Dhiniaty Gularso mengatakan dalam ujian terbuka sekaligus pemberian gelar doktor pada Dr Dhiniaty Gularso SSi, MPd di Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kemarin. Dengan demikian, gelar doktor di UPY bertambah.
Tambahnya dosen bergelar doktor di Universitas PGRI Yogyakarta ini, langsung disambut gembira oleh sivitas akademika perguruan tinggi tersebut. ‘Senang rasanya kami bisa mempertahankan desertasi saya ini,’ ujar ibu tiga orang putri senang usai melaksanakan ujian terbuka di Gedung Pascasarjana UNY.
Dalam Ujian Terbuka Dr Dhiniaty Gularso SSi, MPd mengupas Kaweruh Pamomong Ki Ageng Suryamentaraman Dalam Menumbuhkan Karakter Anak Usia Sekolah Dasar Di Lingkungan Keluarga. Dengan Prof Zhamroni PhD dan Dr Sugito MA. Dengan tim penguji Prof Dr Marsigit MA, Dr Sugeng Bayu Wahyono, Prof Zamroni PhD, Dr Sugito MA, dengan penguji utama Prof Dr Endang Nurhayati dan Prof Dr Djoko Suryo.
Lebih lanjut Dhiniaty mengatakan, melalui pengetahuan kebutuhan anak itulah, orang tua masuk ke pelajaran tentang etika bergaul dan tata krama bermasyarakat yang sesuai dengan Kaweruh Pamomong KAS, sehingga harapan orang tua memiliki anak yang berkarakter Sih. Karakter Sih tersebut, dapat memunculkan kebahagiaan pada anak-anak, orang tua dan lingkungan karena saged sekeco sesrawungan kalih tiyang sanes (bisa enak bergaul dengan orang lain) seperti wejangan KAS dapat terwujud.
Temuan penelitian ini, adalah strategi orang tua di Dusun Balong, Bantul dalam rangka mempertahankan Kaweruh Pamomong KAS disebut cerita Balong. Cerita Balong, kata dia, merupakan akronim dari contoh Emosi, Repetisi Nasihat, Iringi Pengertian, Terdekat/kontekstual, Acara Keagamaan/Sosial Masyarakat, Bahasa Yang Santun yang diterapkan di dusun tersebut.
sumber: https://www.suaramerdeka.com/news/baca/194350/dhiniaty-gularso-dosen-upy-raih-doktor
baca juga: http://upy.ac.id/berita/lokakarya-penulisan-kreatif-etnografi

Kamis, 8 Agustus 2019 bertempat di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengadakan acara Lokakarya dengan tema “Penulisan Kreatif Etnografi” dengan pembicara Dr. Sigit Prawoto, M.Hum. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor 3, Muhammad Fariuzabadi, M.Kom. Kemudian penyambutan dari Kaprodi PBSI, Primasari Wahyuni, M.Pd. Dan hadir juga Dekan FKIP UPY, Darsono, M.Pd, serta dihadiri oleh seluruh dosen PBSI UPY. Dalam acara tersebut diikuti oleh mahasiswa PBSI UPY terutama diwajibkan bagi mahasiswa semester 6 yang diharapkan untuk menjadi bekal menulis skripsi ataupun penelitian mahasiswa.
Sigit Prawoto, M.Hum memaparkan bagaimana teknik etnografi dengan cara melakukan pengamatan atas budaya masyarakat dengan melibatkan diri secara langsung di dalam masyarakat itu dalam waktu tertentu, dan memamparkan bagaimana menulis secara etnografis. Menulis secara etnografis dapat dilakukan dengan langkah-langkah yang meliputi; pertama, persiapan apa yang kita ketahui tentang kebudayaan yang dipelajari. Kedua, pendahuluan membuat surat pernyataan kesediaan untuk terlibat dalam projek kita untuk menjadi narasumber. Ketiga, catatan lapangan/catatan wawancara, transkipsi dengan mencatat kunjungan yang kita lakukan di tempat itu, mencatat wawancara dengan partisipasi, dan mentraslitari hasil wawancara. Keempat, membuat jurnal/catatan harian yang berisi monolog internal atas apa yang kita pikirkan selama pelaksanaan projek itu, seperti memikirkan apa yang kita lihat, yang membuat kita bingung, dan apa yang harus kita pastikan untuk diwawancarai ataupun yang dapat memastikan bahwa kita berada di jalan lurus. Kelima draft dan revisi, tulisan yang perlu di sampaikan dan dikonfirmasi agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Program studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UPY untuk pertama kali menyelenggarakan 1st EFA 2019 Seminar nasional dan Call for Papers (22/7) dengan tajuk “Penguatan Pendidikan Inklusif dalam Layanan PAUD, Keluarga dan Sekolah” di SLB N 1 Bantul. Kegiatan ini berlangsung dengan sukses tidak lepas dari dukungan sponsor yatu, PT. Bugaro Mitra Selaras, Movie Box, Naisu Bento dan Qumicom.
Seminar dibuka langsung oleh Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Ir. Paiman, MP. Dalam sambutanya, Rektor UPY mengatakan bahwa program studi PLB dan PG-PAUD bersama UPY menyiapkan diri untuk tumbuh exponential (10 kali lipat) dengan terus mendorong prodi PLB dan PG-PAUD mengembangkan segala aspek seperti pengembangan keilmuan, sumber daya manusia dan menyediakan LAB terpadu yang representatif bagi perkembangan keilmuan dan luaran program demi terwujunya visi UPY Apik dan Unggul.
Ketua Panitia 1st EFA 2019, Yulian Agus Suminar, M.Pd menjelaskan, kegiatan ini dihelat sebagai kolaborasi program studi PLB dan PG-PAUD untuk memberikan ruang akademik kepada seluruh stakeholder dan sebagai media promosi prodi PLB dan PG-PAUD yang sudah memasuki tahun ke 2. Seminar diawali dengan pemaparan dari tiga narasumber yang mewakili akademisi dan praktisi yaitu: Prof. Dr. Suparno, M.Pd (Guru besar UNY dibidang Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dini) , Dr. Sukadari S.E., S.H., M.M (Dosen UPY) dan Asmar, S.Psi., M.Si., M.Psi., Psikolog (Praktisi Psikologi Klinis dan pemerhati pendidikan inklusif usia dini), yang memaparkan dan mendiskusikan masalah-masalah, tantangan dan harapan guru, siswa dan orang tua berkaitan dengan penanganan anak berkebutuhan khusus dan anak usia dini dalam pandangan pendidikan inklusif.
Seminar ini juga menjadi media deseminasi hasil pemikiran dan penelitian dari berbagai pemakalah yang mengunggah dan menjadi pemakalah dalam prosiding yang dilaksanakan setelah seminar usai. 1st EFA 2019 diikuti sebanyak 25 pemakalah dari berbagai latar belakang profesi dan berbagai universitasi di Indonesia.1st EFA 2019 diharapkan bisa menjadi kegiatan deseminasi ilmiah tahunan, yang mampu menjadi ajang temu ilmiah bagi seluruh stakeholder seperti akademisi perguruan tinggi, sekolah, guru, orang tua, dan mahasiswa untuk bisa berbagi ilmu dan pengalaman serta memberi ruang pada inovasi dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus dan anak usia dini.
baca juga: http://upy.ac.id/berita/sea-teacher-8th-upy-open-ceremony-mahasiswa-luar-negeri

Senin (5/8) lalu, 5 mahasiswa dari luar negeri yang mengikuti Program Seateacher Batch 8th UPY (Preservice Student Teacher Exchange Program in Southeast Asia) telah tiba di Universitas PGRI Yogyakarta. Kelima mahasiswa tersebut yakni Mary Grace A.Aladano, Princess Camille C.Asma, Benjamin Jose V.Rey III dari Universitas De Naga University, Philippines. Kemudian dua lainnya berasal dari Thailand, yakni Sarinya Keawruang dan Walee Kaewjaima dari Chiang Mai Rajabhat University, Thailand.
Acara tersebut disambut langsung oleh Rektor UPY beserta jajarannya sekaligus untuk melakukan Open Ceremony dan pengenalan kampus di Unit 1 dan Unit 2. Dalam kesempatan itu kelima mahasiswa juga berkunjung ke lab sejarah di Unit 1. “saya menikmati dan senang sekali berada di Indonesia dengan orang-orangnya yang ramah dan senyumnya. Saya bangga diberi kesempatan berada di UPY dengan lingkungannya yang nyaman dan keramah-tamahannya.”Ujar Benjamin, salah satu mahasiswa yang mengikuti Program Seateacher dari Ateneo De Naga University, Philippines. Rencanya kelima mahasiswa tersebut akan mengikuti Paracticum School dan Teaching Program masing-masing di SD dan SMP Mutiara Persada yang akan dilaksanakan selama satu bulan sampai pada tanggal 1 september 2019.

Mahasiswa dari luar negeri saat berkunjung ke Lab. Sejarah UPY
Sedangkan UPY mengirim 3 mahasiswa untuk mengikuti Program Seateacher Batch 8th ke luar negeri, terdiri dari 2 mahasiswa PGSD, yakni Ozza Tizara dan Kusna Yunita yang akan melaksanakan program Sea-Teacher ke Central Luzon State University, Philippines. Kemudian 1 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Matematika, yakni Ilma Akida ke Don Mariano Marcos Memorial State University, Philippines.

Pelepasan 3 Mahasiswa FKIP UPY yang mengikuti Program Sea-Teacher Batch 8th ke Filipina
baca juga: http://upy.ac.id/berita/8-prodi-baru-memenuhi-kebutuhan-masyarakat

Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) merespons dinamika masyarakat dan kebutuhan dunia kerja. “Ada banyak usulan dan masukan agar UPY membuka prodi baru. Masukan itu dicermati, dipertimbangkan, dipersiapkan segala sesuatunya yang kemudian diajukan ke Kemenristek Dikti, beberapa tahun lalu dan turunlah Surat Keputusan itu,”kata Dr. Ir. Paiman, M.P, Rektor UPY.
Dijelaskan Paiman, dari sejumlah keinginan masyarakat dan stakeholder, UPY mengajukan ke Kemenristek Dikti, ada 8 prodi baru telah turun SK-nya. Adapun kedelapan prodi baru itu adalah Teknik Industri, Farmasi, Arsitektur, Teknologi Hasil Pertanian, Pendidikan Vokasional Teknik Otomotif, Teknik Biomedis, Gizi, Teknik Rekayasa Elektromedis. Disebutkan Paiman, untuk SK dua prodi baru yaitu Prodi Ilmu Gizi serta Teknik Elektromedis di serahkan oleh Prof Didi Achjari SE Mcom Ak CA selaku kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta pada jumat(19/7) lalu.

Dr.Ir. Paiman M.P(tengah) bersama para dosen baru untuk kedelapan prodi baru UPY
Dari 8 prodi baru sangat prospektif, lulusan akan terserap dunia kerja. Paiman memberi contoh, Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP). Prodi tersebut telah direncanakan dan menjalani proses pengajuan pendirian sejak januari 2019. Perencanaan ini didasari adanya impian untuk menjadikan THP berkolaborasi dan bersinergi dengan Fakultas Pertanian UPY dalam mengembangkan produk hasil pertanian, terutama hasil pertanian lokal.
“Lulusan prodi THP juga bisa jadi Entrepreneur/Wirausahawan, praktisi supervisor bagian produksi, Quality Control/QC, Quality Assurance, peneliti, baik staf, supervisor, manajer bagian penelitian dan pengembangan produk pangan serta nonpangan,”tandas Paiman, yang juga mantan Dekan Fakultas Pertanian UPY. Lulusan THP juga bisa menjadi Auditor, tugasnya memastikan dan mengawasi bahan, proses produksi suatu produk pangan, hasil pertanian yang aman untuk dikonsumsi.
Sedangkan berkaitan dengan 8 prodi baru, para dosen khususnya kedelapan prodi baru itu menyatakan kesanggupan untuk merealisasikan sesuai visi-misi prodi,”ujar Paiman.
baca juga: http://upy.ac.id/berita/upy-menjalin-kerjasama-dengan-rudn-dan-tsu-rusia-di-bidang-pendidikan

Universitas PGRI Yogyakarta menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan dua perguruan tinggi, yakni RUDN University dan Tomsk State University (TSU) Rusia. Penandatangan MoU dilakukan di Gedung KBRI Moskow, Jumat (2/8) lalu. Dalam momentum tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. HM Budi Djatmiko Msi (Ketua Aptisi), Dr. Kasiyarno M.Hum (Ketua Aptisi DIY), Prof. Dr. Didi Achjari Mcom (Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta).
Penandatanganan MoU dilakukan Prof. Vladimir Filippov (RUDN University) dan Artyom Y Rykun (Tomsk State University) dan Dr. Ir. Paiman M.P (Rektor UPY). “UPY melakukan penandatanganan MoU bersama 17 PT di DIY, 27 PT di Indonesia,”ujar Dr.Ir. Paiman, M.P, Minggu (4/8). Dijelaskan Paiman, MoU dengan 2 PT dilaksanakan dalam upaya penjajagan kerja sama untuk melakukan kolaborasi bidang pendidikan, seminar, joint research, publikasi, serta studi lanjut dosen UPY. Dipilihnya 2 PT tersebut karena kampus yang maju dan bisa diajak kerja sama studi lanjut S2 dan S3 serta International Conference.
Untuk pengembangan teknologi industri, komputer, sipil, geologi sudah sangat maju dan masih butuh waktu untuk tindak lanjut. Setelah MoU dengan 2 PT, rombongan atau delegasi Asosiasi Perguruan Tingi Swasta Indonesia (Aptisi) berkunjung untuk studi banding dan penjajagan kerja sama ke Moscow State University. “Moscow State University juga mengajak untuk bisa studi lanjut di universitasnya,”ucapnya sambil menambahkan ada 500 mahasiswa Indonesia yang kuliah di Rusia. “Rusia bisa menjadi rujukan untuk perkembangan teknologi dan dunia pendidikan tinggi di Indonesia.”tandasnya.
baca juga: http://upy.ac.id/berita/persiapkan-calon-guru-unggul-fkip-upy-implementasikan-program-pds