Kategori: Berita Utama

  • Teater Topy UPY : Mencari Drupadi Dalam Rahim Kartini

    Teater Topy UPY : Mencari Drupadi Dalam Rahim Kartini

    Perempuan memang selalu dipandang sebelah mata. Dipandang lemah dan seringkali menjadi makhluk tanpa daya. Namun, terlepas dari itu semua perempuan adalah sesosok yang di identikkan dengan kelembutan. Perempuan terbiasa menyertakan perasaan dalam segala hal. Maka dari itu, mereka lebih sering menangis bukan karena lemah, tetapi karena sudah berpura-pura tersenyum walaupun hatinya lemah. Ya, memang terlalu banyak kalimat untuk mendiskripsikan seorang “perempuan”.

    Berkaitan dengan hal tersebut, Teater Topy mengadakan pementasan monolog yang dalam acara itu perempuan diangkat sebagai tema, sekaligus bertepatan setelah memperingati hari kartini. Pementasan monolog tersebut diadakan pada hari kamis (25/4) yang bertempat di halaman kampus 1 Universitas PGRI Yogyakarta dengan judul “Tiga Kalung Monolog Perempuan – Mencari Drupadi Dalam Rahim Kartini”.

    Dalam pementasan kali ini pun ada sesuatu yang menarik dan berbeda karena dalam pentas ini semua pemain atau pemeran diambil dari golongan wanita. Mulai dari sutradara hingga actor. Sedangkan untuk pementasan tersebut disutradarai oleh Annisa Na. Pemeran-pemeran dalam pementasan itu diantaranya adalah Alya Safira S (mahasiswa prodi PBSI UPY) sebagai Lasti, Rosita Uswatun KP (mahasiswa prodi akuntansi) sebagai Astuti, dan Krisia Monika Rani (mahasiswa prodi manajemen sebagai Lastri. Sementara penulis naskah yang mereka mainkan di tulis oleh WN Naufal, Isryad Nadjib dan Yuli Ratnasari.

    Pementasan itu menceritakan keluarga dari Lastri yang mempunyai anak perempuan bernama Lasti, lalu Astuti sendiri merupakan anak dari Lasti. Astuti adalah wanita remaja jaman dahulu yang berkehidupan selalu dalam kekurangan, bahkan soal pangan. Sampai pada akhirnya tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mencukupi kehidupannya hingga suatu hari rela menjual harga dirinya di usia yang masih tergolong anak-anak dan harus merasakan pahitnya kehidupan dengan pekerjaan hina tersebut.

    Cerita ini tentunya sangat menginspirasi, terlebih bagi kaum hawa. Menjadi pelajaran berharga, bahwa sebenarnya mereka terlalu mahal hanya untuk dibandingkan dengan harga makanan. Pesan untuk wanita wanita di jaman sekarang yang hidup sudah serba berkecukupan, jagalah diri kalian, seorang wanita berharga tidak akan membuat dirinya tenggelam ke dalam gemerlapnya kehidupan. Berikanlah harta terbesarmu hanya kepada suami mu, bukan pacar pacarmu. Dan menjadi wanita bijak yang cerdas dalam segala hal.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/semarak-hardiknas-aktualisasi-nilai-nilai-edukasi-di-era-revolusi-industri-40

  • PENGUMUMAN TENTANG HASIL SELEKSI PENERIMAAN PEGAWAI UPY 2019

    PENGUMUMAN TENTANG HASIL SELEKSI PENERIMAAN PEGAWAI UPY 2019

    Diberitahukan bahwa Pengumuman Hasil Seleksi Penerimaan Pegawai Universitas PGRI Yogyakarta diundur besuk hari Kamis, tanggal 09 mei 2019. Demikian harap maklum.

  • SEMARAK HARDIKNAS: AKTUALISASI NILAI-NILAI EDUKASI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

    SEMARAK HARDIKNAS: AKTUALISASI NILAI-NILAI EDUKASI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

    Lembaga Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas PGRI Yogyakarta (LKK UPY) bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan BEM KM UPY dan delegasi dari setiap Ormawa, Sebanyak 32 mahasiswa yang diketuai oleh Sigi Priyanto tergabung dalam satu kepanitiaan guna menyukseskan acara, tujuan acara ini untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa, memberikan pengetahuan melalui workshop pendidikan serta meningkatkan kreatifitas mahasiswa.

    Acara ini diselenggarakan di Auditorium unit 1 Universitas PGRI Yogyakarta, Jl.PGRI I No. 177, Sonosewu, Yogyakarta. Waktu pelaksanaan yaitu pada hari kamis tanggal 2 Mei 2019 pukul 08.00-13.15 WIB. Pembicara pada acara workshop ialah Yustinus Nugroho S.T dan Drs. Sugeng M. Subono dari Dinas Kominfo DIY dan Dinas pendidikan.

    Acara ini dibagi menjadi 3 rangkaian utama, yang pertama ialah Workshop Pendidikan dengan tema “AKTUALISASI NILAI-NILAI EDUKASI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0” yang dilaksanakan pada sesi pertama pukul 09.35 – 10.20 WIB dan dilanjutkan sesi ke-2 pada pukul 11.35 .- 11.20 WIB. Untuk mengikuti kegiatan Workshop , peserta diwajibkan membayar sebesar Rp. 15.000 tiap peserta dan mendapat berbagai fasilitas seperti Snack,Makan Siang, dan Sertifikat.

    Rangkaian acara yang kedua ialah lomba orasi pada pukul 10.35 – 12.20 WIB yang diikuti perwakilan setiap prodi di Universitas PGRI yogyakarta. Orasi ini bertujuan agar mahasiswa bisa berpendapat sebebas mungkin dalam mengeluarkan pendapatnya mengenai pendidikan yang ada di Indonesia. Lomba ini dijuarai oleh saudara Imam Wahyu Aji dari prodi PBSI sebagai juara 1 dan Selma Maharani dari prodi TI sebagai juara 2.

    Rangkaian acara yang ketiga ialah lomba UPY pintar yang diselenggarakan pukul 12.35 WIB s/d selesai. Lomba UPY pintar ini adalah lomba yang belum pernah di adakan di UPY, lomba ini sama seperti lomba Indonesia pintar pada umumnya yang bertujuan agar mahasiswa bisa berfikir lebih kritis, lalu untuk lomba ini sendiri dijuarai oleh prodi Matematika dan PLB. Berakhirnya lomba UPY Pintar adalah penanda berakhirnya pula acara Workshop, lomba orasi dan UPY Pintar dari berbagai serangkaian acara tersebut.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/melalui-kegiatan-gelegar-kompekalis-ukm-kompekalis-gelegarkan-dunia-karya-tulis

  • MELALUI KEGIATAN GELEGAR KOMPEKALIS, UKM KOMPEKALIS GELEGARKAN DUNIA KARYA TULIS

    MELALUI KEGIATAN GELEGAR KOMPEKALIS,  UKM KOMPEKALIS GELEGARKAN DUNIA KARYA TULIS

    (Sabtu, 04/05/2019) UKM KOMPEKALIS UPY melaksanakan first action untuk kegiatan perlombaan tingkat DIY. Kegiatan itu dinamai GELEGAR KOMPEKALIS, merupakan kegiatan untuk menyambut hari buku nasional dengan mengusung tema “Lembaran Sakti, Landasan Pesawat Mimpi”.

    GELEGAR KOMPEKALIS ini mempunyai beberapa rangkaian acara perlombaan dan dilengkapi dengan bakti sosial (Open Donasi Buku Bacaan). Cabang perlombaan yang ada yaitu Resensi Buku Non Fiksi Mahasiswa se-DIY, Speaking Contest Mahasiswa se-UPY, dan Lomba Menghias Kue spesial untuk seluruh anggota UKM KOMPEKALIS. Kegiatan perlombaan tersebut berlangsung secara estafet di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta, sedangkan Bakti Sosial, akan diadakan di Kampung Temugiring, Gunung Kidul pada hari jum’at 17 Mei 2019 mendatang. Untuk perlombaan resensi, total pendaftar yaitu sebanyak 47 mahasiswa se-DIY, Speaking Contest sebanyak 14 mahasiswa, dan sebanyak 8 kelompok untuk perlombaan menghias kue.

    Kegiatan GELEGAR KOMPEKALIS ini berlangsung amat semarak karena partisipasi dari berbagai belah pihak. Lomba resensi diikuti oleh beberapa kampus luar, seperti UGM, UNY, UAD, UIN, UMBY, AMIKOM, UPN, dan STIE HAMFARA. Buku yang diresensi dalam perlombaan ini adalah buku yang disponsori oleh penerbit Deepublish. Adapun judul buku yang disponsori yaitu buku tentang kepemimpinan, inovasi dan teknologi pembelajaran, dan marketing public relations. Buku-buku ini sangat pas sekali untuk kalangan mahasiswa. Selain itu, pihak penerbit juga memberikan buku-buku untuk dihadiahkan kepada para pemenang lomba resensi. Luar biasa sekali.

    Melalui kegiatan GELEGAR KOMPEKALIS, diharapkan UKM KOMPEKALIS bisa lebih meningkatkan eksistensi dan relasi. Sudrajat, selaku ketua pelaksana GELEGAR KOMPEKALIS 2019, menceritakan pesan kesannya, “Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kami UKM KOMPEKALIS terhadap dunia baca tulis saat ini, melihat minimnya minat membaca, apalagi untuk menulis. Padahal buku, adalah sumber ilmu, cahaya yang mampu menerangi pemikiran kita untuk keluar dari jalan kebodohan menuju jalan kesuksesan. Diharapkan semuanya bisa memetik manfaat dari acara ini, dan semoga GELEGAR KOMPEKALIS ini bisa terus berlanjut kegiatannya dimasa-masa mendatang.”ujarnya.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/menguatkan-pendidikan-memajukan-kebudayaan-dengan-mewujudkan-sdm-kompetitif-inovatif-dan-berkarakter

  • Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan Dengan Mewujudkan SDM Kompetitif, Inovatif, Dan Berkarakter

    Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan Dengan Mewujudkan SDM Kompetitif, Inovatif, Dan Berkarakter

    Kamis, 2/5 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional atau HARDIKNAS adalah hari nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hajar Dewantara, yaitu tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 mei setiap tahunnya.

    Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019, Universitas PGRI Yogyakarta melaksanakan upacara bersama yang diikuti seluruh dosen dan karyawan UPY serta siswa dari SMP PGRI 1 kasihan pada hari kamis (02/05/2019) dengan mengambil tempat di halaman depan Auditorium kampus UPY unit 1. Upacara ini dimulai tepat pada pukul 07.30 wib dengan mengusung tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan Dengan Mewujudkan SDM Kompetitif, Inovatif, Dan Berkarakter”. Perangkat upacara sendiri berasal dari Resimen Mahasiswa atau Menwa UPY, sedangkan untuk pembina upacara adalah Dr. Ir. Paiman, M.P. rektor UPY.

    Hardiknas 2019 merupakan momentum yang tepat untuk kembali mengingatkan semua orang akan pentingnya pendidikan. Tidak hanya jalur pendidikan formal seperti di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi, namun juga non formal dan informal yang ketiganya harus saling melengkapi untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Tentunya harapan bagi semua anak untuk dapat mengecam pendidikan yang layak.

    Memasuki revolusi industri keempat, sistem pendidikan harus menyiapkan manusia-manusia unggul yang siap menghadapi perubahan zaman. Perkembangan teknologi yang begitu pesat, diprediksi akan mempengaruhi peradaban manusia dimasa depan. Fenomena disruptif akan memasuki semua bidang, tak terkecuali bidang pendidikan. Pendidikan harus segera berevolusi untuk menjawab tantangan zaman tersebut.

    Sehubungan dengan hal tersebut, UPY terus meningkatkan kualitas baik dari segi SDM maupun pembangunan untuk menunjang fasilitas proses pembelajaran yang lebih baik untuk kedepannya. Selain itu peningkatan juga terlihat dari akreditasi prodi-prodi yang hasilnya semakin meningkat dari sebelumnya. Peningkatan kapasitas ditandai dengan dibukanya Prodi baru yaitu Farmasi dan Teknik Industri. Sementara untuk teknik industri mulai tahun ini pun sudah mulai dibuka untuk pendaftaran. Namun demikian, semua peningkatan tersebut tidak akan ada artinya tanpa dibarengi dengan pendidikan karakter. Karena karakter menempati kedudukan paling tinggi untuk semua zaman, terutama zaman digital seperti saat ini. Demi menjawab tantangan perubahan zaman diberbagai bidang apapun terutama pendidikan, tentunya perlu kerjasama antara institusi pendidikan, pemerintah dan industri. Selamat Hari Pendidikan Nasional!

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/ulang-tahun-ke-39-menwa-upy-temu-kangen-guyub-rukun-sak-wadah-ora-pecah-angkatan-1-sampai-angkatan-39

  • ULANG TAHUN KE-39 MENWA UPY: Temu Kangen, Guyub Rukun, Sak Wadah Ora Pecah Angkatan 1 sampai Angkatan 39

    ULANG TAHUN KE-39 MENWA UPY: Temu Kangen, Guyub Rukun, Sak Wadah Ora Pecah Angkatan 1 sampai Angkatan 39

    Penyerahan bantuan berupa kebutuhan pokok oleh Komandan Satuan Resimen Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta, Alumni, Camat Imogiri, dan Komandan Kodim 0729/Bantul

    Satuan Resimen Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta merayakan hari ulang tahunnya yang ke-39 pada hari Minggu, 24 Maret 2019. Kegiatan ini bertema “Temu Kangen, Guyup Rukun, Sak Wadah Ora Pecah Angkatan 1 Sampai 39” yang bermakna mempertemukan Alumni dari angkatan 1 sampai 38 untuk menjalin silaturahmi serta memupuk kebersamaan bersama anggota aktif, yang sejatinya berkumpul dalam satu wadah yang sama, yaitu Satuan Resimen Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta.

    Kegiatan tersebut di buka secara resmi oleh Pembina Resimen Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas PGRI Yogyakarta, Bapak Muhammad Fairuzabadi, M.Kom. yang sekaligus bertindak sebagai Inspektur Upacara di Kampus I Universitas PGRI Yogyakarta. Upacara pembukaan ditandai dengan pelepasan Alumni dan anggota aktif menuju lokasi pasca bencana banjir Imogiri.

    Selesai acara pembukaan di kampus UPY Unit 1, setelahnya rombongan langsung Serpas (Pergeseran Pasukan) menuju lokasi pasca bencana banjir Imogiri dilaksanaan dengan mengunakan mobil dan motor yang membawa kebutuhan pokok untuk warga korban banjir. Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari anggota aktif dan Alumni Satuan Resimen Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta, serta kunjungan dari Komadan Kodim 0729/Bantul. Kegiatan ini dibuka oleh warga setempat dengan beberapa sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh perwakilan warga, sambutan yang kedua disampaikan oleh Camat Imogiri, dan diakhiri dengan sambutan Komandan Kodim 0729/Bantul. Selanjutnya penyerahan bantuan berupa kebutuhan pokok oleh Komandan Satuan Resimen Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta, Alumni, Camat Imogiri, dan Komandan Kodim 0729/Bantul. Kemudian dilanjutkan pembersihan material pasca tanah longsor.

    Selesai kegiatan pembersihan pasca bencana Imogiri, peserta Harlah (Hari Ulang Tahun), serpas(Pergeseran Pasukan) menuju Watu Lumbung Parangtritis untuk melakukan rangkaian kegiatan berupa sarasehan yang dibuka dengan potong tumpeng oleh perwakilan alumni yaitu Bapak Muhlasin kepada Yahya Sidik Suryanto selaku Komandan SATMENWA UPY dan dilanjutkan dengan hiburan- hiburan. “Sarasehan ini merupakan acara untuk mempererat tali silaturahmi antara alumni dengan anggota aktif Satuan Resimen Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta”, ujar Yahya Sidik Suryanto selaku Komandan Universitas PGRI Yogyakarta. Dengan adanya kegiatan ini, semoga kedepannya Satuan Resimen Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta semakin solid dan tetap berhubungan baik dengan Alumni serta menjadi organisasi yang bersih, berwibawa, sehingga dapat dijadikan suri tauladan yang senantiasa menjadi mahasiswa Bela Negara yang berkarakter APIK (Agamis, Profesional, Inovatif, dan Kebangsaan).

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/ukm-pencak-silat-upy-berjaya-di-sumedang

  • UKM Pencak Silat UPY Berjaya di Sumedang

    UKM Pencak Silat UPY Berjaya di Sumedang

    Sumedang Larang Open Championship (SLOC), kejuaraan pencak silat tanding pemasalan tingkat asia 2019 yang memperebutkan piala bergilir Gubernur Jawa Barat & Piala tetap Bupati Sumedang dengan tema: “Melestarikan Pencak Silat Sebagai Budaya Asli Indonesia Yang Membentuk Generasi Muda Berprestasi Dan Berakhlak Mulia”.

    Event ini diselenggarakan di GOR Universitas Sebelas April (UNSAP) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, 27 – 29 April 2019. Ratusan Pesilat mulai dari usia dini hingga Dewasa dari berbagai Negara ASEA berkumpul di GOR Universitas Sebelas April (UNSAP) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pertandingan tersebut di ikuti dari berbagai Sekolah Serta Perguruan Tinggi Baik itu Swasta Dan juga Negeri yang ikut berlaga di Pertandingan ini.

    Tidak mau ketinggalan Mahasiswa yang tergabung dalam UKM Pencak Silat Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) ikut serta dalam ajang tersebut. Berbagai Kategori dipertandingkan dari Kategori Tanding Putra kelas Mini Seta A-F, Kategori Tanding Putri kelas Mini serta A-F, Kategori Seni Tunggal.

    Dengan semangat juga kegigihan UKM Pencak Silat UPY turut berpartisipasi dan mendapatkan hasil yang terbaik dengan menyabet beberapa gelar diberbagai kelas yang dipertandingkan, Yaitu atas nama Wanda Tommy Atmaja meraih Juara II Kelas E Putra (Prodi: Bimbingan Dan Konseling), Paryadi meraih juara ll Seni Tunggal Putra ( Prodi: BImbingan Dan Konseling) Shofia Noviati meraih juara l Kelas C Putri (Prodi: Teknik Informatika), Riyani meraih Juara 1 Kelas Mini Putri (Prodi: Manajemen), dan Bahtiar Ar-Rosyid meraih juara lll Kelas D Putra (Prodi: PGSD).

    Nuryantono selaku manajer mengucapkan terimakasih kepada Pembina, Pelatih, Atlet, Official dan semua yang ikut serta dalam memberikan dukungan pada Team Pencak Silat UPY. Pelaksanaan Kejuaraan Cabor Pencak Silat ini tidak hanya mengejar kemenangan. Namun yang lebih penting adalah ajang melestarikan budaya bangsa, persahabatan dan silaturami antara peserta, supporter, dan panitia.

    Riyani, salah satu atlet UPY yang turut bertanding diajang tersebut mengungkapkan “bahwasanya pada diri seseorang pasti memiliki kemampuan diri, bakat yang dapat di gali dengan semangat diri sendiri yang muncul dengan hati nurani yang dapat di kembangkan dan dapat terwujud dengan semangat belajar, usaha dan di iringi dengan do’a setulus hati.”tuturnya. Ada kesan tersendiri selama mengikuti kejuaraan ini selain ada kebangaan tersendiri tentunya karena telah mewakili UPY dalam ajang tersebut, salah satunya dapat menambah pengalaman dan dapat menambah wawasan serta mengasah kemampuan kami dalam menghadapi setiap masalah khususnya dalam menghadapi lawan yang datang dari Negara ASEAN salahsatunya Timor Leste. Dengan di dampingi oleh ofisial Pencak silat Universitas PGRI Yogyakarta Mas Danang Dan Mas Yantono, kami di arahkan untuk menepis serangan lawan, sehingga kami dapat meraih Juara.”lanjutnya.

    Pencak silat adalah salah satu budaya yang dapat menjadi wahana pendidikan bangsa yang befungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa agar bermartabat dan berakhlaq mulia serta mempertinggi rasa dan jiwa patriotisme.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/lokakarya-audit-mutu-internal-bpm-upy

  • HASIL SELEKSI TES TERTULIS PENERIMAAN CALON PEGAWAI UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

    HASIL SELEKSI TES TERTULIS PENERIMAAN CALON PEGAWAI UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

    Sehubungan dengan penerimaan pegawai Universitas PGRI Yogyakarta tahun 2019, berikut ini diumumkan daftar nama pelamar yang dinyatakan LOLOS SELEKSI TERTULIS, untuk melihat silahkan klik DOWNLOAD

  • Lokakarya Audit Mutu Internal – BPM UPY

    Lokakarya Audit Mutu Internal - BPM UPY

    Dalam UU Nomor 12 tahun 2012 Bab III tentang Penjaminan Mutu, dinyatakan bahwa manajemen Sistem Penjaminan Mutu (SPMI) meliputi Penetapan standar, Pelaksanaan standar, Evaluasi standar, Pengendalian standar, dan Peningkatan standar. Lima tahapan dalam manajemen SPMI dikenal dengan siklus PPEPP. Lebih lanjut mengacu pada Permenristekdikti Nomor 62 tahun 2016 Pasal 5, dinyatakan bahwa evaluasi sebagaimana dimaksud dalam siklus PPEPP tersebut dilakukan melalui Audit Mutu Internal (AMI).

    Dalam pelaksanaan AMI, perguruan tinggi disarankan menetapkan Kebijakan AMI sebelum program AMI dilaksanakan. Kebijakan ini memuat aspek sebagai berikut ; tujuan, sasaran, lingkup/obyek atau bidang atau kegiatan yang diaudit, area atau unit kerja yang akan diaudit, auditor, metode audit, instrument audit, waktu dan jadwal audit, frekuensi audit, dan pelaporan & tindak lanjut hasil audit. AMI adalah proses pengujian sistematik, mandiri, dan terdokumentasi untuk memastikan pelaksanaan kegiatan di perguruan tinggi untuk mencapai tujuan institusi.

    Pada tanggal 12 – 14 April 2019, Kemenristekdikti mengundang beberapa utusan dari universitas-universitas swasta di wilayah Jawa dan Madura untuk mengikuti lokakarya dan pelatihan Audit Mutu Internal. Nama-nama yang tertera dalam undangan tersebut salah satunya dari Universitas PGRI Yogyakarta adalah kepala divisi akademik Badan Penjaminan Mutu yaitu Nafisah Endahati, M.Hum. dan kepala divisi non-akademik yaitu Arum Setiowati, M.P.d. Kedua utusan mengikuti lokakarya di Aston Inn Hotel, Pandanaran, Semarang, Jawa Tengah. Supervisor yang mendampingi kegiatan tersebut adalah Prof. Nyoman Sadra Dharmawan, Dr. Alberta Rika, Prof. Hartanto Nugroho, dan Dr. Elvi Rumiyanto. Semua supervisor mendampingi pelatihan mulai dari penjelasan teori hingga pelatihan audit dokumen dan audit lapangan kepada teraudit yaitu beberapa program studi yang berada di Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Proses pelaksanaan AMI dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu melakukan rapat tim auditor, melakukan audit dokumen, menetapkan jadwal site visit, melakukan audit lapangan, dan membuat laporan audit.

    Hasil yang dicapai dari kegiatan lokakarya meningkatnya pengetahuan peserta tentang proses evaluasi sistem penjaminan mutu yaitu audit mutu internal. Kebutuhan audit mutu internal mendorong pengelola universitas untuk benar-benar mengimplementasikan keijakan mutu dengan sebaik-baiknya.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/senadi-2019

  • SENADI 2019: Peran Data Science Di Era 4.0

    SENADI 2019: Peran Data Science Di Era 4.0

    Revolusi industri 4.0 yang terjadi saat ini memberikan banyak sekali teknologi dengan kemungkinan penerapan pada berbagai bidang yang sangat luas. Bahkan kini dapat dimanfaatkan dalam optimalisasi teknologi yang sudah ada sebelumnya. Misal pada penggunaan big data dalam melakukan ramalan ataupun sebagai analis data mengenai apa yang akan terjadi pada suatu isu, objek, tren atau lainnya di masa depan dengan informasi yang sudah dimiliki. Peran data dan digital untuk masa depan memang penting di era industri zaman modern ini. Potensi dan peran data science tersebut merupakan topik utama dalam Senadi 2019 (Seminar Nasional Dinamika Informatika) yang diadakan oleh program studi Teknik Informatika (TI) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan tema “Peran Data Science Di Era Revolusi Industri 4.0” dengan pemateri Prof.Dr.Ema Utami, S.Si., M.Kom dan Dr.Edhy Sutanto, M.Kom. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (23/4) di Auditorium UPY.

    Dalam sambutannya wakil dekan Fakultas Teknik Prodi Teknik Informatika, Nurirwan Saputra S.Kom., M.Eng. mengungkapkan “Pada era revolusi industri 4.0 saat ini bisa dikatakan zaman data. Data adalah sesuatu yang penting, seperti yang di katakan oleh Jack Maa (alibaba.com) untuk meguasai dunia kedepan harus bisa menguasai data, maka dari itu untuk zaman sekarang banyak sekali perusahaan-perusahaan yang bersaing yang berkaitan dengan data.”ujarnya.

    Sementara itu Rektor UPY Dr. Ir. Paiman, M.P. dalam sambutannya mengutarakan “pada zaman sekarang untuk promosi kepada mahasiswa tidak harus keliling kemana-mana dan cukup menggunakan media-media sosial maupun media internet kemudian disebarkan melalui internet yang dengan cepat akan dapat tersampaikan ke daerah-daerah lain”. Kalau kita ingin menjadi sebuah perguruan tinggi unggul, salah satu yang harus kita pertahankan yang bisa menguasai dunia adalah tentang informasi, hari ini kita buka komputer kita bisa melihat dunia dimana saja,” kata Rektor UPY dalam sambutannya. Itu semua juga tidak terlepas dari zaman teknologi yang semakin canggih dan tentunya juga tidak terlepas dari data-data yang hampir semuanya sudah berbentuk data digital.

    Prof.Dr.Ema Utami, S.Si., M.Kom, sebagai narasumber menyampaikan bahwa pentingnya data karena tumpukan data yang sangat besar itu akan mendatangkan banyak manfaat, terutama untuk tujuan bisnis. Pada saat ini di kehidupan sehari-hari data itu tidak hanya berupa fisik, dengan perkembangan teknologi saat ini apalagi teknologi digital, semua jenis data itu sekarang bentuknya sudah data digital. Data digital itu tanpa kita sadari berseliweran di berbagai jaringan komunikasi. Maka dari itu kita juga harus tetap berhati-hati dengan penggunaan data.”lanjutnya. Data digital disekitar kita itu mempunyai variasi dan volume yang besar juga perubahan yang sangat cepat yang merupakan Big Data. Jadi orang yang menguasai big data itulah yang akan menguasai dunia. Dalam penjelasannya Prof. Dr.Ema Utami, S.Si., M.kom mengungkapkan ada tiga ilmu utama untuk keberhasilan dalam mengolah big data yaitu adalah ilmu komputer atau informatika, matematika statistik, dan kemudian domain ilmu yang akan diolah datanya. Penggerak utama revolusi industri mulai dari yang pertama sampai yang sekarang atau revolusi 4.0 walaupun macam-macam domainnya tetapi kampus itu adalah salah satu yang menjadi motor karena itu mau tidak mau pemerintah harus menggandeng Perguruan Tinggi supaya kurikulumnya mensupport data science dan industri 4.0.

    Prof. Ema menyampaikan bahwa pada saat ini semua yang sudah terkoneksi dari semua kegiatan manusia itu bisa dimesinkan atau bisa di digitalkan, seperti pada dijalan tol yang sekarang petugas pun sudah digantikan oleh mesin, semua ativitas disepanjang jalan tol sudah bergeser dari pengguna jalan tol dengan petugas menjadi pengguna tol dengan program ataupun mesin. Maka sesuatu yang tidak bisa di mesinkan atau di robotkan itu akan memiliki nilai unik dari bahan yaitu sifat-sifat dasar manusia seperti empati, welasasih, cinta, bijaksana, kreatifitas, kegigihan, keunikan, rasa aman, harga diri, kebutuhan sosial, pengakuan, persahabatan, aktualisasi diri. Secanggih-canggihnya mesin teknologi atapun robot sejauh mana dia mempunyai sisi-sisi kemanusiaan. Itu semua merupakan contoh-contoh nilai yang harus dimiliki saat ini agar mampu menghadirkan terobosan berbagai teknologi yang mempunyai sifat-sifat kemanusiaan.”jelasnya.

    baca juga: http://upy.ac.id/berita/workshop-public-speaking-improve-your-public-speaking-and-be-a-good-speaker