Penulis: Humas UPY

  • Intelektual Muda untuk Kedaulatan Bangsa, Mahasiswa UPY Aktif dalam Forum Nasional

    Intelektual Muda untuk Kedaulatan Bangsa, Mahasiswa UPY Aktif dalam Forum Nasional

    Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan kiprah akademiknya melalui partisipasi aktif dalam Simposium Nasional yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Kegiatan yang berlangsung pada 15–16 April 2026 di The Rich Jogja Hotel ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan kebangsaan sekaligus memperkuat kapasitas intelektual dalam memahami berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.

    Simposium yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut mengangkat tema “Intelektual Muda dan Pemecahan Masalah Kedaulatan”. Tema ini menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memberikan gagasan, analisis, dan solusi terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan kedaulatan negara di tengah dinamika global yang terus berkembang.

    Kegiatan menghadirkan pemakalah dari berbagai bidang kajian, mulai dari ekonomi, budaya, hingga politik. Para narasumber memaparkan beragam perspektif mengenai tantangan dan peluang dalam menjaga kedaulatan bangsa, mulai dari dampak ekonomi global terhadap kemandirian nasional, pentingnya pelestarian budaya sebagai identitas bangsa, hingga strategi politik dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

    Dalam forum ilmiah tersebut, mahasiswa Pendidikan Sejarah UPY tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga terlibat aktif dalam sesi diskusi dan pertukaran gagasan. Melalui dialog yang berlangsung dinamis, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta solutif dalam menanggapi berbagai isu kebangsaan yang aktual.

    Partisipasi ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan kajian sejarah dengan realitas sosial dan politik masa kini. Sejarah tidak lagi dipahami sekadar sebagai rekaman masa lalu, tetapi sebagai sumber pembelajaran yang relevan dalam membaca tantangan zaman dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk masa depan bangsa.

    Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah berskala nasional merupakan bagian penting dari proses pembentukan intelektual muda yang berwawasan luas dan memiliki kepedulian terhadap persoalan kebangsaan.

    “Partisipasi mahasiswa dalam forum ilmiah seperti simposium nasional ini sangat penting untuk memperkaya wawasan, memperkuat kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan kesadaran akan peran mereka sebagai generasi penerus bangsa. Mahasiswa perlu hadir di ruang-ruang diskusi strategis agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang mendukung capaian akademik mahasiswa sekaligus memperluas pengalaman mereka dalam memahami isu-isu kebangsaan secara multidisipliner.

    Melalui keikutsertaan dalam Simposium Nasional Hari Penegakan Kedaulatan Negara, mahasiswa Pendidikan Sejarah UPY diharapkan semakin aktif berpartisipasi dalam berbagai forum akademik, baik di tingkat regional maupun nasional. Selain memperkaya pengetahuan, keterlibatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan intelektual dan kepemimpinan yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan.

    Sebagai bagian dari generasi muda Indonesia, mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkuat kedaulatan bangsa. Melalui pemikiran kritis, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan yang kuat, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi nyata bagi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  • PENGUMUMAN PELAKSANAAN UJIAN ACTION PROGRAM PERIODE II BULAN JUNI Th 2026

    PENGUMUMAN PELAKSANAAN UJIAN ACTION PROGRAM PERIODE II BULAN JUNI Th 2026

    Ujian Action Program (AP) Periode II, Juni Th 2026 secara daring/online akan dilaksanakan pada :

    Pemberian Materi : 08 Juni 2026 (Via Grup Telegram)

    Ujian : 11 – 12 Juni 2026 *jika ada perubahan akan diumumkan via grup telegram*

    Tempat : Daring

    Berikut daftar peserta & kelompok ujian Action Program Periode II 2026 :

    Download Daftar Peserta AP

    Bagi peserta yang namanya sudah terdaftar dimohon untuk join grub TELEGRAM untuk mengikuti informasi berikutnya, untuk join silahkan klik link atau scan barcode berikut :

    JOIN GRUP =>> KLIK DISINI

  • Perkuat Kompetensi Mahasiswa, Prodi Hukum Bisnis UPY Gelar Kuliah Umum Paralegal Bersama Praktisi

    Perkuat Kompetensi Mahasiswa, Prodi Hukum Bisnis UPY Gelar Kuliah Umum Paralegal Bersama Praktisi

    Program Studi Hukum Bisnis Fakultas Bisnis dan Hukum (FBH) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Paralegal bekerja sama dengan HAIMUKTI Law Firm. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026 ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Hukum Bisnis UPY sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dan profesional di bidang hukum.

    Kuliah umum tersebut merupakan implementasi nyata dari kerja sama antara Program Studi Hukum Bisnis UPY dan HAIMUKTI Law Firm yang berfokus pada pengembangan wawasan serta keterampilan praktis mahasiswa. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi hukum mengenai peran strategis paralegal dalam mendukung pelayanan dan pendampingan hukum di tengah masyarakat.

    Ketua Program Studi Hukum Bisnis UPY, Adv. Dr. Sigit Handoko, S.H., M.H., C.Me., menegaskan bahwa penguasaan teori hukum perlu diimbangi dengan pemahaman praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

    “Mahasiswa hukum tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas. Mereka juga perlu dibekali pengalaman dan wawasan praktis agar memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia profesional. Pendidikan paralegal menjadi salah satu sarana penting untuk membangun kepekaan terhadap persoalan hukum di masyarakat, meningkatkan kemampuan analisis, serta memperluas jejaring profesional,” ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, materi kuliah umum disampaikan oleh Dr. (Cand) Muhlis Muhiddin, S.Sn., S.H., M.H. dari HAIMUKTI Law Firm. Ia menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep, fungsi, serta dasar hukum paralegal di Indonesia.

    Menurutnya, paralegal merupakan individu yang telah memperoleh pendidikan dan pelatihan hukum tertentu serta memiliki peran dalam memberikan pendampingan hukum non-litigasi di bawah koordinasi advokat atau lembaga bantuan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai posisi dan kontribusi paralegal dalam sistem hukum Indonesia, termasuk tantangan dan peluang profesi yang dapat dikembangkan di masa depan.

    Suasana kuliah umum berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi dan pertanyaan dari mahasiswa terkait praktik hukum yang dihadapi masyarakat. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa untuk memahami dunia profesi hukum secara lebih dekat dan aplikatif.

    Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi hukum dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan hukum. Kolaborasi semacam ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan kebutuhan profesi hukum.

    Melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Paralegal ini, Program Studi Hukum Bisnis UPY berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis, profesionalisme, serta kemampuan adaptif dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

    Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada kualitas dan relevansi, UPY terus berupaya menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi yang mampu menjembatani kebutuhan akademik dengan praktik profesional, sehingga lulusan memiliki daya saing dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

  • Prodi Pendidikan Sejarah UPY Perkuat Jejaring Internasional melalui Kerja Sama Pendidikan dan Budaya di Malaysia

    Prodi Pendidikan Sejarah UPY Perkuat Jejaring Internasional melalui Kerja Sama Pendidikan dan Budaya di Malaysia

    Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan kerja sama strategis dengan sejumlah mitra pendidikan di Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada 5–6 April 2026 tersebut dilaksanakan di Institut Pendidikan Guru Kampus Darulaman Kedah, Malaysia.

    Dalam agenda tersebut, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Pendidikan Sejarah UPY dengan Persatuan Guru-Guru Melayu Kedah. Selain itu, penandatanganan Implementation Agreement juga dilakukan bersama Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat sebagai langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi pendidikan di tingkat regional.

    Kerja sama yang terjalin mencakup berbagai bidang strategis, antara lain pengajaran, penelitian, publikasi ilmiah, serta pemberdayaan masyarakat. Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan jejaring akademik internasional.

    Sebagai implementasi awal dari kerja sama tersebut, diselenggarakan sejumlah kegiatan akademik dan budaya, seperti benchmarking, visiting lecture, pelatihan membatik, serta pengenalan kesenian tradisional Jawa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpendidik, tetapi juga menjadi media promosi budaya Indonesia di lingkungan internasional.

    Pada sesi visiting lecture, Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah UPY, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd., menyampaikan materi mengenai pendidikan karakter berbasis budaya Jawa. Paparan tersebut mendapat sambutan dan antusiasme tinggi dari para peserta karena dinilai relevan dalam menjawab tantangan penguatan karakter peserta didik di era global.

    “Budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui pendekatan berbasis budaya, pendidikan dapat menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral, identitas, dan kebangsaan,” ungkap Dr. Muhammad Iqbal Birsyada dalam sesi presentasinya.

    Kegiatan ini semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Universitas PGRI Yogyakarta, Institut Pendidikan Guru Kampus Darulaman Kedah, serta Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat. Ke depan, kolaborasi tersebut akan terus dikembangkan melalui wadah Persatuan Guru Nusantara sebagai platform penguatan kerja sama pendidikan dan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.

    Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Sejarah UPY menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jaringan internasional, serta memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah global. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UPY dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing internasional, dan berkontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat global.

  • Hari Lahir Pancasila 2026: Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia

    Hari Lahir Pancasila 2026: Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia

    Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum penting untuk mengenang sekaligus menguatkan kembali nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada tahun 2026, peringatan Hari Lahir Pancasila jatuh pada hari Senin, 1 Juni 2026 dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

    Tema tersebut mengandung makna yang sangat mendalam dan relevan dengan kondisi masyarakat global saat ini. Di tengah berbagai tantangan dunia, seperti konflik antarnegara, perbedaan ideologi, krisis kemanusiaan, serta meningkatnya polarisasi sosial, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila hadir sebagai pedoman untuk membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan berkeadilan.

    Sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia, Pancasila telah terbukti menjadi perekat yang menyatukan keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang dimiliki bangsa Indonesia. Dalam keberagaman tersebut, Pancasila mengajarkan pentingnya menghormati perbedaan, menjunjung tinggi persatuan, mengedepankan musyawarah, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Lebih dari sekadar dasar negara, Pancasila juga mengandung nilai-nilai universal yang dapat menjadi kontribusi Indonesia dalam membangun perdamaian dunia. Nilai kemanusiaan, toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap martabat manusia merupakan prinsip-prinsip yang dibutuhkan oleh masyarakat global dalam menghadapi berbagai tantangan bersama.

    Universitas PGRI Yogyakarta memaknai Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh sivitas akademika. Sebagai institusi pendidikan tinggi, UPY memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, menjunjung tinggi toleransi, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

    Di lingkungan kampus yang terdiri dari mahasiswa dan dosen dengan latar belakang yang beragam, nilai-nilai Pancasila menjadi landasan penting dalam membangun budaya akademik yang inklusif, menghargai perbedaan, dan mendorong kolaborasi. Semangat gotong royong, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman merupakan bagian dari implementasi nyata Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

    Peringatan Hari Lahir Pancasila juga menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan bangsa adalah tanggung jawab bersama. Di era digital yang serba cepat, masyarakat dituntut untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi, menghindari penyebaran ujaran kebencian, serta terus membangun ruang dialog yang sehat dan produktif demi menjaga keutuhan bangsa.

    Melalui momentum ini, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat semakin memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, Indonesia dapat terus tumbuh sebagai bangsa yang kuat, damai, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia.

    Segenap Pimpinan dan Sivitas Akademika
    Universitas PGRI Yogyakarta

    mengucapkan:

    Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila

    1 Juni 2026

    “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”

    Mari bersama memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi Indonesia yang maju, harmonis, dan berdaya saing global.

  • Hari Raya Waisak 2570 BE: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia

    Hari Raya Waisak 2570 BE: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia

    Hari Raya Waisak merupakan momen suci yang diperingati oleh umat Buddha di seluruh dunia untuk mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Siddharta Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian Penerangan Sempurna, dan Parinibbana Sang Buddha. Pada tahun 2026, umat Buddha memperingati Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2026 dengan mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia.”

    Tema tersebut memiliki makna yang sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari konflik kemanusiaan, ketegangan sosial, perubahan iklim, hingga berbagai bentuk intoleransi dan perpecahan, nilai-nilai Dharma menjadi pengingat penting akan perlunya kebijaksanaan, kasih sayang, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama manusia.

    Dharma mengajarkan bahwa perdamaian tidak hanya dimulai dari lingkungan yang luas, tetapi juga dari diri sendiri. Ketika setiap individu mampu mengendalikan pikiran, ucapan, dan tindakan dengan penuh kebajikan, maka akan tercipta kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat yang beragam. Perdamaian dunia pada hakikatnya dibangun dari perdamaian dalam hati setiap manusia.

    Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai keberagaman dan persatuan, Indonesia memiliki kekayaan budaya, agama, dan tradisi yang menjadi modal penting dalam membangun kehidupan yang damai. Semangat Waisak menjadi momentum untuk memperkuat rasa saling menghormati, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa perbedaan merupakan kekuatan yang dapat menyatukan, bukan memisahkan.

    Universitas PGRI Yogyakarta memaknai Hari Raya Waisak sebagai refleksi nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan sikap toleransi, moderasi, kepedulian sosial, dan penghargaan terhadap keberagaman. Kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membangun karakter, memperkuat dialog, dan menumbuhkan semangat hidup berdampingan secara damai.

    Di era global yang semakin terhubung, generasi muda dituntut tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan sosial dan moral. Nilai-nilai Dharma yang mengajarkan kebijaksanaan, kasih sayang, serta tanggung jawab terhadap sesama menjadi bekal penting dalam membangun masa depan yang lebih harmonis dan berkelanjutan.

    Momentum Hari Raya Waisak 2570 BE mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan, mengedepankan dialog, serta menjaga persatuan dan perdamaian. Dengan semangat Dharma, setiap individu dapat berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih damai, inklusif, dan penuh empati.

    Segenap Pimpinan dan Sivitas Akademika
    Universitas PGRI Yogyakarta
    mengucapkan:

    Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE

    31 Mei 2026

    Semoga peringatan Hari Raya Waisak menjadi momentum untuk memperkuat kebijaksanaan, menumbuhkan kasih sayang, serta menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”

    Mari bersama menebarkan kedamaian, mempererat persaudaraan, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh umat manusia.

  • Mahasiswa Gizi UPY Lolos Program Nasional SAPA Kampus Berdampak BPOM RI

    Mahasiswa Gizi UPY Lolos Program Nasional SAPA Kampus Berdampak BPOM RI

    Universitas PGRI Yogyakarta kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan kompetensi mahasiswa melalui partisipasi aktif pada program nasional di bidang keamanan pangan. Tiga mahasiswa Program Studi Gizi UPY berhasil lolos dan terpilih mengikuti Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).

    Mahasiswa yang terpilih dalam program tersebut yaitu Hunalika Yasfa, Septiajati Yudhowanti, dan Fadhilah Nur Azizah. Keikutsertaan mereka menjadi bentuk nyata keterlibatan mahasiswa UPY dalam mendukung peningkatan keamanan pangan dan pemberdayaan usaha mikro kecil (UMK) pangan olahan di Indonesia.

    Program SAPA Kampus Berdampak merupakan program pembentukan mahasiswa sebagai Fasilitator Keamanan Pangan yang memiliki kompetensi dalam mendampingi UMK pangan olahan agar memenuhi standar keamanan pangan dan penerapan CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik).

    Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik langsung dalam pendampingan UMK pangan olahan. Pelaksanaan Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 berlangsung mulai Februari hingga Juni 2026.

    Selama mengikuti program, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang membantu proses pendampingan UMK pangan olahan, mulai dari memberikan edukasi terkait keamanan pangan, membantu penyusunan dokumen CPPOB, melakukan monitoring penerapan keamanan pangan, hingga mendukung percepatan UMK dalam memperoleh izin penerapan CPPOB dari BPOM RI.

    Keterlibatan mahasiswa Gizi UPY dalam program nasional ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya pada bidang keamanan pangan, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi.

    Selain meningkatkan pengalaman lapangan mahasiswa, program ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan UMK pangan olahan agar semakin mampu menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan memenuhi standar regulasi pangan nasional.

    Partisipasi mahasiswa dalam SAPA Kampus Berdampak Batch 8 sekaligus menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya di bidang gizi, keamanan pangan, dan kesehatan masyarakat.

    Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen edukasi pangan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya budaya keamanan pangan yang lebih baik di Indonesia.

  • Hari Raya Idul Adha 1447 H: Momentum Keikhlasan, Kepedulian, dan Kebersamaan

    Hari Raya Idul Adha 1447 H: Momentum Keikhlasan, Kepedulian, dan Kebersamaan

    Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momentum penting bagi umat Islam yang sarat dengan nilai keimanan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Setiap tahunnya, Idul Adha menjadi pengingat akan keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang arti keikhlasan, ketaatan, serta pengorbanan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

    Pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, semangat berbagi dan kebersamaan kembali menjadi nilai utama yang relevan dalam kehidupan masyarakat modern. Di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan saat ini, Idul Adha mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya datang dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari ketulusan untuk berbagi dan membantu sesama.

    Makna kurban dalam Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah semata, tetapi juga refleksi tentang pentingnya menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Semangat inilah yang menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, penuh toleransi, dan saling menguatkan.

    Universitas PGRI Yogyakarta memaknai Hari Raya Idul Adha sebagai momentum untuk mempererat nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan semangat pengabdian. Sebagai institusi pendidikan, UPY terus mendorong sivitas akademika untuk tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta karakter yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan religiusitas.

    Idul Adha juga menjadi pengingat bahwa pengorbanan, kerja keras, dan keikhlasan adalah bagian penting dalam proses meraih keberhasilan. Nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat dunia pendidikan yang terus mendorong generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat.

    Di momen penuh berkah ini, kebersamaan bersama keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar menjadi hal yang sangat berharga. Tradisi saling berbagi, silaturahmi, dan gotong royong menjadi kekuatan sosial yang terus menjaga kehangatan dan persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

  • Mahasiswa Pendidikan Matematika UPY Gelar Kolaborasi Internasional Bersama Mahasiswa Filipina

    Mahasiswa Pendidikan Matematika UPY Gelar Kolaborasi Internasional Bersama Mahasiswa Filipina

    Universitas PGRI Yogyakarta melalui Program Studi Pendidikan Matematika menghadirkan kegiatan kolaborasi internasional bersama mahasiswa dari Filipina melalui kelas matematika dan sharing session akademik yang berlangsung dalam suasana hangat, interaktif, dan penuh semangat kebersamaan.

    Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika sebagai bentuk penguatan jejaring internasional sekaligus upaya membangun ruang belajar lintas budaya yang inspiratif bagi calon pendidik masa depan. Melalui program tersebut, mahasiswa dari kedua negara diajak untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta memahami proses pembelajaran matematika yang diterapkan di masing-masing institusi pendidikan.

    Kolaborasi internasional ini bertujuan mempererat hubungan antarmahasiswa dari berbagai negara sekaligus menunjukkan implementasi pembelajaran yang diterapkan mahasiswa Pendidikan Matematika UPY sebagai calon pendidik profesional. Kegiatan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan sikap terbuka, toleran, dan kolaboratif di tengah keberagaman budaya dan latar belakang pendidikan.

    Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengadakan sesi sharing session yang membahas berbagai aspek pembelajaran matematika di Indonesia dan Filipina. Diskusi mencakup metode pembelajaran, media pembelajaran yang digunakan, strategi mengajar yang efektif, hingga tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan modern.

    Melalui forum tersebut, peserta memperoleh banyak wawasan baru mengenai sistem pendidikan dan pendekatan pembelajaran matematika di masing-masing negara. Selain berbagi pengalaman akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang bertukar ide, motivasi, serta penguatan kerja sama antarmahasiswa maupun antarprogram studi.

    Sharing session utama dilaksanakan di ruang sidang Program Studi Pendidikan Matematika dengan suasana diskusi yang aktif dan komunikatif. Mahasiswa berdialog mengenai perkembangan pendidikan matematika di era modern sekaligus membahas materi perkuliahan yang dipelajari di universitas masing-masing.

    Tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, program ini juga dikemas secara santai dan penuh nuansa persahabatan internasional. Mahasiswa bersama peserta dari Filipina mengabadikan momen melalui sesi foto dan pembuatan video bersama sebagai simbol terjalinnya hubungan yang hangat dan penuh kekeluargaan.

    Kegiatan semakin menarik ketika mahasiswa memperkenalkan berbagai makanan ringan khas Indonesia kepada mahasiswa Filipina. Momen pertukaran budaya tersebut memunculkan diskusi menarik mengenai makanan khas dari kedua negara, termasuk kesamaan cita rasa dan budaya kuliner yang dimiliki Indonesia dan Filipina.

    Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Matematika UPY berharap dapat menunjukkan bahwa pendidikan mampu menjadi jembatan dalam membangun persaudaraan internasional. Perbedaan bahasa, budaya, maupun sistem pendidikan bukan menjadi penghalang untuk saling belajar dan berkembang bersama, melainkan menjadi kekuatan yang memperkaya pengalaman dan memperluas wawasan global mahasiswa.

    Program kolaborasi ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal terciptanya kerja sama internasional yang lebih luas di bidang pendidikan, sekaligus memperkuat pengalaman internasional mahasiswa dalam menghadapi tantangan pendidikan global di masa depan.

  • Prodi Hukum Bisnis UPY Laksanakan Kunjungan Edukatif ke Istana Negara

    Prodi Hukum Bisnis UPY Laksanakan Kunjungan Edukatif ke Istana Negara

    Program Studi Hukum Bisnis Fakultas Bisnis dan Hukum Universitas PGRI Yogyakarta melaksanakan kunjungan edukatif ke Istana Negara pada Jumat, 19 Desember 2025.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan wawasan kebangsaan dan pemahaman ketatanegaraan bagi mahasiswa melalui pengalaman belajar secara langsung di lingkungan lembaga kenegaraan Republik Indonesia.

    Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman kontekstual mengenai sistem ketatanegaraan, kelembagaan negara, serta peran strategis Istana Negara dalam penyelenggaraan pemerintahan nasional. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai fungsi simbolik dan administratif Istana Negara sebagai pusat kegiatan kenegaraan Republik Indonesia.

    Kegiatan edukatif ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap teori hukum tata negara yang selama ini dipelajari dalam proses perkuliahan. Dengan melihat langsung praktik dan dinamika ketatanegaraan, mahasiswa dapat memahami implementasi konsep hukum secara lebih nyata dan aplikatif.

    Program Studi Hukum Bisnis UPY menilai bahwa pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) menjadi salah satu pendekatan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang hukum dan ketatanegaraan.

    Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman yang dapat memperkuat kesadaran hukum, nasionalisme, serta pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan di Indonesia.

    Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Program Studi Hukum Bisnis UPY dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, wawasan kebangsaan, serta kemampuan memahami dinamika hukum dan ketatanegaraan secara komprehensif.

    Dengan pelaksanaan kunjungan edukatif ini, diharapkan mahasiswa mampu menjadi generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap perkembangan sistem hukum dan pemerintahan di Indonesia.