Author: Administrator

  • Hari Buruh Internasional 2026 – “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”

    Hari Buruh Internasional 2026 – “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”

    Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day sebagai momentum penghormatan atas dedikasi, perjuangan, dan kontribusi para pekerja dalam membangun peradaban, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menjaga keberlangsungan berbagai sektor kehidupan. Hari Buruh bukan sekadar peringatan historis, melainkan refleksi bersama tentang pentingnya keadilan, kesejahteraan, perlindungan, dan penghargaan terhadap seluruh pekerja.

    Pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026, tema “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama” menjadi simbol kuat bahwa kesejahteraan bangsa hanya dapat terwujud melalui persatuan, kolaborasi, dan komitmen bersama antara pekerja, pemerintah, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat.

    Buruh, pekerja, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, petani, pelaku industri, hingga pekerja sektor informal merupakan pilar penting pembangunan bangsa. Dengan semangat kerja keras, inovasi, dan pengabdian, mereka berkontribusi nyata dalam menggerakkan roda sosial, ekonomi, dan pendidikan menuju Indonesia yang lebih maju.

    Universitas PGRI Yogyakarta memaknai Hari Buruh Internasional sebagai momentum untuk menanamkan nilai penghormatan terhadap kerja, profesionalisme, serta pentingnya menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, membangun inovasi, dan menjunjung nilai kemanusiaan.

    Tema tahun ini mengajak seluruh pihak untuk bersatu dalam satu tekad memperjuangkan kesejahteraan bersama, menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, inklusif, serta mendukung peningkatan kualitas hidup seluruh pekerja Indonesia.

    Di era transformasi global, tantangan dunia kerja terus berkembang. Oleh karena itu, pendidikan, keterampilan, kolaborasi, dan solidaritas menjadi kunci utama dalam membangun masa depan yang lebih adil dan sejahtera.

    Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026.
    Mari bersama memperkuat persatuan, menghargai setiap karya, dan melangkah dalam satu tekad menuju satu tujuan: Sejahtera Bersama.

    Universitas PGRI Yogyakarta
    Mendukung generasi unggul, pekerja tangguh, dan Indonesia yang lebih bermartabat.

  • Bukan Sekadar Gelar, Ini Alasan Program Internasional UPY Bisa Jadi “Shortcut” Karir Globalmu

    Bukan Sekadar Gelar, Ini Alasan Program Internasional UPY Bisa Jadi “Shortcut” Karir Globalmu

    Pernah terpikir nggak, gimana rasanya kuliah tapi circle pertemananmu nggak cuma dari Sabang sampai Merauke, tapi sampai ke luar negeri? Di era sekarang, punya ijazah saja rasanya “kurang nendang” kalau tidak dibarengi dengan pengalaman internasional.

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) paham betul soal ini. Lewat berbagai skema program internasionalnya, UPY bukan lagi sekadar kampus lokal, tapi sudah jadi jembatan buat kamu yang ingin mencicipi atmosfer pendidikan global.

    Mengapa Harus Melirik Program Internasional?

    Banyak yang mengira ikut program internasional itu ribet dan mahal. Padahal, manfaatnya jangka panjang banget, lho:

    • Networking Tanpa Batas: Kamu bakal punya relasi dengan mahasiswa dan dosen dari berbagai negara. Ini aset mahal saat kamu lulus nanti.
    • Adaptabilitas: Terbiasa dengan perbedaan budaya bikin kamu jadi pribadi yang lebih open-minded dan solutif—skill yang sangat dicari perusahaan multinasional.
    • Penguasaan Bahasa: Nggak perlu kursus mahal-mahal, praktik langsung di lingkungan internasional jauh lebih efektif.

    Apa yang Ditawarkan UPY?

    Melalui skema Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UPY, kampus ini membuka pintu lebar bagi calon mahasiswa yang haus akan pengalaman global. Mulai dari program credit transfer, magang internasional, hingga kolaborasi riset dengan universitas mitra di luar negeri.

    Kampus ini memastikan bahwa meskipun kamu kuliah di Jogja yang kental dengan budaya lokalnya, pandanganmu tetap harus mendunia. Jadi, buat kamu yang sedang mencari tempat lanjut study, program-program di UPY ini patut masuk daftar prioritasmu.

    Tips: Jangan tunggu nanti. Pantau terus informasi PMB UPY karena kuota untuk program-program prestisius seperti ini biasanya jadi rebutan!

  • UPY Gelar Seminar Nasional Hak Cipta, Bahas Tantangan dan Peluang Pengembangan Kreativitas Indonesia – di Hadiri Langsung Ketua MK RI

    UPY Gelar Seminar Nasional Hak Cipta, Bahas Tantangan dan Peluang Pengembangan Kreativitas Indonesia – di Hadiri Langsung Ketua MK RI

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melalui Program Studi Hukum Bisnis, Fakultas Bisnis dan Hukum, menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Tantangan dan Peluang bagi Pengembangan Kreativitas di Indonesia tentang Hak Cipta” pada Kamis, 24 April 2026, bertempat di Auditorium UPY. Kegiatan ini dibuka untuk umum dan dilaksanakan secara hybrid, dengan peserta mengikuti secara langsung di auditorium maupun daring melalui Zoom Meeting.

    Seminar nasional ini menjadi forum akademik strategis untuk membahas dinamika perlindungan hak cipta di Indonesia, khususnya pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIII/2025 yang dinilai membawa implikasi penting terhadap tata kelola kreativitas dan perlindungan hukum di sektor industri kreatif nasional.

    Acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia sekaligus Kaprodi Hukum Bisnis UPY, Adv. Dr. Sigit Handoko, S.H., M.H., C.Me., yang menegaskan pentingnya peningkatan literasi hukum hak cipta sebagai fondasi pengembangan kreativitas nasional.

    Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor I UPY, Ahmad Riyadi, M.Kom., yang mewakili Rektor UPY. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menghadirkan ruang akademik yang responsif terhadap isu hukum kontemporer, termasuk perlindungan hak cipta di era ekonomi kreatif.

    Seminar ini menghadirkan keynote speaker utama, Yang Mulia Dr. Suhartoyo, S.H., M.H., Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Dalam paparannya mengenai Pengembangan Kreativitas di Indonesia Pascaputusan MK Nomor 28/PUU-XXIII/2025, beliau menyoroti pentingnya keseimbangan antara perlindungan hukum, kepastian regulasi, dan dukungan terhadap pertumbuhan kreativitas nasional.

    Materi berikutnya disampaikan oleh Wahyu Jati Pramanto, S.H., M.H., Analis Hukum Ahli Madya Kementerian Hukum RI, yang membahas Peran Lembaga Manajemen Kolektif (LMK/LMKN) Pascaputusan MK No. 28/PUU-XXIII/2025. Ia menjelaskan bahwa putusan tersebut menjadi momentum reformasi tata kelola royalti nasional melalui penataan ulang sistem, kejelasan kewenangan, serta penguatan prinsip keadilan dan transparansi.

    “Putusan ini dapat dipahami sebagai langkah penting menuju sistem pengelolaan royalti nasional yang lebih tertib, transparan, dan berkeadilan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Febria Gupita, S.H., M.H., dosen Program Studi Hukum Bisnis UPY, membawakan materi bertajuk Paradoks Perlindungan Hak Cipta dalam Industri Musik Indonesia, yang mengulas berbagai tantangan implementasi regulasi hak cipta di tengah perkembangan industri musik yang dinamis.

    Rangkaian seminar berlangsung aktif melalui dua sesi diskusi dan tanya jawab, baik dari peserta luring maupun daring. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap isu hak cipta sebagai bagian penting dalam perlindungan karya, inovasi, dan ekonomi kreatif.

    Kegiatan ditutup dengan penyerahan tanda terima kasih kepada narasumber dan moderator, serta sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi antara akademisi, praktisi hukum, dan masyarakat dalam membangun ekosistem kreativitas nasional yang sehat.

    Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, UPY menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang relevan dengan isu strategis bangsa, sekaligus mendorong penguatan pemahaman hukum yang adaptif bagi masyarakat luas di tengah perkembangan industri kreatif Indonesia.

  • Program Studi PLB UPY Raih Akreditasi Unggul, Tegaskan Komitmen pada Pendidikan Berkualitas

    Program Studi PLB UPY Raih Akreditasi Unggul, Tegaskan Komitmen pada Pendidikan Berkualitas

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang akademik. Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPY, resmi berhasil meraih Akreditasi Unggul sebagai bentuk pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi yang profesional, berdaya saing, dan berorientasi pada mutu berkelanjutan.

    Predikat Akreditasi Unggul ini menjadi pencapaian strategis yang menegaskan komitmen Program Studi PLB UPY dalam menjaga standar akademik, memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas tata kelola, serta mengembangkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan khusus.

    Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga para mitra yang selama ini berkontribusi dalam pengembangan Program Studi PLB.

    Akreditasi Unggul tidak hanya menjadi simbol pencapaian administratif, tetapi juga mencerminkan kualitas nyata dalam berbagai aspek, termasuk kurikulum, proses pembelajaran, kompetensi lulusan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola kelembagaan yang akuntabel dan profesional.

    Pihak universitas menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh keluarga besar Prodi PLB FKIP UPY yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan pendidikan luar biasa yang unggul dan inklusif.

    Capaian ini diharapkan semakin memperkuat posisi Program Studi PLB UPY sebagai salah satu program studi yang mampu mencetak tenaga pendidik profesional di bidang pendidikan luar biasa, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan inklusif di Indonesia.

    Dengan diraihnya Akreditasi Unggul, Universitas PGRI Yogyakarta menegaskan langkah progresifnya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas, inovatif, dan responsif terhadap tantangan zaman.

    UPY berharap pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus melangkah maju, memperluas kontribusi, serta menghadirkan pendidikan yang semakin bermutu demi mencetak lulusan yang profesional, humanis, dan berdampak luas bagi masyarakat.

  • UPY Terima Benchmarking Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Perkuat Sinergi Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran

    UPY Terima Benchmarking Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Perkuat Sinergi Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Perjuangan Tasikmalaya (UNPER) pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Ruang Sidang Rektorat UPY ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, khususnya di bidang penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran.

    Kunjungan benchmarking tersebut melibatkan peserta dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran (LPP) dan Badan Penjaminan Mutu (BPM) dari masing-masing universitas. Dari pihak UPY, kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I, Ahmad Riyadi, M.Kom.

    Dalam pertemuan tersebut, Universitas Perjuangan Tasikmalaya melakukan benchmarking terkait sistem penjaminan mutu internal serta strategi pengembangan pembelajaran yang diterapkan oleh BPM dan LPP UPY. Diskusi berfokus pada praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan mutu akademik, penguatan budaya kualitas, serta inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan pendidikan tinggi saat ini.

    Kegiatan ini bertujuan untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam membangun sistem penjaminan mutu yang efektif, profesional, dan berkelanjutan. Selain itu, benchmarking juga menjadi ruang kolaboratif untuk mendiskusikan strategi peningkatan kualitas pembelajaran sebagai bagian dari penguatan daya saing institusi.

    Suasana diskusi berlangsung aktif dan konstruktif, dengan berbagai pembahasan terkait tata kelola mutu, evaluasi akademik, pengembangan kurikulum, serta inovasi pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan.

    Sebagai tindak lanjut konkret dari kegiatan ini, kedua institusi merencanakan penandatanganan Implementation of Agreement (IoA) antara LP3M Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan BPM dan LPP UPY. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kerja sama berkelanjutan dalam penguatan mutu pendidikan tinggi, pengembangan pembelajaran, serta peningkatan kapasitas kelembagaan.

    Melalui kegiatan benchmarking ini, UPY kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi, inovasi, dan pengembangan mutu berkelanjutan. Sinergi antarperguruan tinggi diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem akademik yang unggul, adaptif, dan berdaya saing nasional.

  • Hari Bumi 2026: Bersama Menjaga Planet, Membangun Masa Depan Berkelanjutan

    Hari Bumi 2026: Bersama Menjaga Planet, Membangun Masa Depan Berkelanjutan

    Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan bumi sebagai rumah bersama. Hari Bumi 2026 menjadi pengingat bahwa keberlanjutan planet bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau organisasi tertentu, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

    Di tengah berbagai tantangan lingkungan seperti perubahan iklim, polusi, deforestasi, krisis air bersih, dan peningkatan limbah, Hari Bumi hadir sebagai seruan nyata untuk bertindak lebih bijak terhadap alam. Bumi bukan warisan semata, melainkan titipan bagi generasi mendatang yang harus dijaga melalui langkah-langkah kecil maupun besar secara konsisten.

    Universitas PGRI Yogyakarta memaknai Hari Bumi 2026 sebagai bagian penting dalam membangun kesadaran ekologis di lingkungan kampus. Sebagai institusi pendidikan, UPY berkomitmen untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada seluruh sivitas akademika melalui budaya hidup berkelanjutan, pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, serta kontribusi nyata dalam edukasi dan pengabdian kepada masyarakat.

    Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan. Mulai dari kebiasaan sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat energi, menjaga kebersihan lingkungan, hingga berpartisipasi dalam inovasi hijau dan gerakan sosial berbasis lingkungan—semua menjadi bagian dari kontribusi besar bagi bumi.

    Hari Bumi juga menjadi refleksi bahwa kemajuan teknologi dan pembangunan harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap ekosistem. Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan inovator, peneliti, dan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

    Melalui peringatan Hari Bumi 2026, Universitas PGRI Yogyakarta mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk bersama-sama membangun gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, peduli, dan berkelanjutan.

    Karena menjaga bumi bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan.

    Selamat Hari Bumi 2026
    “Our Power, Our Planet”
    Bersama Universitas PGRI Yogyakarta, wujudkan langkah kecil untuk perubahan besar demi bumi yang lebih hijau, sehat, dan lestari.

  • Memperingati Hari Kartini 2026: Semangat Perempuan Berdaya, Pendidikan Maju, Indonesia Tangguh

    Memperingati Hari Kartini 2026: Semangat Perempuan Berdaya, Pendidikan Maju, Indonesia Tangguh

    Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia kembali mengenang sosok luar biasa yang telah menyalakan obor perubahan bagi kaum perempuan, yaitu Raden Ajeng Kartini. Hari Kartini bukan sekadar peringatan historis, tetapi juga momentum penting untuk merefleksikan perjuangan emansipasi, kesetaraan pendidikan, dan peran strategis perempuan dalam membangun bangsa.

    Pada Hari Kartini 2026, semangat perjuangan R.A. Kartini tetap relevan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Kartini telah membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk memperoleh hak pendidikan, berpikir kritis, serta berkontribusi aktif di berbagai bidang kehidupan. Kini, semangat tersebut terus hidup dalam kiprah perempuan Indonesia modern yang berprestasi di dunia pendidikan, teknologi, ekonomi, sosial, budaya, hingga kepemimpinan.

    Universitas PGRI Yogyakarta memaknai Hari Kartini sebagai pengingat bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun generasi unggul tanpa memandang gender. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada kemajuan bangsa, UPY terus mendukung lahirnya perempuan-perempuan cerdas, tangguh, inovatif, dan berdaya saing global.

    Perempuan masa kini bukan hanya penerus perjuangan Kartini, tetapi juga penggerak perubahan di era modern. Di lingkungan kampus, perempuan hadir sebagai mahasiswa berprestasi, dosen inspiratif, peneliti, pemimpin organisasi, hingga agen perubahan sosial yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

    Peringatan Hari Kartini 2026 juga menjadi ajakan bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menanamkan nilai keberanian, kecerdasan, kemandirian, dan semangat kolaborasi. Karena sejatinya, perjuangan Kartini belum selesai ia terus berlanjut melalui karya, pendidikan, dan dedikasi generasi masa kini.

    Selamat Hari Kartini 2026.
    Mari terus kobarkan semangat perempuan berdaya, pendidikan maju, dan Indonesia yang lebih setara.

    “Habis Gelap Terbitlah Terang”
    Dari Universitas PGRI Yogyakarta, untuk perempuan Indonesia yang terus menginspirasi.

  • Pengumuman Wisuda Periode III (Offline 27 Juni 2026) tahun akademik 2025/2026

    Pengumuman Wisuda Periode III (Offline 27 Juni 2026) tahun akademik 2025/2026

    Berikut informasi terkait Pelaksanaan Pengumuman Wisuda Periode III (Offline 27 Juni 2026) tahun akademik 2025/2026. Selengkapnya silahkan download disini

  • Biar Nugas Nggak Cuma Niat: Tips Supaya Lebih Efektif dan Nggak Keteteran Deadline

    Biar Nugas Nggak Cuma Niat: Tips Supaya Lebih Efektif dan Nggak Keteteran Deadline

    Setelah mengenal berbagai tipe mahasiswa saat nugas di Part 1 dan memahami kelebihan serta kekurangannya di Part 2, sekarang saatnya masuk ke bagian yang paling “krusial”:
    gimana caranya biar nugas benar-benar selesai, bukan cuma direncanakan?

    Karena jujur saja, tantangan terbesar mahasiswa bukan kurang tempat, tapi…
    terlalu banyak alasan untuk menunda. 😄

    Nah, berikut beberapa tips yang bisa membantu kamu jadi lebih efektif saat nugas di mana pun tempatnya.

    1. Gunakan Teknik “Mulai Dulu 10 Menit”

    Sering kali, yang berat itu bukan nugasnya, tapi memulai.

    Solusinya sederhana: “Kerjakan dulu 10 menit saja.”

    Biasanya, setelah mulai, otak akan ikut “panas” dan lebih mudah lanjut. Teknik ini terbukti efektif untuk mengatasi kebiasaan menunda (procrastination).

    📋 2. Pecah Tugas Jadi Bagian Kecil

    Tugas besar sering terasa menakutkan.
    Solusinya: dibagi-bagi.

    Misalnya:

    • Hari ini cari referensi
    • Besok buat kerangka
    • Lusa mulai menulis

    Dengan cara ini, tugas terasa lebih ringan dan lebih mudah diselesaikan.

    📵 3. Kurangi Distraksi (Ini yang Paling Sulit 😄)

    Realitanya:

    Niat nugas kalah sama notifikasi.

    Beberapa cara yang bisa dicoba:

    • Aktifkan mode fokus di HP
    • Jauhkan HP saat nugas
    • Gunakan aplikasi pemblokir distraksi

    Karena satu notifikasi kecil bisa berubah jadi 1 jam scroll tanpa sadar.

    4. Pilih Tempat Sesuai Kebutuhan, Bukan Tren

    Tidak semua tugas cocok dikerjakan di semua tempat.

    • Butuh ide? → Coffee shop boleh
    • Butuh fokus tinggi? → Perpustakaan
    • Butuh fleksibel? → Kamar kos

    Intinya: sesuaikan tempat dengan jenis tugas, bukan sekadar ikut-ikutan.

    🧠 5. Gunakan Teknik Pomodoro

    Metode ini cukup populer dan terbukti membantu fokus:

    • 25 menit kerja
    • 5 menit istirahat

    Setelah 4 sesi, istirahat lebih panjang.

    Teknik ini membantu menjaga konsentrasi tanpa merasa terlalu lelah.

    🎯 6. Tetapkan Target Harian yang Realistis

    Jangan langsung:

    “Hari ini harus selesai semua.”

    Cukup:

    • 2 halaman selesai
    • 1 bagian tugas beres

    Target kecil yang tercapai lebih baik daripada target besar yang hanya jadi rencana.

    👥 7. Pilih Teman Nugas yang “Sejalan”

    Kalau nugas bareng, pastikan:

    • Temannya sama-sama ingin produktif
    • Bukan yang baru 5 menit sudah ngajak jajan

    Karena lingkungan sangat memengaruhi kebiasaan.

    😴 8. Jangan Lupakan Istirahat

    Produktif bukan berarti memaksakan diri terus-menerus.

    Istirahat tetap penting agar:

    • Otak tetap fresh
    • Tidak cepat jenuh
    • Hasil kerja tetap maksimal

    Kadang, istirahat sebentar justru membuat pekerjaan lebih cepat selesai.

    Nugas Itu Soal Kebiasaan, Bukan Sekadar Tempat

    Setelah semua pembahasan dari Part 1 sampai Part 3, satu hal yang bisa disimpulkan yaitu Tempat boleh berbeda, gaya boleh beda, tapi kunci utamanya tetap sama konsistensi.

    Karena:

    • Coffee shop tidak menjamin produktif
    • Perpustakaan tidak menjamin fokus
    • Kamar kos tidak selalu jadi penghalang

    Yang menentukan tetap diri sendiri. Jadi kalau hari ini masih belum mulai nugas, coba buka laptop, kerjakan sedikit saja. Karena dalam dunia perkuliahan, yang paling penting bukan rencana sempurna, tapi tugas yang benar-benar selesai. 😄

  • LPPM Universitas Kaltara Lakukan Benchmarking ke LPPM UPY, Perkuat Kolaborasi Riset dan Pengabdian

    LPPM Universitas Kaltara Lakukan Benchmarking ke LPPM UPY, Perkuat Kolaborasi Riset dan Pengabdian

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menerima kunjungan benchmarking dari LPPM Universitas Kaltara pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana kolaboratif dengan semangat saling berbagi pengalaman guna meningkatkan mutu tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

    Rombongan LPPM Universitas Kaltara disambut langsung oleh jajaran pimpinan dan tim LPPM UPY. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring kelembagaan serta bertukar praktik baik (best practices) dalam pengelolaan program penelitian dan pengabdian.

    Dalam sesi pemaparan, tim LPPM UPY menyampaikan berbagai aspek pengelolaan riset dan pengabdian, mulai dari perencanaan program, skema pendanaan internal, pendampingan proposal hibah eksternal, hingga sistem monitoring dan evaluasi (monev). Selain itu, dipaparkan pula strategi peningkatan luaran penelitian, seperti publikasi ilmiah, perolehan hak kekayaan intelektual, serta hilirisasi hasil riset yang berdampak bagi masyarakat.

    Diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat sejumlah isu strategis, di antaranya penguatan tata kelola berbasis digital, optimalisasi peran pusat studi, serta pengembangan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi. Kedua belah pihak juga berbagi pengalaman dalam pengelolaan hibah kompetitif nasional, pengembangan kemitraan dengan pemerintah daerah dan dunia industri, serta peningkatan kapasitas dosen dalam penyusunan proposal dan publikasi ilmiah bereputasi.

    Kegiatan benchmarking ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pertukaran informasi, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara kedua institusi menjadi langkah penting dalam mewujudkan tata kelola LPPM yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada dampak.

    Melalui kegiatan ini, baik Universitas Kaltara maupun Universitas PGRI Yogyakarta berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan riset dan pengabdian yang inovatif, adaptif, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.