Kategori: Berita Utama

  • UPY Tambah Dosen Bergelar Doktor, Perkuat Kualitas Pendidikan dan Riset

    UPY Tambah Dosen Bergelar Doktor, Perkuat Kualitas Pendidikan dan Riset

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah menambah jumlah dosen bergelar doktor di berbagai program studi. Kabar baik kali ini datang dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, dengan keberhasilan Dr. Eko Perianto, S.Pd., M.Si. menyelesaikan studi jenjang S-3.

    Keberhasilan ini disambut hangat oleh keluarga besar UPY, terutama karena pencapaian akademik tersebut diyakini akan berdampak langsung pada kualitas pengajaran, pengembangan kurikulum, hingga produktivitas riset di lingkungan kampus.

    Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, dalam pernyataan resminya mengungkapkan bahwa penambahan dosen bergelar doktor merupakan bagian dari strategi jangka panjang universitas.

    “Kami berupaya untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar, karena dosen dengan kualifikasi doktor memiliki peran penting dalam menciptakan atmosfer akademik yang lebih inovatif dan kreatif,” jelas Rektor.

    Tidak hanya memperkuat aspek pengajaran, keberadaan dosen bergelar doktor juga membuka jalan bagi peningkatan kapasitas penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Hal ini sejalan dengan visi UPY untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam bidang riset dan kontribusi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.

    “Kami ingin menciptakan ekosistem akademik yang tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga pada pengembangan pengetahuan yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

    Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor seperti Dr. Eko Perianto, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih dalam, termasuk kesempatan untuk terlibat dalam proyek penelitian, publikasi ilmiah, hingga kerja sama akademik lintas institusi.

    Tak hanya di ruang kelas, dosen-dosen bergelar doktor juga diharapkan menjadi motor penggerak dalam menjalin kolaborasi dengan institusi lain, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kerja sama ini nantinya dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen dalam pertukaran pengetahuan, program joint research, hingga program magang dan pertukaran pelajar.

    Langkah ini merupakan bagian dari visi besar UPY dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan global dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang mumpuni.

  • Mellysa, Mahasiswa PGPAUD UPY, Sabet Juara 1 di Ajang Internasional “Cultural Educational Poster”

    Mellysa, Mahasiswa PGPAUD UPY, Sabet Juara 1 di Ajang Internasional “Cultural Educational Poster”

    Kabar membanggakan datang dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Mellysa Putri Dwi Yanti, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang internasional “Cultural Educational Poster”.

    Kompetisi ini menantang peserta untuk menyampaikan pesan pendidikan yang kuat dan bermuatan budaya melalui media visual poster. Mellysa sukses memukau dewan juri dengan desain poster yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga sarat makna edukatif dan nilai budaya lokal.

    Kesuksesan Mellysa tentu tidak datang begitu saja. Di balik karyanya yang inspiratif, ada proses panjang, riset mendalam, serta bimbingan dari dua dosen yang berdedikasi: Herdi Handoko, M.Pd dan Khikmah Novitasari, M.Pd.

    “Poster ini saya buat sebagai bentuk kecintaan saya terhadap budaya lokal, sekaligus untuk menunjukkan bahwa pendidikan dan budaya adalah dua hal yang bisa berjalan beriringan,” ujar Mellysa saat ditemui seusai pengumuman pemenang.

    Pihak program studi PGPAUD mengaku bangga atas capaian ini dan berharap prestasi tersebut bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

    “Kami melihat Mellysa sebagai representasi mahasiswa yang mampu menggabungkan kreativitas dan visi pendidikan dengan sangat baik. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY bisa berkiprah di ajang internasional,” ujar Herdi Handoko, salah satu dosen pembimbing.

    Dengan pencapaian ini, UPY kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berbicara di panggung global dengan membawa nilai-nilai luhur budaya Indonesia.

  • Mahasiswa PGPAUD UPY Raih Juara 1 di Kompetisi Internasional Media Pembelajaran Berbasis Budaya

    Mahasiswa PGPAUD UPY Raih Juara 1 di Kompetisi Internasional Media Pembelajaran Berbasis Budaya

    Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Kali ini, giliran dua mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) yang mengharumkan nama kampus di kancah internasional.

    Adalah Herfina K.W dan Tyasa Safa A., dua sosok inspiratif dari PGPAUD UPY yang berhasil meraih Juara 1 dalam ajang “Culturally-Based Learning Media Competition”, sebuah kompetisi internasional yang menantang kreativitas mahasiswa dalam menciptakan media pembelajaran yang berbasis budaya lokal.

    Mengusung konsep yang memadukan nilai-nilai budaya Nusantara dengan pendekatan edukatif untuk anak usia dini, karya mereka sukses menarik perhatian dewan juri. Tak hanya menonjol dalam desain, media yang mereka buat juga dinilai mampu mengintegrasikan aspek pendidikan karakter dan pelestarian budaya secara harmonis.

    Pencapaian ini tentu tidak lepas dari peran para dosen pembimbing yang senantiasa memberikan arahan dan dukungan selama proses persiapan. Dr. Windi Wulandari I.U, M.Pd dan Novianti Retno Utami, M.Pd menjadi sosok di balik layar yang turut berkontribusi besar terhadap kesuksesan ini.

    “Prestasi ini sangat kami syukuri. Ini bukan hanya kemenangan kami berdua, tapi juga hasil kerja keras tim, dukungan dosen, dan semangat keluarga besar PGPAUD UPY,” ungkap Herfina saat diwawancarai setelah pengumuman pemenang.

    Sementara itu, Tyasa berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UPY lainnya untuk tidak ragu berkompetisi di tingkat global.

    “Kami ingin teman-teman mahasiswa lain juga percaya diri. UPY punya banyak potensi dan talenta yang luar biasa. Kita hanya perlu kesempatan dan semangat untuk mencoba,” tambahnya.

    Dekan FKIP UPY, Dr. Esti Setiawati, M.Pd menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi tersebut dan berharap semangat berinovasi di kalangan mahasiswa terus tumbuh.

    “Kompetisi ini bukan hanya soal menang, tapi tentang keberanian tampil dan membawa nilai-nilai budaya bangsa ke tingkat dunia,” ujarnya.

    Dengan pencapaian ini, UPY kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi pendidik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan berwawasan global.

  • PENGUMUMAN PENERIMAAN CALON PEGAWAI/DOSEN UPY TAHUN 2025

    PENGUMUMAN PENERIMAAN CALON PEGAWAI/DOSEN UPY TAHUN 2025

    Berikut Pengumuman Penerimaan Calon Pegawai / Dosen di Universitas PGRI Yogyakarta tahun 2025

  • Tim Futsal UPY Raih Gelar Juara 1 di Supersoccer Euro Futsal Championship 2025

    Tim Futsal UPY Raih Gelar Juara 1 di Supersoccer Euro Futsal Championship 2025

    Tim Futsal Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 dalam ajang Supersoccer Euro Futsal Championship 2025, turnamen futsal bergengsi yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi.

    Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, semangat juang, dan kekompakan tim UPY dalam menghadapi setiap pertandingan. Tak hanya meraih gelar juara, dua pemain UPY juga menorehkan prestasi individu yang membanggakan:

    • Yudha Yanuar Amerta dinobatkan sebagai Best Player berkat penampilan konsisten dan kontribusi vital di setiap laga.
    • Bayu Bagaskoro berhasil meraih gelar Top Scorer setelah mencetak gol terbanyak sepanjang turnamen.

    “Prestasi ini adalah buah dari proses panjang, latihan intensif, serta semangat untuk membawa nama baik kampus,” ujar Yudha Yanuar yang di nobatkan sebagai pemain terbaik di turnamen tersebut. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari civitas akademika dan seluruh pihak yang telah memberikan semangat selama perjalanan turnamen.”

    Kemenangan ini menandai tonggak baru dalam sejarah futsal UPY dan diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi di bidang olahraga maupun akademik.

  • Mahasiswi UPY Raih Juara 1 di Kejurda Karate Inkanas DIY Piala Kapolda 2025

    Mahasiswi UPY Raih Juara 1 di Kejurda Karate Inkanas DIY Piala Kapolda 2025

    Mahasiswi Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga. Ari Ramandhani, mahasiswa dari Program Studi Manajemen UPY, sukses meraih Juara 1 dalam kategori Festival Kata Perorangan Senior Sabuk Biru Putri pada ajang bergengsi Kejurda Karate Inkanas DIY Piala Kapolda 2025.

    Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Pengurus Inkanas DIY bekerja sama dengan Polda DIY dan berlangsung pada Sabtu, 12 Juli 2025, bertempat di GOR Tridadi Pangukan, Sleman, dari pukul 08.00 hingga 19.30 WIB. Kejurda ini diikuti oleh seluruh karateka Inkanas se-Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadikannya ajang bergengsi sekaligus kompetitif di kalangan atlet karate.

    Tujuan dari penyelenggaraan Kejurda ini meliputi:

    1. Melaksanakan program kerja tahunan Inkanas DIY.
    2. Melakukan pembinaan atlet secara berkala.
    3. Memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara.

    Ari Ramandhani mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut. “Acaranya berjalan sangat lancar dan saya senang bisa berpartisipasi. Harapannya, ajang seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan penyelenggaraan yang lebih meriah dan kompetitif. Semoga dari Kejurda 2025 ini lahir bibit-bibit atlet unggul yang mampu mengharumkan nama daerah, bahkan bangsa, di tingkat lebih tinggi,” ujarnya.

    Keberhasilan Ari menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berprestasi di kancah olahraga. Universitas PGRI Yogyakarta senantiasa mendukung penuh pengembangan minat dan bakat mahasiswa baik di dalam maupun luar kampus.

  • Pengumuman Wisuda Periode I tahun akademik 2025/2026 (Offline 27 September 2025)

    Pengumuman Wisuda Periode I tahun akademik 2025/2026 (Offline 27 September 2025)

    Berikut informasi dan pengumuman Wisuda Periode I tahun akademik 2025/2026 (Offline 27 September 2025). Informasi Selengkapnya bisa di unduh dibawah ini

  • Kuliah Bukan Cuma Duduk di Kelas: Kenapa Mahasiswa Harus Aktif di Dalam dan Luar Kampus?

    Kuliah Bukan Cuma Duduk di Kelas: Kenapa Mahasiswa Harus Aktif di Dalam dan Luar Kampus?

    “Yang penting IPK aman dulu, baru mikir organisasi.”
    “Ngapain sibuk ikut ini-itu, nanti skripsi molor!”
    “Organisasi nggak bikin kenyang.”

    Kalau kamu mahasiswa, pasti pernah dengar (atau bahkan berpikir) begitu. Wajar. Tapi, kalau boleh jujur—kuliah itu bukan cuma soal hafalan teori dan nilai IPK di KHS. Kampus bukan sekadar tempat duduk manis di kelas, nunggu dosen datang, terus pulang.

    Mahasiswa ideal adalah mereka yang aktif. Bukan hanya di dalam kampus, tapi juga di luar kampus.

    Kok bisa? Yuk kita kupas dengan gaya santai tapi tetap berbasis pengalaman dan fakta di lapangan.

    1. Organisasi & Kegiatan Kampus: Latihan Dunia Nyata

    Di organisasi kampus, kamu belajar hal yang nggak kamu dapat di ruang kelas:
    📌 Ngatur acara, ribut sama tim, ngadepin deadline, komunikasi antarbidang, sampai nego makanan di vendor yang nggak sesuai kesepakatan.

    Semua itu mungkin bikin stres, tapi justru itu latihan kerja nyata. Banyak alumni sukses bilang, pengalaman organisasi yang bikin mereka siap masuk dunia kerja. Bahkan HRD pun lebih suka CV dengan bukti “pernah aktif”, bukan cuma IPK 4.00 tapi minim pengalaman.

    2. Kegiatan Luar Kampus: Buka Wawasan dan Jaringan

    Pernah ikut konferensi, volunteering, lomba nasional, atau magang di luar kampus? Selamat, kamu sudah jadi mahasiswa 360 derajat!

    Aktif di luar kampus bikin kamu ketemu orang-orang dari berbagai latar belakang, belajar adaptasi, dan memperluas cara pandang. Dunia ini luas, dan kampus bukan satu-satunya tempat belajar.

    Lagipula, siapa tahu kamu ketemu mentor, partner bisnis, atau… jodoh? (Serius, banyak yang berawal dari kegiatan sosial atau komunitas. 🤭)

    3. Aktif ≠ Sibuk Tanpa Arah

    Sering disalahpahami, aktif itu bukan berarti sibuk tanpa arah. Mahasiswa aktif yang cerdas tahu mana prioritas dan mana yang bisa dilepas. Mereka belajar manajemen waktu, tahu kapan harus kerja kelompok, kapan bisa jadi panitia, dan kapan harus rehat.

    Ingat: mahasiswa aktif yang sukses itu bukan yang ikut semua kegiatan, tapi yang tahu kegiatan mana yang sesuai tujuan hidup dan passion-nya.

    4. Bangun Portofolio, Bukan Cuma Transkrip

    IPK boleh jadi syarat administratif, tapi portofolio adalah senjata sebenarnya. Saat kamu lulus, perusahaan atau lembaga nggak cuma tanya: “IPK kamu berapa?”, tapi juga:

    • “Kamu pernah jadi apa di luar kelas?”
    • “Pernah handle proyek atau tim?”
    • “Punya pengalaman kerja nyata?”
    • “Pernah gagal dan belajar dari kegagalan?”

    Kalau kamu aktif, semua itu bisa kamu jawab. Dan percaya deh, itu nilai plus yang sangat berarti di dunia pasca-kampus.

    5. Hidup Mahasiswa Lebih Berwarna (dan Berarti)

    Percaya atau tidak, mahasiswa yang aktif lebih banyak kenangan dan pembelajaran hidupnya. Mereka lebih kenal siapa diri mereka, lebih berani ambil risiko, dan lebih siap menghadapi dunia nyata.

    Capek? Iya.
    Tapi hidup yang bermakna memang nggak lahir dari zona nyaman, kan?

    Kuliah Itu Latihan Hidup, Bukan Sekadar Lulus

    Kamu bisa lulus dengan IPK tinggi tanpa ikut apa-apa. Tapi kamu akan bertumbuh lebih cepat kalau membuka diri terhadap berbagai kegiatan. Aktif di kelas untuk ilmu, aktif di luar untuk pengalaman.

    Jadi, ayo seimbangkan. Jangan cuma jadi “penghuni tetap bangku kuliah”, tapi juga penjelajah kampus dan dunia luar. Jadilah mahasiswa yang aktif, adaptif, dan kreatif. Karena dunia kerja (dan kehidupan) butuh orang-orang yang tangguh—bukan cuma pintar di atas kertas.

  • Dyah Kingkin Utami, Mahasiswi UPY Raih Emas OSSN 2025 Bidang Ekonomi dan Bahasa Indonesia

    Dyah Kingkin Utami, Mahasiswi UPY Raih Emas OSSN 2025 Bidang Ekonomi dan Bahasa Indonesia

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mencetak prestasi membanggakan di kancah nasional. Mahasiswi Program Studi Manajemen, Dyah Kingkin Utami, berhasil meraih medali emas dalam ajang Olimpiade Sains Siswa Nasional 2025 (OSSN 2025) untuk kategori Bidang Ekonomi dan Bahasa Indonesia pada jenjang perguruan tinggi.

    Kompetisi yang digelar secara online pada 29 Juni 2025 ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. OSSN 2025 merupakan ajang tahunan yang bertujuan untuk mengasah pengetahuan, keterampilan, dan daya saing mahasiswa dalam berbagai bidang keilmuan.

    Melalui kerja keras dan semangat belajar yang tinggi, Dyah berhasil menunjukkan kapasitas akademiknya dan bersaing secara nasional dengan peserta-peserta terbaik dari seluruh Indonesia.

    “Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini dan berharap ke depan dapat terus mengembangkan diri melalui berbagai perlombaan. Saya juga ingin memperbaiki setiap kekurangan dan memberikan yang terbaik di masa depan,” ujar Dyah.

    Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY memiliki daya saing tinggi di bidang akademik, serta mampu beradaptasi dan unggul dalam kompetisi nasional berbasis teknologi digital. Kampus memberikan apresiasi penuh atas prestasi Dyah dan terus mendorong mahasiswa lainnya untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai ajang ilmiah.

  • Lima Mahasiswa UPY Raih Medali di Kejuaraan Nasional Taekwondo Victory Open 2025

    Lima Mahasiswa UPY Raih Medali di Kejuaraan Nasional Taekwondo Victory Open 2025

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dalam ajang olahraga nasional. Dalam 3rd Victory Nasional Open Taekwondo Championship 2025, yang digelar pada 7–9 Februari 2025 di GOR Padjajaran, Bandung, tim Taekwondo UPY sukses memborong medali dari berbagai kategori.

    Kejuaraan tingkat nasional ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Victory Bandung dan diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai perguruan tinggi serta klub Taekwondo seluruh Indonesia. Dalam kejuaraan bergengsi ini, lima mahasiswa UPY berhasil meraih medali, sebagai berikut:

    • 🥇 Cindy Ayu Puspita Dewi – Medali Emas, Kategori Kyorugi Senior Under 62 kg Putri
    • 🥉 Alfreda Putri Salsabila – Medali Perunggu, Kategori Kyorugi Senior Under 46 kg Putri
    • 🥈 Joanita Panca Sonya – Medali Perak, Kategori Kyorugi Senior Under 46 kg Putri
    • 🥇 Navira Windyana – Medali Emas, Kategori Kyorugi Senior Under 67 kg Putri
    • 🥇 Fajar Juis Nurhuda – Medali Emas, Kategori Kyorugi Senior Under 54 kg Putra

    Seluruh pertandingan berlangsung kompetitif dan lancar. Partisipasi dan keberhasilan mahasiswa UPY dalam ajang ini menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga aktif mendukung mahasiswa dalam pengembangan prestasi non-akademik, khususnya di bidang olahraga bela diri.

    “Kejuaraan ini sangat bermanfaat sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat, bakat, sekaligus mengasah mental kompetitif. Kami bangga atas pencapaian para atlet UPY dan berharap ke depan akan lebih banyak mahasiswa yang mengikuti jejak mereka,” ujar Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, Wakil Rektor III UPY.

    Diharapkan, kegiatan seperti ini terus digelar secara konsisten, agar mahasiswa dari seluruh Indonesia memiliki ruang untuk berkembang secara menyeluruh—baik secara fisik, mental, maupun karakter.