Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mencatatkan pencapaian membanggakan dengan bertambahnya satu lagi dosen bergelar doktor. Kali ini, Dr. Sukhemi B. H. Mukhamad, S.E., M.Sc., dari Program Studi Akuntansi, resmi meraih gelar Doktor, menambah daftar tenaga pendidik UPY yang berkualifikasi akademik tertinggi.
Pencapaian ini menjadi bukti komitmen UPY dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mutu pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang akuntansi. Kehadiran Dr. Sukhemi diharapkan dapat semakin memperkuat peran Program Studi Akuntansi dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing.
Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas raihan ini. “Kami mengucapkan selamat kepada Dr. Sukhemi atas keberhasilannya meraih gelar Doktor. Ini adalah langkah besar tidak hanya bagi beliau secara pribadi, tetapi juga untuk kemajuan institusi. Semoga ilmunya bermanfaat luas, baik bagi UPY maupun masyarakat,” ungkapnya.
Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, UPY terus menunjukkan konsistensinya dalam membangun lingkungan akademik yang kuat dan kompetitif, serta mendukung pengembangan riset dan inovasi di lingkungan kampus.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menetapkan Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. sebagai Rektor untuk periode 2025–2029. Pelantikan resmi dilaksanakan di Auditorium UPY, Sonosewu, Bantul, pada Rabu (25/06), menandai dimulainya masa bakti ketiga Prof. Paiman dalam memimpin universitas tersebut.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengurus Yayasan PGRI UPY, Drs. John Sabari, M.Si, dan pengukuhan dilakukan oleh Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D, selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:
Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, M.Pd, Ketua Pengurus Besar PGRI
Dr. Suci Suciati, M.Hum, Pengurus BPLP PGRI
Tijan, S.Sos., M.M., Wakil Ketua PGRI DIY
Armansyah Prasakti, S.H., S.Pn., M.H., Ketua Pembina YP UPY
Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang kembali diberikan. Ia mengakui bahwa amanah memimpin UPY di periode ke-3 merupakan tugas yang semakin menantang, terutama di tengah perubahan zaman yang dinamis.
“Amanah ini sesungguhnya sangat berat, terlebih dihadapkan dengan perubahan zaman yang sangat pesat. Ini menuntut kami untuk terus beradaptasi dan berinovasi agar mampu menjawab tantangan global,” ujar Prof. Paiman.
Beliau menegaskan bahwa kepemimpinan di perguruan tinggi bukanlah kerja individual, melainkan kerja kolektif yang membutuhkan kolaborasi lintas unit dan dukungan seluruh sivitas akademika.
“Saya tidak mungkin mampu mengemban amanah ini sendirian. Oleh karena itu, saya mohon bimbingan, arahan, bantuan, dukungan, kerja sama, dan doa restu dari semua pihak,” tambahnya.
Di akhir sambutan, Prof. Paiman menyampaikan harapannya agar seluruh elemen UPY dapat terus bersinergi untuk mewujudkan visi menjadikan UPY sebagai perguruan tinggi yang besar, berkualitas, dan diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.
Pelantikan ini menjadi penanda keberlanjutan komitmen UPY dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi dan memperkuat eksistensinya sebagai institusi yang unggul, adaptif, dan inovatif.
Dalam rangka memperingati 28 tahun Alih Bentuk, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar acara doa bersama yang berlangsung khidmat di Auditorium UPY pada Senin, 23 Juni 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Menuju UPY APIK dan Unggul” sebagai bentuk refleksi dan harapan untuk masa depan institusi.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat dan pimpinan universitas, di antaranya Ketua Pengurus Yayasan PGRI UPY, Drs. John Sabari, M.Si, beserta jajaran; Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, dan jajaran rektorat; Ketua Pembina Yayasan PGRI UPY, Armansyah Prasakti, S.H., S.Pn., M.H.; serta seluruh dosen dan karyawan UPY.
Doa bersama dipimpin oleh Ust. Armen Siregar, M.HI., dan berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan. Para peserta memanjatkan doa untuk kesuksesan, keberlanjutan, dan kemajuan UPY sebagai lembaga pendidikan tinggi yang terus berkomitmen mencetak generasi unggul, adaptif, dan berkarakter.
Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen civitas akademika untuk mewujudkan visi dan misi universitas. “Kebersamaan menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan ke depan. UPY harus terus bersatu, bekerja sama, dan berinovasi untuk menjadi kampus yang APIK: Adaptif, Profesional, Inovatif, dan Kolaboratif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Pengurus YP UPY, Drs. John Sabari, M.Si, juga menegaskan pentingnya sinergisitas antara pimpinan, dosen, dan seluruh pegawai. “Kita perlu memperkuat kerja sama lintas unit agar UPY semakin maju dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.
Momentum 28 tahun Alih Bentuk ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi seluruh keluarga besar UPY untuk terus menjaga semangat transformasi dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan yang unggul dan berdaya saing.
Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan selamat memperingati Tahun Baru Islam kepada seluruh civitas akademika, alumni, dan masyarakat luas. Momentum 1 Muharram bukan sekadar penanda pergantian waktu, tetapi juga refleksi spiritual atas perjalanan hidup dan amal yang telah kita tempuh.
Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah menjadi simbol transformasi menuju kehidupan yang lebih baik—dari gelap menuju terang, dari perpecahan menuju persatuan, dari kelemahan menuju kekuatan iman dan ilmu. Semangat hijrah inilah yang senantiasa menjadi inspirasi dalam membangun insan berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Mari jadikan Tahun Baru Islam ini sebagai titik awal untuk meningkatkan keimanan, memperkuat persaudaraan, dan memperbarui komitmen kita dalam berkarya dan berkontribusi bagi negeri, melalui pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita menuju kebaikan dan keberkahan di tahun yang baru ini.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasi Teknik Otomotif (PVTO) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) turut ambil bagian dalam memeriahkan kegiatan Sosialisasi Program Internasional UPY yang diselenggarakan hari ini di Auditorium UPY. Acara ini dihadiri oleh para Guru Bimbingan Konseling (BK) dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta anggota Asosiasi Profesi Konselor Sekolah (APKS) PGRI.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa PVTO menampilkan gokart listrik hasil karya inovatif mereka. Keberadaan kendaraan listrik ini menjadi sorotan dan daya tarik tersendiri bagi para peserta sosialisasi. Gokart tersebut merupakan representasi nyata dari kompetensi dan keahlian mahasiswa PVTO dalam menciptakan teknologi otomotif yang berwawasan lingkungan.
Para mahasiswa secara antusias memaparkan proses perancangan, spesifikasi teknis, hingga keunggulan ramah lingkungan dari gokart listrik yang mereka ciptakan. Karya ini menunjukkan bahwa mahasiswa PVTO tidak hanya dibekali dengan keterampilan praktis, tetapi juga didorong untuk berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi global.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi menyeluruh terkait Program Internasional UPY, termasuk jalur dan alur pendaftaran, persyaratan, serta peluang studi global yang ditawarkan. Selain sesi pemaparan, acara juga diramaikan dengan berbagai doorprize menarik bagi para peserta.
Kehadiran mahasiswa PVTO dengan karya unggulannya ini menjadi momen penting dalam memperkuat citra program studi di mata para guru BK. Sebagai pihak yang memiliki peran strategis dalam mengarahkan pilihan studi siswa, para guru mendapatkan gambaran langsung mengenai kualitas dan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa PVTO UPY.
Melalui kegiatan ini, UPY berharap dapat memperluas wawasan para pendidik tentang peluang pendidikan bertaraf internasional di lingkungan kampus, sekaligus menginspirasi calon mahasiswa untuk mengembangkan diri di bidang teknik otomotif yang inovatif dan berkelanjutan.
Dio Saputra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) angkatan 2023, berhasil mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih juara kedua dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Sangiran Championship 2025 yang digelar pada 29 Mei 2025 di GOR Diponegoro, Sragen, Jawa Tengah.
Sangiran Championship merupakan salah satu kompetisi bergengsi dalam dunia pencak silat Indonesia, yang mempertemukan para pesilat muda terbaik dari berbagai daerah. Kejuaraan ini mempertandingkan dua kategori utama: tanding dan seni, dengan partisipasi ratusan atlet dari berbagai perguruan dan perguruan tinggi.
Dio Saputra menunjukkan performa luar biasa sejak awal kejuaraan. Berbekal pengalaman dan latihan panjang dalam dunia pencak silat, Dio tampil konsisten dengan teknik dan strategi yang matang, sehingga mampu menembus babak final dan meraih posisi kedua secara nasional. Meskipun belum menjadi juara pertama, capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi tinggi Dio dalam mengembangkan potensi dirinya.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi saya pribadi, tapi juga untuk keluarga besar UPY. Semoga bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengejar prestasi, baik akademik maupun non-akademik,” ujar Dio Saputra.
Dengan pencapaiannya ini, Dio tidak hanya membawa nama baik almamater, tetapi juga menunjukkan semangat generasi muda dalam melestarikan budaya bangsa melalui olahraga tradisional pencak silat. Pihak kampus menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap mahasiswa yang terus berkontribusi melalui bidang yang mereka minati.
UPY berkomitmen untuk terus mencetak mahasiswa berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan pelestarian budaya bangsa.
Di era yang serba cepat ini, di mana teknologi berkembang begitu pesat dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai menggantikan banyak pekerjaan manusia, menjadi mahasiswa saja tidak cukup. Lulus dengan nilai bagus memang penting, tapi jika tidak dibarengi dengan penguasaan keahlian tertentu, kita bisa tertinggal jauh di tengah persaingan global.
Lantas, kenapa mahasiswa zaman sekarang wajib menguasai minimal satu bidang keahlian? Yuk, kita bahas!
1. Dunia Kerja Butuh Praktisi, Bukan Sekadar Teori
Perusahaan saat ini mencari orang yang “siap kerja”, bukan yang harus diajari dari nol. Misalnya, kamu lulusan Manajemen, tapi juga menguasai digital marketing, desain UI/UX, atau analisis data, itu jadi nilai plus besar. Ilmu dari bangku kuliah penting, tapi skill praktis dan spesifiklah yang membuatmu menonjol di mata recruiter.
2. Teknologi dan AI Mengubah Segalanya
AI bukan lagi konsep masa depan — ia sudah hadir dalam kehidupan sehari-hari: dari chatbot layanan pelanggan, software penulisan otomatis, hingga sistem analitik cerdas di dunia bisnis.
Dengan kecanggihan ini, pekerjaan yang bersifat rutin dan administratif mulai tergantikan oleh mesin. Maka, satu-satunya cara untuk tetap relevan adalah dengan menguasai keahlian yang:
Tidak mudah digantikan AI (misalnya: kreativitas, problem solving, komunikasi strategis)
Justru mendukung perkembangan AI (misalnya: coding, analisis data, machine learning, prompt engineering)
Mahasiswa yang melek teknologi dan siap bekerja berdampingan dengan AI akan jauh lebih siap menghadapi masa depan dibanding mereka yang hanya mengandalkan gelar.
3. Persaingan Bukan Lagi Lokal, Tapi Global
Mahasiswa sekarang tidak hanya bersaing dengan teman satu kampus atau kota. Kamu juga harus siap bersaing dengan talenta dari India, China, bahkan Eropa yang sudah menguasai berbagai keahlian digital sejak dini. Apalagi dengan sistem kerja remote dan freelance global, siapa pun bisa bersaing di pasar dunia — asal punya skill yang mumpuni.
4. Belajar Keahlian Kini Lebih Mudah dan Terjangkau
Dulu, belajar skill tambahan harus ikut kursus mahal. Sekarang? Tinggal buka laptop. Kamu bisa belajar dari platform seperti Coursera, Udemy, edX, hingga YouTube. Bahkan banyak materi tentang AI, coding, desain grafis, video editing, atau digital marketing yang bisa kamu pelajari gratis.
Tidak ada alasan untuk tidak mulai belajar keahlian baru dari sekarang.
5. Keahlian = Kesempatan Tak Terbatas
Dengan satu keahlian yang kamu kuasai, kamu bisa:
Freelance sambil kuliah dan punya penghasilan sendiri
Bangun portofolio digital yang menarik perekrut atau klien luar negeri
Berwirausaha dari keterampilanmu
Berkontribusi dalam dunia teknologi, termasuk dunia AI yang sedang berkembang pesat
Punya Satu Keahlian = Tiket Emas ke Masa Depan
Di zaman AI, teknologi super canggih, dan persaingan tanpa batas, punya satu keahlian yang benar-benar kamu kuasai bukan lagi kelebihan, tapi kebutuhan.
Bukan berarti kamu harus tahu segalanya. Tapi punya satu bidang yang benar-benar kamu kuasai akan menjadi fondasi kuat untuk berkembang, beradaptasi, dan bertahan.
Jadi, sudahkah kamu memilih satu keahlian yang akan menjadi senjatamu menghadapi dunia?
Dalam upaya memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan sejarah, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd., dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), melaksanakan kegiatan Visiting Lecture di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia.
Kuliah tamu yang berlangsung di Jabatan Sejarah, Fakulti Sains Kemanusiaan UPSI ini mengangkat tema “Critical Thinking in Controversial History Learning”. Dalam pemaparannya, Dr. Iqbal menekankan pentingnya penerapan berpikir kritis dalam pembelajaran sejarah, khususnya pada isu-isu yang bersifat kontroversial. Ia juga memaparkan strategi pedagogis yang dapat mendorong siswa berpikir reflektif, objektif, dan analitis terhadap berbagai perspektif sejarah.
Kegiatan ini disambut antusias oleh civitas akademika UPSI. Antusiasme tersebut tercermin dalam diskusi interaktif yang menunjukkan adanya kesamaan visi antara UPY dan UPSI dalam pengembangan pendekatan pembelajaran sejarah yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Momentum kunjungan akademik ini turut ditandai dengan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara Program Studi Pendidikan Sejarah UPY dan Jabatan Sejarah Fakulti Sains Kemanusiaan UPSI. Kesepakatan ini mencakup rencana kerja sama konkret dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian kolaboratif lintas negara, serta penyelenggaraan kegiatan akademik bersama.
Pihak UPSI menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan komitmennya untuk menjalin sinergi berkelanjutan dengan UPY dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan riset sejarah, baik di tingkat regional maupun internasional.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan jejaring akademik serta kontribusi nyata dalam membangun pemahaman sejarah yang lebih kritis dan inklusif di Asia Tenggara,” ujar Dr. Iqbal dalam pernyataannya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UPY dalam memperluas jejaring internasional serta memperkuat kapasitas akademik melalui kolaborasi global yang bermakna.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menggelar Job Fair UPY Tahun 2025 pada tanggal 10–11 Juni 2025 di Gedung Auditorium Kampus 1 UPY. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya nyata dalam menjembatani lulusan UPY serta para pencari kerja dari berbagai latar belakang dengan dunia kerja yang kompetitif.
Job Fair ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh mahasiswa, pelajar SMK/SMA/MA, alumni, hingga masyarakat luas. Acara ini menghadirkan puluhan perusahaan nasional dan lokal dari berbagai sektor industri yang menawarkan berbagai posisi kerja, membuka peluang besar bagi para pencari kerja untuk memperoleh pekerjaan sesuai dengan minat dan kompetensinya.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri. “Melalui Job Fair ini, kami berharap para lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki akses langsung terhadap peluang kerja yang relevan dan bermutu,” ujar Prof. Paiman.
Selain pameran lowongan kerja, Job Fair UPY 2025 juga diramaikan dengan talkshow karier yang menghadirkan praktisi dan profesional dari dunia industri, memberikan wawasan tambahan bagi peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Para peserta tampak antusias, aktif mengunjungi stan-stan perusahaan, dan mengikuti proses rekrutmen langsung di lokasi acara.
Dengan terselenggaranya acara ini, UPY berharap dapat memperkuat hubungan antara institusi pendidikan tinggi dan dunia usaha, serta menciptakan ekosistem kerja yang mendukung pertumbuhan dan keberhasilan para lulusan serta pencari kerja.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Perhimpunan Periset Indonesia Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (PPI DIY) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat UPY, Kamis (12/6/2025).
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua institusi. Dari UPY hadir Ketua Pengurus YP Drs. John Sabari, M.Si, Rektor Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, serta para Dekan FKIP, FBH, FP, FST, Kepala LPPM, dan Kepala KUI. Sedangkan dari PPI DIY hadir antara lain Prof. Dr. Ir. Gunawan, MS, Yayan Hadiyan S.Hut M.Sc, dan sejumlah peneliti senior lainnya.
Penandatanganan PKS ini bertujuan menguatkan kolaborasi kelembagaan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang sesuai dengan tridarma perguruan tinggi. Kerja sama ini diharapkan meningkatkan sinergi antara dunia akademik dan komunitas periset dalam mengembangkan riset berbasis kebutuhan masyarakat dan kebijakan publik.
“Kerja sama ini menjadi landasan yang kuat untuk memfasilitasi pertukaran keahlian dan pengalaman melalui berbagai kegiatan ilmiah seperti seminar, pelatihan, serta riset bersama yang dapat menghasilkan inovasi dan publikasi ilmiah yang bermanfaat,” ujar Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P.
Acara juga diisi dengan sesi diskusi yang membahas berbagai peluang kolaborasi ke depan, serta kunjungan tamu ke laboratorium pembelajaran beberapa program studi di Fakultas Pertanian dan Fakultas Sains dan Teknologi UPY. Tamu tamu berkesempatan melihat langsung praktik mahasiswa Program Studi Gizi dan mencoba mobil listrik hasil rakitan mahasiswa PVTO bernama “Gosix” sebagai bukti nyata kreativitas dan kemandirian mahasiswa UPY.
Melalui sinergi ini, UPY dan PPI DIY berkomitmen membangun ekosistem riset dan inovasi yang produktif dan berdampak luas, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam riset dan pengembangan teknologi.
Harapan besar dari kerja sama ini adalah terwujudnya kemitraan berkelanjutan yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal maupun nasional.