Kategori: Berita Utama

  • Unlocking Financial Puzzles: HMP Akuntansi UPY Gelar Kompetisi Akuntansi Nasional Ke-3 Tingkat Pelajar

    Unlocking Financial Puzzles: HMP Akuntansi UPY Gelar Kompetisi Akuntansi Nasional Ke-3 Tingkat Pelajar

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta (HMP Akuntansi UPY) kembali menyelenggarakan ajang tahunan Accounting Competition yang kini memasuki tahun ketiganya. Mengusung tema “Accounting Challenge: Unlocking Financial Puzzles”, kompetisi ini bertujuan mengasah kemampuan akademik serta nalar kritis siswa-siswi tingkat SMA/SMK/MA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia dalam bidang akuntansi.

    Kompetisi yang terbagi dalam dua tahap—online dan offline—ini berlangsung dari tanggal 19 hingga 26 April 2025. Sebanyak 8 tim dari sekolah-sekolah di berbagai wilayah ambil bagian, yakni:

    • SMK N 1 Tempel
    • SMK N 1 Pengasih
    • SMA N 1 Banguntapan
    • SMA Regina Pacis Surakarta
    • Smekaraja Accounting Team
    • SMK N 1 Samigaluh
    • SMK Maarif Sleman
    • SMK YPKK 2 Sleman

    Babak online yang digelar pada 19 April 2025 melalui Zoom diikuti dengan antusiasme tinggi. Lima tim terbaik berhasil lolos ke babak final dan diundang ke tahap offline yang dilaksanakan secara langsung pada 26 April 2025 di Auditorium Kampus 1 Universitas PGRI Yogyakarta.

    Tahapan offline kompetisi terbagi menjadi tiga babak utama:

    1. Babak Penyisihan: Tes tulis akuntansi dasar dan menengah.
    2. Babak Semifinal: Kuis interaktif dengan sistem tombol bel dan studi kasus.
    3. Babak Final: Presentasi analisis studi kasus di hadapan dewan juri.

    Tiga dewan juri yang menilai jalannya babak final adalah:

    • Ratna Purnamasari, S.E., M.Si., Akt., CPA – Dosen Akuntansi UPY
    • Dra. Siti Rumini – Guru SMK N 1 Godean
    • Pebrianti Pawestri, S.E., M.E. – Tentor Bimbingan Belajar Rose Dream

    Setelah penilaian intensif, tiga tim terbaik diumumkan sebagai pemenang:

    • Juara 1: SMK N 1 Pengasih
    • Juara 2: SMA Regina Pacis Surakarta
    • Juara 3: SMK N 1 Tempel

    Para pemenang berhak atas piala, sertifikat penghargaan, dan uang pembinaan.

    “Kegiatan ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga wadah mempererat tali silaturahmi antar pelajar dari berbagai daerah sekaligus mengenalkan dunia akuntansi secara lebih mendalam dan menyenangkan,” ujar Ketua Panitia.

    Dengan keberhasilan penyelenggaraan tahun ini, HMP Akuntansi UPY berharap dapat terus menginspirasi generasi muda untuk menekuni bidang akuntansi serta membentuk karakter unggul dan kompetitif di tingkat nasional.

  • PKM Internasional FKIP UPY: Melestarikan Budaya Lewat Batik di Negeri Jiran

    PKM Internasional FKIP UPY: Melestarikan Budaya Lewat Batik di Negeri Jiran

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan dan budaya Indonesia melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang sukses dilaksanakan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

    Mengusung tema “Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Literasi Budaya Membatik di Sekolah Indonesia Luar Negeri”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya membatik kepada generasi muda Indonesia di luar negeri.

    Tim PKM FKIP UPY dipimpin oleh Dr. Muhardila Fauziah, S.Pd.I., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Dasar, serta melibatkan dosen dari lima program studi kependidikan, yaitu:

    • Sriwiyanah, M.Pd. – Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
    • Dr. Ningrum Perwitasari, M.Pd. dan Dr. Zela Septikasari, M.Pd. – Prodi PGSD
    • Siska Candra Ningsih, S.Si., M.Pd. – Prodi Pendidikan Matematika
    • Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si., M.Pd. – Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG)

    Kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari masing-masing program studi, memperkaya pengalaman lintas budaya dan kolaborasi internasional.

    Selama pelaksanaan, para siswa SD serta guru di SIKL diajak secara aktif terlibat dalam praktik membatik, mulai dari menggambar pola, mencanting malam, hingga pewarnaan. Di sesi pertama yang digelar pada Oktober 2024, peserta dikenalkan dengan filosofi batik dan motif khas Kraton Yogyakarta, serta menerima buku saku batik sebagai panduan pembelajaran.

    Sebagai puncak kegiatan, Dr. Muhardila Fauziah secara simbolis menyerahkan alat-alat membatik dan inovasi teknologi batik kepada perwakilan SIKL. Bantuan tersebut mencakup alat cap batik ergonomis dan perangkat lunak desain motif digital guna mendukung pembelajaran seni budaya secara berkelanjutan di lingkungan SIKL.

    Perwakilan SIKL, Bapak Budi, selaku Humas, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi FKIP UPY. “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Semoga dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran seni budaya di sekolah kami,” ujarnya.

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata dedikasi FKIP UPY dalam mendukung penguatan karakter dan identitas kebudayaan bangsa, khususnya di kalangan pelajar Indonesia di luar negeri.

  • LLDIKTI Wilayah V Gelar Sosialisasi Kebijakan Penomoran Ijazah dan Sertifikat Profesi Nasional (PISN)

    LLDIKTI Wilayah V Gelar Sosialisasi Kebijakan Penomoran Ijazah dan Sertifikat Profesi Nasional (PISN)

    Dalam upaya mempercepat digitalisasi sistem pendidikan, kebijakan baru terkait penomoran ijazah dan sertifikat profesi kini menjadi topik hangat yang banyak dibicarakan di kalangan perguruan tinggi. Kebijakan ini lebih dari sekadar perubahan administratif—ini adalah langkah besar untuk memastikan sistem pendidikan tinggi di Indonesia lebih transparan, efisien, dan berstandar internasional. Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V (LLDIKTI Wilayah V) menggelar sosialisasi tentang Penomoran Ijazah dan Sertifikat Profesi Nasional (PISN) serta Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2024.

    Acara yang berlangsung pada 22 Mei 2025 ini dibuka oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono M.M., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya seluruh perguruan tinggi untuk memahami dengan baik kebijakan baru ini agar tidak ada kesalahan administratif di masa depan.

    “Perubahan besar dalam kebijakan pendidikan tinggi ini menuntut kita semua untuk siap beradaptasi, terutama terkait dengan penomoran ijazah dan sertifikat profesi yang kini semakin terintegrasi secara digital. Kami berharap semua perguruan tinggi bisa segera menyesuaikan data dan prosedur mereka dengan regulasi yang baru, agar pelaksanaan ke depan lebih lancar,” ungkap Prof. Setyabudi.

    Sosialisasi ini menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya, di antaranya:

    • Bapak Kevin Marbun, Kasubdit Penjaminan Mutu Direktorat Belmawa, Ditjen Diktiristek, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang hadir secara daring dan memberikan gambaran umum tentang regulasi baru serta tantangan yang akan dihadapi dalam implementasi PISN dan ijazah elektronik.
    • Ibu Dhaniek Wardhanie Ratnaningrum, Penanggung Jawab Pengajuan Kualifikasi dan Kerangka Kualifikasi Internasional, yang menjelaskan bagaimana kebijakan baru ini berhubungan dengan pengakuan internasional terhadap ijazah yang dikeluarkan perguruan tinggi.
    • Bapak Rifqi A’Zhom Muta’allimim, Staf Pengajuan Kualifikasi dan Kerangka Kualifikasi Internasional, yang memberikan penjelasan lebih mendalam tentang teknis verifikasi data dan masalah yang sering terjadi dalam sinkronisasi data.

    Salah satu hal penting yang dibahas dalam sosialisasi ini adalah ijazah elektronik. Saat ini, meski penggunaan tanda tangan elektronik sudah mulai berlaku, bentuk lengkap ijazah digital (e-ijazah) masih dalam pengembangan dan akan diatur lebih lanjut dalam regulasi mendatang. Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2024 sendiri masih dalam tahap revisi untuk menyempurnakan berbagai aspek yang dirasa perlu diperbaiki.

    Tak hanya itu, LLDIKTI juga menjelaskan bahwa sistem PISN kini dilengkapi dengan validator khusus untuk program studi kesehatan seperti kedokteran dan kedokteran gigi, untuk memastikan bahwa masa studi mahasiswa sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Kedokteran (SNDikDok). Ini tentu menjadi kabar baik bagi perguruan tinggi yang ingin memastikan ijazah yang diterbitkan sesuai dengan standar yang berlaku.

    Selain membahas tantangan teknis, para peserta juga diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber terkait masalah yang mereka hadapi di institusi masing-masing. Banyak pertanyaan seputar masalah eligibilitas mahasiswa, masa studi yang tidak terbaca, hingga status akreditasi yang tidak sinkron yang menjadi isu di berbagai perguruan tinggi.

    Satu hal yang juga ditekankan adalah pentingnya Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Seiring dengan perubahan ini, SKPI kini wajib dilampirkan bersama ijazah, yang memberikan gambaran lebih lengkap tentang capaian pembelajaran mahasiswa selama masa studi.

    Dari kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai prosedur penomoran ijazah, PISN, serta ijazah elektronik. Semua arahan yang diberikan diharapkan dapat membantu perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan ini dengan lebih siap, sekaligus mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih akuntabel, transparan, dan sesuai dengan standar internasional.

    sumber: https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/transformasi-ijazah-digital-lldikti-wilayah-v-siapkan-perguruan-tinggi-hadapi-era-baru-pendidikan

  • Selamat Memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus

    Selamat Memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus

    Selamat memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus bagi seluruh umat Kristiani yang merayakan.
    Semoga damai, kasih, dan sukacita senantiasa menyertai langkah kita semua.

    Mari terus menjaga semangat toleransi, kebersamaan, dan kasih di tengah keberagaman.

  • Rektor UPY dan Pimpinan Perguruan Tinggi di DIY Hadiri Penandatanganan Kerja Sama dengan Pemkot Kota Yogyakarta – Kembangkan Kampung Tematik Sesuai Potensi

    Rektor UPY dan Pimpinan Perguruan Tinggi di DIY Hadiri Penandatanganan Kerja Sama dengan Pemkot Kota Yogyakarta – Kembangkan Kampung Tematik Sesuai Potensi

    Yogyakarta, 21 Mei 2025 – Rektor Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, bersama para pimpinan dari 47 perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadiri penandatanganan kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam program pengembangan kampung tematik. Acara ini digelar di Hotel Tara sebagai bagian dari inisiatif “One Village, One Sister University, One Sister Corporate” yang selaras dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini akan menjangkau 169 kampung di Kota Yogyakarta. Fokus utama dari pengembangan kampung tematik ini adalah kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah. Hasto menekankan pentingnya kolaborasi antara kampung dan kampus dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sebagai landasan pembangunan berkelanjutan.

    “Setiap kampung akan mendapatkan pendampingan dari perguruan tinggi untuk mengelola kebersihan dan sampah dengan cara yang efektif. Tema-tema pengembangan lainnya akan disesuaikan dengan potensi dan karakteristik masing-masing kampung,” ujar Hasto.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sinergi antara potensi lokal dan kapasitas akademik perguruan tinggi akan menjadi kunci keberhasilan program ini. Kolaborasi ini tidak hanya menguatkan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga mendorong implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

    Salah satu bentuk konkret dari program ini adalah pengembangan kampung batik di Kota Yogyakarta. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta memperkuat ekonomi lokal melalui pengembangan kreativitas dan inovasi masyarakat.

    Dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis, Pemerintah Kota Yogyakarta optimistis program ini akan menjadi model kolaborasi efektif antara dunia akademik dan masyarakat dalam pembangunan wilayah yang inklusif dan berkelanjutan.

  • UPY FUN RUN 5K 2025: Semangat Sportif Mahasiswa dan Masyarakat Umum Bersatu di Kampus 1 UPY

    UPY FUN RUN 5K 2025: Semangat Sportif Mahasiswa dan Masyarakat Umum Bersatu di Kampus 1 UPY

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menggelar UPY Fun Run 5K, sebuah ajang lari santai yang terbuka untuk masyarakat umum dan pelajar, bertempat di Kampus 1 UPY. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kolaboratif antar Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UPY.

    Ajang yang berlangsung pada Minggu, 4 Mei 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan semangat sportivitas, membangun kebersamaan antarmahasiswa, serta mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Rute lari sejauh lima kilometer ini melibatkan berbagai lapisan peserta dari pelajar hingga masyarakat umum, yang antusias mengikuti kegiatan sejak pagi hari.

    Wakil Dekan III FST, R. Hafid Hardiyanto, M.Pd, menyampaikan bahwa acara berjalan dengan lancar sesuai rencana, mulai dari registrasi peserta, pemanasan bersama, hingga sesi hiburan dan pembagian doorprize.

    “Melihat antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak, kami berharap UPY Fun Run ini bisa menjadi agenda tahunan kampus yang tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat jejaring sosial di lingkungan UPY dan sekitarnya,” ujarnya.

    Acara ini menjadi bukti nyata semangat kolaboratif mahasiswa UPY dalam menghidupkan kegiatan positif di lingkungan kampus, sekaligus menunjukkan peran aktif kampus dalam mengedukasi masyarakat melalui pendekatan yang menyenangkan dan inklusif.

  • LLDIKTI Wilayah V Selenggarakan Bimbingan Teknis untuk Pengelolaan Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta

    LLDIKTI Wilayah V Selenggarakan Bimbingan Teknis untuk Pengelolaan Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta

    Yogyakarta – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi swasta, LLDIKTI Wilayah V menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pada Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan yang diadakan di Yogyakarta ini diikuti oleh para pimpinan yayasan pengelola perguruan tinggi swasta dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah V, Bapak Tego Sudarto, S.E., M.M. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya profesionalisme dalam mengelola pendidikan tinggi swasta, serta menyampaikan arahan terkait regulasi yang perlu dipatuhi oleh badan penyelenggara.

    “Sebagai pengelola perguruan tinggi swasta, kita harus berkomitmen untuk memenuhi standar nasional pendidikan tinggi. Tidak ada lagi ruang untuk cara-cara lama. Pengelolaan harus lebih profesional, akuntabel, dan tentu saja sesuai dengan peraturan yang ada,” tegas Bapak Tego.

    Beliau juga mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, disebutkan bahwa penyelenggara pendidikan terdiri dari dua unsur, yaitu pemerintah dan masyarakat. Dalam hal ini, yayasan atau perkumpulan yang mengelola perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting, namun harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan transparansi.

    Selain itu, Dr. (c). M. Rizky Aldila, S.H., M.Kn., dosen Universitas Pancasila yang juga ahli di bidang hukum kelembagaan, hadir sebagai narasumber. Beliau membagikan wawasan mendalam tentang aspek hukum dalam pendirian dan pengelolaan perguruan tinggi swasta, seperti status badan hukum, proses pendirian oleh yayasan, serta aturan yang terkait dengan pengelolaan aset dan unit usaha di lingkungan kampus. Penjelasan yang disampaikan sangat aplikatif dan mendorong peserta untuk aktif berdiskusi dan bertanya.

    Kegiatan Bimtek ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dan diakhiri dengan ucapan terima kasih dari panitia atas antusiasme peserta yang sangat tinggi. Diharapkan, acara ini menjadi dorongan bagi pengelola perguruan tinggi swasta untuk terus berbenah, mematuhi regulasi yang ada, dan mengembangkan institusi mereka agar semakin berkualitas, terpercaya, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

    Dengan adanya kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah V berharap perguruan tinggi swasta di Yogyakarta dapat lebih siap menghadapi tantangan dan berperan lebih besar dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

    sumber: https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/perkuat-tata-kelola-pts-lldikti-wilayah-v-dorong-profesionalisme-lewat-bimtek-badan-penyelengara

  • BEM KM UPY Selenggarakan Seminar Kesehatan Nasional dan Donor Darah, Dorong Mahasiswa Lebih Peduli Kesehatan

    BEM KM UPY Selenggarakan Seminar Kesehatan Nasional dan Donor Darah, Dorong Mahasiswa Lebih Peduli Kesehatan

    YOGYAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar Seminar Kesehatan Nasional dan Donor Darah pada Kamis, 15 Mei 2025, bertempat di Auditorium UPY. Acara ini terlaksana berkat kerja sama antara BEM KM UPY, Dinas Kesehatan (DINKES), dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul.

    Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen UPY, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Seminar ini menjadi gebrakan baru yang pertama kalinya diselenggarakan di UPY dengan fokus utama pada isu kesehatan.

    “Ini merupakan kegiatan perdana di Universitas PGRI Yogyakarta yang secara khusus membahas isu kesehatan. Sebuah langkah penting yang patut diapresiasi,” ungkap salah satu dosen yang hadir.

    Pelaksanaan acara didasari oleh keprihatinan terhadap gaya hidup mahasiswa yang dinilai belum mencerminkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat. Selain itu, tingkat partisipasi mahasiswa sebagai pendonor darah masih tergolong rendah di Indonesia.

    Acara berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Seminar menghadirkan pembicara-pembicara kompeten di bidang kesehatan, sementara kegiatan donor darah dilaksanakan secara bersamaan di lokasi acara. Para peserta terlihat aktif mengikuti sesi demi sesi dengan semangat yang tinggi.

    Harapannya, melalui kegiatan ini, mahasiswa dan peserta lainnya dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan serta mulai menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, diharapkan mereka juga terdorong menjadi pendonor darah aktif sebagai bentuk kontribusi nyata bagi sesama.

    “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi awal dari gerakan sadar kesehatan di kalangan mahasiswa. Semoga para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat dan terus peduli terhadap kesehatan pribadi maupun lingkungan,” ujar Wida, Ketua BEM KM UPY.

  • Universitas PGRI Yogyakarta Umumkan Daftar Jurnal Terakreditasi SINTA

    Universitas PGRI Yogyakarta Umumkan Daftar Jurnal Terakreditasi SINTA

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan bangga mengumumkan bahwa sejumlah jurnal ilmiah yang dikelola oleh universitas telah resmi terakreditasi dalam Sistem Indeksasi Nasional (SINTA) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

    Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen UPY dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan melalui publikasi ilmiah yang berkualitas dan diakui secara nasional. Keberadaan jurnal-jurnal terakreditasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi akademik institusi, tetapi juga memberikan wadah yang kredibel bagi para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil riset mereka.

    “Kami mendorong seluruh civitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta untuk memanfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin, serta terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan ilmu pengetahuan,” ujar Prof. Dr. Ir Paiman, M.P, Rektor UPY saat ditemui di gedung rektorat.

    Untuk mendukung semangat publikasi ilmiah yang berkelanjutan, UPY juga terus melakukan pembaruan dan peningkatan kualitas jurnal, sekaligus menyosialisasikan pentingnya publikasi bereputasi kepada seluruh elemen akademik.

  • Universitas PGRI Yogyakarta dan GCC Indonesia Gelar Webinar Series #2: Menenun Nilai Global dalam Kearifan Lokal untuk Kebudayaan Berkelanjutan

    Universitas PGRI Yogyakarta dan GCC Indonesia Gelar Webinar Series #2: Menenun Nilai Global dalam Kearifan Lokal untuk Kebudayaan Berkelanjutan

    Yogyakarta, 10 Mei 2025 – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bekerja sama dengan Global Citizenship Education Corporation Center (GCC) Indonesia sukses menyelenggarakan Webinar Series #2 bertema “Menenun Nilai Global Dalam Kearifan Lokal untuk Kebudayaan Berkelanjutan”, yang berlangsung di Auditorium UPY serta disiarkan secara daring, Sabtu (10/5).

    Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan, termasuk Ketua PGRI DIY, Kepala Sekolah jenjang SD, SMP, dan SMK se-Kota Yogyakarta, para pendidik, akademisi, serta perwakilan sekolah mitra.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, MP., menegaskan bahwa pendidikan global saat ini menuntut pendekatan holistik yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pembangunan karakter, empati, dan kemampuan hidup berdampingan. “Inilah semangat dari pendekatan GCC—pendidikan untuk warga dunia yang tidak tercabut dari akar lokal dan globalnya,” ujar Prof. Paiman.

    Lebih lanjut, Prof. Paiman menyampaikan bahwa penerjemahan nilai-nilai global dalam konteks lokal adalah kunci untuk memastikan pendidikan relevan dengan kehidupan nyata peserta didik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada GCC Indonesia, Dinas Pendidikan, para kepala sekolah, dan guru yang terlibat dalam inisiatif ini. UPY, tambahnya, berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari gerakan pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Wakil Rektor III UPY, Assoc. Prof. Dr. Septian Aji, M.Pd, hadir sebagai narasumber utama dalam webinar ini dan menyampaikan materi mengenai pentingnya menenun nilai global dalam kearifan lokal sebagai landasan kebudayaan berkelanjutan.

    Sementara itu, Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., Direktur GCC Indonesia, memaparkan profil dan capaian GCC Indonesia yang telah menyelenggarakan kegiatan serupa di berbagai kota. Ia juga memimpin sesi metodologi pengembangan sekolah model Global Citizenship Education (GCED) untuk jenjang SD, didampingi oleh Prof. Dr. Danny Meirawan, M.Pd. untuk jenjang SMP dan Prof. Ace Suryadi, M.Sc., Ph.D. untuk jenjang SMA.

    Pada akhir kegiatan, masing-masing kepala sekolah yang hadir juga menyusun rencana aksi yang akan dikoordinasikan dengan para fasilitator di jenjang masing-masing. Hal ini menjadi langkah nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai GCED secara kontekstual, efektif, dan terstruktur di sekolah masing-masing. Webinar ini menjadi momen penting dalam memperkaya wawasan dan praktik pembelajaran para guru di era pendidikan global, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal sebagai fondasi budaya bangsa.