Kategori: Berita Utama

  • LLDIKTI Wilayah V Gelar Sosialisasi Penilaian Maturitas PDDIKTI untuk Dorong Penguatan Tata Kelola Data Perguruan Tinggi

    LLDIKTI Wilayah V Gelar Sosialisasi Penilaian Maturitas PDDIKTI untuk Dorong Penguatan Tata Kelola Data Perguruan Tinggi

    Untuk mendukung peningkatan kualitas pengelolaan data di perguruan tinggi swasta, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V menggelar kegiatan sosialisasi implementasi sistem penilaian maturitas pengelolaan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), pada Jumat (11/04) di Ruang Sidang Utama LLDIKTI Wilayah V.

    Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Setyabudi menekankan pentingnya data yang akurat dan terpercaya dalam mendukung tata kelola pendidikan tinggi yang baik.

    “Ketepatan dan integritas data merupakan landasan utama dalam kebijakan pendidikan tinggi. Sistem penilaian maturitas ini menjadi instrumen penting untuk melihat sejauh mana perguruan tinggi mampu mengelola data secara strategis dan berkelanjutan,” jelasnya.

    Acara yang berlangsung dinamis ini dipandu oleh Virdiana Sriviana, S.Kom., dan menghadirkan dua narasumber dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek: Franova Herdiyanto dan Abdul Naser Rafi’I Attamimi.

    Dalam paparannya, Franova menjelaskan tentang kerangka kerja sistem penilaian maturitas—termasuk indikator-indikator utama yang menjadi acuan dalam menilai sejauh mana kampus mampu mengelola data PDDIKTI dengan baik. Ia menekankan bahwa sistem ini hadir bukan hanya untuk memenuhi kewajiban pelaporan, tetapi juga untuk mendorong terciptanya budaya data yang akuntabel.

    Sementara itu, Abdul Naser lebih banyak membahas hal-hal teknis di lapangan, termasuk tantangan yang sering dihadapi operator data di perguruan tinggi. Ia juga membagikan solusi praktis dan mendorong sinergi yang kuat antara pimpinan dan tim pengelola data agar kualitas pengelolaan terus meningkat.

    Sesi diskusi berjalan aktif dan interaktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan seputar pengisian indikator, strategi peningkatan level maturitas, hingga teknis pelaporan. Kedua narasumber pun memberikan jawaban yang aplikatif dan membangun.

    Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah V berharap perguruan tinggi di wilayahnya dapat mulai melakukan evaluasi diri dan perbaikan secara berkelanjutan dalam pengelolaan data. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses akreditasi program studi maupun institusi, berbasis pada data yang valid dan terpercaya.

    sumber: https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/sosialisasi-implementasi-sistem-penilaian-maturitas-pengelolaan-pddikti

  • “AI Makin Canggih, Kita Harus Ngapain Nih?”

    “AI Makin Canggih, Kita Harus Ngapain Nih?”

    Halo sobat digital! 👋
    Pernah nggak sih kamu ngerasa tiba-tiba semua jadi serba otomatis? Mulai dari beli kopi, edit foto, sampai cari ide tugas kuliah—tinggal ketik, klik, jadi. Yap, itulah kehadiran Artificial Intelligence (AI) yang makin hari makin pinter aja.

    Tapi… di tengah semua kecanggihan ini, ada satu pertanyaan besar:
    “Kita sebagai manusia harus siapin apa, nih?”

    Tenang, kamu nggak sendiri. Yuk, kita ngobrol santai tentang hal-hal yang bisa mulai kamu siapkan dari sekarang, biar nggak ketinggalan zaman (dan nggak digeser robot kerjaannya 🤖).

    1. Upgrade Skill, Jangan Cuma Scroll!

    AI itu keren, tapi dia butuh partner: manusia yang cerdas. Jadi, yuk mulai upgrade skill!

    • Belajar teknologi dasar AI (nggak perlu jadi programmer kok, cukup paham konsep dasarnya aja).
    • Pelajari data literacy — bisa baca data, analisis dikit-dikit.
    • Dan yang penting: soft skill kayak critical thinking, komunikasi, dan empati—hal-hal yang (untungnya) belum bisa digantikan AI.

    “Belajar AI bukan berarti kamu harus bisa bikin robot. Cukup tahu cara ngobrol sama robotnya aja udah keren.”

    2. Jadi Pengguna yang Bijak

    AI itu alat. Seperti pisau dapur, bisa dipakai masak atau… yah, hal lain yang serem 😅
    Maka dari itu, kita harus bijak:

    • Jangan asal percaya hasil AI. Tetap verifikasi, apalagi buat berita atau informasi penting.
    • Gunakan AI buat hal positif: belajar, kerja, berkarya.
    • Pahami etika digital: jaga privasi, jangan nyontek pake AI yaa.

    3. Bangun Mindset ‘Belajar Seumur Hidup’

    AI akan terus berkembang, dan jujur aja: nggak akan berhenti.
    Kalau kita berhenti belajar, ya… siap-siap jadi “generasi terhempas algoritma.”

    Mulai dari hal kecil aja:

    • Ikut webinar gratis.
    • Baca artikel teknologi seminggu sekali.
    • Nonton video edukasi pas lagi santai.

    “Selama kamu masih mau belajar, kamu nggak akan ketinggalan.”

    4. Kolaborasi, Bukan Kompetisi

    AI bukan saingan, tapi partner. Kita yang ngatur dia, bukan dia yang ngatur kita.

    • AI bantu kerja jadi lebih cepat.
    • Kita tetap jadi penentu arah, pengambil keputusan, dan yang punya rasa.

    Maka dari itu, yuk kerja bareng AI. Gunakan buat bantu riset, desain, bikin konten, atau bantu jualan online. AI itu asisten, bukan bos 😁

    5. Pahami Dampak Sosial dan Siapkan Diri

    Perkembangan AI juga bisa mengubah cara kerja, dunia pendidikan, sampai pola pikir masyarakat. Kita perlu peka:

    • Siapin mental kalau beberapa pekerjaan akan berubah bentuk.
    • Siapin adaptasi kalau sistem belajar makin digital.
    • Dan yang penting: tetep jadi manusia yang peduli sama manusia lain.

    AI Itu Hebat, Tapi Kita Lebih Hebat!

    AI mungkin bisa ngalahin kita dalam hitung-hitungan atau analisis data,
    Tapi dalam hal hati, empati, dan kreativitas?
    Kita masih juaranya. 🏆

    Jadi yuk, kita sambut perkembangan AI dengan tangan terbuka—bukan dengan takut-takut.
    Mulai belajar, adaptasi, dan tetap jadi versi terbaik dari diri kita,
    Karena masa depan bukan soal teknologi semata,
    Tapi soal bagaimana kita, manusia, menggunakannya dengan bijak.

  • HMP PGSD UPY Sukses Gelar Seminar Nasional: Dorong Pendidikan Inklusif dan Berkarakter Pancasila untuk Generasi Masa Depan

    HMP PGSD UPY Sukses Gelar Seminar Nasional: Dorong Pendidikan Inklusif dan Berkarakter Pancasila untuk Generasi Masa Depan

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMP PGSD) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Membangun Sistem Pendidikan yang Inklusif dan Berkarakter Pancasila untuk Generasi Masa Depan” pada Kamis, 13 Maret 2025 di Auditorium Kampus 1 UPY.

    Acara ini dihadiri oleh lebih dari 600 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa PGSD, serta akademisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Seminar ini juga mencakup sesi call for papers yang turut memperkaya diskusi akademik tentang pendidikan dasar di Indonesia.

    Sejumlah narasumber terkemuka di bidang pendidikan dasar turut hadir dan berbagi wawasan, antara lain:

    • Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.Si. – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
    • Dr. Bayu Pamungkas, S.Pd., M.Pd. – Dosen Universitas Negeri Yogyakarta
    • Dr. Ari Wibowo, M.Pd. – Dosen Universitas PGRI Yogyakarta
    • Dr. Dhiniaty Gularso, S.Si., M.Pd. – Dosen Universitas PGRI Yogyakarta

    Para narasumber menekankan pentingnya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai Pancasila guna mencetak generasi bangsa yang tangguh, cerdas, dan berkarakter.

    Dalam sambutannya, Via Naila Putri selaku Ketua Panitia menyampaikan, “Seminar ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang bagaimana membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkarakter Pancasila untuk generasi masa depan. Kami berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran pendidikan inklusif dan nilai-nilai kebangsaan dalam proses pembelajaran.”

    Senada dengan itu, Dr. Danuri, M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGSD UPY, juga menegaskan bahwa seminar ini tidak hanya menyasar mahasiswa, namun juga menjadi ruang dialog untuk dosen, praktisi, dan masyarakat umum dalam memahami pentingnya penerapan pendidikan inklusif dan berkarakter Pancasila di seluruh jenjang pendidikan.

    Kegiatan ini semakin semarak dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Antusiasme peserta terlihat jelas dari beragam pertanyaan serta gagasan inovatif yang muncul selama sesi berlangsung.

    Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, HMP PGSD UPY menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang akademik yang mendukung pertukaran ilmu dan gagasan demi kemajuan pendidikan nasional. Harapannya, kegiatan serupa akan terus menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.

  • Syawalan dan Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas PGRI Yogyakarta: Menyatukan Langkah Menuju UPY APIK dan Unggul

    Syawalan dan Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas PGRI Yogyakarta: Menyatukan Langkah Menuju UPY APIK dan Unggul

    Yogyakarta, 10 April 2025 — Dalam suasana penuh kehangatan pasca Idulfitri 1446 H, keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar acara Syawalan dan Halal Bihalal pada Kamis, 10 April 2025, bertempat di Auditorium UPY. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen dan karyawan, serta jajaran pimpinan universitas.

    Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., hadir bersama jajaran pimpinan universitas, turut hadir pula Ketua Yayasan YP UPY, Drs. John Sabari, M.Si., beserta jajaran, serta Ketua Pembina YP UPY, Armansyah Prasakti, S.H., SPn., M.H.

    Dengan mengusung tema “Bersatu dalam Keikhlasan, dengan Iman dan Taqwa Melangkah Bersama Menuju UPY Apik dan Unggul”, acara ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan semangat kebersamaan antar sivitas akademika UPY.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY menegaskan pentingnya momen halal bihalal sebagai sarana mempererat tali persaudaraan dan membangun harmoni di lingkungan kerja.

    “Kami atas nama pimpinan universitas di dalam kesempatan yang berbahagia ini mengucapkan maaf jika dalam pergaulan ataupun pekerjaan ada tutur kata yang menyinggung perasaan, tindakan yang kurang berkenan baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” ujar Prof. Paiman.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika atas kekompakan dan kerja sama yang telah terjalin dalam suasana kekeluargaan. Menurutnya, tradisi ini merupakan bentuk nyata dari semangat kembali ke fitrah dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

    “Dengan pertemuan hari ini, kita bisa menapak ke depan untuk kemajuan UPY dengan mempererat tali persaudaraan untuk mewujudkan UPY APIK dan Unggul,” tambahnya.

    Acara turut diisi dengan tausiyah oleh H. Bambang Bimo Suryono atau yang akrab disapa Kak Bimo, pendiri Asosiasi Pencerita Muslim Indonesia. Dalam tausiyahnya, Kak Bimo mengajak seluruh hadirin untuk menumbuhkan keikhlasan dalam setiap langkah dan terus menanamkan nilai-nilai iman dan takwa dalam kehidupan sehari-hari.

    Melalui kegiatan ini, Universitas PGRI Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus membangun lingkungan akademik yang harmonis, religius, dan profesional dalam semangat kebersamaan menuju UPY yang APIK dan Unggul.

  • PGRI Cabang Kasihan Gelar Syawalan Akbar di Universitas PGRI Yogyakarta

    PGRI Cabang Kasihan Gelar Syawalan Akbar di Universitas PGRI Yogyakarta

    Bantul, 9 April 2025 – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan Syawalan Akbar sebagai wujud silaturahmi pasca Idulfitri sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota, bertempat di Gedung Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) pada Rabu (9/4). Acara ini dihadiri oleh para guru dari seluruh wilayah Kecamatan Kasihan, mencerminkan semangat kekeluargaan dan kolaborasi di lingkungan pendidikan.

    Acara dibuka dengan penampilan kreatif dari siswa-siswi sekolah dasar, yakni persembahan lagu oleh SDN Karangjati dan tarian tradisional dari SDN Sonosewu, yang memberikan nuansa kebersamaan dan keceriaan sejak awal kegiatan.

    Beberapa tokoh penting hadir dan memberikan sambutan, antara lain:

    • Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UPY sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini.
    • Ketua PGRI Kabupaten Bantul, Totok Sudarto, M.Pd.
    • Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul yang diwakili oleh Kabid PTK, Rr. Nurul Adiati Hardjono Siwi, SIP., M.Eng.

    Sebagai inti acara, tausiyah bertema “Hikmah Syawalan” disampaikan oleh Ustadz DR. dr. Probosuseno, SpPD, KGer, FINASIM, SE, MM, AIFO-K, yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Syawal sebagai penguat keikhlasan, sinergi, dan semangat pelayanan dalam dunia pendidikan.

    Syawalan ini menjadi refleksi kebersamaan, solidaritas, dan komitmen untuk terus bergerak maju bersama dalam dunia pendidikan. Diharapkan semangat kebersamaan dan kolaborasi ini terus terjaga dalam langkah bersama membangun pendidikan yang lebih baik.

    Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh kehangatan, dan semangat positif, menunjukkan betapa pentingnya ruang temu dan silaturahmi dalam memperkuat ekosistem pendidikan di tingkat lokal.

  • Selamat Idulfitri 1446 H / 2025 M

    Selamat Idulfitri 1446 H / 2025 M

    Rektor dan seluruh sivitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta
    mengucapkan:

    Selamat Hari Raya Idulfitri 1446 H / 2025 M
    Taqabbalallahu minna wa minkum

    Semoga semangat Idulfitri membawa kedamaian, keberkahan, dan mempererat tali silaturahmi antar sesama. Mari kita songsong masa depan dengan hati yang suci dan semangat untuk terus berkontribusi bagi negeri.

    #Idulfitri1446H #UPY #UniversitasPGRIYogyakarta #SelamatIdulfitri

  • SIAP-SIAP LEBARAN! APA SAJA YANG PERLU DISIAPKAN UNTUK HARI RAYA DAN MUDIK?

    SIAP-SIAP LEBARAN! APA SAJA YANG PERLU DISIAPKAN UNTUK HARI RAYA DAN MUDIK?

    Lebaran sudah di depan mata! Setelah sebulan penuh berjuang melawan godaan lapar, haus, dan diskon online yang menggoda, kini saatnya kita bersiap-siap menyambut hari kemenangan. Nah, biar Lebaran dan mudikmu lancar tanpa drama, yuk kita bahas apa saja yang perlu disiapkan!

    1. Outfit Lebaran: Biar Makin Bersinar di Hari Kemenangan

    Lebaran tanpa baju baru? Nggak masalah! Yang penting bajunya bersih, rapi, dan wangi (kalau ada sedikit bau minyak goreng dari dapur, anggap saja wangi khas Idul Fitri). Tapi kalau mau tampil maksimal, pastikan outfit Lebaran sudah siap jauh-jauh hari. Jangan sampai H-1 masih sibuk tawar-menawar di pasar dadakan!

    2. THR: Bagi-Bagi Rezeki, Jangan Sampai Kantong Kering

    Bagi yang sudah bekerja, THR adalah berkah sekaligus cobaan. Berkah karena akhirnya bisa belanja, cobaan karena dompet langsung menipis setelah bagi-bagi ke ponakan yang jumlahnya makin hari makin banyak. Solusinya? Siapkan amplop secukupnya dan terapkan strategi “bagi rata dengan bijak”!

    3. Kue Kering dan Makanan Khas Lebaran

    Ketupat? Oke! Opor? Wajib! Nastar? Harus ada! Pastikan stok makanan cukup untuk tamu, tapi juga tetap waspada terhadap ‘tamu spesial’ yang datang hanya untuk berburu kue lalu menghilang. Kalau malas bikin sendiri, beli saja di toko langganan—lebih praktis, lebih cepat, dan menghindari drama adonan bantat.

    4. Persiapan Mudik: Jangan Sampai Drama di Jalan

    Bagi yang mudik, pastikan kendaraan dalam kondisi prima. Cek oli, rem, dan AC (karena mudik tanpa AC ibarat opor tanpa santan—nggak nikmat!). Buat yang naik transportasi umum, tiket harus sudah di tangan! Jangan sampai jadi korban “kehabisan tiket” dan malah mudik naik odong-odong.

    5. Kesehatan: Jangan Sampai Sakit Pas Lebaran

    Makan ketupat dan rendang itu nikmat, tapi jangan lupa jaga pola makan. Jangan sampai habis Lebaran malah masuk rumah sakit gara-gara kolesterol naik atau perut protes akibat terlalu banyak makan sambal goreng ati.

    6. Mental Kuat untuk Ditanya “Kapan Nikah?”

    Bagi yang masih single, ini adalah ujian berat. Siapkan jawaban diplomatis untuk pertanyaan “Kapan nikah?” atau “Kok masih sendiri?”. Bisa pakai strategi ngeles, pura-pura sibuk makan, atau lempar balik pertanyaan biar mereka yang bingung.

    Nah, itu dia persiapan penting buat menyambut Lebaran dan mudik. Semoga perjalanan aman, kumpul keluarga makin seru, dan dompet tetap selamat dari serangan ponakan! Selamat Lebaran, mohon maaf lahir dan batin! 🎉😆

  • Universitas PGRI Yogyakarta Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu

    Universitas PGRI Yogyakarta Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu

    Yogyakarta, 18 Maret 2025 – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses mengadakan acara buka bersama yang melibatkan seluruh dosen dan karyawan di auditorium UPY pada Selasa, 18 Maret 2025. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen berbagi dengan menggelar santunan bagi anak yatim piatu.

    Mengusung tema “Membangun Kebersamaan Menuju UPY APIK dan Unggul,” acara ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antar civitas akademika sekaligus meneguhkan komitmen UPY dalam membangun kebersamaan dan keunggulan.

    Acara ini dihadiri oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, beserta jajaran pimpinan universitas. Turut hadir pula Pembina Yayasan YP UPY, Armansyah Prasakti, S.H., S.Pn., M.H., dan Ketua YP UPY, Drs. John Sabari, M.Si, beserta jajaran pengurus yayasan.

    Dalam sambutannya, Prof. Paiman menyampaikan pentingnya momen buka bersama sebagai ajang mempererat hubungan antar sivitas akademika. “Acara ini tidak hanya sebagai tradisi, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan kita dalam mencapai visi UPY yang APIK (Akhlak, Profesional, Inovatif, dan Kompetitif) serta unggul di berbagai bidang,” ujarnya.

    Kegiatan buka bersama ini menjadi bagian dari tradisi tahunan UPY selama bulan Ramadan, yang bertujuan memperkuat ikatan kekeluargaan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, khususnya anak-anak yatim piatu yang mendapatkan santunan pada kesempatan tersebut.

    Acara diwarnai dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, mencerminkan semangat UPY dalam membangun komunitas akademik yang solid dan saling mendukung.

  • Belajar Bersama Joyful Learning dengan Mahasiswa Mariano Marcos State University, Filipina

    Belajar Bersama Joyful Learning dengan Mahasiswa Mariano Marcos State University, Filipina

    4 Februari 2025 – Salah satu dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Dr. Ningrum Perwitasari, M.Pd., melaksanakan pengabdian dalam bentuk Guest Lecturer di Fakultas College of Teacher Education, Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina. Acara ini mengangkat tema “Joyful Learning for Teachers and Students” dan berhasil menarik perhatian lebih dari 80 mahasiswa keguruan serta guru-guru di Labschool MMSU.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Dekan College of Teacher Education, Dr. Aris Reynolds V. Cagijal; Kepala Pusat Bahasa dan Budaya, Prof. Leonardo D. Tejano; Kepala Sekolah Labschool MMSU, Prof. Philistia Mercuria P. Bagayas; serta perwakilan dari tim humas MMSU, Prof. Fe. Erlinda D. Ibalio.

    Selain Dr. Ningrum Perwitasari, dua mahasiswa PGSD UPY, Fitria Ika Yasmida dan Arjun Satria Nugraha, turut mendampingi kegiatan ini sebagai bagian dari pengalaman internasional mereka. Dalam sesi guest lecturer ini, Dr. Ningrum memaparkan materi tentang penerapan metode joyful learning di kelas, yang dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan proyek kreatif, yaitu mobil balon, sebagai salah satu contoh dari penerapan joyful learning dalam pendidikan.

    Acara ini semakin interaktif dengan adanya diskusi mengenai tantangan yang dihadapi oleh para guru dalam menerapkan konsep joyful learning di kelas. Sebagai penutup, peserta yang aktif dalam sesi tersebut diberikan hadiah berupa goodie bag.

    Peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi dan kegiatan yang disampaikan, dengan banyak dari mereka berpartisipasi aktif dalam diskusi dan praktik. Diharapkan melalui kegiatan ini, para guru dan mahasiswa dapat mengadopsi metode joyful learning untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan efektif bagi siswa.

  • Kunjungan MGMP Sejarah Kota Yogyakarta ke Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta

    Kunjungan MGMP Sejarah Kota Yogyakarta ke Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta

    Yogyakarta, 19 Februari 2025, sekitar 25 guru mata pelajaran sejarah yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Kota Yogyakarta mengadakan kunjungan ke Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan para pendidik dalam upaya pengembangan kualitas pengajaran sejarah di sekolah, serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya sejarah dalam pendidikan.

    Kunjungan diawali dengan sambutan hangat dari pihak pengelola museum. Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta yang terletak di kampus Universitas PGRI Yogyakarta ini memiliki koleksi berbagai mengenai media pembelajaran sejarah yang menggambarkan perjalanan sejarah Indonesia dan dunia, khususnya yang berkaitan dengan Yogyakarta dan sekitarnya.

    Selama kunjungan, para peserta diberikan penjelasan mendalam mengenai koleksi-koleksi yang ada di museum, mulai dari maket, diorama hingga dokumentasi sejarah yang mencerminkan perjalanan panjang bangsa Indonesia. Pengelola museum memaparkan cara-cara yang digunakan untuk merawat dan mengelola koleksi yang ada, serta pentingnya pengumpulan dan pelestarian koleksi museum untuk kepentingan pendidikan sejarah di masa depan.

    Para peserta sangat antusias mengikuti penjelasan tersebut, mengajukan berbagai pertanyaan terkait pemilahan koleksi dan upaya pelestarian yang dilakukan. Mereka menyadari bahwa museum ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh para pendidik untuk memperkaya pengalaman belajar bagi siswa.

    Selain mengunjungi museum, peserta juga berdiskusi mengenai pengembangan media pembelajaran sejarah. Para guru sejarah membahas pentingnya pemanfaatan berbagai teknologi dan media untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. Pembahasan tersebut mencakup berbagai inovasi yang dapat diterapkan, seperti penggunaan video, aplikasi digital, hingga pembelajaran berbasis museum dan situs sejarah.

    Lebih lanjut, diskusi tersebut menyoroti pemanfaatan museum sebagai sumber belajar yang tak ternilai harganya. Mengunjungi museum secara langsung, menurut mereka, dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan mendalam bagi siswa.

    Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif, sehingga pelajaran sejarah tidak hanya menjadi sekadar materi yang dihafalkan, tetapi juga dapat menjadi alat untuk membentuk pemahaman yang lebih mendalam tentang identitas bangsa dan pentingnya sejarah dalam kehidupan sehari-hari.