
Pengumuman Registrasi dan Kuota Wisuda Periode lll Tahun Akademik 2024/2025. Berikut informasinya…



Pengumuman Registrasi dan Kuota Wisuda Periode lll Tahun Akademik 2024/2025. Berikut informasinya…



Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Manajemen dalam ajang pemilihan Duta Budaya DIY. Tiga mahasiswa berbakat berhasil membawa pulang gelar juara dan penghargaan dalam kompetisi bergengsi ini, menambah daftar prestasi non-akademik yang diraih oleh mahasiswa Manajemen.
Rizki Febrian, mahasiswa angkatan 2022, berhasil meraih gelar Runner Up 1 setelah menunjukkan wawasan luas mengenai kebudayaan serta keterampilan komunikasi yang luar biasa. Sementara itu, Ishma Aulya dari angkatan 2021 juga menunjukkan prestasi gemilang dengan memperoleh gelar Runner Up 3, membuktikan dedikasi dan kecintaannya terhadap budaya daerah.
Tak hanya itu, Dwi Santosa turut mencetak prestasi dengan memenangkan penghargaan Best Video Profile, menampilkan kreativitas dalam memperkenalkan budaya DIY melalui media digital yang inspiratif dan informatif.
Keikutsertaan mahasiswa Manajemen dalam ajang ini menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa tidak hanya terbatas pada bidang akademik, tetapi juga berkembang di ranah non-akademik. Dosen serta civitas akademika Program Studi Manajemen turut mengapresiasi keberhasilan ini dan berharap prestasi serupa dapat terus diraih di masa mendatang.
Ajang Pemilihan Duta Budaya DIY sendiri merupakan kompetisi yang bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas. Dengan keberhasilan ini, mahasiswa Manajemen semakin membuktikan bahwa mereka tidak hanya unggul dalam bidang akademik tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap budaya lokal.
Selamat kepada para mahasiswa berprestasi! Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam berbagai bidang.


Yogyakarta, 12 Februari 2025 – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) baru saja menggelar kegiatan pagelaran seni bertajuk “AMERTHA BHUMI” sebagai bagian dari tugas mata kuliah Seni Tari dan Drama (Sentama), dengan dosen pengampu Ibu El Riza Animayong, M.Pd. Pagelaran ini berlangsung di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada 4-5 Februari 2025 dan melibatkan mahasiswa PGSD angkatan 2022. Dengan mengusung tema “Aku Sayang Bumi”, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan melalui seni.
Pada hari pertama, penonton disuguhi dengan penampilan spektakuler berjudul “Dua Dunia”. Pertunjukan ini berhasil memukau penonton dengan perpaduan tari dan drama yang menggambarkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Melalui alur cerita yang menarik, penonton diajak merenungi bagaimana setiap tindakan manusia berdampak pada kelestarian bumi.

Hari kedua tidak kalah menarik dengan dua pertunjukan utama, yaitu “Jejak Tak Terlihat” dan “Reksabumi”. “Jejak Tak Terlihat” mengangkat kisah tentang jejak ekologis yang sering kali tidak disadari oleh manusia, namun memiliki dampak besar terhadap lingkungan. Sementara itu, “Reksabumi” menggambarkan perjuangan dalam menjaga bumi dari berbagai ancaman, menginspirasi penonton untuk turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan.
Kegiatan Sentama ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan berbagai kalangan. Tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya menjaga bumi. Pagelaran seni ini membuktikan bahwa seni dapat menjadi media yang efektif dalam menyampaikan pesan lingkungan yang kuat dan menggugah kesadaran.
Dengan kesuksesan acara ini, diharapkan akan semakin banyak kegiatan serupa yang digelar untuk terus mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian bumi. Semoga pesan-pesan yang disampaikan melalui tari dan drama ini dapat terus diingat dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.


Yogyakarta, 26 Februari 2025 – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses menyelenggarakan Pengukuhan dan Sumpah Profesi Guru bagi lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Tahap III Tahun 2024. Acara yang berlangsung di Auditorium UPY ini dihadiri oleh berbagai pihak penting di dunia pendidikan, baik secara luring maupun daring, dengan penuh khidmat dan kebanggaan.
Acara pengukuhan ini dihadiri oleh Ketua PGRI Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial, Budaya, dan Kemasyarakatan DIY, Dr. Didik Wardaya, S.E., M.Pd., serta jajaran pimpinan UPY, termasuk Ketua Yayasan Pembina, Rektor UPY, Dekan FKIP, Kaprogdi PPG, para dosen, dan keluarga lulusan PPG. Sebanyak 594 lulusan PPG yang berasal dari lima provinsi (Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur) mengikuti prosesi pengukuhan, baik secara langsung di auditorium maupun secara daring.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Akademik dan Kelembagaan UPY, Ahmad Riyadi, M.Kom menyampaikan rasa syukur atas kelulusan para peserta PPG Guru Tertentu Tahap III Tahun 2024. Beliau menegaskan bahwa menyandang gelar Guru Profesional adalah amanah besar yang disertai tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
“Selamat kepada para lulusan PPG UPY yang telah berhasil menyelesaikan proses pendidikan dan berhak menyandang gelar guru profesional. Profesi guru adalah profesi mulia yang membutuhkan ketulusan hati, kesabaran, dan keahlian dalam mendidik generasi penerus bangsa. Jagalah nama baik profesi, teruslah belajar mengikuti perkembangan teknologi dan pendidikan, serta tingkatkan kompetensi Anda untuk mencetak anak-anak bangsa yang hebat dan berkarakter,” ujar Ahmad Riyadi.
Beliau juga menekankan pentingnya penguasaan empat kompetensi guru profesional, yaitu:
Koordinator Program Studi PPG, Dr. Dhiniaty Gularso, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan beberapa capaian penting dalam pelaksanaan PPG Guru Tertentu Tahap III Tahun 2024:
Koordinator Program Studi PPG juga menambahkan bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari dukungan para dosen dan guru pamong yang telah membimbing mahasiswa dengan penuh dedikasi dan kesabaran. Setelah prosesi pengukuhan, seluruh lulusan PPG Guru Tertentu Tahap III Tahun 2024 mengucapkan Sumpah Profesi Guru sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik yang profesional, beretika, dan bertanggung jawab.
Para lulusan menyatakan kesiapan mereka untuk menjalankan tugas sebagai guru dengan profesionalisme dan integritas tinggi, menjadi teladan bagi peserta didik dalam sikap, perilaku, dan kepribadian. Terus belajar dan meningkatkan kompetensi sesuai dengan perkembangan teknologi dan pendidikan. Serta mengabdi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan sepenuh hati.
Ahmad Riyadi, dalam penutupan acara, menyampaikan harapan besar agar para guru profesional yang baru dikukuhkan mampu menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia.
“Anda semua adalah harapan bangsa. Jadilah guru yang mampu menginspirasi dan membimbing peserta didik menjadi generasi emas yang berkarakter, berilmu, dan berdaya saing tinggi di era globalisasi,” tutup Ahmad Riyadi.
Acara pengukuhan dan sumpah profesi ini menjadi momen bersejarah bagi para lulusan PPG UPY, menandai awal dari perjalanan mereka sebagai guru profesional yang siap berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.


20 Februari 2025 – SLCC (Smart Learning and Character Center) PGRI DIY sukses menggelar seminar bertajuk Membangun Sekolah Masa Depan di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta. Acara ini membahas inovasi, teknologi, dan strategi pendidikan guna menciptakan sekolah yang lebih maju dan adaptif di era digital.
Seminar ini menghadirkan pembicara inspiratif dan ahli di bidang pendidikan yang berbagi wawasan serta pengalaman dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Ketua panitia, Didik Wardana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah masa depan harus selalu mengikuti perkembangan teknologi dalam kegiatan pembelajaran agar tidak tertinggal dalam menghadapi tantangan zaman.




Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., juga menyatakan dukungannya terhadap peningkatan kualitas guru di DIY. “Guru tidak boleh ketinggalan dalam penguasaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Namun, lebih dari itu, pendidikan karakter harus menjadi prioritas. Membangun pendidikan karakter lebih penting dibandingkan hanya memiliki otak yang cemerlang,” tegasnya.
Dalam sesi utama, Ketua SLCC, James E.T., menyoroti peran guru sebagai faktor utama dalam menciptakan pendidikan berkualitas. “Sekolah masa depan harus menerapkan Smart Learning, yaitu pembelajaran berbasis IT yang berwawasan lingkungan. Guru yang berkualitas akan terus mengembangkan diri dan belajar tanpa henti. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bagi guru untuk menjadi cakap digital, inovatif, memiliki keterampilan, dan berkarakter,” ujarnya.



Melalui seminar ini, SLCC PGRI DIY menegaskan komitmennya dalam melatih guru, kepala sekolah/madrasah, dan staf yayasan guna meningkatkan penguasaan teknologi serta mengembangkan pendidikan karakter. Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun sekolah masa depan yang lebih inovatif dan berdaya saing tinggi.


Wah, nggak kerasa ya, tiba-tiba udah setengah perjalanan di bulan Ramadan! Rasanya baru kemarin sahur pertama, sekarang udah mulai ngitung hari menuju Lebaran. Kalau awal puasa semangatnya masih 100%, sekarang mungkin tinggal 75% karena mulai terasa godaan: lemas, lapar, dan lihat iklan sirup di TV makin sering. Tapi tenang, ayo tetap semangat!
Setelah melewati separuh Ramadan, kita mulai terbiasa dengan pola makan sahur dan berbuka. Tapi justru di titik ini, cobaan terbesar mulai datang:
✅ Ngantuk parah habis sahur, bawaannya pengen tidur terus
✅ Godaan buka puasa yang makin berat—mau buka sederhana, tapi lihat es buah langsung khilaf
✅ Stamina mulai diuji, apalagi kalau lihat teman yang batal duluan (ujian iman nih!)
Tapi ingat, ini momen penting! Puasa bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga meningkatkan kesabaran, ibadah, dan tentunya… melatih diri biar nggak gampang tergoda promo THR di e-commerce.
Nah, buat kamu yang mulai lelah, ingatlah satu hal: sebentar lagi Lebaran! Hari kemenangan udah di depan mata. Waktunya siap-siap:
🔹 Latihan makan ketupat biar nggak kaget pas Lebaran
🔹 Siapkan outfit lebaran, jangan sampai mendadak hunting baju di H-1
🔹 Pastikan dompet aman, soalnya anak-anak kecil udah mulai menyiapkan amplop THR buat ditagih ke kita 😅
Jadi, tetap semangat ya! Sebentar lagi kita bisa makan opor tanpa takut batal. Ramadan tinggal setengah jalan lagi, jangan kendor!


Pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan besar di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya dalam menangani limbah rumah tangga yang sulit terurai. Menyikapi masalah ini, sekelompok dosen dari Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta tergerak untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui pengabdian kepada masyarakat. Kelompok dosen yang dipimpin oleh Zidni Husnia Fachrunnisa, M.Ak. ini fokus pada pengolahan minyak jelantah, yang kerap menjadi limbah yang mencemari lingkungan.
Minyak jelantah, yang dihasilkan oleh hampir setiap rumah tangga, biasanya dibuang begitu saja ke saluran air ataupun tanah, yang mengakibatkan kerusakan pada ekosistem. Oleh karena itu, pada 11 Februari 2025, kelompok dosen ini mengadakan pelatihan untuk mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai jual yang berguna, yakni lilin aroma terapi.
Pelatihan yang diadakan di Padukuhan Grujugan, Kabupaten Bantul, ini melibatkan ibu-ibu dari 10 RT setempat. Selain teori mengenai analisa peluang usaha berbasis limbah rumah tangga, peserta juga mempraktikkan proses pembuatan lilin aroma terapi dari minyak jelantah. Minyak jelantah yang telah dijernihkan dicampur dengan bahan-bahan lain seperti parafin, pewarna, dan aroma terapi untuk menghasilkan produk yang bernilai jual.
Selain itu, peserta pelatihan juga diberikan pemahaman tentang analisis peluang usaha, yang mencakup analisis pelanggan, pesaing, pemasok, vendor, serta faktor-faktor eksternal lainnya, seperti pengaruh pemerintah dan lingkungan global. Salah satu topik utama dalam pelatihan ini adalah analisis SWOT untuk membantu menganalisis kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang dihadapi dalam usaha ini.
Menurut Zidni Husnia Fachrunnisa, produk lilin aroma terapi dari minyak jelantah memiliki potensi pasar yang cukup luas, dengan target konsumen yang meliputi souvenir pernikahan, bingkisan, dan produk dekorasi lainnya. Namun, produk ini juga menghadapi tantangan berupa kemudahan untuk ditiru, sehingga dibutuhkan kreativitas tinggi untuk pengembangan lebih lanjut.
Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta, yang terdiri dari ibu-ibu di Padukuhan Grujugan. Mereka sangat tertarik dengan potensi ide usaha berbasis limbah rumah tangga dan berharap dapat memanfaatkannya sebagai peluang ekonomi. Harapannya, pelatihan ini tidak hanya memperluas wawasan mengenai peluang usaha, tetapi juga memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan sampah di lingkungan mereka.
Kedepannya, dosen-dosen dari Universitas PGRI Yogyakarta ini berencana melanjutkan pelatihan dengan fokus pada pengemasan produk dan pemasaran digital untuk membantu pengembangan produk lilin aroma terapi dan usaha berbasis limbah lainnya.


Dr. Syahria Anggita Sakti, M.Pd. adalah sosok dosen yang penuh dedikasi di Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas PGRI Yogyakarta. Baru-baru ini, beliau berhasil meraih gelar doktor dalam bidang pendidikan, sebuah pencapaian yang luar biasa setelah perjalanan panjang dan penuh tantangan. Keberhasilannya ini tidak hanya mencerminkan kerja keras pribadi, tetapi juga komitmennya yang mendalam terhadap dunia pendidikan, khususnya di ranah pengembangan pendidikan anak usia dini.
Dengan latar belakang pendidikan yang solid, yaitu gelar Magister Pendidikan (M.Pd.), Dr. Syahria telah membuktikan bahwa ia tidak hanya seorang pengajar, tetapi juga seorang peneliti yang aktif. Penelitian-penelitiannya banyak berfokus pada peningkatan kualitas pengajaran dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan anak usia dini. Dedikasinya untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik menjadikannya sumber inspirasi bagi rekan sejawat dan mahasiswa.
Dr. Syahria juga sering berbagi pengetahuan dan pengalamannya dengan para pendidik lain melalui pelatihan dan seminar. Keberhasilannya meraih gelar doktor bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Universitas PGRI Yogyakarta. Pencapaian ini menunjukkan bagaimana beliau terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama untuk generasi muda yang menjadi masa depan bangsa.


Kegiatan Lomba Paduan Suara SMA Tingkat Nasional “GEMA NUSANTARA SATUKAN SUARA #1” yang diselenggarakan oleh UKM Paduan Suara Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) baru saja berlangsung dengan sukses pada 29 Januari hingga 1 Februari 2025. Lomba ini mengundang siswa-siswi SMA/SMK/SLTA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia untuk menunjukkan bakat mereka dalam seni paduan suara.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini berjalan dengan lancar meskipun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk pelaksanaan di masa mendatang. Tujuan utama dari lomba ini adalah untuk menarik minat siswa-siswi terhadap bidang tarik suara, serta memberikan mereka kesempatan untuk menyalurkan kreativitas melalui musik.
“Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari peserta. Meskipun ada beberapa hal yang perlu evaluasi, kami sangat senang melihat begitu banyak siswa yang antusias dan memberikan penampilan terbaik mereka,” ujar Ketua UKM Paduan Suara UPY, Elsa Elsa Nian Cahyaningrum.
Selama lomba, para peserta memberikan penampilan yang luar biasa, dengan menyanyikan lagu-lagu yang menggambarkan keberagaman budaya Indonesia. Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai momen untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui suara dan harmoni yang tercipta.
“Kami berharap lomba ini bisa memberikan dorongan bagi siswa-siswi SMA untuk terus mengembangkan bakat mereka di bidang tarik suara dan menjadi ajang untuk mengekspresikan diri melalui musik,” tambah Elsa Nian Cahyaningrum, Ketua UKM Paduan Suara UPY. “Selain itu, kami juga berharap acara ini dapat semakin memperkenalkan UKM Paduan Suara UPY dan memperkuat peranannya dalam dunia seni kampus.”
Lomba “GEMA NUSANTARA SATUKAN SUARA #1” diharapkan dapat menjadi kegiatan tahunan yang terus berkembang dan semakin memperkuat budaya paduan suara di Indonesia. UKM Paduan Suara UPY berharap, lomba ini tidak hanya menjadi tempat untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk melahirkan talenta-talenta muda di dunia seni suara.


Yulia Venti Yoanita, mahasiswa Program Doktor Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus dosen Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif Universitas PGRI Yogyakarta, berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Sustainability Engineering pada ajang Sampoerna University Academic Festival. Festival ini diadakan pada tanggal 27-28 Februari 2025, bertempat di Sampoerna University, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia seperti UGM, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Sampoerna University, President University, Universitas Pertamina, dan lain-lain.
Pada kesempatan tersebut, Yulia Venti, Dosen PVTO UPY, mempresentasikan topik penelitiannya mengenai daur ulang baterai lithium-ion 18650, yang kini banyak digunakan dalam perangkat elektronik dan kendaraan listrik. Dalam presentasinya, Yulia menekankan pentingnya proses daur ulang baterai lithium-ion sebagai langkah strategis dalam pengelolaan limbah elektronik untuk mendukung keberlanjutan dan penghematan sumber daya mineral. “Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan metode mekanik yang efektif dalam memisahkan material penyusun baterai lithium, sehingga dapat digunakan kembali secara optimal,” ujar Yulia.
Penelitian ini berfokus pada tiga tahapan utama, yaitu homogenisasi material melalui pemanasan pada suhu tertentu untuk menghilangkan binder, separator, dan elektrolit, pemecahan dengan mesin shredder untuk mereduksi ukuran material, serta pengayakan dan penyaringan untuk memisahkan material berdasarkan fraksi ukuran. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses ini berhasil menghilangkan binder dan separator, menghasilkan material yang lebih homogen. Proses pengayakan dan penyaringan pun menghasilkan fraksi material yang terpisah dengan baik, dengan tingkat kemurnian yang tinggi, sehingga dapat digunakan dalam proses daur ulang lanjutan.


Selama pengerjaan penelitian, Yulia dibimbing oleh dua ahli, yaitu Dr. Ir. Budi Arifvianto, S.T., M.Biotech., dan Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., yang memberikan arahan teknis dalam mendalami proses daur ulang ini.
Selain Yulia, turut berpartisipasi dalam festival tersebut Dr. Ir. Khasani, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., yang juga menjadi pembicara dengan materi pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Prestasi yang diraih oleh Yulia ini semakin menunjukkan kontribusi nyata dunia akademik dalam pengembangan teknologi yang ramah lingkungan dan mendukung tercapainya tujuan keberlanjutan di Indonesia.