Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta sukses menggelar sebuah webinar menarik dengan tema “Teknis Perhitungan PPh Pasal 21 Menggunakan TER” pada Desember lalu. Webinar yang diadakan melalui Zoom ini dihadiri oleh sekitar 157 peserta, termasuk mahasiswa dari Program Studi Akuntansi, alumni, serta mahasiswa dari berbagai jurusan lainnya.
Webinar ini dipandu oleh Anandita Zulia Putri, M.Acc., dosen Prodi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta, yang juga bertindak sebagai moderator. Sementara itu, pembicara utama yang hadir adalah Bapak Eko Susanto, Fungsional Penyuluhan di Kanwil DJP Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sesi ini, beliau memberikan penjelasan secara mendalam tentang bagaimana cara menghitung PPh Pasal 21 dengan metode TER (Tarif Efektif dan Rasional), serta mengapa hal ini sangat penting untuk dipahami oleh siapa saja yang terlibat dalam dunia perpajakan.
Peserta webinar, baik mahasiswa maupun alumni, tampak sangat antusias dan aktif mengikuti diskusi, mendapatkan wawasan baru tentang perhitungan pajak yang selama ini mungkin masih terasa rumit bagi sebagian orang. Tema yang diangkat kali ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai teknis perpajakan, khususnya mengenai PPh Pasal 21, dengan harapan peserta bisa lebih siap menghadapi tantangan dunia perpajakan di masa depan.
“Dengan diadakannya webinar ini, kami berharap bisa memberikan wawasan yang lebih dalam kepada mahasiswa maupun non-mahasiswa, agar mereka dapat memahami cara perhitungan pajak, terutama PPh Pasal 21, dengan menggunakan TER. Hal ini sangat penting baik di dunia akademis maupun profesional,” ujar Anandita Zulia Putri, Dosen Prodi Akuntansi UPY.
Universitas PGRI Yogyakarta terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang relevan dan bermanfaat, serta menyelenggarakan kegiatan yang dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa dan masyarakat luas di bidang perpajakan.
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada November lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk mengikuti seminar dan workshop dengan tema “Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Karakter BAIK (Berbudaya, Agamis, Inovatif, dan Agamis).” Kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan baru kepada para mahasiswa PGSD dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik.
Acara dibuka dengan sesi materi dari Bapak Ulhaq Zuhdi, yang membahas tentang “Media Interaktif BAIK dalam Meningkatkan Keterampilan Kreatif dan Bahasa Produktif Mahasiswa PGSD.” Dalam presentasinya, beliau membagikan hasil penelitian yang melibatkan wawancara dengan guru-guru sekolah dasar di Surabaya. Ternyata, meski banyak sekolah yang sudah memiliki komputer dan gadget, pembelajaran TIK di SD Negeri masih sangat terbatas. Bahkan, pembelajaran coding hampir tidak ada, dan sarana yang ada pun belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran akan kerusakan perangkat yang belum banyak dimiliki oleh sekolah.
Setelah itu, Ibu Dr. Muhardilla Fauziah, M.Pd., melanjutkan dengan materi yang lebih mendalam mengenai konsep media pembelajaran. Beliau mengutip pendapat beberapa ahli, seperti Gadne dan Briggs (1979), yang menyatakan bahwa media pembelajaran tidak hanya terbatas pada alat, tetapi juga mencakup manusia dan kejadian yang dapat mendukung siswa dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Dr. Fauziah juga mengingatkan bahwa Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, pernah menggarisbawahi pentingnya penguasaan tiga keterampilan bahasa: Bahasa Inggris sebagai bahasa asing, bahasa pemrograman (coding), dan bahasa data.
Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa PGSD UPY untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana teknologi bisa diterapkan dalam pendidikan dasar, serta pentingnya mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan. Workshop ini tidak hanya memberi pengetahuan baru, tetapi juga mendorong peserta untuk lebih kreatif dalam merancang media pembelajaran yang bisa meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah dasar.
Harapan dari kegiatan ini adalah agar kolaborasi antara PGSD UPY dan UNESA dapat terus berlanjut, memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan dunia pendidikan, dan menginspirasi para mahasiswa untuk terus berinovasi dalam menciptakan media pembelajaran yang lebih baik.
Pada 20 Januari 2025, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan hangat menerima kunjungan dari Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon. Bertempat di ruang sidang Rektorat UPY, pertemuan ini dihadiri oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Paiman, M.P., bersama jajaran pimpinan universitas, serta Pimpinan Yayasan PGRI Yogyakarta, Drs. John Sabari (Ketua Yayasan UPY) dan Armansyah Prasakti, S.H., SPn., M.H. (Ketua Pembina Yayasan UPY).
Di pihak UGJ, kunjungan dipimpin oleh Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., beserta jajaran pimpinan universitas. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali peluang kerjasama lebih lanjut antara kedua universitas, terutama dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi tentang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kerjasama ini merupakan langkah awal yang sangat positif. Kami berharap bisa saling belajar, berbagi pengalaman, dan bersama-sama menciptakan program-program yang lebih baik untuk mahasiswa dan masyarakat,” ungkap Prof. Dr. Paiman, Rektor UPY, dalam sambutannya.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, Rektor UGJ, juga menambahkan, “Kami sangat antusias dengan potensi kerjasama ini. Kedua universitas memiliki visi yang sama dalam membangun pendidikan berkualitas, dan kami yakin kolaborasi ini akan memberi dampak positif bagi dunia pendidikan di Indonesia.”
Selama pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat hubungan dan membuka peluang-peluang kerjasama lainnya, baik dalam bidang akademik maupun riset. Dengan langkah ini, diharapkan kedua universitas dapat berkontribusi lebih besar lagi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) baru saja melepas keberangkatan mahasiswa peserta program SEA-Teacher yang akan mengikuti program pertukaran pendidikan di Filipina. Acara pelepasan ini berlangsung pada 24 Januari 2025 di ruang Sidang Rektorat, dihadiri oleh Rektor UPY, Prof. Dr. Paiman, M.P., dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd.
Program SEA-Teacher (Southeast Asian Teacher Education) merupakan peluang internasional yang memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman mengajar di luar negeri dan memperkaya wawasan mereka tentang pendidikan di Asia Tenggara. Tahun ini, UPY mengirimkan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) untuk mengikuti program ini di Filipina.
Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Paiman, menyampaikan pesan semangat kepada para peserta. “Ini adalah kesempatan yang sangat berharga untuk berkembang, belajar hal baru, dan membangun hubungan internasional. Kami berharap kalian tidak hanya mendapatkan pengalaman mengajar, tetapi juga memperluas pandangan kalian tentang dunia pendidikan global,” ujarnya.
Wakil Rektor III, Dr. Septian Aji Permana, juga menekankan pentingnya pengalaman internasional bagi para mahasiswa. “Melalui program ini, kalian tidak hanya akan belajar dari negara lain, tetapi juga berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan teman-teman dari berbagai negara. Ini adalah kesempatan luar biasa untuk saling menginspirasi,” katanya.
Acara pelepasan juga dihadiri oleh perwakilan dosen dari PGSD, yang turut memberikan dukungan penuh untuk keberangkatan mereka. Dengan semangat dan antusiasme tinggi, mahasiswa UPY siap memulai perjalanan mereka dan membawa pulang pengalaman berharga yang akan mendukung perjalanan karier mereka di masa depan.
Program SEA-Teacher ini adalah bagian dari upaya UPY untuk terus membuka peluang bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global di dunia pendidikan. Diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berharga, tetapi juga dapat berkontribusi pada kemajuan pendidikan di Indonesia ketika kembali ke tanah air.
Semoga di tahun baru ini, kita semua diberkahi dengan kebahagiaan, kesehatan, dan kesuksesan yang berlimpah. Mari sambut tahun baru dengan semangat baru untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih gemilang! Gong Xi Fa Cai!
Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, momen yang mengajarkan kita tentang perjalanan spiritual dan kedekatan dengan Allah SWT. Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk meneladani sifat Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Mari tingkatkan kualitas ibadah, semangat, dan dedikasi untuk mencapai kebaikan yang lebih tinggi.
Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dan Polres Bantul resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dengan sinergi ini, UPY dan Polres Bantul berkomitmen untuk menciptakan inovasi, mendukung keamanan, serta membangun generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Pada Sabtu, 11 Januari 2025, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas PGRI Yogyakarta menggelar webinar bertajuk “Penguatan Semangat Bela Negara di Era Digital” yang diikuti oleh mahasiswa semester 5. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah bela negara, dan bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai semangat bela negara di tengah perkembangan digital yang pesat.
Webinar kali ini menghadirkan dua narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya yaitu Dr. Septian Aji Permana, M.Pd, Dosen PPKn Universitas PGRI Yogyakarta dan LETTU INF Edi Harianto dari Grup II Kopassus. Keduanya membagikan wawasan yang sangat penting tentang bagaimana semangat bela negara dapat terus tumbuh dan diperkuat di tengah tantangan digital.
Dr. Septian Aji Permana, M.Pd membuka webinar dengan membahas konsep Bhinneka Tunggal Ika, yang mengingatkan kita bahwa meskipun Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya, kita tetap satu sebagai bangsa. “Bhinneka Tunggal Ika adalah penggerak kesadaran bela negara. Meskipun kita berbeda-beda, kita harus tetap saling menghargai dan menjaga kesatuan bangsa,” ujar Dr. Septian.
Sementara itu, LETTU INF Edi Harianto menekankan pentingnya kesadaran bela negara yang menjadi tanggung jawab setiap warga negara. Ia mengutip Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. “Bela negara bukan hanya tugas TNI, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua,” tambah Edi Harianto.
Selain pemaparan materi, acara ini juga dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang sangat dinanti-nanti oleh peserta. Banyak pertanyaan menarik yang diajukan, seperti bagaimana media sosial dapat berperan dalam upaya bela negara dan apa yang bisa dilakukan untuk menghadapi ancaman dari oknum-oknum yang merusak persatuan bangsa. Diskusi ini berjalan sangat hidup dan penuh semangat, mencerminkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu-isu bela negara di era digital.
Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, acara ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teoritis mengenai bela negara, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan yang bisa memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan globalisasi, penting bagi generasi muda untuk memiliki kesadaran yang tinggi akan tanggung jawab mereka sebagai warga negara.
Webinar ini berhasil menyampaikan pesan yang sangat relevan untuk para calon guru, dengan harapan mereka dapat menularkan semangat bela negara kepada generasi mendatang. Dalam menghadapi tantangan globalisasi yang terus berkembang, mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam memperkokoh persatuan dan kebanggaan terhadap negara.
Pendidikan selalu menjadi hal yang sangat penting dalam hidup kita. Kini, dengan adanya teknologi, dunia pendidikan mengalami perubahan besar. Pembelajaran yang dulunya hanya dilakukan di ruang kelas dengan metode tradisional, kini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Namun, di balik kemudahan ini, ada beberapa tantangan yang perlu kita pahami. Artikel ini akan membahas bagaimana pendidikan di era digital mempengaruhi kita, serta peluang dan tantangan yang perlu diperhatikan agar pendidikan semakin efektif di masa depan.
Perubahan Cara Belajar dan Mengajar
Sekarang ini, pendidikan tidak hanya terjadi di kelas. Teknologi telah membuatnya lebih fleksibel. Dengan adanya internet, siswa bisa mengakses materi pelajaran kapan saja, baik melalui video, artikel, atau platform pembelajaran online. Ini tentu sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil dan tidak memiliki akses mudah ke sekolah.
Bagi para guru, teknologi juga membuka banyak peluang untuk menyampaikan materi dengan cara yang lebih kreatif dan menarik. Misalnya, alih-alih hanya mengandalkan buku teks, guru bisa menggunakan video, simulasi, atau bahkan aplikasi pembelajaran berbasis game. Ini membuat proses belajar tidak hanya lebih mudah, tetapi juga lebih menyenangkan dan interaktif. Teknologi juga memungkinkan guru untuk memberikan feedback yang lebih cepat, karena perkembangan siswa bisa dipantau secara langsung.
Tantangan yang Dihadapi dalam Pendidikan Digital
Namun, tentu saja ada tantangan yang harus kita hadapi. Salah satu masalah terbesar adalah akses teknologi yang tidak merata. Tidak semua siswa memiliki perangkat yang memadai, seperti laptop atau ponsel pintar, dan belum tentu juga setiap daerah memiliki koneksi internet yang stabil. Ini bisa menjadi masalah besar, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil.
Selain itu, penggunaan teknologi juga bisa menimbulkan distraksi. Banyak siswa yang lebih tertarik membuka media sosial daripada fokus pada pembelajaran. Untuk itu, dibutuhkan pengawasan dan kedisiplinan agar teknologi bisa digunakan secara maksimal untuk tujuan pendidikan.
Peluang yang Diciptakan oleh Era Digital
Meskipun ada tantangan, era digital juga memberikan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya adalah kemudahan mengakses berbagai sumber daya pendidikan dari seluruh dunia. Dengan internet, siswa bisa mempelajari materi dari berbagai sudut pandang, bahkan mengakses kursus-kursus yang diajarkan oleh pengajar terbaik di dunia.
Bagi para guru, teknologi juga membuka peluang untuk terus belajar dan berkembang. Ada banyak kursus online yang memungkinkan mereka meningkatkan keterampilan mengajar, baik dalam menggunakan teknologi pembelajaran maupun metode pengajaran terbaru. Bahkan, para guru bisa saling berbagi pengalaman dan belajar dari rekan-rekan mereka di berbagai belahan dunia.
Bagaimana Menyongsong Masa Depan Pendidikan Digital
Untuk memaksimalkan manfaat dari pendidikan digital, perlu adanya kerja sama antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap siswa memiliki akses yang sama terhadap perangkat dan internet. Sekolah juga harus menyediakan pelatihan bagi guru agar mereka bisa memanfaatkan teknologi dengan efektif.
Orang tua juga tidak kalah penting. Mereka perlu mengawasi penggunaan teknologi oleh anak-anaknya, memastikan bahwa waktu yang dihabiskan di depan layar digunakan untuk kegiatan yang mendukung pembelajaran, bukan hanya bermain game atau browsing di media sosial.
Pendidikan di era digital memang menawarkan banyak peluang, tetapi juga datang dengan tantangan tersendiri. Untuk bisa memanfaatkannya secara optimal, kita perlu bekerja bersama-sama. Dengan akses yang lebih merata, pengawasan yang lebih baik, dan pemanfaatan teknologi yang bijak, pendidikan digital bisa menjadi alat yang sangat efektif untuk menciptakan generasi yang lebih cerdas dan siap menghadapi dunia yang terus berkembang.