Bengkel PVTO Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) berhasil menyelenggarakan Seminar Desain Teknik yang dilaksanakan pada bulan November 2024 lalu di Ruang Multimedia UPY Unit 1. Seminar ini berhasil menarik perhatian puluhan peserta yang bersemangat untuk mendalami lebih jauh tentang dunia desain dan inovasi teknik.
Dimulai pada pukul 08:30 WIB, seminar ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, Aris Sandi, S.T., M.Eng., dan Ir. Yulia Venti Yoanita, S.T., M.Eng., yang juga bertindak sebagai moderator. Kedua pembicara ini membagikan wawasan tentang tren terbaru dalam desain teknik dan teknologi yang sedang berkembang pesat, serta memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di dunia industri.
Aris Sandi, S.T., M.Eng. dalam pemaparannya menekankan pentingnya kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi terbaru. Ia menunjukkan bagaimana inovasi dalam desain teknik dapat memberikan solusi konkret bagi berbagai tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Yulia Venti Yoanita, S.T., M.Eng. menjalankan peran sebagai moderator dengan sangat baik, memastikan diskusi tetap hidup dan interaktif.
Antusiasme peserta sangat terlihat selama sesi tanya jawab, yang penuh dengan pertanyaan menarik dan diskusi yang mendalam. Hal ini menunjukkan betapa besar ketertarikan peserta terhadap materi yang disampaikan. Tak hanya itu, acara ini juga menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk memperluas jaringan profesional, berinteraksi dengan para ahli, serta berbagi ide dengan sesama profesional dan mahasiswa.
Seminar ini tidak hanya memberikan banyak wawasan baru bagi peserta, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Bengkel PVTO UPY untuk mendukung pengembangan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dunia industri yang terus berkembang.
Dengan suksesnya acara ini, PVTO UPY berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan keterampilan mahasiswa di bidang desain teknik dan teknologi, serta menjembatani kolaborasi yang lebih erat antara dunia akademik dan industri.
Sebuah kabar gembira datang dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Pada 31 Desember 2024, prodi PGSD UPY berhasil meraih akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kependidikan (LAMDIK), sesuai dengan Surat Keputusan LAMDIK Nomor 2027/SK/LAMDIK/AkS/XII/2024.
Keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari komitmen prodi PGSD FKIP UPY untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada mahasiswanya. Akreditasi unggul ini diperoleh setelah melalui evaluasi yang sangat ketat, yang meliputi berbagai aspek penting, mulai dari kurikulum, kualitas pengajaran, hingga fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar.
Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Kami sangat bersyukur dan bangga dengan pencapaian ini. Ini bukan hanya hasil kerja keras dari seluruh tim pengajar dan staf, tetapi juga merupakan buah dari dedikasi kami untuk selalu memberikan pendidikan terbaik bagi calon guru di Indonesia. Semoga dengan akreditasi ini, semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk bergabung dan belajar di UPY,” ujarnya.
Prodi PGSD FKIP UPY dikenal memiliki kurikulum yang selalu diperbarui untuk mengikuti perkembangan dunia pendidikan, serta didukung oleh dosen-dosen yang berkompeten dan berdedikasi. Selain itu, prodi ini juga memiliki fasilitas yang nyaman dan lengkap untuk mendukung proses belajar mengajar yang optimal. Dengan akreditasi unggul ini, diharapkan kualitas pendidikan yang diberikan bisa lebih diakui secara luas dan semakin membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berkembang.
Dengan diraihnya akreditasi unggul ini, Universitas PGRI Yogyakarta semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang siap mencetak guru-guru berkualitas yang dapat menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
Racana Arjuna Srikandi merayakan Milad ke-42 dengan tema “Bersinergi, Satukan Mimpi, Mengabdi Sepenuh Hati”. Acara tersebut dilaksanakan pada akhir Desember lalu di Auditorium UPY dan dihadiri oleh 155 tamu undangan. Serangkaian kegiatan berlangsung dengan menarik dan juga bermakna menjadi sangat spesial bagi setiap yang hadir.
Sejak pagi, para tamu disambut dengan hangat melalui hidangan khas dari UKM Racana Arjuna Srikandi, nasi jagung dan air gula jawa, yang menjadi pembuka acara. Tidak hanya merayakan perjalanan panjang, tetapi acara ini juga dimulai dengan aksi sosial yang tak kalah penting: kegiatan bersih-bersih pantai di Pantai Depok, yang menjadi bagian dari komitmen Racana Arjuna Srikandi untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Acara dimulai dengan penuh kekhidmatan, diawali dengan lagu Indonesia Raya, Mars UPY, dan Hymne Pramuka, yang mengingatkan semua akan semangat kebersamaan dan persatuan. Momen sakral dilanjutkan dengan upacara adat yang sangat khas. Pemangku Adat Arjuna, Luthfi Ramadhan, menancapkan anak panah sebagai simbol pembukaan acara, sementara Pemangku Adat Srikandi, Zulfa Indriani, dengan bijak membacakan sandi racana.
Sambutan-sambutan hangat mengisi acara, diikuti dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, sebelum ditutup dengan upacara adat tutup yang melambangkan akhir dari rangkaian acara formal.
Rizky Regba Aditia, Ketua Dewan Racana Arjuna, dalam wawancara singkat mengungkapkan rasa syukurnya. Menurutnya, Milad ke-42 ini berjalan dengan sangat lancar, bahkan melebihi ekspektasi. “Dari tamu yang hadir hingga rangkaian acara, semuanya terasa sangat spesial dan penuh energi positif,” ujar Regba.
Namun, tidak hanya acara formal yang menarik perhatian. Para tamu juga disuguhkan dengan berbagai acara non-formal yang penuh keceriaan, seperti hiburan, ice breaking yang seru, dan ucapan-ucapan dari sahabat Racana yang menginspirasi. Puncak kegembiraan hadir dengan Flashmob yang mengajak semua orang bergerak bersama, sebelum ditutup dengan sesi foto bersama yang menjadi kenangan indah bagi semua yang hadir.
Racana Arjuna Srikandi mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam acara ini. Semoga semangat untuk bersinergi dan mengabdi sepenuh hati tetap terjaga dan terus menyatukan kita semua dalam setiap langkah.
Untuk seluruh Civitas Akademika Universitas PGRI Yogyakarta,
Selamat datang di tahun baru yang penuh harapan! Semoga tahun 2025 membawa banyak kesempatan baru untuk kita semua, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam perjalanan akademik kita. Semoga kebersamaan, semangat, dan kerja keras kita dapat terus memperkuat langkah-langkah besar yang akan kita capai bersama di kampus tercinta ini.
Tahun baru adalah waktu yang tepat untuk menyegarkan kembali tekad dan tujuan kita. Mari kita gunakan momentum ini untuk terus belajar, berinovasi, dan tumbuh bersama. Semoga kita semua diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani setiap tantangan yang ada.
Terima kasih atas dedikasi dan kontribusi luar biasa dari semua pihak yang telah membuat Universitas PGRI Yogyakarta menjadi tempat yang penuh semangat dan prestasi. Mari kita hadapi 2025 dengan penuh optimisme dan kebersamaan.
Selamat Tahun Baru, semoga segala impian kita terwujud!
Kabar gembira datang dari Program Studi Teknik Rekayasa Elektromedis Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Program studi ini baru saja berhasil meraih akreditasi Baik Sekali berdasarkan Surat Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Teknik (LAM-Teknik) No. 0635/SK/LAM-Teknik/VST/XII/2024 yang diterbitkan pada akhir Desember 2024.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen UPY untuk memberikan pendidikan yang berkualitas, terutama di bidang rekayasa elektromedis yang semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi di sektor kesehatan. Akreditasi Baik Sekali ini mengukuhkan posisi Program Studi Teknik Rekayasa Elektromedis UPY sebagai salah satu pilihan unggulan bagi mahasiswa yang ingin menekuni dunia teknik medis.
Dekan Fakultas Saintek UPY, Wibawa, M.Kom., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi dari seluruh elemen di fakultas – dosen, tenaga kependidikan, dan tentunya mahasiswa. Akreditasi ini menjadi bukti bahwa kami terus berupaya untuk memberikan pendidikan yang terbaik, sehingga lulusan kami siap bersaing dan berkontribusi dalam dunia teknik dan kesehatan,” ujarnya.
Dengan akreditasi Baik Sekali, Program Studi Teknik Rekayasa Elektromedis UPY telah menunjukkan bahwa kualitas pengajaran, fasilitas, dan lulusan yang dihasilkan memenuhi standar tinggi yang ditetapkan oleh LAM-Teknik. Ke depan, program studi ini berharap bisa terus berinovasi, menyediakan pendidikan yang relevan dengan perkembangan industri, serta menghasilkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan di dunia profesional.
Pencapaian ini juga semakin meneguhkan reputasi Universitas PGRI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusannya. UPY berharap dapat terus berperan aktif dalam mencetak tenaga ahli yang kompeten di bidang rekayasa elektromedis dan teknologi kesehatan.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar acara Bincang-Bincang Kreatif pada (18/11) lalu. Acara ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh sekitar 50 peserta, yang terdiri dari mahasiswa PBSI, mahasiswa UPY, serta siswa-siswi dari berbagai SMA/SMK. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Semarak Bulan Bahasa yang juga mencakup perlombaan online, seperti Musikalisasi Puisi (Tingkat Nasional) dan Cipta Puisi (Tingkat DIY).
Mengusung tema “Pandai Berbahasa, Lihai Berkarya, Menuju Generasi Visioner”, acara Bincang-Bincang Kreatif menghadirkan dua pembicara yang sangat menginspirasi, yaitu Mutia Senja, penulis dan freelancer, serta Dr. Zela Septikasari, M.Ac., M.Pd, dosen Universitas PGRI Yogyakarta.
Dalam kesempatan ini, Mutia Senja membagikan pengalamannya di dunia kepenulisan. Ia menyampaikan bahwa menulis adalah hobi yang bisa dijadikan sarana untuk mencurahkan perasaan, serta cara untuk mengasah kreativitas. “Jangan takut untuk menulis. Baca lebih banyak, tulis lebih sering, dan gunakan tulisan untuk berbagi cerita,” pesannya. Mutia juga menekankan pentingnya membangun branding pribadi dan terus membandingkan diri dengan diri sendiri, bukan orang lain, agar bisa berkembang lebih baik.
Sementara itu, Dr. Zela Septikasari berbicara mengenai pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, literasi adalah kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk, baik lisan maupun tulisan. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan menulis karya ilmiah, yang harus dimulai dengan langkah kecil dari diri sendiri. “Keterampilan menulis karya ilmiah tidak akan berkembang jika kita tidak memulainya dari diri sendiri,” ujarnya.
Selain sesi bincang-bincang yang penuh inspirasi, acara ini juga diakhiri dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba Musikalisasi Puisi dan Cipta Puisi. Para juara, yang terdiri dari mahasiswa PBSI, mahasiswa UPY, serta siswa-siswi SMA/SMK, menerima penghargaan atas kreativitas dan semangat mereka dalam berkarya.
Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu dan inspirasi, tetapi juga sebagai wadah untuk mendorong generasi muda lebih mencintai bahasa dan sastra Indonesia, serta mengembangkan potensi diri mereka menuju karya-karya yang visioner.
Selamat datang, mahasiswa! Sebentar lagi ujian akan datang menghantui dengan segala kehebatannya, dan untuk menghadapi monster ujian itu, Anda diberi kesempatan istimewa yang dinamakan Hari Tenang. Ah, hari yang dijanjikan sebagai surga bagi para mahasiswa yang ingin menenangkan jiwa dan raga sebelum ujian datang menyerang. Tapi tunggu dulu… Apakah Hari Tenang ini memang seperti yang Anda bayangkan, atau malah lebih mirip dengan film horor yang Anda tonton malam sebelumnya? Yuk, kita selidiki lebih dalam, apakah ini benar FAKTA atau cuma FAKTAmorgana.
FAKTA 1: Hari Tenang itu Bukanlah Hari yang Tenang
Bayangkan: setelah minggu-minggu penuh dengan tugas, presentasi, dan pertemuan kelompok yang tidak ada habisnya, Anda pun akhirnya sampai pada Hari Tenang. “Wah, akhirnya ada waktu buat napas lega!” pikir Anda. Tapi setelah membuka laptop dan melihat daftar tugas yang sudah menunggu, hati Anda langsung jatuh ke lantai. Tugas-tugas itu seolah ikut berbaris dengan rapi, menunggu giliran untuk menyapa Anda. Tugas yang satu lebih menantang daripada tugas yang lainnya, seolah-olah mereka punya perasaan dan tahu kapan Anda sedang stres.
Dan di sini, kita bertanya-tanya: Apakah Hari Tenang yang dimaksud itu adalah waktu untuk belajar atau justru waktu untuk menyelesaikan tumpukan tugas yang tidak ada habisnya?
FAKTA 2: Belajar Itu Penting, Tapi Tidak Selalu Mudah
Pemerintah universitas mungkin berpikir, “Oke, Hari Tenang adalah kesempatan para mahasiswa untuk belajar dengan nyaman.” Namun, kenyataannya, seberapa banyak Anda bisa belajar ketika pikiran Anda terus-menerus dihantui oleh tugas yang tidak pernah selesai? Tugas yang satu minta diprint, yang satu lagi harus dikumpulkan dalam bentuk presentasi video yang harus lebih kreatif dari TikTok Anda.
Tidur pun menjadi barang langka, dan bahkan memikirkan makanan seakan-akan bisa menjadi gangguan besar. Jadi, persiapan untuk ujian? Mungkin. Tapi lebih seringnya, Anda malah terjebak dalam hutan tugas yang tidak kunjung habis.
FAKTA 3: Penciptaan Waktu yang Ajaib
Mari kita bicara soal waktu. Selama Hari Tenang, ada dua jenis waktu yang mungkin Anda temui. Pertama, waktu yang mengalir begitu cepat saat Anda sedang menyelesaikan tugas yang satu dan bertanya-tanya bagaimana ini bisa selesai tepat waktu. Kedua, waktu yang bergerak begitu lambat saat Anda duduk untuk belajar, berusaha mengingat materi kuliah yang mungkin Anda belum sentuh sejak dua minggu lalu.
Saat Anda berpikir sudah hampir selesai, muncul lagi tugas baru. “Tunggu dulu, aku baru saja menyelesaikan satu tugas, kok udah ada lagi yang datang?” Ini adalah “waktu magis” yang hanya bisa diciptakan oleh Hari Tenang.
FAKTAmorgana 1: Hari Tenang Itu Nyata?
Jika Hari Tenang itu adalah sebuah ilusi, kita harus mulai memikirkan kemungkinan bahwa itu sebenarnya adalah sebuah fenomena mistis yang hanya ada di dalam mitos-mitos kampus. Para dosen dengan cerdiknya “melabeli” hari tersebut sebagai kesempatan untuk belajar, namun di balik label tersebut tersembunyi kenyataan bahwa tugas-tugas akan datang menggempur Anda tanpa ampun.
FAKTAmorgana 2: Belajar Itu Butuh Tenang
Jika Anda berhasil mengabaikan semua tugas dan memilih untuk tidur seharian penuh di Hari Tenang, maka Anda akan merasakan kembali sensasi tidur yang hilang selama beberapa minggu terakhir. Namun, begini kenyataannya: tidur itu penting, tetapi ketika Anda terbangun dengan rasa bersalah karena tidak menyelesaikan tugas, ketenangan itu akan segera hilang. Di sinilah masalahnya: apakah hari tersebut digunakan untuk benar-benar belajar atau sekadar menenangkan pikiran, yang akhirnya malah berakhir dengan rasa khawatir?
FAKTA 4: Ujian Akan Tiba
Ujian itu memang tak terhindarkan. Namun, satu hal yang pasti: apapun yang terjadi di Hari Tenang, ujian akan tetap datang dengan penuh kekuatan dan tantangan. Tugas-tugas yang menumpuk mungkin bisa dipahami dalam semalam (tergantung kecepatan belajar dan tingkat kecemasan Anda), tetapi ujian tidak memberi ruang untuk penundaan.
Jadi, apakah Anda siap menghadapi ujian yang sesungguhnya, atau akan terus berlarian di dunia tugas yang penuh tantangan ini? Itu adalah pilihan Anda, mahasiswa yang berani!
Hari Tenang adalah hari yang penuh ambiguitas. Anda diberi kesempatan untuk “menenangkan” diri, tapi kenyataannya, Anda justru tenggelam dalam tugas yang bertumpuk. Apakah itu sebuah FAKTA atau FAKTAmorgana? Entahlah, yang pasti, ujian tetap akan datang. Jadi, manfaatkan Hari Tenang untuk beristirahat, belajar, atau bahkan tidur sejenak—dan jika tugas datang, mungkin Anda bisa membuat perjanjian dengan mereka: “Oke, aku selesaikan, tapi hanya setelah satu episode drama.”
Ingat, mahasiswa, meskipun hari ini penuh dengan tugas, ketenangan hati dan pikiran adalah yang terpenting untuk menghadapi hari-hari ujian yang penuh drama ini!
Universitas PGRI Yogyakarta kembali menunjukkan keunggulan di kancah internasional! Berikut deretan juara yang berhasil mengharumkan nama UPY:
🏆 1st Place Poster Competition: Riry Dwi Frearita 🏆 1st Place Speech Competition: Yasmin Qurrota Aini 🥈 2nd Place Essay Competition: Cia Renhoran, Acintya P., dan Nasywa F. 📜 Best Advocacy for Literacy Essay: Maa’idatus Salwa, Ria Pangesti Rahayu, dan Rifky Fahrezi A.
Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan semangat luar biasa dari para mahasiswa UPY. Kalian adalah wujud nyata dari generasi muda yang kreatif dan inspiratif! 💪✨
Kepada seluruh civitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta, khususnya yang merayakan, kami mengucapkan: “Selamat Hari Raya Natal, semoga damai dan sukacita Natal membawa berkat bagi kita semua. Mari kita rayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus dengan penuh kebahagiaan, cinta kasih, dan semangat untuk terus berbagi kebaikan kepada sesama. Semoga Natal kali ini membawa kedamaian, harapan baru, dan kesuksesan di tahun yang akan datang. Tuhan memberkati kita semua.”
Salam hangat, Keluarga Besar Universitas PGRI Yogyakarta