Kategori: Berita Utama

  • Dies Natalis ke-62 Universitas PGRI Yogyakarta: “Membangun Kebersamaan Menuju UPY APIK dan Unggul”

    Dies Natalis ke-62 Universitas PGRI Yogyakarta: “Membangun Kebersamaan Menuju UPY APIK dan Unggul”

    Yogyakarta, 11 Desember 2024 – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) merayakan Dies Natalis ke-62 dengan tema besar “Membangun Kebersamaan Menuju UPY APIK (Agamis, Profesional, Inovatif & Kebangsaan) dan Unggul.” Acara peringatan diisi dengan kegiatan doa bersama yang berlangsung di Auditorium Unit 1 UPY pada Rabu pagi.

    Doa bersama ini dihadiri oleh jajaran pejabat dan pimpinan universitas, dosen, serta seluruh karyawan UPY. Dalam suasana yang khidmat, para peserta memanjatkan doa untuk kesuksesan, keberlanjutan, dan kemajuan UPY sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen mencetak generasi unggul di masa depan.

    Rektor UPY, Dr. Ir. Paiman, M.P, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya kebersamaan di antara seluruh elemen civitas akademika untuk mewujudkan visi universitas. “Tema tahun ini, Membangun Kebersamaan Menuju UPY APIK dan Unggul, adalah pengingat bahwa kerja sama dan sinergi menjadi pondasi utama dalam mencapai kualitas unggul di bidang akademik dan manajerial,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan Ketua Yayasan Pembina, Drs. John Sabari, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kebersamaan dan sinergisitas antar pimpinan dan pegawai. “Rasa kebersamaan perlu dimiliki oleh semua pegawai dan pimpinan karena dengan begitu pekerjaan yang berat akan terasa ringan jika dilakukan secara bersama-sama.”tegasnya.

    Kegiatan doa bersama ini juga menjadi momen refleksi dan syukur atas perjalanan panjang universitas selama 62 tahun. Dengan semangat kebersamaan, Universitas PGRI Yogyakarta terus berkomitmen untuk menjadi institusi pendidikan yang Agamis, Profesional, Inovatif, dan Kebangsaan, menuju masa depan yang lebih cerah dan gemilang.

  • “Hujan Terus! Gimana Cara Kamu Tetap Lancar Beraktivitas?”

    “Hujan Terus! Gimana Cara Kamu Tetap Lancar Beraktivitas?”

    Musim hujan adalah waktu yang ditunggu banyak orang, tetapi juga bisa menjadi tantangan. Cuaca yang berubah-ubah, hujan deras, dan kelembapan yang tinggi bisa membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Namun, dengan persiapan yang tepat, musim hujan bisa lebih menyenangkan dan tidak mengganggu rutinitas kita. Berikut adalah beberapa tips dan trik yang dapat membantu Anda menghadapi musim hujan dengan nyaman:

    1. Persiapkan Pakaian yang Tepat

    Musim hujan sering kali diiringi dengan cuaca yang dingin dan lembap. Agar tetap nyaman:

    • Bawa Payung atau Jas Hujan: Selalu bawa payung atau jas hujan ketika beraktivitas di luar rumah. Ini sangat membantu untuk menghindari basah kuyup saat hujan tiba-tiba turun.
    • Gunakan Sepatu yang Tahan Air: Pilih sepatu yang tidak hanya stylish, tetapi juga tahan air. Sepatu bot atau sepatu dengan bahan yang tidak mudah menyerap air akan membuat kaki tetap kering.
    • Pakaian Berlapis: Karena cuaca bisa berubah cepat, kenakan pakaian berlapis. Anda bisa menyesuaikan dengan suhu tubuh dan cuaca dengan mudah.

    2. Jaga Kesehatan Tubuh

    Cuaca yang lembap dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

    • Minum Air Hangat: Saat hujan, tubuh cenderung lebih dingin. Cobalah minum air hangat seperti teh atau jahe agar tubuh tetap hangat.
    • Vitamin C: Konsumsi makanan kaya vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, dan stroberi sangat baik untuk membantu mencegah flu.
    • Tidur yang Cukup: Musim hujan sering kali membuat kita merasa lebih mengantuk. Jangan abaikan tidur yang cukup agar tubuh tetap fit.

    3. Waspadai Genangan Air

    Hujan lebat bisa menyebabkan banjir dan genangan air. Untuk menghindari masalah ini:

    • Gunakan Sandal atau Sepatu Tertutup: Saat menghadapi genangan air, pastikan kaki terlindungi dengan baik agar terhindar dari kuman dan penyakit.
    • Perhatikan Saluran Air: Pastikan saluran air di rumah tidak tersumbat agar air hujan bisa mengalir dengan lancar. Sering-seringlah membersihkan selokan dan talang air.

    4. Perawatan Kendaraan

    Saat musim hujan, kendaraan memerlukan perhatian ekstra untuk memastikan keselamatan berkendara.

    • Cek Kondisi Ban: Pastikan ban kendaraan Anda dalam kondisi baik dan memiliki alur yang cukup dalam untuk menghindari selip di jalan licin.
    • Periksa Wiper dan Cairan Wiper: Wiper kaca depan yang berfungsi dengan baik sangat penting saat hujan. Pastikan cairan wiper penuh dan wiper dalam kondisi prima.
    • Jaga Jarak Aman: Berkendara di jalan yang basah lebih berisiko, jadi pastikan Anda selalu menjaga jarak aman dari kendaraan lain.

    5. Ciptakan Suasana Nyaman di Rumah

    Ketika hujan turun, saat yang tepat untuk menikmati waktu di rumah. Beberapa trik untuk menciptakan suasana nyaman di rumah:

    • Dekorasi dengan Lampu Hangat: Lampu dengan cahaya hangat dapat menciptakan suasana yang cozy dan menyenangkan. Cobalah untuk menggunakan lampu meja dengan warna kuning atau oranye yang lembut.
    • Perawatan Rumah: Gunakan dehumidifier atau bukakan ventilasi agar udara di dalam rumah tetap segar dan tidak lembap. Hal ini juga mencegah timbulnya jamur.
    • Nikmati Minuman Hangat: Selain teh atau kopi, Anda juga bisa mencoba minuman hangat lainnya seperti cokelat panas atau wedang jahe yang menenangkan tubuh di hari hujan.

    6. Hati-Hati dengan Bencana Alam

    Musim hujan bisa memicu bencana alam seperti banjir, tanah longsor, atau angin kencang. Pastikan Anda selalu waspada dan mengikuti berita cuaca terkini. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    • Periksa Peringatan Cuaca: Pastikan Anda selalu mengikuti informasi terkait cuaca buruk atau potensi banjir dari sumber yang terpercaya.
    • Siapkan Tas Darurat: Pastikan Anda memiliki tas darurat berisi barang-barang penting seperti obat-obatan, dokumen penting, senter, dan air minum. Ini akan sangat berguna jika terjadi keadaan darurat.

    7. Berpikir Positif dan Nikmati Keindahan Hujan

    Meski sering kali hujan dapat mengganggu aktivitas, cobalah untuk melihat sisi positifnya. Hujan membawa kesegaran, membuat udara lebih bersih, dan menyuburkan tanaman. Nikmati suasana tenang saat hujan turun, atau dengarkan suara gemericik hujan dari jendela. Ini bisa menjadi waktu yang baik untuk bersantai, membaca buku, atau menonton film favorit.

    Musim hujan memang membawa tantangan tersendiri, namun dengan persiapan yang tepat, Anda bisa tetap merasa nyaman dan aman. Selalu siap dengan pakaian yang sesuai, jaga kesehatan tubuh, waspadai potensi bencana, dan nikmati keindahan hujan. Dengan begitu, Anda bisa menghadapi musim hujan dengan lebih santai dan menyenangkan.

  • Kuliah Kerja Lapangan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Yogyakarta di SD Muhammadiyah 11 Surabaya

    Kuliah Kerja Lapangan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Yogyakarta di SD Muhammadiyah 11 Surabaya

    Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Yogyakarta mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di SD Muhammadiyah 11 Surabaya (Muhlas) pada 5-8 November 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa PGSD dalam menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di lingkungan pendidikan yang nyata dan terdepan.

    SD Muhammadiyah 11 Surabaya, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Muhlas, merupakan sekolah dasar yang mengutamakan pendidikan berbasis Islam dan karakter. Dengan komitmen kuat dalam memberikan pendidikan terbaik, sekolah ini memadukan kurikulum nasional dengan berbagai program unggulan yang dirancang untuk mendukung perkembangan siswa secara optimal. SD Muhlas juga dikenal karena keberhasilannya dalam menciptakan suasana pendidikan yang ramah, disiplin, dan berprestasi.

    Selama kegiatan Kuliah Kerja Lapangan, para mahasiswa PGSD dari Universitas PGRI Yogyakarta berkesempatan untuk belajar langsung dari pengalaman pengajaran di kelas, mengobservasi berbagai kegiatan yang dilakukan di SD Muhammadiyah 11 Surabaya, serta berinteraksi dengan siswa-siswi yang terkenal dengan sikap ramah dan penerapan nilai 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).

    Selain itu, para mahasiswa juga memperdalam pemahaman tentang penerapan kurikulum Merdeka yang diterapkan di SD Muhammadiyah 11 Surabaya. Di sekolah ini, terdapat berbagai kelas unggulan, seperti kelas Tahfidz, study club, klinik belajar, outbound, English camp, dan berbagai program pengembangan lainnya yang menunjukkan betapa beragamnya pendekatan yang digunakan untuk mendukung perkembangan siswa.

    Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa PGSD juga terlibat dalam beberapa kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam pendidikan, seperti penggunaan media pembelajaran melalui platform YouTube, Canva, dan berbagai aplikasi lainnya yang mendukung pembelajaran berbasis digital.

    Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa PGSD Universitas PGRI Yogyakarta dalam memperluas wawasan mereka tentang dunia pendidikan, khususnya yang berfokus pada pengembangan karakter dan pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.

  • Meningkatkan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kampus untuk Mencapai Hasil Maksimal

    Meningkatkan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kampus untuk Mencapai Hasil Maksimal

    Meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan kampus menjadi fokus utama untuk mencapai hasil yang maksimal dalam mendukung keberhasilan institusi pendidikan. Berbagai upaya dilakukan untuk memaksimalkan produktivitas dan kualitas kerja para pegawai, dengan tujuan menciptakan suasana kerja yang lebih efisien dan kondusif.

    Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan
    Salah satu langkah utama yang diambil adalah memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan kepada pegawai. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup pengembangan keterampilan komunikasi, manajemen waktu, dan penggunaan teknologi terbaru. Melalui pelatihan ini, pegawai diharapkan dapat bekerja lebih efisien dan lebih siap menghadapi tantangan kerja di era digital.

    Lingkungan Kerja yang Positif dan Mendukung
    Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman juga menjadi prioritas. Para pemimpin di kampus berusaha untuk memastikan bahwa pegawai bekerja dalam suasana yang positif dan mendukung. Ruang kerja yang nyaman, fasilitas yang memadai, serta hubungan yang harmonis antar pegawai adalah faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan kinerja.

    Penghargaan dan Umpan Balik yang Konstruktif
    Selain itu, penghargaan atas pencapaian pegawai menjadi salah satu cara untuk memotivasi mereka. Memberikan umpan balik yang konstruktif juga sangat penting, agar pegawai mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan terus mengembangkan diri. Penghargaan atas pencapaian kerja, baik berupa pujian maupun insentif, diharapkan dapat meningkatkan semangat dan motivasi kerja.

    Menetapkan Tujuan yang Jelas dan Terukur
    Dalam rangka meningkatkan kinerja, sangat penting untuk menetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Pegawai yang memiliki target yang spesifik dan realistis akan lebih mudah fokus dan bekerja dengan efisien. Setiap pegawai diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai apa yang diharapkan dari mereka dalam setiap tugas yang diberikan.

    Mendorong Kerja Sama Tim
    Kerja sama antar pegawai juga mendapat perhatian khusus. Kolaborasi antar departemen dan unit akan mempercepat penyelesaian tugas dan meningkatkan kualitas hasil kerja. Dengan meningkatkan kerja sama tim, diharapkan produktivitas pegawai di lingkungan kampus dapat lebih optimal.

  • Prodi PGSD UPY Adakan KKL ke UNNES dan Ikuti Workshop Media Pembelajaran Interaktif

    Prodi PGSD UPY Adakan KKL ke UNNES dan Ikuti Workshop Media Pembelajaran Interaktif

    Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengadakan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) ke Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada tanggal 5 November 2024. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa PGSD UPY mengikuti kegiatan workshop dengan tema “Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Karakter Baik (Berbudaya, Agamis, Inovatif, dan Kreatif)”.

    Kegiatan workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya media pembelajaran interaktif dalam menciptakan suasana belajar yang inovatif dan mendukung pembentukan karakter positif pada peserta didik. Mahasiswa UPY dengan penuh antusias mengikuti jalannya acara dan berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang diadakan setelah materi disampaikan.

    Workshop dimulai dengan materi pertama yang disampaikan oleh Bapak Novi Setyasto, S.Pd., M.Pd., dengan tema “Penerapan Augmented Reality (AR) Berbasis Android di Kelas”. Dalam pemaparan materi, Bapak Novi menjelaskan bahwa AR (Augmented Reality) adalah teknologi yang memungkinkan penggabungan objek maya, baik dua maupun tiga dimensi, ke dalam lingkungan nyata. Teknologi ini memungkinkan objek maya tersebut tampil secara real-time dan dapat berinteraksi dengan dunia nyata.

    “AR memberikan pengalaman interaktif yang unik, di mana objek virtual dan nyata dapat terlihat bersamaan dalam satu ruang,” ungkap Bapak Novi. Ia juga menyampaikan contoh-contoh penggunaan AR, seperti game Pokemon Go, serta filter pada aplikasi Snapchat dan Instagram, yang memproyeksikan objek digital di atas dunia nyata.

    Materi kedua disampaikan oleh Bapak Ghanis Putra Widhanarto, S.Pd., M.Pd., yang membahas perbedaan antara Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Dalam materi ini, Bapak Ghanis menjelaskan bahwa VR adalah teknologi yang menciptakan lingkungan dunia maya yang sepenuhnya terpisah dari dunia nyata dan memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan lingkungan simulasi komputer yang melibatkan seluruh panca indera.

    Bapak Ghanis juga membahas teori-teori yang berkaitan dengan memori manusia dan bagaimana teknologi VR dan AR dapat berperan dalam proses pembelajaran. Beberapa teori yang diangkat meliputi teori memori kerja, teori beban kognitif, dan teori perkembangan kognitif, yang memberikan gambaran bagaimana manusia memproses informasi dan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki cara kita belajar.

    Selama sesi tanya jawab, peserta workshop sangat antusias untuk menggali lebih dalam tentang penerapan AR dan VR dalam dunia pendidikan, serta bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan karakter peserta didik.

    Melalui kegiatan ini, mahasiswa PGSD UPY mendapatkan wawasan baru yang sangat bermanfaat mengenai perkembangan teknologi dalam pendidikan, serta bagaimana media pembelajaran interaktif dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif, berbudaya, dan kreatif. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dari workshop ini dapat diterapkan dalam pengajaran dan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa depan.

  • Membangun Generasi Cinta Tanah Air: 113 Mahasiswa PPG UPY Siap Menjadi Guru Patriotik dan Berkualitas

    Membangun Generasi Cinta Tanah Air: 113 Mahasiswa PPG UPY Siap Menjadi Guru Patriotik dan Berkualitas

    Sebanyak 113 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara dan Wawasan Kebhinekaan di Akademi Angkatan Udara (AAU). Kegiatan yang berlangsung pada 3-4 Desember 2024 ini bertujuan untuk membentuk calon guru yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme dan cinta tanah air.

    Acara pembukaan berlangsung di Gedung Sabang Merauke AAU dan dibuka secara resmi oleh Kepala Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Ka PPM) AAU, Kolonel Pas Supomo, yang mewakili Gubernur AAU Marsda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., MDS. Dalam sambutannya, Kolonel Pas Supomo menekankan pentingnya peran guru dalam menanamkan nilai-nilai bela negara dan kebhinekaan kepada generasi muda. “Bela negara tidak hanya soal mempertahankan kedaulatan negara melalui militer, tetapi juga bagaimana guru dapat menjadi teladan yang membangkitkan kecintaan terhadap tanah air,” ujarnya.

    Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama UPY, Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara UPY dan AAU. “Kegiatan ini adalah langkah strategis untuk membentuk calon guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa patriotik,” kata Dr. Septian. Ia menambahkan bahwa guru adalah teladan bagi siswa dan memiliki peran penting dalam mencetak generasi cinta tanah air.

    Pada acara pembukaan, penyematan tanda latihan dilakukan oleh Kolonel Pas Supomo kepada perwakilan mahasiswa, didampingi oleh Dr. Septian Aji Permana. Dengan penyerahan mahasiswa secara resmi kepada pengasuh AAU, para calon guru diharapkan mampu mengemban nilai-nilai bela negara dan kebhinekaan dalam proses pendidikan ke depan.

    Diklat ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa PPG UPY Gelombang 2 Tahun Ajaran 2024/2025 untuk mempersiapkan diri menjadi guru yang berkualitas, penuh semangat nasionalisme, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

  • Interactive Speaking untuk Guru SD: Pendekatan Ki Ageng Suryomentaram dan Profil Pelajar Pancasila

    Interactive Speaking untuk Guru SD: Pendekatan Ki Ageng Suryomentaram dan Profil Pelajar Pancasila

    Kerjasama Antara Program Studi PPG FKIP UPY Dengan Komunitas Belajar Pawiyatan Guru Dalem (PAGUDA) di SD Dalem Kotagede Yogyakarta.

    Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan metode pembelajaran interaktif yang berfokus pada penguatan karakter siswa melalui nilai-nilai Pancasila. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini mengedepankan dialog interaktif yang menggali pengalaman siswa, sehingga mereka dapat memahami konsep secara mendalam. Melalui simulasi nilai-nilai Pancasila, siswa diajak untuk berperan dalam permainan dan studi kasus yang mempraktikkan nilai-nilai seperti gotong royong dan toleransi.

    Tujuan: Menguatkan Profil Pelajar Pancasila pada guru SD melalui pendekatan Ki Ageng Suryomentaram.
    Kegiatan: Pelatihan di SD Negeri Dalem, melibatkan 13 guru.
    Metode: Interactive speaking, dialog aktif, dan refleksi untuk menanamkan nilai Pancasila.
    Manfaat: Meningkatkan kapasitas guru, menciptakan suasana belajar interaktif, dan membentuk karakter siswa.
    Hasil: Peserta menunjukkan antusiasme dan relevansi materi dengan tantangan pengajaran modern.
    Dukungan: Diperlukan kolaborasi dari pemerintah dan komunitas pendidikan untuk keberlanjutan.

    Metode ini juga mengarahkan siswa untuk berpikir mandiri dan kritis, mendorong mereka untuk mengemukakan ide-ide secara inovatif dan mengambil keputusan berdasarkan refleksi. Proses dialog yang aktif memicu siswa untuk menganalisis masalah, mengevaluasi informasi, dan mengembangkan solusi inovatif melalui tanya jawab berbasis masalah. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

    Pelatihan ini diharapkan dapat membekali guru dengan keterampilan praktis untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan kondusif. Guru berperan sebagai fasilitator dan mitra diskusi, yang mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, materi pembelajaran dihubungkan dengan nilai-nilai kehidupan nyata, sehingga siswa dapat melihat relevansi langsung antara apa yang mereka pelajari dan kehidupan sehari-hari.

    Filosofi Ki Ageng Suryomentaram, yang terpusat pada konsep kawruh jiwa, menekankan kesadaran individu terhadap dirinya dan lingkungannya. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini menekankan pentingnya dialog yang membangun empati, pemahaman terhadap perbedaan, dan kemampuan refleksi diri. Pendekatan ini sangat relevan untuk mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila seperti berpikir kritis, mandiri, dan bergotong royong. Konsep ini relevan dengan pendidikan karena mengajarkan: 1) Pengenalan Diri: Membantu siswa memahami potensi, emosi, dan tujuan hidupnya; 2) Keseimbangan Sosial: Menanamkan empati dan harmoni dalam berinteraksi dengan orang lain; 3) Kesadaran Kolektif: Memupuk rasa kebersamaan dan gotong royong sebagai bagian dari kehidupan. Dalam pembelajaran, ajaran ini mengarahkan siswa untuk tidak hanya menjadi subjek pembelajaran, tetapi juga agen yang aktif dalam menciptakan makna dari apa yang mereka pelajari.

    Pendekatan ini juga sejalan dengan ajaran Ki Ageng Suryomentaram yang menekankan pentingnya kesadaran individu terhadap diri dan lingkungan. Melalui pengenalan diri, empati, dan harmoni, siswa diajarkan untuk memahami potensi, emosi, dan tujuan hidup mereka. Dengan semangat gotong royong, pelatihan ini berkontribusi dalam menguatkan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila: beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

    Dengan dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak terkait, diharapkan lebih banyak guru dapat menerapkan pendekatan ini dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga generasi pelajar Pancasila yang unggul dan berkarakter dapat terwujud.

  • Cara Mahasiswa Tetap Produktif Berkarya di Tengah Kesibukan Perkuliahan

    Cara Mahasiswa Tetap Produktif Berkarya di Tengah Kesibukan Perkuliahan

    Menjadi mahasiswa memang penuh tantangan. Selain menghadapi tugas kuliah yang menumpuk, banyak dari kita juga terlibat dalam berbagai aktivitas lainnya, seperti organisasi, magang, atau bahkan pekerjaan sampingan. Di tengah kesibukan yang seringkali membuat waktu terasa sempit, bagaimana caranya agar tetap produktif dan bisa terus berkarya?

    Berikut adalah beberapa tips untuk tetap produktif di tengah kesibukan perkuliahan, yang bisa membantu mahasiswa agar tetap fokus dan berkarya dengan maksimal:

    1. Atur Waktu dengan Baik

    Waktu adalah aset yang sangat berharga. Oleh karena itu, mengatur waktu dengan bijak adalah kunci utama untuk bisa tetap produktif. Cobalah untuk membuat jadwal mingguan yang jelas, mencatat kapan waktu kuliah, kapan deadline tugas, dan juga kapan waktu untuk aktivitas lainnya. Gunakan aplikasi pengatur waktu atau planner untuk membantu memvisualisasikan jadwal dan mengingatkan tenggat waktu. Dengan jadwal yang teratur, kamu bisa menghindari stres karena terburu-buru atau terlewatnya tugas.

    2. Pahami Prioritas

    Tidak semua tugas atau kegiatan memiliki tingkat urgensi yang sama. Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan pekerjaan yang paling penting atau mendesak terlebih dahulu. Buat daftar tugas yang harus dikerjakan dan tandai mana yang perlu diselesaikan segera dan mana yang bisa ditunda sedikit. Dengan memahami prioritas, kamu bisa lebih fokus dan menyelesaikan pekerjaan secara efisien.

    3. Berkarya dengan Tujuan

    Berkarya tidak hanya sekadar membuat sesuatu, tetapi juga harus memiliki tujuan yang jelas. Cobalah untuk menetapkan tujuan jangka pendek dan panjang dalam berkarya, apakah itu membuat karya ilmiah, menulis artikel, atau memulai proyek pribadi. Dengan adanya tujuan yang jelas, kamu akan lebih termotivasi dan tahu ke mana harus mengarahkan usaha dan energi kamu.

    4. Manfaatkan Waktu Luang

    Sebagai mahasiswa, waktu luang sering kali datang di sela-sela kegiatan perkuliahan atau setelah tugas selesai. Jangan biarkan waktu luang tersebut terbuang sia-sia. Gunakan waktu tersebut untuk melakukan hal-hal produktif, seperti membaca buku, menulis, atau bahkan belajar hal-hal baru yang berhubungan dengan minat dan bakat kamu. Waktu luang ini bisa menjadi kesempatan emas untuk terus berkarya meskipun jadwal kamu padat.

    5. Istirahat yang Cukup

    Kamu mungkin merasa bahwa untuk tetap produktif, kamu harus terus bekerja tanpa henti. Namun, tubuh dan pikiran yang lelah justru bisa menghambat produktivitasmu. Penting untuk memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat. Tidur yang cukup, makan dengan pola sehat, dan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga ringan bisa membantu menjaga energi kamu tetap terjaga dan meminimalisir stres.

    6. Kolaborasi dengan Orang Lain

    Terkadang, berkarya sendirian bisa terasa berat, apalagi jika kamu sedang terjebak dalam kesibukan kuliah. Kolaborasi dengan teman atau rekan sejawat bisa menjadi cara yang efektif untuk mengurangi beban. Kamu bisa saling bertukar ide, berbagi tugas, atau bahkan mengerjakan proyek bersama. Kolaborasi tidak hanya mengurangi tekanan, tetapi juga membuka kesempatan untuk belajar dari orang lain.

    7. Jaga Semangat dengan Passion

    Salah satu kunci untuk tetap produktif adalah menjaga semangat dalam berkarya. Carilah kegiatan yang benar-benar kamu cintai dan minati. Ketika kamu melakukan sesuatu yang sesuai dengan passion, kamu akan merasa lebih terinspirasi dan tidak mudah merasa lelah atau bosan. Passion dapat menjadi bahan bakar yang membuatmu terus maju, bahkan ketika perkuliahan mulai terasa padat.

    8. Gunakan Teknologi dengan Bijak

    Teknologi bisa menjadi alat yang sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas, asalkan digunakan dengan bijak. Gunakan aplikasi-aplikasi yang dapat membantu kamu dalam mengatur waktu, mencatat ide, dan menyelesaikan tugas dengan lebih efisien. Namun, hindari kecanduan media sosial atau aplikasi yang bisa mengalihkan perhatianmu. Tentukan waktu khusus untuk hiburan dan media sosial agar kamu bisa tetap fokus pada tujuan utama.

    9. Jangan Takut untuk Beristirahat Mental

    Kadang-kadang, rasa lelah mental bisa datang seiring dengan beban perkuliahan dan tugas yang menumpuk. Jika merasa jenuh atau stres, jangan ragu untuk mengambil jeda sejenak. Aktivitas seperti berjalan-jalan, mendengarkan musik, atau berkumpul dengan teman-teman bisa membantu menyegarkan pikiran dan membuatmu siap untuk kembali berkarya dengan semangat.

    10. Selalu Evaluasi Diri

    Penting untuk selalu mengevaluasi diri sendiri dalam perjalanan berkarya. Lihat kembali apa yang telah dicapai dan apa yang masih perlu diperbaiki. Dengan evaluasi yang rutin, kamu bisa mengidentifikasi area yang perlu peningkatan dan merencanakan langkah selanjutnya dengan lebih tepat. Ini juga akan membantu menjaga motivasi agar terus berkembang.

    Kesibukan kuliah memang bisa membuat kita merasa kewalahan, tetapi dengan pengelolaan waktu yang tepat dan fokus pada tujuan, mahasiswa bisa tetap produktif dan terus berkarya. Yang terpenting adalah tetap menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan non-akademik, serta memastikan bahwa proses berkarya itu tetap menyenangkan dan memberi kepuasan. Dengan cara ini, mahasiswa tidak hanya berhasil menyelesaikan perkuliahan, tetapi juga terus berkembang dan berkontribusi dalam berbagai bidang.

  • Universitas PGRI Yogyakarta – Universitas Kuningan Sepakat Jalin Kerjasama Perkuat Kualitas Pendidikan dan Riset

    Universitas PGRI Yogyakarta – Universitas Kuningan Sepakat Jalin Kerjasama Perkuat Kualitas Pendidikan dan Riset

    Yogyakarta, 29 November 2024 — Pada hari ini, Jumat, 29 November 2024, bertempat di Ruang Sidang Rektorat Universitas PGRI Yogyakarta, telah dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas PGRI Yogyakarta dan Universitas Kuningan. MoU ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerjasama strategis antara kedua universitas, dengan tujuan pengembangan kelembagaan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.

    Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Dr. Ir. Paiman, M.P., Rektor Universitas PGRI Yogyakarta dan Prof. Dr. H. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si., Rektor Universitas Kuningan. Kedua belah pihak sepakat untuk bekerjasama dalam berbagai bidang, berlandaskan prinsip kemitraan yang saling memberi manfaat dalam rangka pengembangan fungsi kelembagaan masing-masing.

    MoU ini menjadi landasan dasar pelaksanaan kerjasama antara kedua pihak sesuai dengan ruang lingkup yang telah disepakati. Kemudian tujuan kegiatan tersebut untuk saling mendukung dalam menumbuhkembangkan kegiatan usaha dan peran masing-masing pihak. Kerja sama ini juga mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dari Kemendikbud RI, yang berfokus pada penguatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

    Kerjasama ini mencakup beberapa bidang utama yang menjadi fokus kedua universitas, antara lain:

    • Bidang Pengajaran: Meningkatkan kualitas dan efektivitas metode pengajaran di kedua universitas.
    • Bidang Penelitian: Melaksanakan penelitian bersama yang dapat menghasilkan solusi berbasis riset untuk kemajuan ilmu pengetahuan.
    • Bidang Pengabdian kepada Masyarakat: Mengembangkan program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui pengabdian.

    Selain penandatanganan MoU, acara ini juga diikuti oleh penandatanganan perjanjian kerja sama (MoA) antara fakultas-fakultas di kedua universitas, antara lain:

    • Fakultas Bisnis dan Hukum Universitas PGRI Yogyakarta dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kuningan, serta Fakultas Hukum Universitas Kuningan.
    • Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan dengan Fakultas Pertanian Universitas PGRI Yogyakarta.
    • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta.
    • Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Yogyakarta dengan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan.

    Perjanjian kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan kolaborasi yang lebih spesifik dan berkelanjutan antara fakultas-fakultas yang terkait, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

    Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan bahwa kerjasama ini akan memberikan dampak positif bagi kedua universitas, khususnya dalam memperkuat kualitas pendidikan dan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kami berharap, dengan adanya kerjasama ini, dapat tercipta sinergi yang bermanfaat tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi pembangunan sosial-ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

    Sementara itu, Prof. Dr. H. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si. juga mengungkapkan bahwa melalui MoU ini, Universitas Kuningan berharap dapat memperluas jangkauan kerjasama dengan universitas lain, serta meningkatkan kapasitas akademik dan penelitian di tingkat internasional.

  • Universitas PGRI Yogyakarta dan Kemenag DIY Jalin Kerja Sama dalam Tridharma Perguruan Tinggi, Gelar Seminar Hari Guru Nasional

    Universitas PGRI Yogyakarta dan Kemenag DIY Jalin Kerja Sama dalam Tridharma Perguruan Tinggi, Gelar Seminar Hari Guru Nasional

    Yogyakarta, 28 November 2024 – Bertempat di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), hari ini berlangsung acara penting yang menandai peningkatan kerja sama antara UPY dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kemenag DIY). Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua pihak, yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang Tridharma Perguruan Tinggi, yakni Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.

    Penandatangan MoU ini dilakukan oleh Dr. Ir. Paiman, M.P., Rektor Universitas PGRI Yogyakarta yang bertindak atas nama pimpinan universitas, dan Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini menandakan komitmen kedua belah pihak untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Yogyakarta.

    “Nota Kesepahaman ini merupakan langkah awal dari upaya lebih lanjut yang akan diatur dalam perjanjian kerja sama terpisah. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di DIY, khususnya dalam mendukung transformasi digital pendidikan madrasah,” ujar Dr. Ir. Paiman dalam sambutannya.

    Setelah penandatanganan MoU, acara dilanjutkan dengan Seminar Hari Guru Nasional yang dihadiri oleh sekitar 800 guru dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta. Seminar dengan tema “Guru Berdaya untuk Transformasi Cyber Madrasah” ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pelatihan kepada guru dalam menghadapi tantangan teknologi dan digitalisasi di dunia pendidikan.

    Dalam seminar ini, hadir pula Dr. H. Thobib Al Asyhar, S. Ag., M. Si, Direktur GTK Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya peran guru dalam mentransformasi pendidikan berbasis teknologi, khususnya di madrasah.

    Acara ini tidak hanya mempererat kerja sama antara Universitas PGRI Yogyakarta dan Kemenag DIY, tetapi juga memperlihatkan komitmen kedua lembaga untuk mendukung kemajuan pendidikan di Yogyakarta dan sekitarnya, melalui penguatan kompetensi guru dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran.

    Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan akan tercipta program-program inovatif yang dapat memajukan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah dan perguruan tinggi, serta mendorong pengembangan masyarakat yang lebih berdaya dan adaptif terhadap perkembangan zaman.