Kategori: Berita Utama

  • Penguatan Kompetensi Penelitian untuk Dosen UPY

    Penguatan Kompetensi Penelitian untuk Dosen UPY

    Senin, 23 Desember 2024, dosen bergelar doktor Universitas PGRI Yogyakarta mengikuti pelatihan penyusunan proposal penelitian bersama Prof. Wasino. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas penelitian dan kontribusi akademik UPY di kancah nasional maupun internasional.

    Semoga pelatihan ini menginspirasi lahirnya karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan! 🌟📚

  • Pengumuman Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana Periode ll Tahun Akademik 2024/2025

    Pengumuman Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana Periode ll Tahun Akademik 2024/2025

    Pengumuman terkait pelaksanaan Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana Tahun Akademik 2024/2025 yang akan dilaksanakan pada 22 Februari 2025, berikut informasi selengkapnya silahkan di unduh…

  • “Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Resmi Terima SK Profesor: Momen Bersejarah bagi Universitas PGRI Yogyakarta”

    “Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Resmi Terima SK Profesor: Momen Bersejarah bagi Universitas PGRI Yogyakarta”

    Pada Kamis, 19 Desember 2024, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyaksikan sebuah momen yang penuh makna, saat Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., resmi menerima Surat Keputusan (SK) Profesor dari Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. 👏

    Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Prof. Paiman, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika UPY. Ini adalah pencapaian yang menginspirasi kita semua untuk terus bersemangat dalam mengembangkan dunia pendidikan yang lebih baik. 🌟

    Dengan amanah baru yang diemban, kami percaya Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. akan membawa UPY semakin maju dan memberikan dampak positif yang nyata bagi pendidikan dan masyarakat.

    Selamat dan sukses, Prof. Paiman! Semoga terus menginspirasi dan membawa UPY ke puncak kesuksesan yang lebih tinggi.

  • PENGUMUMAN KARTU TANDA MAHASISWA (KTM) ANGKATAN 2024

    PENGUMUMAN KARTU TANDA MAHASISWA (KTM) ANGKATAN 2024

    Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta Angkatan 2024 bahwa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sudah dapat diambil sesuai dengan jadwal pengambilan sebagai berikut :

  • Skripsi Gak Kelar? Gak Usah Panik, Coba Cek Masalah dan Solusinya!

    Skripsi Gak Kelar? Gak Usah Panik, Coba Cek Masalah dan Solusinya!

    Siapa yang gak pernah merasa cemas saat skripsi tak kunjung kelar? Mungkin kamu udah duduk manis di depan laptop, tangan siap mengetik, tapi kok malah matamu lelah menatap layar kosong? Atau bahkan mulai merasa skripsimu seperti monster yang sulit dijinakkan?

    Tenang! Ini adalah fase yang hampir semua mahasiswa lewati. Jangan panik! Karena, masalah yang kamu hadapi sebenarnya cukup umum dan ada solusinya kok. Yuk, kita bahas dengan gaya santai dan sedikit humor biar gak bosen! hehe..

    Masalah 1: Dosen Pembimbingnya Sulit Dihubungi

    Apakah kamu merasa seperti sedang berkencan dengan dosen pembimbing yang sulit dijangkau? Kamu kirim email, pesan di WhatsApp, bahkan DM di Instagram, tapi dosenmu seolah-olah hilang ditelan bumi? Gak usah panik dulu, mungkin dosenmu juga sibuk mengerjakan skripsi dari mahasiswa lain yang lebih cepat jawabannya, atau sedang tenggelam dalam tumpukan jurnal.

    Solusi: Cobalah pendekatan yang lebih strategis. Mulai dari memastikan kamu sudah mematuhi aturan komunikasi yang dosenmu suka (misalnya jam berapa sih dosen suka balas email?) dan pastikan kamu sudah siap dengan pertanyaan spesifik supaya dosenmu gak perlu mikir panjang. Kalau perlu, ajak dosen untuk rapat tatap muka. Siapa tahu, skripsimu akan kelar lebih cepat setelah ngopi bareng!


    Masalah 2: Prokrastinasi Seperti Teman Setia

    Siapa yang gak kenal sama teman satu ini, prokrastinasi? Dia datang tanpa permisi, dan tiba-tiba saja kamu menemukan diri kamu lebih sibuk menonton YouTube atau bersih-bersih kamar ketimbang menulis bab skripsi.

    Solusi: Cobalah teknik Pomodoro! Bekerja selama 25 menit, lalu beri hadiah diri sendiri dengan 5 menit istirahat. Coba sesuaikan waktu kerjamu dengan hal yang menyenangkan, seperti “Ayo, aku nulis 500 kata dulu, baru bisa makan cokelat!” Dengan begitu, rasa malasmu bisa sedikit teratasi.


    Masalah 3: Bab 1-3 Gampang, Bab 4-5… Bikin Pusing!

    Kamu udah sukses ngerjain Bab 1 sampai Bab 3, tapi begitu masuk ke Bab 4 (analisis data) dan Bab 5 (kesimpulan), rasanya dunia serasa runtuh. Kenapa? Karena di sini kamu harus benar-benar paham data yang kamu kumpulkan dan menganalisisnya dengan cara yang bener. Gak mau kan, cuma asal tulis dan dosen nyuruh revisi parah?

    Solusi: Jangan takut untuk bertanya! Kalau kamu merasa bingung dengan analisis data, coba ajak teman atau dosen untuk berdiskusi. Kadang, obrolan santai malah bisa membuka wawasan dan bikin kamu paham lebih mudah. Kalau perlu, coba juga cek referensi yang lebih banyak agar analisismu semakin tajam. Jangan lupa, “Google” bukan satu-satunya teman untuk mencari solusi!


    Masalah 4: Mental Down, Skripsi Jadi Numpuk

    Kadang, kamu merasa skripsi itu adalah monster besar yang nggak akan kelar-kelar. Ini bisa bikin mental kamu down, dan akhirnya makin malas untuk melanjutkan. Wah, jangan sampai!

    Solusi: Yakin deh, kamu bisa banget menyelesaikan ini. Coba mulai dengan langkah kecil! Setiap kali kamu menyelesaikan satu bagian, berikan apresiasi pada diri sendiri. Coba tulis satu paragraf dulu, atau satu kalimat. Setelah itu, kamu akan merasa ada kemajuan! Jangan lupa juga buat istirahat sejenak, misalnya nonton video lucu atau makan camilan. Hidup gak hanya tentang skripsi, tapi juga kebahagiaan kamu!


    Masalah 5: Skripsi Gak Sesuai Harapan (Skripti…salah jalan!)

    Ternyata, setelah menulis berlembar-lembar, kamu merasa skripsimu nggak sesuai dengan yang diharapkan? Misalnya, tema yang kamu pilih ternyata gak sepopuler yang kamu kira, atau ada data yang gak mendukung argumen kamu? Waduh, bingung banget!

    Solusi: Terkadang, hal ini adalah bagian dari proses. Kamu bisa mencoba untuk memodifikasi sedikit skripsimu agar lebih sesuai dengan data dan temuan yang ada. Diskusikan masalah ini dengan dosen pembimbing, pasti akan ada jalan keluarnya. Ingat, gak ada skripsi yang sempurna, yang penting kamu bisa mempertahankan argumen dengan data yang kuat.

    skripsi emang perjalanan panjang yang penuh dengan liku-liku. Tapi ingat, semua masalah yang kamu hadapi bukanlah hal yang tidak bisa diatasi. Dengan sedikit humor, strategi yang tepat, dan sedikit tekad, kamu pasti bisa melewatinya! Jadi, tetap semangat, jangan biarkan skripsimu jadi sumber stres yang berlebihan.

    Ayo, kamu pasti bisa!

  • Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Yogyakarta Berguru ke Universitas Negeri Surabaya

    Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Yogyakarta Berguru ke Universitas Negeri Surabaya

    Dosen Prodi PGSD UPY baru-baru ini mengadakan kunjungan akademik ke UNESA. Kunjungan ini disambut hangat oleh Dekan FIPP UNESA, Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si, dan Ketua Program Studi PGSD UNESA, Ibu Putri Rachmadyanti, M.Pd.

    Selama kunjungan, para dosen PGSD UPY sangat terkesan dengan kampus UNESA yang tidak hanya memiliki fasilitas yang besar, modern, dan mewah, tetapi juga keramahan serta kenyamanan yang luar biasa. “Kami dibuat kagum oleh kampus yang megah ini, namun yang lebih mengesankan adalah pelayanan yang sangat istimewa dari seluruh civitas akademika FIPP UNESA. Kami merasa diterima dengan hangat dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa,” ujar Kaprodi PGSD UPY, Dr. Danuri.

    Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si, dalam sambutannya berbagi cerita mengenai keberhasilan kampus UNESA yang terus berkembang. Menurut beliau, kemajuan kampus ini tidak lepas dari kerjasama tim yang solid antar dosen di UNESA. “Kesuksesan kami tidak terlepas dari kerja sama yang erat di antara para dosen dan tenaga kependidikan. Kami selalu berupaya untuk berinovasi dan memberikan yang terbaik dalam menciptakan lingkungan akademik yang mendukung perkembangan mahasiswa,” tuturnya.

    Selain itu, para dosen PGSD UPY juga mendapatkan banyak ilmu baru yang sangat bermanfaat, terutama mengenai manajemen pendidikan dan proses akreditasi. “Kami belajar banyak tentang bagaimana UNESA berhasil mencapai status unggul dan berstandar internasional. Program Studi PGSD UNESA yang sudah terakreditasi internasional menjadi inspirasi besar bagi kami untuk memajukan PGSD UPY dan mengejar standar yang sama,” ungkap Dr. Danuri.

    Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat kerjasama antar kedua universitas dan menjadi langkah awal untuk mengembangkan lebih jauh kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam bidang PGSD. Dosen PGSD UPY semakin termotivasi untuk mengimplementasikan ilmu yang didapatkan dan melangkah menuju akreditasi internasional demi kemajuan pendidikan yang lebih baik.

  • Dr. Dekeng Setyo Budiarto: Akademisi yang Memiliki Hobi Wisata Kuliner

    Dr. Dekeng Setyo Budiarto: Akademisi yang Memiliki Hobi Wisata Kuliner

    Dikenal sebagai sosok yang aktif di dunia pendidikan, Dr. Dekeng Setyo Budiarto, SE, MSi, Ak, CA, merupakan salah satu dosen terkemuka di Program Studi Akuntansi Fakultas Hukum dan Bisnis, Universitas PGRI Yogyakarta. Di tengah kesibukannya mengajar, membimbing mahasiswa, dan menjalankan berbagai kegiatan akademik lainnya, ternyata ada sisi lain dari dirinya yang tak banyak diketahui: hobi berburu kuliner.

    Setiap akhir pekan atau saat libur, Dr. Dekeng meluangkan waktu bersama keluarganya untuk menjelajahi ragam kuliner khas Yogyakarta. Baginya, kuliner bukan sekadar urusan rasa, tetapi juga pengalaman budaya. Ia gemar mencari berbagai jenis makanan, mulai dari hidangan jadul yang membawa nostalgia hingga masakan kekinian yang mencerminkan inovasi anak muda masa kini.

    Menurut Dr. Dekeng, salah satu keistimewaan Yogyakarta terletak pada kelengkapan kulinernya. Kota ini tidak hanya terkenal karena keindahan alam dan situs sejarahnya, tetapi juga karena keberagaman cita rasa makanannya. “Di Jogja, hampir semua jenis makanan ada. Mulai dari yang klasik seperti gudeg dan sate klathak, hingga makanan modern seperti kopi kekinian atau dessert ala Korea. Semua mudah ditemukan,” ungkapnya.

    Hobi ini tidak hanya menjadi pelepas penat, tetapi juga cara Dr. Dekeng menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarganya. Mereka kerap menjadikan perjalanan kuliner sebagai momen untuk saling bercerita dan berbagi pengalaman. Tak jarang, tempat makan yang mereka kunjungi juga menjadi lokasi yang memantik ide-ide baru bagi Dr. Dekeng, baik dalam mengajar maupun dalam pengembangan diri.

    “Melalui makanan, kita bisa belajar banyak hal. Setiap resep memiliki cerita, setiap rasa membawa kenangan. Sama seperti dalam pendidikan, selalu ada hal baru yang bisa kita pelajari,” tambahnya.

    Bagi Dr. Dekeng, berburu kuliner adalah perpaduan sempurna antara eksplorasi rasa dan pencarian makna. Lewat hobinya, ia mengingatkan bahwa di tengah kesibukan, selalu ada ruang untuk menikmati hidup dan menciptakan momen berharga bersama orang tercinta.

    Yogyakarta, dengan segala pesonanya, telah menjadi saksi perjalanan Dr. Dekeng. Melalui kisahnya, kita diingatkan bahwa setiap orang, tak peduli seberapa sibuknya, memiliki sisi lain yang membuat hidup mereka lebih berwarna.

  • Penerimaan Pegawai UPY Tahun 2024 Tahap VII

    Penerimaan Pegawai UPY Tahun 2024 Tahap VII

    Download Pengumuman Penerimaan Pegawai UPY : DOWNLOAD

  • Penandatanganan MoU Kerja Sama antara UPY dan Distrik Pemerintah Yongchuan, Chongqing, China

    Penandatanganan MoU Kerja Sama antara UPY dan Distrik Pemerintah Yongchuan, Chongqing, China

    Pada hari Kamis, 12 Desember 2024, telah dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dengan Distrik Pemerintah Yongchuan, Chongqing, China. Kerja sama ini diinisiasi oleh International Cultural Communication Center Malaysia (ICCM) dan International Transnational Education Association (ITEA).

    Penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari acara 2024 China-ASEAN Education Cooperative Week, yang dihadiri oleh delegasi dari beberapa negara ASEAN, termasuk Indonesia, Malaysia, Taiwan, Filipina, Kamboja, dan Singapura. Acara tersebut diikuti oleh lebih dari 700 peserta dan bertujuan mempererat hubungan antara China dan negara-negara ASEAN melalui kolaborasi di bidang pendidikan.

    Salah satu implementasi dari kerja sama ini adalah pemberian beasiswa double degree, program S2, dan S3 untuk mahasiswa UPY. Program ini dijadwalkan akan direalisasikan mulai tahun 2025, dengan pengiriman 30 mahasiswa UPY ke The Chinese Society for Technology Education, Chongqing, China.

    Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama UPY menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan internasional di UPY. “Kerja sama ini tidak hanya mempererat hubungan antara UPY dan mitra internasional, tetapi juga memberikan peluang besar bagi mahasiswa kami untuk berkembang di tingkat global,” ujarnya.

    Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model hubungan pendidikan yang berkelanjutan antara China dan negara-negara ASEAN, sekaligus memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi mahasiswa dan penguatan jejaring internasional.

  • Pencegahan Hipotermia Pada Bayi, Dosen UPY Kembangkan Alat Penghangat Bayi Pintar dengan Internet of Things

    Pencegahan Hipotermia Pada Bayi, Dosen UPY Kembangkan Alat Penghangat Bayi Pintar dengan Internet of Things

    Tim Peneliti Kolaborasi Skema Program Inovasi Kreatif untuk Mitra Vokasi (INOVOKASI) dari Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi (DAPTV), yang dipimpin oleh Dosen Teknologi Rekayasa Elektro-medis Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Ekha Rifki Fauzi, S.K.M.,M.P.H., menggelar Diskusi Kelompok Terarah (FGD) bersama mitra Klinik Pratama Hidayah.

    Penelitian ini terdiri dari ketua dan anggota peneliti, yaitu: 1) Ekha Rifki Fauzi, S.K.M.,M.P.H. (Universitas PGRI Yogyakarta) sebagai ketua; 2) Herenda Sela Wismaya, S.Si.,M.Si (Universitas PGRI Yogyakarta) sebagai anggota 1; 3) Noor Alis Setiyadi, S.K.M.,M.Kes.,Dr.PH. (Universitas Muhammadiyah Surakarta) sebagai anggota 2, yang berfokus pada pengembangan alat penghangat bayi pintar dengan IoT dalam pencegahan terjadinya hipotermia pada bayi.

    Fauzi mengatakan kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mengenail alat penghangat bayi pintar dengan IoT kepada tenaga kesehatan di mitra dalam upaya mencegah terjadinya hipotermia pada bayi, terutama bayi baru lahir berat rendah atau premature.

    Acara dihadiri oleh semua tenaga kesehatan dari mitra, terdiri dari bidan, perawat, dokter, dan mahasiswa, mengangkat tema utama tentang “Tantangan dan Solusi yang dihadapi dalam Pencegahan Hipotermia dengan Alat Penghangat Bayi Pintar”. 

    “FGD tersebut lebih menekankan pada aspek operasional alat, instalasi, perawatan, perbaikan, dan pemeliharaan alat penghangat bayi pintar ini,” papar Fauzi sebagai Pemimpin Peneliti.

    Fauzi menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia sedang giat membangun ekosistem produksi alat kesehatan dalam negeri. Kondisi ini dipermudah dengan adanya pendanaan dari pemerintah untuk mendorong perguruan tinggi dengan mitra dunia industri berkolaborasi dalam pengembangan teknologi kesehatan.

    Tujuan digelarnya FGD yang berlangsung pada Sabtu, (8/12) itu untuk menyampaikan ke mitra terkait tata laksana penggunaan alat penghangat bayi pintar dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya bayi baru lahir berat rendah atau premature di Klinik Pratama Hidayah.

    Selain itu, Fauzi menyampaikan diskusi itu juga bertujuan untuk menggali ide-ide baru dalam pengembangan alat penghangat bayi pintar generasi selanjutnya yang lebih aplikatif penggunaannya dan mendukung kolaboratif lebih era tantara perguruan tinggi dengan dunia industri.

    “Kegiatan ini dibagi dalam dua sesi diskusi. Sesi Pertama, membahan tentang proses operasional alat dan instalasinya di tempat mitra sebagau pengguna. Sedangkan sesi kedua, berfokus pada perawatan, perbaikan, dan pemeliharaan alat,” ungkap Dosen Fakultas Sains & Teknologi UPY itu.

    Beberapa pertanyaan yang diangkat dalam diskusi ini, antara lain, tambah Fauzi, mengenai kemudahan fitur-fitur digital pada alat penghangat bayi dan sistem otomasi yang tersemat pada alatnya dengan sistem monitoring melalui aplikasi di gawai.

    Menurutnya, penanganan hipotermia pada bayi harus didukung dengan alat penghangat bayi yang kekinian teknologinya, seperti adanya Internet of Things yang tersemat pada alat tersebut. Tenaga kesehatan dapat memantau pasien secara waktu nyata hanya melalui aplikasi di gawai untuk melihat indicator suhu tubuh dan detak jantung pasien. Selanjutnya, tenaga kesehatan atau pihak keluarga pasien dapat melakukan kontak secara langsung melalui kamera CCTV yang terpasang pada alat tersebut.

    Di akhir acara, para peserta FGD memberikan rekomendasi terkait pengembangan alat penghangat bayi pintar untuk generasi selanjutnya yang lebih canggih lagi dengan basis teknologi terbaru. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan alat kesehatan produksi dalam negeri yang lebih baik dan lebih aplikatif dalam pencegahan hipotermia di Indonesia pada umumnya, dan di Klinik Pratama Hidayah pada khususnya.