Penulis: Humas UPY

  • YP-UPY Serahkan SK Beasiswa Pendidikan kepada Awardee Tahun Ajaran 2026/2027

    YP-UPY Serahkan SK Beasiswa Pendidikan kepada Awardee Tahun Ajaran 2026/2027

    Yogyakarta, 11 September 2026 — Yayasan Pembina Universitas PGRI Yogyakarta (YP-UPY) secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penerima Beasiswa Pendidikan YP-UPY Tahun Ajaran 2026/2027 kepada delapan mahasiswa. Kegiatan berlangsung di Universitas PGRI Yogyakarta, Jumat (11/9).

    Penyerahan SK menjadi bagian penting dari Program Beasiswa Pendidikan YP-UPY, yang hadir sebagai wujud komitmen yayasan dalam memperluas akses generasi muda terhadap pendidikan tinggi.

    Pada tahun ajaran 2026/2027, beasiswa dibuka melalui tiga kategori:

    • Beasiswa Alumni SMA PGRI se-Indonesia
    • Beasiswa Rekomendasi YP-UPY
    • Beasiswa Internasional Timor Leste

    Program ini memberi kesempatan bagi generasi muda dari berbagai latar belakang untuk menempuh pendidikan di Universitas PGRI Yogyakarta. Selain dukungan pembiayaan, YP-UPY juga ingin mendorong penerima beasiswa mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.

    Ketua Pembina YP-UPY, Armansyah Prasakti, S.H., Sp.N., M.H., menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata yayasan dalam memperluas akses pendidikan.

    “Ini adalah pertama kalinya YP-UPY menyelenggarakan beasiswa secara langsung. Kami ingin memastikan tidak ada keinginan untuk kuliah yang terhambat karena keterbatasan akses. Karena itu, kami berkomitmen membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan S1 maupun S2. Semoga para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk membangun kompetensi, meraih cita-cita, dan mempersiapkan masa depan.”

    Ketua Pembina YP-UPY menambahkan, penerima beasiswa diharapkan menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh. Beasiswa ini diharapkan menjadi motivasi untuk berprestasi dan mengembangkan kompetensi sesuai bidang yang ditekuni.

    Penyerahan SK dilakukan langsung oleh pimpinan YP-UPY kepada delapan awardee, menandai dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari civitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta.

    Salah satu penerima beasiswa mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada UPY dan YP-UPY. Beasiswa ini tentunya sangat meringankan pembiayaan pendidikan saya. Kesempatan ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin, salah satunya dengan berusaha lulus tepat waktu,” ujarnya.

    Melalui program ini, YP-UPY berharap semakin banyak generasi muda dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, memperoleh bekal yang memadai untuk memasuki dunia kerja, dan membangun karier sesuai bidang studi yang ditempuh.

    Program Beasiswa Pendidikan YP-UPY diharapkan terus berkembang sebagai kontribusi nyata yayasan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan bagi generasi muda.

    Selamat kepada seluruh Awardee Beasiswa Pendidikan YP-UPY Tahun Ajaran 2026/2027. Semoga kesempatan ini menjadi langkah awal untuk terus belajar, berkembang, meraih cita-cita, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

  • Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta Hadirkan CERDAS CERIA melalui EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif

    Mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta Hadirkan CERDAS CERIA melalui EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif

    Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas PGRI Yogyakarta berhasil lolos pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 melalui program bertajuk “CERDAS CERIA: Penguatan Karakter dan Pola Hidup Sehat Anak SD Negeri Kebonharjo melalui Media Edukasi Interaktif Berbasis Numerasi.” 

    Program ini diketuai oleh Ana Nurhidayah dengan anggota tim yang terdiri atas Yuliandani, Risma Hani Aulia, Aida Muflihah Roihani, dan Mentha Ramadhani, dan didampingi oleh dosen pembimbing yaitu Bapak Dr. Padrul Jana, S.Pd., M.Sc.  Tim melaksanakan program bersama SD Negeri Kebonharjo sebagai mitra dengan sasaran utama siswa kelas IV, V, dan VI.

    Dalam pelaksanaan programnya, Tim CERDAS CERIA memperoleh dukungan pendanaan dari Universitas PGRI Yogyakarta sebesar Rp1.000.000 sebagai dana pendamping serta Kemdiktisaintek sebesar Rp6.500.000 sebagai dana utama pelaksanaan program. Dukungan pendanaan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pengabdian mahasiswa serta pengembangan inovasi edukasi bagi masyarakat.

    Program CERDAS CERIA merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan karakter, penerapan pola hidup sehat, serta pengembangan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar melalui media pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Program ini menyasar siswa SD Negeri Kebonharjo, khususnya kelas IV, V, dan VI, sebagai subjek utama penerima manfaat. Dalam wawancara dengan Kepala SD Negeri Kebonharjo, disampaikan bahwa siswa masih memerlukan penguatan dalam hal sikap sopan santun dan pembiasaan karakter positif. Kepala sekolah mengatakan bahwa “siswa masih perlu diingatkan secara berulang untuk menerapkan sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, budaya saling menghargai antarsiswa dan upaya mencegah perilaku perundungan (bullying) juga masih perlu diperkuat di lingkungan sekolah”.

    Dalam pelaksanaannya, Tim CERDAS CERIA menghadirkan dua media produk utama, yaitu Aplikasi EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif. Kedua media tersebut dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus membantu siswa memahami materi yang diberikan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    EduPlay Ceria merupakan aplikasi edukasi interaktif yang memadukan pembelajaran dengan permainan. Di dalamnya terdapat berbagai aktivitas yang membantu siswa mengembangkan kemampuan numerasi sekaligus memperoleh pemahaman mengenai pola hidup sehat dan nilai-nilai karakter. Dengan konsep belajar sambil bermain, siswa diharapkan lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.

    Selain aplikasi, Wayang Edukatif menjadi media pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan pesan mengenai karakter dan pola hidup sehat melalui cerita. Tokoh dan alur cerita dalam wayang digunakan untuk menghadirkan situasi yang dekat dengan kehidupan siswa, sehingga pesan edukatif dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan media ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap proses pembelajaran.

    Program CERDAS CERIA bertujuan untuk membantu siswa membangun kebiasaan hidup sehat, mengenali dan menerapkan karakter positif, serta mengembangkan kemampuan numerasi melalui kegiatan yang interaktif dan kontekstual. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pemahaman materi, tetapi juga pada bagaimana siswa dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

    Keberadaan program ini juga memberikan manfaat bagi SD Negeri Kebonharjo sebagai mitra, terutama dalam menyediakan alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan edukasi di sekolah. Guru dapat memanfaatkan EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif sebagai media pendukung dalam menyampaikan materi secara lebih kreatif, sedangkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aktif, menarik, dan menyenangkan.

    Melalui pelaksanaan PKM-PM Tahun 2026 ini, Tim CERDAS CERIA Universitas PGRI Yogyakarta berharap program yang telah dikembangkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa dan sekolah. Tidak hanya selama program berlangsung, media EduPlay Ceria dan Wayang Edukatif diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran dan penguatan karakter di SD Negeri Kebonharjo.

    Dengan mengusung semangat “Belajar Ceria, Karakter Kuat, Hidup Sehat”, Tim CERDAS CERIA berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya membantu siswa belajar, tetapi juga mendorong mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, aktif, dan memiliki kemampuan numerasi yang baik.

  • Mahasiswa Pendidikan Sejarah UPY Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Taekwondo Internasional

    Mahasiswa Pendidikan Sejarah UPY Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Taekwondo Internasional

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) di kancah internasional. Ahmad Basuki, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah angkatan 2024, berhasil meraih Bronze Medal pada kategori Kyorugi Senior Under 68 kg Male dalam ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026.

    Keberhasilan tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Ahmad Basuki. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia mampu menunjukkan bahwa prestasi akademik dan nonakademik dapat berjalan beriringan ketika didukung oleh kedisiplinan, konsistensi, dan kemauan untuk terus berkembang.

    Kejuaraan International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026 diikuti atlet dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta dari mancanegara. Ajang tersebut menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan teknik, mental bertanding, sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam kompetisi.

    Turun pada kategori Kyorugi Senior Under 68 kg Putra, Ahmad Basuki tampil dengan semangat juang yang tinggi. Melalui pertandingan yang kompetitif, ia mampu menjaga konsistensi performa dan menunjukkan kemampuan teknik yang baik hingga berhasil mengamankan posisi ketiga.

    Medali perunggu yang diraihnya tidak datang secara instan. Capaian tersebut merupakan buah dari proses latihan yang disiplin, kerja keras, serta komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan di tengah tanggung jawabnya sebagai mahasiswa.

    Bagi Ahmad, arena pertandingan menjadi ruang lain untuk belajar. Jika di ruang kelas ia ditempa untuk memahami sejarah dan membangun kemampuan berpikir kritis, maka di arena taekwondo ia belajar tentang disiplin, keberanian, ketahanan mental, dan bagaimana tetap tenang ketika menghadapi tekanan.

    Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah UPY memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan potensi. Keunggulan mahasiswa tidak hanya tercermin melalui capaian akademik, tetapi juga melalui kemampuan mengembangkan minat dan bakat di berbagai bidang.

    Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah UPY, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih Ahmad Basuki. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan potensi, mengikuti berbagai kompetisi, serta membawa nama baik almamater melalui bidang yang mereka tekuni.

    Dukungan terhadap pengembangan potensi mahasiswa menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang percaya diri, disiplin, sportif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

    Program Studi Pendidikan Sejarah UPY berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik. Prestasi Ahmad Basuki menjadi salah satu bukti bahwa semangat belajar dan semangat berprestasi dapat tumbuh bersama.

    Dari ruang kelas hingga arena pertandingan, setiap proses memiliki pelajarannya sendiri. Bagi Ahmad Basuki, medali perunggu ini bukan sekadar penghargaan, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang masih akan terus berlanjut. Semoga capaian tersebut menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi sekaligus menginspirasi mahasiswa UPY lainnya untuk berani bermimpi, berproses, dan mengukir prestasi.

  • UPY dan Eurasian Campus Sri Lanka Perkuat Kolaborasi Internasional melalui MoU dan Guest Lecturer

    UPY dan Eurasian Campus Sri Lanka Perkuat Kolaborasi Internasional melalui MoU dan Guest Lecturer

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus memperluas jejaring akademik internasional melalui penguatan kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di mancanegara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UPY dan Eurasian Campus, Sri Lanka, yang dirangkaikan dengan kegiatan Guest Lecturer, Rabu (12/8/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Lantai 2, Kampus 1 UPY, tersebut menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, dan berbagai kegiatan internasional lainnya.

    Dari jajaran UPY hadir Rektor UPY Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Wakil Rektor III Dr. Septian Aji Permana, M.Pd., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Wibowo, M.Kom., Dekan Fakultas Bisnis dan Hukum (FBH) Dr. Tri Siwi Nugrahani, M.Si., Ak., CA., Kepala Lembaga Kerja Sama Akademik (LKA) Juang Kurniawan Syahruzah, M.Pd.B.I., Kepala Kantor Urusan Kerja Sama (KUK) Dr. Wahyudi, M.Ed., Kaprodi Manajemen Latifah Putranti, S.E., M.Sc., serta Kaprodi Magister Manajemen Dr. Tasrim, S.E., M.Si.

    Sementara itu, delegasi Eurasian Campus, Sri Lanka, dipimpin oleh Ven. Dr. Delthara Gnanananda, selaku Vice Chancellor. Delegasi turut terdiri atas Dr. Dilki Navodha, Registrar; Mr. A. K. B. Silva, Bursar; Mr. A. N. B. Silva, Director of International Affairs; Dr. Tharindu Rajathilake, Dean-FIT; Miss. Nilaksha Harshani, Head of Student Affairs; serta Ven. Henanigala Sugathadheera, Head of Student Welfare.

    Kegiatan diawali dengan registrasi dan penyambutan delegasi Eurasian Campus. Acara kemudian dibuka oleh Taufik Muhtarom, M.Pd., Ph.D., yang memandu seluruh rangkaian kegiatan.

    Nuansa persahabatan kedua negara terasa sejak awal acara melalui menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan lagu nasional Sri Lanka. Dua lagu kebangsaan tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat bahwa kerja sama pendidikan mampu menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dan negara.

    Suasana semakin akrab ketika peserta menyaksikan video profil UPY dan Eurasian Campus. Melalui tayangan tersebut, masing-masing institusi memperkenalkan lingkungan akademik, program pendidikan, serta potensi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama.

    Dalam sambutannya, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Eurasian Campus ke UPY. Menurutnya, kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam mendorong perguruan tinggi untuk terus berkembang dan menghadirkan pengalaman akademik yang lebih luas bagi sivitas akademika.

    Kolaborasi dengan Eurasian Campus diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan dokumen, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam berbagai program nyata yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari kedua institusi.

    Hal senada disampaikan Vice Chancellor Eurasian Campus, Ven. Dr. Delthara Gnanananda. Ia menyampaikan apresiasi atas kesempatan membangun hubungan kelembagaan dengan UPY serta berharap kerja sama yang telah disepakati dapat berkembang menjadi berbagai kegiatan kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua perguruan tinggi.

    Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pengantar Guest Lecturer yang disampaikan oleh Kepala KUK UPY, Dr. Wahyudi, M.Ed. Sesi ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan karena tidak hanya mempertemukan dua institusi, tetapi juga menghadirkan ruang pertukaran gagasan dan pengalaman akademik secara langsung.

    Guest Lecturer menghadirkan narasumber dari Eurasian Campus, Sri Lanka, yang membagikan wawasan kepada peserta. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi dan menggali perspektif baru dari narasumber.

    Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan. Diskusi tersebut menjadi gambaran bahwa kolaborasi internasional tidak selalu harus dimulai dari kegiatan yang besar. Ia dapat tumbuh dari percakapan, pertanyaan, dan keinginan untuk belajar satu sama lain.

    Momentum utama kegiatan ditandai dengan penandatanganan MoU antara UPY dan Eurasian Campus, Sri Lanka, yang turut diperkuat dengan penandatanganan dokumen kerja sama berupa Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA).

    Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen kedua institusi untuk mengembangkan kerja sama yang lebih terarah dan dapat diimplementasikan dalam berbagai program akademik maupun kelembagaan.

    Usai prosesi penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama pimpinan dan delegasi kedua institusi. Rangkaian acara kemudian ditutup melalui ramah tamah yang menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan hubungan kelembagaan dalam suasana yang lebih informal.

    Melalui penandatanganan MoU, MoA, dan IA serta pelaksanaan Guest Lecturer, UPY dan Eurasian Campus diharapkan dapat segera merealisasikan berbagai program kolaborasi yang berkelanjutan.

    Kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka peluang bagi pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan kegiatan akademik bersama, penelitian kolaboratif, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai program internasional lainnya.

    Bagi UPY, penguatan kemitraan dengan Eurasian Campus menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperluas jejaring global sekaligus memberikan semakin banyak ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pengalaman akademik lintas budaya.

    Lebih dari sekadar menandatangani dokumen, kerja sama ini menjadi langkah untuk membangun jembatan pengetahuan antara Yogyakarta dan Sri Lanka. Dari ruang sidang rektorat, diharapkan lahir gagasan-gagasan baru yang kelak bergerak lebih jauh menjadi kolaborasi, karya, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

  • UPY Terus Bertumbuh, Dr. Palupi Sri Wijayanti Tambah Deretan Dosen Bergelar Doktor

    UPY Terus Bertumbuh, Dr. Palupi Sri Wijayanti Tambah Deretan Dosen Bergelar Doktor

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperkuat kualitas sumber daya manusia akademiknya dengan bertambahnya dosen bergelar doktor di lingkungan universitas. Kali ini, capaian tersebut diraih oleh Dr. Palupi Sri Wijayanti, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Matematika UPY.

    Gelar doktor yang diraih Dr. Palupi Sri Wijayanti menjadi bagian dari komitmen UPY dalam mendorong peningkatan kualifikasi dan kompetensi dosen. Pencapaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga menjadi energi baru bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UPY.

    Sebagai dosen Pendidikan Matematika, peningkatan kualifikasi akademik ini diharapkan semakin memperkuat proses pembelajaran dan pengembangan keilmuan matematika di UPY. Matematika yang kerap dianggap sebagai bidang ilmu yang penuh angka dan rumus, sejatinya membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan mampu membangun cara berpikir logis serta kritis mahasiswa.

    Kehadiran dosen bergelar doktor juga menjadi bagian dari upaya UPY membangun atmosfer akademik yang semakin dinamis. Lingkungan akademik yang kuat tidak hanya ditandai dengan tersedianya ruang belajar dan fasilitas pendukung, tetapi juga oleh hadirnya dosen yang terus mengembangkan kapasitas keilmuan dan menjadi teladan bagi mahasiswa dalam semangat belajar sepanjang hayat.

    Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, capaian Dr. Palupi Sri Wijayanti diharapkan dapat memberikan manfaat dalam pengembangan wawasan akademik sekaligus memperkaya pengalaman belajar. Kompetensi dan pengalaman akademik dosen dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memahami matematika tidak sekadar sebagai kumpulan rumus, tetapi sebagai ilmu yang dekat dengan kehidupan dan memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir sistematis.

    Bertambahnya dosen bergelar doktor juga menjadi indikator positif dalam perjalanan UPY meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Penguatan kualitas dosen diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, inovasi pembelajaran, serta pengabdian kepada masyarakat.

    UPY meyakini bahwa perjalanan akademik seorang dosen tidak berhenti ketika gelar doktor berhasil diraih. Justru, gelar tersebut menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk membagikan pengetahuan, menghasilkan karya ilmiah, membimbing generasi muda, serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

    Dengan bertambahnya Dr. Palupi Sri Wijayanti, M.Pd. dalam jajaran dosen bergelar doktor, UPY semakin optimistis membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia.

    Selamat dan sukses kepada Dr. Palupi Sri Wijayanti, M.Pd. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UPY untuk terus bertumbuh, meningkatkan kompetensi, dan menghadirkan kontribusi terbaik bagi pendidikan Indonesia.

  • Selamat Melaksanakan PKKMB UPY 2026: Selamat Datang di Babak Baru Perjalananmu!

    Selamat Melaksanakan PKKMB UPY 2026: Selamat Datang di Babak Baru Perjalananmu!

    Ada satu fase dalam kehidupan yang sering membuat perasaan campur aduk: menjadi mahasiswa baru. Ada rasa senang karena akhirnya mengenakan status sebagai mahasiswa, ada rasa penasaran dengan kehidupan kampus, dan mungkin ada sedikit rasa gugup karena harus beradaptasi dengan lingkungan yang benar-benar baru.

    Bagi mahasiswa baru Universitas PGRI Yogyakarta, Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPY 2026 menjadi salah satu langkah awal untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, kehidupan kemahasiswaan, serta keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta.

    PKKMB bukan sekadar kegiatan untuk mengenalkan gedung, ruangan, aturan, atau berbagai fasilitas kampus. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mulai memahami bagaimana kehidupan sebagai mahasiswa, membangun relasi, mengenal berbagai peluang pengembangan diri, serta mempersiapkan langkah untuk menjalani perjalanan akademik di perguruan tinggi.

    Memasuki kampus untuk pertama kali tentu menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap mahasiswa. Ada yang datang dengan penuh percaya diri, ada yang langsung mencari teman yang terlihat familiar, dan ada pula yang masih sibuk memastikan, “Ini gedung yang benar, kan?” tidak perlu khawatir.

    Menjadi mahasiswa baru berarti memang sedang berada pada tahap belajar mengenal lingkungan. Tidak harus langsung hafal seluruh sudut kampus dalam satu hari. Yang penting adalah berani bertanya, berani berkenalan, dan berani mencoba.

    Bisa jadi teman yang pertama kali ditemui saat PKKMB nantinya menjadi teman satu kelompok tugas, teman berdiskusi, partner mengikuti organisasi, atau bahkan teman seperjuangan sampai wisuda.

    Masa awal perkuliahan merupakan waktu penting untuk membangun kebiasaan dan karakter sebagai mahasiswa. Karena itu, PKKMB diharapkan menjadi ruang pengenalan yang membantu mahasiswa memahami budaya akademik dan kehidupan kampus.

    Mahasiswa baru akan mulai mengenal berbagai aktivitas akademik maupun nonakademik yang dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan.

    Mulai dari kegiatan organisasi mahasiswa, komunitas, kegiatan sosial, pengembangan minat dan bakat, hingga berbagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.

    Jangan hanya berpikir, “Yang penting kuliah dan pulang.”

    Sebab, kehidupan mahasiswa memiliki banyak kesempatan untuk belajar di luar ruang kelas. Siapa tahu, pengalaman mengikuti kegiatan kampus justru membuka jalan menuju prestasi, relasi, pengalaman profesional, bahkan peluang yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.

    Salah satu kekhawatiran yang cukup sering dirasakan mahasiswa baru adalah belum memiliki teman. Apalagi ketika melihat mahasiswa lain datang berkelompok, sementara kita masih berdiri sambil memegang ponsel seolah sedang menunggu instruksi dari satelit.

    Tenang.

    Semua orang memulai dari titik yang sama. Tidak perlu memaksakan diri langsung memiliki banyak teman. Mulailah dengan sapaan sederhana.

    “Hai, kamu dari prodi mana?”

    Kalimat sederhana tersebut bisa menjadi awal dari sebuah pertemanan yang panjang.

    Yang terpenting adalah tetap terbuka, menghargai orang lain, dan menjadi diri sendiri.

    Menjadi mahasiswa juga berarti mulai belajar lebih mandiri. Jika sebelumnya jadwal belajar banyak diatur oleh sekolah dan orang tua, di perguruan tinggi mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar terhadap dirinya sendiri.

    Mulai dari mengatur jadwal kuliah, mencatat tugas, menjaga komunikasi dengan dosen, mengelola waktu, hingga menentukan kegiatan yang ingin diikuti.

    Tidak ada salahnya mulai belajar membuat agenda sejak sekarang. Kalender digital boleh digunakan, buku catatan juga boleh. Yang penting bukan aplikasinya, tetapi benar-benar digunakan.

    Karena di dunia perkuliahan, kalimat “Saya lupa ada tugas” biasanya tidak terlalu membantu ketika tenggat waktu sudah lewat.

    UPY merupakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang. Karena itu, manfaatkan masa kuliah sebaik mungkin.

    Tidak harus langsung menjadi mahasiswa yang paling aktif atau paling berprestasi. Cobalah berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat dan kemampuan.

    Ikuti organisasi, komunitas, kegiatan sosial, kompetisi, seminar, pelatihan, atau aktivitas positif lainnya. Dari sana mahasiswa dapat menemukan pengalaman, membangun jaringan, dan mengenali potensi diri.

    Kuliah bukan hanya tentang mendapatkan nilai, tetapi juga tentang membangun pengalaman yang akan menjadi bekal ketika memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.

    Empat tahun atau lebih di perguruan tinggi mungkin terasa panjang ketika baru memulai. Namun, waktu biasanya berjalan lebih cepat daripada yang dibayangkan.

    Hari ini mungkin masih bingung mencari ruang kuliah. Beberapa tahun kemudian, bisa jadi sudah sibuk mempersiapkan skripsi dan wisuda.

    Karena itu, nikmati setiap prosesnya. Tidak perlu terlalu takut dengan masa depan. Fokuslah pada apa yang bisa dilakukan hari ini, terus belajar, dan jangan ragu meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan.

    Perjalanan setiap mahasiswa berbeda. Ada yang cepat menemukan passion, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada yang langsung aktif berorganisasi, ada yang lebih nyaman fokus pada akademik. Semuanya memiliki proses masing-masing.

    Segenap pimpinan dan sivitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan selamat melaksanakan kegiatan PKKMB UPY 2026 kepada seluruh mahasiswa baru.

    Selamat datang di lingkungan akademik Universitas PGRI Yogyakarta.

    Jadikan PKKMB sebagai langkah pertama untuk mengenal kampus, membangun pertemanan, menemukan potensi diri, dan mempersiapkan perjalanan akademik yang penuh pengalaman.

    Datanglah dengan semangat, ikuti kegiatan dengan baik, buka diri terhadap pengalaman baru, dan jangan takut untuk bertanya.

    Jika hari pertama masih merasa gugup, itu wajar. Jika belum hafal semua nama gedung, juga tidak masalah. Jika belum punya teman, jangan khawatir—perjalanan baru saja dimulai.

    Kampus baru, teman baru, pengalaman baru, dan cerita baru sedang menunggu.

    Selamat mengikuti PKKMB UPY 2026.

    Selamat datang, mahasiswa baru UPY!

    Mari mulai perjalanan bersama, tumbuh bersama, dan wujudkan prestasi bersama.

  • UPY dan University of Gwadar Pakistan Perkuat Jejaring Global melalui Penandatanganan MoU

    UPY dan University of Gwadar Pakistan Perkuat Jejaring Global melalui Penandatanganan MoU

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali memperkuat langkah internasionalisasinya melalui kunjungan akademik sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama University of Gwadar, Pakistan, Rabu (29/7/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Lantai 2, Kampus 1 UPY, dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

    Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi UPY dan University of Gwadar dalam membangun hubungan kelembagaan yang lebih erat sekaligus membuka peluang kolaborasi di berbagai bidang. Tidak sekadar menjadi dokumen kerja sama, MoU tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya program-program akademik yang konkret dan memberikan manfaat bagi kedua institusi.

    Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Urusan Kerja Sama (KUK) UPY, Dr. Wahyudi, M.Ed., beserta jajaran, serta Kepala Program Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) UPY, Dr. Victor Novianto, M.Hum. Dari pihak UPY, kegiatan turut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama internasional dan memperkuat peran universitas dalam membangun kemitraan global.

    Acara diawali dengan pembukaan oleh Kepala Divisi Kerja Sama Luar Negeri UPY, Taufik Muhtarom, M.Pd., Ph.D. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala KUK UPY, Dr. Wahyudi, M.Ed., yang mewakili pimpinan universitas. Kemudian dilanjutkan sambutan dari perwakilan University of Gwadar, Pakistan.

    Dalam sambutannya, kedua pihak menegaskan pentingnya membangun kerja sama internasional yang tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diterjemahkan menjadi berbagai kegiatan akademik yang berkelanjutan.

    Prosesi penandatanganan MoU menjadi salah satu agenda utama kegiatan. Penandatanganan tersebut menandai dimulainya hubungan kerja sama resmi antara UPY dan University of Gwadar sekaligus menjadi landasan bagi pengembangan berbagai program bersama.

    Usai penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai potensi implementasi kerja sama. Sejumlah peluang yang dibahas antara lain pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan berbagai program internasional.

    Diskusi berlangsung dinamis dengan semangat untuk menemukan ruang kolaborasi yang dapat segera diwujudkan. Pertukaran gagasan tersebut juga menjadi kesempatan bagi kedua institusi untuk saling mengenal potensi, kebutuhan, dan kekuatan masing-masing.

    Bagi UPY, kerja sama dengan University of Gwadar menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperluas jejaring akademik lintas negara. Kolaborasi internasional diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi sivitas akademika sekaligus membuka kesempatan untuk belajar, berbagi pengetahuan, dan menghasilkan karya bersama dengan mitra dari berbagai belahan dunia.

    Kegiatan kunjungan dan penandatanganan MoU ini berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Suasana keakraban yang terbangun sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa kerja sama akademik dapat tumbuh dari komunikasi yang terbuka dan semangat untuk saling menguatkan.

    Melalui kerja sama tersebut, UPY dan University of Gwadar diharapkan dapat segera mengembangkan berbagai program kolaboratif yang berdampak bagi sivitas akademika maupun masyarakat. Tidak hanya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, kemitraan ini juga diharapkan dapat memperkuat program internasionalisasi kedua perguruan tinggi.

    Bagi UPY, setiap kerja sama internasional bukan sekadar menambah daftar mitra, tetapi menjadi kesempatan untuk menghubungkan gagasan, memperluas pengalaman, dan menciptakan ruang belajar yang melampaui batas negara.

    Dengan semangat tersebut, UPY terus berkomitmen membangun jejaring global yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan semakin banyak peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk tumbuh sebagai bagian dari komunitas akademik dunia.

  • PKKMB di Depan Mata: Saatnya Mahasiswa Baru UPY Memulai Cerita

    PKKMB di Depan Mata: Saatnya Mahasiswa Baru UPY Memulai Cerita

    Menjadi mahasiswa baru merupakan salah satu fase yang penuh cerita. Setelah melewati masa sekolah, proses penerimaan mahasiswa, dan berbagai urusan administrasi, kini saatnya memasuki lingkungan baru sebagai bagian dari keluarga besar perguruan tinggi.

    Bagi mahasiswa baru Universitas PGRI Yogyakarta, salah satu kegiatan yang akan menjadi pengalaman awal di lingkungan kampus adalah Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

    Bagi sebagian mahasiswa, PKKMB mungkin terdengar seperti kegiatan yang penuh dengan jadwal, pengarahan, perkenalan, dan aktivitas bersama. Bagi sebagian lainnya, mungkin muncul pertanyaan sederhana: “Harus bawa apa, ya?”, “Nanti duduk sama siapa?”, atau bahkan pertanyaan yang sangat manusiawi, “Kalau belum punya teman bagaimana?”

    Tenang. Hampir semua mahasiswa baru pernah berada pada fase yang sama.

    Jangan Hanya Siapkan Atribut, Siapkan Mental Juga

    Menjelang PKKMB, mahasiswa baru biasanya mulai sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan. Mulai dari pakaian, perlengkapan yang ditentukan panitia, alat tulis, identitas, hingga berbagai kebutuhan pribadi selama mengikuti kegiatan.

    Namun, ada satu persiapan yang tidak kalah penting dan tidak perlu dimasukkan ke dalam tas, yaitu kesiapan mental.

    Memasuki perguruan tinggi berarti memasuki lingkungan belajar yang berbeda. Mahasiswa akan bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah, latar belakang, karakter, dan pengalaman. Karena itu, penting untuk datang dengan pikiran terbuka dan kesiapan untuk beradaptasi.

    Tidak perlu khawatir jika belum mengenal siapa pun. Justru PKKMB dapat menjadi salah satu kesempatan pertama untuk berkenalan dan membangun pertemanan baru.

    Siapa tahu, teman yang awalnya hanya diajak bertanya, “Kamu dari prodi mana?”, beberapa tahun kemudian justru menjadi partner mengerjakan tugas, teman berdiskusi, bahkan teman seperjuangan menghadapi skripsi.

    Kenali Kampus, Bukan Sekadar Hafal Gedung

    Mahasiswa baru juga perlu mulai mengenal lingkungan kampus. Tidak harus langsung hafal seluruh ruangan seperti petugas navigasi.

    Cukup mulai dengan mengetahui lokasi penting seperti ruang perkuliahan, perpustakaan, fasilitas akademik, tempat layanan mahasiswa, ruang organisasi, hingga fasilitas umum yang tersedia di lingkungan kampus.

    Mengenal lingkungan kampus akan membantu mahasiswa beradaptasi lebih cepat ketika perkuliahan dimulai.

    Selain mengenal tempat, mahasiswa juga perlu memahami bahwa kampus memiliki berbagai aturan dan budaya akademik. Mulai dari etika berkomunikasi dengan dosen, kedisiplinan mengikuti perkuliahan, penggunaan fasilitas kampus, hingga tata cara menyampaikan pendapat secara baik dan bertanggung jawab.

    Mulai Belajar Menjadi Mahasiswa

    Perbedaan antara siswa dan mahasiswa bukan sekadar perubahan sebutan. Di perguruan tinggi, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan diri sekaligus tanggung jawab yang lebih besar terhadap proses belajarnya.

    Mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mencari informasi, mengatur waktu, menyelesaikan tugas, serta mengambil keputusan.

    Jika di sekolah dulu mungkin ada yang rajin mengingatkan, “Jangan lupa mengerjakan PR,” di perguruan tinggi alarm utamanya adalah diri sendiri.

    Karena itu, sejak awal mahasiswa baru perlu mulai membangun kebiasaan positif. Belajar mengatur jadwal, mencatat agenda penting, menjaga komunikasi, dan tidak menunda pekerjaan dapat menjadi kebiasaan sederhana yang sangat membantu selama menjalani kehidupan perkuliahan.

    Jangan Takut Bertanya

    Salah satu hal yang sering dialami mahasiswa baru adalah rasa sungkan untuk bertanya. Takut dianggap tidak tahu, takut salah, atau takut pertanyaannya terlalu sederhana.

    Padahal, bertanya merupakan bagian penting dari proses belajar.

    Jika belum memahami informasi selama PKKMB, jangan ragu bertanya kepada panitia, dosen, tenaga kependidikan, maupun teman. Tidak ada salahnya bertanya tentang hal yang belum dipahami.

    Daripada diam-diam bingung lalu tersesat mencari ruangan, lebih baik bertanya. Kampus memang tempat untuk belajar, bukan tempat untuk menguji kemampuan membaca pikiran.

    Gunakan PKKMB untuk Membangun Relasi

    PKKMB bukan hanya tentang mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun relasi.

    Mahasiswa baru dapat mulai mengenal teman satu program studi, mahasiswa dari fakultas lain, organisasi kemahasiswaan, komunitas, maupun berbagai kegiatan yang tersedia di kampus.

    Relasi yang dibangun sejak awal dapat memberikan banyak manfaat selama masa studi. Teman dapat menjadi tempat bertukar informasi, berdiskusi, bekerja sama dalam tugas, hingga saling memberikan dukungan ketika menghadapi tantangan perkuliahan.

    Namun, tidak perlu memaksakan diri untuk langsung memiliki banyak teman. Bangun hubungan secara alami dan tetap menjadi diri sendiri.

    Jangan Lupa Jaga Kondisi Tubuh

    Persiapan PKKMB juga perlu memperhatikan kesehatan. Pastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan dan minuman yang baik, serta mempersiapkan kebutuhan pribadi sesuai ketentuan kegiatan.

    Semangat boleh tinggi, tetapi tubuh juga punya batas.

    Jangan sampai hari pertama menjadi mahasiswa baru justru diawali dengan kurang tidur karena sibuk mempersiapkan segala sesuatu hingga larut malam. Apalagi jika penyebabnya adalah memilih foto profil grup angkatan selama dua jam.

    Persiapan yang baik justru membuat mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih nyaman dan maksimal.

    Jadikan PKKMB sebagai Langkah Pertama

    PKKMB merupakan salah satu langkah awal mahasiswa dalam mengenal kehidupan perguruan tinggi. Setelah kegiatan selesai, perjalanan sesungguhnya sebagai mahasiswa baru akan dimulai.

    Akan ada ruang kuliah, tugas, praktikum, organisasi, kegiatan kemahasiswaan, penelitian, hingga berbagai pengalaman yang akan membentuk perjalanan selama berada di kampus.

    Tidak perlu terburu-buru ingin menjadi mahasiswa yang paling aktif, paling berprestasi, atau paling dikenal. Nikmati prosesnya. Temukan minat, kembangkan kemampuan, dan jangan takut mencoba hal-hal baru yang positif.

    Setiap mahasiswa memiliki perjalanan masing-masing.

    Selamat Datang, Mahasiswa Baru UPY!

    Universitas PGRI Yogyakarta menyambut para mahasiswa baru dengan semangat kebersamaan dan optimisme. PKKMB diharapkan menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, membangun relasi, mengembangkan karakter, serta mempersiapkan diri menjadi bagian dari masyarakat akademik yang aktif dan bertanggung jawab.

    Untuk mahasiswa baru UPY, tidak perlu terlalu banyak khawatir.

    Kalau belum hafal nama gedung, masih wajar. Kalau belum punya teman, nanti akan bertemu. Kalau masih bingung dengan dunia perkuliahan, memang begitulah proses awalnya.

    Yang penting, datang dengan pikiran terbuka, semangat belajar, sikap positif, dan keberanian untuk mencoba.

    Karena perjalanan sebagai mahasiswa bukan tentang siapa yang paling cepat beradaptasi, tetapi tentang bagaimana setiap individu terus belajar, berkembang, dan menemukan versi terbaik dari dirinya.

    Selamat datang di Universitas PGRI Yogyakarta. Selamat mengikuti PKKMB, mahasiswa baru!

    Kampus baru, teman baru, pengalaman baru. Semoga langkah pertama ini menjadi awal dari perjalanan yang penuh prestasi, inspirasi, dan cerita yang akan selalu dikenang.

  • UPY Tambah Dosen Bergelar Doktor, Dr. Ahmad Riyadi Perkuat Pengembangan Akademik dan Transformasi Digital

    UPY Tambah Dosen Bergelar Doktor, Dr. Ahmad Riyadi Perkuat Pengembangan Akademik dan Transformasi Digital

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali mencatatkan perkembangan positif dalam penguatan sumber daya manusia akademik. Komitmen tersebut ditandai dengan bertambahnya dosen bergelar doktor di lingkungan UPY, yakni Dr. Ahmad Riyadi, M.Kom., yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Rektor I UPY sekaligus dosen pada Program Studi Informatika.

    Penambahan dosen bergelar doktor ini menjadi bagian penting dari upaya UPY untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kehadiran akademisi dengan kualifikasi doktor diharapkan semakin memperkuat atmosfer akademik, pengembangan keilmuan, penelitian, serta inovasi di lingkungan universitas.

    Sebagai akademisi di bidang komputer dan informatika, Dr. Ahmad Riyadi memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kompetensi tersebut juga menjadi relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi dalam menghadapi transformasi digital dan perubahan dunia pendidikan yang berlangsung semakin dinamis.

    Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Rektor I, Dr. Ahmad Riyadi turut berperan dalam penguatan bidang akademik UPY. Kehadiran sosok pimpinan yang sekaligus aktif sebagai dosen menjadi modal penting untuk membangun kebijakan akademik yang tidak hanya berorientasi pada tata kelola, tetapi juga dekat dengan kebutuhan pembelajaran, penelitian, dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

    Bertambahnya dosen bergelar doktor di lingkungan UPY juga menunjukkan keseriusan universitas dalam membangun budaya akademik yang semakin kuat. Peningkatan kualifikasi akademik dosen tidak semata-mata menjadi pencapaian individual, tetapi diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap peningkatan mutu pendidikan dan layanan akademik bagi mahasiswa.

    Bagi mahasiswa Program Studi Informatika, kehadiran Dr. Ahmad Riyadi menjadi tambahan energi dalam pengembangan wawasan dan kompetensi di bidang teknologi informasi. Perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, adaptif, dan mampu menerapkan ilmu untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

    UPY meyakini bahwa kualitas perguruan tinggi tidak hanya dibangun melalui sarana dan teknologi, tetapi juga melalui kualitas manusia yang berada di dalamnya. Dosen merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan proses pendidikan yang bermutu sekaligus membangun ekosistem akademik yang mendorong mahasiswa untuk terus belajar dan berkembang.

    Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, UPY optimistis langkah penguatan kualitas sumber daya manusia akademik akan terus berlanjut. Capaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh sivitas akademika untuk menjadikan pengembangan kompetensi sebagai bagian dari perjalanan bersama menuju universitas yang semakin unggul, inovatif, dan berdaya saing.

    Selamat dan sukses kepada Dr. Ahmad Riyadi, M.Kom. Semoga capaian akademik ini semakin memperkuat kontribusi dan pengabdian bagi Universitas PGRI Yogyakarta serta memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan, teknologi, dan masyarakat.

  • Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026: Meneladani Akhlak Mulia di Tengah Perubahan Zaman

    Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026: Meneladani Akhlak Mulia di Tengah Perubahan Zaman

    Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus merefleksikan kembali keteladanan beliau dalam menjalani kehidupan. Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sebuah peristiwa sejarah, tetapi menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kembali semangat meneladani akhlak, sikap, dan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan Rasulullah SAW.

    Di tengah kehidupan modern yang terus mengalami perubahan, nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW tetap relevan. Kejujuran, kesabaran, kasih sayang, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, serta sikap menghargai perbedaan merupakan nilai yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk di lingkungan perguruan tinggi.

    Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi ruang refleksi bagi setiap individu. Kehidupan yang semakin cepat terkadang membuat manusia terlalu sibuk mengejar berbagai pencapaian hingga lupa untuk memperhatikan kualitas diri dan hubungan dengan orang lain.

    Rasulullah SAW memberikan contoh bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari bagaimana seseorang memberikan manfaat bagi orang lain.

    Bagi mahasiswa, keteladanan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai hal sederhana. Belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati dosen dan tenaga kependidikan, menjaga hubungan baik dengan teman, menghindari tindakan yang merugikan orang lain, serta menggunakan ilmu untuk memberikan manfaat merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kampus.

    Era digital menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda. Media sosial memungkinkan seseorang berkomunikasi dengan siapa saja dan menyampaikan pendapat secara cepat. Namun, kemudahan tersebut juga membutuhkan kebijaksanaan dan tanggung jawab.

    Keteladanan Rasulullah SAW tentang menjaga lisan dan memperlakukan orang lain dengan baik dapat diterapkan dalam kehidupan digital. Sebelum memberikan komentar, membagikan informasi, atau merespons suatu persoalan, penting untuk mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain.

    Menjadi generasi yang religius bukan berarti menjauh dari perkembangan teknologi. Justru nilai-nilai agama dapat menjadi pedoman agar teknologi digunakan untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat.

    Media sosial dapat menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, menyebarkan inspirasi, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan pesan-pesan kebaikan.

    Lingkungan perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik. Kampus juga menjadi ruang pembentukan karakter dan kepribadian mahasiswa.

    Dalam konteks tersebut, semangat Maulid Nabi dapat menjadi pengingat bahwa kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan kecerdasan emosional dan moral. Ilmu yang tinggi akan semakin bermakna ketika disertai integritas, kepedulian, dan akhlak yang baik.

    Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa memiliki posisi strategis untuk membawa perubahan positif. Mereka tidak hanya dituntut memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuan, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang memiliki kepedulian sosial dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

    Meneladani Rasulullah SAW tidak selalu harus melalui tindakan besar. Kebaikan dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

    Membantu teman yang mengalami kesulitan, menghargai pendapat yang berbeda, menjaga kebersihan lingkungan kampus, bersikap jujur dalam mengerjakan tugas, hingga memberikan semangat kepada orang lain merupakan contoh sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.

    Kebaikan yang dilakukan secara konsisten akan membentuk budaya positif. Dari lingkungan kampus, nilai tersebut diharapkan dapat terbawa ke masyarakat dan kehidupan profesional setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan.

    Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang. Dalam kondisi tersebut, semangat persaudaraan dan saling menghormati menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan yang harmonis.

    Keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam membangun kehidupan masyarakat yang menjunjung keadilan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama menjadi nilai yang relevan untuk terus dihidupkan.

    Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian, mempererat silaturahmi, dan membangun lingkungan yang lebih damai, baik di dalam maupun di luar kampus.

    Universitas PGRI Yogyakarta terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum untuk mengingat kembali bahwa pendidikan pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa tinggi ilmu yang diperoleh, tetapi juga tentang seberapa besar ilmu tersebut dapat memberikan manfaat bagi kehidupan.

    Semangat meneladani Rasulullah SAW dapat dimulai dari langkah sederhana: memperbaiki diri, menjaga ucapan, menghargai sesama, jujur dalam setiap tindakan, serta terus berusaha memberikan manfaat di mana pun berada.

    Segenap pimpinan dan sivitas akademika Universitas PGRI Yogyakarta mengucapkan:

    Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026

    Mari meneladani akhlak Rasulullah SAW dengan menghadirkan kejujuran, kasih sayang, kepedulian, dan kebaikan dalam setiap langkah kehidupan.

    Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat untuk terus memberikan manfaat bagi sesama.

    Meneladani Rasulullah, menumbuhkan kebaikan, membangun generasi berakhlak dan berkemajuan.