Author: Administrator

  • Belajar Sejarah dengan Cara Berbeda, Museum Laboratorium Sejarah UPY Sambut Kunjungan Akademik STIT Al-Khairiyah Cilegon

    Belajar Sejarah dengan Cara Berbeda, Museum Laboratorium Sejarah UPY Sambut Kunjungan Akademik STIT Al-Khairiyah Cilegon

    Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menjadi destinasi pembelajaran yang inspiratif dengan menerima kunjungan akademik dari Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Cilegon, pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik sekaligus menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang kontekstual, interaktif, dan bermakna bagi mahasiswa.

    Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda studi lapangan, tetapi juga menghadirkan ruang dialog mengenai pentingnya museum sebagai media pembelajaran yang mampu menjembatani teori di ruang kuliah dengan pengalaman langsung di lapangan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa sejarah tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga melalui jejak-jejak nyata yang masih tersimpan dan terawat hingga saat ini.

    Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai beragam koleksi yang dimiliki Museum Laboratorium Sejarah UPY. Mulai dari artefak, dokumentasi sejarah, hingga berbagai sumber pembelajaran yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan sejarah.

    Setiap koleksi dipaparkan dengan konteks historis yang utuh sehingga peserta dapat memahami hubungan antara peristiwa masa lalu dengan bukti-bukti sejarah yang masih dapat disaksikan saat ini. Pendekatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret sekaligus membantu mahasiswa melihat sejarah sebagai ilmu yang hidup dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

    Tidak hanya mengenalkan koleksi museum, pengelola juga mengajak peserta berdiskusi mengenai peran museum sebagai media pembelajaran lintas disiplin ilmu, termasuk dalam pendidikan anak usia dini. Diskusi berlangsung hangat dengan membahas bagaimana nilai-nilai sejarah dapat dikenalkan kepada anak sejak usia dini melalui media visual, cerita, benda bersejarah, dan pengalaman belajar yang menyenangkan.

    Bagi mahasiswa PAUD, wawasan ini menjadi bekal penting untuk merancang proses pembelajaran yang kreatif sekaligus menanamkan kecintaan terhadap sejarah kepada anak-anak sejak dini. Melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik usia dini, sejarah dapat dikenalkan sebagai bagian dari pembentukan karakter, identitas budaya, dan rasa cinta tanah air.

    Suasana kunjungan berlangsung penuh antusiasme. Para mahasiswa tampak aktif mengamati setiap koleksi, mengajukan berbagai pertanyaan, serta berdiskusi langsung dengan pengelola museum mengenai pengelolaan koleksi maupun pemanfaatannya dalam proses pembelajaran.

    Interaksi yang terjalin menunjukkan tingginya minat peserta terhadap pembelajaran sejarah yang dikemas secara kontekstual dan aplikatif. Pengalaman belajar di museum memberikan perspektif baru bahwa proses pendidikan akan semakin bermakna ketika mahasiswa dapat melihat, menyentuh, dan memahami langsung objek-objek yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

    Museum Laboratorium Sejarah UPY terus berkomitmen menjadi ruang edukasi yang terbuka bagi berbagai institusi pendidikan. Kehadirannya tidak hanya mendukung pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran yang relevan bagi berbagai bidang ilmu, termasuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga masyarakat umum.

    Melalui kunjungan akademik ini, diharapkan mahasiswa Program Studi PAUD STIT Al-Khairiyah Cilegon memperoleh pengalaman belajar yang inspiratif sekaligus mampu mengembangkan kreativitas dalam merancang pembelajaran sejarah yang menarik, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik.

    Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antarlembaga pendidikan memiliki peran penting dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Dengan membuka ruang pembelajaran di luar kelas, Universitas PGRI Yogyakarta terus mendorong lahirnya calon pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.

  • Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PKM 2026, Bukti Semangat Inovasi untuk Negeri

    Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PKM 2026, Bukti Semangat Inovasi untuk Negeri

    Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Sejumlah tim mahasiswa UPY berhasil lolos Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026, sebuah program bergengsi yang diselenggarakan untuk mendorong lahirnya inovasi, kreativitas, serta kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab berbagai tantangan di masyarakat.

    Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa budaya riset, inovasi, dan pengabdian terus tumbuh dan berkembang di lingkungan Universitas PGRI Yogyakarta. Melalui ide-ide kreatif yang dituangkan dalam proposal PKM, mahasiswa UPY menunjukkan kemampuan untuk menghadirkan solusi yang aplikatif sekaligus memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, masyarakat, maupun pembangunan bangsa.

    Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan mengembangkan potensi mahasiswa dalam berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan produktif. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, PKM juga menjadi ruang pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata di masyarakat melalui penelitian, kewirausahaan, pengabdian, penerapan teknologi, maupun pengembangan karya inovatif.

    Keberhasilan meraih pendanaan PKM 2026 tentu tidak diperoleh dengan mudah. Setiap tim harus melalui proses penyusunan proposal yang matang, menyajikan gagasan yang orisinal, serta mampu menawarkan solusi yang relevan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Seleksi yang kompetitif menjadikan capaian ini sebagai prestasi yang patut diapresiasi.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa yang berhasil lolos pendanaan PKM Tahun 2026. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UPY memiliki daya saing, kreativitas, dan semangat untuk terus menghasilkan karya yang memberikan manfaat luas.

    “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY memiliki potensi besar untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap program-program yang dijalankan dapat terlaksana dengan baik, memberikan dampak nyata, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” ungkapnya.

    Lebih dari sekadar pencapaian akademik, keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen UPY dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendorong mahasiswa aktif meneliti, berinovasi, dan mengembangkan gagasan kreatif sejak di bangku kuliah. Dukungan universitas melalui pembinaan, pendampingan, serta penguatan kapasitas mahasiswa menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

    Program-program yang akan dilaksanakan oleh tim penerima pendanaan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. Selain menghasilkan luaran yang berkualitas, kegiatan PKM juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi, serta manajemen proyek yang akan menjadi bekal berharga di dunia profesional.

    Keberhasilan mahasiswa UPY dalam meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 semakin mempertegas komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga inovatif, kreatif, dan berdaya saing. Diharapkan capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menghadirkan karya-karya terbaik yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, masyarakat, dan kemajuan bangsa.

  • Digital Business Expo (DBX) 2.0 2026: Mahasiswa Bisnis Digital UPY Tampilkan Inovasi Siap Bersaing di Era Borderless

    Digital Business Expo (DBX) 2.0 2026: Mahasiswa Bisnis Digital UPY Tampilkan Inovasi Siap Bersaing di Era Borderless

    Kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Fakultas Bisnis dan Hukum Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Digital Business Expo (DBX) 2.0 2026, yang digelar pada Kamis, 2 Juli 2026, di Auditorium Gedung Pusat UPY. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang pameran sekaligus unjuk kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan produk dan model bisnis berbasis digital sebagai implementasi pembelajaran di kelas.

    DBX merupakan agenda tahunan terbesar Program Studi Bisnis Digital UPY yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil karya sekaligus mengasah kemampuan berwirausaha, komunikasi bisnis, dan presentasi di hadapan para praktisi serta akademisi. Tahun ini, peserta merupakan mahasiswa angkatan 2024 (Semester IV) yang menempuh mata kuliah Ekonomi Kreatif dan Teknologi e-Commerce.

    Berbagai karya inovatif berhasil dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari produk fisik seperti batik, makanan, dan minuman, hingga berbagai produk digital yang menawarkan solusi terhadap kebutuhan masyarakat. Beberapa di antaranya berupa layanan pencarian florist (florist finding services), platform penentu gaya berpakaian dan diet plan berdasarkan preferensi pengguna, hingga aplikasi yang menghubungkan mahasiswa dengan UMKM, kantin, dan warung makan untuk memperoleh makanan berkualitas dengan harga terjangkau sekaligus membantu pelaku usaha menjangkau lebih banyak pelanggan.

    Ketua Program Studi Bisnis Digital UPY, Adi Prasetyo, M.Kom, menyampaikan bahwa Digital Business Expo (DBX) 2.0 merupakan bagian dari implementasi kurikulum berbasis outcome yang menempatkan mahasiswa sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran.

    “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori bisnis digital, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang benar-benar memiliki nilai jual dan memberikan solusi bagi masyarakat. Melalui DBX, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata untuk mempresentasikan, mempromosikan, sekaligus mempertanggungjawabkan ide bisnis mereka di hadapan para juri dan publik,” ujarnya.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar berbentuk talk show yang menghadirkan Setiawan, S.I.P., M.M., Business Development Expert dari AYFN Academy, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia mengajak mahasiswa untuk melihat besarnya peluang bisnis di era borderless, ketika batas geografis, waktu, dan bahasa tidak lagi menjadi penghalang dalam menjalankan usaha.

    Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka kesempatan bagi siapa saja untuk menjual maupun membeli produk dari berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun pola pikir global, memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, dan berani menciptakan inovasi yang memiliki daya saing.

    “Saat ini semua orang memiliki peluang yang sama untuk membangun bisnis. Yang membedakan adalah siapa yang mampu melihat peluang, menciptakan inovasi, dan beradaptasi dengan perubahan. Mahasiswa harus mulai berani mengambil kesempatan tersebut,” ungkap Setiawan dalam sesi talk show.

    Usai seminar, acara dilanjutkan dengan sesi business pitching yang menjadi puncak kegiatan. Sebanyak 10 tim mahasiswa mempresentasikan sekaligus mendemonstrasikan produk bisnis yang telah mereka kembangkan selama proses perkuliahan.

    Setiap tim diberikan waktu lima menit untuk melakukan presentasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama dewan juri. Penilaian dilakukan oleh Setiawan, S.I.P., M.M. bersama dua dosen Program Studi Bisnis Digital UPY dengan tiga aspek utama, yaitu ide bisnis, kualitas konten, dan kemampuan presentasi.

    Suasana kompetisi berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan kemampuan komunikasi, penguasaan produk, serta keberanian dalam menjawab berbagai pertanyaan kritis dari dewan juri. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, sesi ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerima masukan profesional untuk menyempurnakan model bisnis yang mereka bangun.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., mengapresiasi penyelenggaraan Digital Business Expo sebagai bentuk nyata implementasi pembelajaran yang berorientasi pada praktik dan inovasi.

    “Universitas terus mendorong mahasiswa untuk menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja. Melalui kegiatan seperti DBX, mahasiswa belajar mengembangkan ide, membangun produk, memasarkan, hingga mempresentasikan hasil karyanya secara profesional. Ini merupakan bekal penting untuk menghadapi dunia usaha dan industri yang semakin kompetitif,” tutur Prof. Paiman.

    Melalui penyelenggaraan Digital Business Expo (DBX) 2.0 2026, Program Studi Bisnis Digital UPY berharap semakin banyak lahir inovator dan wirausahawan muda yang mampu menciptakan solusi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Lebih dari sekadar pameran, DBX menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan kreativitas, teknologi, dan semangat kewirausahaan dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era ekonomi digital global.

  • Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026, Wujudkan Pengabdian Inovatif untuk Masyarakat

    Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026, Wujudkan Pengabdian Inovatif untuk Masyarakat

    Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Tim mahasiswa UPY berhasil meraih pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026, sebuah program bergengsi yang menjadi wadah bagi organisasi kemahasiswaan untuk mengimplementasikan ide-ide kreatif dan inovatif dalam pemberdayaan masyarakat.

    Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UPY tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi, serta semangat untuk menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan di tengah masyarakat. Melalui program yang akan dijalankan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi organisasi sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

    Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) merupakan salah satu program strategis yang mendorong mahasiswa untuk merancang, mengelola, dan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat secara terstruktur. Tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, program ini juga menekankan pentingnya kepemimpinan, inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam setiap program yang dijalankan.

    Keberhasilan lolos pendanaan PPK Ormawa 2026 tentu tidak diraih secara instan. Berbagai tahapan seleksi harus dilalui, mulai dari penyusunan proposal, penyempurnaan program kerja, hingga proses evaluasi yang dilakukan secara kompetitif. Capaian ini menjadi buah dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi yang baik antara mahasiswa dengan dosen pembimbing.

    Dalam pelaksanaannya nanti, tim mahasiswa UPY akan didampingi oleh Dr. Padrul Jana, S.Pd., M.Sc. sebagai dosen pendamping. Peran dosen pendamping menjadi sangat penting dalam memastikan program yang dirancang tidak hanya memenuhi target luaran, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sasaran.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan yang diraih mahasiswa UPY. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

    “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh tim mahasiswa dan dosen pendamping yang telah berhasil lolos pendanaan PPK Ormawa Tahun 2026. Prestasi ini mencerminkan semangat, kreativitas, dan kepedulian mahasiswa UPY dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat. Kami berharap program yang dijalankan nantinya dapat memberikan dampak nyata sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi,” ujar Prof. Paiman.

    Lebih dari sekadar pencapaian kompetisi, keberhasilan ini menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Program yang akan dilaksanakan diharapkan mampu menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, manajemen program, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.

    Universitas PGRI Yogyakarta terus berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui berbagai program akademik maupun nonakademik. Dukungan tersebut diwujudkan dengan mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi, hibah, dan program nasional yang dapat memperkuat kapasitas diri sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

    Keberhasilan lolos pendanaan PPK Ormawa 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UPY untuk terus berprestasi, berinovasi, dan menghadirkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, mahasiswa UPY diharapkan mampu menjadi generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

  • UPY Jadi Tuan Rumah Grand Final WISEC dan SINEC 2026, Satukan Inovator Muda dari Tiga Negara

    UPY Jadi Tuan Rumah Grand Final WISEC dan SINEC 2026, Satukan Inovator Muda dari Tiga Negara

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung budaya riset dan inovasi generasi muda dengan menjadi tuan rumah Grand Final World Innovation for Sustainability Essay Competition (WISEC) dan 2nd Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) 2026 pada Sabtu, 27 Juni 2026.

    Kompetisi esai ilmiah tingkat nasional dan internasional yang diselenggarakan oleh Cakap Riset ini mengusung tema besar “From Local Ideas to Global Impact: Empowering Youth as Innovation Catalysts for a Sustainable Future”. Tema tersebut menegaskan pentingnya mendorong gagasan-gagasan inovatif dari lingkungan lokal agar mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

    Rangkaian grand final dilaksanakan di Auditorium Graha Bina Husada Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan Kampus 2 Universitas PGRI Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta dua negara sahabat, Pakistan dan Nigeria.

    Secara keseluruhan, kompetisi diikuti oleh 107 tim dari 59 institusi, yang terdiri atas 16 sekolah dan 43 perguruan tinggi. Kehadiran peserta lintas jenjang pendidikan, mulai dari siswa SMP, SMA, hingga mahasiswa S1, menjadikan WISEC dan SINEC 2026 sebagai ruang pertemuan ide, kreativitas, dan semangat kolaborasi generasi muda dari tiga negara.

    Penyelenggaraan WISEC dan SINEC bertujuan membangun budaya literasi, riset, dan inovasi melalui kompetisi ilmiah yang berkualitas. Melalui ajang ini, peserta didorong untuk berpikir kritis, analitis, kreatif, dan berbasis bukti dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

    Selain mengasah kemampuan menyusun karya ilmiah dan melakukan penelitian, peserta juga memperoleh pengalaman dalam mengembangkan solusi inovatif serta mengkomunikasikan gagasan secara sistematis dan ilmiah. Kompetisi ini sekaligus menjadi wadah untuk memperluas jejaring, bertukar ide, dan menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat di kalangan pelajar dan mahasiswa.

    Rangkaian grand final dirancang secara komprehensif agar memberikan pengalaman akademik yang utuh bagi para finalis. Kegiatan diawali dengan Poster Exhibition, di mana peserta mempresentasikan karya ilmiahnya di hadapan dewan juri. Sesi ini dilanjutkan dengan tanya jawab (Q&A) untuk menguji pemahaman, orisinalitas, serta kedalaman analisis penelitian yang telah dilakukan.

    Setelah itu, para finalis mengikuti presentasi PowerPoint untuk memaparkan gagasan dan solusi inovatif secara lebih mendalam. Tidak hanya berfokus pada kompetisi, peserta juga mengikuti seminar ilmiah bersama narasumber inspiratif, sesi networking antarpeserta, serta Awarding Ceremony sebagai bentuk apresiasi atas karya dan prestasi para finalis.

    Suasana kegiatan berlangsung kompetitif namun tetap hangat dan kolaboratif. Para peserta tidak hanya bersaing untuk meraih penghargaan, tetapi juga saling belajar, bertukar pengalaman, dan memperluas wawasan mengenai isu-isu pembangunan berkelanjutan.

    Sebagai tuan rumah, Universitas PGRI Yogyakarta memandang penyelenggaraan WISEC dan SINEC 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi di lingkungan pendidikan. Kehadiran peserta dari berbagai institusi dan negara diharapkan mampu memperkaya perspektif serta membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas di masa mendatang. Melalui kegiatan ini, UPY berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepemimpinan intelektual, kepedulian terhadap isu keberlanjutan, serta keberanian untuk mengubah gagasan lokal menjadi solusi yang berdampak global. Dengan semangat tersebut, WISEC dan SINEC 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam menyiapkan inovator muda yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan dunia.

  • Dosen UPY Ikuti International Conference dan Perkuat Kolaborasi Global Melalui Program International Community Service & Edutourism di Jepang

    Dosen UPY Ikuti International Conference dan Perkuat Kolaborasi Global Melalui Program International Community Service & Edutourism di Jepang

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus memperkuat langkah internasionalisasi dengan berpartisipasi dalam 3rd International Community Service & Edutourism yang diselenggarakan di Jepang pada 30 Juni–7 Juli 2026. Program yang difasilitasi oleh Lumia Scintia Academy ini diikuti oleh delapan perguruan tinggi dari Indonesia dan menghadirkan rangkaian kegiatan akademik, pengabdian kepada masyarakat, benchmarking, hingga eksplorasi budaya sebagai upaya membangun kolaborasi pendidikan tinggi di tingkat global.

    Pada kegiatan tersebut, UPY diwakili oleh Dr. Murniady Muchran, M.M., dosen Program Studi Bisnis Digital. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi lintas negara.

    Selama berada di Jepang, para peserta mengikuti berbagai agenda akademik yang dirancang untuk memperkaya wawasan serta memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi. Salah satu kegiatan utama adalah kunjungan akademik (benchmarking) ke Osaka Metropolitan University yang disambut langsung oleh Yoshida Sensei. Delegasi juga melakukan kunjungan ke Sophia University untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, pengembangan riset, serta inovasi pembelajaran.

    Tidak hanya berfokus pada bidang akademik, peserta juga melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bersama Japan Da’wah Centre (JDC) yang berlangsung di kawasan Osaka Castle. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam membangun hubungan sosial dan budaya di tingkat internasional melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.

    Dalam rangkaian program tersebut, Dr. Murniady Muchran turut berpartisipasi sebagai presenter pada konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Society of Interdisciplinary Business Research (SIBR). Melalui forum ilmiah tersebut, hasil penelitian yang dipresentasikan memperoleh kesempatan untuk dipublikasikan dalam prosiding dan jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus. Keikutsertaan ini sekaligus menjadi sarana memperluas jejaring penelitian dan bertukar gagasan dengan akademisi dari berbagai negara.

    Selain agenda akademik, peserta juga memperoleh pengalaman budaya melalui kunjungan ke sejumlah destinasi ikonik di Jepang, seperti Fushimi Inari Taisha, Sensō-ji, kawasan Gunung Fuji, serta pusat aktivitas masyarakat modern di Dotonbori, Umeda, Shibuya, Shinjuku, dan Harajuku. Rangkaian kunjungan tersebut memberikan perspektif yang lebih luas mengenai budaya, teknologi, inovasi, serta kemajuan pembangunan Jepang yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia.

    Sebagai penutup kegiatan, dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Ustaz Zulkarnain Hasan Basri, Founder Japan Da’wah Centre (JDC) yang berkedudukan di Osaka, serta Dr. Eng. Muhammad Zulkifli Mochtar, Ketua ICMI Organisasi Wilayah Jepang. Penandatanganan ini menjadi tonggak awal bagi terbukanya berbagai peluang kerja sama strategis antara UPY dengan mitra-mitra di Jepang.

    Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup pengembangan riset internasional, publikasi ilmiah bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan program pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan program magang (internship) di berbagai sektor industri. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperluas pengalaman internasional bagi sivitas akademika UPY.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan bahwa internasionalisasi merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi di era global.

    “Partisipasi dosen UPY dalam forum internasional seperti ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset, publikasi, dan pengembangan program bersama dengan berbagai institusi luar negeri. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di UPY,” ungkapnya. Keikutsertaan Universitas PGRI Yogyakarta dalam 3rd International Community Service & Edutourism menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam membangun budaya akademik yang terbuka terhadap kolaborasi global. Melalui sinergi dengan berbagai institusi pendidikan, organisasi, dan mitra internasional, UPY terus berupaya mencetak lulusan yang berdaya saing global, memperkuat kapasitas dosen sebagai akademisi bertaraf internasional, serta menghadirkan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat.

  • Tiga Mahasiswa Gizi UPY Lolos Magang Mandiri Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 BPOM RI

    Tiga Mahasiswa Gizi UPY Lolos Magang Mandiri Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 BPOM RI

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Tiga mahasiswa Program Studi Gizi berhasil lolos dalam Magang Mandiri Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY memiliki kompetensi, dedikasi, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat nasional.

    Adapun mahasiswa yang berhasil lolos dalam program tersebut adalah Septiajati Yudhowanti, Fadhilah Nur Azizah, dan Hunalika Yasfa Aulia. Ketiganya akan mengikuti rangkaian program magang yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata di bidang keamanan pangan, pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan olahan, serta implementasi standar keamanan pangan sesuai regulasi BPOM.

    Program SAPA Kampus Berdampak merupakan salah satu program strategis BPOM RI yang bertujuan membentuk mahasiswa sebagai fasilitator keamanan pangan yang mampu mendampingi pelaku UMKM dalam menerapkan standar keamanan pangan dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh penguatan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses edukasi, pendampingan, monitoring, hingga penguatan kapasitas UMKM pangan.

    Ketua Program Studi Gizi UPY menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih ketiga mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dijalani mahasiswa selama menempuh pendidikan, sekaligus menjadi indikator bahwa lulusan Gizi UPY memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

    “Kami bangga atas prestasi yang diraih mahasiswa Program Studi Gizi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UPY mampu bersaing dalam program nasional yang menuntut kompetensi akademik, keterampilan, dan komitmen tinggi. Semoga pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Program SAPA Kampus Berdampak dapat memperluas wawasan serta meningkatkan profesionalisme mereka sebagai calon tenaga gizi,” ujarnya.

    Melalui keterlibatan dalam program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, serta penerapan ilmu gizi dan keamanan pangan secara langsung di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas keamanan pangan di Indonesia.

    Keberhasilan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai program nasional yang mendukung pengembangan kompetensi akademik maupun profesional. Selain menghasilkan lulusan yang unggul secara keilmuan, UPY terus berupaya mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Prestasi yang diraih Septiajati Yudhowanti, Fadhilah Nur Azizah, dan Hunalika Yasfa Aulia diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani mengambil peluang, mengembangkan potensi diri, serta mengharumkan nama Universitas PGRI Yogyakarta melalui berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

  • UPY Perkokoh Kemitraan Antarperguruan Tinggi melalui MoU dengan UINSU Medan

    UPY Perkokoh Kemitraan Antarperguruan Tinggi melalui MoU dengan UINSU Medan

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus memperluas jejaring kemitraan strategis sebagai bagian dari komitmennya dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas PGRI Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan yang berlangsung di Ruang Rektor UPY pada Rabu (24/6/2026).

    Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih erat antara kedua perguruan tinggi untuk mengembangkan berbagai program strategis di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

    Dari pihak UPY, kegiatan dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan UPY Drs. John Sabari, M.Si., Rektor Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Kepala Kantor Urusan Kerja Sama (KUK) Dr. Wahyudi, M.Pd., serta Kepala Divisi Kerja Sama Dalam Negeri Guruh Ghifari Zalzalah, S.E., M.Sc.. Sementara itu, delegasi UINSU Medan dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga yang mewakili Rektor UINSU, Prof. Dr. H. Muzakkir, M.Ag., didampingi staf Humas dan Kerja Sama UINSU Medan.

    Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penyelenggaraan guest lecture, pertukaran narasumber, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan berbagai program akademik maupun nonakademik yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

    Suasana audiensi berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Diskusi berjalan dinamis dengan saling berbagi pengalaman, inovasi, serta praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan oleh masing-masing perguruan tinggi. Selain membahas implementasi kerja sama, kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai strategi pengembangan institusi, peningkatan mutu pendidikan, tata kelola perguruan tinggi, hingga penguatan budaya akademik yang adaptif terhadap tantangan global.

    Dalam kesempatan tersebut, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., memaparkan berbagai capaian Universitas PGRI Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah. Ia menjelaskan sejumlah program pembinaan yang telah berhasil mendorong produktivitas dosen dalam menghasilkan publikasi pada jurnal bereputasi internasional.

    “Kolaborasi antarp perguruan tinggi merupakan salah satu kunci untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi. UPY siap berbagi pengalaman dan menjalin kerja sama dalam pendampingan publikasi ilmiah, penguatan budaya riset, serta peningkatan kompetensi para peneliti agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang berdaya saing global,” ungkap Prof. Paiman.

    Sementara itu, Prof. Dr. H. Muzakkir, M.Ag. turut berbagi wawasan keilmuan sesuai bidang kepakarannya, yakni tasawuf. Dalam suasana diskusi yang penuh keakraban, beliau menyampaikan pentingnya membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional sebagai fondasi dalam membentuk insan akademik yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga memiliki karakter dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.

    Pandangan tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pimpinan UPY. Sebagai bentuk tindak lanjut kerja sama, Prof. Muzakkir juga menyatakan kesediaannya untuk menjadi narasumber dalam kegiatan guest lecture di Universitas PGRI Yogyakarta sebagai bagian dari implementasi nyata nota kesepahaman yang telah disepakati.

    Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat jejaring akademik nasional antara Universitas PGRI Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Kedua institusi berkomitmen untuk segera merealisasikan berbagai program kolaboratif yang memberikan dampak nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas.

    Melalui sinergi ini, UPY berharap kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi berkembang menjadi berbagai kegiatan yang berkelanjutan, seperti riset bersama, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan inovasi pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.

    Sebagai perguruan tinggi yang terus mengedepankan kolaborasi, Universitas PGRI Yogyakarta meyakini bahwa kemitraan yang kuat merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Bersama UINSU Medan, UPY optimistis dapat menghadirkan berbagai inovasi dan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan budaya akademik, serta kemajuan masyarakat Indonesia.

  • UKM Taekwondo UPY Raih Juara Umum Kyorugi pada International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026

    UKM Taekwondo UPY Raih Juara Umum Kyorugi pada International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UPY berhasil meraih Juara Umum Kyorugi pada ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026, setelah menjadi kontingen dengan perolehan poin tertinggi dari seluruh kelas kyorugi yang dipertandingkan.

    Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata konsistensi pembinaan atlet di lingkungan UPY sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menorehkan prestasi gemilang, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Di tengah persaingan ketat yang diikuti atlet dari berbagai daerah dan negara, kontingen UPY tampil impresif dengan semangat juang, disiplin, dan sportivitas yang tinggi.

    Dalam kejuaraan bergengsi tersebut, UKM Taekwondo UPY berhasil membawa pulang 8 medali, yang terdiri atas 1 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu. Raihan tersebut mengantarkan UPY sebagai Juara Umum Kyorugi, sebuah pencapaian yang semakin mempertegas kualitas atlet-atlet muda kampus dalam kompetisi internasional.

    Adapun mahasiswa UPY yang berhasil mengukir prestasi adalah:

    Medali Emas

    • Yohanes Dimi – Kyorugi Senior Under 68 kg Putra

    Medali Perak

    • Alfreda Putri Salsabila – Kyorugi Senior Under 46 kg Putri
    • Whega Ahnaf Davin Suwelo – Kyorugi Senior Under 54 kg Putra
    • Meliana Oca – Kyorugi Senior Under 49 kg Putri

    Medali Perunggu

    • Ana Marcella Ivanka Filadhelvia – Kyorugi Senior Under 57 kg Putri
    • Claudia Trice Ledu – Kyorugi Senior Under 53 kg Putri
    • Ahmad Basuki – Kyorugi Senior Under 68 kg Putra
    • Maria Anjelin Vicha – Kyorugi Senior Under 53 kg Putri

    Atlet Taekwondo UPY peraih medali emas, Yohanes Dimi, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraihnya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari proses latihan yang panjang, kedisiplinan, serta semangat pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh atlet selama masa persiapan.

    “Ini bukti kerja keras tim selama latihan. Kami datang ke kejuaraan internasional ini dengan satu target, yaitu mengharumkan nama UPY,” ujarnya.

    Apresiasi juga disampaikan oleh Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh atlet dan tim pelatih atas prestasi yang telah mengharumkan nama universitas di tingkat internasional.

    “Selamat kepada seluruh atlet UKM Taekwondo UPY atas capaian yang luar biasa ini. Mahasiswa UPY adalah harapan masa depan. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu unggul tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam olahraga. Teruslah berjuang, pertahankan semangat berprestasi, dan jadilah inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” tutur Prof. Paiman.

    Keberhasilan meraih gelar Juara Umum Kyorugi menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UPY untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik, seni, olahraga, maupun pengabdian kepada masyarakat. Prestasi ini juga mencerminkan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung pengembangan talenta mahasiswa melalui pembinaan yang berkelanjutan.

    Dengan pencapaian tersebut, UKM Taekwondo UPY semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa olahraga yang berprestasi dan kompetitif di tingkat internasional. Universitas PGRI Yogyakarta berharap keberhasilan ini menjadi awal dari lahirnya prestasi-prestasi yang lebih besar di masa mendatang serta mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya, berkompetisi, dan membawa nama baik almamater di berbagai ajang nasional maupun internasional.