Penulis: Humas UPY

  • Beyond Commitment, Beyond Theory: Seminar Hasil Penelitian Akuntansi UPY Perkuat Budaya Riset untuk Bisnis Berkelanjutan

    Beyond Commitment, Beyond Theory: Seminar Hasil Penelitian Akuntansi UPY Perkuat Budaya Riset untuk Bisnis Berkelanjutan

    Komitmen membangun budaya akademik yang kuat terus diwujudkan oleh Program Studi Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi, Seminar Hasil Penelitian kembali diselenggarakan sebagai agenda akademik tahunan yang mempertemukan dosen, alumni, dan mahasiswa dalam ruang berbagi ilmu pengetahuan dan hasil riset terkini.

    Mengusung tema “Beyond Commitment: Sustainability in Action For Business Continuity”, seminar berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025, di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi wadah bagi dosen dan alumni untuk mempresentasikan hasil penelitian yang telah dipublikasikan sekaligus memberikan inspirasi kepada mahasiswa dalam mempersiapkan penelitian ilmiah mereka.

    Seminar Hasil Penelitian tidak sekadar menjadi forum presentasi karya ilmiah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memperkenalkan mahasiswa pada proses penelitian yang sistematis, mulai dari penyusunan metodologi, pengumpulan data, hingga publikasi hasil penelitian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh referensi akademik yang relevan sekaligus motivasi untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Seminar menghadirkan tiga narasumber dengan pengalaman riset yang luas di bidang akuntansi, keberlanjutan, dan transformasi digital.

    Pemateri pertama, Dr. Tri Siwi Nugrahani, S.E., M.Si., Ak., CA., memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Determinants of Sustainability Report Quality in Indonesian Public Companies: An Isomorphism Theory Approach.” Penelitian tersebut mengungkap bahwa kualitas Sustainability Report perusahaan publik di Indonesia masih berada pada kategori sedang sehingga memerlukan peningkatan, baik dari sisi regulasi maupun implementasi di tingkat perusahaan.

    Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa faktor-faktor seperti pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, tekanan dari kreditor, asosiasi industri, serta difusi kepemilikan saham memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keberlanjutan. Sementara itu, tekanan pemerintah dan ukuran perusahaan belum menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap kualitas laporan tersebut.

    Pemateri kedua, Rahandhika Ivan Adhyaksana, S.E., M.Si., membahas penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan, human capital, dan kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan dan kualitas sumber daya manusia memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap peningkatan nilai perusahaan. Sebaliknya, kinerja lingkungan belum menjadi faktor dominan yang memengaruhi penilaian perusahaan dalam konteks penelitian tersebut.

    Sementara itu, pemateri ketiga, Rosa Dwi Andini Putri, S.Ak., mempresentasikan penelitian berjudul “The Importance of Collaborative Network, Digital Leadership to Improve AIS Outcomes and Sustainability in SMEs.” Penelitian ini mengangkat pentingnya jaringan kolaboratif dan kepemimpinan digital dalam meningkatkan efektivitas Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information System/AIS) serta mendukung keberlanjutan UMKM, khususnya di sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Berlandaskan teori Resource-Based View, penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya internal, dukungan teknologi digital, dan kolaborasi antarpelaku usaha mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus meningkatkan kinerja keberlanjutan. Temuan tersebut juga menegaskan bahwa digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis di era transformasi digital.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang seminar berlangsung. Para mahasiswa dari semester 1, 3, 5, dan 7, bersama dosen, alumni, tamu undangan, serta peserta dari luar Universitas PGRI Yogyakarta, aktif mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab. Interaksi yang terbangun menciptakan suasana akademik yang dinamis, sekaligus memperkaya wawasan peserta mengenai perkembangan penelitian di bidang akuntansi dan bisnis berkelanjutan.

    Melalui Seminar Hasil Penelitian ini, Program Studi Akuntansi UPY berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori yang dipelajari di ruang kuliah, tetapi juga mampu melihat bagaimana penelitian menjadi instrumen penting dalam menghasilkan solusi atas berbagai tantangan di dunia usaha dan industri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya riset, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun tradisi akademik yang produktif di lingkungan kampus.

    Sejalan dengan semangat “Beyond Commitment: Sustainability in Action For Business Continuity”, Universitas PGRI Yogyakarta terus mendorong sivitas akademika untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Dengan memperkuat budaya penelitian sejak dini, UPY optimistis dapat melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, serta mampu berkontribusi dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

  • Perkuat Wawasan Sejarah, Prodi Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Kunjungi Museum Laboratorium Sejarah UPY

    Perkuat Wawasan Sejarah, Prodi Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Kunjungi Museum Laboratorium Sejarah UPY

    Museum Laboratorium Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta menerima kunjungan dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperluas wawasan mahasiswa mengenai pembelajaran sejarah berbasis museum, khususnya pada kajian koleksi numismatik yang dimiliki Museum Laboratorium Sejarah UPY. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai koleksi mata uang kuno dan benda numismatik sebagai sumber pembelajaran sejarah yang memiliki nilai historis, ekonomi, dan budaya.

    Kedatangan rombongan mahasiswa dan dosen pendamping disambut langsung oleh pengelola museum serta sivitas akademika Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY. Dalam sambutannya, pihak museum menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bentuk penguatan jejaring akademik antarperguruan tinggi. Selain menjadi media silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan sejarah dan pelestarian budaya.

    Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak mengenal berbagai koleksi yang tersimpan di Museum Laboratorium Sejarah UPY. Koleksi berupa artefak budaya, dokumentasi perjuangan bangsa, media pembelajaran sejarah, hingga berbagai koleksi numismatik diperkenalkan secara langsung kepada mahasiswa. Melalui penjelasan dari pengelola museum, peserta memperoleh pemahaman mengenai nilai historis dan fungsi edukatif dari setiap koleksi yang dipamerkan, termasuk perkembangan mata uang dari berbagai periode sejarah di Indonesia.

    Mahasiswa tampak aktif berdiskusi dan mengamati koleksi museum sebagai bagian dari proses pembelajaran kontekstual. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan sumber sejarah di luar ruang kelas. Kajian numismatik yang diperkenalkan dalam kegiatan ini juga memberikan gambaran mengenai perkembangan perdagangan, sistem ekonomi, serta dinamika sosial masyarakat pada masa lampau.

    Di tengah perkembangan era digital saat ini, museum memiliki peran penting sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi media literasi budaya dan penguatan identitas nasional bagi generasi muda. Oleh karena itu, keberadaan Museum Laboratorium Sejarah UPY diharapkan terus menjadi sarana pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

    Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan antarinstansi pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan baik antara Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY dengan Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat terus terjalin dan berkembang. Sinergi antarperguruan tinggi menjadi langkah penting dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang sejarah dan kebudayaan Indonesia.

  • LPPM UPY Perkuat Ketahanan Pangan Desa Lewat Program Desa Binaan Berbasis Integrated Farming

    LPPM UPY Perkuat Ketahanan Pangan Desa Lewat Program Desa Binaan Berbasis Integrated Farming

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan program pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Sosialisasi Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Kemdiktisaintek Tahun 2026, yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdi di bawah kepemimpinan Dr. Marti Widya Sari, S.T., M.Eng., IPM. Kegiatan berlangsung pada Rabu (8/7/2026) di Hotel Dermaga Keluarga Sonosewu, Bantul.

    Mengusung tema “Pemberdayaan Desa Binaan: Penguatan Ketahanan Pangan melalui Penerapan Integrated Farming Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Ngestiharjo, Bantul”, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi multipihak untuk menciptakan desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

    Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan Integrated Farming, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal, inovasi teknologi, dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

    Ketua Tim Pengabdi, Dr. Marti Widya Sari, S.T., M.Eng., IPM., dalam laporannya menyampaikan bahwa keberhasilan program desa binaan sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun komitmen bersama dalam pelaksanaan program di lapangan.

    Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara, laporan Ketua Tim Pengabdi, serta sambutan dari Lurah Ngestiharjo yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun desa yang tangguh dan berdaya saing.

    Selanjutnya, Tim Pengabdi memaparkan konsep, tujuan, serta mekanisme pelaksanaan Program PDB Tahun 2026. Pemaparan tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai tahapan implementasi program yang akan dijalankan bersama masyarakat Desa Ngestiharjo.

    Wawasan peserta semakin diperkaya melalui penyampaian materi dari Bappeda Kabupaten Bantul mengenai penerapan Integrated Farming sebagai strategi meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Konsep pertanian terpadu ini mengintegrasikan berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan sehingga mampu menghasilkan sistem produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

    Tidak hanya itu, narasumber dari Akademi Perikanan Yogyakarta turut memberikan pelatihan mengenai penerapan aquaponik, teknologi budidaya yang menggabungkan perikanan dan pertanian dalam satu sistem terpadu. Inovasi ini dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan di lingkungan masyarakat sebagai alternatif penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan nilai ekonomi keluarga.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan dan gagasan disampaikan terkait implementasi program di tingkat masyarakat, mulai dari strategi pemberdayaan kelompok tani hingga pengelolaan hasil pertanian secara berkelanjutan. Diskusi tersebut mencerminkan semangat kolaboratif seluruh pihak dalam menyukseskan program desa binaan.

    Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya jajaran LPPM Universitas PGRI Yogyakarta, Tim Pengabdi, Bappeda Kabupaten Bantul, Pemerintah Kalurahan Ngestiharjo, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kasihan, Akademi Perikanan Yogyakarta, para ketua program studi di lingkungan UPY, Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Asri Tambak, Kelompok Bank Sampah Mitra Melati Tambak, mahasiswa, serta sejumlah mitra pendukung lainnya. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi bukti kuat bahwa pembangunan desa membutuhkan sinergi lintas sektor.

    Melalui pelaksanaan Program Pemberdayaan Desa Binaan Tahun 2026, LPPM Universitas PGRI Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Program ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan desa berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan ketahanan pangan, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan desa yang berkelanjutan.

    Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian, Universitas PGRI Yogyakarta terus berupaya menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan untuk menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat, sejalan dengan visinya sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

  • GAIN #7 HMP Akuntansi UPY Pererat Kebersamaan Mahasiswa Baru Lewat Edukasi, Kepemimpinan, dan Kebersamaan

    GAIN #7 HMP Akuntansi UPY Pererat Kebersamaan Mahasiswa Baru Lewat Edukasi, Kepemimpinan, dan Kebersamaan

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMP-AKT) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali sukses menyelenggarakan Great Accounting Orientation (GAIN) #7, sebuah kegiatan orientasi yang dirancang untuk menyambut sekaligus mempererat kebersamaan mahasiswa baru Program Studi Akuntansi. Mengusung tema “Embracing the New Journey, Crafting Memories Together”, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 1–2 November 2025, di Desa Wisata Plosokuning, Bangunkerto, Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Sebagai agenda tahunan HMP-AKT UPY, GAIN tidak hanya menjadi ajang perkenalan antarmahasiswa baru, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, pengembangan jiwa kepemimpinan, serta penguatan rasa kekeluargaan di lingkungan Program Studi Akuntansi. Melalui perpaduan kegiatan akademik dan nonakademik, peserta diajak membangun relasi yang positif sejak awal perjalanan mereka sebagai mahasiswa.

    Ketua Program Studi Akuntansi UPY, Ningrum Pramudiati, SE., M.Si., Ak., CA. menyampaikan bahwa kegiatan orientasi yang dikemas secara edukatif dan humanis menjadi bagian penting dalam mendukung proses adaptasi mahasiswa baru di lingkungan perguruan tinggi.

    “Mahasiswa baru tidak hanya membutuhkan pengenalan terhadap lingkungan kampus, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring, mengenal budaya akademik, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap program studi. Melalui GAIN, kami berharap mereka mampu memulai perjalanan akademiknya dengan semangat, percaya diri, dan siap berkembang bersama,” ujarnya.

    Hari pertama diawali dengan rangkaian kegiatan formal yang berisi sesi pemaparan materi dan diskusi inspiratif. Bertempat di pendopo Desa Wisata Plosokuning, seluruh peserta mengikuti penyampaian materi dari para dosen, alumni, dan perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Bisnis dan Hukum UPY.

    Materi pertama disampaikan oleh Baniady Gennody Pronosokodewo, S.E., M.Si., yang memberikan motivasi kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya membangun karakter, integritas, dan kesiapan menghadapi tantangan selama menjalani perkuliahan. Selanjutnya, sesi kedua menghadirkan alumni Program Studi Akuntansi, Febri Ariadi, S.Ak., yang berbagi pengalaman mengenai dunia akademik hingga persiapan memasuki dunia profesional.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing bersama organisasi kemahasiswaan. Perwakilan HMP Akuntansi UPY, Tetra Ragil Saputra dan Daniah Heni Lestari, memperkenalkan berbagai program kerja organisasi sekaligus mengajak mahasiswa baru aktif berkontribusi dalam kegiatan kemahasiswaan. Sementara itu, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bisnis dan Hukum (BEM FBH) UPY, Muhammad Afif Rifki dan Jihan Almas Vienansyah, turut memberikan gambaran mengenai peran organisasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi kepemimpinan dan keterampilan sosial mahasiswa.

    Memasuki malam hari, suasana kegiatan berubah menjadi lebih hangat melalui berbagai agenda nonformal yang dirancang untuk mempererat hubungan antarpeserta. Pentas seni menjadi pembuka, di mana setiap kelompok menampilkan kreativitas melalui pertunjukan menyanyi, menari, hingga drama yang berhasil menciptakan suasana penuh keceriaan.

    Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta berkumpul mengelilingi api unggun. Dalam suasana yang akrab, mereka mengikuti kegiatan tukar kado, berbagi cerita, serta menuliskan kesan dan pesan selama mengikuti GAIN #7. Momen tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus memperkuat ikatan persahabatan yang mulai terjalin di antara mahasiswa baru.

    Hari kedua diawali dengan senam pagi bersama untuk membangun semangat dan kebugaran peserta. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti kegiatan outbound dan susur sungai yang dipandu oleh pengelola Desa Wisata Plosokuning. Berbagai tantangan dalam kegiatan tersebut melatih kemampuan bekerja sama, komunikasi, kepemimpinan, serta penyelesaian masalah secara kolaboratif.

    Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menghadirkan Color Fun, sebuah aktivitas penuh warna yang menjadi simbol semangat, optimisme, dan kebersamaan. Dengan iringan musik yang meriah, para peserta saling melempar bubuk warna, menciptakan suasana penuh kegembiraan sekaligus menjadi kenangan manis di awal perjalanan mereka sebagai keluarga besar Program Studi Akuntansi UPY.

    Ketua HMP Akuntansi UPY menyampaikan bahwa GAIN #7 diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk tumbuh menjadi pribadi yang aktif, adaptif, dan memiliki semangat kolaborasi.

    “Kami berharap GAIN bukan sekadar kegiatan orientasi, tetapi menjadi awal lahirnya kebersamaan, persahabatan, dan semangat untuk berkembang bersama. Semoga mahasiswa baru dapat memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya, aktif berorganisasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi program studi maupun masyarakat,” ungkapnya.

    Melalui penyelenggaraan Great Accounting Orientation (GAIN) #7, Universitas PGRI Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada pengembangan karakter mahasiswa. Dengan memadukan edukasi, kepemimpinan, dan kebersamaan, GAIN menjadi momentum penting dalam membentuk generasi mahasiswa Akuntansi UPY yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kolaboratif, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.

  • Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UPY Raih Prestasi Nasional pada Sangiran Championship 3

    Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UPY Raih Prestasi Nasional pada Sangiran Championship 3

    Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui capaian mahasiswa dalam bidang nonakademik. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah atas nama Faidha Mauliya Khasanah berhasil meraih Juara 3 Kelas B Putri Dewasa dalam ajang Sangiran Championship 3 Tingkat Nasional. Prestasi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mengharumkan nama institusi pada kompetisi tingkat nasional.

    Sangiran Championship 3 merupakan kejuaraan nasional pencak silat bergengsi yang memperebutkan Piala Bupati Sragen. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 13–15 Mei 2026 bertempat di GOR Diponegoro, Sragen, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah pengembangan potensi atlet muda sekaligus sarana pembinaan karakter, sportivitas, dan semangat kompetitif generasi muda dalam bidang olahraga pencak silat.

    Keberhasilan yang diraih Faidha Mauliya Khasanah mencerminkan semangat kerja keras, disiplin, dan konsistensi dalam mengembangkan kemampuan diri di tengah tanggung jawab sebagai mahasiswa. Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UPY tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas dan daya saing pada bidang nonakademik di tingkat nasional. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif mengembangkan potensi, minat, dan bakat yang dimiliki secara optimal.

    Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta senantiasa memberikan dukungan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menciptakan lulusan yang unggul, berkarakter, adaptif, dan mampu bersaing di berbagai bidang. Selain itu, pencapaian mahasiswa di tingkat nasional diharapkan dapat memperkuat citra positif program studi dan institusi di tengah masyarakat.

    Atas prestasi yang telah diraih tersebut, keluarga besar Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada Faidha Mauliya Khasanah. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan prestasi dan memberikan kontribusi positif bagi institusi maupun masyarakat luas. Semoga capaian ini menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang.

  • Tempa Jiwa Kepemimpinan di Alam Terbuka, PPG UPY Gelar Kursus Keterampilan Kepramukaan 2026

    Tempa Jiwa Kepemimpinan di Alam Terbuka, PPG UPY Gelar Kursus Keterampilan Kepramukaan 2026

    Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus berkomitmen mencetak calon guru yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan kolaborasi, serta kepedulian sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kursus Keterampilan Kepramukaan PPG UPY 2026 yang berlangsung di Kebun Buah Mangunan, Bantul.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa PPG dalam mempersiapkan diri sebagai pendidik profesional yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai kepramukaan ke dalam proses pembelajaran maupun pembinaan karakter peserta didik di lingkungan sekolah.

    Mengusung konsep pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), kursus ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori kepramukaan, tetapi juga mampu mempraktikkan berbagai keterampilan yang akan dibutuhkan ketika menjalankan tugas sebagai guru sekaligus pembina Pramuka.

    Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru Universitas PGRI Yogyakarta, Dr. Dhiniaty Gularso, M. Pd, menjelaskan bahwa pendidikan profesi guru tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan kompetensi pedagogik dan profesional. Guru masa depan juga dituntut memiliki karakter kuat, kemampuan memimpin, bekerja sama, serta menjadi teladan bagi peserta didik.

    “Kepramukaan merupakan salah satu media pendidikan karakter yang sangat efektif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar memimpin, berkolaborasi, menyelesaikan masalah, sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial yang nantinya dapat diterapkan di sekolah,” jelasnya.

    Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti berbagai materi dan praktik yang dirancang secara sistematis. Pelatihan diawali dengan Pelatihan Dasar Kepramukaan, yang memberikan pemahaman mengenai Undang-Undang Gerakan Pramuka, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), prinsip dasar, serta metode kepramukaan sebagai landasan dalam pembinaan peserta didik.

    Selanjutnya, peserta mengikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Dinamika Kelompok melalui berbagai aktivitas kolaboratif yang melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta pengambilan keputusan dalam berbagai situasi.

    Pada sesi Pelatihan Keterampilan Kepramukaan, mahasiswa memperoleh pengalaman praktik mengenai berbagai teknik kepramukaan yang dapat diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Berbagai simulasi lapangan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengasah keterampilan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam memimpin kegiatan.

    Materi berikutnya membahas Manajemen Risiko dalam Kegiatan Pramuka, yang membekali mahasiswa dengan kemampuan mengidentifikasi potensi risiko, menyusun langkah mitigasi, serta menerapkan prosedur keselamatan dalam setiap aktivitas luar ruangan.

    Sebagai pelengkap pembelajaran karakter, kegiatan juga menghadirkan api unggun dan pentas seni yang menjadi ruang bagi peserta untuk menumbuhkan kreativitas, solidaritas, rasa percaya diri, serta mempererat kebersamaan antarmahasiswa.

    Seluruh rangkaian pelatihan menggunakan metode pembelajaran yang menempatkan peserta sebagai subjek aktif. Diskusi, simulasi, praktik lapangan, refleksi kelompok, hingga evaluasi berkelanjutan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang diterapkan.

    Selain mengikuti pre-test dan post-test, peserta juga memperoleh penilaian melalui observasi praktik serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk evaluasi terhadap kompetensi yang telah dicapai selama pelatihan.

    Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman nyata yang dapat menjadi bekal ketika menjalankan profesi sebagai guru di masa depan.

    Kursus Keterampilan Kepramukaan ini memberikan berbagai manfaat strategis bagi mahasiswa PPG. Di antaranya meningkatkan kemampuan mengelola kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, memperkuat kompetensi kepemimpinan, menanamkan karakter disiplin dan tanggung jawab, meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi, serta memperdalam pemahaman mengenai pendidikan karakter berbasis nilai-nilai kepramukaan.

    Bekal tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan PPG yang tidak hanya kompeten dalam aspek pedagogik dan profesional, tetapi juga mampu menjadi pembina Pramuka yang inspiratif dan teladan dalam membentuk karakter peserta didik.

    Dr. Dhiniaty Gularso, M. Pd, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen universitas dalam menyiapkan guru yang adaptif terhadap tantangan pendidikan masa depan.

    “Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Melalui Kursus Keterampilan Kepramukaan ini, kami berharap mahasiswa PPG tidak hanya menjadi pendidik yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi sosok yang mampu menginspirasi, membimbing, dan menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik,” ungkapnya.

    Melalui penyelenggaraan Kursus Keterampilan Kepramukaan PPG UPY 2026, Universitas PGRI Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan profesi guru yang holistik. Dengan memadukan penguatan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan pendidikan karakter, UPY terus berupaya mencetak guru profesional yang siap menjawab tantangan dunia pendidikan sekaligus menjadi agen perubahan bagi kemajuan bangsa.

  • Belajar Sejarah dengan Cara Berbeda, Museum Laboratorium Sejarah UPY Sambut Kunjungan Akademik STIT Al-Khairiyah Cilegon

    Belajar Sejarah dengan Cara Berbeda, Museum Laboratorium Sejarah UPY Sambut Kunjungan Akademik STIT Al-Khairiyah Cilegon

    Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menjadi destinasi pembelajaran yang inspiratif dengan menerima kunjungan akademik dari Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Cilegon, pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik sekaligus menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang kontekstual, interaktif, dan bermakna bagi mahasiswa.

    Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda studi lapangan, tetapi juga menghadirkan ruang dialog mengenai pentingnya museum sebagai media pembelajaran yang mampu menjembatani teori di ruang kuliah dengan pengalaman langsung di lapangan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa sejarah tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga melalui jejak-jejak nyata yang masih tersimpan dan terawat hingga saat ini.

    Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai beragam koleksi yang dimiliki Museum Laboratorium Sejarah UPY. Mulai dari artefak, dokumentasi sejarah, hingga berbagai sumber pembelajaran yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan sejarah.

    Setiap koleksi dipaparkan dengan konteks historis yang utuh sehingga peserta dapat memahami hubungan antara peristiwa masa lalu dengan bukti-bukti sejarah yang masih dapat disaksikan saat ini. Pendekatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret sekaligus membantu mahasiswa melihat sejarah sebagai ilmu yang hidup dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

    Tidak hanya mengenalkan koleksi museum, pengelola juga mengajak peserta berdiskusi mengenai peran museum sebagai media pembelajaran lintas disiplin ilmu, termasuk dalam pendidikan anak usia dini. Diskusi berlangsung hangat dengan membahas bagaimana nilai-nilai sejarah dapat dikenalkan kepada anak sejak usia dini melalui media visual, cerita, benda bersejarah, dan pengalaman belajar yang menyenangkan.

    Bagi mahasiswa PAUD, wawasan ini menjadi bekal penting untuk merancang proses pembelajaran yang kreatif sekaligus menanamkan kecintaan terhadap sejarah kepada anak-anak sejak dini. Melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik usia dini, sejarah dapat dikenalkan sebagai bagian dari pembentukan karakter, identitas budaya, dan rasa cinta tanah air.

    Suasana kunjungan berlangsung penuh antusiasme. Para mahasiswa tampak aktif mengamati setiap koleksi, mengajukan berbagai pertanyaan, serta berdiskusi langsung dengan pengelola museum mengenai pengelolaan koleksi maupun pemanfaatannya dalam proses pembelajaran.

    Interaksi yang terjalin menunjukkan tingginya minat peserta terhadap pembelajaran sejarah yang dikemas secara kontekstual dan aplikatif. Pengalaman belajar di museum memberikan perspektif baru bahwa proses pendidikan akan semakin bermakna ketika mahasiswa dapat melihat, menyentuh, dan memahami langsung objek-objek yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

    Museum Laboratorium Sejarah UPY terus berkomitmen menjadi ruang edukasi yang terbuka bagi berbagai institusi pendidikan. Kehadirannya tidak hanya mendukung pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran yang relevan bagi berbagai bidang ilmu, termasuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga masyarakat umum.

    Melalui kunjungan akademik ini, diharapkan mahasiswa Program Studi PAUD STIT Al-Khairiyah Cilegon memperoleh pengalaman belajar yang inspiratif sekaligus mampu mengembangkan kreativitas dalam merancang pembelajaran sejarah yang menarik, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik.

    Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antarlembaga pendidikan memiliki peran penting dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Dengan membuka ruang pembelajaran di luar kelas, Universitas PGRI Yogyakarta terus mendorong lahirnya calon pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.

  • Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PKM 2026, Bukti Semangat Inovasi untuk Negeri

    Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PKM 2026, Bukti Semangat Inovasi untuk Negeri

    Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Sejumlah tim mahasiswa UPY berhasil lolos Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026, sebuah program bergengsi yang diselenggarakan untuk mendorong lahirnya inovasi, kreativitas, serta kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab berbagai tantangan di masyarakat.

    Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa budaya riset, inovasi, dan pengabdian terus tumbuh dan berkembang di lingkungan Universitas PGRI Yogyakarta. Melalui ide-ide kreatif yang dituangkan dalam proposal PKM, mahasiswa UPY menunjukkan kemampuan untuk menghadirkan solusi yang aplikatif sekaligus memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, masyarakat, maupun pembangunan bangsa.

    Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan mengembangkan potensi mahasiswa dalam berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan produktif. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, PKM juga menjadi ruang pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata di masyarakat melalui penelitian, kewirausahaan, pengabdian, penerapan teknologi, maupun pengembangan karya inovatif.

    Keberhasilan meraih pendanaan PKM 2026 tentu tidak diperoleh dengan mudah. Setiap tim harus melalui proses penyusunan proposal yang matang, menyajikan gagasan yang orisinal, serta mampu menawarkan solusi yang relevan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Seleksi yang kompetitif menjadikan capaian ini sebagai prestasi yang patut diapresiasi.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa yang berhasil lolos pendanaan PKM Tahun 2026. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UPY memiliki daya saing, kreativitas, dan semangat untuk terus menghasilkan karya yang memberikan manfaat luas.

    “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY memiliki potensi besar untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap program-program yang dijalankan dapat terlaksana dengan baik, memberikan dampak nyata, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” ungkapnya.

    Lebih dari sekadar pencapaian akademik, keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen UPY dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendorong mahasiswa aktif meneliti, berinovasi, dan mengembangkan gagasan kreatif sejak di bangku kuliah. Dukungan universitas melalui pembinaan, pendampingan, serta penguatan kapasitas mahasiswa menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

    Program-program yang akan dilaksanakan oleh tim penerima pendanaan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. Selain menghasilkan luaran yang berkualitas, kegiatan PKM juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi, serta manajemen proyek yang akan menjadi bekal berharga di dunia profesional.

    Keberhasilan mahasiswa UPY dalam meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 semakin mempertegas komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga inovatif, kreatif, dan berdaya saing. Diharapkan capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menghadirkan karya-karya terbaik yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, masyarakat, dan kemajuan bangsa.

  • Digital Business Expo (DBX) 2.0 2026: Mahasiswa Bisnis Digital UPY Tampilkan Inovasi Siap Bersaing di Era Borderless

    Digital Business Expo (DBX) 2.0 2026: Mahasiswa Bisnis Digital UPY Tampilkan Inovasi Siap Bersaing di Era Borderless

    Kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Fakultas Bisnis dan Hukum Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Digital Business Expo (DBX) 2.0 2026, yang digelar pada Kamis, 2 Juli 2026, di Auditorium Gedung Pusat UPY. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang pameran sekaligus unjuk kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan produk dan model bisnis berbasis digital sebagai implementasi pembelajaran di kelas.

    DBX merupakan agenda tahunan terbesar Program Studi Bisnis Digital UPY yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil karya sekaligus mengasah kemampuan berwirausaha, komunikasi bisnis, dan presentasi di hadapan para praktisi serta akademisi. Tahun ini, peserta merupakan mahasiswa angkatan 2024 (Semester IV) yang menempuh mata kuliah Ekonomi Kreatif dan Teknologi e-Commerce.

    Berbagai karya inovatif berhasil dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari produk fisik seperti batik, makanan, dan minuman, hingga berbagai produk digital yang menawarkan solusi terhadap kebutuhan masyarakat. Beberapa di antaranya berupa layanan pencarian florist (florist finding services), platform penentu gaya berpakaian dan diet plan berdasarkan preferensi pengguna, hingga aplikasi yang menghubungkan mahasiswa dengan UMKM, kantin, dan warung makan untuk memperoleh makanan berkualitas dengan harga terjangkau sekaligus membantu pelaku usaha menjangkau lebih banyak pelanggan.

    Ketua Program Studi Bisnis Digital UPY, Adi Prasetyo, M.Kom, menyampaikan bahwa Digital Business Expo (DBX) 2.0 merupakan bagian dari implementasi kurikulum berbasis outcome yang menempatkan mahasiswa sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran.

    “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori bisnis digital, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang benar-benar memiliki nilai jual dan memberikan solusi bagi masyarakat. Melalui DBX, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata untuk mempresentasikan, mempromosikan, sekaligus mempertanggungjawabkan ide bisnis mereka di hadapan para juri dan publik,” ujarnya.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar berbentuk talk show yang menghadirkan Setiawan, S.I.P., M.M., Business Development Expert dari AYFN Academy, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia mengajak mahasiswa untuk melihat besarnya peluang bisnis di era borderless, ketika batas geografis, waktu, dan bahasa tidak lagi menjadi penghalang dalam menjalankan usaha.

    Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka kesempatan bagi siapa saja untuk menjual maupun membeli produk dari berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun pola pikir global, memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, dan berani menciptakan inovasi yang memiliki daya saing.

    “Saat ini semua orang memiliki peluang yang sama untuk membangun bisnis. Yang membedakan adalah siapa yang mampu melihat peluang, menciptakan inovasi, dan beradaptasi dengan perubahan. Mahasiswa harus mulai berani mengambil kesempatan tersebut,” ungkap Setiawan dalam sesi talk show.

    Usai seminar, acara dilanjutkan dengan sesi business pitching yang menjadi puncak kegiatan. Sebanyak 10 tim mahasiswa mempresentasikan sekaligus mendemonstrasikan produk bisnis yang telah mereka kembangkan selama proses perkuliahan.

    Setiap tim diberikan waktu lima menit untuk melakukan presentasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama dewan juri. Penilaian dilakukan oleh Setiawan, S.I.P., M.M. bersama dua dosen Program Studi Bisnis Digital UPY dengan tiga aspek utama, yaitu ide bisnis, kualitas konten, dan kemampuan presentasi.

    Suasana kompetisi berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan kemampuan komunikasi, penguasaan produk, serta keberanian dalam menjawab berbagai pertanyaan kritis dari dewan juri. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, sesi ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerima masukan profesional untuk menyempurnakan model bisnis yang mereka bangun.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., mengapresiasi penyelenggaraan Digital Business Expo sebagai bentuk nyata implementasi pembelajaran yang berorientasi pada praktik dan inovasi.

    “Universitas terus mendorong mahasiswa untuk menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja. Melalui kegiatan seperti DBX, mahasiswa belajar mengembangkan ide, membangun produk, memasarkan, hingga mempresentasikan hasil karyanya secara profesional. Ini merupakan bekal penting untuk menghadapi dunia usaha dan industri yang semakin kompetitif,” tutur Prof. Paiman.

    Melalui penyelenggaraan Digital Business Expo (DBX) 2.0 2026, Program Studi Bisnis Digital UPY berharap semakin banyak lahir inovator dan wirausahawan muda yang mampu menciptakan solusi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Lebih dari sekadar pameran, DBX menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan kreativitas, teknologi, dan semangat kewirausahaan dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era ekonomi digital global.

  • Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026, Wujudkan Pengabdian Inovatif untuk Masyarakat

    Mahasiswa UPY Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026, Wujudkan Pengabdian Inovatif untuk Masyarakat

    Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Tim mahasiswa UPY berhasil meraih pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026, sebuah program bergengsi yang menjadi wadah bagi organisasi kemahasiswaan untuk mengimplementasikan ide-ide kreatif dan inovatif dalam pemberdayaan masyarakat.

    Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UPY tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi, serta semangat untuk menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan di tengah masyarakat. Melalui program yang akan dijalankan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi organisasi sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

    Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) merupakan salah satu program strategis yang mendorong mahasiswa untuk merancang, mengelola, dan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat secara terstruktur. Tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, program ini juga menekankan pentingnya kepemimpinan, inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam setiap program yang dijalankan.

    Keberhasilan lolos pendanaan PPK Ormawa 2026 tentu tidak diraih secara instan. Berbagai tahapan seleksi harus dilalui, mulai dari penyusunan proposal, penyempurnaan program kerja, hingga proses evaluasi yang dilakukan secara kompetitif. Capaian ini menjadi buah dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi yang baik antara mahasiswa dengan dosen pembimbing.

    Dalam pelaksanaannya nanti, tim mahasiswa UPY akan didampingi oleh Dr. Padrul Jana, S.Pd., M.Sc. sebagai dosen pendamping. Peran dosen pendamping menjadi sangat penting dalam memastikan program yang dirancang tidak hanya memenuhi target luaran, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sasaran.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan yang diraih mahasiswa UPY. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

    “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh tim mahasiswa dan dosen pendamping yang telah berhasil lolos pendanaan PPK Ormawa Tahun 2026. Prestasi ini mencerminkan semangat, kreativitas, dan kepedulian mahasiswa UPY dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat. Kami berharap program yang dijalankan nantinya dapat memberikan dampak nyata sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi,” ujar Prof. Paiman.

    Lebih dari sekadar pencapaian kompetisi, keberhasilan ini menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Program yang akan dilaksanakan diharapkan mampu menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, manajemen program, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.

    Universitas PGRI Yogyakarta terus berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui berbagai program akademik maupun nonakademik. Dukungan tersebut diwujudkan dengan mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi, hibah, dan program nasional yang dapat memperkuat kapasitas diri sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

    Keberhasilan lolos pendanaan PPK Ormawa 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UPY untuk terus berprestasi, berinovasi, dan menghadirkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, mahasiswa UPY diharapkan mampu menjadi generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.