Penulis: Humas UPY

  • UPY Jadi Tuan Rumah Grand Final WISEC dan SINEC 2026, Satukan Inovator Muda dari Tiga Negara

    UPY Jadi Tuan Rumah Grand Final WISEC dan SINEC 2026, Satukan Inovator Muda dari Tiga Negara

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung budaya riset dan inovasi generasi muda dengan menjadi tuan rumah Grand Final World Innovation for Sustainability Essay Competition (WISEC) dan 2nd Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) 2026 pada Sabtu, 27 Juni 2026.

    Kompetisi esai ilmiah tingkat nasional dan internasional yang diselenggarakan oleh Cakap Riset ini mengusung tema besar “From Local Ideas to Global Impact: Empowering Youth as Innovation Catalysts for a Sustainable Future”. Tema tersebut menegaskan pentingnya mendorong gagasan-gagasan inovatif dari lingkungan lokal agar mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

    Rangkaian grand final dilaksanakan di Auditorium Graha Bina Husada Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan Kampus 2 Universitas PGRI Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta dua negara sahabat, Pakistan dan Nigeria.

    Secara keseluruhan, kompetisi diikuti oleh 107 tim dari 59 institusi, yang terdiri atas 16 sekolah dan 43 perguruan tinggi. Kehadiran peserta lintas jenjang pendidikan, mulai dari siswa SMP, SMA, hingga mahasiswa S1, menjadikan WISEC dan SINEC 2026 sebagai ruang pertemuan ide, kreativitas, dan semangat kolaborasi generasi muda dari tiga negara.

    Penyelenggaraan WISEC dan SINEC bertujuan membangun budaya literasi, riset, dan inovasi melalui kompetisi ilmiah yang berkualitas. Melalui ajang ini, peserta didorong untuk berpikir kritis, analitis, kreatif, dan berbasis bukti dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

    Selain mengasah kemampuan menyusun karya ilmiah dan melakukan penelitian, peserta juga memperoleh pengalaman dalam mengembangkan solusi inovatif serta mengkomunikasikan gagasan secara sistematis dan ilmiah. Kompetisi ini sekaligus menjadi wadah untuk memperluas jejaring, bertukar ide, dan menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat di kalangan pelajar dan mahasiswa.

    Rangkaian grand final dirancang secara komprehensif agar memberikan pengalaman akademik yang utuh bagi para finalis. Kegiatan diawali dengan Poster Exhibition, di mana peserta mempresentasikan karya ilmiahnya di hadapan dewan juri. Sesi ini dilanjutkan dengan tanya jawab (Q&A) untuk menguji pemahaman, orisinalitas, serta kedalaman analisis penelitian yang telah dilakukan.

    Setelah itu, para finalis mengikuti presentasi PowerPoint untuk memaparkan gagasan dan solusi inovatif secara lebih mendalam. Tidak hanya berfokus pada kompetisi, peserta juga mengikuti seminar ilmiah bersama narasumber inspiratif, sesi networking antarpeserta, serta Awarding Ceremony sebagai bentuk apresiasi atas karya dan prestasi para finalis.

    Suasana kegiatan berlangsung kompetitif namun tetap hangat dan kolaboratif. Para peserta tidak hanya bersaing untuk meraih penghargaan, tetapi juga saling belajar, bertukar pengalaman, dan memperluas wawasan mengenai isu-isu pembangunan berkelanjutan.

    Sebagai tuan rumah, Universitas PGRI Yogyakarta memandang penyelenggaraan WISEC dan SINEC 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi di lingkungan pendidikan. Kehadiran peserta dari berbagai institusi dan negara diharapkan mampu memperkaya perspektif serta membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas di masa mendatang. Melalui kegiatan ini, UPY berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepemimpinan intelektual, kepedulian terhadap isu keberlanjutan, serta keberanian untuk mengubah gagasan lokal menjadi solusi yang berdampak global. Dengan semangat tersebut, WISEC dan SINEC 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam menyiapkan inovator muda yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan dunia.

  • Dosen UPY Ikuti International Conference dan Perkuat Kolaborasi Global Melalui Program International Community Service & Edutourism di Jepang

    Dosen UPY Ikuti International Conference dan Perkuat Kolaborasi Global Melalui Program International Community Service & Edutourism di Jepang

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus memperkuat langkah internasionalisasi dengan berpartisipasi dalam 3rd International Community Service & Edutourism yang diselenggarakan di Jepang pada 30 Juni–7 Juli 2026. Program yang difasilitasi oleh Lumia Scintia Academy ini diikuti oleh delapan perguruan tinggi dari Indonesia dan menghadirkan rangkaian kegiatan akademik, pengabdian kepada masyarakat, benchmarking, hingga eksplorasi budaya sebagai upaya membangun kolaborasi pendidikan tinggi di tingkat global.

    Pada kegiatan tersebut, UPY diwakili oleh Dr. Murniady Muchran, M.M., dosen Program Studi Bisnis Digital. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi lintas negara.

    Selama berada di Jepang, para peserta mengikuti berbagai agenda akademik yang dirancang untuk memperkaya wawasan serta memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi. Salah satu kegiatan utama adalah kunjungan akademik (benchmarking) ke Osaka Metropolitan University yang disambut langsung oleh Yoshida Sensei. Delegasi juga melakukan kunjungan ke Sophia University untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, pengembangan riset, serta inovasi pembelajaran.

    Tidak hanya berfokus pada bidang akademik, peserta juga melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bersama Japan Da’wah Centre (JDC) yang berlangsung di kawasan Osaka Castle. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam membangun hubungan sosial dan budaya di tingkat internasional melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.

    Dalam rangkaian program tersebut, Dr. Murniady Muchran turut berpartisipasi sebagai presenter pada konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Society of Interdisciplinary Business Research (SIBR). Melalui forum ilmiah tersebut, hasil penelitian yang dipresentasikan memperoleh kesempatan untuk dipublikasikan dalam prosiding dan jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus. Keikutsertaan ini sekaligus menjadi sarana memperluas jejaring penelitian dan bertukar gagasan dengan akademisi dari berbagai negara.

    Selain agenda akademik, peserta juga memperoleh pengalaman budaya melalui kunjungan ke sejumlah destinasi ikonik di Jepang, seperti Fushimi Inari Taisha, Sensō-ji, kawasan Gunung Fuji, serta pusat aktivitas masyarakat modern di Dotonbori, Umeda, Shibuya, Shinjuku, dan Harajuku. Rangkaian kunjungan tersebut memberikan perspektif yang lebih luas mengenai budaya, teknologi, inovasi, serta kemajuan pembangunan Jepang yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia.

    Sebagai penutup kegiatan, dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Ustaz Zulkarnain Hasan Basri, Founder Japan Da’wah Centre (JDC) yang berkedudukan di Osaka, serta Dr. Eng. Muhammad Zulkifli Mochtar, Ketua ICMI Organisasi Wilayah Jepang. Penandatanganan ini menjadi tonggak awal bagi terbukanya berbagai peluang kerja sama strategis antara UPY dengan mitra-mitra di Jepang.

    Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup pengembangan riset internasional, publikasi ilmiah bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan program pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan program magang (internship) di berbagai sektor industri. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperluas pengalaman internasional bagi sivitas akademika UPY.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menyampaikan bahwa internasionalisasi merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi di era global.

    “Partisipasi dosen UPY dalam forum internasional seperti ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset, publikasi, dan pengembangan program bersama dengan berbagai institusi luar negeri. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di UPY,” ungkapnya. Keikutsertaan Universitas PGRI Yogyakarta dalam 3rd International Community Service & Edutourism menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam membangun budaya akademik yang terbuka terhadap kolaborasi global. Melalui sinergi dengan berbagai institusi pendidikan, organisasi, dan mitra internasional, UPY terus berupaya mencetak lulusan yang berdaya saing global, memperkuat kapasitas dosen sebagai akademisi bertaraf internasional, serta menghadirkan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat.

  • Tiga Mahasiswa Gizi UPY Lolos Magang Mandiri Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 BPOM RI

    Tiga Mahasiswa Gizi UPY Lolos Magang Mandiri Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 BPOM RI

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Tiga mahasiswa Program Studi Gizi berhasil lolos dalam Magang Mandiri Program SAPA Kampus Berdampak Batch 8 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY memiliki kompetensi, dedikasi, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat nasional.

    Adapun mahasiswa yang berhasil lolos dalam program tersebut adalah Septiajati Yudhowanti, Fadhilah Nur Azizah, dan Hunalika Yasfa Aulia. Ketiganya akan mengikuti rangkaian program magang yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata di bidang keamanan pangan, pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan olahan, serta implementasi standar keamanan pangan sesuai regulasi BPOM.

    Program SAPA Kampus Berdampak merupakan salah satu program strategis BPOM RI yang bertujuan membentuk mahasiswa sebagai fasilitator keamanan pangan yang mampu mendampingi pelaku UMKM dalam menerapkan standar keamanan pangan dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh penguatan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses edukasi, pendampingan, monitoring, hingga penguatan kapasitas UMKM pangan.

    Ketua Program Studi Gizi UPY menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih ketiga mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dijalani mahasiswa selama menempuh pendidikan, sekaligus menjadi indikator bahwa lulusan Gizi UPY memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

    “Kami bangga atas prestasi yang diraih mahasiswa Program Studi Gizi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UPY mampu bersaing dalam program nasional yang menuntut kompetensi akademik, keterampilan, dan komitmen tinggi. Semoga pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Program SAPA Kampus Berdampak dapat memperluas wawasan serta meningkatkan profesionalisme mereka sebagai calon tenaga gizi,” ujarnya.

    Melalui keterlibatan dalam program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, serta penerapan ilmu gizi dan keamanan pangan secara langsung di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas keamanan pangan di Indonesia.

    Keberhasilan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai program nasional yang mendukung pengembangan kompetensi akademik maupun profesional. Selain menghasilkan lulusan yang unggul secara keilmuan, UPY terus berupaya mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Prestasi yang diraih Septiajati Yudhowanti, Fadhilah Nur Azizah, dan Hunalika Yasfa Aulia diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani mengambil peluang, mengembangkan potensi diri, serta mengharumkan nama Universitas PGRI Yogyakarta melalui berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

  • UPY Perkokoh Kemitraan Antarperguruan Tinggi melalui MoU dengan UINSU Medan

    UPY Perkokoh Kemitraan Antarperguruan Tinggi melalui MoU dengan UINSU Medan

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) terus memperluas jejaring kemitraan strategis sebagai bagian dari komitmennya dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas PGRI Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan yang berlangsung di Ruang Rektor UPY pada Rabu (24/6/2026).

    Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih erat antara kedua perguruan tinggi untuk mengembangkan berbagai program strategis di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

    Dari pihak UPY, kegiatan dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan UPY Drs. John Sabari, M.Si., Rektor Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., Kepala Kantor Urusan Kerja Sama (KUK) Dr. Wahyudi, M.Pd., serta Kepala Divisi Kerja Sama Dalam Negeri Guruh Ghifari Zalzalah, S.E., M.Sc.. Sementara itu, delegasi UINSU Medan dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga yang mewakili Rektor UINSU, Prof. Dr. H. Muzakkir, M.Ag., didampingi staf Humas dan Kerja Sama UINSU Medan.

    Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penyelenggaraan guest lecture, pertukaran narasumber, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan berbagai program akademik maupun nonakademik yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

    Suasana audiensi berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Diskusi berjalan dinamis dengan saling berbagi pengalaman, inovasi, serta praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan oleh masing-masing perguruan tinggi. Selain membahas implementasi kerja sama, kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai strategi pengembangan institusi, peningkatan mutu pendidikan, tata kelola perguruan tinggi, hingga penguatan budaya akademik yang adaptif terhadap tantangan global.

    Dalam kesempatan tersebut, Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., memaparkan berbagai capaian Universitas PGRI Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah. Ia menjelaskan sejumlah program pembinaan yang telah berhasil mendorong produktivitas dosen dalam menghasilkan publikasi pada jurnal bereputasi internasional.

    “Kolaborasi antarp perguruan tinggi merupakan salah satu kunci untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi. UPY siap berbagi pengalaman dan menjalin kerja sama dalam pendampingan publikasi ilmiah, penguatan budaya riset, serta peningkatan kompetensi para peneliti agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang berdaya saing global,” ungkap Prof. Paiman.

    Sementara itu, Prof. Dr. H. Muzakkir, M.Ag. turut berbagi wawasan keilmuan sesuai bidang kepakarannya, yakni tasawuf. Dalam suasana diskusi yang penuh keakraban, beliau menyampaikan pentingnya membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional sebagai fondasi dalam membentuk insan akademik yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga memiliki karakter dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.

    Pandangan tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pimpinan UPY. Sebagai bentuk tindak lanjut kerja sama, Prof. Muzakkir juga menyatakan kesediaannya untuk menjadi narasumber dalam kegiatan guest lecture di Universitas PGRI Yogyakarta sebagai bagian dari implementasi nyata nota kesepahaman yang telah disepakati.

    Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat jejaring akademik nasional antara Universitas PGRI Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Kedua institusi berkomitmen untuk segera merealisasikan berbagai program kolaboratif yang memberikan dampak nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas.

    Melalui sinergi ini, UPY berharap kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi berkembang menjadi berbagai kegiatan yang berkelanjutan, seperti riset bersama, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan inovasi pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.

    Sebagai perguruan tinggi yang terus mengedepankan kolaborasi, Universitas PGRI Yogyakarta meyakini bahwa kemitraan yang kuat merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Bersama UINSU Medan, UPY optimistis dapat menghadirkan berbagai inovasi dan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan budaya akademik, serta kemajuan masyarakat Indonesia.

  • UKM Taekwondo UPY Raih Juara Umum Kyorugi pada International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026

    UKM Taekwondo UPY Raih Juara Umum Kyorugi pada International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UPY berhasil meraih Juara Umum Kyorugi pada ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2026, setelah menjadi kontingen dengan perolehan poin tertinggi dari seluruh kelas kyorugi yang dipertandingkan.

    Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata konsistensi pembinaan atlet di lingkungan UPY sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menorehkan prestasi gemilang, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Di tengah persaingan ketat yang diikuti atlet dari berbagai daerah dan negara, kontingen UPY tampil impresif dengan semangat juang, disiplin, dan sportivitas yang tinggi.

    Dalam kejuaraan bergengsi tersebut, UKM Taekwondo UPY berhasil membawa pulang 8 medali, yang terdiri atas 1 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu. Raihan tersebut mengantarkan UPY sebagai Juara Umum Kyorugi, sebuah pencapaian yang semakin mempertegas kualitas atlet-atlet muda kampus dalam kompetisi internasional.

    Adapun mahasiswa UPY yang berhasil mengukir prestasi adalah:

    Medali Emas

    • Yohanes Dimi – Kyorugi Senior Under 68 kg Putra

    Medali Perak

    • Alfreda Putri Salsabila – Kyorugi Senior Under 46 kg Putri
    • Whega Ahnaf Davin Suwelo – Kyorugi Senior Under 54 kg Putra
    • Meliana Oca – Kyorugi Senior Under 49 kg Putri

    Medali Perunggu

    • Ana Marcella Ivanka Filadhelvia – Kyorugi Senior Under 57 kg Putri
    • Claudia Trice Ledu – Kyorugi Senior Under 53 kg Putri
    • Ahmad Basuki – Kyorugi Senior Under 68 kg Putra
    • Maria Anjelin Vicha – Kyorugi Senior Under 53 kg Putri

    Atlet Taekwondo UPY peraih medali emas, Yohanes Dimi, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraihnya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari proses latihan yang panjang, kedisiplinan, serta semangat pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh atlet selama masa persiapan.

    “Ini bukti kerja keras tim selama latihan. Kami datang ke kejuaraan internasional ini dengan satu target, yaitu mengharumkan nama UPY,” ujarnya.

    Apresiasi juga disampaikan oleh Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh atlet dan tim pelatih atas prestasi yang telah mengharumkan nama universitas di tingkat internasional.

    “Selamat kepada seluruh atlet UKM Taekwondo UPY atas capaian yang luar biasa ini. Mahasiswa UPY adalah harapan masa depan. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu unggul tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam olahraga. Teruslah berjuang, pertahankan semangat berprestasi, dan jadilah inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” tutur Prof. Paiman.

    Keberhasilan meraih gelar Juara Umum Kyorugi menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UPY untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik, seni, olahraga, maupun pengabdian kepada masyarakat. Prestasi ini juga mencerminkan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam mendukung pengembangan talenta mahasiswa melalui pembinaan yang berkelanjutan.

    Dengan pencapaian tersebut, UKM Taekwondo UPY semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa olahraga yang berprestasi dan kompetitif di tingkat internasional. Universitas PGRI Yogyakarta berharap keberhasilan ini menjadi awal dari lahirnya prestasi-prestasi yang lebih besar di masa mendatang serta mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya, berkompetisi, dan membawa nama baik almamater di berbagai ajang nasional maupun internasional.

  • Museum Laboratorium Sejarah UPY Sambut Kunjungan Akademik Mahasiswa PAUD STIT Al-Khairiyah Cilegon

    Museum Laboratorium Sejarah UPY Sambut Kunjungan Akademik Mahasiswa PAUD STIT Al-Khairiyah Cilegon

    Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menjadi destinasi pembelajaran bagi perguruan tinggi dari berbagai daerah. Kali ini, Museum Laboratorium Sejarah UPY menerima kunjungan akademik dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Cilegon pada Senin (11/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual melalui pemanfaatan museum sebagai laboratorium pendidikan.

    Kunjungan tersebut dirancang sebagai pembelajaran luar kelas (experiential learning) yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pemahaman sejarah secara langsung melalui interaksi dengan berbagai koleksi yang dimiliki Museum Laboratorium Sejarah UPY. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta sekaligus memberikan inspirasi dalam mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif di lingkungan pendidikan.

    Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai beragam koleksi museum, mulai dari artefak, dokumentasi sejarah, hingga berbagai sumber sejarah yang selama ini dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di Program Studi Pendidikan Sejarah UPY. Setiap koleksi dipaparkan beserta konteks historisnya sehingga peserta dapat memahami hubungan antara peristiwa masa lalu dengan bukti-bukti sejarah yang masih dapat dipelajari hingga saat ini.

    Melalui penjelasan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengenal nilai historis setiap koleksi, tetapi juga memahami bagaimana sumber-sumber sejarah dapat menjadi media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan mudah dipahami oleh peserta didik.

    Selain mengenalkan koleksi museum, kegiatan ini juga menghadirkan diskusi mengenai peran museum sebagai ruang edukasi yang mampu mendukung proses pembelajaran lintas disiplin ilmu, termasuk dalam pendidikan anak usia dini. Para peserta diajak mengeksplorasi berbagai pendekatan pembelajaran yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai sejarah ke dalam kegiatan belajar anak melalui media visual, cerita, permainan edukatif, maupun pengalaman langsung.

    Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan pertukaran gagasan mengenai pentingnya menanamkan kecintaan terhadap sejarah sejak usia dini. Bagi mahasiswa PAUD, kunjungan ini memberikan perspektif baru bahwa sejarah tidak selalu dipelajari melalui buku semata, melainkan juga dapat diperkenalkan melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.

    Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Mahasiswa terlihat aktif mengamati setiap koleksi yang dipamerkan, berdialog dengan pengelola museum, serta mendokumentasikan berbagai informasi yang diperoleh sebagai bahan pengayaan pembelajaran. Interaksi yang terjalin mencerminkan tingginya minat peserta terhadap pembelajaran sejarah yang dikemas secara aplikatif dan relevan dengan dunia pendidikan.

    Museum Laboratorium Sejarah UPY tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi yang mendukung proses pembelajaran berbasis pengalaman. Kehadiran museum menjadi media yang efektif dalam membangun kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya, serta memperkuat literasi sejarah bagi generasi muda.

    Melalui kunjungan akademik ini, Universitas PGRI Yogyakarta berharap mahasiswa Program Studi PAUD STIT Al-Khairiyah Cilegon memperoleh pengalaman belajar yang inspiratif sekaligus mampu mengembangkan kreativitas dalam merancang pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi anak usia dini. Nilai-nilai sejarah yang diperoleh diharapkan dapat diadaptasi menjadi bagian dari proses pendidikan karakter sejak usia dini.

    Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan, Museum Laboratorium Sejarah UPY akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan. Melalui kegiatan akademik seperti ini, UPY berharap museum dapat menjadi pusat pembelajaran yang hidup, memperkuat jejaring antarperguruan tinggi, serta berkontribusi dalam melahirkan pendidik yang kreatif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya bangsa.

  • Mahasiswa UPY Raih Medali Emas Kejurda Pencak Silat DIY 2026, Harumkan Nama Kampus dan Bidik PON 2028

    Mahasiswa UPY Raih Medali Emas Kejurda Pencak Silat DIY 2026, Harumkan Nama Kampus dan Bidik PON 2028

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Rizky Febrian, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2022, berhasil meraih Medali Emas pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DIY pada 4–7 Juli 2026.

    Kejuaraan bergengsi tingkat provinsi tersebut menjadi ajang kompetisi bagi atlet-atlet terbaik dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk kategori pelajar, peserta berasal dari berbagai sekolah di DIY, sedangkan kategori dewasa diikuti oleh atlet-atlet terbaik yang mewakili masing-masing kabupaten dan kota. Selama empat hari pelaksanaan, kejuaraan berlangsung meriah dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, persaudaraan, dan semangat kompetisi yang sehat.

    Keberhasilan Rizky meraih medali emas tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UPY mampu mengembangkan potensi secara seimbang, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

    Lebih dari sekadar kompetisi, Kejurda Pencak Silat DIY 2026 memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet daerah. Khusus kategori dewasa, kejuaraan ini menjadi ajang seleksi atlet yang akan mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai tahap pembinaan menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON). Atlet-atlet terbaik selanjutnya dipersiapkan untuk memperkuat kontingen DIY pada PON XXII Nusa Tenggara Barat–Nusa Tenggara Timur (NTB–NTT) 2028.

    Rizky Febrian mengaku sangat bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya setelah melalui proses latihan dan perjuangan yang panjang.

    “Senang sekali bisa menjadi juara satu di Kejurda ini karena akhirnya penantian hampir empat tahun terbayarkan. Semoga prestasi ini bisa menjadi pemantik semangat bagi generasi berikutnya untuk terus berprestasi. Saya juga berharap dapat terus berkembang, bertanding di ajang PON NTB–NTT 2028, serta mengharumkan nama Daerah Istimewa Yogyakarta dan almamater tercinta, Universitas PGRI Yogyakarta,” ungkap Rizky.

    Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Rizky. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan konsistensi yang patut menjadi teladan bagi seluruh mahasiswa.

    “Prestasi yang diraih Rizky menunjukkan bahwa mahasiswa UPY memiliki semangat juang yang tinggi dan mampu bersaing di berbagai bidang. Universitas akan terus memberikan dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi, baik di bidang akademik, olahraga, seni, maupun kompetisi lainnya. Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan membawa nama baik UPY di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Prof. Paiman.

    Keberhasilan Rizky Febrian semakin menegaskan komitmen Universitas PGRI Yogyakarta dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan prestasi mahasiswa secara holistik. Melalui berbagai pembinaan dan dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan, UPY terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat, daerah, maupun bangsa. Prestasi ini diharapkan menjadi awal dari langkah-langkah besar berikutnya bagi Rizky Febrian dalam menapaki jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Dengan semangat pantang menyerah dan dukungan penuh dari civitas akademika UPY, peluang untuk tampil membela Daerah Istimewa Yogyakarta pada PON NTB–NTT 2028 menjadi target yang semakin nyata untuk diwujudkan.

  • UPY Tutup Program SEA-Teacher Batch 11 Inbound Gelombang 1, Pererat Persahabatan dan Kolaborasi Pendidikan Internasional

    UPY Tutup Program SEA-Teacher Batch 11 Inbound Gelombang 1, Pererat Persahabatan dan Kolaborasi Pendidikan Internasional

    Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) secara resmi menutup rangkaian Program SEA-Teacher Batch 11 Inbound Gelombang 1 Tahun 2026 melalui kegiatan Farewell Ceremony yang diselenggarakan pada Selasa (26/5/2026). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya program pertukaran mahasiswa internasional sekaligus momentum untuk mempererat persahabatan dan kerja sama pendidikan antara UPY dengan perguruan tinggi mitra di kawasan Asia Tenggara.

    Farewell Ceremony berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Universitas PGRI Yogyakarta dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, jajaran Kantor Urusan Kerja Sama (KUK), serta empat mahasiswa peserta SEA-Teacher Batch 11 Inbound Gelombang 1, yakni Abrielle Gene Loreña, Berg Odiada Valenzuela, Denise Khesha Cahilig Tacaisan, dan Mark Steven Osmeña Tandoy.

    Program SEA-Teacher merupakan salah satu program internasional yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa calon guru dari berbagai negara untuk memperoleh pengalaman praktik mengajar, mengenal budaya lokal, serta memperkuat kompetensi profesional melalui pembelajaran lintas negara. Selama mengikuti program di UPY, para mahasiswa menjalani berbagai aktivitas akademik dan praktik mengajar di sekolah mitra, sekaligus berinteraksi langsung dengan sivitas akademika dan masyarakat Indonesia.

    Dalam sambutannya, pihak Universitas PGRI Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas dedikasi, semangat belajar, serta partisipasi aktif para mahasiswa selama mengikuti program. Kehadiran mahasiswa internasional dinilai tidak hanya memperkaya suasana akademik kampus, tetapi juga memperkuat proses internasionalisasi yang terus dikembangkan UPY.

    Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai prosesi perpisahan. Para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi kesan dan pengalaman selama berada di Indonesia. Mereka mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan belajar di UPY, mengenal budaya Indonesia secara lebih dekat, serta menjalin persahabatan dengan mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar.

    Usai seremoni di lingkungan kampus, rombongan melanjutkan kunjungan ke Sekolah Mutiara Persada, lokasi para mahasiswa menjalani praktik mengajar selama program berlangsung. Kunjungan tersebut menjadi momen berpamitan kepada kepala sekolah, guru pamong, tenaga kependidikan, serta para siswa yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik mereka di Indonesia.

    Dalam suasana yang penuh kehangatan, para mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih atas bimbingan, dukungan, serta pengalaman mengajar yang mereka peroleh selama berada di sekolah. Bagi para peserta, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik yang memiliki perspektif global.

    Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan yang telah terjalin antara Universitas PGRI Yogyakarta, Sekolah Mutiara Persada, dan para mahasiswa peserta SEA-Teacher. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kolaborasi pendidikan mampu melampaui batas negara melalui semangat saling belajar dan menghargai keberagaman budaya.

    Melalui penyelenggaraan Farewell Ceremony ini, Universitas PGRI Yogyakarta berharap hubungan baik dengan perguruan tinggi mitra dalam program SEA-Teacher dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pertukaran mahasiswa dan dosen.

    Program ini sekaligus mempertegas komitmen UPY dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Dengan membuka ruang kolaborasi lintas negara, UPY terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar berkelas internasional yang mampu membentuk lulusan berwawasan global, adaptif terhadap keberagaman budaya, serta siap menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa depan.

    Lebih dari sekadar program pertukaran mahasiswa, SEA-Teacher menjadi jembatan persahabatan antarbangsa yang memperkaya pengalaman akademik sekaligus menanamkan nilai saling menghormati, kolaborasi, dan kepedulian sebagai fondasi dalam membangun pendidikan yang berkualitas di tingkat regional maupun global.

  • UPY Perkuat Transformasi Pendidikan Digital melalui Seminar dan Workshop AI in Education Bersama Acer Indonesia

    UPY Perkuat Transformasi Pendidikan Digital melalui Seminar dan Workshop AI in Education Bersama Acer Indonesia

    Yogyakarta – Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi melalui penyelenggaraan Seminar dan Workshop bertema “AI in Education: Innovations for Future-Ready Learning” pada Jumat (22/5/2026). Bertempat di Auditorium Kampus 1 UPY, kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas guru, dosen, mahasiswa, praktisi pendidikan, serta perwakilan sekolah-sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Universitas PGRI Yogyakarta, Acer Indonesia, ECOMPUS, PT PGRI DIY, serta berbagai sekolah di DIY. Seminar dan workshop tersebut menjadi wadah untuk memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan sekaligus mempersiapkan tenaga pendidik menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan tamu undangan, dilanjutkan dengan penayangan video profil Universitas PGRI Yogyakarta sebagai bentuk pengenalan institusi kepada seluruh peserta. Acara kemudian dibuka secara resmi melalui menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PGRI, serta pembacaan doa.

    Dalam sambutannya, Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., menegaskan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial, harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

    “Transformasi digital tidak dapat dihindari. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran,” ungkapnya.

    Sementara itu, Riko Gunawan selaku Product and Solution Director Acer Indonesia menyampaikan komitmen Acer dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyediaan solusi teknologi yang mampu memperkuat proses belajar mengajar serta meningkatkan kompetensi digital para pendidik.

    Momentum penting dalam kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas PGRI Yogyakarta, Acer Indonesia, dan PT Compuls. Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UPY bersama perwakilan Acer Indonesia dan PT Compuls, serta disaksikan oleh perwakilan Pengurus Besar PGRI dan Pemerintah Daerah DIY. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri teknologi, dan organisasi profesi pendidikan.

    Usai penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dari Toni Priyono, Presales & Acer Education Solution Consultant, yang memaparkan berbagai inovasi teknologi pendidikan serta implementasi AI untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan interaktif. Selanjutnya, Supri Hartanto, M.Pd. dari Universitas PGRI Yogyakarta memperkenalkan berbagai program unggulan kampus dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

    Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PGRI, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, M.M., turut memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

    Sebagai simbol dimulainya kolaborasi dan inovasi pendidikan, dilakukan pemukulan gong yang dilanjutkan dengan peluncuran Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Coding dan Kecerdasan Artifisial. Program tersebut diresmikan oleh Sekretaris Jenderal PB PGRI bersama perwakilan Pemerintah Daerah DIY dan PGRI DIY sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi digital dan kompetensi AI bagi para guru di Indonesia.

    Memasuki sesi siang, peserta mengikuti workshop yang terbagi ke dalam tiga kelas tematik. Workshop pertama mengangkat tema Membangun Ekosistem Pendidikan, yang membahas strategi pengembangan lingkungan belajar berbasis teknologi. Workshop kedua membahas Personal Learning Management System (LMS) untuk memperkuat kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran digital secara mandiri. Sementara itu, workshop ketiga memperkenalkan Animasi 3D Berbasis Artificial Intelligence, yang memberikan pengalaman praktis mengenai pemanfaatan AI dalam menciptakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi interaktif, sesi praktik, hingga berbagi pengalaman menjadi bukti tingginya semangat para pendidik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan.

    Melalui penyelenggaraan seminar dan workshop ini, Universitas PGRI Yogyakarta berharap dapat menjadi bagian dari percepatan transformasi pendidikan nasional. Tidak hanya meningkatkan kompetensi digital para pendidik, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang lebih kreatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di era kecerdasan artifisial.

    Sebagai perguruan tinggi yang terus berkomitmen terhadap kemajuan pendidikan, UPY akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis dalam menghadirkan program-program yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan organisasi profesi, UPY optimistis dapat berkontribusi dalam mencetak pendidik masa depan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.